Vol. Tidak. Pp. Resistance Training Untuk Meningkatkan Power Muhammad Bagus Mahmudi 1. Danang Endarto Putro 2. Ridha Kurniasih Astuti 3 1,2,3 Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. STKIP PGRI Pacitan. Indonesia Email : bagusmahmudi50@gmail. com , juzz. juzz88@gmail. com , ridhkurnia@gmail. ARTICLEINFO Sejarah artikel: Diterima: 28-09-2025 Direvisi: 30-10-2025 Diterima: 29-11-2025 Kata kunci: resistance training, kekuatan kaki, vertical jump, bola voli Keyword: resistance training, leg power, vertical jump. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas program resistance training dalam meningkatkan power kaki pada 12 atlet UKM bola voli STKIP PGRI Pacitan. Desain yang digunakan adalah kuasi-eksperimen pretestAeposttest dengan treatment 12 sesi latihan beban mencakup squat, sumo squad, leg extention, dan calv raises. Power kaki diukur sebelum dan sesudah treatment menggunakan vertical jump test, lalu dianalisis dengan uji t . < 0. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata power kaki dari 19,58 menjadi 20,06 dengan selisih atau peningkatan sebesar 0. 55 Uji T menunjukkan nilai p yang dihitung adalah 0. 002<0. 05, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan power kaki setelah penerapan resistance Hal ini menunjukkan bahwa latihan resistance training berpengaruh terhadap peningkatan power kaki atlet UKM bola voli STKIP PGRI Pacitan. Simpulan menegaskan bahwa resistance training mampu meningkatkan power kaki atlet UKM bola voli STKIP PGRI Pacitan. ABSTRACT This study aims to determine the effectiveness of the resistance training program in increasing leg power in 12 volleyball UKM athletes of STKIPPGRIPacitan. The design used was a quasiexperimental pretestAeposttest with a treatment of 12 weight training sessions, including squats, sumo squats, leg extensions, and calf raises. Leg power was measured before and after treatment using a vertical jump test, then analyzed using a t-test . <0. The results showed an average increase in leg power 58 to 20. 06 with a difference or increase of 0. The ttest showed a calculated p-value of 0. 002<0. 05, indicating that there was a difference in leg power increase after the implementation of resistance training. This indicates that resistance training exercises affect increasing leg power in volleyball UKM athletes of STKIP PGRI Pacitan. The conclusion confirms that resistance training is able to increase leg power in volleyball UKM athletes of STKIP PGRI Pacitan. JSH: Journal of Sport and Health Vol 7 No 1 . Pendahuluan Power kaki, atau kemampuan otot tungkai dalam menghasilkan gaya eksplosif dalam waktu singkat, memegang peranan krusial dalam teknik loncatan smash dan blocking pada olahraga bola voli. Peningkatan power kaki tidak hanya meningkatkan efisiensi gerak vertikal, tetapi juga berdampak pada stabilitas pendaratan dan pencegahan cedera pada atlet (Phillips & Winett, 2. Dalam konteks kompetisi, selisih beberapa sentimeter elevasi lompatan dapat menjadi pembeda antara poin kemenangan dan kekalahan. Oleh karena itu, penerapan program latihan yang spesifik untuk meningkatkan power kaki menjadi hal yang tidak bisa diabaikan dalam pembinaan atlet voli. Di UKM bola voli STKIP PGRI Pacitan, meskipun latihan teknik dasar dan kardiorespirasi telah terjadwal secara rutin, sesi latihan beban terstruktur untuk pengembangan power kaki belum berjalan optimal. Banyak program latihan lebih menitikberatkan pada pengulangan drill servis, passing, dan smass, sedangkan latihan beban umumnya hanya bersifat insidental dan belum mengikuti prinsip overload progresif. Akibatnya, atlet seringkali mengalami stagnasi dalam peningkatan ketinggian loncatan dan power kaki. Kondisi ini menimbulkan urgensi bagi pelatih dan peneliti untuk merancang dan menguji latihan resistance training yang terfokus dan Berbagai penelitian terdahulu telah mendemonstrasikan efektivitas resistance training dalam meningkatkan power kaki pada atlet berbagai cabang olahraga. Syafei. Pratiwi, dan Huda . melaporkan peningkatan signifikan power tungkai melalui plyometric training di permukaan pasir, sedangkan Iksal. Pratama, dan Setiawan . menunjukkan bahwa program squat dan leg press memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan vertical jump pada atlet voli remaja. Di sisi lain. Afiyan. Nurhadi, dan Wibowo . menemukan bahwa kombinasi beban eksternal dengan latihan plyometric mampu meningkatkan rekrutmen motor unit hingga 15 %. Meskipun demikian, penelitian-penelitian tersebut umumnya dilaksanakan pada atlet profesional atau remaja, sehingga belum mencerminkan kondisi UKM universitas di daerah terpencil seperti Pacitan. Berdasarkan tinjauan literatur di atas, terdapat kesenjangan empiris terkait efektivitas resistance training pada atlet voli level universitas yang pelatihannya masih bersifat semiprofesional. Keterbatasan fasilitas, frekuensi sesi beban yang terbatas, serta variasi latihan yang minim menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan power kaki secara sistematis. Dengan demikian, penelitian ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menerapkan JSH: Journal of Sport and Health Vol 7 No 1 . program resistance training selama 12 sesi dan mengukur pengaruhnya terhadap peningkatan power kaki pada atlet UKM bola voli STKIP PGRI Pacitan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah latihan resistance training dapat meningkatkan power kaki atlet bola voli UKM STKIP PGRI Pacitan, serta merumuskan rekomendasi program latihan praktis bagi pelatih. Signifikansi penelitian mencakup kontribusi terhadap pengembangan model pembinaan atlet voli di perguruan tinggi, peningkatan performa atlet melalui pendekatan latihan berbasis beban, dan bermanfaat dalam dunia kepelatihan olahraga. Hasil penelitian diharapkan menjadi landasan bagi implementasi program resistance training yang lebih terstruktur dalam konteks olahraga bola voli. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pretestAe posttest tanpa kelompok kontrol. Desain ini dipilih untuk mengevaluasi peningakatan power kaki pada atlet bola voli sebelum dan sesudah diberi perlakuan berupa resistance training. Pendekatan ini dianggap sesuai karena memungkinkan peneliti untuk melihat nilai awal dan akhir serta nantinya apakah akan ada peningakatan power kaki pada atlet bola voli STKIP PGRI Pacitan. Model penelitian terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu pretest, treatment, dan posttest. Pada tahap pretest, dilakukan pengukuran power kaki awal menggunakan vertival jump Test. Tahap treatment berlangsung selama 1 bulan, dengan frekuensi 3 kali per minggu, sehingga total terdapat 12 sesi latihan. Tahap posttest dilakukan setelah treatment selesai, dengan pengukuran ulang power kaki menggunakan instrumen yang sama seperti saat pretest. Metode latihan resistensi . esistance training/RT) merupakan intervensi fisik yang krusial dalam meningkatkan kekuatan otot, daya tahan, dan komposisi tubuh, serta memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan metabolik (Dutra et al. , 2. Setiap sesi latihan berlangsung selama kurang lebih 60 menit. Rangkaian sesi dimulai dengan pemanasan dinamis selama 8 menit untuk menyiapkan tubuh atlet secara fisiologis dan menghindari cedera. Bagian inti latihan terdiri dari tiga jenis resistance training, yaitu squad, sumo squad, leg extention, dan calv raises. Masing-masing dilakukan sebanyak 3-4 set dengan 10-15. Program latihan dirancang mengikuti prinsip beban progresif, di mana beban latihan disesuaikan pada kisaran 60Ae75 % dari satu repetisi maksimum . RM) dan dinaikkan sebesar 5 % setiap dua sesi. Setelah latihan inti, sesi ditutup dengan pendinginan dan stretching selama 7 menit. Penelitian dilaksanakan di GYM OWS Pacitan, dengan membawa atlet UKM bola voli STKIP PGRI Pacitan. Subjek penelitian berjumlah 12 atlet laki-laki. Kriteria meliputi kondisi JSH: Journal of Sport and Health Vol 7 No 1 . fisik yang sehat, tidak mengalami cedera kaki dalam enam bulan terakhir, serta bersedia mengikuti seluruh rangkaian latihan yang telah dirancang. Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua kategori, yaitu alat latihan dan alat pengukuran. Alat latihan meliputi dummble, alat leg extention, serta smith machine. Sementara itu, alat pengukuran power kaki menggunakan papan pengukur vertical jump, kapur putih, dan ATK untuk menulis hasil vertical jump. Kegiatan penelitian berlangsung di GYM OWS Pacitan, yang telah dilengkapi dengan fasilitas latihan beban dan instrumen pendukung pengukuran vertikal jump. Selama proses penelitian, data dikumpulkan melalui dua metode utama, yaitu pretest dan posttest vertical jump serta pencatatan selama sesi latihan. Dalam pengukuran vertical jump, setiap atlet diberikan kesempatan tiga kali loncatan, dan nilai tertinggi dari ketiga lompatan tersebut dicatat sebagai skor power kaki . alam satuan sentimete. dan dihitung menggunakan rumus vertical jump. Catatan latihan juga dibuat untuk mencatat intensitas, beban, jumlah set dan repetisi yang dilakukan setiap peserta pada tiap sesi. Variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen (X) adalah program resistance training yang dirancang secara terstruktur berdasarkan jumlah sesi, jenis latihan, beban, dan volume. Sedangkan variabel dependen (Y) adalah power kaki, yang dioperasionalkan sebagai ketinggian lompatan vertikal maksimal dalam satuan sentimeter, diukur menggunakan Sargent Jump Test. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan SPSS versi 16. Sebelum dilakukan uji perbedaan, data terlebih dahulu diuji normalitas dengan uji KolmogorovAe Smirnov dan homogenitas varians dengan LeveneAos Test untuk memastikan data memenuhi syarat parametrik. Setelah itu, digunakan uji t berpasangan . aired samples t-tes. untuk membandingkan skor power kaki antara pretest dan posttest pada tingkat signifikansi = 0,05. Hasil uji disajikan dalam bentuk nilai rata-rata , dan nilai t, ini memungkinkan peneliti menilai secara kuantitatif sejauh mana latihan resistance training memberikan dampak terhadap peningkatan power kaki pada subjek penelitian. Hasil Dibawah ini menyajikan data hasil yang diperoleh dari tes vertical jump sebelum dan sesudah latihan resistance training pada 12 atlet UKM bola voli STKIP PGRI Pacitan. JSH: Journal of Sport and Health Vol 7 No 1 . Tabel 1. Ringkasan Hasil Pretest dan Posttest Nama Hasil Pretest Hasil Posttest Selisih RMRKW OGAS YSP RDN Mean Median Modus MAX MIN Data diatas menunjukkan hasil terbaik yang diperoleh dari 12 sampel saat pretest dan posttest vertical jump. Didalam kolom selisih, bermaksud untuk menerangkan selisih diantara posttest dan pretest, yang artinya ada peningkatan pada power kaki atlet UKM bola voli STKIP PGRI Pacitan. Tabel diatas juga menampilkan mean . ata-rat. ,median . ilai tenga. ,modus . ilai yang sering muncu. ,MAX ( nilai terbesa. ,dan MIN . ilai terkeci. Di nilai pretest terdapat nilai mean . , nilai median . , modus . , nilai MAX . , dan nilai MIN . Nilai dari posttest menunjukkan nilai mean . , nilai median . , modus (-), nilai MAX . , dan nilai MIN . Sedangkan di bagian tabel hasil menunjukkan nilai mean . , nilai median . , modus (-), nilai MAX . , dan nilai MIN . JSH: Journal of Sport and Health Vol 7 No 1 . Table 2. Ringkasan Hasil Pretest dan Posttest One-Sample Test Test Value = 0 Sig. Mean taile. Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper pretest vertical jump posttest vertical jump Hasil dari uji-T menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada variabel power kaki, yang diukur melalui vertical jump. Berdasarkan data yang diperoleh, nilai p yang dihitung adalah 0. < 0. , yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan power kaki setelah penerapan resistance training. Hal ini menunjukkan bahwa latihan resistance training berpengaruh positif terhadap peningkatan power kaki atlet UKM bola voli STKIP PGRI Pacitan. Pembahasan Pembahasan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan power kaki pada atlet bola voli UKM STKIP PGRI Pacitan juga dapat disebabkan oleh hipertrofi otot. Proses overload tersebut menstimulasi pertumbuhan serabut otot, sehingga atlet mampu menghasilkan gaya ledak yang lebih tinggi dalam waktu singkat. Adaptasi ini tidak hanya meningkatkan keluaran daya, tetapi juga memperkuat struktur otot yang mendukung kestabilan sendi lutut dan pinggul saat mendarat, sehingga mengurangi risiko cedera. Variasi respon individu terhadap program latihan juga menjadi perhatian penting. Rentang nilai posttest yang lebih tinggi dari pretest menunjukkan bahwa atlet beradaptasi pada program latihan resistance training. sebagian lainnya memerlukan waktu adaptasi lebih lama. Implementasi resistance training yang terstruktur dalam siklus pelatihan voli membawa dua manfaat utama. Pertama, peningkatan performa lompatan berkontribusi langsung pada efektivitas serangan . dan pertahanan . Kedua, penguatan otot dan jaringan penunjang tidak hanya meningkatkan power kaki, tetapi juga memperbaiki stabilitas pendaratan, yang pada akhirnya menurunkan risiko cedera lutut dan pergelangan kaki (Phillips & Winett, 2. Oleh sebab itu, sangat disarankan agar pelatih memasukkan program latihan resistance training pada atlet untuk memaksimalkan power kaki yang dimiliki. Keterbatasan penelitian ini meliputi tidak adanya kelompok kontrol dan ukuran sampel yang relatif kecil, sehingga generalisasi hasil perlu kehati-hatian. Penelitian lanjutan hendaknya JSH: Journal of Sport and Health Vol 7 No 1 . melibatkan kelompok kontrol, memperluas jumlah subjek, serta memperpanjang durasi intervensi untuk mengevaluasi efek jangka panjang dan dampaknya terhadap aspek fungsional lain seperti kecepatan reaksi dan pencegahan cedera. Secara keseluruhan, temuan ini mendukung penerapan resistance training sebagai komponen wajib dalam program strength and conditioning atlet bola voli, sekaligus menjadi landasan bagi pengembangan metode pembinaan atlet yang lebih sistematis dan berbasis bukti. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa program resistance training selama 12 sesi memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan power kaki atlet bola voli UKM STKIP PGRI Pacitan. Peningkatan rata-rata sebesar 0,55 satuan vertical jump serta nilai p = 0,002 . < 0,. menegaskan bahwa intervensi latihan berbasis beban ini efektif dalam meningkatkan kemampuan eksplosif otot tungkai. Peningkatan ini sejalan dengan prinsip fisiologis bahwa resistance training memicu adaptasi neuromuskular berupa peningkatan rekrutmen motor unit, sinkronisasi serabut otot, serta hipertrofi otot yang mendukung produksi gaya secara cepat dan eksplosif. Penelitian ini sejalan dengan temuan Nugroho et al. , yang menunjukkan bahwa latihan leg press dan squat thrust terbukti meningkatkan power tungkai atlet bola voli secara Temuan serupa juga dilaporkan oleh Syafei et al. yang menunjukkan bahwa latihan plyometric dapat menghasilkan peningkatan power tungkai melalui peningkatan kapasitas otot dalam menghasilkan gaya elastis secara cepat. Walaupun metode latihan berbeda, kedua penelitian tersebut mendukung bahwa adaptasi otot tungkai sangat responsif terhadap latihan yang memberikan stimulus beban progresif dan aktivasi eksplosifAidua komponen utama yang juga terdapat dalam program resistance training penelitian ini. Selain adaptasi neuromuskular, peningkatan power kaki yang ditemukan dalam penelitian ini juga konsisten dengan teori dasar strength and conditioning yang menyatakan bahwa latihan berbasis beban dapat meningkatkan rate of force development (RFD). Phillips & Winett . menjelaskan bahwa resistance training mampu meningkatkan kapasitas kontraksi otot dalam waktu singkat, yang secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan performa vertical jump. Dukungan literatur lain datang dari Maulana et al. , yang menyatakan bahwa latihan yang menargetkan otot betis dan otot paha secara sistematis countermovement jump. JSH: Journal of Sport and Health Vol 7 No 1 . Pencapaian peningkatan power kaki dalam penelitian ini juga dipengaruhi oleh penerapan prinsip progressive overload, di mana beban latihan ditingkatkan sekitar 5% setiap dua sesi. Prinsip ini terbukti efektif dalam mendorong adaptasi kekuatan dan power otot sebagaimana dijelaskan oleh Dutra et al. , yang menegaskan bahwa latihan resistensi dengan progresi terukur merupakan pendekatan paling efektif untuk meningkatkan kualitas kontraksi otot. Meskipun hasil penelitian menunjukkan efektivitas yang jelas, terdapat keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, desain penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol sehingga potensi pengaruh faktor luar tidak sepenuhnya dapat dieliminasi. Kedua, jumlah sampel relatif kecil . , sehingga generalisasi perlu dilakukan dengan hati-hati. Namun demikian, penelitian ini tetap memberikan kontribusi penting terutama dalam konteks pembinaan atlet di level universitas yang sering menghadapi keterbatasan fasilitas dan variasi Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memperkuat bukti bahwa resistance training merupakan komponen penting dalam program latihan atlet bola voli, khususnya untuk meningkatkan kemampuan eksplosif yang diperlukan dalam melakukan smash, block, maupun lompatan defensif. Program latihan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan dan dikombinasikan dengan latihan eksplosif lainnya seperti plyometric guna memaksimalkan peningkatan power kaki. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program resistance training terstruktur selama 12 sesi lathan mampu meningkatkan power kaki atlet UKM bola voli STKIP PGRI Pacitan. Rata-rata hasil vertical jump peserta mengalami peningkatan sebesar 0. 55, dan hasil uji t berpasangan . ig = . < 0. , yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan power kaki setelah penerapan resistance Hal ini menunjukkan bahwa latihan resistance training berpengaruh positif terhadap peningkatan power kaki atlet bola voli. Implementasi resistance training yang terstruktur dalam siklus pelatihan voli membawa dua manfaat utama. Pertama, peningkatan performa lompatan berkontribusi langsung pada efektivitas serangan . dan pertahanan . Kedua, penguatan otot dan jaringan penunjang tidak hanya meningkatkan power kaki, tetapi juga memperbaiki stabilitas pendaratan, yang pada akhirnya menurunkan risiko cedera lutut dan pergelangan kaki (Phillips JSH: Journal of Sport and Health Vol 7 No 1 . & Winett, 2. Oleh sebab itu, sangat disarankan agar pelatih memasukkan program latihan resistance training pada atlet untuk memaksimalkan power kaki yang dimiliki. Penelitian lanjutan hendaknya melibatkan kelompok kontrol, memperluas jumlah subjek, serta memperpanjang durasi intervensi untuk mengevaluasi efek jangka panjang dan dampaknya terhadap aspek fungsional lain seperti kecepatan reaksi dan pencegahan cedera. Secara keseluruhan, temuan ini mendukung penerapan resistance training sebagai komponen wajib dalam program strength and conditioning atlet bola voli, sekaligus menjadi landasan bagi pengembangan metode pembinaan atlet yang lebih sistematis dan berbasis bukti. Daftar Pustaka