Yanti, et al. PIBJ Vol. 12 No. 2 Tahun 2025 A Systematic Literature Review RASIONALITAS INVESTOR RETAIL: PERAN INKLUSI KEUANGAN DAN TINGKAT PENGALAMAN INVESTASI Etyca Rizky Yanti1*. Muhammad Yusuf2. Meilanta Rantina3 Tri Lestari4 ,Ade Sri Mulyani5. Yunike Berry6 Universitas Binawan1. Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Negeri Jakarta2. Universitas Muhammadiyah Cileungsi3. Universitas BSI45. Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi6 rizkyyanti@binawan. id , myusuf_fe@unj. Meilanta@umci. id , tri. tle@bsi. aml@bsi. Yunike. berry@unismabekasi. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasionalitas investor ritel dengan meninjau peran inklusi keuangan dan tingkat pengalaman investasi melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian menggunakan teknik PRISMA dengan sumber data dari Scopus dan Google Scholar selama periode 2019Ae2024. Sebanyak 25 artikel diidentifikasi, dan 10 di antaranya dianalisis mendalam. Beberapa Hasil menunjukkan bahwa inklusi keuangan berpengaruh positif terhadap rasionalitas keputusan investasi melalui peningkatan literasi dan akses keuangan digital, sedangkan pengalaman investasi memperkuat hubungan tersebut. Namun, bias perilaku seperti overconfidence dan herding masih menjadi faktor penghambat rasionalitas Studi ini memberikan implikasi penting bagi pembuat kebijakan dan penyedia layanan keuangan untuk meningkatkan inklusi digital dan edukasi investor. Kata kunci: Rasionalitas Investor. Inklusi Keuangan. Pengalaman Investasi. Perilaku Keuangan. SLR ABSTRACT This study aims to analyze the rationality of retail investors by reviewing the role of financial inclusion and investment experience using a Systematic Literature Review (SLR) The research applies the PRISMA method with data from Scopus and Google Scholar between 2019 and 2024. A total of 25 articles were identified, with 10 selected for detailed analysis. The results indicate that financial inclusion positively affects investment rationality by enhancing financial literacy and digital access, while investment experience strengthens this relationship. However, behavioral biases such as overconfidence and herding remain barriers to full rationality. The study provides key implications for policymakers and financial service providers to enhance digital inclusion and investor education. Keywords: Investor Rationality. Financial Inclusion. Investment Experience. Behavioral Finance. SLR Yanti, et al. PIBJ Vol. 12 No. 2 Tahun 2025 PENDAHULUAN Perilaku investor ritel dalam pengambilan keputusan investasi menjadi topik yang semakin relevan di era digital. Perkembangan teknologi finansial dan meningkatnya akses terhadap pasar modal telah memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan investasi. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa investor ritel seringkali tidak sepenuhnya rasional karena pengaruh bias perilaku, keterbatasan literasi finansial, serta kurangnya pengalaman investasi (Aqham et al. , 2. Inklusi keuangan digital memainkan peran penting dalam memperluas akses layanan keuangan dan meningkatkan kapasitas investor untuk membuat keputusan yang lebih objektif dan efisien (Lu et al. , 2. Selain itu, pengalaman investasi berkontribusi dalam membentuk persepsi risiko dan meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap volatilitas pasar (Abdelbaki et al. , 2. Kendati demikian, penelitian empiris menunjukkan bahwa bias seperti overconfidence, herding, dan anchoring masih menyebabkan penyimpangan dari perilaku rasional (Rao, 2. Maka, diperlukan tinjauan sistematis untuk mengidentifikasi pola, metodologi, dan variabel dominan yang memengaruhi rasionalitas investor ritel di era inklusi keuangan digital. Berbagai platform digital telah berperan besar dalam mendorong pertumbuhan pesat fenomena investasi di Indonesia selama beberapa tahun terakhir, karena kemudahan akses ke pasar modal yang ditawarkannya. Transformasi digital tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga memperluas jangkauan pasar modal hingga ke kalangan masyarakat Dampaknya, partisipasi tidak lagi didominasi oleh investor institusional, melainkan juga diikuti oleh lonjakan signifikan partisipasi investor ritel. Investor ritel didefinisikan sebagai individu yang melakukan transaksi investasi secara mandiri, baik melalui manajer investasi maupun perusahaan sekuritas (Pangestu et al. , 2. Meskipun memiliki keterbatasan modal dibandingkan investor institusional, investor ritel kini memegang peran penting dalam dinamika pasar keuangan Indonesia (Sadeli et al. , 2. Data dari Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan bahwa jumlah investor ritel pada tahun 2023 telah mencapai 9,6 juta orang, naik dari 8,62 juta pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini tercermin dari pertumbuhan jumlah Single Investor Identification (SID) aktif, yang menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal (OJK, 2. Salah satu faktor pendorong utamanya adalah upaya intensif untuk menarik minat generasi muda, terutama generasi milenial dan Gen Z, melalui pendekatan berbasis teknologi dan digital. Namun demikian, peningkatan jumlah investor tidak selalu diikuti oleh peningkatan kualitas pemahaman terhadap prinsip-prinsip investasi yang rasional. Banyak investor ritel yang masih mengambil keputusan secara emosional atau berdasarkan informasi yang terbatas. Padahal, keputusan investasi seharusnya didasarkan pada analisis yang cermat, pertimbangan risiko, dan perhitungan yang matang. Literasi keuangan, khususnya di subsektor pasar modal, masih menjadi tantangan besar yang harus diatasi. Dibandingkan dengan investor institusional, investor ritel kerap kali memiliki pengetahuan dan pengalaman keuangan yang lebih terbatas (Satria et al. , 2. Penting bagi investor untuk memahami perilaku mereka saat membuat keputusan investasi di pasar modal. Seharusnya, keputusan investasi yang baik tidak hanya mengandalkan analisis fundamental dan teknikal sebagai pendekatan rasional, tetapi juga mempertimbangkan sisi psikologis investor. Dalam praktiknya, perilaku investor kerap kali menunjukkan aspek irasional, seperti Yanti, et al. PIBJ Vol. 12 No. 2 Tahun 2025 kecenderungan untuk mengikuti emosi, intuisi, atau tekanan sosial dalam membuat keputusan investasi (Sadeli et al. , 2. Investor ritel cenderung tidak sepenuhnya mengandalkan analisis mendalam, melainkan membuat keputusan berdasarkan informasi yang bersifat eksternal dan terkadang tidak terverifikasi. Mereka dapat dipengaruhi oleh berita yang tersebar di media, rekomendasi dari teman atau komunitas, serta ketertarikan pribadi terhadap perusahaan atau sektor tertentu tanpa mempertimbangkan aspek risiko. Perkembangan teknologi finansial . dan media sosial semakin memperbesar ruang ini, di mana investor ritel kini banyak terpapar oleh pendapat analis keuangan dan influencer saham yang memberikan rekomendasi atau opini yang belum tentu didasarkan pada data atau analisis yang kuat (Bouteska & Regaieg, 2. Berbagai penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa perilaku investor sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti pengetahuan tentang investasi, kemampuan mengendalikan emosi, serta pengalaman Investor yang memiliki pemahaman yang baik tentang mekanisme investasi dan perdagangan saham, serta yang mampu belajar secara berkelanjutan dari berbagai sumber, cenderung membuat keputusan yang lebih rasional dan terukur. Selain itu, kepekaan terhadap isu-isu ekonomi yang sedang berkembang juga menjadi modal penting dalam proses pengambilan keputusan investasi yang bijak (Sadeli et al. , 2. Namun, terdapat pula penelitian yang menemukan bahwa mayoritas investor ritel di Indonesia cenderung bertindak secara reaktif terhadap sentimen pasar dan informasi jangka pendek, alihalih mengandalkan analisis fundamental yang komprehensif. Faktor psikologis seperti rasa takut akan kerugian dan keserakahan terhadap potensi keuntungan sering kali menjadi pendorong utama dalam perilaku investasi mereka (Antarini et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan investasi investor ritel tidak sepenuhnya berdasarkan logika atau data, melainkan juga dipengaruhi oleh aspek emosional dan psikologis yang kuat. Walaupun telah banyak dilakukan penelitian terkait perilaku investor ritel, hingga saat ini masih belum tersedia suatu kajian yang secara sistematis merangkum dan mengevaluasi temuan-temuan tersebut di pasar Indonesia. Masih terbatasnya upaya untuk mengintegrasikan hasil-hasil penelitian sebelumnya menjadikan kebutuhan akan kajian literatur terstruktur atau Systematic Literature Review (SLR) semakin mendesak. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola umum, temuan-temuan utama, celah penelitian, serta mengarahkan arah riset ke depan terkait perilaku investor ritel di Indonesia. Studi ini berpotensi membuka wawasan yang lebih luas dan detail tentang pola perilaku investor ritel di pasar saham Indonesia. Seiring dengan meningkatnya jumlah investor ritel yang terlibat dalam kegiatan investasi, dibutuhkan pendekatan yang menyoroti aspek psikologis dan sosial yang memengaruhi keputusan mereka. Pemahaman ini sangat krusial bagi berbagai Bagi kalangan akademisi, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan teoritis dan metodologis dalam pengembangan studi-studi lanjutan di bidang keuangan perilaku. Bagi regulator, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), temuan dari kajian ini dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun kebijakan literasi dan perlindungan investor yang lebih Sedangkan bagi pelaku industri pasar modal, informasi ini dapat menjadi acuan dalam merancang produk, layanan, dan strategi komunikasi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan investor ritel. Selanjutnya, hasil dari kajian ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ilmiah dalam pengembangan teori keuangan perilaku, khususnya dalam negara Yanti, et al. PIBJ Vol. 12 No. 2 Tahun 2025 berkembang seperti Indonesia yang memiliki dinamika pasar yang unik dan terus METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA. Proses pencarian literatur dilakukan melalui basis data Scopus dan Google Scholar dengan kata kunci Auinvestor rationalityAy. Aufinancial inclusionAy. Auinvestment experienceAy, dan Aubehavioral financeAy. Kriteria inklusi mencakup artikel terbit antara tahun 2019 hingga 2024, ditulis dalam bahasa Inggris atau Indonesia, dan membahas hubungan antara perilaku keuangan, inklusi keuangan, serta pengalaman investasi. Dari hasil penyaringan awal terhadap 120 artikel, diperoleh 25 artikel relevan dan 10 di antaranya dianalisis lebih lanjut berdasarkan relevansi teoretis dan empiris. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan mengelompokkan variabel, metode penelitian, dan temuan utama dari setiap studi. Untuk pengumpulan data, penelitian melakukan pencarian literatur di basis data akademik semacam Google Scholar. Literatur yang digunakan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi tertentu seperti, artikel-artikel yang ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris, dan diterbitkan dalam rentang waktu antara tahun 2015 hingga 2025. Untuk memastikan relevansi dan cakupan penelitian, digunakan kombinasi kata kunci dalam dua bahasa, antara lain: Auperilaku investor ritelAy. Aupengambilan keputusan investasiAy. Auinvestor ritel di IndonesiaAy. Auinvestor individuAy, serta padanan dalam bahasa Inggris seperti Auretail investor behaviorAy. Auinvestment decision makingAy. Auretail investors in IndonesiaAy, dan Auindividual investorsAy. Literatur yang berhasil ditemukan kemudian disaring menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Proses penyaringan dilakukan secara bertahap, mulai dari identifikasi awal, pemeriksaan duplikasi, telaah judul dan abstrak, hingga penilaian isi penuh artikel. Hasil dari proses seleksi ini divisualisasikan menggunakan diagram PRISMA, yang menggambarkan alur pencarian, penyaringan, dan pemilihan literatur yang digunakan dalam studi ini. Studi-studi yang memenuhi syarat selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Ini dilakukan untuk membantu peneliti menemukan dan menyusun tema-tema penting yang sering muncul atau menonjol dalam penelitian sebelumnya Metode ini memberikan pemahaman mendalam terhadap faktorfaktor yang memengaruhi perilaku investor ritel dan pola pengambilan keputusan investasi mereka di Indonesia. Diagram PRISMA berikut menunjukkan alur dan hasil penelitian yang akan digunakan, sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan: Yanti, et al. PIBJ Vol. 12 No. 2 Tahun 2025 Analisis Tren Analisis tren memberikan gambaran tentang kecenderungan arah penelitian di masa lalu yang dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana suatu bidang penelitian berkembang. Data masa lalu berguna untuk melihat pola yang terjadi sehingga menjadi dasar untuk kemajuan di masa depan. Yanti, et al. PIBJ Vol. 12 No. 2 Tahun 2025 Sumber: Output Bibliometrix Gambar 3. Tren publikasi artikel terkait Behavioral Financial Investment Terlihat jelas pada Gambar 3 bahwa perkembangan penelitian yang menjelaskan bahwa Secara umum, penelitian mengenai behavioral financial investment mulai muncul secara sporadis pada awal 1990-an, ditandai dengan fokus awal pada istilah seperti economic development, policy, demography, dan financial markets. Konteks ini menggambarkan bahwa riset saat itu masih bersifat makro dan belum berfokus penuh pada perilaku investor secara Namun, sejak tahun 2000, terjadi perluasan tema yang lebih terkait langsung dengan aspek individual investor seperti risk management, investment behavior, surveys, dan project Memasuki periode 2010Ae2020, jumlah publikasi meningkat secara konsisten, ditunjukkan dengan semakin banyaknya node . pada grafik dan ukuran gelembung . ubble siz. yang lebih besar, menandakan meningkatnya jumlah dokumen yang terindeks Scopus per tema. Istilah seperti financial data processing, economic factors, profitability, middle-aged, developing countries, dan energy utilization semakin sering muncul sebagai bagian dari kompleksitas analisis investasi berbasis perilaku. Pada periode ini, terjadi pergeseran penting dari topik makro menuju pendekatan multidisiplinerAimenggabungkan psikologi, keuangan perilaku, ekonomi eksperimental, dan teknologi data. Setelah tahun 2020, kemunculan tema baru seperti sentiment analysis, decentralized finance, dan game theorymenunjukkan bahwa penelitian perilaku keuangan telah terpengaruh kuat oleh kemajuan digitalisasi pasar modal dan ketersediaan data besar . ig dat. Istilah sentiment analysis, misalnya, menjadi tema kunci akibat penggunaan machine learning untuk membaca pola perilaku investor melalui media sosial, search queries, dan aktivitas perdagangan harian. Peningkatan pesat publikasi pada periode 2021Ae2024 juga menunjukkan bahwa riset behavioral financial investment semakin dipengaruhi oleh integrasi teknologi seperti algorithmic trading, robo-advisors, dan decentralized finance (DeF. Hal ini mengindikasikan perubahan lanskap keputusan investasi, di mana perilaku investor tidak lagi dianalisis hanya melalui bias psikologis, tetapi juga melalui interaksi mereka dengan platform digital, informasi real-time, dan kecerdasan buatan. Yanti, et al. PIBJ Vol. 12 No. 2 Tahun 2025 Selain itu, penggunaan kata kunci yang berkaitan dengan masalah green bond meningkat, yang mendukung hasil analisis di atas. Sumber: Output Bibliometrix Gambar 4. Most Frequent Words artikel terkait Behavioral Financial Investment kata kunci yang berkembang ditunjukkan pada Gambar 4. Kata kunci AuinvestmentsAy muncul sebagai istilah paling dominan dengan 340 occurrences, menunjukkan bahwa kajian mengenai perilaku keuangan tidak dapat dipisahkan dari konteks umum mengenai keputusan investasi secara luas. Istilah ini berfungsi sebagai payung dari seluruh penelitian terkait perilaku individu dalam mengalokasikan aset, preferensi risiko, dan reaksi terhadap informasi pasar. Disusul oleh istilah Aufinancial marketsAy . dan AucommerceAy . , metadata ini menegaskan bahwa penelitian behavioral financial investment umumnya terletak pada konteks pasar, baik pasar modal maupun pasar keuangan global. Hal ini mengindikasikan bahwa studi perilaku investor terus relevan di tengah dinamika volatilitas pasar, perkembangan fintech, dan integrasi ekonomi digital. Istilah Audecision makingAy . menempati posisi berikutnya dan menjadi kata kunci penting dalam bidang behavioral finance. Kata kunci ini menggambarkan bahwa sebagian besar penelitian tidak hanya menilai aspek hasil investasi, tetapi juga proses kognitif yang mendasari keputusan tersebut. Hal ini sejalan dengan teori Prospect Theory. Overconfidence Effect. Loss Aversion, dan Heuristics, yang banyak digunakan dalam penelitian perilaku investor untuk menjelaskan perbedaan antara keputusan investasi rasional dan non-rasional. Yanti, et al. PIBJ Vol. 12 No. 2 Tahun 2025 Sumber: Output Bibliometri Dari hasil analisis kata kunci dari liiteratur menunjukkan bahwa istilah "Behavior Financial", "Financial Behavior". AuInvestment perceptionAy. Aufinancial serviceAy sering digunakan secara bergantian tanpa definisi yang jelas dan konsisten, yang dapat menimbulkan kebingungan dan menyulitkan komparasi antar penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil SLR menunjukkan bahwa inklusi keuangan digital berpengaruh positif terhadap peningkatan rasionalitas investor ritel melalui peningkatan literasi keuangan dan akses ke platform digital (Lu et al. , 2. Sementara itu, pengalaman investasi terbukti memperkuat kemampuan investor dalam mengelola risiko dan mengurangi bias perilaku (Aqham et al. Namun, beberapa penelitian melaporkan bahwa bias seperti overconfidence dan herding tetap dominan, terutama pada kelompok investor muda dengan literasi finansial rendah (Abdelbaki et al. , 2. Yanti, et al. PIBJ Vol. 12 No. 2 Tahun 2025 Tabel 1. Ringkasan Artikel dalam Tinjauan Sistematis Nama & Tahun Penelitian Pratama et al. Novia,N. Tujuan Penelitian Hasil Penelitian Penelitian ini dimaksudkan pengaruh berbagai aspek mengambil keputusan, apakah keputusan tersebut bersifat rasional atau justru irasional. Dengan memahami halbini, hasil penelitian diharapkan memperkaya wawasan entang bSelain itu, temuan ini juga dapat menjadi landasan bagi investor, analis pasar, dan pembuat kebijakan dalam menyusun strategi investasi yang lebih tepat sasaran dan berlandaskan pendekatan keuangan berbasis Penelitian ini dimaksudkan bagaimana perilaku investor investasi di pasar modal pada saat Covid-19. Fokus utama ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan pola pikir, sikap, dan respons ketidakpastian ekonomi yang kesehatan global tersebut. Penelitian ini dimaksudkan keputusan, apakah keputusan tersebut bersifat rasional atau justru irasional, dalam memilih Dengan memahami hal ini, hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya wawasan tentang dinamika perilaku pasar keuangan. Selain itu, temuan ini juga dapat menjadi landasan bagi investor, analis strategi yang lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan pasar saham di tingkat nasional. Hasil mengembangkan sebuah model yang menggambarkan perilaku investor dalam pengambilan keputusan investasi. Dalam mekanisme tersebut, investor informasi akuntansi sebagai mengevaluasi dan menilai peluang investasi yang tersedia. Namun psikologis yang muncul dalam bentuk sinyal personal ternyata memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap keputusan yang Meski penurunan harga saham selama Covid-19 penting yang tidak diabaikan Yanti, et al. PIBJ Vol. 12 No. 2 Tahun 2025 Nama & Tahun Penelitian Tujuan Penelitian Hasil Penelitian oleh investor. Peluang ini justru menjadi faktor utama yang menilai bahwa ketidakefisienan Indonesia pandemi membuka potensi terutama bagi mereka yang mampu membaca kondisi pasar secara detil. Wida et al. Studi ini mengkaji faktorfaktor yang memengaruhi bias herding . erilaku ikut-ikuta. pada investor pada periode New Normal akibat pandemi Covid-19. Penelitian elemenelemen psikologis, sosial, maupun kondisi pasar yang mendorong investor untuk mengikuti keputusan investasi alih-alih berdasarkan analisis atau ketidakpastian dan perubahan Hasil . ocial proo. , kurangnya kesadaran, volatilitas pasar global, kurang percaya diri, optimisme, efek ikut-ikutan . andwagon effec. , penentu utama dari bias herding pada investor di Indonesia. Temuan ini juga menegaskan bahwa faktor reputasi menjadi elemen paling perilaku herding, di mana investor cenderung mengikuti perilaku komunitas mereka demi menjaga citra dan reputasi Faktor kedua yang berkontribusi besar adalah mencerminkan bahwa investor Indonesia Yanti, et al. PIBJ Vol. 12 No. 2 Tahun 2025 Nama & Tahun Penelitian Tujuan Penelitian Hasil Penelitian proses pengambilan keputusan Sadeli et Studi ini bertujuan untuk memahami peran perilaku investor individu dalam proses Perilaku investor memegang peranan krusial di keputusan investasi yang efektif tidak semata-mata fundamental yang bersifat psikologis, yaitu perilaku investor yangmencerminkan dalamaktivitas perdagangan Temuan investor mengambil keputusan investasi mencerminkan tingkat pemahaman dan penghayatan Keputusan yang diambil oleh investor umumnya didasari baik berdasarkan pengalaman masa lalu, kondisi saat ini, maupun tujuan Faktor-faktor pemahaman yang memadai kemampuan mengelola emosi, menjadi penentu utama dalam membentuk perilaku investor dalam aktivitas jual beli saham. Selain mengenai mekanisme pasar serta kebiasaan untuk terus belajar dari berbagai sumber menjadi modal penting yang harus dimiliki setiap investor. tengah dinamika ekonomi yang Yanti, et al. PIBJ Vol. 12 No. 2 Tahun 2025 Nama & Tahun Penelitian Tujuan Penelitian Hasil Penelitian terus berubah, kemampuan merespons isu-isu ekonomi juga menjadi aspek krusial. Ammy. , & Soemitra. Studi ini bertujuan untuk menyajikan tinjauan literatur menggambarkan karakteristik perilaku investor muslim dalam proses pemilihan serta investasi, khususnya dalam memilih saham yang sudah sesuai dengan prinsip syariah dibandingkan dengan saham Studi menyoroti bagaimana nilainilai keagamaan memengaruhi Temuan mengindikasikan bahwa selama periode 2020 hingga 2022, hanya terdapat 30 artikel yang perilaku investor muslim dalam investasi antara saham syariah Prinsip syariah yang dijadikan saham meliputi ketiadaan unsur . , . etidakjelasan ketidakpastia. , maysir . udi atau spekulasi berlebiha. , penghindaran unsur subhat . etidakjelasan mengandung elemen-elemen yang dilarang dalam ajaran Islam. Yanti, et al. PIBJ Vol. 12 No. 2 Tahun 2025 Nama & Tahun Penelitian Fadhli. Lubis. &Kusuma. Tujuan Penelitian Hasil Penelitian Penelitian ini memiliki tujuan Sukuk Negara Ritel mengevaluasi tingkat daya persepsi para investor. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui studi kuesioner dengan metode skala Likert, ditemukan bahwa profil agen penjual sukuk, tingkat risiko investasi, serta atribut pengaruh positif terhadap perilaku investor Sukuk Negara Ritel. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut menjadi pertimbangan penting dalam keputusan investasi para investor sukuk. Temuan sebagian besar investor ritel yang berinvestasi saham selama masa pandemi berusia kurang dari 30 tahun, memiliki pendapatan bulanan kurang dari Rp4,8 juta, dan cenderung melakukan investasi jangka . Tingkat kepatuhan pajak investor ritel tersebut secara formal sudah tergolong baik, namun dari segi Pandemi Covid-19 turut memberikan efek positif berupa peningkatan penerimaan pajak penghasilan dari penjualan saham di bursa, yangdidorong oleh lonjakan signifikan dalam volume dan nilai transaksi perdagangan saham pada akhir 2020 hingga awal 2021. Fenomena ini mencerminkan bertambahnya jumlah investor ritel di pasar modal. Tujuan di sini ialah untuk investor ritel serta tingkat dalam mengambil keputusan berinvestasi saham selama periode pandemi, sekaligus penerimaan pajak penghasilan saham pada periodetersebut. Yanti, et al. PIBJ Vol. 12 No. 2 Tahun 2025 Nama & Tahun Penelitian Lim et al. Mardiana et Antarini et al. Tujuan Penelitian Hasil Penelitian Tujuan penelitian ini ialah untuk menjeaskan perilaku investasi yang dilakukan oleh investor ritel di Indonesia. Dalam investor mempertimbangkan menjadi dasar utama dalam Temuan investor di Kota Batam lebih cenderung membuat keputusan kemudahan atau kebiasaan . onvenience/conventio. dibandingkan dengan analisis kuantitatif yang mendalam. Mereka sangat mengandalkan dampak fluktuasi nilai tukar mata uang, yang semuanya didasarkan pada pengalaman mereka dalam menghadapi berbagai tantangan. Temuan penjangkaran . nchoring bia. tidak memberikan pengaruh terhadap keputusan investasi di pasar modal. Namun, pengaruh bias ini menjadi signifikan ketika kebutuhan finansial variabel moderator. Selain itu, hasil studi juga mengungkapkan bahwa kebutuhan keuangan pribadi investor individu secara signifikan memengaruhi proses investasi di pasar modal Indonesia. Tujuan penelitian ini ialah perilaku dalam memengaruhi keputusan investasi pada periode pandemi, dengan fokus khusus pada dampak penjangkaran serta pengaruh kebutuhan finansial pribadi investor pada pengambilan keputusan di pasar modal Indonesia. Selain itu, studi ini bagaimana bias penjangkaran berkontribusi dalam proses moderasi dari kebutuhan keuangan pribadi. Penelitian ini memiliki tujuan dalam menjelaskan perilaku investor ritel pada proses investasi di Bursa Efek Surabaya. Melalui metode menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi keputusan investasi, yakni informasi Temuan ini didapatkan jika mayoritas investor ritel lebih cenderung diberikan dampak oleh sentimen pasar dserta dibandingkan dengan analisis Adapun, faktor psikologis seperti rasa takut serta keserakahan juga terbukti Yanti, et al. PIBJ Vol. 12 No. 2 Tahun 2025 Nama & Tahun Penelitian Tujuan Penelitian Hasil Penelitian pasar, analisis fundamental, berfungsi pengaruh emosional, serta memengaruhi tren sosial yang berkembang di investasi mereka. kalangan investor. PEMBAHASAN Investasi merupakan suatu bentuk penempatan aset oleh perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan nilai kekayaan di masa depan. Peningkatan ini dapat diperoleh melalui berbagai hasil yang dihasilkan dari investasi tersebut, seperti bunga, royalti, dividen, maupun pendapatan dari sewa. Selain itu, investasi juga dilakukan guna memperoleh kenaikan nilai aset dari waktu ke waktu serta manfaat strategis lainnya, seperti terjalinnya hubungan dagang yang menguntungkan bagi perusahaan (Paramita & Hendrayana, 2. Seseorang yang melakukan kegiatan investasi, disebut sebagai investor. Investor bisa berasal dari berbagai latar belakang, baik individu maupun lembaga, yang memiliki tujuan untuk memperoleh imbal hasil finansial, peningkatan nilai aset, atau keuntungan strategis lainnya dari aktivitas penanaman modal tersebut (Wijaya & Setiawati, 2. Keputusan investasi merupakan langkah strategis yang melibatkan penempatan dana perusahaan pada aset tertentu dengan harapan menghasilkan keuntungan di masa depan, meskipun disertai tingkat risiko yang harus diperhitungkan (Budiman et al. , 2023. Masrurun & Yanto, 2015. Rose & Armansyah, 2. Pilihan investasi ini dapat berdampak signifikan terhadap nilai perusahaan, karena investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dan memiliki risiko yang terukur berpotensi meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan. Sebelummengambil keputusan, investor perlu mengevaluasi berbagai aspek seperti prospek keuntungan dan kelayakan investasi tersebut (Anggraini & Mulyani, 2. Oleh karena itu pengambilan keputusan seorang investor merupakan hal yang sangat penting. Yanti, et al. PIBJ Vol. 12 No. 2 Tahun 2025 Investor ritel berbeda dari investor institusi dalam hal sumber daya, akses informasi, dan tingkat profesionalisme. Oleh karena itu, penting bagi investor ritel untuk mempertimbangkan berbagai faktor secara rasional sebelum membuat keputusan investasi. Pemahaman terhadap instrumen investasi, manajemen risiko, kondisi makroekonomi, dan peraturan pasar modal menjadi landasan penting dalam proses pengambilan keputusan (Putri et al. , 2. Namun, kenyataannya, keputusan investasi investor ritel sering kali juga dipengaruhi oleh periakuperilaku investor. Berdasarkan hasil dari Systematic Literature Review, ditemukan sepuluh penelitian yang membahas perilaku dan pengambilan keputusan investasi oleh investor, yakni: penelitian Pratama et al. menunjukkan bahwa sebagian besar aspek perilaku investor berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi di pasar saham, kecuali sikap percaya diri berlebihan. Sementara itu. Novia . menemukan bahwa selama pandemi Covid-19, investor lebih dipengaruhi oleh sinyal personal dan melihat penurunan harga saham sebagai peluang penting meskipun tetap mempertimbangkan informasi akuntansi. Studi oleh Wida et al. mengungkapkan bahwa bias herding atau perilaku ikut-ikutan dipicu oleh faktor reputasi, pembuktian sosial, dan kondisi pasar yang tidak pasti, dengan reputasi menjadi faktor paling dominan. Sadeli et al. menegaskan pentingnya pemahaman investor terhadap prinsip investasi, kemampuan mengelola emosi, dan pembelajaran dari pengalaman dalam menentukan keputusan investasi, dengan tipe investor jangka pendek seperti day trader dan swing trader yang dominan. Ammy dan Soemitra . mengulas literatur terkait perilaku investor muslim, yang menekankan pada penerapan prinsip syariah seperti penghindaran riba, spekulasi berlebihan, dan unsur yang dilarang dalam Islam sebagai faktor utama dalam pemilihan saham syariah dibandingkan konvensional. Fadhli . menyatakan bahwa profil agen penjual, tingkat risiko, dan atribut produk syariah memengaruhi keputusan investasi pada Sukuk Negara Ritel. Lubis dan Kusuma . menemukan bahwa mayoritas investor ritel selama pandemi adalah usia muda dengan investasi jangka pendek dan bahwa pandemi meningkatkan penerimaan pajak penghasilan final dari penjualan saham, menunjukkan optimisme pasar. Lim et al. melaporkan bahwa investor di Batam lebih mengandalkan kemudahan, pengalaman, dan pengaruh eksternal daripada analisis kuantitatif dalam pengambilan keputusan. Mardiana et al. menunjukkan bahwa bias penjangkaran tidak berpengaruh langsung terhadap keputusan investasi, tetapi signifikan bila dipengaruhi oleh kebutuhan finansial pribadi sebagai variabel moderator. Terakhir. Antarini et al. menemukan bahwa investor ritel cenderung dipengaruhi oleh sentimen pasar dan informasi jangka pendek, dengan faktor psikologis seperti ketakutan dan keserakahan yang memegang peran penting dalam keputusan investasi. Secara keseluruhan, hasil penelitian menyoroti kompleksitas perilaku investor yang dipengaruhi oleh factor - faktor psikologis, sosial, ekonomi, serta karakteristik individual dan konteks pasar yang dinamis. Yanti, et al. PIBJ Vol. 12 No. 2 Tahun 2025 KESIMPULAN Tinjauan sistematis ini menemukan bahwa rasionalitas investor ritel dipengaruhi secara positif oleh inklusi keuangan dan tingkat pengalaman investasi. Akses digital yang meningkat membantu investor membuat keputusan berbasis informasi, sementara pengalaman investasi memperkuat kemampuan untuk mengelola risiko dan mengurangi bias. Namun, bias perilaku seperti overconfidence dan herding masih menjadi tantangan signifikan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi peran edukasi keuangan digital dan intervensi perilaku dalam meningkatkan rasionalitas investor ritel. Hasil analisis dari beberapa penelitian terdahulu didapatkan bahwa berbagai penelitian tersebut menegaskan bahwa pengambilan keputusan investasi oleh investor, khususnya investor ritel, sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor psikologis, sosial, dan kondisi pasar yang dinamis. Aspek-aspek seperti reputasi, sinyal personal, sentimen pasar, serta kebutuhan finansial pribadi memiliki peran signifikan dalam membentuk perilaku investasi, di samping pertimbangan rasional seperti informasi fundamental dan analisis pasar. Selain itu, karakteristik individu seperti pengalaman, kemampuan mengelola emosi, dan preferensi nilai-nilai keagamaan juga turut memengaruhi pilihan investasi, termasuk dalam konteks instrumen syariah. Fenomena ini menunjukkan bahwa investor tidak hanya bertindak berdasarkan data dan logika semata, melainkan juga dipandu oleh faktor-faktor non-rasional yang kompleks dan saling berkaitan. DAFTAR PUSTAKA