JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. PENGARUH PENGGUNAAN ABU TULANG IKAN CAKALANG PADA PERKERASAN LENTUR Juliet G Metekohy. Christy. Gery. Buyang. Levina Tumalang. 1,2,. Program Studi Teknik Sipil. Universitas Pattimura Ambon Julietmetekohy@gmail. gery@gmail. levinatumalang@gmail. ARTICLE HISTORY Received: April 10, 2025 Revised June 13, 2025 Accepted: June 13, 2025 Online available: June 15, 2025 Keywords: Flexible Pavement. Compressive Strength. Fish Bone Ash, *Correspondence: Name: Juliet G Metekohy E-mail: Julietmetekohy@gmail. Kantor Editorial Politeknik Negeri Ambon Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jalan Ir. Putuhena. WailelaRumahtiga. Ambon Maluku. Indonesia Kode Pos: 97234 ABSTRACT Maluku Province, especially Ambon City, is the area with the largest capture fisheries sector in Indonesia. The amount of skipjack fish production from 2016 reached 1,742. 00 tons and in 2020 skipjack fish production has increased to 4,493. 46 tons (Ambon City fisheries office Large fish production but no management of skipjack fish bone waste, so it is not utilized by both the government and suasta. Skipjack fish bones have a good composition of bioavailability chemical content, the content contained in skipjack fish bones that have been extracted is moisture content 0. 33%, ash 99. 03%, protein 0. 19%, fat 0. 22%, and calcium content 83. 25%, and phosphorus content 9. Calcium in all samples is calcium phosphor apatite, apatite is a group of phosphorus minerals and calcium minerals that are generally present in rocks so that they can be applied to road building structures that use asphalt pavement. This study was conducted to determine the effect of using skipjack fish bone ash as a filler for asphalt mixture for AC-WC pavement. This is reviewed from the value of Marshall's stability with an experimental Some of the tests carried out are specific gravity testing, content weight, broken stone, sieve analysis, sand equivalent value, abrasion, material passing filter no. 200 and marshall testing with reference to the specifications of Bina Marga 2018 Division 6. The test will be carried out by making 1 variation of skipjack fish bone ash filler of 3%. Keywords: Flexible Pavement. Compressive Strength. Fish Bone Ash. PENDAHULUAN Jalan raya merupakan prasarana transportasi yang sangat berpengaruh pada perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat. Fungsi utama jalan raya adalah sebagai prasarana melayani pergerakan lalu lintas manusia dan barang secara aman, nyaman, cepat dan ekonomis. Di Indonesia khususnya Provinsi Maluku daerah Kota Ambon setiap tahunnya mengalami peningkatan kendaraan (BPS Kota Ambo. yang memungkinkan adanya peningkatan kapasitas jalan dan perkerasan jalan itu sendiri, dalam peningkatan perkerasan ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu kualitas agregat, metode pelaksanaan, dan kualitas aspal. Dalam hal ini kualitias aspal adalah bahan pengikat campuran yang merupakan faktor utama dan mempengaruhi kinerja campuran beraspal . Juliet G Metekohy1, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Ada beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas aspal sebagai bahan pengikat untuk menghasilkan suatu bahan campuran jalan yang lebih kuat, salah satu cara yaitu meningkatkan mutu aspal sebagai bahan pengikat Peningkatan mutu aspal dapat dilakukan dengan meneliti material-material baru yang belum digunakan sebelumnya, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai filler campuran aspal yang memenuhi syarat dan ketentuan dengan mencoba menguji material baru yang belum pernah diteliti sebelumnya. Penggunaan tulang ikan dimana kegunaan dan manfaatnya masih belum optimal, khususnya pada Provinsi dengan sumbar daya ikan terbesar seIndonesia. Dalam penelitian ini tulang ikan yang digunakan yaitu tulang ikan cakalang, tulang ikan cakalang memiliki kandungan kadar air ,33%, abu Pengaruh Penggunaan Abu Tulang Ikan A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 99,03%, protein 0,19%, lemak 0,22%, serta kadar kalsium 83,25% dan fosfor 9,65% yang mengindikasikan kadar kalsium, abu dan fosfor merupakan apatit kalsium fosfor, apatit adalah kelompok mineral fosfor dan mineral kalsium yang umumnya ada pada batuan . V dan Pipih Suptijah. sehingga penelitian ini akan mencoba memanfaatkan penggunaan abu tulang ikan cakalang sebagai filler bahan pengisi dalam campuran aspal beton. Diketahui berdasarkan data yang dihimpun, jumlah produksi ikan cakalang khususnya daerah Kota Ambon setiap tahunnya meningkat dari 742,00 ton pada tahun 2016 sampai pada tahun 2020 493,46 ton (Dinas Perikanan Kota Ambo. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap tahunnya produksi ikan2 cakalang di daerah Kota Ambon mengalami peningkatan, namun pemanfaatan tulang ikan masih sangat minim dalam lingkup masyarakat maupun pemerintah Kota Ambon. TINJAUAN PUSTAKA 1 Definisi dan Terminologi Perkerasan jalan adalah campuran antara agregat dan bahan ikat yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas (Tanriajeng 2002. Rekayasa jalan ray. Agregat yang dipakai antara lain adalah batu pecah, batu belah, batu kali dan hasil sampling peleburan Sedangkan bahan ikat yang dipakai antara lain adalah aspal, semen dan tanah liat. Berdasarkan bahan pengikatnya, konstruksi perkerasan jalan dapat dibedakan beberapa bagian yaitu konstruksi perkerasan lentur (Flexible Pavemen. Konstruksi perkerasan kaku (Rigid Pavemen. Konstruksi perkerasan komposit (Composite Pavemen. 2 Komponen Penyusun 1 Agregat Kasar Menurut SNI 03-1737-1989, agregat kasar yaitu batuan yang tertahan saringan no. iameter 2,38 Dalam pelaksanaan pengujian campuran aspal, agregat yang digunakan harus dari sumber dan jenis yang sama. Agregat kasar harus terdiri dari batu pecah atau kerikil pecah yang bersih, kering, kuat, awet dan bebas dari bahan lain yang mengganggu serta memenuhi persyaratan. 2 Agergat Halus Menurut SNI 03-1737-1989, agregat halus yaitu batuan yang lolos saringan no. iameter 2,38 m. dan tertahan saringan no. iameter 0,075 m. Agregat halus harus terdiri dari pasir alam atau pasir buatan atau pasir terak atau gabungan daripada bahanbahan tersebut. Agregat halus harus bersih, kering, kuat, bebas dari gumpalan-gumpalan lempung dan bahan-bahan lain yang mengganggu serta terdiri dari butir-butir yang bersudut tajam dan mempunyai permukaan yang kasar. 3 Bahan Pengisi . Juliet G Metekohy1, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Hardiyatmo Analisisnya perkerasan aspa. filler adalah material yang lolos saringan no. iameter 0,075 m. Bahan pengisi harus kering dan bebas dari bahan lain yang 3 Karakteristik Marshall Test Menurut Asphalt Institute MS-22 . alam Hardiyatmo, 2. , suatu campuran aspal beton harus Karakteristik tersebut meliputi stabilitas, kelenturan atau fleksibilitas, daya tahan/durabilitas, kekesatan permukaan, kemudahan pekerjaan, kedap air, dan ketahanan terhadap kelelehan. 1 Stabilitas Stabilitas adalah kemampuan campuran beraspal dalam melawan deformasi plastis atau perubahan bentuk permanen akibat beban lalu lintas. Stabilitas juga dapat didefinisikan sebagai kemampuan lapisan perkerasan dalam melayani beban lalu lintas dengan tanpa mengalami deformasi permanen, seperti gelombang dan timbulnya alur-alur. Stabilitas akan maksimal apabila agregat memiliki permukaan kasar dan volume aspal yang cukup, sehingga adhesi dengan permukaan agregat dapat disebarkan dengan merata. 2 Kelenturan/Fleksibilitas Kelenturan adalah campuran aspal harus mampu mengakomodasi lendutan permanen dalam batas-batas tertentu dengan tanpa mengalami retak-retak. Untuk mendapatkan kelenturan yang tinggi, maka dapat digunakan agregat yang bergradasi terbuka atau gradasi senjang. Aspal yang digunakan harus lunak . enetrasi tingg. 3 Daya Tahan/Durabilitas Daya tahan atau durabilitas maksudnya daya tahan suatu lapis perkerasan terhadap keausan akibat beban lalu lintas dan pengaruh perubahan cuaca dengan tanpa mengalami pelepasan film aspal dari Perubahan mengakibatkan penuaan aspal. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan durabilitas campuran agregat aspal adalah kadar aspal tinggi, gradasi agregat rapat, pemadatan sempurna, campuran agregat kedap air, serta batuan penyusun lapis perkerasan cukup keras. 4 Kekesatan Permukaan Kekesatan permukaan adalah lapisan permukaan aspal harus mempunyai kekesatan yang cukup tinggi, sehingga menjamin keselamatan pengguna jalan, terutama apabila dalam kondisi basah. Untuk mempertinggi kekesatan maka jadar aspal harus tepat dan permukaan agregat harus kasar. 5 Kemudahan Pekerjaan Kemudahan dalam pekerjaan adalah campuran aspal harus mudah dikerjakan dalam pelaksanaan di lapangan termasuk penghamparan dan pemadatannya. 6 Kedap Air Pengaruh Penggunaan Abu Tulang Ikan A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Kedap air maksudnya adalah kekedapan campuran beraspal terhadap masuknya air dan udara. Hal ini diperlukan untuk mencegah lolosnya air dan kontak langsung aspal dengan udara. Air dan udara akan mempercepat penuaan aspal. Selain itu, air juga dapat menyebabkan pengelupasan lapis film aspal yang berada di permukaan agregat. 7 Ketahanan Terhadap Kelelehan Ketahanan terhadap kelelehan adalah ketahanan campuran beraspal dalam menahan lendutan yang disebabkan oleh beban lalu lintas yang berulangulang, sehingga campuran tidak cepat mengalami 4 Pengujian Volumetrik 1 Berat Jenis Bulk Dari Total Agregat Berat jenis yang dalam menentukan beratnya menggunakan berat kering oven agregat, sedangkan dalam menentukan volumenya, volume pori-pori permukaan agregat ikut diperhitungkan. Dalam menentukan nilai berat jenis bulk dari total agregat dapat ditentukan menggunakan rumus sebagai berikut: Keterangan : Gsb total : Berat jenis bulk agregat gabungan . r/c. P1. P2. P3: Presentase berat dari masing- masing agregat (%) Gsb1. Gsb2. Gsb3 : Berat jenis bulk masing-masing agregat . r/c. 2 Berat Jenis Semu Dari Total Agregat Untuk menentukan nilai berat jenis semu dari total agregat dapat ditentukan menggunakan rumus sebagai berikut: Keterangan : Gsa total : Berat jenis semu agregat gabungan . r/c. P1. P2. P3 : Preserntase berat dari masing-masing agregat (%) Gsa1. Gsa2. Gsa3 : Berat jenis semu masing-masing agregat . r/c. 3 Berat Jenis Efektif Agregat Berat jenis agregat adalah berat jenis dari agregat termasuk seluruh rongga pori dalam partikel agregat, tidak termasuk rongga pori yang menyerap atau terisi oleh aspal. Berikut rumus untuk menentukan berat jenis efektif agregat: Pmm : Persentase berat campuran (=. : Persentase kadar agregat terhadap berat total campuran (%) Gse : Berat jenis semu efektif . r/c. Gb : Berat jenis aspal . r/c. 4 Berat Jenis Bulk Campuran Padat Untuk menentukan berat jenis bulk campuran padat dapat ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Keterangan : Gmb : Berat jenis campuran setelah dipadatkan . : Berat di udara . Vbulk : Volume campuran setelah pemadatan . 5 Kepadatan Kepadatan adalah tingkat kerapatan campuran setelah campuran dipadatkan. Nilai kepadatan dapat ditentukan menggunakan rumus sebagai berikut : Keterangan: Wm. : Berat benda uji setelah dipadatkan . Wmssd : Berat benda uji ssd setelah dipadatkan . Wmpw : Berat benda uji dalam air setelah dipadatkan . 6 Stabilitas Nilai dari stabilitas benda uji didapatkan dari pembacaan arloji stabilitas saat pengujian dengan alat Marshall. Nilai yang ditunjukkan pada arloji perlu dikonversi terhadap alat Marshall. Hasil pembacaan di arloji stabilitas harus dikalikan dengan nilai kalibrasi providing ring yang digunakan pada alat Marshall. Berikut rumus untuk mencari nilai stabilitas: Keterangan: S : Nilai stabilitas . P : Pembacaan arloji stabilitas x kalibrasi alat Q : Angka koreksi tebal benda uji 7 Kelelehan . Nilai kelelehan ditunjukkan oleh jarum arloji pembacaan kelelehan pada alat Marshall. Nilai kelelehan didapat dari hasil mengurangi rerata diameter awal benda uji sebelum pengujian dengan rerata diameter benda uji setelah pengujian. 8 VIM (Void In the Mi. Rongga udara dalam campuran (VIM) 3 Ae 5% sesuai dengan spesifikasi Bina Marga 2010. VIM terdiri dari ruang udara diantara partikel agregat yang terlapisi aspal. Nilai VIM dalam campuran aspal dapat ditentukan menggunakan rumus sebagai berikut: Keterangan : Gmm : Berat jenis maksimum campuran . r/c. Juliet G Metekohy1, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Pengaruh Penggunaan Abu Tulang Ikan A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Keterangan: VIM : Rongga udara dalam campuran (%) Gmm : Berat jenis campuran maksimum setelah pemadatan . r/c. Gmb : Berat jenis bulk campuran setelah pemadatan . r/c. 9 VMA (Void in Mineral Agregat. VMA adalah rongga diantara partikel agregat pada suatu perkerasan termasuk rongga udara dan vokume aspal efektif . idak termasuk volume aspal yang diserap agrega. Nilai VMA dalam campuran aspal dapat ditentukan menggunakan rumus sebagai Keterangan : VMA : Rongga udara pada mineral agregat (%) Gmb : Berat jenis bulk campuran setelah pemadatan . r/c. Gsb : Berat jenis bulk dari total agregat . r/c. : Presentase kadar aspal terhadap berat total campuran (%) 10 VFA (Void Filled with Asphal. Rongga terisi aspal (VFA) adalah persern rongga yang terdapat diantara partikel agregat (VMA) yang terisi oleh aspal, tidak termasuk aspal yang diserap oleh agregat. Nilai VFA dapat ditentukan menggunakan rumus sebagai berikut: Keterangan: VFA : Presentase rongga udara yang terisi aspal (%) VMA : Presentase rongga udara pada mineral agregat (%) VIM : Presentase rongga udara pada campuran (%) 11 Marshall Quotient (MQ) Nilai Marshall quotient disyaratkan lebih besar dari 250 kg/mm sesuai dengan persyaratan Bina Marga 2010. Nilai Marshall quotient dalam campuran aspal dapat ditentukan menggunakan rumus sebagai Keterangan: MQ : Nilai Marshall quotient (Kg/m. : Nilai stabilitas . : Nilai flow . 5 Tulang Ikan Cakalang Ikan cakalang adalah ikan bernilai komersial tinggi, dan dijual dalam bentuk segar, beku, atau diproses sebagai ikan kaleng, ikan kering, atau ikan Dalam bahasa Jepang, cakalang disebut katsuo atau juga skipjack tuna (Morrison 1958 dalam Maulida 2005 Fortifikasi Tepung Tulang Cakalang Sebagai Sumber Kalsiu. Ikan cakalang diproses Juliet G Metekohy1, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. untuk membuat katsuobushi yang merupakan bahan utama dashi . aldu ika. untuk masakan Jepang. Manado, dan juga Maluku, ikan cakalang diawetkan dengan cara pengasapan, disebut cakalang fufu . akalang asa. Sumberdaya cakalang dimanfaatkan oleh kalangan menengah ke atas. Adapun pemanfaatan tulang ikan cakalang selain dagingnya yaitu tulang untuk membuat tepung tulang ikan. Komposisi tulang ikan umumnya terdiri dari 26% protein, 5% lemak, 22,96% kalsium, dan 10,25% fosfor (Morrison 1958 dalam Maulida 2005 Fortifikasi Tepung Tulang Cakalang Sebagai Sumber kalsium Sumber : Penulis,2024 Gambar 1 : Ikan Cakalang Dapat disimpulkan pada gambar 1 di atas adalah ikan cakalang yang nanti akan diambil tulang ikannya sebagai bahan penelitian Pemanfaatan tulang ikan khususnya ikan cakalang sangat tidak produktif di kota ambon, dari survei di beberapa perusahan ikan kecil maupun besar dan juga pemerintah tidak ada pengelolaan terhadap tulang ikan yang terkait semua limbah tulang ikan cakalang di buang begitu saja atau beberapa perusahan menyediakan tempat untuk di buang jauh dari kota Ambon, mengingat tulang ikan mengandung zat kapur yang tinggi dan sulit terurai, peneliti menggunakan objek tulang ikan sebagai bahan pengisi filler pada perkerasan aspal AC-WC. Sumber : penulis,2024 Gambar 2 : Tulang Ikan Cakalang Dapat disimpulkan pada gambar 2 di atas adalah kan cakalang yang sudah diambil tulangnya sebagai bahan pengisi fillerpada perkerasan AC-WC. METODOLOGI Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Politeknik Negeri Ambon. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan metode eksperimen terhadap Pengaruh Penggunaan Abu Tulang Ikan A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. beberapa benda uji dari berbagai kondisi perlakuan yang baik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi eksperimental yang dilakukan dengan cara menguji sesuatu hal yang masih sangat baru untuk mendapatkan hasil yang ditargetkan, yaitu menggunakan abu tulang ikan cakalang sebagai filler. Abu tulang ikan yang digunakan adalah tulang ikan cakalang yang diperoleh dari pasar mardika Dalam penelitian ini pengujian dilakukan secara bertahap, yaitu terdiri atas pengujian agregat kasar, agregat halus, dan bahan pengisi . aspal dan pengujian benda uji menggunakan Marshall. Jenis penelitian ini menggunakan data primer dan data 1 Teknik dan Tahapan Pengujian. Berikut ini merupakan rancangan tahapan Persiapan Alat dan Bahan Persiapan dilakukan yaitu bahan serta alat-alat yang digunakan pada saat penelitian. Alat-alat yang disediakan pada laboratorium dan bahan yang disiapkan meliputi agregat kasar yang diambil dari batu pecah bel, agregat halus dari pasir gunung, dan filler dari sisa tulang ikan cakalang. 2 Pengujian Agregat . Pengujian Agregat Kasar Pengujian agregat kasar meliputi pengujian analisa saringsn, pengujian berat jenis dan pengujian penyerapan, pengujian batu pecah, keausan agregat, lolos saringan No. 200, berat isi. Pengujian Agregat Halus Meliputi pengujian analisa saringan, pengujian berat jenis dan penyerapan, nilai setara pasir. Pengujian Bahan Pengisi (Fille. Meliputi pengujian berat jenis dan penyerapan, analisis saringan terhadap tulang ikan cakalang. 3 Pengujian Kadar Aspal 4 Pengujian Kadar Aspal Optimum (KAO) Pengujian ini bertujuan untuk menentukan kadar aspal optimum yang akan digunakan dalam perencanaan campurran dan pembuatan benda uji. 5 Perencanaan Campuran KAO digunakan sebagai kadar aspal dalam pengujian penggantian material filler secara full. Kemudian dilanjutkan dengan penentuan variasi kadar filler tulang ikan cakalang, sebesar 3% . aksimum persentase filler terhadap berat campura. 6 Pembuatan Benda Uji Tahapan pembuatan uji adalah menyiapkan semua peralata pengujian dan bahan yang dibutuhkan, menimbang berat bahan sesuai dengan variasi campuran yang telah direncanakan. Memanaskan aspal hingga mencapai suhu 110EE. Dilanjutkan dengan proses penyiapan material gradasi yang telah Juliet G Metekohy1, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. ditimbang total 1200 gram dan campur semua dalam panic dan panaskan. Setelah campuran aspal telah mencapai suhu, kemudian di campur aspal dan agregat tersebut hingga tercampur rata. Kemudian tahap akhir dari proses ini adalah menyiapkan cetakan benda uji beserta penumbuk dan plat. Selanjutnya melakukan penumbukan dengan alat sebanyak 75 kali tumbukan pada bagian atas dan bawah cetakan. Setelah penumbukan selesai, benda uji dieluarkan dari cetakan dan diberi nama pengenal pada cetakan yang menandakan identitas benda uji, menimbang benda uji . etelah mengera. untuk mendapatkan benda kering. Setelah benda uji direndam, benda uji dikeluarkan dari bak perendam dan dikeringkan permukaannya menggunakan kain lap hingga dalam keadaan SSD. Kemudian dilakukan penimbangan benda uji untuk mendapatkan berat dalam keadaan SSD, dan juga menimbang benda uji dalam air untuk mendapatkan berat benda uji dalam air. 7 Pengujian Karakteristik Marshall Pengujian campuran aspal beton capuran panas utuk mengetahui Marshall dari campuran yang meliputi rongga dalam campuran (VIM), rongga terisi aspal (VFA), rongga diantara mineral agregat(VMA), stabilitas . , pelelehan . dan Marshall Quotient (MQ) seperti yang disyaratkan dalam RSNIM06-2004 difokuskan hanya pada 3 nilai karakteristik Marshall yaitu nilai Stabilitas . , kelelehan . dan Marshall Quotient. HASIL DAN PEMBAHASAN 5 Analisis Data Pengujian Marshall 1 Stabilitas Pada pengujian stabilitas pada seluruh range kadar aspal awal . ,7%, 5,2%, 5,7%, 6,2%, 6,7%) diketahui memenuhi persyaratan min 800. Nilai stabilitas merupakan nilai beban maksimum yang dapat dipikul oleh spesimen padat di suhu standar untuk menahan deformasi. Nilai stabiltas dipengaruhi oleh bentuk, kualitas, tekstur permukaan dan gradasi Penggunaan aspal dalma campuran akan menentukan nilai stabilitas campuran. Penambahan aspal di atas batas maksimum justru akan menurunkan stabilitas campuran sehingga lapis perkerasan menjadi kaku dan getas. Pengaruh Penggunaan Abu Tulang Ikan A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Notasi Tabel 1 Hasil Pengujian Stabilitas. NilaiStabilitas Benda Kadar Aspal Uji (%) Rata Ae rata 1595,29 i 1560,40 1482,74 Rata Ae rata 1419,11 1444,92 Rata Ae rata Sumber : Penulis, 2024 Tabel 2 Hasil Pengujian Kepadatan (Densit. Notasi Benda Uji Kadar Aspal Nilai Kepadatan . r/c. (%) 1482,74 1482,74 kg kadar aspal 6,2% memiliki nilai stabilitas 1419,11 kg . terlihat dalam hasil pengujian bahwa semakin tinggi kadar aspal maka nilai stabilitas makin 2 Kepadatan (Densit. Pengujian kepadatan pada seluruh kadar aspal 4,7%. 5,2%, 5,7%, 6,2%, 6,7% memiliki hasil uji secara berurut yaitu 2,24 . 2,219 . 2,212 . 2,248 . 2,213. 2,166 2,255 2,251 Rata Ae rata 2,224 2,191 2,218 2,247 2,219 i 2,218 2,218 2,200 2,212 Pada penelitian ini hasil pengujian dengan kadar aspal 4,7% didapatkan nilai stabilitas marshall tertinggi yaitu 1595,29 kg, kemudian secara berurut kadar aspal 5,2 % memiliki nilai stabilitas 1560,40 kg kadar aspal 5,7% memiliki nilai stabilitas sebesar Juliet G Metekohy1, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. 2,206 2,207 2,330 Sumber : Penulis, 2024 Gambar 3 Grafik Hubungan Stabilitas dan Kadar Aspal Rata - rata 2,248 2,240 2,228 2,171 Rata - rata Sumber : Penulis, 2024 2,213 Pengaruh Penggunaan Abu Tulang Ikan A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 3,85 4,50 4,28 i 3,43 3,00 2,80 3,08 Sumber : Penulis, 2024 Gambar 4. Hubungan Kepadatan (Densit. dan Kadar Aspal. Kepadatan merupakan tingkat kerapatan suatu campuran beraspal yang telahmelalui proses Faktor Ae faktor yang mempengaruhi kepadatan adalah gradasi agregat, kadar aspal, berat jenis agregat, kualitas dan proses pemadatan yang meliputi suhu serta jumlah tumbukan. Semakin besar nilai kepadatan maka campuran tersebut semakin mampu menahan beban lalu lintas. Dalam pengujian kepadatan . , dapat terlihat bahwa kepadatan mengalami penurunan seiring dengan peningkatan kadar aspal. Namun pada kadar aspal 6,2% nilai kepadatan kembali naik di angka 2,248 gr/cc, dan kemudian nilai kepadatan menurun di kadar aspal rencana 6,7%. 3 Kelelehan (Flo. Flow atau kelelehan menunjuukkan besarnya penurunan atau deformasi yang terjadi pada lapis keras akibat menahan beban yang diterima. Pada pengujian kelelehan dengan batas nilai persyaratan minimal 2 Ae 4 mm, diketahui bahwa untuk kadar aspal 5,2% dan 6,7% tidak memenuhi standar persyaratan. Hasil pengujian kelelehan . yang tidak memenuhi persyaratan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Divisi 6, masing Ae masing sebesar 4,28 gr/cc dan 5,13 gr/cc. 5,80 3,45 2,60 Rata Ae rata 3,95 5,85 4,05 5,50 Rata Ae rata 5,13 Sumber : Penulis, 2024 Sumber: Penulis,2024 Tabel 3. Hasil Pengujian Kelelehan (Flo. Notasi Benda Uji Kadar Aspal (%) Nilai Kelelehan . r/c. 4,75 2,39 3,00 Rata Ae rata 3,38 4,50 Juliet G Metekohy1, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Gambar 5. Grafik Hubungan Kelelehan (Flo. dan Kadar Aspal Deformasi yang terjadi erat kaitannya dengan nilai stabilitas. Jika mengukur pada nilai hasil pengujian nilai stabilitas yang mana melebihi standar minimal 800 kg pada seluruh kadar aspal, dibandingkan dengan dua . nilai kelelehan . pada kadar aspal 5,2% dan 6,7% yang tidak memenuhi AC-WC menggunakan filler abu tulang ikan cakalang akan cenderung kaku dan getas. Pengaruh Penggunaan Abu Tulang Ikan A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 4 Void in Mineral Agregat (VMA) Pengujian VMA dengan nilai persyaratan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 adalah minimal 15%, diketahui pada seluruh kadar aspal awal 4,7%, 5,2%, 5,7%, 6,2%, 6,7% telah memenuhi persyaratan. VMA (Void Mineral Agrega. merupakan rongga atau ruang hampa yang berada di antara partikel agregat dalam campuran yang dipadatkan. Kuantitas rongga udara memiliki pengaruh dalam suatu campuran. Tabel 4. Hasil Pengujian Void in Mineral Agregat (VMA) Notasi Benda Uji Kadar Aspal Nilai (%) i Rata Ae rata Rata - rata VMA (%) 19,54 2,39 3,00 17,38 19,02 18,02 16,97 18,00 18,47 18,45 19,11 18,68 19,34 19,29 14,79 17,81 18,54 18,95 21,03 19,504 Rata Ae rata Rata Ae rata Sumber : Penulis, 2024 Jika VMA lebih kecil dari standar minimal 15, maka campuran akan mengalami durabilitas. Namun tentu saja dalam pengujian ini filler abu tulang ikan cakalang dapat memberikan hasil baik pada nilai rongga diantara mineral agregat (VMA), hal tersebut dikarenakan hasil pengujian lebih dari angka 15% menurut yang distandarkan pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Kuantitas rongga udara pengaruh terhadap kinerja suatu campuran karena jika nilai VMA dibawah standar maka akan mengalami 5 Void Filled Bitumen (VFB) VFB menyatakan presentase rongga udara yang terisi aspal pada campuran yang telah mengalami Nilai VFB dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suhu pemadatan, jenis dan kadar aspal, dan gradasi agregatnya. Berdasarkan Sfesifikasi Bina Marga 2018 diketahui bahwa syarat nilai minimal untuk VFB adalah 65. Dengan merujuk pada hasil pengujian dalam Table 4. 24 terlihat bahwa untuk seluruh kadar aspal tidak memenuhi persyaratan yaitu dibawah angka 65% Tabel 5. Hasil Pengujian Void Filled Bitumen (VFB). Notasi Benda Uji Kadar Aspal Nilai VFB (%) (%) 38,30 47,99 47,54 Rata Ae rata 44,61 45,46 48,57 52,24 48,76 i 53,28 53,35 51,09 52,57 Sumber : Penulis, 2024 Gambar 6 Grafik Hubungan VMA dan Kadar Aspal Juliet G Metekohy1, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. 56,20 56,37 77,67 Pengaruh Penggunaan Abu Tulang Ikan A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Rata Ae rata 63,41 65,47 63,73 55,95 Rata Ae rata Sumber : Penulis, 2024 61,72 3,30 Rata Ae rata 6,73 6,40 6,87 9,26 7,51 Rata Ae rata Sumber : Penulis, 2024 Sumber : Penulis, 2024 Sumber : Penulis, 2024 Gambar 7. Grafik Hubungan Nilai VFB dan Kadar Aspal 6 Void in the Mix (VIM) Berdasarkan hasil pengujian diketahui nilai VIM untuk seluruh kadar aspal . ,7% . 5,2% . 5,7%, 6,2% . 6,7%) masing Ae masing secara berurutan adalah sebagai berikut 9,69% . 9,25% . 8,86% . 6,73% 7,51%. Tabel 6. Hasil Pengujian Void in The Mix (VIM). Notasi Benda Kadar Nilai VIM (%) Uji Aspal (%) 12,06 8,44 Rata Ae rata 8,58 9,69 10,37 9,27 8,10 9,25 i Gambar 8. Grafik Hubungan VIM dan Kadar Aspal. Seluruh nilai VIM (Void in The Mi. terlihat di atas batas maksimal VIM. Menurut Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 nilai VIM yang baik berada di angka 3% - 5%. Hasil yang tinggi di atas batas maksimal mengindikasikan banyaknya rongga dalam campuran dan akan mengakibatkan campuran menjadi kurang rapat sehingga air dan udara mudah masuk rongga Ae rongga dan aspal akan lebih mudah teroksidasi sehingga menyebabkan lekatan antar butiran agregat berkurang sehingga terjadi pelepasan butiran dan pengelupasan permukan pada lapis perkerasan. 7 Marshall Quetient (MQ) Marshall quetient merupakan hasil bagi antara stabilitas dengan flow. Nilai marshall quatient akan Berdasarkan hasil pengujian marshal quetient (MQ) diketahui bahwa untuk kadar aspal 4,7% . 5,2% . 5,7% . 6,2% . 6,7% secara berurut memiliki nilai Marshall Quetient (MQ) 529,55 kg/mm. 367,33 kg/mm. 484,10 kg/mm. 399,63 kg/mm. 287,55 kg/mm. 8,63 8,61 9,35 8,86 8,47 8,42 Juliet G Metekohy1, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Pengaruh Penggunaan Abu Tulang Ikan A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Tabel 7. Hasil Pengujian Marshall Quetient (MQ). Notasi Benda Kadar Aspal Nilai MQ Uji (%) (%) i Rata Ae rata Rata - rata Rata Ae rata Rata Ae rata 529,55 367,33 484,10 399,63 287,55 Sumber : Penulis, 2024 Sumber : Penulis, 2024 Gambar 9. Grafik Hubungan MQ dan Kadar Aspal. Angka Ae angka hasil pengujian ini sudah memenuhi standar nilai minimum pada Marshall Quetient (MQ) menurut Spesifikasi Bina Marga 2018 sebesar 250 kg/mm. Apabila nilai MQ lebih kecil dari yang disyaratkan maka akan mengakibatkan campuran menjadi mudah berubah bentuk . ashboarding, rutting, dan bleedin. apabila menahan beban lalu Juliet G Metekohy1, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian melalui pengujian laboratorium, maka dapat diketahui nilai karakteristik marshall menggunakan abu tulang ikan cakalang sebagai full filler 3% yang memenuhi Spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 pada seluruh kadar aspal . ,7% . 5,2% . 5,7% . 6,2% . 6,7%) adalah nilai stabilitas, kepadatan. Void in Mineral Agregate (VMA), dan Marshall Quotient (MQ). Sedangkan untuk nilai Kelelehan (Flo. Void Filled Bitumen (VFB), dan Void in The Mix (VIM) tidak memenuhi standar nilai yang diisyaratkan oleh Spesifikasi Bina Marga Tahun Artinya abu tulang ikan cakalang tidak dapat digunakan sebagai full filler dalam campuran perkerasan AC-WC. Saran Pengujian lanjutan menggunakan abu tulang ikan cakalang dapat digunakan pada jenis perkerasan selain AC-WC. Pengujian berkelanjutan dapat menggunakan jenis tulang ikan lainnya dengan mengetahui kandungan senyawa setara filler yang terkandung dalam jenis ikan tertentu. DAFTAR PUSTAKA