ORIGINAL ARTICLE - AACENDIKIA: Journal of Nursing AACENDIKIA: Journal of Nursing. Volume 3 . Desember 2024, p. https://doi. org/10. 59183/aacendikiajon. Pengetahuan IBU Hamil Tentang Anemia Pregnant Women's Knowledge About Anemia Yuningsih Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Cendikia Abditama *Correspondence: Yuningsih. Address: Jalan Arteri JORR Jatiwarna. Kec. Pondok Melati. Bekasi. Email: yuningsih24@yaho. Responsible Editor: Rohandi Baharuddin. Kep. Ns. Kep Received: 24 November 2024 U Revised: 26 Desember 2024 U Accepted: 30 Desember 2024 ABSTRACT Anemia in pregnant women is a condition characterized by hemoglobin levels below normal limits, which is less than 11 g/dL in the first and third trimesters, and less than 10. 5 g/dL in the second trimester. This condition can increase the risk of pregnancy and childbirth complications. Pregnant women's knowledge about anemia is an important factor in efforts to prevent and treat anemia during pregnancy. This study aims to describe the level of knowledge of pregnant women about anemia in the Kelapa Dua Health Center work area. Tangerang Regency. The research method used was an analytical survey with a cross-sectional study approach. The study sample consisted of 20 pregnant women selected based on predetermined inclusion criteria. Data were collected through a questionnaire containing questions related to knowledge about anemia and hemoglobin level examination. The results showed that the majority of respondents were under 20 years old . %) and had a bachelor's degree . %). Based on the results of data analysis, 75% of pregnant women had sufficient knowledge about anemia, while 25% had insufficient knowledge. The prevalence of anemia in this study was 15%, with 3 out of 20 pregnant women experiencing anemia. Statistical analysis shows a significant relationship between the level of knowledge of pregnant women and the incidence of anemia . -value <0. So it is concluded that the level of knowledge of pregnant women about anemia plays an important role in preventing and reducing the risk of anemia during pregnancy. ABSTRAK Anemia pada ibu hamil adalah kondisi yang ditandai dengan kadar hemoglobin di bawah batas normal, yaitu kurang dari 11 g/dL pada trimester pertama dan ketiga, serta kurang dari 10,5 g/dL pada trimester kedua. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Pengetahuan ibu hamil mengenai anemia menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan dan penanganan anemia selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia di wilayah kerja Puskesmas Kelapa Dua. Kabupaten Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Sampel penelitian terdiri dari 20 ibu hamil yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang berisi pertanyaan terkait pengetahuan tentang anemia dan pemeriksaan kadar hemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia di bawah 20 tahun . %) dan memiliki tingkat pendidikan sarjana . %). Berdasarkan hasil analisis data, 75% ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai anemia, sementara 25% memiliki pengetahuan yang Prevalensi anemia dalam penelitian ini adalah 15%, dengan 3 dari 20 ibu hamil mengalami anemia. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan kejadian anemia . -value < 0,. Sehingga disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai anemia berperan penting dalam mencegah dan menurunkan risiko anemia selama kehamilan. Keywords: anemia. pregnant women. Pendahuluan Anemia dalam kehamilan kondisi dengan kadar hemoglobin dibawah 11 gram% pada trimester satu dan tiga atau kadar dibawah 10,5 gram% pada trimester kedua (Prawirohardjo, 2. Anemia meningkatkan 55 | E-ISSN: 2963-6434 risiko komplikasi perdarahan antepartum dan postpartum yang jika tidak tertangani dengan baik akan berakibat fatal, sebab ibu hamil dengan anemia tidak dapat mencegah terjadinya kehilangan darah (Fikriana U, 2. A 2024 AACENDIAKIA: Journal of Nursing. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). Yuningsih . AACENDIKIA: Journal of Nursing Penyebab kematian ibu terbesar adalah Menurut WHO bertanggung jawab atas 35% kematian ibu di dunia dengan insidennya adalah 0,8-1,2% untuk setiap kelahiran. Kejadian perdarahan pada persalinan erat kaitannya dengan kejadian anemia. Ibu dengan keadaan anemia akan dengan cepat terganggu kondisinya bila kehilangan darah meskipun hanya sedikit. Anemia juga memberikan dampak pada janin yang dikandung seperti Berat Badan Lahir Rendah. Intra Uterine Fetal D death, cacat bawaan, premature dan infeksi pada janin (Saifuddin, 2. Anemia dapat menyebabkan kematian ibu karena beresiko mengalami perdarahan. Karena ibu yang menderita anemia tidak dapat mentoleransi kehilangan darah seperti orang yang tidak menderita anemia. Oleh sebab itu, upaya menurunkan anemia ibu hamil lebih dilakukan secara optimal mengingat target penurunan jumlah kematian ibu menjadi prioritas permasalahan Umumnya penyebab anemia adalah kehilangan darah secara kronis, asupan zat besi yang tidak cukup dan penyerapan yang tidak adekuat dan meningkatnya kebutuhan zat besi (Arisman, 2. Untuk anemia pada wanita penyebabnya adalah adalah kurang memadainya asupan zat besi (F. dalam makanan yang dikonsumsi, meningkatnya kebutuhan Fe saat hamil dan menyusui . erubahan fisiologi. dan kehilangan darah yang banyak . ada haid-haid sebelumnya dan persalinan yang lal. Salah satu kelompok risiko tinggi terpapar anemia adalah wanita hamil, wanita nifas dan wanita yang banyak kehilangan darah saat menstruasi. Selain faktor di atas ada juga faktor utama yang Rendahnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu hamil menjadi faktor penentu angka kematian, meskipun masih banyak faktor yang harus diperhatikan untuk menangani masalah ini. Persoalan kematian yang terjadi lantaran indikasi yang lazim muncul, yakni perdarahan, keracunan kehamilan yang disertai kejang-kejang, aborsi, dan infeksi. Salah satu indikasi yang sering dialami oleh ibu hamil adalah anemia dalam kehamilan, pada wanita hamil yang mengalami anemia dapat meningkatkan frekuensi terjadinya komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Resiko kematian maternal, prematur dan BBLR. Gejala yang paling umum terjadi pada wanita hamil yang mengalami anemia seperti cepat merasa lelah, sering merasa pusing, dan mual dan muntah yang lebih hebat pada usia kehamilan muda (Ulfa. Menurut Wati . terjadinya anemia pada ibu hamil dapat disebabkan dari berbagai hal, yaitu defisiensi besi, penghancuran sel darah merah yang berlebihan dalam tubuh sebelum waktunya . , perdarahan kronik, produksi sel darah yang tidak optimal, gangguan pembentukan eritrosit oleh sumsum tulang belakang, umur ibu hamil, paritas, kekurangan energi kronik (KEK), infeksi dan penyakit, jarak kehamilan, pengetahuan. Pada masa kehamilan trimester II dan i ibu hamil membutuhkan zat besi yang terus meningkat sebesar 200-300%. Trimester ini menyebabkan volume darah pada ibu hamil meningkat 25% sehingga zat besi sangat Menurut Wati . terjadinya anemia pada ibu hamil dapat disebabkan dari berbagai hal, yaitu defisiensi besi, penghancuran sel darah merah yang berlebihan dalam tubuh sebelum waktunya . , perdarahan kronik, produksi sel darah yang tidak optimal, gangguan pembentukan eritrosit oleh sumsum tulang belakang, umur ibu hamil, paritas, kekurangan energi kronik (KEK), infeksi dan penyakit, jarak kehamilan, pengetahuan. Pada masa kehamilan trimester II dan i ibu hamil membutuhkan zat besi yang terus meningkat sebesar 200-300%. Trimester ini menyebabkan volume darah pada ibu hamil meningkat 25% sehingga zat besi sangat Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia di wilayah kerja Puskesmas Kelapa Dua. Kabupaten Tangerang. https://aacendikiajournal. com/ojs/index. php/Journal-of-Nursing | 56 Yuningsih . Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik yang merupakan penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan cross sectional study yaitu pendekatan yang mempelajari hubungan antara variabel bebas . aktor risik. dengan variabel terikat . dengan melakukan pengukuran Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari Tahun 2023 yang dilaksanakan wilayah Puskesmas Kelapa Dua Tangerang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berjumlah 20 orang. Hasil Tabel 1. Karakteristik responden dalam penelitian ini yaitu umur dan pendidikan . Karakteristik Umur Ibu < 20 tahun 21 Ae 35 tahun >36 Pendidikan ibu SMP SMA Tabel 1 didapatkan bahwa bahwa dari 20 orang ibu hamil, sebagian besar berusia kurang dari 20 tahun sebanyak 65 %. Sedangkan untuk Pendidikan ibu tertinggi sarjana n 55 % Tabel 2. Distribusi frekuensi pengetahuan dan kejaian anemia responden . Variabel Pengetahuan Cukup Kurang Anemia Tidak anemia Anemia Tabel 2 menunjukan pengetahuan tentang dan pengetahuan kurang 25%. Ibu dengan anemia anemia sebanyak 15 orang 75 % kaategori cukup, dengan sebanyak 3 orang sebesar 15%. Tabel 3. Pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil Pengetahuan Anamia pada ibu hamil Anemia Tidak anemia Total 57 | E-ISSN: 2963-6434 Cukup Kurang Total p value 0,010 Yuningsih . AACENDIKIA: Journal of Nursing Tabel 3 menunjukkan ibu hamil yang mengalami anemia yang cukup pengetahuan sebanyak 1 orang dan yang kurang 2 orang. Ibu hamil dengan tidak anemia dengan pengetahuan cukup 10 orang. Pembahahan Penelitian dengan judul Gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia di wilayah kelapa dua. Didapatkan data adalah bahwa usia yang paling banyak ibu hamil dibawah 20 tahun. Organ reproduksi pada usia kurang 20 tahun, belum sempurna. Pendidikan ibu hamil yang paling banyak sarjana ( strata satu ). Sedangkan tingkat pengetahuan ibu hamil yang cukup Sedangkan ibu hamil yang anemia sebanyak 3 orang sedangkan yang tidak anemia sebanyak 17 orang. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan anemia dimana p. 0,01. Widyarni & Qoriati . menyebutkan bahwa adanya hubungan pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil memberikan makna bahwa pengetahuan yang baik sangat mendukung dan menjadi modalitas penting dalam usaha memelihara kesehatan ibu pada masa kehamilann diantaranya adalah dengan melakukan pemeriksaan secara rutin sesuai dengan anjuran petugas puskesmas, mengkonsumsi tablet tambah darah setiap hari, dan meningkatkan konsumsi makanan diantaranya meningkatkan konsumsi Peningkatan pengetahuan ibu hamil dapat diperoleh ibu melalui penyuluhan yang diberikan petugas kesehatan dalam kunjungan ANC (Nurdin et al. , 2. Ibu hamil yang diberikan tambahan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan gizi dan pola makan berbasis makanan kaya zat besi peningkatan kadar hemoglobin (Sunuwar et al. Pengetahuan tentang nutrisi yang tepat dan diet seimbang selama kehamilan dianggap penting untuk kesejahteraan janin. Sebuah studi yang dilakukan oleh Otoo & Adam . juga mengungkapkan perlunya melaksanakan program guna meningkatkan pengetahuan ibu hamil terutama gizi supaya menekan angka kejadian anemia. Program guna meningkatkan pengetahuan salah satunya dengan pendidikan gizi dan konseling. Pengetahuan adalah hasil tahu setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu. Dasar dari seseorang akan bertindak adalah pengetahuan. Pengetahuan merupakan hasil tahu yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yang terdiri dari indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan Sebagian diperoleh melalui penglihatan dan Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam terbentuknya tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2. Pengetahuan atau kognitif adalah faktor yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang . vert behavio. Pengetahuan seseorang terhadap objek mempunyai intensitas atau tingkatan yang Semakin baik pengetahuan ibu hamil tentang anemia, maka ibu tidak akan mengalami Penerimaan dan pemahaman terhadap informasi yang diterima seseorang yang berpendidikan lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang berpendidikan rendah (Edison, 2. Kurangnya pengetahuan responden tentang anemia hal ini mungkin disebabkan rendahnya tingkat pendidikan responden, karena minimnya informasi yang sampai ke masyarakat atau kurang pedulinya masyarakat terhadap informasi yang Tingkat mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang oleh karena kemampuan seseorang dalam menerima dan memahami sesuatu ditentukan oleh tingkat pendidikan yang dimilikinya. Berdasarkan teori tersebut disimpulkan bahwa seorang ibu hamil harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk memahami tentang anemia dalam kehamilan. Pengetahuan seseorang diperoleh dari pengalaman atau berbagai kegiatan misalnya mengikuti penyuluhan kesehatan, dan banyak faktor yang mempengaruhi pengetahuan, proses belajar wawasan berfikir, motivasi, tujuan dan nilai-nilai agama. Pengetahuan seseorang tentang anemia akan mempengaruhi perilaku dirinya terhadap anemia, bila pengetahuan ibu hamil tentang anemia kurang, tidak merasa butuh, tidak tahu manfaatnya atau sekedar ikut-ikutan tentunya akan menjadikan mereka tidak patuh minum tablet tambah darah sesuai anjuran untuk mencegah atau menjaga dirinya agar tidak terkena anemia. https://aacendikiajournal. com/ojs/index. php/Journal-of-Nursing | 58 Yuningsih . Padahal, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah sangat penting untuk ibu hamil apalagi bagi ibu yang anemia. Kesimpulan Mayoritas tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia adalah kategori cukup sebanyak 15 orang dan kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 3 orang di wilayah kerja Puskesmas Kelapa Dua Tangerang. Hasil uji statistik dengan chi-square p-value= 0,010 menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kelapa Dua Tangerang. Ibu hamil diharapkan lebih aktif menggali informasi tentang anemia dalam kehamilan sehingga ibu hamil lebih sehat dan terhindar dari anemia serta petugas kesehatan khususnya bidan agar lebih aktif dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil yang berkaitan dengan anemia dan pemilihan makanan yang mempunyai gizi dan zatzat yang dibutuhkan untuk mencegah terjadinya Referensi