Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Penerapan OOP untuk Simulasi Pemilihan Resistor Seri E192 pada Borland C 5. Adriyan Firoos SyahputraA. Michael Ruben Christian SeviantoA. Michael Andrew Putra WijayaA. Rafel Pasya YusufA. Wisnu Yudo Untoro5 1,2,3,4,5 Program Studi Informatika. Fakultas Teknik Universitas Wijaya Kusuma Email: adriyanfsp01@gmail. *Penulis Koresponden Abstrak Resistor merupakan salah satu komponen esensial dalam rangkaian elektronika yang berfungsi untuk membatasi laju arus listrik, dengan satuan pengukuran berupa ohm (). Nilai resistansi sebuah resistor ditentukan oleh kombinasi warna gelang pada badan resistor. Namun, sering ditemukan perbedaan antara nilai teoretis dan nilai resistansi aktual yang diukur karena adanya faktor toleransi produksi. Penelitian ini mengembangkan program simulasi pemilihan resistor berdasarkan standar internasional seri E192 dengan menerapkan pendekatan pemrograman berorientasi objek (OOP) menggunakan Borland C . Program ini dirancang untuk memudahkan pengguna dalam menentukan nilai resistor yang mendekati angka resistansi target yang diinputkan, serta menampilkan informasi terkait batas toleransi, rentang resistansi aktual, dan kode warna empat gelang resistor. Metode pencarian nilai resistor terdekat dilakukan dengan menghitung selisih absolut terkecil antara nilai input pengguna dan daftar nilai standar seri E192. Nilai hasil pencocokan kemudian dikonversikan menjadi kode warna untuk mempermudah identifikasi fisik. Selain itu, program menghitung batas minimum dan maksimum resistansi sesuai toleransi bawaan A0,5%. Hasil pengujian membuktikan bahwa program dapat merekomendasikan resistor yang sesuai dengan input pengguna, dengan deviasi hasil simulasi yang masih berada dalam batas toleransi standar. Implementasi OOP menjadikan program lebih fleksibel, terstruktur, dan mudah dikembangkan lebih lanjut, termasuk integrasi dengan antarmuka grafis (GUI) atau berbasis Program ini memberikan kontribusi praktis dalam mempermudah proses seleksi resistor, baik dalam konteks pendidikan maupun aplikasi nyata di dunia industri. Kata kunci: Borland C . E192. OOP. Resistor. Simulasi Abstract Resistor is one of the essential components in electronic circuits, functioning to limit the flow of electric current, measured in ohms (). The resistance value of a resistor is identified through the combination of color bands printed on its surface. However, discrepancies are often found between theoretical resistance values and actual measurements due to manufacturing tolerance. This study develops a resistor selection simulation program based on the international E192 standard by applying an objectoriented programming (OOP) approach using Borland C . The program is designed to assist users in selecting resistor values closest to their desired target while also providing information regarding tolerance limits, actual resistance ranges, and the corresponding four-band color codes. The selection method uses an algorithm that calculates the smallest absolute difference between the input value and the E192 standard resistor list. The matched result is then converted into color codes for easier physical Additionally, the program computes the minimum and maximum actual resistance based on a A0. 5% tolerance, following E192 specifications. Testing results show that the program consistently recommends resistor values within the expected tolerance limits. The implementation of the OOP concept makes the program flexible, structured, and open to further development, including integration with graphical user interfaces (GUI. or web-based applications. Overall, this program provides a practical contribution to simplifying resistor selection processes, making it highly applicable in both educational settings and real-world industrial applications. Keywords: Borland C . E192. OOP. Resistor. Simulation PENDAHULUAN Rangkaian listrik merupakan suatu sistem yang tersusun atas berbagai komponen elektronika yang dihubungkan melalui jalur tertutup, sehingga memungkinkan arus listrik dapat mengalir dari satu titik ke titik lainnya. Berdasarkan karakteristik arus yang digunakan, rangkaian listrik umumnya terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu rangkaian arus searah (DC) dan rangkaian arus bolak-balik (AC). Dalam konteks arus DC, komponen resistor sering digunakan untuk mengendalikan jumlah arus yang mengalir melalui Halaman - 285 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Sementara itu, pada sistem AC, rangkaian umumnya lebih kompleks karena melibatkan kombinasi resistor, induktor . , dan kapasitor yang disusun baik secara seri maupun paralel, sesuai dengan fungsi yang diinginkan . Resistor sendiri merupakan elemen penting dalam dunia elektronika karena memiliki fungsi utama untuk membatasi arus berdasarkan resistansi yang dimilikinya, yang diukur dalam satuan Ohm. Dalam prakteknya, resistor bekerja dengan menghambat aliran elektron, sehingga sebagian energi listrik diubah menjadi energi panas. Komponen ini termasuk dalam kategori pasif, karena tidak memiliki kemampuan untuk memperkuat sinyal maupun menyimpan energi. Dalam berbagai aplikasi elektronika, resistor digunakan dalam bentuk tetap maupun variabel, dan konfigurasinya dapat berupa susunan seri, paralel, atau kombinasi keduanya, tergantung pada kebutuhan sistem. Berbagai penelitian telah dilakukan dalam bidang ini, sebagian besar berfokus pada kajian empiris maupun simulasi numerik terhadap karakteristik arus dan tegangan dalam rangkaian resistor. Misalnya, penggunaan perangkat lunak Proteus dimanfaatkan untuk mengamati hubungan antara tegangan dan arus pada resistor, yang hasilnya sesuai dengan hukum Ohm . Sementara itu, menggunakan aplikasi Multisim 0 untuk mensimulasikan kombinasi rangkaian resistor seri-paralel dan memperoleh hasil yang mendekati data eksperimen nyata. Penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan simulatif sangat efektif dalam merepresentasikan fenomena kelistrikan secara digital. Namun demikian, sebagian besar simulasi tersebut masih bersifat terbatas pada visualisasi atau analisis matematis dari konfigurasi dasar. Belum banyak ditemukan kajian yang mengarah pada pengembangan perangkat lunak mandiri berbasis pemrograman yang dapat mensimulasikan pemilihan resistor secara dinamis sesuai standar internasional seperti seri E192, khususnya yang mengintegrasikan paradigma Object-Oriented Programming (OOP). Padahal, penggunaan pendekatan OOP dapat memberikan struktur yang fleksibel dan modular dalam membangun aplikasi simulasi, di mana setiap objek seperti resistor, tegangan, dan rangkaian dapat dimodelkan secara representatif dan interaktif. Dalam hal ini, bahasa pemrograman C menjadi pilihan ideal karena mendukung penuh prinsip OOP dan memiliki performa tinggi, terutama dalam lingkungan Borland C yang lazim digunakan dalam pendidikan teknik dan pengembangan aplikasi perangkat lunak teknik. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep OOP dalam mengembangkan sebuah aplikasi simulasi pemilihan resistor seri E192 berbasis Borland C . Aplikasi ini dirancang untuk membantu pengguna dalam menentukan kombinasi resistor yang paling mendekati nilai resistansi target, sekaligus mendemonstrasikan bagaimana prinsip pemrograman berorientasi objek dapat diimplementasikan secara nyata dalam konteks teknik elektro dan elektronika. II. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Desain penelitian untuk pengembangan program simulasi pemilihan resistor berbasis seri E192 ini menggunakan pendekatan rekayasa perangkat lunak dengan fokus pada simulasi. Tujuan utama penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan aplikasi yang membantu pengguna, khususnya di bidang elektronika, dalam memilih nilai resistor yang sesuai dengan standar E192 secara cepat dan akurat. Metode yang digunakan adalah rekayasa perangkat lunak eksperimental dengan pendekatan prototyping. Program ini dirancang dengan pendekatan berorientasi objek, membangun kelas Resistor untuk mengelola data nilai resistor dan kelas E192 untuk menyediakan nilai referensi standar. Program ditulis dalam bahasa C yang memungkinkan pengguna memasukkan nilai resistor yang diinginkan, mencocokkannya dengan nilai terdekat dari seri E192, serta menampilkan informasi toleransi dan kode warna resistor secara otomatis. Setelah pengembangan, program diuji dengan berbagai input untuk memverifikasi ketepatan pemilihan nilai dan akurasi perhitungan rentang toleransi. Evaluasi dilakukan berdasarkan kesesuaian output dengan standar resistor E192 dan tabel kode warna resistor. Sumber Data Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat lunak simulasi berbasis Object-Oriented Programming (OOP) menggunakan Borland C yang dapat membantu dalam pemilihan nilai resistor dari seri E192. Untuk meningkatkan efisiensi dalam pemilihan nilai resistor dan kapasitor, penelitian ini menerapkan algoritma metaheuristi. Proses penelitian meliputi identifikasi masalah, perancangan algoritma, pengembangan perangkat lunak. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat dihasilkan solusi yang tidak hanya efisien dan akurat, tetapi juga aplikatif dalam desain sistem elektronik. Halaman - 286 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Aspek Sumber Data Apa itu seri E192 Kelipatan Faktor 10 Toleransi A0. Alasan Penggunaan Implementasi di program Parameter Pendukung Variabel Tambahan Tujuan Akhir Konstribusi Penelitian Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Tabel 1. Desain Penelitian Penjelasan Nilai resistor dari seri E192 tersedia secara komersial Seri standar resistor internasional yang menyediakan 192 nilai unik per Artinya nilai resistor mencakup seluruh rentang per decade, seperti 1 10, 10-100, dan seterusnya Menunjukan ketelitian bahwa setiap nilai resistor memiliki toleransi maksimum A0. 5% dari nilai ideal. Solusi praktis dan edukatif dalam pemilihan nilai resistor berdasarkan standar seri E192 Nilai resistor disimpan sebagai array numerik di Borland C agar dapat diakses oleh algoritma -Nilai minimum dan maksimum resistor -Nilai kapasitor -Pemilihan Warna Gelang - Suhu lingkungan - Variasi toleransi komponen Mencari kombinasi resistor dan kapasitor terbaik untuk desain filter yang Metodologi ini dapat diaplikasikan untuk sistem elektronik presisi lain dalam industri elektronik Nilai resistor diorganisasi dalam array numerik di Borland C agar mudah diakses banyak orang dikarnakan itu algoritma optimasi, seperti Genetic Algorithm. Parameter tambahan seperti batas nilai resistor, kapasitor, dan frekuensi cutoff juga digunakan. Penelitian mempertimbangkan faktor eksternal seperti suhu dan toleransi komponen untuk menghasilkan solusi yang tidak hanya optimal secara teoritis, tapi juga robust dalam kondisi nyata. Pendekatan ini mendukung efisiensi dan keandalan sistem elektronik serta membuka ruang pengembangan lebih lanjut Pra-pemosesan Data Pada tahap Pra-pemrosesan data dilakukan untuk memastikan data resistor seri E192 dan kapasitor berada dalam format yang bersih dan siap digunakan oleh algoritma optimasi: Identifikasi Fiturnya: yaitu menerima input nilai resistor yang diinginkan dalam satuan Ohm, menentukan nilai resistor terdekat dari standar E192, menghitung toleransi serta rentang nilai resistansi, dan mengubah nilai resistor tersebut menjadi kode warna pada empat gelang resistor. Tujuan dari program ini adalah untuk membantu pengguna mendapatkan nilai resistor standar yang paling mendekati input, menampilkan nilai toleransi beserta rentang nilai resistornya, serta memberikan kode warna gelang yang sesuai agar mudah dikenali secara fisik. Contohnya, jika pengguna memasukkan nilai 1212 Ohm, program akan memilih nilai terdekat dari standar E192, yaitu 1210 Ohm, dengan toleransi A0. 50% dan rentang nilai dari 1203. 95 hingga 1216. 05 Ohm. Kode warna gelang yang dihasilkan adalah Coklat. Merah. Merah, dan Abu-abu. Data dalam program ini terbagi menjadi tiga bagian utama. Pertama, data input yaitu nilai resistor yang diinginkan pengguna, misalnya 1212 Ohm. Kedua, data proses yang mencakup tabel nilai standar E192, data toleransi serta warna-warna yang mewakili nilai dan toleransi resistor. Ketiga, data output berupa nilai resistor standar terdekat, nilai toleransi, rentang nilai resistansi, dan kode warna gelang seperti: Coklat . Merah . Merah . engali y. , dan Abu-abu . oleransi A0. 5%). Nilai-nilai resistor dikonversi ke dalam array numerik . isalnya array 1D di Borland C ) dan diberi indeks untuk akses efisien. Parameter desain filter seperti frekuensi cutoff . 6 kH. , toleransi, dan jenis filter . eperti low-pass orde ke-. juga ditentukan . Pengembangan Model Prediksi Model prediksi dalam program ini berfokus pada pemilihan nilai resistor terdekat dari standar seri E192 berdasarkan input nilai resistansi pengguna. Proses prediksi dilakukan dengan membandingkan nilai input terhadap 60 nilai unik per dekade dalam seri E192. Algoritma menghitung selisih absolut antara nilai input dan setiap kandidat nilai resistor, kemudian memilih nilai dengan selisih terkecil sebagai nilai Halaman - 287 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Selain itu, model ini memprediksi rentang minimum dan maksimum nilai aktual resistor berdasarkan toleransi bawaan seri E192 (A0,5%), memberikan gambaran realistis tentang variasi nilai . Program ini juga menampilkan representasi warna resistor sesuai hasil prediksi, memperkuat pemahaman pengguna tentang hubungan antara nilai resistansi dan kode warna yang digunakan dalam praktik industri. Pengembangan Sistem Simulasi: Sistem simulasi yang dikembangkan bertujuan untuk merepresentasikan proses pemilihan nilai resistor berdasarkan standar seri E192 secara interaktif. Menggunakan pendekatan pemrograman berorientasi objek (OOP) dalam C , sistem ini terdiri dari kelas E192 untuk menyimpan data referensi dan kelas Resistor untuk menyimpan nilai yang dipilih serta menghitung rentang toleransi. Fitur visualisasi kode warna resistor dihasilkan melalui fungsi tampilkanGelangWarna(), membantu pengguna memahami pemilihan resistor secara numerik dan Hasil simulasi diharapkan menjadi alat bantu edukasi bagi teknisi, mahasiswa, dan penggemar elektronika . Antarmuka dan Analisis: Antarmuka sistem simulasi ini dirancang sebagai antarmuka berbasis teks (CLI) yang sederhana dan fungsional. Pengguna dapat menjalankan program dan memasukkan nilai resistor dalam Ohm, setelah itu sistem akan mencocokkan nilai tersebut dengan nilai terdekat dari seri E192 dan menampilkan hasilnya, termasuk nilai resistor terpilih, toleransi, rentang variasi, dan representasi warna fisik dalam bentuk empat gelang warna. Desain minimalis ini memfokuskan pengguna pada logika inti pemilihan resistor, menjadikannya ringan dan mudah dijalankan tanpa pustaka grafis Program ini memenuhi fungsi utama seperti menerima input, mencocokkan nilai, menghitung toleransi, dan menyajikan hasil dalam kode warna. Meskipun antarmuka berbasis teks memiliki keterbatasan estetika, sistem ini cukup optimal untuk pembelajaran dan simulasi teknis dasar. Untuk pengembangan lebih lanjut, sistem dapat diperluas ke antarmuka grafis (GUI) atau aplikasi berbasis web untuk akses yang lebih mudah. Pendekatan ini mendukung pengembangan filter analog yang lebih akurat dan inovatif di masa depan Evaluasi Model Evaluasi model dilakukan untuk mengukur kemampuan sistem simulasi dalam menjalankan fungsinya dengan benar dan efisien. Pengujian menunjukkan bahwa model prediksi berhasil memilih nilai resistor terdekat dari standar seri E192 dengan akurasi tinggi, serta toleransi default A0,5% diterapkan dengan baik. Fungsi visualisasi kode warna resistor juga sesuai dengan konvensi internasional . Kelebihan model ini adalah kesederhanaannya yang membuatnya mudah dipahami dan fleksibel, meskipun terdapat keterbatasan seperti kurangnya dukungan untuk input non-numerik dan variasi toleransi. Secara keseluruhan, model ini valid dan fungsional sebagai simulasi dasar pemilihan resistor berbasis standar E192. Fungsi alih (Pemilihan Nilai Terdekat dari E. R_terdekat = argmin_. OO E192 y 10^. |R_input Oe . Penjelasan: Rinput: nilai resistor yang dimasukkan oleh pengguna E192: kumpulan 60 nilai dasar E192 dalam satu dekade 10A: faktor dekade . = 0, 1, 2, . , tergantung kisaran inpu. Fungsi ini memilih r sedemikian hingga selisih absolutnya terhadap input paling kecil. Rmin=Ry. OeT) Rmax=Ry. T) Penjelasan: R: nilai resistor yang terpilih T: toleransi resistor . isalnya 0,005 untuk 0,5%) Output-nya adalah batas bawah dan atas nilai resistor karena toleransi produksi. Nilai resistor dikonversi menjadi 4 gelang: Gelang 1: digit pertama D1D_1D1 Gelang 2: digit kedua D2D_2D2 Gelang 3: jumlah nol 10k10^k10k . ksponen pengal. Gelang 4: warna toleransi . Halaman - 288 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Prosesnya: Jika nilai resistansi R=D_1y10 D_2y. ^k, maka Kode Warna resistor adalah: Kode Warna=(D_1,D_2,k,T) Contoh: Jika R=4700 , maka: D_1= 4 Ie Kuning D_2= 7 Ie Ungu k=2 . arena 47y. ^2=4. Ie Oranye Toleransi = 0. 5% Ie Abu-abu Sehingga. Kode Warna = Kuning. Ungu. Oranye. Abu-abu Hasil kombinasi juga dibandingkan dengan pendekatan konvensional untuk menunjukkan keunggulan metode optimasi. Evaluasi ini memberikan wawasan tentang keandalan, efektivitas, dan potensi peningkatan performa dalam pengembangan sistem elektronik yang lebih presisi dan efisien. Strategi Prediksi Strategi prediksi dalam program ini menggunakan metode pencocokan nilai terdekat dengan standar resistor dari seri E192. Saat pengguna memasukkan nilai resistor, program mencari nilai standar dari daftar E192 yang paling mendekati nilai tersebut. Nilai-nilai dasar E192 yang berjumlah 60 per dekade dikalikan dengan faktor 10 pangkat n, untuk n dari 0 sampai 6, sehingga mencakup berbagai rentang nilai resistor. Setiap nilai hasil perkalian dibandingkan dengan nilai input dengan menghitung selisih mutlaknya. Nilai resistor dengan selisih terkecil akan dipilih sebagai hasil prediksi. Dengan cara ini, program menggunakan pencarian nilai terdekat untuk secara akurat menentukan nilai resistor standar yang sesuai dengan input i. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pelatihan Model Menunjukkan hasil prediksi nilai resistor berdasarkan data permintaan yang diberikan. Nilai prediksi diperoleh dari pencocokan nilai resistor terdekat menggunakan standar seri E192. Residual dihitung sebagai selisih antara nilai permintaan dengan nilai prediksi, yaitu: Residual=PermintaanOePrediksi_Pelatihan Dari tabel terlihat bahwa sebagian besar nilai prediksi cukup dekat dengan nilai permintaan. Hal ini menunjukkan bahwa pemodelan menggunakan standar E192 memberikan hasil yang cukup representatif terhadap permintaan nilai resistor yang bervariasi . Namun, tetap terdapat beberapa selisih . positif maupun negatif yang menandakan adanya deviasi kecil akibat keterbatasan nilai diskrit dalam seri E192. Contohnya: Tabel 2. Hasil Pelatihan Model ID Permintaan (Oh. Prediksi_Pelatihan Residual_Pelatihan (Oh. (Oh. Berikut ini adalah Pemilihan Simulasi Pseudocode Resistor Seri E192: PROGRAM SimulasiPemilihanResistorE192 DEFINISI Fungsi digitToColor. igit: Intege. -> String INISIALISASI array warna. = ["Hitam", "Coklat", . , "Putih"] JIKA digit antara 0 dan 9 KEMBALIKAN warna. ELSE KEMBALIKAN "Tak dikenal" DEFINISI Fungsi getToleranceColor. olerance: Doubl. -> String JIKA tolerance mendekati 0. Halaman - 289 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 KEMBALIKAN "Abu-abu" ELSE KEMBALIKAN "Tak dikenal" DEFINISI Prosedur tampilkanGelangWarna. ilai: Double, tolerance: Doubl. INISIALISASI digit1, digit2, multiplier = 0 NORMALISASI nilai: WHILE nilai >= 100 Ie nilai /= 10, multiplier WHILE nilai < 10 Ie nilai *= 10, multiplier-BULATKAN nilai ke integer Ie simpan sebagai `rounded` AMBIL digit1 = rounded / 10 AMBIL digit2 = rounded % 10 CETAK warna digit1 Ie digitToColor. CETAK warna digit2 Ie digitToColor. CETAK warna multiplier Ie digitToColor. CETAK warna toleransi Ie getToleranceColor. DEFINISI KELAS Resistor ATRIBUT: nilai, toleransi . METHOD: getNilai() Ie kembalikan nilai getToleransi() Ie kembalikan toleransi getMin() Ie nilai * . - tolerans. getMax() Ie nilai * . tampilkan() Ie cetak nilai, toleransi, dan rentang nilai DEFINISI KELAS E192 ATRIBUT: nilaiDasar[] Ia 60 nilai standar seri E192 METHOD: cariTerdekat. INISIALISASI palingDekat = 0 INISIALISASI selisihTerkecil = sangat besar UNTUK setiap dekade . , 10, . , 1. UNTUK setiap nilai dasar kandidat = nilaiDasar * dekade hitung selisih = . andidat - targe. JIKA selisih < selisihTerkecil perbarui palingDekat dan selisihTerkecil KEMBALIKAN palingDekat PROGRAM UTAMA: CETAK judul simulasi MINTA input nilai resistor dari user JIKA input tidak valid CETAK error dan keluar BUAT objek E192 CARI nilai resistor terdekat dari input BUAT objek Resistor dengan nilai tersebut TAMPILKAN info resistor . ilai, toleransi, rentan. TAMPILKAN kode gelang warna berdasarkan nilai tersebut SELESAI Hasil Outputnya: Halaman - 290 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 Gambar 1. Hasil ouput Program menghitung nilai resistor terdekat dari seri E192, yaitu 1210 Ohm, dengan toleransi 0. Artinya, resistor tersebut dapat memiliki nilai aktual antara: Minimum: 1210 - . 5% dari 1. = 1203. 95 Ohm Maksimum: 1210 . 5% dari 1. = 1216. 05 Ohm Karena nilai yang diminta . 2 Oh. ada di dalam rentang ini, maka resistor 1210 Ohm dianggap cocok. Program mengkonversi nilai resistor tersebut . 0 Oh. ke kode warna resistor 4 gelang: Digit 1: Coklat . Digit 2: Merah . Pengali: Merah . Ie 12 y 100 = 1200 . Toleransi: Abu-abu = 0. Pembahasan Umum dan Implikasi Kode program yang dikembangkan bertujuan untuk mensimulasikan proses pemilihan nilai resistor berdasarkan standar seri E192, yang umum digunakan dalam industri elektronik untuk komponen presisi Program ini menerima input nilai resistor yang diinginkan, lalu mencari nilai resistor terdekat dari daftar nilai-nilai standar E192, dan menampilkan informasi penting seperti nilai resistor, rentang toleransi, serta representasi gelang warna sesuai dengan sistem kode warna resistor . Pembahasan Umum Kelas E192 berperan sebagai pencocok nilai, menggunakan metode pencarian nilai terdekat dari daftar 60 nilai dasar E192 yang di-skala-kan ke berbagai dekade . hingga 1M). Ini mencerminkan kenyataan bahwa resistor tersedia dalam nilai diskrit, bukan kontinu. Kelas Resistor digunakan untuk menghitung dan menampilkan informasi resistor terpilih, termasuk toleransi dan rentang nilai aktual berdasarkan toleransi A0. 5% . igambarkan dengan warna abu-ab. Fungsi tampilkanGelangWarna() membantu memvisualisasikan resistor dalam bentuk kode warna, yang berguna bagi teknisi dalam praktik langsung. Penggunaan normalisasi nilai input untuk mendapatkan digit pertama dan kedua serta pengali . dilakukan secara matematis dengan pembagian/pengalian 10. Implikasi Program ini berguna dalam aplikasi perancangan dan seleksi komponen elektronik, di mana insinyur atau teknisi harus memilih nilai resistor paling mendekati spesifikasi desain. Dengan mempertimbangkan toleransi dan rentang nilai resistor, pengguna dapat lebih memahami batas bawah dan atas dari nilai resistor sebenarnya yang dapat berdampak pada performa rangkaian. Simulasi ini juga menunjukkan pentingnya standarisasi komponen elektronik, sehingga memungkinkan penggunaan algoritma pencarian efisien untuk menentukan komponen terbaik dari daftar terbatas . Kode warna yang dihasilkan dapat mempermudah proses identifikasi fisik resistor dalam bentuk nyata, yang sangat penting dalam manufaktur atau perbaikan perangkat. Halaman - 291 Prosiding Seminar Nasional KARSA NUSANTARA Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi. Riset, dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ISSN 3090-1154 (Media Onlin. Volume 2. Tahun 2025 IV. KESIMPULAN Program ini berhasil mensimulasikan pemilihan nilai resistor terdekat berdasarkan standar seri E192, serta menampilkan informasi lengkap tentang nilai resistor, toleransinya, rentang nilai resistansi aktual, dan kode warna resistor. Pendekatan pencarian nilai terdekat dari daftar E192 sangat relevan karena resistor memiliki nilai tetap dan toleransi tertentu. Melalui visualisasi gelang warna, program ini membantu teknisi dan pelajar memahami hubungan antara nilai resistansi dan kode warna resistor. Secara keseluruhan, program ini memberikan solusi praktis untuk pemilihan komponen dan wawasan edukatif tentang elektronika dan standar industri komponen pasif. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih kepada Program Studi Informatika. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya atas dukungan fasilitas dan sumber daya dalam pelaksanaan penelitian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengumpulan data resistor standar E192 serta pihakpihak yang telah membantu dalam pengujian dan validasi perangkat lunak yang dikembangkan. Dukungan ini sangat berperan dalam keberhasilan pengembangan simulasi dan penyusunan artikel ini. REFERENSI