Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 DOI http://dx. org/10. 36722/psn. [SN . Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Bahan Ajar Interaktif Berbasis ICT Menggunakan Aplikasi Lectora Inspire bagi Guru-Guru SMA Negeri 1 Wangon Pungkas Subarkah1*. Faridatun Nida2. Irma Darmayanti1. Primandani Arsi1. Dewi Fortuna3. Rosana Fadilla Sari1 Informatika. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Amikom Purwokerto Bisnis Digital. Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial. Universitas Amikom Purwokerto Sistem Informasi. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Amikom Purwokerto Jl. Letjend Pol. Soemarto No. Kec. Purwokerto Utara. Kabupaten Banyumas, 53127 Email Penulis Korespodensi: subarkah18. pungkas@gmail. Abstrak Beberapa Persoalan dari kolega yaitu. kemampuan tenaga pengajar atau guru masih rendah dalam menggunakan teknologi . belum adanya pelatihan dan pendampingan pembuatan bahan ajar interaktif berbasis teknologi informasi. Tenaga pengajar belum memiliki kualifikasi untuk melakukan pelatihan bahan ajar interaktif berbasis teknologi informasi yang dibuktikan dengan sertifikat Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan bahan ajar interaktif berbasis ICT menggunakan aplikasi Lectora Inspire. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini ialah metode workshop dilengkapi Pre-test dan Post-test. Mitra pengabdian ini yaitu guru-guru SMA Negeri 1 Wangon dengan jumlah 50 guru. Hasil dari pengabdian menunjukkan peningkatan yang signifikan, dapat disimpulkan bahwa ada kenaikan sejumlah 70% dalam pemahaman penggunaan bahan ajar interaktif berbasis ICT menggunakan lectora inspire setelah diberikan pelatihan dan pendampingan. Kata kunci: Bahan Ajar Interaktif. ICT. Lectora Inspire. Guru SMA. menerapkan IPTEK pada sekolah-sekolah (Zen Selain itu inovasi pendidikan pun terus Seperti kelas virtual, bahan bacaan digital dan LMS dengan cloud yang tujuannya untuk menciptakan kesempatan belajar lebih luas dan mengelaborasi pembelajaran menjadi semakin inovatif (Darmansyah, 2. Realisasi inovasi pendidikan di Indonesia diatur oleh Kementrian Pendidikan dalam sebuah kurikulum pendidikan. Beberapa kurikulum pendidikan yang diterapkan seperti K13 dan tematik. Penerapan K13 dalam dunia pendidikan merancang memfasilitasi tenaga pendidik dan sekolah terhadap semua kegiatan yang dapat mendukung proses KBM dan ketercapaian PENDAHULUAN Tujuan pembelajaran pada masa globalisasi yaitu untuk menyiapkan generasi unggul baik secara akademis maupun non-akademis dengan mengoptimalkan proses belajar mengajar. Guru sebagai kunci dari kualitas generasi yang terbentuk, oleh karena itu diperlukannya guruguru yang berkompentensi. Guru yang berkompeten merupakan pendidik yang mampu mengembangkan keterampilan kepribadian dan membimbing kelas dengan cara yang menciptakan interaksi positif dalam kegiatan pembelajaran. Indonesia terus berupaya mewujudkan guru yang berkompetensi salah satunya dengan Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 prestasi siswa (RI. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, 2. Penerapan K13 dalam proses KBM terikat pada desain perangkat pembelajaran, untuk kualitas pelaksanaannya akan tervisualisasikan mempresentasikan bahan ajar pada siswa. Kemudian, penerapan tematik yang harapannya memenuhi kriteria pengukuran belajar siswa untuk memajukan mutu dengan konsep pembelajaran baru (Prakoso, 2. Namun ternyata tematik memiliki beberapa pengaruh yang harus dikaji ulang seperti pengaruh pada pendidik dan siswa, sarana belajar, bahan pembelajaran, serta konsep ruang belajar. Pada tematik, siswa diminta personalitas, video dan kata kedalam bentuk kalimat (Alwi. Thahar. Atmazaki, & Asri. Beberapa komentar para siswa mengenai pembelajaran yang diberikan oleh guru masih monoton baik dalam pembelajaran via daring ataupun luring, dengan belum memanfaatkan teknologi informasi yang berkembang saat ini (Pongkendek. Nurvitasari, & Kristyasari. Hal ini sejalan dengan beberapa komentar guru bahwa mengenai bahan ajar kepada siswa belum mengoptimalkan ICT yang menarik hanya menampilkan slide power point (Rohita & Nurfadilah, 2. Tentunya ini menjadi hambatan karena pada dasarnya guru masih belum optimal dalam menggunakan terknologi informasi sebagai penunjang KBM, dan juga kemampuan guru masih rendah dalam menggunakan ICT. Hambatan Ae hambatan kurangnya menguasai teknologi khususnya media ajar interaktif dalam menunjang kegiatan belajar dan mengajar itu menjadi cukup sulit (Azizah, 2. Tantangan-tantangan ini terkait dengan banyak faktor baik bagi guru maupun siswa. Faktor dari tenaga pengajar meliputi model, gaya, sistem, dan perangkat yang dipergunakan dalam pelaksanaan KBM, salah satunya dalam pembuatan media bahar ajar interaktif berbasis teknologi informasi. Penting bagi guru memanfaatkan teknologi informasi, mampu menunjang Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) (Susilana. Rudi, & Riyana, 2. Untuk KBM khususnya di SMAN 1 Wangon diperlukan beberapa hal, diantaranya: rencana sistematis, penerapan KBM yang hidup dan hangat dan lain sebagainya. perencanaan pembelajaran setidaknya mencakup kurikulum dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang meliputi tujuan pembelajaran, materi, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Hasil dengar pendapat dengan Kepala Sekolah, ditemukan informasi antara lain . Kemampuan pendidik masih rendah terhadap penggunaan IT, . Belum adanya penyuluhan dan pendampingan dalam menyusun bahan ajar yang interaktif berdasar IT, . pendidik belum memiliki kualifikasi untuk melakukan pelatihan bahan ajar interaktif berbasis teknologi informasi dibuktikan dengan legalitas terhadap kompetensi guru yang mengikuti pelatihan dan pendampingan yaitu sertifikat. Dari permasalahan pada kolega, tim pengabdi akan memberikan pelatihan dan dukungan untuk membuat materi berbasis TIK interaktif menggunakan Lectora Inspire agar membantu KBM pada pendidik di SMAN 1 Wangon. Kecamatan Kelapagading Kulon Kabupaten Banyumas. Adapun metode yaitu transfer ilmu dengan memberikan pelatihan kepada guru agar lebih menguasai dalam menguasai teknologi informasi khususnya dalam pembuatan media ajar interaktif menggunakan Lectora Inspire sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Adapun subjek atau target sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para guru SMA Negeri 1 Wangon. Desa Kelapagading Kulon Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas. METODE Metode yang dipakai pada pelaksanaan pembuatan materi berbasis TIK interaktif dengan Lectora Inspire adalah model Workshop. Workshop merupakan kegiatan konferensi di mana sekelompok orang dengan minat, keahlian di bidang tertentu membahas topik tertentu dan melakukan kegiatan terfokus. Waktu dan tempat pelaksanaan Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 20 September 2022 pukul 08. 00 - 16. WIB. Terbagi menjadi 7 sesi. Adapun rincian 7 sesi dalam kegiatan ini sebagai berikut : Kebijakan Pendidikan Era Revolusi Industri 0. Tantangan Guru Di Era Revolusi Industri 4. Membuat media bahan ajar Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 bagi guru SMA Negeri 1 Wangon berbasis ICT menggunakan Lectora Inspire. Instalasi aplikasi Lectora Inspire Materi pembuatan bahan ajar berbasis ICT menggunakan Lectora Inspire Praktik pembuatan materi bahan ajar berbasis ICT menggunakan Lectora Inspire Tanya jawab seputar penggunaan Lectora Inspire. Presentasi hasil pembuatan bahan ajar interaktif menggunakan Lectora Inspire Evaluasi kegiatan dari awal hingga akhir mengenai pembuatan bahan ajar interaktif berbasis ICT menggunakan Lectora Inspire melalui surat-surat tercetak dan informasi media sosial (WhatsAp. Pelaksanaan Program Pada tahapan Pelaksanaan Program ini meliputi kegiatan workshop pendampingan pembuatan materi berbasis TIK interaktif dengan Lectora Inspire. Workshop kegiaan akan dilaksanakan selama 7 sesi dalam 1 hari serta diawali dengan memberikan test awal (Pre Tes. Evaluasi Kegiatan Tahapan evaluasi kegiatan dilakukan oleh tim pelaksana guna mengevaluasi kegiatan workshop pembuatan materi berbasis TIK interaktif dengan Lectora Inspire bagi pendidik dengan memberikan tes akhir (Post Tes. , memberikan saran untuk mengembangkan media bahan ajar untuk mendukung pembelajaran dengan ICT sesuai dengan kebutuhan masing-masing Langkah pelaksanaan Proses teknis pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat meliputi : HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari kegiatan ini dapat dijelaskan dalam hal bagaimana kami melakukan seperti: survey lapangan, koordinasi kepada kepala sekolah dan pendidik, sosialisasi kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan. Deskripsi masing-masing fase sebagai berikut: Pembuatan media ajar interaktif menggunakan Lectora Inspire untuk pendidik di hari Selasa, 20 September 2022 kegiatan dilaksanakan. Partisipan ialah pendidik sejumlah 50 guru. Kegiatan ini diselenggarakan pukul 08. 00 WIB terbagi menjadi 7 sesi. Peserta diharuskan memiliki pengetahuan dalam penguasaan IT. Tujuannya KBM kreatif, memikat membuat siswa bersemangat dalam Kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan materi berbasis TIK interaktif dengan Lectora Inspire untuk pendidik di SMAN Wangon, menyanyikan lagu kebangsaan, dan dilanjutkan sambutan selaku Kepala Sekolah. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan sesuai protokol kesehatan. Pendidik SMAN 1 Wangon merupakan guru pengampu mata pelajaran. Kegiatan dilaksanakan dalam 1 hari terbagi menjadi 7 sesi: Pemaparan penerapan pdi masa yang membuka wawasan akan teknologi salah Gambar 1. Teknis Pelaksanaan Kegiatan Penjabaran Gambar 1. Teknis Pelaksanaan Kegiatan sebagai berikut: Survey Lapangan (Koleg. Kunjungan lapangan dilakukan dengan tujuan untuk melihat situasi dan kondisi sekolah yang dituju atau direncanakan oleh tim pengabdi sebagai kolega. Koordinasi Melakukan kegiatan pengabdian kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Wangon berupa rekomendasi kegiatan pelatihan dan pendampingan. Sosialisasi Program Memberikan informasi tentang rangkaian kegiatan yang akan dilakukan. Sosialisasi disampaiakan ke Kepala Sekolah SMAN 1 Wangon. Fase ini dilakukan secara masif Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 satu dalam pembuatan materi berbasis TIK interaktif dengan Lectora Inspire. Instalasi aplikasi Lectora Inspire Pemamaran penggunaan untuk membuat bahan ajar. Praktik pembuatan materi bahan ajar berbasis TIK interaktif dengan Lectora Inspire. Tanya jawab seputar penggunaan Lectora Inspire. Pemaparan hasil dari penggunaan Lectora Inspire untuk membuat bahan ajar interaktif. Evaluasi kegiatan yang telah terlaksana. Untuk terciptanya pelatihan pendampingan pembuatan media ajar interaktif secara maksimal dan kondusif, masing-masing perangkat berupa laptop. Materi yang diulas pada kegiatan pelatihan dan pendampingan ialah: Menetapkan bahan ajar yang akan dibuat berupa objek pembelajaran. Menyusun blueprint dari bahan ajar yang akan dibuat. Mengumpulkan data di Lectora Inspire. Pembuatan bahan ajar sesuai dengan blueprint yang telah dibuat diawal. Mempublikasikan bahan ajar yang telah selesai dibuat menjadi format exe. Pelaksanaan kegiatan diperlihatkan pada Gambar 2: Pada gambar 2, pemateri menyampaikan kebijakan mengenai Teknologi Informasi yang digunakan bagi dunia pendidikan serta keterkaitannya dengan pembuatan materi berbasis TIK interaktif Lectora Inspire. Pelatihan pembuatan bahan ajar, sebagai Gambar 3. Pelatihan Pembuatan Media Ajar Sesi praktik pembuatan materi bahan ajar berbasis ICT menggunakan Lectora Inspire, presentasi hasil pembuatan bahan ajar interaktif menggunakan Lectora Inspire, dapat dilihat pada Gambar 4 dan 5: Gambar 4. Praktik pembuatan media bahan ajar Pada praktik dalam pembuatan media ajar interaktif, pendidik membuat bahan ajar hinga pembuatan latihan soal untuk siswa. Kemudian pada Gambar 5. Sesi tanya jawan dan Partisipan pembuatan media ajar serta pembagian doorprize dari pemateri disajikan pada gambar Gambar 2. Pemaparan penerapan pendidikan dimasa Revolusi Industri 4. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Tabel 1. Rekapitulasi Angket (Form Onlin. PreTest Partisipan Aspek Jumlah Total Persen Guru (%) Pengetahuan Teknologi Informasi di Pendidikan Gambar 5. Presentasi hasil pembuaan bahan ajar Pengertian Lectora Inspire Manfaat Lectora Inspire Pengetahuan tentang menu Lectora Inspire Pemanfataan Chapter. Section, dan Page Memasukan objek ( Teks. Gambar. Audio. Animasi dan Vide. Pembuatan evaluasi atau latihan soal Publikasi Lectora Inspire Nilai rata-rata pemahaman Evaluasi Kegiatan Partisipan pelatihan dan pendampinggan pembuatan materi berbasis TIK interaktif dengan Lectora Inspire berlangsung dengan Semangat dari para partisipan perlihatkan dengan banyaknya pertanyaan pada sesi tanya jawab dan beragamnya hasil media ajar yang dibuat partisipan, secara tidak langsung kegiatan ini berhasil membuat partisipan menerapkan Lectora Inspire sebagai aplikasi untuk membuat media ajar yang interaktif. Pada kegiatan ini tak lupa tim pengabdian Lectora Inspire partisipanpendidik membuat dan media. Pada Para Partisipan mengerjakan PreTest dan Post-Test. Dari hasil Pre-Test partisipan tim pengabdi menyimpulkan bahwa penangkapan partisipan tentang pembuatan materi berbasis TIK interaktif dengan Lectora Inspire memiliki nilai rata-rata persentase sebesar 17%. Nilai itu didapatkan dari pengetahuan kebijakan Teknologi Informasi di dunia pendidikan 60%, pengetahuan dasar aplikasi yang akan digunakan 26%, manfaat aplikasi 26%. Pengetahuan tools aplikasi seperti menu 26%. Chapter. Section. Page menambahkan objek . alimat, image, audio, dan vide. 28%, tools membuat latihan soal Gambar 6. Partisipan mengerjakan Pre-Test dan Post-Test Hasil capaian kegiatan para Partisipan . yang diperoleh baik Pre-Test dan PostTest yang berrhubungan dengan pelaksanaan materi pelatihan, dapat dilihat pada Tabel 1 dan Tabel 2. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 atau evaluasi 28% dan Publikasi output Lectora Inspire yaitu 30%. Hasil test awal yang dibuat dalam form online dengan hasil rata-rata persentase sebesar 17% menunjukan bahwa penangkapan pendidik di linkungan SMAN 1 Wangon tentang pembuatan bahan ajar interaktif berbasis ICT menggunakan Lectora Inspire sangat kurang. Pretest ini memberi pengaruh positif bagi instruktur, karena dapat melakukan analisa sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan (Effendy & Hamid, 2. (Ghidersa, et al. Berikutnya ialah memberikan test akhir (Post-Tes. yang diberikan guru SMA Negeri 1 Wangon setelah Partisipan melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan. Tujuan pada Post-Test berguna untuk mengukut pemahaman setelah guru-guru SMA di SMA Negeri 1 Wangon mendapatkan pelaihan dan Hasil akhir dapat dilihat pada tabel 2, dibawah ini : Tabel 2. Rekapitulasi Angket (Form Onlin. PostTest Partisipan Aspek Jumlah Total Persen Guru jumlah (%) Pengertian Lectora Inspire Manfaat Lectora Inspire Pengetahuan tentang menu Lectora Inspire Pemanfataan Chapter. Section. Page Memasukan objek Lectora (Teks. Gambar. Audio. Animasi dan Vide. Pembuatan soal 42 atau kuis Publikasi output 47 Lectora Inspire Nilai rata-rata pemahaman Tabel 2 menunjukan persentase rata-rata penangkapan hasil tes akhir pendidik dilingkungan SMAN 1 Wangon tentang pembuatan bahan ajar interaktif berbasis ICT menggunakan Lectora Inspire sebesar 87%. Nilai rata-rata tersebut didapatkan dari pengetahuan dasar aplikasi yang akan digunakan 100%, manfaat aplikasi 86%. Pengetahuan tools aplikasi seperti menu 90%. Chapter. Section. Page menambahkan objek. alimat, image, audio, dan vide. 76%, tools membuat latihan soal atau evaluasi 84% dan Publikasi output Lectora Inspire yaitu 94%. Dari pendampingan pembuatan materi berbasis TIK interaktif dengan Lectora Inspire membuat pengetahuan pendidik akan IT meningkat sebesar 70% dalam penangkapan aplikasi pembuatan media ajar Lectora Inspire setelah diberikan pelatihan dan pendampingan. Pendidik penggunaan aplikasi Lectora Inspire untuk membuat media ajar bagi siswa setelah mendapatkan wawasan dan keterampilan baru dari kegiatan ini. Media ajar interaktif diyakini dapat membantu pendidik dalam melaksanakan KBM dimasa pandemi. Dikarenakan media ajar kelayakan untuk mempertimbangkan aspek keefektifan dan keefisiensian dalam merangsang peserta didik selama pembelajaran (Rahmayuni. Murtiani. Putra, & Darvina, 2. SIMPULAN DAN SARAN Dari kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan materi berbasis TIK interaktif dengan Lectora Inspire dapat ditarik simpulan bahwasanya partisipan mengalami kemajuan yang signifikan yaitu sebesar 70%. Terlihat dari analisa penangkapan wawasan awal pendidik akan media ajar interaktif aplikasi Lectora Inspire sebesar 17%, sedangkan penangkapan wawasan diakhir pendidik akan media ajar interaktif dengan aplikasi Lectora Inspire sebesar 87%. Peningkatan media ajar interaktif telah sesuai dengan fase apada tiap aspek pembuatan konsep atau blueprint masing-masing pendidik, mendalami tools yang ada pada Lectora Inspire, mengumpulkan objek yang akan digunakan, membuat media ajar dengan Lectora Inspire. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 dan membuat luaran yang dapat diakses oleh Saran untuk guru-guru SMAN 1 Wangon perlu diadakanya pelatihan lanjutan yang mengimplementasikan materi membuat vidio animasi atau template. Tujuannya agar menyempurnakan media ajar interaktif. Selain itu pendidik harus terus berinovasi menciptakan media ajar berbasis teknologi yang dapat memikat siswa sehingga siswa dapat dengan mudah belajar yang mengurangi kebosanan siswa. Salah satu contohnya yaitu media ajar interaktif dengan lectora Inspire. Capai tujuan pembelajaran pendidik dapat didapatkan sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar sesuai kurikulum yang sedang berjalan. HDW. DEV. A pada Siswa SMK Negeri 2 Lubuk Basung. Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, 81 - 88. Ghidersa. -E. Gonfiotti. Kunze. Marcello. Ionescu-Bujor. Jin. , & Stieglitz. Experimental Investigation of a Helium-Cooled Breeding Blanket First Wall under LOFA Conditions and Pre-Test and Post-Test Numerical Analysis. Applied Sciences (, 11. Pongkendek. Nurvitasari. , & Kristyasari. Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Online Kepada Guru Sma. jurnal Masyarakat Mandiri, 6. , doi:10. 31764/jmm. Prakoso. Penerapan Kurikulum Tematik (Studi Kasus Di MI Salafiyah Gombong Desa Warungpring Kecamatan Warungpring Kabupaten Pemalang Tahun 2019/2. Barep Aji Prakoso 1. Retrieved https://docplayer. info/214508602Penerapan-kurikulum-tematik-studi-kasusdi-mi-salafiyah-gombong-desawarungpring-kecamatan-warungpringkabupaten-pemalang-tahun-2019-2020. Rahmayuni. Murtiani. Putra. , & Darvina, . Efektifitas bahan ajar interaktif bermuatan nilai karakter dalam pendekatan saintifik terhadap pencapaian kompetensi peserta didik Kelas XI SMA Pembangunan Laboratorium UNP. Jurnal Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika, 12. , 385 - 392. RI. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 36 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014. Jakarta: Permendikbud. Rohita, & Nurfadilah. Pembuatan Games Edukatif Berbasis Power Point Untuk Mendukung. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 4. , http://dx. org/10. 36722/jpm. Susilana. Rudi, & Riyana. ( 2. Media Pembelajaran. Bandung: CV. Wacana Prima. Zen. Inovasi Pendidikan Berbasis Teknologi Informasi : Menuju Pendidikan Masa Depan. e-Tech : Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan, 6. , 1Ae12. UCAPAN TERIMA KASIH