Jurnal Ekobistek https://jman-upiyptk. org/ojs Vol. No. Hal: 245-250 e-ISSN: 2301-5268, p-ISSN: 2527 - 9483 Jumlah Wisatawan. Jumlah Hotel, dan Jumlah Objek Wisata terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tuban Fifi Nurainina. Kiki AsmaraA Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur ep@upnjatim. Abstract The tourism sector is the only source of regional revenue that contributes to local revenue through local taxes and regional In increasing local revenue in the Tuban district, it is hoped that the government and the surrounding community will continue to manage and care for natural resources to serve as tourist attractions to attract visitors to continue traveling in the This research was conducted in the Tuban district from 2006-2020 for 15 years. This study aims to determine and analyze the effect of the number of tourist visits, the number of hotels, and the number of tourist objects on regional income in Tuban Regency from 2006 to 2020. The approach used is a quantitative approach with a purposive sampling method. This data uses secondary data in the form of documents. The data sources were taken from the budget realization reports and publications of the Tuban Regency BPS for the 2006-2020 period using time series data types. The technique used in data processing is the multiple linear regression method using SPSS (Statistical Package for Social Science. The analysis results obtained partially state that the number of tourist visits does not affect Tuban Regency's original income in 2006 -2020, while the number of hotels and tourist objects has a significant influence on the original income of the Tuban Regency in 2006-2020. Simultaneously stated that the number of tourist visits, the number of hotels, and the number of attractions have a significant influence on the local revenue of Tuban Regency. Keywords: : Tourist visit, hotel, tourist attraction, locally generated revenue. Abstrak Sektor pariwisata adalah salah satu sumber penerimaan daerah yang menjadi penyumbang pendapatan asli daerah melalui pajak daerah dan retribusi daerah. Agar dapat meningkatkan pendapatan asli daerah di kabupaten Tuban, maka diharapkan pemerintah dan masyarakat sekitar diupayakan untuk terus mengelola dan merawat sumberdaya alam untuk dijadikan sebagai tempat wisata agar dapat menarik pengunjung untuk terus berwisata di daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan di kabupaten Tuban pada tahun 2006-2020 seama periode 15 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh jumlah kunjungan wisatawan, jumlah hotel, dan jumlah objek wisata terhadap pendapatan asi daerah di Kabupaten tuban pada tahun 2006 sampai dengan 2020. Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan kuantitatif dengan metode purposive Data ini menggunakan data sekunder berupa dokumen. Sumber data diambil dari laporan realisasi anggaran dan publikasi BPS Kabupaten Tuban periode 2006-2020 dengan menggunakan jenis data time series. Teknik yang digunakan dalam pengolahan data adalah metode metode analisis regresi linier berganda dengan menggunakan alat bantu SPSS (Statistical package for the Social Science. Hasil yang diperoleh secara parsial menyatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan tidak berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Tuban pada tahun 2006-2020, sedangkan jumlah hotel dan objek wisata memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatn asli daerah Kabupaten Tuban pada tahun 2006-2020. Sedangkan secara simultan menyatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, jumlah hotel, dan jumlah objek wisata memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Tuban. Kata kunci: Kunjungan wisatawan, hotel, objek wisata. Pendapatan Asli Daerah. Jurnal Ekobistek is licensed under a Creative Commons 4. 0 International License. Pendahuluan Pembangunan daerah adalah salah satu bagian terstruktur dari pembangunan nasional yang dilakukan berdasarkan landasan otonomi daerah serta peraturan sumber daya yang dapat memberikan kesempatan dalam peningkatan demokrasi dan kinerja daerah yang . Pengembangan potensi daerah tidak terlepas dari otonomi daerah . Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 menyatakan bahwa otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban untuk mengurus dan mengatur urusan pemerintah dalam keperluan masayarakat yang dengan kesesuaian undang-undang. Dalam otonomi daerah terdapat desentralisasi fiskal dan keuangan daerah yang dimana dua konteks tersebut saling berhubungan. Dalam melakukan desentralisasi terdapat sumber pendapatan yang penting bagi daerah yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), dimana dapat digunakan untuk membiayai urusan daerah itu sendiri . Adapun usaha yang dijalankan pemerintah dalam menaikkan pendapatan asli daerah yang dapat dilihat dari berbagai aspek yang diharapkan dapat memanfaatkan dan mengalokasikan potensi-potensi dan Diterima: 10-09-2022 | Revisi: 12-09-2022 | Diterbitkan: 30-09-2022 | doi: 10. 35134/ekobistek. Fifi Nurainina. Kiki Asmara sumber daya yang ada dengan se-efektif dan s-eefisien Pembangunan suatu daerah dapat tercapai dalam proses perkembangan dan pemanfaatan yang terus berlanjut . Semakin banyak pendapatan asli daerah, maka akan meningkatkan dana pemerintahan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun dan mengelola sarana dan prasarana daerah tersebut. Adapun bentuk pembangunan yang diotonomikan kepada pemerintah daerah yaitu pembangunan pada sektor pariwisata. Pariwisata merupakan bentuk konkret suatu kunjungan wisata sebagai usaha yang prospektif. Kunjungan wisata tersebut sebagai salah satu pelengkap dalam kehidupan manusia terutama dalam menikmati keindahan alam di daerah wisata . Perkembangan sektor pariwisata dapat memperbaiki pendapatan asli daerah, maka dari itu pemerintah perlu mengembangan dan membiayai daerah yang berpotensi objek wisata agar dapat memberikan sumbangsih bagi pembangunan ekonomi . Kabupaten Tuban memiliki potensi wisata yang perlu dikembangkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat Potensi wilayah yang besar membuat Kabupaten Tuban lebih mengembangkan objek wisata untuk menarik jumlah pengunjung. Jika sektor pariwisata dikembangkan dengan baik dan menarik, maka dapat memberikan peluang bagi peningkatan pendapatan asli daerah sebagai penyumbang terbesar setelah sektor pertambangan. Pada tahun 2017, sektor pariwistaa masuk dalam urutan ke 5 sebagai penyumbang pendapatan asli daeerah di Kabupaten Tuban. Tabel 1. Perkembanagn sektor pariwisata Kabupaten Tuban Tahun JKW JH JOB Tabel 1 menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan dan jumlah hotel mengalami peningkatan dari tahun 2016 Namun, pada tahun 2020 mengalami penurunan yang disebabkan oleh pandemic Covid-19. Pariwisata di tahun 2020 masuk ke dalam faktor yang terdampak, sehingga pemerintah Kabupaten Tuban menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besa. dan menjaga jarak . hysical distancin. Dengan adanya wabah tersebut, maka seluruh objek wisata dan hotel di tutup sementara, sehingga tidak ada satupun yang berkunjung ke daerah wisata. Untuk pendapatan asli daerah yang diperoleh juga mengalami penurunan yang sangat drastis dan kontribusi yang didapat juga Namun, jika menempatkan sektor pariwisata sebagai penyumbang dan menjadi potensial untuk daerah dan tujuannya, maka diperlukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dengan harapan bisa menjadi sumbangan aktivasi ekonomi Kabupaten Tuban. Untuk meningkatkan kembali pendapatan asli daerah Kabupaten Tuban, maka pemerintah dan masyarakat mengembangkan tempat wisata yang ada dan meningkatkan pembangunan daerah dan perkembangan ekonomi agar kedepannya bisa menjadi kota yang berkembang dan maju. Dalam pengembangan pariwisata dapat dilihat dengan cara memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan asli daerah seperti jumlah kunjungan wisatawan, jumlah hotel, dan jumlah objek wisata. Pembangunan ekonomi daerah merupakan mekanisme dimana antara pemerintah daerah dan masyarakat diharuskan dapat mengelola sumberdaya yang ada semaksimal mungkin agar dapat menghasilkan kerjasama dengan pihak swasta . Adapun strategi dalam pembangunan daerah yaitu antara lain: strategi dalam meningkatkan fisik dan lokalitas, strategi dalam meningkatkan sumberdaya manusia, dan strategi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Pendapatan asli daerah adalah pendapatan yang diterima suatu daerah dengan dipungut atas dasar peraturan perundang-undangan yang beralaku guna memenuhi kebutuhan daerah. Adapun upaya yang digunakan untuk melihat kemampuan keuangan daerah berguna untuk menurunkan ketergantungan kepada pemerintah pusat dengan melihat struktur pendapatan asli daerah yang ada . Jika kebutuhan daerah banyak dibiayai oleh pendapatan asli daerah, maka semakin tinggi pula tingkat kualitas ekonomi . Hotel merupakan akomodasi yang menyediakan pelayanan jasa penginapan, makanan dan minuman serta fasilitas lainnya dengan metode pembayaran . Industri hotel tersebut juga sebagai pendorong dalam pembangunan daerah. Dengan meningkatnya tingkat hunian pada hotel, maka semakin banyak pula pajak yang dibayarkan kepada daerah. Selain menarik mengindikasikan daerah tersebut memiliki potensi untuk berkembang sehingga akan menarik para investor untuk menanamkan modalnya pada daerah yang bersangkutan . Menurut UU No 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan pasal 1 ayat 5, bahwa objek wisata atau disebut dengan daya tarik wisata adalah suatu tempat yang memiliki keindahan, keunikan, dan nilai tersendiri dalam keanekaragaman alam, budaya dan wisata tersebut adalah hasil buatan manusia yang menjadi tujuan berwisata . Metodologi Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi yang terdapat dalam penelitian ini adalah publikasi BPS Kabupaten Tuban pada tahum 2006-2020. Teknik dalam pengambilan sampel dengan metode Purposive Sampling. Purposive Jurnal Ekobistek Oe Vol. 11 No. Fifi Nurainina. Kiki Asmara Sampling adalah pengambilan data dengan adanya pertimbangan-pertimbangan tertentu . Data ini menggunakan data sekunder berupa dokumen. Sumber data diambil dari laporan realisasi anggaran dan publikasi BPS Kabupaten Tuban periode 2006-2020 dengan menggunakan jenis data time series. Berikut data yang diambil adalah jumlah kunjungan wisatawan, jumlah hotel, dan jumlah objek wisata di kabupaten Tuban pada tahun 2006-2020 selama periode 15 tahun. Pada penelitian ini alat yang digunakan dalam mengoah data adalah program SPSS (Statistical package for the Social Science. versi 24 dengan cara metode regresi linier berganda. Pengujian terdiri dari Uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda dan uji hipotesis yang meliputi koefisien determinasi uji f, dan uji t. Uji asumsi klasik dibagi menjadi 4 yaitu, pertama, uji normalitas yang digunakan untuk mengetahui apakah penelitian tersebut berdistribusi normal atau tidak . Uji Kolmogorov-Smirnov digunakan dalam penelitian ini untuk membandingkan sebuah sampel dengan distribusi probabilitas referensi. Jika nilai sig. > 0,05 maka data berdistribusi normal begitupun sebaliknya jika nilai sig. < o0,05 maka tidak berdistribusi normal. Kedua, uji multikolinieritas yang dimana untuk mengetahui apakah dalam regresi terdapat adannya korelasi yang sempurna atau tinggi. Namun jika tidak memiliki korelasi antar variabel maka modle regresi dikatakan sempurna atau baik. Untuk melihat adannya gejala dalamuji multikolinieritas maka di perlukan metode tol dan VIF dengan pengambilan keputusan jika VIF < 10 dan tol > 0,1 maka tidak terjadi gejala Sedangkan VIF > 10 dan Tol < 0,1 artinya tidak terjadi gejala multikolinieritas. Ketiga, uji heteroskedastisitas diketahui untuk menguji apakah terjadi ketidaksamaan antara residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain dalam model regresi. Uji glejser digunakan untuk mengetahui adannya gejala dengan pengambilan keputusan jika nilai sig. > 0,05 artinya tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Sedangkan nilai sig. < 0,05 artinnya terjadi gejala Keempat, uji autokorelasi yang digunakan untuk melihat apakah ada korelasi antar kesalahan penganggu pada periode tahun ini dengan kesalahan periode sebelumnya. Dikatakan model regresi yang baik jika tanpa adannya autokorelasi. Untuk mendeteksi gejala maka dilakukan dengan metode Runs Test dengan dasar pengambilan keputusan Asymp. Sig. -taile. < 0,05 yang artinnya terjadi gejala autokorelasi dalam persamaan regresi. Sedangkan Asymp. Sig. -taile. > 0,05 artinnyya tidak terjadi gejala autokorelasi. Untuk mengetahui adanya hubungan variabel bebas yang lebih dari dua yang mempengaruhi variabel terikat adalah dengan melakukan pengolahan data yang menggunakan metode regresi linier berganda. Adapun persamaan dalam regresi linier berganda, yaitu sebagai ycU = yu yuycu1 ycU1 yuycu2 ycU2 yuycu3 ycU3 a Dimana diketahui y adalah variabel pendapatan asli daerah, konstanta dan, dan seterus nya adalah jumlah kunjungan wisatawan (X. , jumlah hotel (X. , dan jumlah objek wisata (X. Sedangkan A adalah variabel Dalam pengujian hipotesis terbagi menjadi 3 yaitu: Koefisien determinasi yang digunakan untuk menghitung seberapa banyak kemampuan model yang menjelaskan variasi pada variabel terikat. Untuk uji f atau uji simultan digunakan untuk mengetahui secara bersama sama apakah variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel terikat. Pengujian tersebut dengan melihat perbandingan f hitung > f tabel. Sedangkan uji t atau uji parsial digunakan untuk mengetahui secara sendiri-sendiri variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabe terikat atau tidak dengan perbantingan t hitung > t tabel . Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Uji normalitas dengan menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov memperoleh hasil sebagai Tabel 1. Uji normalitas Standarized Residual Mean 0,0000000 Normal Parameters Std. Deviation 0,88640526 Most Extreme Absolute 0,116 Positiv 0,116 Differences Negative -0,116 Asymp. Sig. -Taile. 0,200 Berdasarkan hasil tabel diatas hasil yang diperoleh bernilai Asymp. Sig . -Taile. sebesar 0,200. Sedangkan nilai tersebut lebih dari nilai signifikansi 0,05, yang mana dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Berdasarkan uji heterokedastisitas dengan metode glejser memperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 2. Uji heterokedastisitas Variabel (Y) Ketentuan Pendapatan 0,96 0,63 > 0,05 Asli Daerah Berdasarkan hasil tabel diatas bahwa nilai Sig. besar dari 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel bebas tidak terjadi gejala heterokedastisitas. Karena tidak terjadi kesamaan residual ke pengamatan yang Berdasarkan uji multikolinieritas dengan menggunakan metode Tolerance dan VIF memperoleh hasil sebagai Tabel 3. Uji multikolinieritas Variabel Tolerance Jumlah Kunjungan Wisatawan 0,268 Jumlah Hotel 0,286 Jumlah Objek Wisata 0,200 Jurnal Ekobistek Oe Vol. 11 No. VIF 3,762 3,492 5,004 Fifi Nurainina. Kiki Asmara Berdasarkan hasil tabel diatas menunjukkan bahwa nilai Tole pada variabel bebas lebih dari 0,1 dan nila VIF pada variabe bebas kurang dari 10. Sehingga hasil tersebut dapat dikesimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinieritas pada variabel bebas dan memiliki korelasi yang sempurna dalam model regresi. Berdasarkan uji autokorelasi dengan menggunakan metode Run Test memperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4. Uji Autokorelasi Unstandarized Residual Test Value Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs 0,000 Asymp. Sig. -taile. 1,000 Berdasarkan hasil tabel diatas menunjukkan bahwa Sig. -taile. sebesar 1,000 yang mana lebih besar dari pada nilai ketentuan yaitu 0,05, menandakan bahwa tidak terjadi gejala autokorelasi dalam persamaan regresi. Penelitian menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan menguji apakah terdapat pengaruh antara variabel independent . umlah kunjungan wisatawan, jumlah hotel, dan jumlah objek wisat. terhadap variabel dependent . endapatan asli daera. di Kabupaten Tuban. Model regresi ini dilakukan agar dapat menguji hipotesis-hipotesis. Berikut hasil yang diperoleh sebagai berikut: Tabel 5. Analisisi regresi linier berganda Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. X1= JW X2= JH X3= JOB Berdasarkan tabel diatas maka diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: ycU = Oe3039079937900 Oe 14704,223 20943432520 Dari persamaan di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai konstanta yang diperoleh adalah negatif, maka menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, jumlah hote, dan jumlah objek wisata nilainnya dianggap konstan maka pendapatan asli daerah mengalami penurunan sebesar -303907937900 ribu Koefisien variabel jumlah kunjungan wisatawan bernilai negatif yaitu sebesar -14704,223 menunjukkan bahwa jika jumlah kunjungan wisatawan meningkat sebesar satu orang maka pendapatan asli daerah mengalami penurunan sebesar -14704,223 ribu rupiah dengan asumsi jumlah hotel dan jumlah objek wisata yang nilainnya konstan. Koefisien variabel jumlah hotel bernilai positif yaitu sebesar 20943432520 menunjukkan bahwa jika jumlah hotel meningkat sebesar satu unit maka pendapatan asli daerah mengalami kenaikan sebesar 20943432520 ribu rupiah dengan asumsi jumlah kunjungan wisatawan dan jumlah objek wisata yang nilainnya konstan. Koefisien variabel jumlah objek wisata bernilai positif yaitu sebesar 4699701193 menunjukkan bahwa jika jumlah objek wisata meningkat sebesar satu unit maka pendapatan asli daerah mengalami kenaikan sebesar 4699701193 ribu rupiah dengan asumsi jumlah kunjungan wisatawan dan jumlah hotel yang nilainnya Model Tabel 6. Koefisien Determinasi Adjusted Std. Error of the Square R Square Estimate Jika dilihat dari tabel diatas menunjukkan bahwa nilai sebesar 0,925, yang artinya variabel independent mempengaruhi variabel dependen sebesar 92,5%. Sedangkan sisanya 7,5% adalah faktor-faktor yang dipengaruhi oleh variabel pengganggu atau diluar model analisa. Model Regression Residual Total Tabel 7. Uji F (Simulta. Sum of Mean Squares Square 3,85E 26 3 1,28E 26 3,13E 25 11 2,85E 24 4,17E 26 14 Sig. 45,072 Uji F memperoleh nilai F hitung sebesar 45,072 dengan nilai sig. 0,000. Untuk mengetahui f tabel maka dengan cara df1 = 3 dan df2 = 11 . -k-. , maka diperoleh sebesar 3,59. Jadi diketahui bahwa nilai f hitung lebih besar dari pada nilai f tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, jumlah hotel, dan jumlah objek wisata secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah. Tabel 8. Uji t (Parsia. Variabel t hitung Jumlah Kunjungan Wisatawan -1,138 Jumlah Hotel 4,097 Jumlah Objek Wisata 2,833 t tabel 2,201 2,201 2,201 Sig. 0,279 0,002 0,016 Nilai t tabel dihitung dengan cara (/2= 0,. dengan df: . maka diperoleh sebesar 2,201. Jumah kunjungan wisatawan menghasilkan output t hitung sebesar -1,138, maka t hitung lebih kecil dari t Nilai sig. diperoleh 0,279 dengan ketentuan kurang dari 0,005. Namun pada variabel ini nilai sig melebih dari ketentuan tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan tidak berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pendapatan asli daerah. Jumah hotel menghasilkan output t hitung sebesar 4,097, maka t hitung lebih besar dari t tabel. Nilai sig. diperoleh 0,002 dengan ketentuan kuran dari 0,005. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jumah hotel memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah. Jumah objek wisata menghasilkan output t hitung sebesar 2,833 maka t hitung lebih besar dari t tabel. Jurnal Ekobistek Oe Vol. 11 No. Fifi Nurainina. Kiki Asmara Nilai sig. diperoleh 0,002 dengan ketentuan kuran dari 0,005. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah objek wisata memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah. 2 Pembahasan Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisatawan terhadap Pendaspatan Asli Daerah Di Kabupaten Tuban Berdasarkan hasil analisis yang telak dilakukan maka didapatkan hasil yang tidak sesuai dengan hipotesis, dimana jumlah wisatawan tidak berpengaruh negatif dan tidak signifikansi terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Tuban. Hal ini disebabkan oleh pengunjung yang kurang dari 24 jam untuk mengunjungi daerah wisata, maka belum dapat dikatakan sebagai wisatawan. Adapun yang paling berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah adalah pengeluaran wisata. Dimana jika wisatawan membatasi pengeluarannya seperti tidak membeli buah tangan, maka menimbulkan dampak pada pendapatan asli daerah. Kurannya pemanfaatan dan pengembangan objek wisaat ang menyebabkan pengunjung tidak tertarik untuk pergi ke daerah wisata tersebut. Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisatawan terhadap Pendaspatan Asli Daerah Di Kabupaten Tuban Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka di dapatkan hasi yang sesuai dengan hipotesis, dimana jumlah hotel berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Tuban. Hal ini disesabkan oleh banyaknnya jumlah hotel yang dapat memberikan fasilitas dan kualitas dengan baik maka dapat mendatangkan wisatawan untuk menginap serta juga dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Tuban. Apalagi terdapat investor yang tertarik untuk membangun perhotelan maka juga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah. Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisatawan terhadap Pendaspatan Asli Daerah Di Kabupaten Tuban Berdasarkan hasil analisis yang telak dilakukan maka didapatkan hasil yang sesuai dengan hipotesis, dimana jumlah objek wisata berpengaruh positif dan signifikansi terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Tuban. Hal ini disebabkan oleh pemerinthan dan pengelola objek wisata terus berupaya untuk mengoptimalkan dan memepromosi daerah wistaa yang dapat menarik pengunjung untuk melakukan wistaa dan kemudian kembali untuk berwistaa ke daerah tersebut. Sehingga dapat meningkatkan pajak daerah dan retribusi daerah untuk mendoromng bertambahnnya pendapatan asli daerah di Kabupaten Tuban. Kesimpulan Berdasarkan anaisis data yang dilakukan oleh peneiti maka dapat menarik kesimpulan bahwa secara simultan terdapat pengaruh signifikan pada jumlah kunjungan wistaawan, jumlah hotel, dan jumlah objek wisata terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Tuban. Sedangkan secara parsial, jumlah kunjungan wisatawan tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Tuban. Jumlah hotel dan jumlah objek wisata berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Tuban. Daftar Rujukan . Senduk. Engka. , & Kawung. Pengaruh Dana Bagi Hasil dan Infrastruktur terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Manado. Jurnal Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Daerah, 20. , https://doi. org/10. 35794/jpekd. Efrintya. Muchtolifah. , & Sishadiyati. Pengaruh Sektor Pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah di Eks Karesidenan Madiun. Eqien-Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 8. , 3441. https://doi. org/10. 34308/eqien. Khoir. Ani. , & Hartanto. Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jember Tahun 2011-2017. Jurnal Pendidikan Ekonomi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial, 12. , 199. https://doi. org/10. 19184/jpe. Ikhwani. , & Ratna. Flypaper Effect pada Pengaruh Dana Alokasi Umum. Dana Alokasi Khusus dan Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh. J-Mind (Jurnal Manajemen Indonesi. , 4. , 111-123. https://doi. org/10. 29103/j-mind. Sari. , & Mustanda. Pengaruh ukuran pemerintah daerah, pendapatan asli daerah dan belanja modal terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 8. , https://doi. org/10. 24843/EJMUNUD. Darmatasia. Irawan. , & Apriani. Upaya Pengembangan Pariwisata dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. https://doi. org/10. 35791/agrsosek. Arofah. , & MARUF. Kerjasama Pengelolaan Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Desa Sukodono Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik (Studi Pada UPT Taman Teknologi Pertanian Kabupaten Gresi. Publika, 7. https://doi. org/10. 26740/publika. p%p . Sinaga. Purba. , & Panjaitan. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Simalungun. Jurnal Ekuilnomi, 2. , 4048. https://doi. org/10. 36985/ekuilnomi. Chusen. Rohman. , & Sitohang. Pengaruh Pendapatan Ekonomi. Pendapatan Daerah Terhadap Anggaran Belanja Modal Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Eqien-Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 11. , 783-791. https://doi. org/10. 34308/eqien. Krestanto. Strategi Dan Usaha Reservasi Untuk Meningkatkan Tingkat Hunian Di Grand Orchid Hotel Yogyakarta. Media Wisata, 17. https://doi. org/10. 36276/mws. Marie. , & Widodo. Analisis Faktor Kunjungan Wisatawan Mancanegara dan Tingkat Penginapan Hotel Terhadap Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sub Sektor Pariwisata pada Industri Pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 25. https://doi. org/10. 30647/jip. Oktaviarni. Perlindungan Hukum Terhadap Wisatawan Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Wajah Hukum, 2. Jurnal Ekobistek Oe Vol. 11 No. Fifi Nurainina. Kiki Asmara http://dx. org/10. 33087/wjh. Maharani. , & Bernard. Analisis hubungan resiliensi matematik terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi lingkaran. JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovati. , 1. , http://dx. org/10. 22460/jpmi. Suryadi. Mayliza. , & Ritonga. Pengaruh Inflasi. Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (Bop. Dan Pangsa Pasar Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah Di Indonesia Priode 2012-2018. Jurnal Tabarru': Islamic Banking Finance, 3. , https://doi. org/10. 25299/jtb. Rambe. Arif. , & Tupti. Pengaruh Current Ratio Debt Equity Ratio dan Total Asset Turnover terhadap Return On Asset yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi Bisnis, 21. , http://dx. org/10. 30596/jrab. Jurnal Ekobistek Oe Vol. 11 No.