Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 1. Januari 2025 . Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV Mulya Yusnarti1. Eka Yulianti2. Intan Putri Wulandari3 1,2,3STKIP Yapis Dompu. Nusa Tenggara Barat. Indonesia Email: mulyayusnarti@gmail. Article Info Article History Submission: 2024-10-10 Accepted: 2025-01-02 Published: 2025-01-25 Keywords: Influence. Learning model. Inquiry Based Learning. Learning outcomes. Artikel Info Sejarah Artikel Penyerahan: 2024-10-10 Diterima: 2025-01-02 Dipublikasi: 2025-01-25 Kata kunci: Pengaruh. Model Pembelajaran. Inquiry Based Learning. Hasil Belajar. Abstract The Inquiry-Based Learning (IBL) model is a learning approach that focuses on developing critical, logistical and analytical thinking skills in order to independently seek and find answers to a problem posed. This research was motivated by problems that occurred at SD Negeri 17 Woja, where class IV students were less serious and less focused in receiving and understanding learning material. This research is quantitative research using experimental methods. Data collection techniques include observation, tests, and Data analysis was carried out using normality tests, homogeneity tests, and hypothesis tests. The results of the research show that there is a significant influence of the Inquiry-Based Learning model on the learning outcomes of class IV students at SD Negeri 17 Woja. This is proven by the results of the t test which shows a significance value 000 (<0. , which means there is a significant influence. Apart from that, an increase in student learning outcomes was seen after implementing the Inquiry-Based Learning learning model. Abstrak Model Inquiry-Based Learning (IBL) merupakan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, logis, dan analitis dalam rangka mencari dan menemukan jawaban secara mandiri atas suatu permasalahan yang Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi di SD Negeri 17 Woja, di mana siswa kelas IV kurang serius dan kurang fokus dalam menerima dan memahami materi pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model Inquiry-Based Learning terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 17 Woja. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji t yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,. , yang berarti terdapat pengaruh signifikan. Selain itu, peningkatan hasil belajar siswa terlihat setelah penerapan model pembelajaran Inquiry-Based Learning. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun dan mencerdaskan kehidupan Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang mendefinisikan pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar serta proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Potensi tersebut mencakup kemampuan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (Safitri. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan akademis, tetapi juga mengembangkan karakter menghadapi tantangan di era global. http://journal. org/index. php/jekas Peran pendidikan dalam pembangunan bangsa tidak dapat dipungkiri, karena pendidikan merupakan agen perubahan, pengendali sosial, dan pembaharu. Dalam konteks ini, sistem pendidikan harus terus diperbarui agar sesuai dengan tuntutan zaman yang semakin maju. Berbagai aspek pendidikan, mulai dari kurikulum, prasarana, semuanya harus dirancang dan dilaksanakan secara sinergis untuk mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Komponenkomponen dalam sistem pendidikan, seperti pendidik, peserta didik, serta fasilitas pendidikan, memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan proses belajar mengajar. Namun, berbagai tantangan dalam proses pembelajaran sering kali muncul, terutama terkait dengan partisipasi aktif siswa. Banyak siswa yang bersikap pasif, enggan, atau bahkan malu untuk mengemukakan pendapatnya. Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 1. Januari 2025 . Kondisi ini dapat menghambat kelancaran proses pembelajaran dan menurunkan kreativitas Jika masalah ini tidak diatasi, dampaknya adalah rendahnya tingkat pemahaman siswa dan hasil belajar yang tidak memuaskan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pengajaran yang inovatif dan tepat guna, agar siswa dapat lebih terlibat aktif dalam proses belajar. Salah satu faktor pembelajaran adalah metode pengajaran yang digunakan oleh guru. Penggunaan metode yang kurang tepat dapat menyebabkan siswa kurang tertarik dan terlibat dalam proses belajar. Guru memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Seiring dengan berkembangnya dunia pendidikan, metode pembelajaran yang interaktif dan partisipatif semakin disoroti sebagai alternatif untuk mengatasi masalah pasifnya siswa dalam pembelajaran. Penerapan model pembelajaran yang tepat tidak hanya disesuaikan dengan materi yang diajarkan, tetapi juga dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Model pembelajaran yang interaktif, seperti Inquiry-Based Learning (IBL), dapat menciptakan interaksi timbal balik antara guru dan siswa serta antar siswa. Hal ini penting untuk memastikan bahwa siswa tidak hanya menjadi penerima pasif, tetapi juga berperan aktif dalam proses belajar, sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih dinamis dan bermakna. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada 26 Oktober 2023 di SD Negeri 17 Woja, ditemukan bahwa siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS menunjukkan rendahnya pemahaman terhadap Salah satu penyebab utama dari masalah pembelajaran yang variatif. Guru lebih sering membuat siswa hanya duduk, mendengarkan, dan Akibatnya, siswa menjadi kurang fokus, berbicara sendiri, atau bahkan mengantuk selama Hal mempengaruhi hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan harapan. Pengamatan ini menggaris pembelajaran yang lebih bervariasi dan interaktif. Model seperti Inquiry-Based Learning dapat memberikan suasana belajar yang lebih menarik dan merangsang motivasi siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Dengan suasana yang lebih dinamis, diharapkan siswa tidak lagi merasa bosan dan lebih fokus dalam memahami materi yang diajarkan. Menurut Golu . alam Safitri, 2. Inquiry-Based Learning merupakan rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan kemampuan siswa secara maksimal dalam mencari dan menyelidiki masalah secara sistematis, kritis, logis, dan analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuan http://journal. org/index. php/jekas dengan penuh percaya diri. Model pembelajaran ini menekankan pada kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa untuk mencari jawaban atas permasalahan yang dihadapi. Hamdaya . alam Safitri, 2. juga menegaskan bahwa Inquiry-Based Learning adalah proses untuk memperoleh informasi melalui observasi atau eksperimen guna memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis dan logis. Oleh karena itu. Inquiry-Based Learning permasalahan yang terjadi di SD Negeri 17 Woja, khususnya dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Menurut Djamarah . metode eksperimen merupakan cara penyajian pelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam eksperimen siswa diberikan kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu objek, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri mengenai suatu objek, keadaan atau proses Jenis penelitian ini yang digunakan adalah Pra-Experimental Design. Jenis penelitian eksperimen yang digunakan adalah design tipe one group pretest-posttest . es awal tes akhir kelompok tungga. Menurut Arikunto (Aslami et al, 2019: . , mengatakan, bahwa one group pretest-posttest design adalah kegiatan penelitian yang memberikan tes awal . sebelum diberikan perlakuan, setelah diberikan perlakuan barulah memberikan tes akhir . Setelah melihat pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberikan perlakuan. Penggunaan desain ini disesuaikan dengan tujuan yang hendak Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa 150 orang. Sampel dalam penelitian ini kelas IV berjumlah 20 orang siswa dengan menggunakan tehnik pengambilan purposive Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 17 Woja. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Berdasarkan hal-hal yang berkaitan dengan penelitian ini, teori-teori yang mendukung penelitian, dan metode yang digunakan dalam penelitian, dalam bab ini akan menjelaskan hasil dari penelitian. Penelitian akan dipaparkan berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan Pembahasan dalam bab ini didapat melalui hasil pengumpulan data melalui studi wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang dibutuhkan dalam Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 1. Januari 2025 . Tabel 1. Uji Normalitas Data Hasil Belajar Siswa Kelas Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai signifikan dari hasil pretest dan posttest pada satu kelas. Perhitungan normalitas yang dihasilkan lebih besar dari nilai signifikan 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data prettest dan posttest pada satu kelas berdistribusi normal. Dan dapat diketahui statistik adalah kolom statistik. DF . egree of freedo. adalah derajat kebebasan. Sig adalah nilai Uji Homogenitas bertujuan untuk dapat mengetahui sebaran data apakah mempunyai varians yang sama atau tidak. Telah diketahui bahwa data berdistribusi normal Data dikatakan homogeny jika mempunyai nilai signifikansi >0,05. Uji Homogenitas dilakukan dengan SPSS 25 sehingga diperoleh data test of homogeneity of variances sig pada tabel Tabel 2. Uji Homogenitas Berdasarkan hasil uji homogenitas, diperoleh nilai variansi sebesar 0,891>0,005 sehingga kedua data tersebut homogen. Tabel 3. Uji Hipotesis Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pada perhitungan uji t menggunakan rumus paired sampel T-test hasil diketahui nilai 0,000<0,005 disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Rata-rata hasil belajar siswa pada bagaimana wujud benda berubah rata-rata hasil belajar. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Inquiry Based Learning pada materi bagaimana wujud benda terhadap hasil belajar siswa. Dapat diketahui http://journal. org/index. php/jekas keterangan masing-masing pada table uji t. adalah nilai tabel. Df . egree of freedo. adalah derajat kebebasan. Sig. -taile. adalah posisi penolakan berada pada kedua sisi. Mean adalah perbedaan rata-rata. Standar deviation atau simpangan baku adalah ukuran sebaran data secara umum. Standar error mean adalah besar kecilnya nilai kesalahan yang digunakan untuk mengukur tingkat ketelitian dari mean. Confidence Interval of the Difference adalah interval kepercayaan. Lower adalah lebih rendah. Upper adalah lebih atas. Pembahasan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Inquiry Based Learning terhadap hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri 17 Woja. Peneliti memilih model Inquiry Based Learning agar memudahkan siswa dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru. Hasil belajar diketahui dari data yang diperoleh melalui tes soal pilihan ganda pada kompetensi inti yaitu materi bagaimana wujud benda berubah yang terdiri dari 10 item soal yang dimana setiap soal memiliki bobot 10 berarti 10y10=100. Soal diberikan pada 20 siswa kelas IV, tes awal atau pretest untuk mengetahui kemampuan awal hasil belajar kelas IV. Setelah diberikan butiran soal kepada masing-masing siswa, sehingga terdapat hasil 1,640 dengan nilai rata-rata 82. Selanjutnya perhitungan model Inquiry Based Learning menggunakan uji statistic T-test dengan menggunakan Langkah-langkah pengujiannya, pengujian hipotesis juga dilakukan uji prasyarat kolmogrov-smirnov berdistribusi normal. Dan pengujian homogenitas berdasarkan hasil perhitungan rumur varians dan setiap varians bersifat homogen. Berdasarkan hasil penelitian hipotesis dapat diketahui bahwa ada pengaruh yang signifikan penguasaan materi terhadap hasil belajar siswa Negeri Woja menggunakan model Inquiry Based Learning pada siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan yaitu thitung lebih besar dari ttabel dengan taraf signiifikan 5%. =0,. , kelas IV diberikan tes awal . Hal ini bertujuan pembedaan kemamampuan siswa. Dalam proses belajar siswa khususnya pada materi bagaimana wujud benda berubah diberikan perlakuan menggunakan model Inquiry Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar Setelah diberikan perlakuan kemudian diberikan tes akhir . untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan hsil belajarkelas IV. Menurun atau meningkatnnya hasil belajar dapat dilihat dari nilai rata-rata posttest pada kelas IV. Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 1. Januari 2025 . Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data dalam penelitian ini dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Inquiry Based Learning dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, karena dengan proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Inquiry Based Learning akan menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Oleh karena itu, hal ini menunjukan adanya pengaruh model pembelajaran Inquiry Based Learning terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 17 Woja. IV. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan pembahasan pada bab IV, dapat disimpulkan sebagai berikut: Terdapat pengaruh model pembelajaran Inquiry Based Learning yang signifikan model Inquiry Based Learning terhadap hasil belajar siswa bedasarkan hasil hipotesis yang dilakukan diketahui nilai signifikan 0,000<0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil belajar siswa dengan pembelajaran menggunakan model Inquiry Based Learning pada kelas IV SD Negeri 17 Woja mendapat nilai hasil belajar dengan nilai rata-rata 82,00 dengan jumlah siswa 20 Saran