Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 2, 2025 E-ISSN : 3090-6121 Open Access: https://ojs. id/jste/ Meningkatkan Hasil Belajar PAI Siswa Pada Materi Mari Mengaji Dan Mengkaji Q. AlHujurat Ayat 13 Melalui Model PBL Kelas IV SDN 31 Kumpulan Banang Eri Alju1. Ali Yasnur2 1 SDN 36 Labuhan Tanjak 2 SDN 31 Kumpulan Banang Correspondence: erialju36@gmail,com Article Info Article history: Received 02 Januari 2025 Revised 20 Feb 2025 Accepted 30 Maret 2025 Keyword: Classroom action Reseach. Interactive Technology. Religious Education. Islamic Teaching. Student Engagement. SD Negeri 31 Kumpulan Banang ABSTRACT One of the skills teachers need to possess as educators is pedagogical Pedagogical competence is the ability to understand students, design and implement learning plans, evaluate learning outcomes, and develop students to actualize their potential. This is regulated in Law No. 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers. With the pedagogical competence required, teachers are expected to be able to create a learning environment that is not demagogic or monotonous, which can lead to decreased student motivation. Decreased student motivation can also impact student achievement. In its process, education needs to keep pace with developments in Science and Technology (IPTEK). With these changes in the world of education, teachers are also required to hone and explore their abilities in relation to technological advancements and their application in learning activities. These advances in IPTEK can influence educators' mindsets in helping facilitate their students' learning needs by utilizing learning media. One medium that teachers can use to deliver teaching materials is Microsoft PowerPoint. The use of power points in learning can help teachers develop techniques for delivering teaching material to students. In addition to the media used in learning, a learning model can also be implemented using the Problem-Based Learning (PBL) model. According to Glazer . PBL emphasizes learning as a process involving problemsolving and critical thinking in real-world contexts. This learning model is a learning approach that presents contextual problems. Therefore, it can stimulate students' critical thinking skills and higher-order thinking skills in situations encountered in the real world. The Learning Objectives (TP) to be achieved in this study are student achievement in: 1. Reading Q. Al-Hujurat verse 13. Translating Al-Hujurat verse 13. Presenting the Main Message of Q. AlHujurat verse 13. However, the learning outcomes achieved have not yet yielded optimal Some students still do not understand the main message of Q. AlHujurat verse 13. This is due to technical and non-technical obstacles. Technical constraints relate to student handbooks not yet being available to all students due to late returns from previous classes. Non-technical constraints include some students who are active and others who tend to be passive in learning activities. A 2025 The Authors. Published by PT SYABAN MANDIRI FOUNDATION. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Sekolah merupakan tempat terjadinya interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam kegiatan pendidikan yang dilakukan secara sadar, sistematik dan terarah menuju ke arah perubahan tingkah laku peserta didik sesuai dengan yang diharapkan. Sekolah juga memegang peran penting dalam Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 terwujudnya tujuan pendidikaan nasional melalui lembaga pendidikan formal yang disediakan oleh Sekolah menjadi wadah untuk membantu peserta didik dalam proses pendewasaannya. Tentunya, seorang pendidik perlu menguasai ilmu-ilmu yang berkaitan dengan pendidikan agar dapat menjalankan tugasnya sebagai pendidik terhadap peserta didiknya. Salah satu kemampuan yang perlu di miliki oleh guru sebagai pendidik adalah kemampuan Kemampuan pedagogik adalah kemampuan untuk memahami peserta didik, merancang rencana dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik dalam mengaktualisasikan potensi kemampuan yang dimilikinya. Hal ini telah di atur dalam UU no 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Dengan kompetensi pedagogik yang perlu dimiliki guru, di harapkan mampu menciptakan suasana belajar yang tidak bersifat demagogik ataupun bersifat monoton yang dapat berimbas pada menurunnya motivasi peserta didik dalam belajar. Menurunnya motivasi belajar peserta didik dapat berimbas juga pada menurunnya prestasi belajar peserta didik. Dalam prosesnya, pendidikan perlu mengikuti arus perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Dengan adanya perubahan dalam dunia pendidikan, seorang guru juga di tuntut untuk mengasah dan mengeksplorasi kemampuan dirinya terhadap kemajuan teknologi dan penerapannya dalam kegiatan pembelajaran. Kemajuan IPTEK ini dapat mempengaruhi pola pikir pendidik dalam membantu menfasilitasi kebutuhan belajar peserta didiknya dengan memanfaatkan media Salah satu media yang dapat digunakan guru untuk menyampaikan materi ajar adalah Microsoft Power Point. Selain media yang di gunakan dalam pembelajaran, suatu pembelajaran juga dapat di terapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Menurut Glazer . menyatakan bahwa PBL menekankan belajar sebagai proses yang melibatkan pemecahan masalah dan berpikir kritis dalam konteks yang sebenarnya. Model pembelajaran ini merupakan sebuah pendekatan pembelajaran dengan menyajikan masalah kontekstual. Sehingga, dapat merangsang kemapuan kritis dan kemampuan berfikir tingkat tinggi peserta didik dalam situasi yang dapat ditemukan dalam dunia Tujuan Pembelajaran yang perlu dicapai dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa dalam 1. Membaca Q. Al-Hujurat ayat 13. Menerjemahkan Q. Al-Hujurat ayat 13. Mempresentasikan Pesan Pokok Q. Al-Hujurat ayat 13. Namun, prestasi belajar yang telah di lakukan belum mendapatkan hasil yang optimal. Masih ada peserta didik yang belum memahami pesan pokok Q. Al-Hujurat ayat 13. Hal ini dikarenakan kendala teknis dan kendala non teknis. Kendala teknis berkaitan dengan buku pegangan siswa yang belum dimiliki oleh seluruh siswa dikarenakan keterlambatan pengembalian buku dari siswa kelas Sedangkan kendala non teknis adalah adanya siswa yang aktif dan ada siswa yang cenderung pasif dalam kegiatan pembelajaran. RESEARCH METHODS Jenis pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas . lassroom reseach actio. karena penelitian ini dilakukan dikelas dan bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dengan jalan merancang, melaksanakan, merefleksikan tindakan dalam suatu siklus. Menurut Wijaya Kusumah . AuPenelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan guru dikelasnya sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkatAy. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas adalah penelian yang dilakukan dikelas yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan aktifitas belajar sehingga hasil belajar siswa dapat lebih baik dengan jalan merancang, melaksanakan, merefleksikan tindakan dalam suatu siklus. Pada Penelitian Tindaka Kelas yang saya lakukan ini menggunakan 2 jenis data penelitian, yaitu: Data kuantitatif yaitu data berupa angka. Data kuantitatif ini diperoleh dari hasil penyebaran lembar tes materi Mari Mengaji dan Mengkaji Q. Al-Hujurat ayat 13 terdiri dari 10 butir soal PG pada setiap siklus yang mana diasumsikan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Data kualitatif digunakan agar peneliti dapat mengetahui gambaran proses penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti materi Mari Mengaji Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 dan Mengkaji Q. Al-Hujurat ayat 13 yang diperoleh dari hasil lembar observasi aktivitas siswa terdiri dari 4 butir instrumen dan hasil lembar observasi aktivitas guru terdiri dari 16 butir instrumen. Pengumpulan data dilakukan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan Seorang peneliti biasanya memiliki dugaan berdasarkan teori yang mereka gunakan sebelum melakukan penelitian. dugaan ini disebut hipotesis. Untuk membuktikan hipotesis secara empiris, seorang peneliti harus mengumpulkan data untuk diteliti secara lebih mendalam. Variabel yang ada dalam hipotesis menentukan proses pengumpulan data. Sampel yang telah ditentukan sebelumnya digunakan untuk mengumpulkan data. Bahkan jika data tidak diolah, mereka tidak akan berguna bagi penerimanya. Data dapat berupa suara, gambar, angka, huruf, bahasa, simbol, bahkan Selama kita dapat menggunakannya untuk melihat lingkungan, objek, kejadian, atau konsep, maka semua hal tersebut disebut data. Setelah semua data yang diperlukan diperoleh, maka langkah selanjutnya adalah analisis data. Datadata yang diperoleh dari penelitian untuk menggambarkan keadaan peningkatan prestasi belajar siswa pada setiap siklus, dan untuk menggambarkan keberhasilan pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran PAI dan Budi pekerti materi Mari Mengaji dan Mengkaji Al- Hujurat ayat 13. RESULTS AND DISCUSSION Nilai rata-rata dari hasil sebelum tindakan adalah dengan nilai terendah 40 dan nilai tertinggi 80. Maka, dapat kita simpulkan bahwa hasil belajar siswa masih rendah sehingga harus dilakukan peningkatan hasil belajar siswa pada Materi Mari Mengaji dan Mengkaji Q. Al- Hujurat ayat 13 di kelas IV di SDN 31 Kumpulan Banang dengan menggunakan model Problem Based Learning yang akan dilakukan 2 siklus dalam 2 pertemuan. Selanjutnya untuk mengetahui penelitian tindakan ini adalah apakah model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, dalam pembelajaran terkhusus pada materi Materi Mari Mengaji dan Mengkaji Q. Al- Hujurat ayat 13. Perencanaan Penelitian : Pada tahap ini peneliti membuat alternatif pemecahan masalah untuk menguasai kesulitan dan meningkatkan hasil belajar siswa yaitu pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Perencaanaan yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut: Menyusun jadwal kegiatan sesuai dengan roster mata pelajaran PAI yang berlaku di kelas IV di SDN 31 Kumpulan Banang . Menyusun modul ajar yang berisikan langkah-langkah kegiatan yang akan dilaksanakan dalam peroses pembelajaran demgan menggunakan model pembalajaran Problem Based Learning. Mempersiapkan media, alat dan sumber belajar yang akan mendukung pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan menyiapkan perangkat tes dalam bentuk pilihan ganda sebagai Post test I. Mmbuat lembar observasi aktifitas guru untuk melihat penguasaan guru . dalam menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning selama proses belajar langsung. Membuat lembar observasi aktifitas siswa untuk melihat kondisi kegiatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Mendesain dan menata kelas sesuai dengan kebutuhan proses pembelajaran. Proses pengamatan ini dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung, proses ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana aktivitas guru dan aktivitas siswa yangsedang melakukan pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning. Dari hasil pelaksanaan pengamatan aktivitas guru dan siswa bahwa persentase yang didapat dari seluruh aktivitas guru yang dilaksanakan itu mendapat persentase 77% sehingga berada pada kategori Baik dan yang tidak dilaksanakan mendapat persentase sebanyak 23% maka perlu ada peningkatan lagi pada pertemuan berikutnya. Adapun aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran siklus 1 dengan menggunakan model problem based learning pada materi Materi Mari Mengaji dan Mengkaji Q. AlHujurat ayat 13. Hasil belajar siswa setelah menggunakan model Problem Based Learning (PBL) yang diukur dari hasil pengetahuan pada siklus. Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 Dari hasil belajar siswa pada pelaksanaan siklus I. Nilai rata-rata 70 adalah dengan nilai terendah 55 dan nilai tertinggi 90. Jika dihitung berdasarkan persentase ketuntasan belajar maka hanya 70 % siswa yang tuntas. Dapat disimpulkan bahwa hasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti itu ada pada kategori baik. Maka dari itu, untuk menyempurnakan penelitian ini maka diadakan siklus II dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa Fase B Kelas IV di SDN 31 Kumpulan Banang pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti Materi Mari Mengaji dan Mengkaji Q. Al- Hujurat ayat 13 melalui model PBL. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian dengan menerapkan model pembelajaran Based Learning, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Penggunaan Pembelajaran Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Mari Mengaji dan Mengkaji Q. S Al-Hujurat ayat 13 Kelas IV SDN 31 Kumpulan Banang. Secara keseluruhan pelaksanaan model Pembelajaran Based Learning pada siswa kelas IV SDN 31 Kumpulan Banang dapat dikatakan berjalan sesuai dengan perencanaan yang semestinya. Baik ditinjau dari bentuk perencanaan pembelajaran, maupun pelaksanaan pembelajaran yang diperoleh dari aktivitas siswa. Secara khusus dari hasil-hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Penerapan model pembelajaran Pembelajaran Based Learning pada siswa kelas IV SDN 31 Kumpulan Banang yang dilaksanakan oleh guru pada realitanya sudah terlaksana dengan baik. Hanya saja pemberian materi pembelajaran selama ini yang diberikan kepada siswa hanya terkesan cepat dan tidak memerhatikan pelatihan materi yang telah siswa dapatkan sangat disayangkan terjadi sehingga ini berakibat pada kemampuan siswa terhadap pembelajaran PAI materi Mari Mengaji dan Mengkaji Q. Al-Hujurat ayat 13 terkhususnya yang tidak mengalami peningkatan. Peningkatan hasil belajar PAI materi Mari Mengaji dan Mengkaji Q. S Al-Hujurat ayat 13 siswa kelas IV SDN 31 Kumpulan Banang. Peningkatan yang terjadi di kelas IV SDN 31 Kumpulan Banang dapat dikatakan meningkat. Berdasarkan tes yang dilakukan guru pada akhir pertemuan siklus I, siklus II, dan siklus i. Tes individu tersebut menunjukan peningkatan positif oleh para siswa dalam meningkatkan hasil belajar PAI materi Mari Mengaji dan Mengkaji Q. S Al-Hujurat ayat 13. REFERENCES