Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan (JKPPK) Vol. No. 3 Juli 2024 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 186-199 DOI: https://doi. org/10. 59031/jkppk. Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas Vi MTsN 1 ABDYA pada Mata Pelajaran Fiqih Bab Zakat Muhammad Agil Rifqi1. Hadini Hadini2. Husnizar Husnizar3 1,2,3 Universitas Islam Negeri Ar-Raniry 1,2,3 Jln. Syeikh Abdul Rauf. Kopelma Darussalam. Kec. Syiah Kuala. Kota Banda Aceh. Aceh 23111 Muhammad Agil Rifqi: 190201057@student. ar-raniry. Abstract. This research was conducted in response to the high level of learning difficulties for class Vi MTsN 1 Abdya students in the Fiqh subject especially in the zakat chapter. In an effort to improve student learning outcomes, analysis is needed to identify the learning difficulties they face. The main problem lies in students' low understanding of Fiqh material, especially in the zakat chapter, which can be caused by internal and external This research aims to analyze students' learning difficulties and identify the causal factors. The theoretical basis includes the concept of learning difficulties, internal and external factors that influence students' learning processes, as well as theories related to Fiqh subjects, especially the zakat chapter. This research uses a mixed approach or mixed method which is a combination of quantitative and qualitative approaches. The method used is explanatory sequential design. This type of research is included in the field research category. The research results show seven main learning difficulties for students, including understanding the concept of zakat, adapting to zakat material, remembering the legal basis for zakat, identifying mustahiq zakat, recognizing various types of zakat assets, identifying nisab and zakat levels, and calculating the amount of zakat that must be paid. It is hoped that this research will provide better insight regarding students' learning difficulties in the Fiqh subject chapter on zakat, as well as become a rationale for schools and teachers to improve the quality of learning and students' Keywords: Learning Disability. Fiqh. Zakat Abstrak. Salah satu bentuk respons dari banyaknya siswa yang mendapat kesulitan belajar di kelas Vi MTsN 1 Abdya pada pelajaran fiqih, terkhusus di bagian zakat, maka penelitian ini dilakukan. Supaya hasil belajar siswa menjadi tumbuh dan berkembang, maka analisis untuk mengetahui kesulitan belajar itu sangatlah dibutuhkan. Persoalan yang paling penting terletak pada rendahnya kompetensi siswa pada materi fiqih, terkhusus di bagian zakat itu sendiri, yang mana hal itu dikarenakan adanya faktor dalam diri siswa dan luar diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki kesulitan belajar siswa serta mengetahui penyebabnya. Kerangka teori meliputi konsep kesulitan belajar, faktor internal dan eksternal yang berdampak pada keberlangsungan pembelajaran siswa, serta hal-hal yang relevan dengan topik fiqih, terutama di bagian zakat. Penelitian ini memakai pendekatan metode campuran atau mixed method yang merupakan gabungan antara metode kualitatif dan kuantitatif. Metode yang dipakai adalah desain sekuensial eksplanatori. Jenis penelitian ini tergolong ke dalam kategori penelitian Hasil penelitian memperlihatkan ada tujuh kesulitan yang dialami oleh siswa pada saat berlangsungnya pembelajaran, antara lain. kesulitan memahami konsep zakat, kesulitan beradaptasi dengan materi zakat, kesulitan mengingat dalil hukum zakat, kesulitan mengetahui mustahiq zakat, kesulitan mengetahui zakat harta yang beragam, kesulitan menentukan nisab dan takaran zakat serta menghitung jumlah zakat yang wajib dibayarkan. Harapannya, semoga dengan adanya penelitian ini dapat berguna untuk pemahaman tentang kesulitan belajar pada pembelajaran fiqih, terkhusus di bagian zakat. Dan juga harapannya, semoga bisa menjadi landasan bagi sekolah dan juga guru dalam memperbaiki tingkat kualitas proses belajar mengajar siswa. Kata kunci: Kesulitan Belajar. Fiqih. Zakat LATAR BELAKANG Belajar merupakan aktivitas yang dilakukan dengan penuh kesadaran, kesengajaan, keteraturan dan terencana dalam upaya mengubah dan mengembangkan kualitas individu Received Juni 10, 2024. Accepted Juli 01, 2024. Published Juli 31, 2024 * Muhammad Agil Rifqi: 190201057@student. ar-raniry. Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas Vi MTsN 1 ABDYA pada Mata Pelajaran Fiqih Bab Zakat manusia melalui sebuah lembaga pendidikan, termasuk sekolah. Sekolah merupakan lembaga formal yang menyediakan sarana untuk mencapai hal tersebut. Adanya sekolah, siswa bisa memperoleh berbagai aspek termasuk pengetahuan, keterampilan dan pengalaman (Nur Rizcha Zamalina, 2. Ketika berlangsungnya pembelajaran di kelas, guru adalah sosok yang memiliki wewenang dan tanggung jawab yang diharapkan dapat membimbing dan membina Guru itu merupakan tenaga pendidik serta sebagai fasilitator dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada para siswanya (Dewi Safitri, 2. Guru berperan aktif dalam keberhasilan suatu pembelajaran. Di antara peran guru yang sangat berharga yaitu mengajarkan pelajaran fiqih. Fiqih merupakan salah satu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang berkeinginan mempersiapkan siswa untuk mengetahui, memahami dan menghayati, utamanya dalam ibadah sehari-hari, yang nantinya menjadi pedoman dalam kehidupan dengan pengajaran, pelatihan dan pembiasaan (Novita Kurniwati, dkk, 2. Salah satu materi di dalam fiqih adalah zakat. Zakat merupakan hal yang pokok di dalam agama Islam. Zakat menurut bahasa ialah AumembersihkanAy atau AutumbuhAy. Secara terminologi, zakat adalah sebagian dari sejumlah harta tertentu setelah harta tersebut mencapai nisab . atasan harus zaka. , sebagaimana disyaratkan oleh Allah swt. dikeluarkan dan diserahkan kepada penerimanya dengan syarat-syarat tertentu (Dina Mariana, 2. Dalam proses belajar mengajar fiqih, tidak tertutup kemungkinan terjadinya kesulitan Karena dalam pelajaran fiqih itu sendiri terdapat istilah-istilah yang sulit dipahami, terlebih lagi pada materi zakat, yang mana materi itu terdapat rumus-rumus dalam Secara etimologi, kesulitan belajar jika diterjemahkan ke Bahasa Inggris berarti AuLearning DisabilityAy yaitu ketidakmampuan belajar. Pengertian umum kesulitan belajar adalah suatu keadaan di mana terdapat ketidaksesuaian antara potensi yang dimiliki siswa dengan hasil yang diperolehnya (Marlina, 2. Kesulitan belajar fiqih zakat itu dapat disebabkan oleh materi zakat itu sendiri yang terkesan sulit karena berupa angka dan hitungan. Hal yang sama juga dapat disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang kurang efektif. Begitupun halnya dengan penggunaan metode oleh guru ketika berlangsungnya pembelajaran. Lebih lanjut, problem kesulitan belajar ini, juga dapat disebabkan oleh kondisi siswa yang membenci pelajaran tersebut, sehingga pembelajaran tidak berjalan dengan efektif karena pembelajaran tersebut dianggap kurang menyenangkan. Dalam realitas sekarang ini, ternyata masih banyak siswa yang tidak mengetahui dan JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 186-199 memahami bagaimana sebenarnya ketentuan-ketentuan zakat itu. Hal itu ditunjukkan oleh siswa itu sendiri, yaitu ketika Peneliti bertanya langsung kepada beberapa siswa tersebut terkait materi-materi tentang zakat. Jawaban yang disampaikan oleh mereka termasuk kurang memuaskan. Padahal fiqih zakat sudah menjadi mata pelajaran agama Islam yang diterapkan di berbagai jenjang pendidikan sekolah atau madrasah. KAJIAN TEORITIS Berdasarkan sumber dan dokumen yang Peneliti dapatkan, berikut beberapa penelitian yang berkaitan dengan penelitian ini: Penelitian oleh Nur Rizcha Zamalina . yaitu AuAnalisis Kesulitan Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Cara Mengatasinya di SMP Al-Fityan Gowa Kecamatan Somba OPU Kabupaten GowaAy. Kesamaan penelitiannya terletak pada sama-sama meneliti tentang kesulitan belajar siswa dalam bidang agama Islam. Perbedaannya terletak pada pemakaian pendekatan penelitiannya yaitu penelitian terdahulu memakai pendekatan kualitatif, sedangkan penelitian Peneliti memakai pendekatan campuran. Perbedaan selanjutnya pada metode pengumpulan datanya yaitu penelitian terdahulu memakai observasi, wawancara, dan dokumentasi, tetapi penelitian Peneliti memakai wawancara dan angket. Perbedaannya lagi yaitu penelitian terdahulu itu menganalisa kesulitan belajar Pendidikan Agama Islam secara umum, sedangkan penelitian Peneliti lebih terfokus pada fiqih bab zakat. Lokasi penelitiannya juga berbeda, penelitian terdahulu dilakukan di SMP Al-Fityan Gowa, sedangkan penelitian Peneliti dilakukan di MTsN 1 Abdya. Penelitian oleh Lilis Susanti . yaitu AuUpaya mengatasi Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fikih di MI Cokroaminoto 01 Badakarya BanjarnegaraAy. Kesamaan penelitiannya terdapat pada sama-sama membahas tentang analisa kesulitan belajar siswa di bidang agama Islam yaitu fiqih. Perbedaannya adalah penelitian terdahulu itu menganalisa kesulitan belajar fiqih secara umum, sedangkan Peneliti lebih terfokus pada fiqih bab zakat. Lokasi penelitiannya juga berbeda, penelitian terdahulu dilakukan di MI Cokroaminoto 01 Badakarya Banjarnegara, sedangkan penelitian Peneliti dilakukan di MTsN 1 Abdya. Penelitian oleh M. Ilham Nasution . yaitu AuUpaya Guru Mengatasi Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Fiqih di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Talang Bakung Kota JambiAy. Kesamaan penelitiannya ada pada sama-sama membahas tentang analisa kesulitan belajar siswa di bidang agama Islam yaitu fiqih. Perbedaannya terletak pada pemakaian pendekatan JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas Vi MTsN 1 ABDYA pada Mata Pelajaran Fiqih Bab Zakat penelitiannya yaitu penelitian terdahulu memakai pendekatan kualitatif, sedangkan penelitian Peneliti memakai pendekatan campuran. Perbedaan selanjutnya pada metode pengumpulan datanya yaitu penelitian terdahulu memakai observasi, wawancara, dan dokumentasi, tetapi penelitian Peneliti memakai wawancara dan angket. Perbedaannya lagi adalah penelitian terdahulu itu menganalisa kesulitan belajar fiqih secara umum, sedangkan Penelit lebih terfokus pada fiqih bab zakat. Lokasi penelitiannya juga berbeda, penelitian terdahulu dilakukan di MTs Al-Hidayah Talang Bakung Kota Jambi, sedangkan penelitian Peneliti dilakukan di MTsN 1 Abdya. METODE PENELITIAN Penelitian ini memakai pendekatan campuran atau mixed method, yaitu gabungan kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif digunakan untuk mendapatkan data berupa angka atau statistik, sedangkan kualitatif digunakan untuk medapatkan pemahaman yang mendalam serta kontekstual. Pemakaian metode dalam penelitian ini adalah desain eksplanatori sekuensial, yang diawali dengan perumusan langkah kuantitatif kemudian dilanjutkan dengan temuan yang lebih spesifik dengan langkah kualitatif untuk menjelaskan temuan kuantitatif tersebut secara lebih dalam (Zuraifa Nadila, dkk, 2. Jenis penelitian ini tergolong ke dalam kategori penelitian lapangan, di mana Peneliti memusatkan perhatian pada suatu kasus secara mendalam dan detail. Jenis penelitian ini memungkinkan Peneliti memperoleh pemahaman mendalam mengenai konteks dan kondisi terkini yang menjadi inti Ada dua sumber yang Peneliti gunakan pada penelitian ini yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah data yang didapatkan langsung dari subjek penelitian untuk memecahkan persoalan yang sedang diteliti (Andra Tersiana, 2. Sumber primer penelitian ini adalah hasil wawancara bersama guru fiqih serta hasil angket yang diberikan kepada siswa kelas Vi MTsN 1 Abdya. Sumber sekunder merupakan data yang sebelumnya telah dihimpun dan disusun oleh orang lain (Andra Tersiana, 2. Sumber sekunder bisa didapatkan dari catatan, buku, internet, lembaga pendidikan, atau perpustakaan umum. Hal itu semua dapat dicari dan diperoleh di MTsN 1 Abdya. Siswa kelas Vi dan guru fiqih MTsN 1 Abdya merupakan subjek di dalam penelitian ini. Seluruh siswa kelas Vi MTsN 1 Abdya merupakan populasi dalam penelitian ini yaitu berjumlah 191 orang, terdiri dari siswa laki-laki sebanyak 93 orang dan perempuan sebanyak 98 orang. Populasi yang berjumlah kurang dari 100 orang dijadikan sebagai sampel JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 186-199 penelitian lengkap, namun jika populasi lebih dari 100 orang maka hanya diambil sampel sebesar 10 sampai 15% atau 20 sampai 25% (Sandi Siyoto dan Ali Sadik, 2. Dalam penelitian ini yang dilibatkan adalah 16% populasi yaitu 30 siswa dari total 191 siswa. Sampel penelitian ini diambil dari siswa kelas Vi MTsN 1 Abdya yang diambil dengan memakai teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan angket. HASIL DAN PEMBAHASAN Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih Bab Zakat Dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh siswa di madrasah, segala sesuatunya tidak selalu berjalan sesuai rencana. Tetapi, ada kalanya siswa meendapat halangan atau kendala untuk memperoleh keberhasilan pembelajaran itu. Dengan demikian, mereka menjadi kesulitan ketika pembelajaran berlangsung. Adapun temuan Peneliti, kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa pada saat belajar fiqih zakat sangatlah beragam, antara lain: Kesulitan Siswa dalam Memahami Konsep Zakat Berikut ini jawaban siswa terkait kesulitan dalam memahami konsep zakat. Tabel 1 : Kesulitan siswa dalam memahami konsep zakat Alternatif Tanggapan Sangat Setuju Setuju Ragu-Ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Frekuensi Persentase Dilihat dari tabel di atas, sebagian besar yaitu berjumlah 18 orang . %) menanggapi setuju, 12 orang . %) menanggapi sangat setuju, tidak ada siswa yang menanggapi ragu-ragu, tidak ada siswa yang menanggapi tidak setuju dan tidak ada siswa yang menanggapi sangat tidak setuju. Dengan demikianm bisa ditarik kesimpulan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep zakat dalam fiqih. Kesulitan Siswa dalam Menyesuaikan Diri dengan Materi Zakat Berikut ini jawaban siswa terkait kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan materi JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas Vi MTsN 1 ABDYA pada Mata Pelajaran Fiqih Bab Zakat Tabel 2 : Kesulitan siswa dalam menyesuaikan diri dengan materi zakat Alternatif Tanggapan Sangat Setuju Setuju Ragu-Ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Frekuensi Persentase 63,33% 16,66% Dilihat dari tabel di atas, sebagian besar yaitu berjumlah 19 orang . ,33%) menanggapi setuju, 6 orang . %) menanggapi sangat setuju, 5 orang . ,66%) menanggapi ragu-ragu, tidak ada siswa yang menanggapi tidak setuju dan tidak ada siswa yang menanggapi sangat tidak setuju. Dengan demikian, bisa ditarik kesimpulan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan materi zakat dalam fiqih. Kesulitan Siswa dalam Mengingat Dasar Hukum Zakat Berikut ini jawaban siswa terkait kesulitan dalam mengingat dasar hukum zakat. Tabel 3. Kesulitan siswa dalam mengingat dasar hukum zakat Alternatif Tanggapan Frekuensi Persentase Sangat Setuju Setuju Ragu-Ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Dilihat dari tabel di atas, sebagian besar yaitu berjumlah 15 orang . %) menanggapi setuju, 6 orang . %) menanggapi sangat setuju, 6 orang . %) menanggapi ragu-ragu, 3 orang . %) menanggapi tidak setuju dan tidak ada siswa yang menanggapi sangat tidak Dengan demikian, bisa ditarik kesimpulan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mengingat dasar hukum zakat dalam fiqih. Kesulitan Siswa dalam Mengidentifikasi Mustahiq Zakat Berikut ini jawaban siswa terkait kesulitan dalam mengidentifikasi mustahiq zakat. Tabel 4. : Kesulitan siswa dalam mengidentifikasi mustahiq zakat Alternatif Tanggapan 1 Sangat Setuju 2 Setuju JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 Frekuensi Persentase 23,33% e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 186-199 Ragu-Ragu 16,66% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Dilihat dari tabel di atas, sebagian besar yaitu berjumlah 15 orang . %) menanggapi setuju, 7 orang . ,33%) menanggapi sangat setuju, 5 orang . ,66%) menanggapi raguragu, 3 orang . %) menanggapi tidak setuju dan tidak ada siswa yang menanggapi sangat tidak setuju. Dengan demikian, bisa ditarik kesimpukan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi mustahiq zakat dalam fiqih. Kesulitan Siswa dalam Mengidentifikasi Macam-Macam Zakat Harta Berikut ini jawaban siswa terkait kesulitan dalam mengidentifikasi macam-macam zakat harta. Tabel 5 : Kesulitan siswa dalam mengidentifikasi macam-macam zakat harta Alternatif Tanggapan Frekuensi Persentase Sangat Setuju 33,33% Setuju 46,66% Ragu-Ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Dilihat dari tabel di atas, sebagian besar yaitu berjumlah 14 orang . ,66%) menanggapi setuju, 10 orang . ,33%) menanggapi sangat setuju, 6 orang . %) menanggapi ragu-ragu, tidak ada siswa yang menanggapi tidak setuju dan tidak ada siswa yang menanggapi sangat tidak setuju. Dengan demikian, bisa ditarik kesimpulan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi macam-macam zakat harta dalam fiqih. Kesulitan Siswa dalam Mengidentifikasi Nisab dan Kadar pada Zakat Berikut ini jawaban siswa terkait kesulitan dalam mengidentifikasi nisab dan kadar pada zakat. Tabel 6. Kesulitan siswa dalam mengidentifikasi nisab dan kadar pada zakat Alternatif Tanggapan Frekuensi Persentase Sangat Setuju Setuju 63,33% Ragu-Ragu 6,66% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Dilihat dari tabel di atas, sebagian besar yaitu berjumlah 19 orang . ,33%) JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas Vi MTsN 1 ABDYA pada Mata Pelajaran Fiqih Bab Zakat menanggapi setuju, 9 orang . %) menanggapi sangat setuju, 2 orang . ,66%) menanggapi ragu-ragu, tidak ada siswa yang menanggapi tidak setuju dan tidak ada siswa yang menanggapi sangat tidak setuju. Dengan demikian bisa, ditarik kesimpulan bahwa jelas siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi nisab dan kadar zakat dalam fiqih. Kesulitan Siswa dalam Menghitung Besaran Zakat yang Harus Dikeluarkan Berikut ini jawaban siswa terkait kesulitan dalam menghitung besaran zakat yang harus dikeluarkan. Tabel 7. Kesulitan siswa dalam menghitung besaran zakat yang harus dikeluarkan Alternatif Tanggapan Frekuensi Persentase Sangat Setuju 36,66% Setuju Ragu-Ragu 3,33% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Dilihat dari tabel di atas, sebagian besar yaitu berjumlah 18 orang . %) menanggapi setuju, 11 orang . ,66%) menanggapi sangat setuju, 1 orang . ,33%) menanggapi raguragu, tidak ada siswa yang menanggapi tidak setuju dan tidak ada siswa yang menanggapi sangat tidak setuju. Dengan demikian, bisa ditarik kesimpulan bahwa jelas siswa mengalami kesulitan dalam menghitung besaran zakat yang harus dikeluarkan dalam fiqih. Faktor yang Menyebabkan Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih Bab Zakat. Pada saat berlangsungnya pembelajaran di madrasah, sering muncul dua faktor yang mengakibatkan siswa mengalami kendala atau kesulitan belajar ketika mempelajari materi zakat, yaitu faktor internal . ang timbul dari dalam diri sisw. dan faktor eksternal . ari luar diri sisw. seperti guru, teman, orang tua dan masyaraka. Berdasarkan temuan Peneliti di lokasi penelitian yaitu di MTsN 1 Abdya, terdapat beberapa faktor yang mengakibatkan adanya kesulitan belajar yang dialami oleh siswa pada saat belajar fiqih bab zakat, antara lain sebagai berikut: Faktor Internal Faktor Kurangnya Intelegensi Siswa Terhadap Materi Zakat JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 186-199 . Siswa Jarang Menyelesaikan Tugas Materi Zakat dengan Kemampuan Sendiri Berikut ini jawaban siswa terkait jarangnya menyelesaikan tugas materi zakat dengan kemampuan sendiri. Tabel 9. Siswa jarang menyelesaikan tugas tentang materi dengan kemampuan sendiri Alternatif Tanggapan Frekuensi Persentase Sangat Setuju 36,66% Setuju 53,33 Ragu-Ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Dilihat dari tabel di atas, sebagian besar yaitu berjumlah 16 orang . ,33%) menanggapi setuju, 11 orang . ,66%) menanggapi sangat setuju, 3 orang . %) menanggapi ragu-ragu, tidak ada siswa yang menanggapi tidak setuju dan tidak ada siswa yang menanggapi sangat tidak setuju. Dengan hal itu bisa dimengerti bahwa pada umumnya siswa jarang menyelesaikan tugas materi zakat yang diberikan oleh gurunya dengan kemampuan dirinya sendiri. Hal itu disebabkan oleh kurangnya intelegensi siswa dalam memahami materi zakat. Adapun informasi yang didapatkan dari wawancara bersama guru mata pelajaran fiqih kelas Vi MTsN 1 Abdya, yaitu Ibu Dra. Jarianur, mengatakan bahwa: AuTentunya saya juga sadar bahwa mempelajari materi zakat ini memerlukan waktu yang lumayan lama. Oleh karena itu, alokasi waktu untuk bab zakat yang seharusnya 4 kali pertemuan dilebihkan menjadi 5 kali pertemuan. Tapi tetap juga ada anak-anak yang belum bisa, alasan mereka adalah karena seperti matematika, hitung-hitungan, dan lain-lain. Kemudian, kalau ditunggu sampai tuntas semua, jadinya ketinggalan materi pembelajaran, itukan tidak mungkin dilakukanAy. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru fiqih, adanya kesulitan yang dialami oleh siswa-siswi di MTsN 1 Abdya dalam mempelajari materi zakat yaitu kurangnya intelegensi siswa terhadap materi yang bersifat hitung-hitungan, sehingga memerlukan waktu yang lama untuk menuntaskan hal itu. Faktor Kurangnya Minat Belajar Siswa Terhadap Materi Zakat . Siswa Merasa Kurang Senang ketika Belajar Fiqih Bab Zakat Berikut ini jawaban siswa terkait kurangnya rasa senang ketika belajar fiqih bab zakat. Tabel 10. Siswa merasa kurang senang ketika belajar Fiqih bab Zakat JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas Vi MTsN 1 ABDYA pada Mata Pelajaran Fiqih Bab Zakat Alternatif Tanggapan Frekuensi Persentase Sangat Setuju 36,66% Setuju 53,33% Ragu-Ragu 6,66% Tidak Setuju 3,33% Sangat Tidak Setuju Jumlah Dilihat dari tabel di atas, sebagian besar yaitu berjumlah 16 orang . ,33%) menanggapi setuju, 11 orang . ,66%) menanggapi sangat setuju, 2 orang . ,66%) menanggapi ragu-ragu, 1 orang . ,33%) menanggapi tidak setuju dan tidak ada siswa yang menanggapi sangat tidak setuju. Dengan demikian bisa dimengerti bahwa pada umumnya siswa merasa kurang senang ketika belajar fiqih bab zakat. Hal itu disebabkan oleh kurangnya minat belajar siswa pada materi zakat. Adapun informasi yang didapatkan dari wawancara bersama guru mata pelajaran fiqih kelas Vi MTsN 1 Abdya, yaitu Ibu Dra. Jarianur, mengatakan bahwa: AuUntuk minat belajar anak-anak, itulah sebagian ada yang berminat dan sebagian ada yang tidak. Kalau anak-anak yang memang berminat itu saat disuruh baca mereka membaca, saat disuruh tulis mereka menulis, saat disuruh maju ke depan mereka maju. Kalau anak-anak yang tidak berminat itu, misalnya disuruh tulis kesimpulan pembelajaran hari ini itupun tidakAy. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru fiqih, adanya kesulitan yang dialami oleh siswa dalam mempelajari zakat itu disebabkan oleh kurangnya minat belajar siswa pada materi Faktor Eksternal Faktor dari Guru . Guru Mengajar Materi Zakat dengan Metode Pembelajaran yang Menarik dan Tidak Bosan Berikut ini jawaban siswa terkait metode pembelajaran guru. Tabel 11. Guru mengajar materi zakat dengan metode pembelajaran yang menarik dan tidak bosan Alternatif Tanggapan Sangat Setuju Setuju Ragu-Ragu Tidak Setuju JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 Frekuensi Persentase e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 186-199 Sangat Tidak Setuju Jumlah Dilihat dari tabel di atas, sebagian besar yaitu berjumlah 21 orang . %) menanggapi tidak setuju, 6 orang . %) menanggapi sangat tidak setuju, 3 orang . %) menanggapi raguragu, tidak ada siswa yang menanggapi setuju dan tidak ada siswa yang menanggapi sangat Dengan hal itu bisa dimengerti bahwa pada umumnya siswa mengatakan kalau guru tidak mengajar materi zakat dengan menggunakan metode pembelajaran yang menarik dan tidak bosan. Jadi, pada akhirnya pemakaian metode yang kurang menarik bisa membuat siswa kesulitan belajar fiqih bab zakat. Guru Mengajar Materi Zakat dengan Media Pembelajaran yang Menarik Berikut ini jawaban siswa terkait media pembelajaran guru. Tabel 12. Guru mengajar materi zakat dengan media pembelajaran yang menarik Alternatif Tanggapan Sangat Setuju Setuju Ragu-Ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Frekuensi Persentase 3,33% 56,66% Dilihat dari tabel di atas, berjumlah 17 orang . ,66%) menanggapi sangat tidak setuju, 12 orang . %) menanggapi tidak setuju, 1 orang . ,33%) menanggapi ragu-ragu, tidak ada siswa yang menanggapi setuju dan tidak ada siswa yang menanggapi sangat setuju. Dengan hal itu bisa dimengerti bahwa pada umumnya siswa mengatakan kalau guru tidak mengajar materi zakat dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik dan tidak Jadi, pada akhirnya pemakaian media yang kurang menarik bisa membuat siswa kesulitan belajar fiqih bab zakat. Adapun informasi yang didapatkan dari wawancara dengan guru mata pelajaran fiqih kelas Vi MTsN 1 Abdya, yaitu Ibu Dra. Jarianur, mengatakan bahwa: AuUntuk metode pembelajaran seperti pada umumnya, pertama-tama saya menyuruh semua siswa untuk membaca materi zakat yang ada di buku siswa. Membaca apa itu zakat, apa dasar hukum zakat, siapa saja yang berhak menerima zakat, apa syarat dan rukun zakat, apa saja pembagian zakat, dan lain-lain. Setelah itu, saya menjelaskan kembali kepada siswa, setelah itu saya memberikan contoh-contoh perhitungan zakat kepada siswa. Kemudian, untuk penggunaan media pembelajaran itu memang tidak ada. Media pembelajaran seperti infokus JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas Vi MTsN 1 ABDYA pada Mata Pelajaran Fiqih Bab Zakat itupun masih kurang di sekolah, lagi pula saya pun kurang bisa memakai laptop. Dan untuk motivasi, itu ada saya sampaikan, bahwa zakat itu adalah hal yang wajib bagi setiap umat Islam walaupun baru lahir sekalipun. Motivasi-motivasi itu ada saya berika untuk memunculkan kesadaran diri siswa bahwa begitu penting mempelajari materi zakatAy. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru fiqih, adanya kesulitan dialami oleh siswa dalam belajar tentang zakat yaitu kurangnya pemakaian metode dan media pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan siswa saat belajar fiqih bab zakat. Faktor dari Teman . Siswa Berteman dengan Teman yang Giat Belajar Berikut ini jawaban siswa terkait berteman dengan teman yang giat belajar. Tabel 13. Siswa berteman dengan teman yang giat belajar Alternatif Tanggapan Frekuensi Persentase Sangat Setuju Setuju 3,33% Ragu-Ragu 23,33% Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 23,33% Jumlah Dilihat dari tabel di atas, sebagian besar yaitu berjumlah 15 orang . %) menanggapi tidak setuju, 7 orang . ,33%) menanggapi sangat tidak setuju, 7 orang . %) menanggapi ragu-ragu, 1 orang . ,33%) menanggapi setuju dan tidak ada siswa yang menanggapi sangat Dengan hal itu bisa dimengerti bahwa pada umumnya siswa berteman dengan teman yang tidak giat belajar. Sehingga sifat malas itu tertular kepada dirinya dan membuat dirinya mengalami kesulitan belajar pada materi zakat. Faktor dari Keluarga . Kedua Orang Tua Siswa Selalu Memberikan Motivasi untuk Belajar Fiqih Berikut ini jawaban siswa terkait pemberian motivasi belajar oleh orang tua. Tabel 2. 1 Kedua orang tua siswa selalu memberikan motivasi untuk belajar fiqih Alternatif Tanggapan 1 Sangat Setuju 2 Setuju 3 Ragu-Ragu JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 Frekuensi Persentase 13,33% e-ISSN: 2964-0342. p-ISSN: 2964-0377. Hal 186-199 Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah 46,66% Dilihat dari tabel di atas, sebagian besar yaitu berjumlah 14 orang . ,66%) menanggapi tidak setuju, 12 orang . %) menanggapi sangat tidak setuju, 4 orang . ,33%) menanggapi ragu-ragu, 1 orang . ,33%) menanggapi setuju dan tidak ada siswa yang menanggapi sangat setuju. Dengan hal itu bisa dipahami bahwa pada umumnya siswa kurang mendapat motivasi dari orang tua tentang belajar fiqih. Sehingga minat belajar siswa pada materi zakat pun terlihat kurang dan pada akhirnya membuat siswa mengalami kesulitan belajar pada materi ini. Faktor dari Masyarakat . Masyarakat di Kampung Siswa Selalu Memberikan Motivasi untuk Belajar Fiqih Berikut ini jawaban siswa terkait pemberian motivasi belajar oleh masyarakat di Tabel 2. 1 Masyarakat di kampung siswa selalu memberikan motivasi untuk belajar Alternatif Tanggapan Frekuensi Persentase Sangat Setuju Setuju Ragu-Ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Dilihat dari tabel di atas, sebagian besar yaitu berjumlah 21 orang . %) menanggapi tidak setuju, 9 orang . %) menanggapi sangat tidak setuju, tidak ada siswa yang menanggapi ragu-ragu, 1 orang . ,33%) menanggapi setuju dan tidak ada siswa yang menanggapi sangat Dengan hal itu bisa dipahami bahwa pada umumnya siswa kurang mendapat motivasi belajar fiqih dari masyarakat di kampungnya. Sehingga minat belajar siswa pada materi zakat kurang dan pada akhirnya membuat siswa mengalami kesulitan belajar pada materi zakat. KESIMPULAN JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024 Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas Vi MTsN 1 ABDYA pada Mata Pelajaran Fiqih Bab Zakat Kesulitan belajar siswa pada fiqih bagian zakat, khususnya tujuh kesulitan utama yang dihadapi siswa kelas Vi MTsN 1 Abdya, yaitu sulit memahami konsep zakat, sulit beradaptasi dengan zakat, sulit mengingat dalil hukum zakat, sulit menentukan mustahiq zakat, sulit mengenal berbagai jenis harta zakat, sulit menentukan nishab dan kadar zakat serta menghitung besarnya zakat yang harus dibayarkan. Faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa pada fiqih bab zakat antara lain. faktor internal yaitu faktor kurangnya intelegensi siswa terhadap materi zakat, faktor kurangnya minat belajar siswa terhadap materi zakat. Faktor eksternal yaitu kurangnya penggunaan metode pembelajaran yang menarik oleh guru, kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik oleh guru, siswa berteman dengan teman yang tidak giat belajar, serta kurangnya motivasi untuk belajar fiqih dari keluarga dan lingkungan masyarakat siswa. DAFTAR REFERENSI Andra Tersiana. Metode Penelitian, (Yogyakarta : Start Up, 2. Dewi Safitri. Menjadi Guru Profesional, (Riau: Indragiri Dot Com, 2. Dina Mariana. Fiqih Zakat, (Metro: IAIN Jurai Siwo Metro, 2. Marlina. Asesmen Kesulitan Belajar, (Rawamangun: Prenada Media Group, 2. Novita Kurniawati, dkk. AuUpaya Guru Mata Pelajaran Fiqih dalam Pengembangan Spiritual Siswa Kelas VII D MTs Hidayatul Mubtadin Jati Agung Lampung SelatanAy. Royhan: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam,. Vol. No. 2, 2021 Sandi Siyoto dan Ali Sodik. Dasar Metodologi Penelitian, (Yogyakarta: Literasi Media Publishing, 2. Nur Rizcha Zamalina. Analisis Kesulitan Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Cara Mengatasinya di SMP Al-Fityan Gowa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, (Gowa: UIN Alauddin Makassar, 2. Zuraifa Nadila, dkk. AuAkuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dalam Perspektif Teori Institusional : Sebuah Pendekatan Penelitian CampuranAy. Muhammadiyah Riau Accounting and Business Journal. Vol. No. 2, 2021 JKPPK-VOLUME 2. NO. JULI 2024