Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Optimalisasi Pendampingan Musabaqah Tilawatil QurAoan (MTQ) dalam Upaya Mencetak Generasi QurAoani yang Berprestasi Visioner Sesuai Zaman Era Digital di Desa Teluk Kelas Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau Faridatul Munawaroh*1. Zulkarnainsyah2. Syamsiah Nur3 1,2,3 Sekolah Tinggi Agama Islam Auliaurrasyidin. Indonesia *e-mail: faridatul. munawaroh@stai-tbh. id1, zulkarnainsyah@stai-tbh. id2, syamsiah. nur@staitbh. Abstrak Musabaqah Tilawatil QurAoan (MTQ) merupakan kegiatan keagamaan yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Selain sebagai ajang kompetisi. MTQ memiliki fungsi sosial dan dakwah yang sangat penting. Kemeriahan penyelenggaraannya mencerminkan bahwa Islam memiliki keindahan, keistimewaan, serta nilai-nilai luhur yang patut dibanggakan dan dilestarikan melalui penghayatan terhadap kitab suci Al-QurAoan. Di tengah perkembangan era digital, tantangan dalam menjaga kedekatan generasi muda. Meskipun membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-QurAoan amal yang sangat mulia, tidak semua generasi mampu mempertahankan motivasi dan konsistensinya tanpa adanya dukungan dari lingkungan sekitarnya mereka butuh bimbingan, pendampingan, dan stimulan yang sistematis untuk berkembang. MTQ sebagai sarana strategis untuk mensyiarkan nilai-nilai QurAoani secara kreatif dan inspiratif. Melalui pendampingan yang optimal. MTQ dapat menjadi media motivasi eksternal yang efektif bagi peserta maupun generasi muda yang masih awam. Era digital saat ini, pendampingan dalam MTQ perlu dikembangkan dengan pendekatan yang adaptif, inovatif, dan visioner. Pemanfaatan teknologi, metode pembelajaran modern, serta strategi pendampingan yang relevan dengan perkembangan zaman penting, tidak hanya berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga memiliki wawasan luas dan mampu memberi kontribusi positif bagi masyarakat. Jadi optimalisasi pendampingan Musabaqah Tilawatil QurAoan menjadi langkah strategis dalam membina generasi QurAoani yang berprestasi, berkarakter, serta visioner dalam menghadapi dinamika era digital. Kata kunci: Optimalisasi dampingan. Musabaqah Tilawatil QurAoan. Generasi QurAoani. Berprestasi Visioner Abstract Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) is a religious activity that has been deeply rooted in the lives of Indonesian society. In addition to being a competition. MTQ has a very important social and da'wah function. The excitement of its implementation reflects that Islam has beauty, specialness, and noble values that should be proud of and preserved through the appreciation of the holy book of the Qur'an. Amid the development of the digital era, the challenge is in maintaining closeness to the younger generation. Although reading, memorizing, understanding, and practicing the Qur'an are very noble deeds, not all generations are able to maintain motivation and consistency without support from their surrounding environment. They need guidance, mentoring, and systematic stimulation to develop. MTQ is a strategic tool to broadcast Qur'anic values creatively and inspiringly. Through optimal mentoring. MTQ can be an effective external motivational medium for participants and the younger generation who are still unfamiliar. The current digital era, mentoring in MTQ needs to be developed with an adaptive, innovative, and visionary approach. Utilizing technology, modern learning methods, and mentoring strategies relevant to current developments is crucial not only for achieving success in competitions but also for developing broad insights and making positive contributions to society. Therefore, optimizing mentoring for the Musabaqah Tilawatil Qur'an (Quran Recitation Competitio. is a strategic step in fostering a generation of Qur'anic scholars who are accomplished, have character, and are visionary in navigating the dynamics of the digital era. Keywords: Optimizing mentoring. Musabaqah Tilawatil Qur'an. Qur'ani Generation. Visionary Achievement P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. PENDAHULUAN Sejarah Desa Teluk Kelasa Desa Teluk Kelasa merupakan Desa tertua yang di Kecamatan Keritang terbentuk tahun 1966. Desa ini memiliki jenis komoditas buah-buahan yang dibudidayakan seperti rambutan, durian, duku, dan lain-lain. Potensi desa segala informasi tentang potensi yang ada di desa, apa saja keunggulan yang dimiliki oleh desa, baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusianya melalui skill dan keterampilan, sehingga orang luar tertarik untuk berinvestasi maupun belajar ke desa kita. Jumlah penduduk di Desa Teluk Kelasa yang berjenis kelamin Laki-laki sebanyak 1209 jiwa sedangkan yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 1510 jiwa. Jadi penduduk Desa Teluk Kelasa dilihat dari jenis kelaminnya masih banyak perempuan daripada laki-laki. Keadaan sosial masyarakat Desa Teluk Kelasa didominasi oleh berbagai macam suku asli Melayu. Bugis. Banjar, dan lain-lain. Hal ini membuat masyarakat tersebut untuk bisa menemukan dan mengenal karakter suku bangsa lain dan saling menghormati, menghormati, menghargai di dalam kehidupan sehari-hari dalam mewujudkan kehidupan rukun dan damai. Desa Teluk Kelasa berada di Kecamatan Keritang. Kabupaten Indragiri Hilir. Provinsi Riau. Desa ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi kelapa di Riau dan merupakan bagian dari wilayah administratif Kecamatan Keritang yang memiliki 16 desa dan 1 Desa Teluk Kelasa di Kecamatan Keritang. Kabupaten Indragiri Hilir, merupakan salah satu daerah sentra produksi kelapa di Provinsi Riau dengan potensi luas lahan dan produksi yang signifikan. Namun, sektor kelapa menghadapi berbagai kendala seperti menurunnya produktivitas akibat tanaman yang tua, rendahnya peremajaan, dan fluktuasi harga pasar, sehingga nilai ekonomi kelapa masih rendah dan dominan sebagai bahan mentah . id/p/sejara. Gambar 1. Lokasi Kegiatan Seleksi Tilawatil QurAoan ke 31 Yang menjadi tema dalam kegiatan ini adalah Optimalisasi Pendampingan Musabaqah Tilawatil QurAoan Upaya Mencetak Generasi QurAoani yang Berprestasi Visioner Sesuai Zaman Era Digital Kecamatan Teluk Kelasa Kecamatan Keritang dengan Peserta Siswa/i dan masyarakat yang sesuai dengan golongan tingkatan anak-anak putra dan putri, remaja putra dan putri, dewasa putra dan putri. Kegiatan musabaqah ini, diharapkan dapat terangkai menjadi sebuah persembahan yang dapat mencapai harapan sebagai berikut: Menumbuhkan dan memacu semangat menghafal dan mempelajari Al-QurAoan Al-Karim. Menjalin ikatan ukhuwah Islamiyah satu sama lain. Untuk meningkatkan semangat dalam beribadah. Untuk meningkatkan kreativitas siswa/i dalam bidang agama. Menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap agama Islam. Mempererat rasa silaturrahmi sesama muslim, menjadikan remaja masa kini yang berjiwa religious dan QurAoani, melalui kegiatan ini Masyarakat menjadi termotivasi untuk selalu dekat dengan Al-QurAoan, salahsatu pelaksanaan program daerah. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. METODE Metode pengabdian ini dengan deskriptif kualitatif melalui tahap dan pendekatan kegiataan bermula pada dua macam misi yang hendak diwujudkan yaitu SyiAoar Islam. Dibarengi dengan niat luhur semata-mata demi Allah, dan tidak lepas dari dimensi sosialnya sebagai sebuah ekspedisi, dengan demikian para guru dan pelatih terus menerus untuk mensyiarkan ayat-ayat Allah melalui membaca dan mempelajari Al-QurAoan satu kali seminggu. Selanjutnya program ini diselenggarakan rutin yang mempertandingkan jago-jago antar kelurahan ke tingkat kecamatan sampai tingkat internasional, diharapkan agar masing-masing pemegang kebijakan di semua wilayah mendorong dan mendukung aktivitas-aktivitas pembelajaran Al QurAoan, dalam hal ini terwujud adanya kegiatan maghrib mengaji dan dibiayai oleh pemerintah setempat. Selain itu di Sekolah juga para guru Agama juga termotifasi untuk membimbing siswa dengan berbagai kegiatan yang memasukkan program yang berhubungan dengan musabaqah tilawatil QurAoan. Program kegiatan keagamaan ini juga ada dalam tri darma perguruan tinggi sebagai wujud pengabdian masyarakat dalam setiap semester. Salah satu dosen bisa terjun langsung ke lapangan untuk ikut serta mendampingi, memberi semangat kepada anak-anak dan masyarakat setempat bahwasanya tanggung jawab pendidikan Islam itu kita semua untuk menerapkan sebuah konsep pendidikan seumur hidup. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam musabaqoh yang dilaksanakan di teluk kiambang ini terdiri dari beberapa kegiatan/cabang jenis perlombaan, seperti halnya tahfidhz . Syarkh . Cerdas Cermat Al-QurAoan. Berikut cabang-cabang Kegiatan MTQ: Hasil Cabang Tilawah meliputi Musabaqah Tilawatil QurAoan (MTQ) adalah suatu jenis lomba membaca Al-QurAoan dengan bacaan mujawwad dan murottal yaitu bacaan Al-QurAoan yang mengandung nilai ilmu membaca, seni baca dan adab membaca menurut pedoman yang telah Cabang inilah merupakan cabang dimana sangat banyak peminatnya. Banyak peserta yang berusaha untuk menjadi salah satu peserta terbaik dalam cabang ini. Karena cabang ini adalah cabang inti dari semua cabang perlombaan yang ada. Cabang tilawah Al-QurAoan terdiri dari 5 golongan yang terdiri dari golongan pria (QoriA. dan golongan wanita (QoriAoa. , yaitu: Golongan Tartil Al-QurAoan anak-anak menampilkan 2 putra dan putri Golongan QoriAo Anak-anak menampilkan 2 putra dan putri Golongan QoriAo Remaja menampilkan 2 putra dan putri Golongan QoriAo Dewasa menampilkan 2 putra dan putri Cabang Tahfidhul QurAoan adalah suatu jenis lomba membaca Al-QurAoan dengan hafalan yang mengandung aspek ketepatan dan kelancaran hafalan, ilmu dan adab didahului membaca Al QurAoan dengan bacaan mujawwad . eni bac. menurut pedoman yang telah ditentukan. Cabang Hifzh Al QurAoan terdiri dari 5 golongan yang bisa diikuti oleh golongan putra . dan golongan putri (Hafizha. , yaitu: Golongan 1 juz, umur 9-11 Golongan 5 juz, umur 12-15 Golongan 10 juz, umur 15-18 Golongan 20 juz, umur 18-20 Khusus golongan 1 dan 5 juz di dahului dengan Tilawah sebagaimana ketentuan dalam cabang Tilawah, dan tentunya setiap peserta harus memenuhi ketentuan-ketentuan umum dengan persyaratan ketentuan yang ada. Namun golongan ini tidak menampilkan dikarenakan umur tidak memenuhi syarat. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Cerdas Cermat Al QurAoan (Fahmil QurAoa. Cerdas cermat, mempersyaratkan adanya konsep satu jawaban untuk satu pertanyaan. Sehingga peserta tidak mempunyai peluang jawaban lain. Hal ini sangat berpengaruh pada ilmu pengetahuan. Orang dididik untuk berfikir linier, yang mengakibatkan kakunya prinsip yang di pegang. Dalam cabang ini tiap delegasi mendelegasikan kafilahnya satu grup yang terdiri dari 3 orang. Syarhil Al Quran (Tafsi. Adalah suatu jenis lomba semacam pidato namun secara berkelompok, yang terdiri dari 3 orang dengan masing-masing fungsi yaitu sebagai Pensyarah. Sari Tilawah. QoriAo/Qoriah. Kelompok ini mendapat juara tiga dari 14 peserta. 2 Pembahasan Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil QurAoan (MTQ) mengembangkan ruang lingkup kegiatannya setelah dibentuknya Lembaga Pengembangan Tilawatil QurAoan (LPTQ) pada tahun 1988 yang menjadikan MTQ sebagai sarana pemahaman, penghayatan, dan motivasi pengamalan ajaran Al-QurAoanAy. Termaktub dalam Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Meneteri Agama Nomor 128 Tahun 1982 dan Nomor 44 Tahun1982 tentang Usaha Peningkatan Kemampuan Baca Tulis Al QurAoan bagi Umat Islam Dalam Rangka Kehidupan Sehari-hari (UPTD Pedoman Pelatihan Tilawatil QurAoan, 2. Adapun untuk mencapai tujuan dari LPTQ itu sendiri diantaranya ialah melakukan usaha-usaha: . Menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil QurAoan di Tingkat Daerah dan Provinsi. Menyelenggarakan pembinaan Tilawah . aca dan lag. , tahfidz . , khat . ulis inda. , puitisasi dan pameran Al-QurAoan. Meningkatkan pemahaman Al-QurAoan melalui penterjemahan, pentafsiran, pengkajian dan klasifikasi ayat-ayat. Meningkatkan penghayatan dan pengamalan Al-QurAoan dalam kehidupan sehari-hari (Buku Pedoman MTQ xIV, 2. Lembaga Pengembangan Tilawatil QurAoan (LPTQ) Teluk kiambang sampai saat ini juga belum bisa berkembang secara baik. Hal itu bisa dilihat dari daftar prestasi para Qari dan QariAoah yang setiap tahun kian merosot. Dibuktikan dengan hasil Prestasi dari Musabaqoh Tilawatil QurAoan (MTQ) dan Seleksi Tilawatil QurAoan (STQ) ditingkat Nasional yang diadakan setiap dua tahun sekali. Pendampingan Musabaqah Tilawatil QurAoan tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan kompetitif, tetapi juga sebagai media pembelajaran sosial yang efektif. Hal ini sejalan dengan teori pembelajaran sosial Bandura yang menekankan pentingnya observasi dan imitasi dalam proses belajar. Selain itu, kegiatan MTQ juga mampu meningkatkan motivasi belajar Al-QurAoan sebagaimana dijelaskan dalam Self-Determination Theory bahwa dukungan lingkungan dan rasa kompetensi dapat memperkuat motivasi intrinsik peserta (Yuliana & Prasetyo, 2. Di sisi lain. MTQ juga berperan sebagai sarana pembentukan karakter religius generasi muda (Ramadhan & Fauzi, 2. serta menjadi media dakwah yang adaptif di era digital (Zulfikar & Aminah, 2. Dengan demikian, optimalisasi pendampingan MTQ menjadi strategi penting dalam membentuk generasi QurAoani yang berkarakter, kompeten, dan visioner. Berdasarkan teori Manheim setiap perilaku social memiliki tiga makna: pertama, makna objektif makna yang berlaku untuk semua orang. Dalam kasus MTQ makna objektifnya adalah peraturan dalam acara dan pelaksanaannya difahami sebagai sebuah kegiatan rutin yang berupa kompetisi yang menjadikan Al-QurAoan sebagai objek yang dibiayai oleh pemerintah dengan aturan-aturan tertentu. Kedua, makna ekspresif yaitu makna yang difahami oleh setiap personal untuk mensyiAoar agama Islam dengan Al-QurAoan namun secara pribadi banyak yang menjadikan sebagai ajang motivasi, meningkatkan penghayatan Al-QurAoan, meningkatkan silaturahmi dan terkadang ada juga yang menjadikannya sebagai ajang mencari keuntungan pribadi. Ketiga, makna dokumenter makna yang terkandung didalamnya. Makna yang tersirat dari MTQ adalah mensyiAoarkan al-QurAoan di masyarakat dengan mengunakan kegiatan yang lebih menarik (Mohammad Ali Alhamidi, 2. Setidaknya ada dua macam misi yang hendak diwujudkan oleh umat Islam berkaitan dengan fenomena musabaqoh ini. Pertama. SyiAoar Islam. Walaupun niat luhur dibalik kegiatan yang semarak ini semata-mata adalah demi Allah semata, musabaqoh ini tidak lepas dari dimensi sosialnya sebagai sebuah ekspedisi (Maulana R, 2. Kedua, tujuan internal. Dengan P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. menyelenggarakan perlombaan rutin yang mempertandingkan jago-jago antar wilayah dari mulai tingkat kecamatan sampai tingkat internasional (Nurhayati. E, 2. , diharapkan agar masing-masing pemegang kebijakan guru di semua wilayah mendorong dan mendukung aktivitas-aktivitas pembelajaran Al QurAoan (Rahmawati. I, 2. Gambar 1. Musyawarah Musabaqah Tilawatil QurAoan Pendamping dan Panitia Gambar 2. Pendamping Berkolaborasi dengan Paanitia dan Dewan Hakim Gambar 3. Dokumentasi Optimalisasi Pendampingan Musabaqah Tilawatil QurAoan Upaya Mencetak Generasi QurAoani yang Berprestasi Visioner Sesuai Zaman Era Digital Kecamatan Teluk Kelasa Kecamatan Keritang P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Adapun dasar pelaksanaan kegiatan ini yang berdasarkan Al-QurAoan diantaranya yaitu: Al Baqarah, 2: 185 AuBeberapa hari yang ditentukan itu iala. Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan . Al QurAoan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasanpenjelasan mengenai petunjuk dan pembeda . ntara yang hak dan yang bathilAAoAo. QS. Al-Qamar 54: 17 Audan Sesungguhnya telah kami mudahkan Al-QurAoan untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?Ay. QS. Al-Hijr 15: 9 AuSesungguhnya kamilah yang menurunkan AlQurAoan dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanyaAy (Al-QurAoan Depag, 2. KESIMPULAN Dari uraian diatas kegiatan musabaqah ini, diharapkan dapat terangkai menjadi sebuah persembahan yang dapat mencapai sasaran kepada putra/putri generasi masyarakat, penerus estafet perjuangan Islam guna menegakkan Syariat Allah di muka bumi ni. Keberadaan al-QurAoan yang menyatu dalam masyarakat memberikan warna-warna yang beraneka ragam mampu memberikan lokal wisdom yang kuat dan mengakar. Musabaqoh Tilawatil Quran merupakan kegiatan yang ditujukan untuk motifator kita dalam memelihara alQuran. Dari acara ini membuat al-QurAoan yang diangap sebagai wahyu menjadi lebih membumi di masyarakat. Selain itu memberikan sebuah alternatif dalam merespon keberadaan al-QurAoan dengan sebuah sarana kompetisi. Kegiatan Musabaqoh Tilawatil Quran memiliki kegiatan rutin yang dilaksanakan di tingakat kecamatan hingga Internasional dengan melibatkan banyak pihak untuk lebih menghayati kehadiaran al-QurAoan. Dan mampu menghadirkan kegiatan kompetisi yang berobjekkan al-QurAoan dengan tingkat partisipasi yang tinggi. DAFTAR PUSTAKA