Volume 8 No. JURNAL ABADIMAS ADI BUANA http://jurnal. id/index. php/abadimas PENDAMPINGAN PENCEGAHAN 3 DOSA BESAR PENDIDIKAN MELALUI BUDAYA LITERASI DIGITAL DI SDN WONODADI 2 Denok JulianingsihA*. Indri Dwi isnainiA. TasiAoawati Salsa KaliwanoviaA. Nur Cholifah1. Ratna Eka Purwaningtyas3. Wiwin Savira Aprilia2. Nur Karida Putri1 Program Studi Pendidikan Matematika. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Bina Insan Mandiri *Email: denok451@gmail. Informasi Artikel Abstrak Kata kunci: Sekolah sudah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik dalam menimba ilmu. Namun, tidak kecil kemungkinan bahwa sekolah juga menjadi tempat yang tidak aman bagi peserta didik karena adanya aktivitas kekerasan atau terjadinya 3 dosa besar pendidikan di sekolah seperti bullying . , intoleransi, dan kekerasan seksual. Dosa besar pendidikan adalah masalah yang saat ini marak terjadi di lingkungan satuan pendidikan yang harus menjadi perhatian utama kita dalam mencegah dan menghilangkannya dari lembaga pendidikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah sebagai bentuk upaya pencegahan segala aktivitas kekerasan di lingkungan SDN Wonodadi 2. Selain itu, kegiatan sosialisasi yang dilakukan bertujuan untuk membantu peserta didik, orang tua dan guru terkait pemahaman 3 dosa besar pendidikan beserta dampak negatif yang Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah, metode pengamatan, dan metode praktik dalam kegiatan sosialisasi dan workshop terkait 3 dosa besar pendidikan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan tingkat pemahaman peserta didik terhadap bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari 3 dosa besar pendidikan sebesar 75%. Tingkat pemahaman orang tua dan guru sebesar 77,27%. Sebanyak 85% siswa setuju bahwa penggunaan video animasi dan lagu anak meningkatkan pemahaman mereka terhadap aktivitas 3 dosa besar pendidikan dan memotivasi mereka untuk dapat saling menyayangi antar teman. dosa besar pendidikan, bullying, intoleransi, kekerasan seksual, literasi digital Diterima: 2024-11-05 Disetujui: 2024-12-13 Dipublikasikan: Abstact Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 School should be a safe and comfortable place for students to gain However, it is not unlikely that schools are also unsafe places for students because of violent activities or the occurrence of the 3 major educational sins in schools such as bullying, intolerance and sexual violence. Big educational sins are a problem that is currently rife within educational units which must be our main concern in preventing and eliminating them from educational institutions. The aim of this service activity is as a form of effort to prevent all violent activities in the SDN Wonodadi 2 environment. Apart from that, the outreach activities carried out aim to help students, parents and teachers understand the 3 big sins of education and the negative impacts they cause. This service activity method uses lecture methods, observation methods, and practical methods in outreach activities and workshops related to the 3 big sins of education. The results of this activity show the level of students' understanding of the dangers and impacts resulting from the 3 major sins of education of 75%. The level of understanding of parents and teachers is 77,27%. As much as 85% students agreed that the use of animated videos and children's songs increased their understanding of the 3 major educational sins activities and motivated them to be able to love each other among friends. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 PENDAHULUAN Sekolah merupakan tempat untuk menimba ilmu. Sebagian besar waktu peserta didik dihabiskan di sekolah ketimbang di rumah. Hal ini menjadikan sekolah sebagai tempat kedua setelah Sudah seyogyanya, sekolah yang dijadikan tempat kedua ini dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik dalam menimba ilmu. Namun pada kenyataannya, tidak jarang sekolah yang justru menjadi tempat yang tidak aman bagi peserta didik. Hal ini dikarenakan maraknya kasus bullying . , intoleransi maupun kekerasan seksual di sekolah. Bullying . , intoleransi, dan kekerasan seksual tergolong dalam 3 dosa besar pendidikan. Sebagai lembaga pendidikan, sudah menjadi sebuah keharusan sekolah dapat memberikan rasa aman dan nyaman peserta didik selama berada di lingkungan sekolah. Mengingat sebagian besar waktu peserta didik dihabiskan di sekolah. Kurniati et al. , . juga menyampaikan hal yang serupa bahwa sudah seharusnya perundungan, intoleransi, dan kekerasan seksual dicegah dan dihilangkan dari lembaga pendidikan karena sekolah merupakan tempat dimana peserta didik banyak menghabiskan waktunya disana sehingga lembaga pendidikan seyogyanya dapat memberikan rasa nyaman dan aman bagi tiap-tiap Bullying . merupakan perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok (Supriyatno, 2. Sedangkan menurut Marhaely et al. , . bulying adalah tindakan penindasan yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau kelompok yang lebih kuat dan dilakukan secara terus menerus dengan tujuan untuk Intoleransi adalah setiap perbuatan kekerasan dalam bentuk pembedaan, pengecualian, pembatasan, atau pemilihan berdasarkan suku/ etnis, agama, kepercayaan, ras, warna kulit, usia, status sosial ekonomi, kebangsaan, jenis kelamin, dan/ atau kemampuan intelektual, mental, sensorik, serta fisik (Kemendikburistek, 2. Sedangkan kekerasan seksual adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina, melecehkan, dan/ atau menyerang tubuh, dan/ atau fungsi reproduksi seseorang, karena ketimpangan relasi kuasa dan/ atau gender, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan psikis dan/ atau fisik termasuk yang mengganggu kesehatan reproduksi seseorang dan hilang kesempatan melaksanakan pendidikan dan/ atau pekerjaan dengan aman dan optimal (Kemendikburistek, 2. Ada banyak sekali dampak dari akibat adanya kekerasan . erundungan, intoleransi, dan kekerasan seksua. yang terjadi pada anak. Marhaely et al. , . berpendapat bahwa dampak bullying . dapat mempengaruhi kesehatan mental korban maupun pelaku seperti memicu timbulnya gangguan emosi, masalah mental, gangguan tidur, penurunan prestasi, dan lain sebagainya. Sejalan dengan yang disampaikan oleh Yunina et al. , . bahwa perbuatan kekerasan seksual, bullying . dan intoleransi dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan kognitif yang baik pada anak, serta menimbulkan trauma yang bahkan dapat berlangsung seumur hidup pada anak. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Sedangkan. Romanti . jelas mengungkapkan bahwa intoleransi dapat memiliki dampak yang buruk pada lingkungan belajar, kesehatan mental siswa, dan pencapaian akademik mereka. Kekerasan seksual terhadap anak memiliki dampak yang luar biasa. Secara psikologis, anak tidak hanya berpotensi mengalami trauma berat yang berkepanjangan namun juga pertumbuhan pola pikirnya akan terganggu. Gangguan pola pikir ini sangat mungkin mempengaruhi gangguan perilaku seksual. Dari permasalahan tersebut di atas, tentu saja ini merupakan hal yang serius dan perlu untuk dijadikan perhatian. Pemahaman tentang 3 dosa besar pendidikan atau kekerasan diantaranya adalah bullying . , intoleransi, dan kekerasan seksual terhadap anak penting diketahui oleh peserta didik, guru, orang tua, maupun kepala sekolah agar mereka dapat memiliki pemahamanan tentang kekerasan dan dampaknya. Hal inilah yang menjadi fokus utama tim Pengabdian STKIP Bina Insan Mandiri. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah ini adalah dapat mendampingi Satuan Pendidikan dan Orang Tua dalam upaya pencegahan tiga dosa besar pendidikan yang terjadi di sekolah yaitu bullying . , intoleransi dan kekerasan seksual melalui budaya literasi digital. Melalui budaya Literasi Digital tentang 3 dosa besar pendidikan diharapkan dapat mencegah terjadinya 3 dosa besar pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik baik di lingkungan tempat tinggal ataupun di lingkungan sekolah. Dengan adanya penerapan literasi digital di sekolah juga diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman bebas dari bullying . , intoleransi dan kekerasan seksual. Kegiatan literasi digital ini ditekankan pada penguatan pendidikan karakter peserta Izharifa et al. , . menjelaskan bahwa pendidikan karakter merupakan upaya pencegahan untuk menciptakan generasi bangsa yang cerdas berakhlak mulia dan berkepribadian bangsa Indonesia. Konsep budaya literasi digital yang diusung pada kegiatan PKM ini adalah berupa penayangan video animasi tentang 3 dosa besar Pendidikan dimana video tersebut memuat makna tentang perundungan, intoleransi dan kekerasan seksual dengan segala dampaknya sehingga siswa mengetahui betapa berat dan berbahayanya dampak dari perbuatan 3 dosa besar pendidikan tersebut. Selain penayangan video animasi terkait 3 dosa besar pendidikan, kegiatan Pengabdian ini juga akan memberikan sosialisasi kepada Guru, orang tua, dan siswa terkait 3 dosa pendidikan yang perlu untuk dicegah beserta dampaknya, serta memberikan edukasi terkait sex education untuk siswa SD, pelaksanaan workshop dalam pembuatan Poster Au3 Dosa PendidikanAy dengan Media Canva, membantu pembentukan Satgas untuk menampung segala informasi dan laporan bagi siswa yang menjadi korban kekerasan seksual, perundungan dan intoleransi di sekolah, selain itu juga membantu dalam melakukan perumusan kebijakan terkait buku pedoman pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan yang dapat diaplikasikan di sekolah sebagai upaya pencegahan 3 dosa besar Dengan adanya kegiatan pengabdian ini maka diharapkan dapat terciptanya suasana aman dan nyaman di lingkungan sekolah. Transformasi untuk menghadirkan iklim sekolah yang aman dan nyaman ini menjadi bagian dari terobosan Merdeka Belajar. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 METODE Pelaksanaan kegiatan pengabdian di SDN Wonodadi 2. Kutorejo. Mojokerto dilaksanakan dalam beberapa tahapan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 14 September 2024 Ae 05 Oktober 2024. Seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada dasarnya sebagai bentuk upaya pencegahan terjadinya 3 dosa pendidikan yaitu bullying . , intoleransi, dan kekerasan seksual di lingkungan SDN Wonodadi 2. Bentuk kegiatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga berfokus pada orang tua dan juga guru. Rangkaian acara kegiatan yang dilakukan pada program pengabdian ini diantaranya sebagai berikut: Tahap Persiapan Pada tahap ini, tim pengabdian berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait izin pelaksanaan pengabdian dan kesiapan dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi yang akan dilakukan oleh tim Tahap Pelaksanaan Tim pengabdian STKIP Bina Insan Mandiri melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya adalah Sosialisasi 3 Dosa pendidikan pada siswa dengan menggunakan video animasi dan lagu anak. Sosialisasi 3 dosa pendidikan pada orang tua dan guru. Workshop pembuatan poster digital dengan tema 3 dosa pendidikan melalui media canva. Deklarasi dan kesepakatan bersama antara orang tua, guru, dan kepala sekolah dalam menolak segala bentuk aktivitas bullying, intoleransi, dan kekerasan seksual di lingkungan SDN Wonodadi 2, pembentukan Tim TPPK dan penyusunan buku pedoman pencegahan dan penanggulangan kekerasan di satuan pendidikan. Tahap Evaluasi Pada akhir kegiatan sosialisasi maupun workshop, tim pengabdian melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan dengan melakukan diskusi dan Tanya jawab serta menyebarkan angket kepada peserta sosialisasi maupun workshop untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap seberapa bahayanya aktivitas 3 dosa pendidikan beserta dampak yang terjadi bagi korban. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan sosialisasi di hari pertama yaitu dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 14 September 2024 pukul 09. 00 WIB Ae 11. 00 WIB. Sosialisasi di hari pertama ini diikuti seluruh siswa kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 SDN Wonodadi 2 dengan total peserta berjumlah 20 siswa. Tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah Sosialisasi 3 Dosa Pendidikan (Perundungan. Intoleransi, dan Kekerasan Seksua. dengan menggunakan Video Animasi dan Lagu Anak. Materi kegiatan sosialisasi di hari pertama ini dipaparkan oleh Ibu Indri Dwi Isnaini. Pd. Fokus utama pada kegiatan sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa tentang segala bentuk aktivitas perundungan, intoleransi, maupun kekerasan seksual yang sering terjadi di lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan Selain itu. Ibu Indri Dwi Isnaini. Pd. juga memaparkan tentang dampak yang terjadi bagi 116 Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 korban yang mengalami perundungan, intoleransi, maupun kekerasan seksual yang terkadang pelaku kekerasan yaitu perundungan, intoleransi, dan kekerasan seksual tidak menyadari bahwa mereka telah melakukan kekerasan tersebut kepada teman mereka. Beberapa pelaku menganggap bahwa apa yang telah mereka lakukan itu hanya sebatas guyonan semata. Melalui sosialisasi ini diharapkan dapat mengurangi terjadinya aktivitas perundungan . di sekolah. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Bete dan Arifin . bahwa upaya yang dapat dilakukan oleh Guru dalam meminimaslisir masalah atau kasus bullying yang terjadi di sekolah adalah dengan memberikan bimbingan, nasihat dan memberikan arahan kepada peserta didik. Ibu Indri Dwi Isnanini. Pd. juga tidak lupa menekankan kepada siswa yang mengikuti kegiatan sosialisasi untuk dapat bersikap dengan tegas untuk berani melawan segala bentuk aktivitas kekerasan yang terjadi baik di lingkungan tempat tinggal maupun di lingkungan sekolah. Selain itu. Ibu Indri Dwi Isnaini. Pd. juga menekankan kepada siswa untuk berani lapor apabila melihat temannya mengalami kekerasan atau bahkan sebagai korban kepada Guru ataupun Kepala Sekolah. Selain pemaparan materi, kegiatan sosialisasi ini juga menayangkan video edukasi berupa video animasi dengan tema perundungan dan intoleransi dan juga menyanyikan bersama lagu anak dengan judul sayangi teman yang diciptakan oleh Tim pengabdian STKIP Bina Insan Mandiri yaitu Denok Julianingsih. Pd. TasiAoawati Salsa Kaliwanovia. Pd. dan Indri Dwi Isnaini. Pd. Pada video tersebut dijelaskan tentang perilaku perundungan dan intoleransi itu seperti apa, serta dampak yang terjadi pada korban setelah menerima aktivitas kekerasan tersebut. Tidak hanya itu video animasi tersebut juga menayangkan bagaimana seharusnya guru bersikap baik terhadap korban maupun pelaku Pemaparan terkait dampak yang dirasakan baik korban maupun pelaku dirasa perlu untuk disampaikan agar siswa dapat betul-betul memahami bahwa aktivitas kekerasan itu sangat bahaya. Menurut Lusiana dan Arifin . , dampak bullying pada pelaku diantaranya adalah minimnya empati pada diri pelaku, memiliki perilaku yang tidak normal seperti hyperaktif dan tingkat emosional yang lebih tinggi dibandingkan korban. Sedangkan dampak bullying pada korban diantaranya adalah merasakan trauma yang berkepanjangan, menurunnya prestasi akademik, kesehatan mental yang menurun, depresi, hingga memicu bunuh diri. Pada akhir penayangan video, siswa diingatkan untuk selalu saling menyayangi antar teman tidak boleh melakukan perbuatan jahat kepada sesama teman dengan mengajak seluruh siswa bernyanyi bersama-sama menggunakan lagu anak dengan judul sayangi teman yang diciptakan oleh Tim Pengabdian STKIP Bina Insan Mandiri. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Gambar 1. Ibu Indri Dwi Isnaini. Pd memberikan Sosialisasi Tentang 3 Dosa Pendidikan pada Peserta Didik SDN Wonodadi 2 Gambar 2. Penayangan Video Animasi dengan tema perundungan dan intoleransi Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Gambar 3. Foto Bersama Tim Pengabdian STKIP Bina Insan Mandiri. Kepala Sekolah. Guru dan Siswa Kegiatan sosialisasi kedua dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 24 September 2024 pukul 00 Ae 12. 00 WIB. Sosialisasi kedua ini difokuskan pada orang tua dan Guru SDN Wonodadi 2. Peserta yang datang merupakan anggota Paguyuban Wali Murid SDN Wonodadi 2 dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 yang diwakilkan oleh masing-masing 2 orang dengan total peserta sejumlah 12 orang. Sosialisasi tentang 3 Dosa Besar Pendidikan disampaikan oleh Ibu Denok Julianingsih. Pd. yang juga merupakan Ketua Tim Pengabdian ini. Kegiatan sosialisasi ini difokuskan tentang pemahaman terkait aktivitas perundungan, intoleransi, kekerasan seksual yang sering terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, maupun lingkungan tempat tinggal. Ibu Denok Julianingsih. Pd. juga memberikan pemaparan materi terkait siapa saja yang bisa menjadi pelaku kekerasan . erundungan, intoleransi dan kekerasan seksua. Umumnya pelaku dan korban lebih banyak terjadi di kalangan anak-anak, yang mana terkadang diawali oleh sebuah hal yang tidak disengaja dan tanpa mereka sadari baik itu dilingkungan sekolah maupun di rumah. Pelaku kekerasan tidak hanya dilakukan oleh teman korban, tetapi bisa saja orang tua dimana selama ini orang tua telah melakukan bentuk kekerasan tersebut tetapi orang tua tidak menyadarinya Sejalan dengan yang disampaikan oleh Nurhayaty dan Mulyani . yang menyatakan bahwa pelaku dan korban bullying lebih banyak terjadi di kalangan anak-anak, yang awalnya secara tidak sengaja mereka lakukan di sekolah maupun rumah yang umumnya hal tersebut dilakukan oleh pihak yang merasa berkuasa, kuat dan atau mempunyai kelebihan tertentu. Pelaku kekerasan juga bisa saja dilakukan oleh Guru. Kepala Sekolah bahkan oleh keluarga terdekat korban. Selain itu. Ibu Denok Julianingsih. Pd. memaparkan dampak yang terjadi pada korban akibat aktivitas kekerasan . erundungan, intoleransi, dan kekerasan seksua. yang terjadi. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan agar orang tua dan guru dapat lebih menyadari terkait segala bentuk aktivitas kekerasan sekecil apapun itu sebagai bentuk upaya pencegahan agar tidak terjadinya hal yang lebih besar. Ibu Denok Julianingsih. Pd. juga memaparkan bagaimana upaya-upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh orang tua, guru maupun satuan pendidikan untuk dapat meminimalisir segala bentuk aktivitas kekerasan baik di lingkungan tempat tinggal maupun di lingkungan sekolah. Kegiatan sosialisasi juga diwarnai dengan diskusi seru antara orang tua, guru, dan juga Ibu Denok Julianingsih. Pd. selaku narasumber pada hari itu. Beberapa orang tua ada yang menyampaikan bahwa mereka menyadari bahwa selama ini mereka juga melakukan aktivitas perundungan terhadap anak mereka sendiri tanpa mereka sadari. Ada juga dari mereka yang menyampaikan bahwa anak mereka juga menjadi salah satu korban perundungan yang mana dampaknya anak tersebut tidak semangat sekolah bahkan minta pindah sekolah. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Beberapa Guru pun juga sempat menyampaikan beberapa pertanyaan terkait aktivitas fisik seperti apa yang seharusnya dilakukan oleh Guru kepada muridnya agar guru tidak dianggap sedang melakukan pelecehan seksual kepada muridnya. Pada akhir kegiatan sosialisasi ditutup dengan adanya Deklarasi dan Komitmen Bersama antara orang tua dan Guru untuk sepakat menolak segala bentuk aktivitas kekerasan . erundungan, intoleransi, dan kekerasan seksua. di lingkungan SDN Wonodadi 2. Gambar 4. Ibu Denok Julianingsih. Pd. Memberikan Sosialisasi Terkait 3 Dosa Pendidikan pada Orang Tua dan Guru Gambar 5. Diskusi dan Tanya Jawab Orang Tua dan Narasumber Gambar 6. Deklarasi dan Komitmen Bersama Orang Tua dan Guru Dalam Penolakan Aktivitas Kekerasan di Lingkungan SDN Wonodadi 2. Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Gambar 7. Foto Bersama di Akhir Kegiatan Sosialisasi dengan Orang Tua Kegiatan ketiga yaitu Workshop pembuatan poster digital melalui media canva yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 25 September 2024 pukul 10. 00 WIB Ae 12. 00 WIB. Peserta pada Kegiatan ini adalah Guru SDN Wonodadi 2. Narasumber pada kegiatan workshop ini dipimpin oleh Ibu TasiAoawati Salsa Kaliwanovia. Pd. Pada awal mulai, pertama-tama Ibu TasiAoawati Salsa Kaliwanovia. Pd. memberikan pemahaman terkait apa itu poster, kegunaan poster itu untuk apa, dan juga kata-kata yang biasa digunakan dalam sebuah poster. Memasuki kegiatan pelatihan. Ibu TasiAoawati Salsa Kaliwanovia. Pd. mulai memberikan tahapan-tahapan membuat poster dengan memanfaatkan media canva. Beberapa peserta sama sekali belum pernah mengetahui tentang canva, sehingga di awalawal Ibu TasiAoawati Salsa Kaliwanovia. Pd. memberikan bimbingan terkait bagaimana cara membuka laman canva, menjelaskan terkait menu-menu yang terdapat dalam aplikasi canva, cara mencari gambar yang menarik, cara menambahkan teks, cara me-remove background pada sebuah gambar, menambahkan objek, memberikan warna, sampai pada pembuatan poster dengan tema kekerasan . erundungan, intoleransi, dan kekerasan seksua. Gambar 8. Ibu TasiAoawati Salsa Kaliwanovia. Pd. Memberikan Workshop Pembuatan Poster Digital dengan Melalui Media Canva Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 Gambar 9. Hasil Pembuatan Poster Anti Kekerasan dengan Media Canva Kegiatan terakhir adalah evaluasi kegiatan. Pada akhir setiap sesi, tim pengabdian menyebarkan angket kepada peserta sosialisasi 3 dosa besar pendidikan. Angket disebarkan kepada peserta didik, orang tua dan juga Guru. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan tingkat pemahaman peserta didik terhadap bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari 3 dosa besar pendidikan sebesar 75% atau sebanyak 15 siswa. Tingkat pemahaman orang tua dan guru sebesar 77,27% atau sebanyak 17 peserta kegiatan. Sebanyak 85% siswa atau sebanyak 17 siswa setuju bahwa penggunaan video animasi dan lagu anak meningkatkan pemahaman mereka terhadap aktivitas 3 dosa besar pendidikan dan memotivasi mereka untuk dapat saling menyayangi antar teman KESIMPULAN Berdasarkan dari kegiatan sosialisasi tentang 3 dosa pendidikan . erundungan, intoleransi dan kekerasan seksua. maupun worksop pembuatan poster digital yang telah dilakukan oleh Tim pengabdian STKIP Bina Insan Mandiri dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di SDN Wonodadi 2 ini disambut dengan baik oleh peserta sosialisasi baik itu siswa, orang tua dan juga guru. Terlihat bahwa saat kegiatan sosialisasi berlangsung, ada diskusi dan tanya jawab yang aktif dilontarkan baik oleh orang tua maupun guru terkait pengalaman anak mereka mengalami perundungan, intoleransi ataupun pelecehan seksual. Tingkat kesadaran mereka pun semakin terbuka bahwa dampak negatif yang terjadi pada korban perundungan, intoleransi maupun kekerasan seksual sangatlah besar. Tidak hanya orang tua maupun guru yang semakin sadar akan bahayanya aktivitas 3 dosa besar pendidikan, tetapi siswa pun juga semakin paham bahwa ejekan-ejekan yang dianggap sebagai guyonan ternyata juga bisa mengarah kepada perilaku perundungan. Siswa pun juga sangat senang dengan adanya penayangan video animasi Jurnal Abadimas Adi Buana Vol. 8 No. e-ISSN : 2622-5719 | p-ISSN : 2622-5700 maupun pemutaran lagu anak dengan tema sayangi teman. Lagu tersebut terus dinyanyikan secara berulang untuk mengingatkan mereka betapa pentingnya kita saling menyayangi antar teman. DAFTAR PUSTAKA