Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Agustus 2025, pp. ISSN: 2721-3838. DOI: 10. 30596/jcositte. The Influence of the Teams Games Tournament (TGT) Learning Model on the Natural and Social Sciences Studies Learning Outcomes of Grade IV Students at SD Negeri 091496 Pematang Tanah Jawa Dipa Martina Sirait1. Muktar Bahruddin Panjaitan2. Hetdy Sitio3 1,2,3Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. Indonesia Email: dipasirait9@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 091496 Pematang Tanah Jawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes dan dokumentasi. Teknik tes yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan soal pilihan ganda sebagai pre-test dan post-test yang bernilai . jika jawaban benar dan bernilai . jika jawaban salah. Tes diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik analisis data dilakukan dengan uji normalitas dan uji hipotesis. Hasil uji t menunjukkan bahwa thitung sebesar 18,460, sedangkan ttabel sebesar 1,711 dengan taraf signifikan . -taile. Karena nilai thitung . lebih besar dari ttabel . , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 091496 Pematang Tanah Jawa. Dengan demikian. HCa diterima dan HCA ditolak. Keyword: Hasil Belajar. Model Pembelajaran. Teams Games Tournament ABSTRACT This study aims to determine whether or not there is an influence of the Teams Games Tournament learning model on the learning outcomes of fourth-grade students of SD Negeri 091496 Pematang Tanah Jawa. This type of research is quantitative research. Data collection techniques used in this study are tests and documentation. The test technique used in this study is using multiple-choice questions as a pre-test and post-test which are worth . if the answer is correct and worth . if the answer is wrong. The test is given before and after the treatment. Data analysis techniques are carried out by normality tests and hypothesis tests. The results of the t-test show that t count is 18. while t table is 1. 711 with a significant level . -taile. Because the t count value . is greater than t table . , it can be concluded that there is an influence of the Teams Games Tournament learning model on the learning outcomes of fourth-grade students of SD Negeri 091496 Pematang Tanah Jawa. Thus. HCa is accepted and HCA is Keyword: Learning Outcomes. Learning Model. Team Games Tournament Corresponding Author: Dipa Martina Sirait. Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. Jl. Sangnawaluh No. Siopat Suhu. Kec. Siantar Tim. Kota Pematang Siantar. Sumatera Utara 21136. Indonesia Email: dipasirait9@gmail. INTRODUCTION Pendidikan merupakan segala proses dalam bentuk suatu interaksi seseorang atau individu dengan lingkungan di sekitarnya, baik secara formal, nonformal, maupun informal. Proses belajar di sekolah berjalan lancar karena adanya kurikulum yang menjadi panduan dalam pelaksanaan pendidikan. Di Indonesia, kurikulum mengalami berbagai perubahan untuk disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Saat ini, kurikulum yang diberlakukan adalah Kurikulum Merdeka. Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa AuKurikulum Merdeka adalah sekumpulan rencana Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/HS A Jurnal Nasional Holistic Science dan pengaturan tentang tujuan, isi, materi pembelajaran serta metode yang digunakan sebagai panduan dalam pelaksanaan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Ay Pemberlakuan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar membawa berbagai perubahan. Salah satunya adalah penggabungan mata pelajaran IPA dan IPS menjadi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Tujuan dari hal ini adalah agar siswa dapat memahami dan mengintegrasikan pembelajaran tentang alam dan aspek Mata pelajaran IPAS sangat penting karena mempelajari tentang alam semesta serta peristiwa yang berlangsung di dalamnya. IPAS adalah bidang studi yang meneliti alam dan bagaimana unsur-unsur di dalamnya saling berinteraksi, serta kehidupan manusia baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial yang berhubungan dengan lingkungan mereka. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial berhubungan dengan kenyataan, ide, prinsip, hukum, dan teori. Mata pelajaran IPAS dan teknik diajarkan sejak tingkat dasar, dan siswa diharapkan dapat memahami berbagai hal serta mampu menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari. Belajar IPAS menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan hidup berdampingan secara harmonis dengan orang lain. Hal ini sangat penting untuk membentuk karakter yang peduli, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sesama. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan yaitu guru mampu mendidik siswa agar terlibat aktif dan merangsang pikiran siswa secara mendalam untuk memecahkan suatu masalah terkait materi pembelajaran (Fauziah & Anugraheni, 2. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di SD Negeri 091496 Pematang Tanah Jawa Tahun Ajaran 2025/2026, ditemukan bahwa hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPAS yang terdiri atas 25 siswa masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari data nilai ulangan harian siswa kelas IV SD Negeri 091496 Pematang Tanah Jawa. Tabel 1. Nilai Ulangan Harian Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV KKTP Nilai Kelas >70 <70 Jumlah Keseluruhan Jumlah Siswa 11 Orang 14 Orang 25 Orang Presentase Ketuntasan Tuntas Tidak Tuntas Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa masih banyak nilai siswa yang di bawah KKTP. Oleh karena itu, hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS masih cenderung rendah. Guru telah berusaha melakukan perbaikan dengan memberikan latihan dan pekerjaan rumah setiap akhir pertemuan, namun belum tercapai hasil yang diharapkan. Guru perlu menciptakan suasana belajar yang baru, yaitu dengan melakukan variasi model pembelajaran agar pembelajaran lebih menyenangkan. Kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran IPAS, menyebabkan sebagian siswa cenderung lupa dengan materi yang diajarkan. Hal ini dapat dilihat dari sebagian besar siswa yang ribut di kelas sehingga tidak dapat menyampaikan kembali materi yang sudah diajarkan. Hasil pembelajaran yang dicapai menunjukkan bahwa rendahnya prestasi siswa dapat disebabkan oleh gaya mengajar guru selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru diharapkan lebih aktif dan kreatif dalam menentukan model pembelajaran yang akan diterapkan. Jika pengajar dapat memilih dan menerapkan pendekatan pembelajaran yang sesuai, maka hasil belajar yang dicapai akan optimal (Sari & Rosidah, 2. Pengajar harus mampu memilih model pembelajaran yang tepat agar dapat memicu rasa ingin tahu siswa dan membuat mereka lebih antusias dalam mempelajari IPAS. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru perlu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar dapat memotivasi siswa untuk lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran. Dengan meningkatkan keaktifan dan keterlibatan siswa, minat mereka terhadap mata pelajaran IPAS diharapkan dapat berkembang, yang pada akhirnya mendukung keberhasilan Oleh karena itu, peneliti memutuskan untuk menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dalam penelitiannya untuk mengatasi masalah tersebut. Konsep utama dari pembelajaran kooperatif adalah kolaborasi antara siswa untuk belajar dan saling bertanggung jawab atas kemajuan belajar Pendekatan ini dapat diterapkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah turnamen permainan tim, yaitu suatu model pembelajaran yang memanfaatkan sistem kelompok kecil dengan anggota sebanyak empat hingga enam orang yang memiliki variasi kemampuan akademik, jenis kelamin, dan suku yang berbeda-beda (Hermawan & Rahayu, 2. Model pembelajaran tipe Teams Games Tournament menggabungkan turnamen akademis dengan kuis dan skor penilaian pada setiap kuis, di mana siswa bersaing sebagai perwakilan tim mereka melawan anggota tim lainnya. Model pembelajaran Teams Games Tournament mengajak semua siswa untuk berpartisipasi aktif, memberi kesempatan belajar dengan lebih santai sambil membangun rasa tanggung jawab, kerja sama, persaingan yang sehat, serta keterlibatan dalam proses belajar (Alawiyah et al. , 2. Pembelajaran kooperatif melalui Teams Games Tournament (TGT) juga menginspirasi siswa untuk merasa antusias selama proses (Dipa Martina Sirai. A Jurnal Nasional Holistic Science belajar melalui permainan yang dilakukan dan memungkinkan mereka untuk saling berinteraksi dengan bebas dalam menyelesaikan masalah serta berbagi ide selama kegiatan belajar. RESEARCH METHOD Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif merupakan jenis penelitian yang dilakukan secara sistematis, dirancang secara terencana, dan memiliki struktur yang jelas mulai dari tahap awal hingga penyusunan desain penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament terhadap hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS di SD Negeri 091496 Pematang Tanah Jawa Tahun Ajaran 2025/2026. Metode penelitian kuantitatif adalah metode yang menggunakan teknik pengukuran untuk menganalisis populasi atau sampel tertentu (Sugiyono, 2. Metode ini berlandaskan pada filosofi positivisme dan bertujuan untuk menggambarkan serta menguji hipotesis yang diajukan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model One Group PretestAePosttest Design yang diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament. Desain ini dilakukan dengan dua kali pengukuran terhadap hasil belajar siswa kelas IV. Pengukuran pertama . dilakukan untuk melihat kondisi siswa sebelum diterapkan model Teams Games Tournament, dan pengukuran kedua . dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkannya model Teams Games Tournament. Berikut ini adalah desain atau rancangan yang dapat diterapkan dalam penelitian ini. Tabel 2. Desain Penelitian Pretest Perlakuan Posttest Keterangan: OCA : Nilai pretest . ebelum diberi perlakua. : Pemberian perlakuan yang diberikan kepada siswa kelas IV . enggunakan model TGT) OCC : Nilai posttest . etelah diberikan perlakua. Hubungan antara OCA. X, dan OCC adalah untuk melihat apakah ada pengaruh dari perlakuan (X) terhadap subjek penelitian. Hal ini dilakukan dengan cara membandingkan nilai pretest (OCA) dengan nilai posttest (OCC). OCA sebagai titik referensi awal berfungsi untuk menilai kondisi subjek sebelum intervensi. Hal ini membantu peneliti memahami tingkat awal kemampuan atau karakteristik subjek. Selanjutnya. X adalah faktor yang diperkenalkan untuk menghasilkan perubahan. Peneliti berharap bahwa setelah siswa menerima perlakuan Teams Games Tournament (X), akan ada peningkatan atau perubahan pada kemampuan mereka. Sementara itu. OCC merupakan indikator hasil perlakuan yang digunakan untuk mengukur kondisi subjek setelah diberikan perlakuan. Dengan membandingkan OCC dengan OCA, peneliti ingin mengetahui apakah keduanya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Jika nilai OCC lebih tinggi secara signifikan daripada OCA setelah perlakuan X diberikan, maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan X memiliki efek positif. Sebaliknya, jika tidak ada perbedaan signifikan antara OCA dan OCC, atau OCC lebih rendah, maka perlakuan X mungkin tidak efektif atau bahkan berdampak negatif. Populasi dan Sampel Penelitian . Populasi Populasi didefinisikan sebagai wilayah generalisasi yang mencakup objek atau subjek dengan jumlah dan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan diambil kesimpulannya (Sugiyono, 2019:. Populasi bukan hanya sekadar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, tetapi juga meliputi keseluruhan karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subjek dan objek tersebut. Pada penelitian ini, populasi yang menjadi fokus adalah seluruh siswa SD Negeri 091496 Pematang Tanah Jawa. Sampel Penelitian Sampel adalah sebagian dari populasi yang diharapkan dapat mewakili populasi dalam penelitian. Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik penduduk (Sugiyono, 2. Oleh karena itu, sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar representatif . Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Terdapat berbagai teknik sampling yang dapat digunakan. Dalam penelitian ini digunakan teknik Non-Probability Sampling dengan menggunakan sampel jenuh. Sampel jenuh adalah teknik penentuan sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil . urang dari 30 oran. atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain dari sampel jenuh adalah sensus, yaitu ketika semua anggota populasi dijadikan sampel. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah siswa kelas IV SD Negeri 091496 Pematang Tanah Jawa. Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Agustus 2025: 268 Ae 273 Jurnal Nasional Holistic Science Tabel 3. Sampel Penelitian Kelas Siswa laki-laki Siswa Perempuan Jumlah Siswa Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah (Arikunto, 2. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Tes yang digunakan terdiri dari pre-test dan post-test untuk mengukur hasil belajar siswa. Bentuk tes berupa pilihan ganda sebanyak 30 soal yang belum divalidasi. Pertama, pre-test diberikan sebelum penerapan model pembelajaran, dengan tujuan untuk mengetahui penguasaan awal siswa terhadap Kedua, proses pembelajaran di kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Ketiga, setelah pembelajaran selesai, dilakukan post-test untuk mengetahui sejauh mana pengaruh model pembelajaran yang diterapkan. Tes ini diberikan kepada kelas eksperimen baik sebelum . re-tes. maupun sesudah . ost-tes. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data sangat penting dalam penelitian karena tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperoleh data yang valid. Tanpa teknik yang tepat, peneliti tidak akan dapat mengumpulkan data yang memenuhi standar yang diperlukan. Tes Instrumen yang berupa tes dapat digunakan untuk mengukur kemampuan dasar dan pencapaian atau prestasi siswa (Arikunto, 2. Tes ini digunakan dalam penelitian untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar siswa dengan memberikan instrumen tes yang terdiri dari 30 soal pilihan ganda. Dalam penelitian ini, tes terbagi menjadi dua, yaitu dilakukan pada tahap awal pembelajaran . re-tes. dan pada tahap akhir pembelajaran . ost-tes. Pada tahap awal pembelajaran . re-tes. , tes dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kemampuan awal siswa, sedangkan pada tahap akhir pembelajaran . ost-tes. , tes dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan model pembelajaran Teams Games Tournament. Jika hasil akhir pada post-test lebih tinggi dari hasil tes awal pada pre-test, maka dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament terhadap hasil belajar siswa. Dokumentasi Dokumentasi adalah teknik yang digunakan untuk memperoleh data dalam bentuk tulisan, gambar, angka, dokumen, dan buku (Arikunto, 2. Teknik ini digunakan dalam penelitian untuk mendapatkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan kata lain, dokumentasi adalah segala bentuk bahan yang menyajikan informasi langsung dari sumbernya. Dalam penelitian ini, dokumentasi digunakan untuk memperkuat hasil observasi dengan memperoleh data nama siswa dan data nilai siswa kelas IV SD Negeri 091496 Pematang Tanah Jawa. Teknik Analisis Data Dalam penelitian kuantitatif, analisis data dilakukan dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam proposal. Mengingat bahwa data yang digunakan bersifat kuantitatif, maka teknik analisis yang digunakan adalah metode statistik deskriptif. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi uji normalitas dan uji hipotesis. RESULTS AND DISCUSSION Penelitian dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 091496 Pematang Tanah Jawa dengan jumlah sampel sebanyak 25 siswa. Penelitian ini melibatkan pemberian tes dan dokumentasi. Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan uji coba instrumen soal di kelas IV SD Negeri 122384 Pematangsiantar. Sampel sebanyak 18 siswa di kelas IV diberikan 30 butir soal untuk dijawab. Setelah melaksanakan uji instrumen untuk siswa kelas IV, ditemukan bahwa 25 butir soal dinyatakan valid dan 5 butir soal dinyatakan tidak valid. Hasil uji validitas dari 30 butir soal yang diujikan menunjukkan bahwa 25 butir soal dinyatakan valid dan 5 butir soal dinyatakan tidak valid. Sedangkan hasil pengujian reliabilitas tes diperoleh rhitung = 0,904 yang termasuk dalam kategori reliabilitas tinggi. Selanjutnya, pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 6Ae9 Agustus 2025 dengan memberikan materi pembelajaran mengenai bagian tubuh tumbuhan. Tindakan yang diberikan terlebih dahulu yaitu melakukan pretest untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa sebelum perlakuan dilakukan. Adapun nilai rata-rata pretest yaitu 49,76. Untuk mengetahui kemajuan siswa setelah menerima perlakuan, siswa diberikan posttest yang terdiri dari butir soal yang sama, namun disajikan secara acak. Adapun nilai rata-rata posttest pada kelas IV yaitu 87,6. Nilai awal pretest siswa tergolong rendah dan mengalami kenaikan pada Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai pretest mengalami peningkatan yang signifikan setelah dilakukan posttest. Dengan demikian, seluruh siswa pada saat posttest memperoleh nilai di atas rata-rata. (Dipa Martina Sirai. A Jurnal Nasional Holistic Science Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai siswa dari pretest ke posttest setelah diterapkannya model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Hal ini mengindikasikan bahwa TGT berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Pada saat pretest, nilai yang diperoleh siswa masih rendah karena siswa belum memahami secara mendalam materi yang diajarkan. Setelah diberikan pembelajaran dengan menggunakan model TGT, terjadi peningkatan yang signifikan pada nilai posttest. Kenaikan nilai tersebut membuktikan bahwa siswa mampu menyerap materi lebih baik melalui kegiatan pembelajaran berbasis permainan dan kompetisi yang terdapat dalam TGT. Model TGT menekankan pembelajaran kooperatif melalui tim, permainan, dan turnamen yang memacu semangat siswa. Aktivitas permainan dan kompetisi mendorong siswa untuk aktif belajar, saling berdiskusi, serta berusaha memberikan jawaban yang benar demi kemenangan kelompoknya. Suasana belajar yang menyenangkan dan penuh tantangan ini membuat siswa lebih termotivasi, sehingga berdampak pada peningkatan pemahaman materi. Secara keseluruhan, peningkatan nilai posttest dibandingkan pretest membuktikan bahwa Teams Games Tournament (TGT) berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. TGT tidak hanya memberikan pemahaman konsep yang lebih baik, tetapi juga meningkatkan motivasi, keaktifan, dan kerja sama antar siswa. Dengan demikian. TGT layak dijadikan sebagai salah satu model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis . Untuk uji normalitas digunakan uji KolmogorovAeSmirnov guna mengetahui apakah data dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak dengan bantuan program statistik SPSS versi 21. Nilai Sig. posttest kelas eksperimen sebesar 0,12 > 0,05 sehingga dapat dinyatakan berdistribusi normal. Selanjutnya, hasil uji t pada kelas eksperimen diperoleh nilai Sig. -taile. untuk nilai pretest dan posttest sebesar 0,000 < 0,05, yang artinya terdapat pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 091496 Pematang Tanah Jawa. Hasil analisis paired sample test menunjukkan bahwa thitung > ttabel, di mana thitung sebesar 18,460, sedangkan ttabel dengan derajat kebebasan . 24 sebesar 1,711 dengan taraf signifikansi 0,05. Karena 18,460 > 1,711, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 091496 Pematang Tanah Jawa. Dengan demikian. HCa diterima dan HCA ditolak. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa model pembelajaran Teams Games Tournament dapat membantu siswa meningkatkan hasil belajar ke arah yang lebih baik. CONCLUSION Berdasarkan hasil data yang telah dipaparkan pada bagian sebelumnya, maka penulis mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Dari data hasil pretest, peneliti menemukan bahwa terdapat banyak siswa yang belum mencapai KKTP. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai siswa yaitu 49,76. Setelah mengetahui hasil belajar pretest, maka diberikan perlakuan menggunakan model Teams Games Tournament pada saat proses Tahap selanjutnya, peneliti memberikan posttest. Dari hasil analisis posttest siswa, peneliti menemukan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari jumlah siswa yang memperoleh nilai Ou 70 . ategori lulu. sebanyak 25 siswa dengan nilai rata-rata 87,6. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 18,460, sedangkan berdasarkan ttabel dari n Ae 1 = 24 pada taraf signifikansi 0,05 diperoleh nilai ttabel sebesar 1,711. Hasil tersebut menunjukkan bahwa thitung > ttabel . ,460 > 1,. , sehingga HCA ditolak dan HCa diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil belajar siswa pada pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini terdapat pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 091496 Pematang Tanah Jawa. REFERENCES