E-ISSN: 2809-8544 STRATEGI DIGITALISASI DAN LITERASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF SERTA KEBERLANJUTAN EKONOMI KREATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG DIGITALIZATION AND FINANCIAL LITERACY STRATEGIES TO IMPROVE COMPETITIVE ADVANTAGE AND SUSTAINABILITY OF THE LOCAL WISDOMBASED CREATIVE ECONOMY IN THE BANGKA BELITUNG ISLANDS Willa Fatika Sari1*. Ahmad Fauzi2. Berandi Suaryansyah3 Universitas Bangka Belitung. Indonesia *Email Correspondence: willa@ubb. Abstract This study aims to analyze the influence of digitalization and financial literacy on the sustainable competitive advantage of culinary MSMEs in Pangkalpinang City with local wisdom as a moderation The method used was mixed methods with quantitative dominance through a survey of 50 culinary MSME actors, as well as interviews with the Pangkalpinang City Tourism Office and the Cooperatives. Trade, and MSMEs Office of Bangka Belitung Islands Province. Data analysis was carried out using Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM). The results showed that digitalization . p<0. and financial literacy . p<0. had a significant positive effect on sustainable competitive advantage. Local wisdom was also shown to have a positive effect . p<0. while moderating the relationship between financial literacy and sustainable competitive advantage positively . p<0. , but weakening the relationship between digitalization and sustainable competitive advantage . p<0. These findings confirm that the integration of digitalization, financial literacy, and local wisdom is an important strategy to strengthen the competitiveness of culinary MSMEs in the archipelago, although the dominance of local culture can slow down the adoption of technology. This research makes a theoretical contribution to the integrative model of creative economy development based on local wisdom and policy recommendations to support the sustainability of MSMEs. Keywords: Digitalization. Financial literacy. Local Wisdom. Competitive Advantage. Culinary MSMEs. Creative Economy Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi dan literasi keuangan terhadap keunggulan kompetitif berkelanjutan UMKM kuliner di Kota Pangkalpinang dengan kearifan lokal sebagai variabel moderasi. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan dominasi kuantitatif melalui survei terhadap 50 pelaku UMKM kuliner, serta wawancara dengan Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang dan Dinas Koperasi. Perdagangan, dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi . oefisien 0,472. p<0,. dan literasi keuangan . oefisien 0,351. p<0,. berpengaruh positif signifikan terhadap keunggulan kompetitif berkelanjutan. Kearifan lokal juga terbukti berpengaruh positif . oefisien 0,249. p<0,. sekaligus memoderasi hubungan literasi keuangan dengan keunggulan kompetitif berkelanjutan secara positif . oefisien 0,301. p<0,. , namun melemahkan hubungan digitalisasi dengan keunggulan kompetitif berkelanjutan . oefisien -0,205. p<0,. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi digitalisasi, literasi keuangan, dan kearifan lokal merupakan strategi penting untuk memperkuat daya saing UMKM kuliner di wilayah kepulauan, meskipun dominasi budaya lokal dapat memperlambat adopsi teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada model SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK STRATEGI DIGITALISASI DAN LITERASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF SERTA KEBERLANJUTAN EKONOMI KREATIF BERBASIS A Willa Fatika Sari et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. integratif pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal serta rekomendasi kebijakan untuk mendukung keberlanjutan UMKM. Kata kunci: Digitalisasi. Literasi Keuangan. Kearifan Lokal. Keunggulan Kompetitif. UMKM Kuliner. Ekonomi Kreatif. PENDAHULUAN Ekonomi kreatif telah menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global, dengan kontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan PDB, dan penguatan identitas budaya (United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), 2. Di Indonesia, sektor ini menyumbang Rp1. 105 triliun terhadap PDB nasional dan menempatkan Indonesia di peringkat ketiga dunia dalam kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 2. Salah satu subsektor unggulan adalah kuliner, yang menyumbang lebih dari 40% total output ekonomi kreatif nasional (Badan Pusat Statistik (BPS), 2. Kota Pangkalpinang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah ditetapkan sebagai Kota Kreatif Indonesia dengan kuliner sebagai sektor unggulan. Potensi ini didukung oleh kekayaan kuliner berbasis hasil laut dan kearifan lokal, seperti lempah kuning, otak-otak, dan kerupuk kemplang. Namun, sebagian besar UMKM kuliner masih berskala mikro dengan keterbatasan pada inovasi produk, manajemen bisnis, dan akses pasar (Badan Pusat Statistik (BPS), 2. Kondisi ini menunjukkan perlunya strategi pengembangan yang terintegrasi antara inovasi produk, penguatan kapasitas, dan pemanfaatan teknologi digital. Transformasi digital menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan UMKM kreatif. Digitalisasi dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat hubungan dengan konsumen (Mahrinasari et al. , 2. Studi (Liu, 2. menegaskan bahwa strategi kebijakan yang terintegrasi, termasuk adopsi teknologi dan perlindungan hak kekayaan intelektual, dapat mengubah sistem inovasi tertutup menjadi inovasi terbuka, sehingga mendorong kolaborasi lintas sektor. Dalam konteks ini, digitalisasi menjadi penghubung antara potensi lokal dan pasar global. Selain digitalisasi, literasi keuangan merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberlanjutan usaha. Pelaku usaha dengan literasi keuangan yang baik mampu mengelola arus kas, mengakses sumber pembiayaan, dan membuat keputusan investasi yang tepat (Lusardi & Mitchell, 2. (Fatoki, 2. Penelitian (Rahmawati et al. , 2. menunjukkan bahwa literasi keuangan yang tinggi berkontribusi pada strategi pengelolaan keuangan yang adaptif terhadap dinamika pasar. Hal ini relevan bagi UMKM kuliner di Pangkalpinang yang menghadapi fluktuasi harga bahan baku dan permintaan konsumen. Konsep modal dasar ekonomi kreatif meliputi modal intelektual, modal sosial, modal budaya, dan modal kelembagaan structural (Ausat et al. , 2. Modal intelektual mencakup pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas sumber daya manusia. modal sosial melibatkan jaringan, kepercayaan, dan norma yang memperkuat kolaborasi. modal budaya memanfaatkan warisan tradisi dan nilai lokal. sementara modal kelembagaan mencakup kebijakan dan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan industri kreatif. Keempat modal ini saling berinteraksi dalam membentuk ekosistem yang mendorong daya saing UMKM. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK STRATEGI DIGITALISASI DAN LITERASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF SERTA KEBERLANJUTAN EKONOMI KREATIF BERBASIS A Willa Fatika Sari et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Integrasi kearifan lokal dalam strategi bisnis terbukti mampu memperkuat diferensiasi produk dan loyalitas konsumen. (Irjayanti & Lord, 2. menunjukkan bahwa pengusaha perempuan di industri kreatif yang menggabungkan kearifan lokal dalam operasional bisnisnya dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus mempertahankan identitas budaya daerah. Temuan ini relevan dengan kondisi UMKM kuliner di Pangkalpinang yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk khas berbasis bahan lokal. Namun, terdapat kesenjangan dalam adopsi teknologi dan pemanfaatan kearifan lokal secara optimal. Sebagian pelaku UMKM belum memanfaatkan media digital secara maksimal karena keterbatasan pengetahuan dan akses (Ausat et al. , 2. Hal ini menuntut adanya intervensi kebijakan dan pendampingan yang terstruktur untuk mempercepat transformasi digital sektor kreatif. Penelitian (Rahman & Hakim, 2. menekankan bahwa integrasi pendidikan inklusif, pemberdayaan masyarakat, dan transformasi digital berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan daya saing dan kesejahteraan komunitas. Di sisi lain, penguatan ekosistem ekonomi kreatif memerlukan kolaborasi multi-pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas lokal. Kerangka kolaborasi ini dapat menciptakan sinergi antara inovasi digital, literasi keuangan, dan pelestarian budaya lokal, sehingga mendorong keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (Mahrinasari et al. , 2. (Ausat et al. , 2. Studi di Bantul menunjukkan bahwa pemberdayaan desa wisata berbasis kearifan lokal, dengan dukungan teknologi digital dan pelibatan masyarakat, menghasilkan peningkatan pendapatan dan pelestarian budaya secara simultan (Rahman & Hakim, 2. Dalam konteks daerah kepulauan seperti Bangka Belitung, pengembangan ekonomi kreatif berbasis kuliner membutuhkan strategi yang mempertimbangkan keterbatasan geografis, biaya logistik, dan peluang pasar digital. Pendekatan berbasis kearifan lokal yang dipadukan dengan digitalisasi dapat menjadi solusi strategis untuk mengatasi keterbatasan tersebut, sebagaimana diuraikan oleh (Rahman & Hakim, 2. yang menyoroti peran teknologi dalam memperluas jangkauan pasar tanpa batasan ruang dan waktu. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi dan literasi keuangan terhadap keunggulan kompetitif UMKM kuliner di Pangkalpinang, dengan kearifan lokal sebagai variabel moderasi. Kajian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model integratif ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan praktis bagi pengembangan UMKM di daerah kepulauan. Dengan menggabungkan aspek teknologi, keuangan, dan budaya, penelitian ini berupaya menjawab tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di era ekonomi kreatif digital. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam merancang strategi pembangunan ekonomi kreatif yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global. TINJAUAN PUSTAKA Ekonomi kreatif merupakan sektor yang berbasis pada kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan sumber daya intelektual dalam menciptakan nilai tambah. Menurut (United SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK STRATEGI DIGITALISASI DAN LITERASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF SERTA KEBERLANJUTAN EKONOMI KREATIF BERBASIS A Willa Fatika Sari et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), 2. , sektor ini berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi global dengan rata-rata pertumbuhan 5,2% per Di Indonesia, subsektor kuliner menjadi penyumbang terbesar dalam PDB ekonomi kreatif (Badan Pusat Statistik (BPS), 2. dan terbukti memiliki ketahanan tinggi, bahkan selama pandemi Covid-19. (Kusumaningrum et al. , 2. mencatat bahwa subsektor permainan, seni pertunjukan, kuliner, dan kerajinan mampu bertahan berkat pemanfaatan teknologi digital, sementara inisiatif wisata berbasis komunitas turut mempercepat pemulihan ekonomi daerah. Pengembangan ekonomi kreatif ditopang oleh empat pilar utama, yaitu modal intelektual, sosial, budaya, dan institusional (Ausat et al. , 2. Modal intelektual mencakup keterampilan dan kreativitas individu, modal sosial mengandalkan jejaring dan kolaborasi, modal budaya memanfaatkan nilai-nilai tradisi, sedangkan modal institusional berkaitan dengan kebijakan dan regulasi pendukung. UMKM memegang peran penting dalam menjaga keberlanjutan sektor ini, baik dalam penciptaan lapangan kerja maupun pelestarian budaya lokal. Dukungan pemerintah melalui akses permodalan dan pelatihan kewirausahaan menjadi faktor kunci peningkatan daya saing (MasAoud & Susilo. Digitalisasi menjadi katalis bagi penguatan keunggulan kompetitif UMKM. Laporan (INDEF, 2. menunjukkan bahwa 88% UMKM yang mengadopsi teknologi digital mengalami peningkatan omzet tahunan. Pemanfaatan platform digital seperti media sosial dan marketplace memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, dan mempererat hubungan dengan pelanggan (McKinsey & Company, 2. Strategi pemasaran digital yang inovatif, termasuk optimasi SEO, media sosial, dan analitik berbasis data, mampu meningkatkan visibilitas online dan pemahaman perilaku konsumen (Ijomah et al. , 2. Di tingkat regional, digitalisasi juga mempercepat transformasi ekonomi, terutama di wilayah dengan industri inovatif dan keterampilan digital yang memadai. Pendekatan Smart Region yang mencakup infrastruktur digital, literasi, integrasi teknologi, dan kebijakan inovasi menjadi solusi percepatan adopsi teknologi (Demin et al. , 2. Selain teknologi, literasi keuangan juga berperan penting dalam memperkuat daya saing UMKM. (Lusardi & Mitchell, 2. serta (Fatoki, 2. menegaskan bahwa literasi keuangan yang baik berdampak positif pada keberlanjutan usaha melalui pengelolaan modal kerja, investasi jangka panjang, dan pengambilan keputusan yang tepat. (Rahmawati et al. menemukan bahwa UMKM dengan literasi keuangan tinggi lebih cepat mengadopsi teknologi keuangan digital, sementara (Taftiyan & BaghiNasab, 2. menyoroti kontribusinya dalam strategi pengelolaan risiko dan peningkatan profitabilitas. Meski demikian, tingkat literasi keuangan di Indonesia masih relatif rendah, yakni 49,68% (Otoritas Jasa Keuangan (OJK), 2. , sehingga diperlukan upaya peningkatan kapasitas pelaku usaha. Kearifan lokal menjadi elemen strategis dalam diferensiasi produk dan keberlanjutan usaha kreatif. (Rahman & Hakim, 2. menunjukkan bahwa desa wisata di Bantul berhasil mengoptimalkan budaya, tradisi, dan kuliner lokal untuk meningkatkan daya tarik wisata serta kesejahteraan masyarakat, didukung oleh digitalisasi pemasaran. (Suraji, 2. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK STRATEGI DIGITALISASI DAN LITERASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF SERTA KEBERLANJUTAN EKONOMI KREATIF BERBASIS A Willa Fatika Sari et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. menegaskan bahwa penggunaan bahan baku lokal dan teknik pengolahan tradisional memperkuat daya saing UMKM kuliner. (Irjayanti & Lord, 2. menemukan bahwa pelaku bisnis perempuan di industri kreatif cenderung memadukan modernisasi dengan kearifan lokal, menghasilkan produk etnik yang unik dan berpotensi pasar luas. Di tingkat global, (Arcos-Pumarola et al. , 2. menyoroti integrasi industri kreatif dengan warisan budaya takbenda di UNESCO Creative Cities sebagai strategi memperkuat identitas budaya sekaligus menarik wisatawan. Dengan demikian, penguatan keunggulan kompetitif UMKM kuliner membutuhkan sinergi antara inovasi digital, literasi keuangan, dan kearifan lokal. Integrasi ketiga aspek ini tidak hanya relevan untuk mempertahankan keberlanjutan usaha, tetapi juga menjadi strategi efektif menghadapi tantangan globalisasi dan meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan dominasi kuantitatif dan dukungan kualitatif. Secara kuantitatif, metode survei digunakan untuk mengumpulkan data primer dari pelaku UMKM subsektor kuliner di Kota Pangkalpinang. Pemilihan pendekatan ini bertujuan untuk menguji hubungan antarvariabel yang telah ditetapkan berdasarkan teori dan penelitian terdahulu. Populasi penelitian mencakup seluruh UMKM kuliner di Pangkalpinang, dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Kriteria sampel meliputi: . telah beroperasi minimal tiga tahun, . memanfaatkan platform digital dalam aktivitas bisnis, dan . memiliki pemahaman dasar literasi keuangan. Sebanyak 50 responden terpilih berdasarkan keterjangkauan dan relevansi. Variabel yang diteliti terdiri dari Digitalisasi (X. yang diukur melalui penggunaan platform digital, metode pembayaran digital, dan strategi pemasaran digital. Literasi Keuangan (X. yang mencakup manajemen keuangan, pencatatan dan perencanaan keuangan, serta akses Kearifan Lokal (M) sebagai variabel moderasi yang diukur melalui pemanfaatan budaya lokal, bahan baku lokal, dan pemasaran berbasis nilai budaya. Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan (Y) yang dilihat dari diferensiasi produk, inovasi, strategi pemasaran, dan efisiensi operasional. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert 1Ae5, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Pengujian model meliputi uji outer model . aliditas konvergen dan reliabilitas konstru. serta uji inner model . ignifikansi hubungan antarvariabel melalui Sementara itu, pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan diskusi dengan Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang serta Dinas Koperasi. Perdagangan, dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Wawancara ini bertujuan untuk menggali perspektif kebijakan dan strategi pendampingan UMKM terkait digitalisasi, literasi keuangan, serta pemanfaatan kearifan lokal dalam pengembangan daya saing kuliner Data kualitatif dianalisis dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, tema, dan insight yang memperkuat hasil survei kuantitatif. Dengan demikian, kerangka SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK STRATEGI DIGITALISASI DAN LITERASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF SERTA KEBERLANJUTAN EKONOMI KREATIF BERBASIS A Willa Fatika Sari et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. penelitian ini memposisikan digitalisasi dan literasi keuangan sebagai variabel independen yang memengaruhi keunggulan kompetitif berkelanjutan, dengan kearifan lokal sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan tersebut, sekaligus diperkaya oleh temuan kualitatif dari pemangku kepentingan. Gambar 1. Kerangka Berpikir HASIL DAN PEMBAHASAN Evaluasi Model Pengukuran (Outer Mode. Pengujian Convergent Validity Convergent validity digunakan untuk menilai sejauh mana indikator yang membentuk suatu konstruk memiliki tingkat konsistensi yang baik. Menurut kriteria yang dikemukakan oleh (Purwanto & Sudargini, 2. , indikator dinyatakan valid apabila nilai loading factor lebih besar dari 0,70, sementara nilai antara 0,50Ae0,60 masih dapat ditoleransi dalam penelitian eksploratori. Sebaliknya, indikator dengan nilai loading di bawah 0,50 sebaiknya dieliminasi dari model. Gambar 2. Evaluasi Model (Outer Mode. Sumber: Output Pengolahan dengan smartPLS 4. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK STRATEGI DIGITALISASI DAN LITERASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF SERTA KEBERLANJUTAN EKONOMI KREATIF BERBASIS A Willa Fatika Sari et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Hasil pengolahan data dengan SmartPLS menunjukkan bahwa seluruh indikator pada variabel penelitian ini memiliki nilai outer loading di atas 0,70. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap item pertanyaan mampu merefleksikan konstruk yang diukur secara memadai. Dengan demikian, seluruh indikator dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk tahapan analisis selanjutnya, baik dalam pengujian validitas diskriminan maupun dalam model Discriminant Validity Average Variance Extracted (AVE) digunakan untuk menilai seberapa besar varians yang dapat dijelaskan oleh indikator terhadap konstruk yang dibentuknya dibandingkan dengan varians akibat kesalahan pengukuran. Uji ini dianggap lebih ketat dibandingkan composite reliability karena berfokus pada validitas konvergen setiap konstruk. Menurut (Hair et al. , 2. , nilai AVE yang baik harus berada di atas 0,50, yang berarti lebih dari 50% varians indikator dapat dijelaskan oleh konstruk laten yang bersangkutan. Output AVE yang diperoleh dari Smart PLS 4. 0 tersaji pada tabel 1. Tabel 1. Hasil Uji Average Variance Extracted (AVE) Average variance extracted (AVE) Digitalisasi 0,731 Kearifan Lokal 0,629 Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan 0,650 Literasi Keuangan 0,749 Sumber: Output Pengolahan dengan smartPLS 4. Hasil pengolahan data dengan SmartPLS menunjukkan bahwa seluruh konstruk dalam penelitian ini memiliki nilai AVE lebih besar dari 0,50. Temuan ini mengindikasikan bahwa semua indikator mampu merepresentasikan konstruk yang diukur dengan baik. Dengan demikian, konstruk dalam model penelitian dinyatakan memenuhi kriteria validitas konvergen serta memiliki reliabilitas yang memadai untuk analisis selanjutnya. Composite Reliability dan ConbachAos Alpha Tahap akhir dalam evaluasi outer model adalah melakukan pengujian reliabilitas konstruk untuk memastikan konsistensi internal instrumen penelitian. Reliabilitas diukur menggunakan nilai Composite Reliability dan CronbachAos Alpha, yang menggambarkan sejauh mana indikator-indikator dalam satu konstruk memiliki stabilitas dan keterandalan dalam mengukur variabel laten. Menurut (Hair et al. , 2. , konstruk dinyatakan reliabel apabila nilai Composite Reliability maupun CronbachAos Alpha berada pada angka Ou 0,70. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh variabel dalam penelitian ini memiliki nilai Composite Reliability dan CronbachAos Alpha di atas batas minimum yang disyaratkan. Hal ini menandakan bahwa kuesioner yang digunakan sebagai instrumen penelitian memiliki konsistensi internal yang baik serta dapat diandalkan untuk mengukur variabel-variabel penelitian pada tahap analisis berikutnya. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK STRATEGI DIGITALISASI DAN LITERASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF SERTA KEBERLANJUTAN EKONOMI KREATIF BERBASIS A Willa Fatika Sari et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Tabel 2. Hasil Uji Composite Reliability dan ConbachAos Alpha Cronbach's Composite Composite reliability . Digitalisasi 0,954 0,961 0,961 Kearifan Lokal 0,926 0,929 0,938 Keunggulan 0,932 0,934 0,943 Kompetitif Berkelanjutan Literasi Keuangan 0,958 0,964 0,964 Sumber: Output Pengolahan dengan smartPLS 4. Berdasarkan Tabel 2, hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh konstruk memiliki nilai Composite Reliability dan CronbachAos Alpha yang melampaui batas minimum 0,70. Hal ini menegaskan bahwa semua variabel laten dalam penelitian telah memenuhi kriteria reliabilitas yang dipersyaratkan. Dengan demikian, instrumen penelitian berupa kuesioner dapat dinyatakan memiliki konsistensi internal yang baik dan layak digunakan untuk pengujian model lebih lanjut. Evaluasi Model Struktural (Inner Mode. Pengujian inner model adalah pengembangan model berbasis konsep dari teori dalam rangka menganalisis pengaruh variabel eksogen dan endogen telah dijabarkan dalam kerangka konseptual. Nilai R-Square (R. Berikut disajikan hasil pengujian R-Square (R. yang merupakan uji Goodness of Fit Tabel 3. Hasil Uji Nilai R-Square (R. R-square R-square adjusted Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan 0,845 0,827 Sumber: Output Pengolahan dengan smartPLS 4. Berdasarkan hasil pada Tabel 3, diperoleh nilai R-Square Adjusted untuk variabel Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan sebesar 0,827. Angka ini menunjukkan bahwa 82,7% dari variasi atau perubahan pada variabel Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen dalam penelitian ini . aitu Digitalisasi. Literasi Keuangan, dan Kearifan Lokal beserta interaksiny. Sementara itu, sisa 17,3% . % 82,7%) dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini. Berdasarkan standar umum, nilai R2 di atas 0,75 dapat dikategorikan memiliki tingkat eksplanasi yang kuat atau SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK STRATEGI DIGITALISASI DAN LITERASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF SERTA KEBERLANJUTAN EKONOMI KREATIF BERBASIS A Willa Fatika Sari et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Hasil Pengujian Hipotesis (Estimasi Koefisien Jalu. Nilai estimasi untuk pengaruh jalur dalam model structural harus signifikan. Nilai signifikan ini dapat diperoleh dengan prosedur bootstrapping. Melihat signifikan pada hipotesis dengan melihat nilai koefisien parameter dan nilai signifikan t-statistik pada algorithm bootstrapping report. Untuk mengetahui signifikan atau tidak signifikan dilihat dari t-tabel pada alpha 0,05 . %) = 1,96. Kemudian t-tabel dibandingkan dengan t-hitung . Tabel 4. Hasil Pengujian Hipotesis Digitalisasi -> Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan Kearifan Lokal -> Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan Literasi Keuangan > Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan Kearifan Lokal x Literasi Keuangan > Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan Kearifan Lokal x Digitalisasi -> Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan Original sample (O) Sample mean (M) Standard (STDEV) T statistics (|O/STDEV|) 0,472 0,464 0,098 4,803 0,000 0,249 0,267 0,102 2,436 0,015 0,351 0,338 0,094 3,719 0,000 0,301 0,306 0,115 2,615 0,009 -0,205 -0,201 0,097 2,124 0,034 Berdasarkan table diatas berikut adalah hasil pengujian hipotesis pada model Pengaruh Digitalisasi terhadap Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan Hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa digitalisasi berpengaruh positif signifikan terhadap keunggulan kompetitif berkelanjutan UMKM kuliner. Nilai koefisien jalur (Original Sampl. sebesar 0,472 menunjukkan arah pengaruh yang positif. Pengaruh ini terbukti signifikan secara statistik, yang dibuktikan dengan nilai T-statistik sebesar 4,803 . ebih besar dari 1,. dan nilai P-Value 0,000 . ebih kecil dari 0,. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima, yang berarti peningkatan SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK STRATEGI DIGITALISASI DAN LITERASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF SERTA KEBERLANJUTAN EKONOMI KREATIF BERBASIS A Willa Fatika Sari et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Digitalisasi secara signifikan akan meningkatkan Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan. Semakin tinggi penerapan digitalisasi, semakin besar pula kemampuan UMKM dalam memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat interaksi dengan konsumen. Hal ini selaras dengan temuan (Bravo et al. , 2. yang menyatakan bahwa digitalisasi dan integrasi rantai pasok memperkuat kolaborasi dan daya saing, serta diperkuat oleh (Ulfiona, 2. yang menegaskan digitalisasi sebagai elemen vital untuk mempercepat proses bisnis sekaligus membangun loyalitas pelanggan. Lebih lanjut, (Nurlaela et al. menunjukkan bahwa digitalisasi keuangan berperan penting dalam menciptakan efisiensi, memperluas layanan, serta mendorong lahirnya inovasi teknologi baru yang berdampak pada pertumbuhan berkelanjutan. Dengan demikian, digitalisasi terbukti tidak hanya meningkatkan performa jangka pendek, tetapi juga memberikan fondasi strategis bagi keunggulan kompetitif UMKM yang berkelanjutan. Temuan ini juga diperkuat oleh hasil diskusi dengan pemangku kepentingan daerah. Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang menekankan bahwa branding kuliner lokal seperti otak-otak sebagai subsektor unggulan Kota Kreatif Indonesia hanya dapat berkelanjutan apabila didukung oleh digitalisasi dan inovasi berbasis kearifan lokal. Upaya ini diwujudkan melalui platform Appekraf sebagai sarana promosi, pendataan, dan pengembangan UMKM berbasis digital, yang membantu pelaku usaha memperluas akses pasar dan memperkuat identitas lokal. Sementara itu. Dinas Koperasi. Perdagangan, dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyoroti pentingnya fondasi kelembagaan berupa legalitas usaha, sertifikasi halal, dan perlindungan HAKI yang harus berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi digital. Selain itu, dukungan berupa fasilitasi akses pembiayaan (KUR), program BPJS ketenagakerjaan bagi UMKM, serta pendampingan dalam literasi keuangan juga menjadi strategi kunci dalam menciptakan daya saing berkelanjutan. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya didukung oleh bukti empiris, tetapi juga sejalan dengan strategi kebijakan pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem UMKM kuliner melalui sinergi digitalisasi, literasi keuangan, dan kearifan lokal. Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Literasi Keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan, dengan nilai koefisien jalur 0,351. T-statistik 3,719 (>1,. , dan P-Value 0,000 (<0,. Dengan demikian, hipotesis Artinya, semakin tinggi literasi keuangan, semakin baik kemampuan UMKM dalam mengelola modal, menyusun perencanaan, dan mengambil keputusan finansial yang mendukung daya saing berkelanjutan. Temuan ini selaras dengan (Kiswanto, 2. yang menegaskan literasi keuangan sebagai faktor penting dalam membangun daya saing UMKM, serta (Yuliana et al. , 2. yang menemukan bahwa literasi keuangan signifikan terhadap kinerja UKM makanan terutama jika diperkuat keunggulan bersaing. (Septiawan & Haryadi, 2. juga menunjukkan bahwa sikap keuangan adaptif dan inklusi keuangan memperkuat hubungan literasi keuangan dengan kinerja UMKM, sementara (Masdiantini et al. , 2. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK STRATEGI DIGITALISASI DAN LITERASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF SERTA KEBERLANJUTAN EKONOMI KREATIF BERBASIS A Willa Fatika Sari et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. membuktikan bahwa literasi keuangan dan modal sosial berpengaruh signifikan terhadap kinerja dan keberlanjutan UMKM. Hasil ini semakin kuat dengan wawancara bersama Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, yang menegaskan pentingnya legalitas usaha, perlindungan HAKI, dan promosi melalui Aplikasi Appekraf untuk mendukung branding kuliner lokal, serta pembentukan komunitas kreatif agar UMKM dapat mengakses pembiayaan. Dinas Koperasi. Perdagangan, dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga menekankan legalisasi (NIB), sertifikasi halal. HAKI, literasi keuangan, serta perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan dan akses pembiayaan KUR. Bahkan beberapa UMKM dengan omzet miliaran membuktikan pentingnya kombinasi literasi keuangan, legalitas, dan digitalisasi dalam membangun daya saing. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa keunggulan kompetitif berkelanjutan UMKM kuliner dipengaruhi oleh literasi keuangan, kearifan lokal, serta dukungan regulasi dan kelembagaan pemerintah daerah yang memberikan fondasi kuat bagi keberlanjutan usaha. Pengaruh Kearifan Lokal terhadap Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan Hasil analisis menunjukkan Kearifan Lokal berpengaruh positif signifikan terhadap Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan, dengan koefisien jalur 0,249. T-statistik 2,436 (>1,. , dan P-Value 0,015 (<0,. , sehingga hipotesis diterima. Integrasi budaya lokal dalam bisnis, seperti penggunaan bahan baku, resep tradisional, dan narasi budaya, memperkuat diferensiasi dan loyalitas konsumen. Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya (Irjayanti & Lord, 2. membuktikan kearifan lokal menciptakan nilai tambah dan identitas daerah. (Kiswanto, 2. menegaskan inovasi berbasis budaya lokal memperkuat daya saing UMKM dengan dukungan literasi digital. (Yuliana et al. , 2. menemukan diferensiasi berbasis budaya lokal memperkuat hubungan literasi keuangan dan kinerja UKM. (Masdiantini et al. menekankan literasi keuangan dan modal sosial berpengaruh signifikan pada keberlanjutan UMKM. (Lubis et al. , 2. menunjukkan integrasi kearifan lokal dan klasterisasi meningkatkan kinerja. (Anton & Sarjan, 2. menegaskan peran adat dalam agrowisata, sedangkan (Mahrinasari et al. , 2. menyoroti kearifan lokal sebagai faktor moderasi yang diperkuat dukungan pemerintah. Wawancara dengan pemangku kepentingan daerah memperkuat temuan ini. Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang menegaskan pentingnya legalitas usaha. HAKI, serta promosi digital melalui Appekraf. Branding kuliner otak-otak sebagai ikon Kota Kreatif Indonesia membuktikan kombinasi kearifan lokal, digitalisasi, dan komunitas kreatif memperkuat posisi UMKM hingga level internasional. Dinas Koperasi. Perdagangan, dan UMKM Provinsi Babel menekankan legalisasi usaha (NIB), sertifikasi halal, perlindungan merek, literasi keuangan, akses KUR, serta BPJS Ketenagakerjaan. Mereka mencontohkan UMKM beromzet miliaran berkat literasi keuangan, strategi digital, dan penguatan budaya lokal. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK STRATEGI DIGITALISASI DAN LITERASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF SERTA KEBERLANJUTAN EKONOMI KREATIF BERBASIS A Willa Fatika Sari et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Dengan demikian, kearifan lokal terbukti bukan sekadar identitas, melainkan modal strategis untuk memperkuat daya saing berkelanjutan UMKM kuliner. Sinergi budaya, literasi keuangan, digitalisasi, dan dukungan kebijakan pemerintah daerah menjadi kunci agar UMKM mampu bertahan dan bersaing di tingkat lokal, nasional, hingga global. Pengaruh Moderasi Kearifan Lokal pada Hubungan Digitalisasi dan Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan Hasil analisis menunjukkan Kearifan Lokal signifikan memoderasi hubungan Digitalisasi dan Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan dengan arah negatif. Koefisien interaksi -0,205. T-statistik 2,124 (>1,. , dan P-Value 0,034 (<0,. menegaskan hipotesis diterima. Artinya, pengaruh positif digitalisasi sedikit berkurang saat kearifan lokal terlalu dominan, karena norma budaya yang kuat dapat memperlambat adopsi teknologi baru. Temuan ini sejalan dengan (Rahman & Hakim, 2. yang menekankan pentingnya penyelarasan digitalisasi dengan kearifan lokal, serta (Wardana et al. , 2. yang menunjukkan literasi digital hanya efektif jika didukung sikap kewirausahaan adaptif. Tanpa sikap terbuka, digitalisasi tidak otomatis meningkatkan keberlanjutan usaha Wawancara dengan pemangku kepentingan memperkuat hasil ini. Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang menegaskan branding kuliner otak-otak efektif jika digitalisasi (Appekra. dipadukan dengan narasi budaya, perlindungan HAKI, dan komunitas kreatif. digitalisasi yang dipaksakan berisiko menimbulkan resistensi sosial. Dinas Koperasi. Perdagangan, dan UMKM Provinsi Babel menyoroti masih kuatnya mindset tradisional UMKM, sehingga adopsi digitalisasi lambat. Karena itu, diperlukan pendampingan lewat literasi keuangan, legalitas (NIB, sertifikasi halal. HAKI), serta perlindungan sosial (BPJS. KUR). Dengan demikian, kearifan lokal bersifat ambivalen: memperkuat identitas dan diferensiasi, tetapi bisa melemahkan efek digitalisasi bila tidak dikelola adaptif. Diperlukan pendekatan hibrida yang memadukan digitalisasi, kewirausahaan, kearifan lokal, dan dukungan pemerintah agar UMKM kuliner mencapai keunggulan kompetitif Pengaruh Moderasi Kearifan Lokal pada Hubungan Literasi Keuangan dan Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan Hasil pengujian menunjukkan Kearifan Lokal signifikan memoderasi hubungan Literasi Keuangan dan Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan, dengan koefisien interaksi positif 0,301. T-statistik 2,615 (>1,. , dan P-Value 0,009 (<0,. , sehingga hipotesis Artinya, literasi keuangan semakin memperkuat keunggulan bersaing saat UMKM menjunjung budaya lokal. Temuan ini konsisten dengan (Rahmawati et al. , 2. yang menekankan literasi keuangan signifikan bagi kinerja UMKM kreatif bila didukung faktor sosial budaya, (Mahrinasari et al. , 2. yang menunjukkan kearifan lokal memperkuat hubungan kewirausahaan dan pemasaran, serta (Wardana et al. , 2. yang menegaskan sikap SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK STRATEGI DIGITALISASI DAN LITERASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF SERTA KEBERLANJUTAN EKONOMI KREATIF BERBASIS A Willa Fatika Sari et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. kewirausahaan adaptif menjembatani literasi digital dan keuangan terhadap keberlanjutan Dengan demikian, literasi keuangan yang kuat lebih efektif bila dipadukan dengan nilai budaya lokal yang memperkuat identitas produk dan kepercayaan konsumen. Hasil wawancara memperkuat temuan ini. Dinas Koperasi. Perdagangan, dan UMKM Provinsi Babel menekankan legalisasi usaha (NIB), sertifikasi halal. HAKI, serta BPJS Ketenagakerjaan sebagai legitimasi hukum dan perlindungan sosial selaras dengan kearifan lokal. Dinas Pariwisata/Ekraf Pangkalpinang menegaskan branding kuliner lokal seperti otak-otak hanya bertahan jika literasi keuangan pelaku UMKM dipadukan dengan strategi berbasis budaya, legalitas, dan digitalisasi melalui Appekraf. Dengan demikian, literasi keuangan dan kearifan lokal adalah dua pilar saling melengkapi: literasi keuangan mengarahkan pengelolaan sumber daya secara efisien, sedangkan kearifan lokal memperkuat diferensiasi dan legitimasi sosial, membangun keunggulan kompetitif berkelanjutan bagi UMKM kuliner. PENUTUP Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi dan literasi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap keunggulan kompetitif berkelanjutan UMKM kuliner di Kota Pangkalpinang. Penerapan teknologi digital terbukti mampu memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat interaksi dengan konsumen. Demikian pula, literasi keuangan yang baik meningkatkan kemampuan UMKM dalam mengelola modal, menyusun perencanaan keuangan, dan mengambil keputusan finansial yang mendukung daya saing. Kearifan lokal terbukti berperan penting dalam memperkuat identitas budaya, diferensiasi produk, dan loyalitas konsumen, serta berpengaruh signifikan terhadap keunggulan kompetitif. Namun, kearifan lokal memiliki peran ambivalen sebagai variabel moderasi: memperkuat hubungan literasi keuangan dengan keunggulan kompetitif berkelanjutan, tetapi sekaligus melemahkan pengaruh digitalisasi ketika nilai budaya terlalu Temuan ini menegaskan bahwa sinergi antara digitalisasi, literasi keuangan, dan kearifan lokal, ditopang oleh dukungan regulasi dan kelembagaan pemerintah daerah, menjadi kunci utama keberlanjutan UMKM kuliner di wilayah kepulauan. Saran dan Ucapan Terimakasih Pelaku UMKM disarankan memperkuat pemanfaatan digitalisasi tidak hanya untuk pemasaran tetapi juga pencatatan keuangan, sementara peningkatan literasi keuangan perlu dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan. Integrasi kearifan lokal tetap dijaga sebagai identitas produk, namun harus diselaraskan dengan inovasi digital agar tidak menghambat adopsi teknologi. Pemerintah daerah perlu mendukung melalui legalisasi usaha, perlindungan HAKI, sertifikasi halal, serta akses pembiayaan seperti KUR yang relevan dengan kebutuhan UMKM. Penelitian ini didukung sepenuhnya oleh Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK STRATEGI DIGITALISASI DAN LITERASI KEUANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF SERTA KEBERLANJUTAN EKONOMI KREATIF BERBASIS A Willa Fatika Sari et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Terimakasih Kepada Universitas Bangka Belitung atas pendanaan penelitian melalui Skema Peneliti Muda pada tahun 2025. DAFTAR PUSTAKA