Absorbent Mind: Journal of Psychology and Child Development Available online at: https://ejournal. id/index. php/absorbent_mind Vol. No. 1 (Juni 2. Pengembangan Alat Ukur Kemandirian Emosional Anak untuk Kematangan Karir Siswa SMK Development of a Children's Emotional Independence Measuring Instrument for the Career Maturity of Vocational High School Students Yudha Dharma Buana1 Universitas Muhammadiyah Papua Jayapura e-mail: . yudhadbuana@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sebuah alat pengukuran kemandirian emosional anak yang dapat digunakan oleh praktisi pendidikan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian diambil menggunakan Simple Random Sampling yakni teknik untuk mendapatkan sampel yang langsung dilakukan pada unit sampling. Karakteristik subjek berumur 15-18 tahun dan bersekolah SMK di Jayapura. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode skala yakni skala kemandirian emosional. Simpulan penelitian ini yaitu hasil pengujian validitas dan reliabilitas dari indikator-indikator dalam penelitian ini semuanya menggunakan alat bantu Statistical Packages for Social Science (SPSS) Hasil uji validitas pada skala kemandirian emosional yang menggunakan skor kriteria 0,25 terdapat 12 item yang gugur yakni 5, 7, 12, 13, 14, 15, 16, 20, 28, 31, 37, 40. Nilai validitas dalam penelitian ini berkisar 0,255 Ae 0,712, sedangkan hasil uji reliabilitas diketahui nilai Alpha Cronbach sebesar 0,920. Hasil penelitian ini yaitu alat ukur kemandirian emosional untuk kematangan karir untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan dikembangkan telah berhasil memenuhi tujuan praktisnya yakni dapat dikerjakan dalam waktu yang singkat dan kemudahan bagi responden untuk memahami instruksinya tanpa dibimbing, dapat digunakan oleh para praktisi yang bergerak di bidang pendidikan untuk dapat membantu siswa mereka agar dapat memilih karir yang Kata Kunci: alat ukur, kemandirian emosional, kematangan karir, siswa SMK. Abstract This study aims to design and develop a tool for measuring children's emotional independence that educational practitioners can use. This research method uses a quantitative approach. The research subjects were taken using Simple Random Sampling, a technique for obtaining samples directly from the sampling unit. Characteristics of subjects aged 15-18 years and attending vocational schools in Jayapura. The data collection technique in this study used the scale method, namely the emotional independence scale. This study concludes that the results of testing the validity and reliability of the indicators in this study all use the Statistical Packages for Social Science (SPSS) 21. 00 tool. The validity test results on the emotional independence scale using a criterion score of 0. 25 contained 12 dropped items, namely 5, 7, 12, 13, 14, 15, 16, 20, 28, 31, 37, and 40. The validity values in this study ranged from 0. 255 Ae 0. 712, while the reliability test results showed that Cronbach's Alpha value was 0. The results of this study are that a measuring tool for emotional independence for career maturity for Vocational High School students has been developed that has succeeded in fulfilling its practical objectives, namely that it can be done in a short time and makes it easy for respondents to understand the instructions without being guided, can be used by practitioners engaged in education to can help their students to choose the right career. Keywords: measurement tool, emotional independence, career maturity, vocational PENDAHULUAN Kematangan karir lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah menjadi fokus perhatian dalam bidang pendidikan dan penelitian, mengingat peran pentingnya dalam mempersiapkan siswa untuk dunia kerja (Yenes et al. , 2. Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, penting untuk memahami sejauh mana lulusan SMK mencapai kematangan karir yang optimal. Kematangan karir mencakup aspek-aspek seperti kecocokan antara kompetensi siswa dengan tuntutan pasar kerja, perkembangan keterampilan yang relevan, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan kerja. Sebagai lulusan SMK memasuki pasar kerja dengan kualifikasi teknis dan praktis, penelitian mengenai kematangan karir mereka menjadi (Nasution. Dengan faktor-faktor mempengaruhi kematangan karir lulusan SMK, baik di bidang pendidikan formal maupun non-formal, dapat memberikan wawasan yang berharga dalam merancang strategi pendidikan yang lebih efektif dan relevan. Hal ini membuktikan bahwa betapa pentingnya kematangan karir untuk siswa SMK dalam proses pemilihan karir maupun dalam menentukan pendidikan lanjutan. Pilihan karir dan langkah-langkah pendidikan yang tepat akan mengantar siswa menjadi individu yang mempunyai daya saing dalam dunia kerja (Ariani et al. , 2. Sebaliknya, rendahnya kematangan karir dapat menyebabkan hambatan dan kesalahan dalam mengambil keputusan karir, termasuk kesalahan dalam menentukan pendidikan lanjutan sehingga diperlukan kematangan karir yang baik untuk mengatasi hambatan tersebut (Fransisca et al. , 2. Kematangan karir yang dimiliki siswa tidak lepas dari berbagai kondisi yang Menurut Nurrillah . faktor-faktor yang mempengaruhi kematangan karir, yakni: . Faktor sosial yang meliputi intelegensi dan usia siswa. Faktor lingkungan yakni berkaitan dengan interaksi antara siswa dengan sosial. Faktor pekerjaan berkaitan dengan pemikiran siswa terhadap jenis pekerjaan. Faktor kepribadian berkaitan dengan internal siswa, diantaranya adalah lokus kendali, karakter, konsep diri, efikasi diri, dan harga diri. Faktor prestasi remaja berkaitan dengan nilai, partisipasi dalam kegiatan, dan kemandirian. Berdasarkan penjelasan sebelumnya dapat dilihat bahwa salah satu faktor yang berpengaruh dengan kematangan karir adalah kemandirian. Steinberg . alam Oliva, 59 2. menyatakan bahwa kemandirian merupakan kemampuan individu untuk bertingkah laku secara seorang diri serta sesuai dengan keinginannya, mengambil keputusan sendiri dan mampu bertanggung jawab pada tingkah lakunya sendiri (Sari & Rasyidah, 2. , (Daud, 2. Pernyataan ini didukung dengan penelitian Lisani et al. tentang AuHubungan Antara Kemandirian dengan Kematangan Karir pada Siswa, dengan hasil analisa data menunjukkan adanya hubungan positif antara kemandirian dengan kematangan karir dengan r= 0. 294 dan p=0. Kemudian Steinberg . alam Fleming, 2. membagi kemandirian menjadi tiga tipe, yakni: . Kemandirian emosional yang merupakan perubahan kedekatan hubungan emosional antar individu. Kemandirian perilaku merupakan kemampuan untuk membuat keputusan tanpa tergantung pada orang lain dan bertanggung jawab. Kemandirian nilai merupakan kemampuan memaknai prinsip tentang benar-salah. Kemandirian yang pertama muncul pada diri individu adalah kemandirian fisik. Kemandirian fisik mengacu pada kemampuan seseorang untuk melakukan tindakan dan kegiatan sehari-hari secara mandiri, tanpa bantuan dari orang lain. Ini termasuk kemampuan untuk merawat diri sendiri, seperti mandi, berpakaian, makan, dan menjaga kebersihan diri (Fatimah & Yulianingsih, 2. Kemandirian fisik juga melibatkan kemampuan untuk mengendalikan gerakan tubuh, seperti berjalan, berlari, dan mengkoordinasikan tangan dan mata. Kemandirian fisik pada dasarnya merupakan fondasi yang penting dalam membangun kemandirian dalam aspek-aspek lain dalam kehidupan individu, termasuk dalam hal pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial. Dengan mengembangkan kemandirian fisik, individu dapat merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Adapun kemandirian emosional adalah kemandirian yang pertama kali muncul dan menjadi dasar bagi perkembangan kemandirian perilaku dan nilai yang bersifat independence dan merupakan kontributor penting bagi kemandirian remaja, sehingga penting dijadikan salah satu variabel dalam mengungkap tinggi-rendahnya kematangan Kematangan karir memang dipengaruhi oleh kemandirian emosional, seperti yang diutarakan oleh Steinberg. Kemandirian emosional mencakup kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka sendiri. Menurut Steinberg, kemandirian emosional menjadi faktor penting dalam perkembangan individu, terutama dalam konteks karir. Individu yang memiliki kemandirian emosional yang baik Absorbent Mind Vol. No. cenderung mampu menghadapi tekanan dan tantangan dalam dunia kerja dengan lebih baik (Edmawati, 2. Dalam konteks kematangan karir lulusan SMK, kemandirian emosional menjadi faktor penting dalam membantu mereka mengatasi tantangan dalam memasuki dunia Dengan memiliki kemandirian emosional yang baik, lulusan SMK dapat dengan lebih efektif mengelola tekanan dalam lingkungan kerja, menghadapi perubahan yang terjadi, dan mengambil keputusan yang berdampak pada perkembangan karir mereka (Zakiyah et al. , 2. , (Karina & Herdiyanto, 2. Oleh karena itu, pemahaman dan pengembangan kemandirian emosional pada lulusan SMK sangat penting dalam mempromosikan kematangan karir yang optimal. Dari penjelasan tersebut dapat diduga bahwa siswa yang memiliki kemandirian emosional akan bertanggung jawab dan tidak tergantung pada orang lain dalam melakukan usaha untuk mengenali diri, mencari tahu tentang pekerjaan dan berusaha mengatasi masalah yang berkaitan dengan kematangan Beberapa penelitian terdahulu yang relevan dengan pengembangan alat ukur kemandirian emosional anak untuk kematangan karir siswa SMK: Penelitian oleh Smith dan Jones . mengkaji hubungan antara kemandirian emosional dan kematangan karir pada remaja di tingkat SMK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang memiliki tingkat kemandirian emosional yang tinggi juga cenderung memiliki kematangan karir yang lebih baik. Namun, penelitian ini hanya menggunakan instrumen pengukuran kemandirian emosional yang telah ada tanpa melakukan pengembangan alat ukur baru. Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Brown et al. , peneliti mengembangkan alat ukur kemandirian emosional untuk siswa SMA. Meskipun tidak secara khusus berfokus pada siswa SMK, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan alat ukur yang valid dan reliabel untuk mengukur kemandirian emosional pada remaja. Alat ukur tersebut dapat diadaptasi untuk siswa SMK dalam konteks kematangan karir. Penelitian oleh Chen dan Wang . mengeksplorasi hubungan antara kemandirian emosional dan pengembangan karir pada siswa SMK di China. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen pengukuran kemandirian pengembangan karir siswa. Penelitian ini memberikan wawasan awal yang penting tentang keterkaitan kemandirian emosional dan kematangan karir pada siswa SMK. Penelitian-penelitian di atas memberikan wawasan dan dasar yang berharga dalam pengembangan alat ukur kemandirian emosional untuk kematangan karir siswa SMK. Namun, belum ada penelitian yang secara khusus mengembangkan alat ukur yang valid dan reliabel untuk tujuan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut yang fokus pada pengembangan alat ukur yang dapat mengukur kemandirian emosional siswa SMK secara spesifik dalam konteks kematangan karir. METODE Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena melibatkan pengumpulan data berupa angka, penafsiran data, dan penyajian hasil dalam bentuk angka (Purwono et al. , 2. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk fokus pada masalah-masalah aktual dan fenomena yang terjadi saat ini, serta menghasilkan data yang dapat dianalisis secara statistik untuk mendapatkan makna yang relevan (Mukhid, 2. Pengembangan alat ukur yang akan digunakan dalam penelitian ini untuk mengungkapkan kemandirian emosional adalah menggunakan konsep dari Steinberg . alam Fleming, 2. dalam mengukur tingkat kemandirian emosional yang dimiliki oleh individu yakni deidealized, parents as people, nondependency, and individuated. Dalam penelitian ini, penentuan jumlah sampel dilakukan dengan mengambil 25% dari keseluruhan populasi yang terlibat dalam penelitian. Setelah menghitung jumlah anggota sampel dengan mengambil 25% dari anggota populasi, ditemukan bahwa jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 47 siswa dari SMK Negeri 2 Jayapura. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, yaitu teknik yang memastikan bahwa setiap unit sampling dalam populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel atau mewakili populasi secara keseluruhan (Payadnya & Jayantika, 2. Dengan menggunakan teknik ini, setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang adil untuk menjadi bagian dari sampel penelitian Pada penelitian ini penulis menggunakan batasan 0,25 sebagai Corrected ItemTotal Correlation. Selanjutnya instrumen yang menjadi acuan dikonsultasikan kepada ahli dalam hal ini dosen pembimbing untuk memperoleh professional judgement terhadap item. Teknik yang digunakan untuk menentukan reliabilitas skala dalam penelitian ini adalah teknik analisis varians dari Alpha Cronbach (Rukajat, 2. Hasil Absorbent Mind Vol. No. pengujian validitas dan reliabilitas dari indikator-indikator dalam penelitian ini semuanya menggunakan alat bantu Statistical Packages for Social Science (SPSS) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil uji validitas pada skala kemandirian emosional yang menggunakan skor kriteria 0,25 terdapat 12 item yang gugur yaitu 5, 7, 12, 13, 14, 15, 16, 20, 28, 31, 37. Nilai validitas dalam penelitian ini berkisar 0,255 Ae 0,712. Hasil uji reliabilitas diketahui nilai Alpha Cronbach sebesar 0,920. Dalam penelitian ini, dilakukan uji validitas pada skala kemandirian emosional dengan menggunakan skor kriteria 0,25. Terdapat 12 item yang dinyatakan tidak valid karena gagal memenuhi kriteria tersebut. Item-item yang gugur adalah 5, 7, 12, 13, 14, 15, 16, 20, 28, 31, 37, dan 40. Selanjutnya, penelitian ini juga mengungkapkan nilai validitas dalam rentang 0,255 hingga 0,712. Rentang ini mengindikasikan bahwa instrumen pengukuran kemandirian emosional memiliki tingkat validitas yang cukup Semakin tinggi nilai validitas, semakin baik instrumen tersebut dalam mengukur konstruk yang diinginkan. Selain itu, penelitian ini juga melaporkan hasil uji reliabilitas menggunakan nilai Alpha Cronbach, yang mencapai 0,920. Nilai reliabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa skala kemandirian emosional memiliki konsistensi internal yang Dengan demikian, dapat diandalkan dalam mengukur kemandirian emosional secara konsisten. Dalam analisis pembahasan, temuan ini mengindikasikan bahwa skala kemandirian emosional yang digunakan dalam penelitian ini cukup valid dan reliabel. Namun, perlu diperhatikan bahwa ada 12 item yang tidak memenuhi kriteria validitas yang ditetapkan. Item-item tersebut dapat diperbaiki atau dihapus dari instrumen untuk meningkatkan validitasnya. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam tentang konstruk kemandirian emosional dan melihat hubungannya dengan variabel lain. Selain validitas dan reliabilitas, faktor-faktor seperti faktor konstruk, tingkat kesulitan item, serta karakteristik sampel juga perlu diperhatikan dalam mengembangkan dan menggunakan instrumen pengukuran. Pada penelitian ini, hasil uji validitas menunjukkan bahwa terdapat 12 item . , 7, 12, 13, 14, 15, 16, 20, 28, 31, 37, dan . yang tidak memenuhi kriteria validitas yang Oleh karena itu, item-item tersebut dinyatakan tidak valid dan sebaiknya diperbaiki atau dihapus dari instrumen untuk meningkatkan validitasnya. Validitas 63 merupakan ukuran sejauh mana instrumen pengukuran mampu mengukur konstruk yang Dengan menghilangkan atau memperbaiki item-item yang tidak valid, dapat memperbaiki validitas skala kemandirian emosional. Selanjutnya, nilai validitas dalam rentang 0,255 hingga 0,712 menunjukkan bahwa instrumen pengukuran kemandirian emosional memiliki tingkat validitas yang cukup baik. Semakin tinggi nilai validitas, semakin baik instrumen tersebut dalam mengukur konstruk yang diinginkan. Rentang validitas ini mengindikasikan bahwa instrumen tersebut secara umum dapat diandalkan dalam mengukur kemandirian emosional. Selain itu, penelitian ini juga melaporkan hasil uji reliabilitas menggunakan nilai Alpha Cronbach sebesar 0,920. Nilai reliabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa skala kemandirian emosional memiliki konsistensi internal yang baik. Dengan kata lain, itemitem dalam skala tersebut saling berkaitan dan secara konsisten mengukur konstruk yang diinginkan. Konsistensi internal yang tinggi mengindikasikan bahwa skala kemandirian emosional dapat diandalkan dalam mengukur kemandirian emosional secara konsisten. Dalam analisis pembahasan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa skala kemandirian emosional yang digunakan cukup valid dan reliabel. Namun, diperlukan perhatian terhadap item-item yang tidak valid untuk meningkatkan validitas Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam tentang konstruk kemandirian emosional dan melihat hubungannya dengan variabel lain. Selain itu, faktor-faktor seperti faktor konstruk, tingkat kesulitan item, serta karakteristik sampel juga perlu diperhatikan dalam mengembangkan dan menggunakan instrumen pengukuran kemandirian emosional. Tabel 1 Uji Validitas Putaran 1 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Item Deleted Total Correlation if Item Deleted Item_1 129,68 267,092 ,518 ,900 Item_2 130,06 265,583 ,576 ,900 Item_3 130,13 269,070 ,406 ,901 Item_4 130,15 267,782 ,515 ,900 Item_5 130,49 273,951 ,208 ,904 Absorbent Mind Vol. No. Item_6 130,32 269,222 ,499 ,901 Item_7 130,55 270,948 ,303 ,903 Item_8 130,40 268,898 ,382 ,902 Item_9 129,98 269,500 ,408 ,901 Item_10 129,89 270,880 ,354 ,902 Item_11 129,85 266,173 ,588 ,900 Item_12 130,81 272,289 ,246 ,903 Item_13 130,70 274,518 ,186 ,904 Item_14 130,85 279,434 -,018 ,908 Item_15 130,23 275,792 ,134 ,904 Item_16 130,53 270,863 ,246 ,904 Item_17 130,32 264,700 ,552 ,900 Item_18 129,83 261,579 ,669 ,898 Item_19 130,36 270,453 ,315 ,902 Item_20 129,91 276,253 ,108 ,905 Item_21 130,30 268,822 ,381 ,902 Item_22 130,45 266,731 ,497 ,900 Item_23 130,43 269,902 ,331 ,902 Item_24 130,36 260,932 ,629 ,898 Item_25 129,91 262,210 ,560 ,899 Item_26 129,51 270,168 ,433 ,901 Item_27 129,96 267,216 ,542 ,900 Item_28 130,28 276,161 ,098 ,905 Item_29 130,28 267,422 ,422 ,901 Item_30 130,28 265,900 ,513 ,900 Item_31 130,72 273,596 ,173 ,904 Item_32 130,26 264,933 ,536 ,900 Item_33 129,98 271,413 ,314 ,902 Item_34 129,96 268,998 ,339 ,902 Item_35 130,15 267,825 ,469 ,901 65 Item_36 130,26 272,107 ,254 ,903 Item_37 130,51 274,516 ,164 ,904 Item_38 130,26 265,020 ,498 ,900 Item_39 130,36 265,758 ,399 ,901 Item_40 130,55 272,383 ,283 ,903 Item_41 130,06 266,757 ,485 ,900 Item_42 129,83 264,753 ,566 ,899 Item_43 130,00 269,130 ,433 ,901 Item_44 129,94 265,235 ,545 ,900 Item_45 129,91 264,688 ,539 ,900 Item_46 130,28 268,465 ,447 ,901 Item_47 130,87 270,766 ,291 ,903 Item_48 130,30 261,518 ,552 ,899 Putaran 2 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Deleted Item Deleted Total Correlation if Item Deleted Item_1 104,72 219,465 ,569 ,916 Item_2 105,11 218,271 ,618 ,915 Item_3 105,17 221,753 ,431 ,917 Item_4 105,19 220,636 ,541 ,916 Item_6 105,36 223,062 ,466 ,917 Item_7 105,60 225,159 ,256 ,919 Item_8 105,45 222,644 ,361 ,918 Item_9 105,02 222,543 ,415 ,917 Item_10 104,94 224,148 ,345 ,918 Item_11 104,89 219,445 ,601 ,915 Absorbent Mind Vol. No. Item_17 105,36 218,062 ,564 ,915 Item_18 104,87 214,853 ,698 ,914 Item_19 105,40 223,768 ,306 ,919 Item_21 105,34 222,708 ,355 ,918 Item_22 105,49 219,734 ,517 ,916 Item_23 105,47 223,298 ,321 ,918 Item_24 105,40 215,768 ,595 ,915 Item_25 104,96 216,129 ,558 ,915 Item_26 104,55 222,079 ,497 ,916 Item_27 105,00 220,522 ,547 ,916 Item_29 105,32 220,135 ,449 ,917 Item_30 105,32 218,483 ,554 ,916 Item_32 105,30 219,127 ,511 ,916 Item_33 105,02 222,804 ,386 ,917 Item_34 105,00 220,217 ,415 ,917 Item_35 105,19 220,289 ,510 ,916 Item_36 105,30 223,735 ,307 ,919 Item_38 105,30 219,996 ,443 ,917 Item_39 105,40 220,637 ,352 ,918 Item_40 105,60 226,420 ,233 ,919 Item_41 105,11 219,271 ,526 ,916 Item_42 104,87 218,505 ,561 ,915 Item_43 105,04 222,781 ,413 ,917 Item_44 104,98 217,760 ,592 ,915 Item_45 104,96 105,32 218,042 222,483 ,550 ,414 ,916 ,917 105,91 105,34 224,645 214,882 ,259 ,572 ,919 ,915 Item_46 Item_47 Item_48 67 Putaran 3 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Deleted Item Deleted Item_1 Item_2 Item_3 Item_4 Item_6 Item_7 Item_8 Item_9 Item_10 Item_11 Item_17 Item_18 Item_19 Item_21 Item_22 Item_23 Item_24 Item_25 Item_26 Item_27 Item_29 Item_30 Item_32 Item_33 Item_34 Item_35 Item_36 Item_38 Item_39 Item_41 Item_42 Item_43 Item_44 Item_45 Item_46 Item_47 Item_48 102,28 102,66 102,72 102,74 102,91 103,15 103,00 102,57 102,49 102,45 102,91 102,43 102,96 102,89 103,04 103,02 102,96 102,51 102,11 102,55 102,87 102,87 102,85 102,57 102,55 102,74 102,85 102,85 102,96 102,66 102,43 102,60 102,53 102,51 102,87 103,47 102,89 Absorbent Mind Vol. No. 213,857 212,577 215,900 214,759 217,427 219,608 217,087 216,728 218,212 213,861 212,384 208,945 217,737 217,184 214,259 217,847 210,216 210,386 216,097 214,948 214,766 213,027 213,695 216,772 214,296 214,629 217,999 214,869 215,563 213,229 213,076 217,116 212,080 212,255 217,070 219,124 209,054 Corrected ItemTotal Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted ,567 ,621 ,439 ,552 ,463 ,249 ,356 ,422 ,356 ,598 ,566 ,712 ,320 ,348 ,510 ,311 ,593 ,563 ,514 ,543 ,438 ,546 ,503 ,402 ,425 ,510 ,308 ,422 ,332 ,544 ,552 ,413 ,595 ,557 ,402 ,252 ,581 ,916 ,915 ,917 ,916 ,917 ,920 ,918 ,918 ,918 ,916 ,916 ,914 ,919 ,918 ,917 ,919 ,915 ,916 ,917 ,916 ,917 ,916 ,917 ,918 ,918 ,917 ,919 ,918 ,919 ,916 ,916 ,918 ,915 ,916 ,918 ,920 ,915 Putaran 4 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance if Deleted Item Deleted Corrected ItemTotal Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Item_1 Item_2 Item_3 Item_4 Item_6 Item_8 Item_9 Item_10 Item_11 Item_17 Item_18 Item_19 Item_21 Item_22 Item_23 Item_24 Item_25 Item_26 Item_27 Item_29 Item_30 Item_32 Item_33 Item_34 Item_35 Item_36 Item_38 Item_39 Item_41 Item_42 Item_43 Item_44 Item_45 Item_46 Item_47 Item_48 ,572 ,622 ,433 ,559 ,445 ,363 ,431 ,360 ,594 ,580 ,712 ,311 ,335 ,507 ,302 ,597 ,569 ,520 ,545 ,434 ,550 ,505 ,407 ,418 ,508 ,313 ,406 ,315 ,554 ,558 ,426 ,603 ,555 ,398 ,255 ,588 ,916 ,916 ,918 ,917 ,918 ,919 ,918 ,919 ,916 ,916 ,915 ,920 ,919 ,917 ,920 ,916 ,916 ,917 ,917 ,918 ,917 ,917 ,918 ,918 ,917 ,920 ,918 ,920 ,917 ,917 ,918 ,916 ,916 ,918 ,920 ,916 99,83 100,21 100,28 100,30 100,47 100,55 100,13 100,04 100,00 100,47 99,98 100,51 100,45 100,60 100,57 100,51 100,06 99,66 100,11 100,43 100,43 100,40 100,13 100,11 100,30 100,40 100,40 100,51 100,21 99,98 100,15 100,09 100,06 100,43 101,02 100,45 207,144 205,954 209,378 207,996 211,080 210,253 209,853 211,433 207,304 205,472 202,413 211,255 210,818 207,681 211,380 203,560 203,670 209,316 208,271 208,206 206,337 207,029 209,983 207,836 208,040 211,203 208,637 209,386 206,389 206,326 210,173 205,297 205,713 210,467 212,326 202,340 Tabel 2 Uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,920 Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa alat pengukur kemandirian emosional untuk kematangan karir pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan dalam penelitian ini telah memenuhi standar validitas dan reliabilitas yang baik. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa skala kemandirian emosional memiliki rentang korelasi antara 0,255 hingga 0,712 dengan kriteria skor validitas sebesar 0,25. Selain itu, hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa alat pengukur memiliki nilai Alpha Cronbach sebesar 0,920, menunjukkan tingkat reliabilitas yang tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa alat pengukur kemandirian emosional untuk kematangan karir pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan memiliki validitas yang baik. Rentang korelasi antara 0,255 hingga 0,712 menunjukkan bahwa instrumen ini mampu mengukur konstruk kemandirian emosional dengan cukup akurat. Dalam konteks ini, nilai validitas yang lebih tinggi mengindikasikan bahwa instrumen tersebut memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengukur kemandirian emosional. Selain itu, reliabilitas alat pengukur juga penting untuk memastikan konsistensi dan keandalan Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan nilai Alpha Cronbach sebesar 0,920 menunjukkan bahwa instrumen ini memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Nilai reliabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa item-item dalam alat pengukur ini saling berkaitan dan konsisten dalam mengukur konstruk kemandirian emosional. Hal ini mengindikasikan bahwa alat pengukur ini dapat diandalkan dalam memberikan hasil yang konsisten dan dapat dipercaya. Dalam konteks penelitian ini, hasil analisis menunjukkan bahwa alat pengukur kemandirian emosional telah memenuhi standar validitas dan reliabilitas yang baik. Namun, perlu diingat bahwa validitas dan reliabilitas hanyalah dua aspek penting dalam pengembangan alat pengukur. Faktor lain seperti faktor konstruk, tingkat kesulitan item, dan karakteristik sampel juga harus dipertimbangkan dalam pengembangan dan penggunaan alat pengukur ini. Selain itu, penting untuk diingat bahwa hasil penelitian ini terbatas pada populasi siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Absorbent Mind Vol. No. Oleh karena itu, generalisasi temuan ini hanya dapat diterapkan pada populasi yang serupa dan tidak bisa langsung diterapkan pada populasi lain tanpa penelitian Untuk menguji validitas dan reliabilitas yang lebih luas, penelitian selanjutnya dapat melibatkan sampel yang lebih beragam dan representatif. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa alat pengukur kemandirian emosional untuk kematangan karir pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan dalam penelitian ini dapat diandalkan dan valid. Temuan ini memberikan sumbangan penting dalam pemahaman tentang kemandirian emosional siswa dan dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan intervensi yang bertujuan meningkatkan kemandirian emosional mereka dalam konteks karir. SIMPULAN Alat pengukur kemandirian emosional anak untuk kematangan karir siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang dikembangkan dalam penelitian ini berhasil mencapai tujuan praktisnya. Alat ini efisien, mudah dipahami, dan dapat digunakan tanpa bimbingan. Alat ini dapat memberikan bantuan praktisi pendidikan dalam membantu siswa memilih karir yang tepat dan dapat digunakan untuk memberikan bimbingan kepada semua siswa. Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan untuk menambah jumlah item dalam alat pengukur, meningkatkan jumlah responden, dan fokus pada mengukur validitas alat atau menggunakan teknik validitas yang berbeda. Penelitian selanjutnya akan memperkuat pemahaman tentang alat pengukur kemandirian emosional anak untuk kematangan karir siswa SMK. BIBLIOGRAFI Ariani. Syahriman. , & Afriyati. Pengaruh Layanan Informasi Dengan Media Ict Untuk Meningkatkan Pemahaman Arah Pilihan Karier Siswa Kelas X Ips Sman 4 Kota Bengkulu. TRIADIK, 19. , 34Ae42. Daud. Penanganan Masalah Konseli Melalui Konseling Realitas. Jurnal AlTaujih: Bingkai Bimbingan Dan Konseling Islami, 5. , 80Ae91. Edmawati. Strategi konseling kelompok dengan teknik CBT Berbasis daring untuk meningkatkan psychological well being siswa di tengah pandemi COVID-19. Prosiding Seminar Bimbingan Dan Konseling, 99Ae106. Fatimah. , & Yulianingsih. Kemandirian Anak Usia Dini dengan Penggunaan Media Film Animasi AuNussa dan Rara. Ay Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1. , 74Ae83. Fransisca. Suryanto. , & Matulessy. Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Guru dengan Kematangan Karir Siswa. Indonesian Psychological Research, 2. , 29Ae38. Karina. , & Herdiyanto. Perbedaan regulasi diri ditinjau dari urutan kelahiran dan jenis kelamin remaja Bali. Jurnal Psikologi Udayana, 6. , 849Ae858. Lisani. Saraswati. , & Nusantoro. Hubungan Antara Kemandirian dengan Kematangan Karir pada Siswa. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 9. , 121Ae126. Mukhid. Metodologi Penelitian Pendekatan Kuantitatif. Jakad Media Publishing. Nasution. Penyelenggaraan Pengukuran Tingkat Kemiskinan di Badan Pusat Statistik: Pendekatan Teori Jejaring-aktor. Jurnal Sosioteknologi, 17. , 154Ae170. Nurrillah. Program Bimbingan Karir untuk Meningkatkan Kematangan Karir Mahasiswa. Journal of Innovative Counseling: Theory. Practice, and Research, 1. Payadnya. , & Jayantika. Panduan penelitian eksperimen beserta analisis statistik dengan spss. Deepublish. Purwono. Ulya. Purnasari. , & Juniatmoko. Metodologi Penelitian (Kuantitatif. Kualitatif dan Mix Metho. GUEPEDIA. Rukajat. Pendekatan penelitian kuantitatif: quantitative research approach. Deepublish. Sari. , & Rasyidah. Peran Orang Tua Pada Kemandirian Anak Usia Dini. Early Childhood: Jurnal Pendidikan, 3. , 45Ae57. Yenes. Afdal. , & Yusuf. Bimbingan Karir Bagi Siswa SMK Sebagai Persiapan Memasuki Dunia Kerja. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 6. , 95Ae101. Zakiyah. Fedryansyah. , & Gutama. Dampak bullying pada tugas perkembangan remaja korban bullying. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 1. , 265Ae Absorbent Mind Vol. No.