PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Teori Kritis dalam Paradigma Komunikasi Jurgen Habermas Amilatu Sholihah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga sholih97@gmail. Abstract: Critical Theory in Jurgen Habermas' Communication Paradigm. This article discusses the thoughts of Jurgen Habermas, especially his thoughts on critical theory in the communication paradigm. This type of research is literature, using a descriptive-analytical qualitative approach, which describes the intellectual history of Jurgen Habermas, the history of the emergence of critical theory in the communication paradigm and Jurgen Habermas's thoughts on critical theory in the communication paradigm. The results of this study indicate that Jurgen Habermas is a second generation philosopher from the Frankfurt school who studies critical theory of communication. His theory started from his predecessor who stated that studying humans is the same as studying nature which is certain and predictable. Even though human nature is dynamic, it cannot be guessed, let alone used as an object. Starting from this condition. Habermas tried to offer his communication theory, so that humans can communicate well when they want to decide something by discussing/communicating. The implications of critical theory of communication in Islamic studies are very helpful for Muslims, especially when someone wants to have a dialectic across cultures, religions and countries. By communicating, it will lead to an attitude of mutual understanding, very high tolerance, not judging each other and not blaming one another. Keywords: Jurgen Habermas, critical theory, communication paradigm. Abstrak: Teori Kritis dalam Paradigma Komunikasi Jurgen Habermas. Artikel ini membahas tentang pemikiran Jurgen Habermas, khususnya pemikirannya tentang teori kritis dalam paradigma komunikasi. Jenis penelitian ini yaitu kepustakaan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis, yaitu mendeskripsikan sejarah intelektual Jurgen Habermas, sejarah munculnya teori kritis dalam paradigma komunikasi serta pemikiran Jurgen Habermas tentang teori kritis dalam paradigma komunikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jurgen Habermas merupakan filosof generasi kedua dari madzhab Frankfrut yang mengkaji tentang teori kritis komunikasi. Teorinya berawal dari pendahulunya yang menyatakan bahwa dalam mempelajari manusia itu sama dengan mempelajari alam yang pasti dan mudah ditebak. Padahal sifat manusia itu dinamis tidak bisa ditebak apalagi dijadikan obyek. Berawal dari kondisi tersebutlah Habermas mencoba menawarkan teori komunikasinya, agar supaya manusia dapat berkomunikasi dengan baik ketika ia ingin memutuskan sesuatu hal denagn cara berdiskusi/berkomunikasi. Implikasi teori kritis komunikasi dalam kajian keislaman ini sangat membantu umat muslim khususnya ketika seseorang ingin berdialektika lintas budaya, agama dan negara. Dengan berkomunikasi maka akan menimbulkan sikap saling memahami, toleran yang sangat tinggi, tidak saling menjudge dan tidak menyalahkan antara satu dengan yang lain. Kata kunci: Jurgen Habermas, teori kritis, paradigma komunikasi. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Pendahuluan Filsafat berpikir manusia terus berkembang dari masa ke masa, mulai dari era klasik yaitu era Plato. Aristoteles, dan Socrates hingga sampai masa positivisme yang dikemukan oleh A. Ayer dan Lakatos yang mengemukakan tentang metode riset Setiap tokoh mempunyai paradigma masing-masing menciptakan suatu teori. Paradigma adalah sistem kepercayaan dasar atau pandangan dunia yang membimbing seorang peneliti. Fungsi paradigma dalam penelitian tidak hanya dalam hal memilih metode, namun cara-cara Guba dan Lincoln membagi empat kategori paradigma penelitian sosial . erutama penelitian kualitati. , yakni, positivisme, post-positivisme, teori kritis, . Keempat paradigma tersebut mewarnai teori dan penelitian ilmu-ilmu sosial yang berkembang hingga saat ini. Perbandingan dan perbedaan di antara paradigma tersebut mendorong dinamika kemajuan ilmu sosial secara khusus, terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dengan kemajuan teknologinya. Filsafat Keseragaman adalah racun bagi filsafat, dan keselarasan adalah liang kubur bagi pemikir kreatif. Agar manusia dapat tentram, dibutuhkan jaminan untuk menikmati keadilan, dan supaya ia dapat adil, ditegaskan keharusan berpikir kritis. Artinya, intelektual yang hanya loyal terhadap tafsir yang sudah mapan untuk tidak mengatakan asal mencari kesamaan saja. Jurgen Habermas adalah salah seorang tokoh dari Filsafat Kritis. Ciri khas dari filsafat kritisnya adalah, bahwa ia selalu berkaitan erat dengan kritik terhadap hubungan-hubungan sosial yang nyata. Pemikiran kritis merefleksikan masyarakat serta dirinya sendiri dalam konteks dialektika struktur-struktur penindasan dan Filsafat mengisolasikan diri dalam menara gading teori murni. Pemikiran kritis merasa diri bertanggung jawab terhadap keadaan sosial yang nyata. 3 Dengan ekplorasi kritisnya, tampak nantinya Habermas melakukan suatu kritik ideologi dan ilmu melalui kritik Pengetahuan, ilmu, dan teknologi, merupakan tiga hal yang saling berhubungan dalam praksis kehidupan Pengetahuan aktivitas, proses, kemampuan, serta bentuk kesadaran manusia, sedangkan ilmu direfleksikan secara metodis. Jika ilmu dan pengetahuan membeku menjadi suatu delusi atau kesadaran palsu yang merintangi kebahagiaan dan kebebasannya, maka Jurgen Habermas. Ilmu dan Teknologi Sebagai Ideologi, tej: Hasan Basari. Jakarta: LP3ES, 1990, h xi. 3 Franz Magnis-Suseno. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. Yogyakarta: Kanisius, 1992, h 176. 1 Denzin. Norman K. dan Lincoln. Yvonna Handbook of Qualitative Research, terj. Dariyatno, dkk. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2009, h 129. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 AideologisA. Kajian Terdahulu Kajian tentang teori kritis Habermas telah banyak dilakukan oleh para peneliti ilmiah dan para sarjanawan terdahulu. Oleh karena itu, penulis akan memaparkan beberapa tulisan terkait penelitian tentang teori kritis Habermas yang sekaligus menjadi pijakan dan dasar penulis untuk melakukan kajian ini. Terdapat penelitian yang berujudul AuJurgen Habermas: Problem Dialektika Ilmu SosialAy yang ditulis oleh Santosa AIrfaan, dalam tulisan tersebut dijelaskan bagaiaman teori kritis Habermas itu muncul, problem-problem apa saja yang membuat Habermas memunculkan teori kritisnya, serta inti pemikirannya dari teori kritis tersebut. 5 Selain itu tulisan Anwar Nuris AuTindakan Komunikatif: Sekilas Tentang Pemikiran Jurgen HabermasAy juga membahas tentang bagaimana teori kritis komunikatif itu diaplikasikan dalam berkomunikasi dengan lintas budaya agar dapat bersifat netral dan moderat, jadi artikel ini lebih membahas tentang bagaimana tindakan komunikasi menurut Habermas mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam menghadapi komunikasi lintas budaya. 6 Selanjutnya AuRelasi Ruang Publik dan Pers Menurut HabermasAy karya Yadi Supriadi, ia menjelaskan bagaimana ruang publik 4 Fransisco Budi Hardiman. Kritik Ideologi: Pertautan Pengetahuan Kepentingan. Yogyakarta: Kanisius, 1993, h 191. Santosa AIrfaan. Jurgen Habermas: Problem Dialektika Ilmu Sosial. Jurnal Komunika. Vol 3. No 1, 2009. 6 Anwar Nuris. Tindakan Komunikatif: Sekilas tentang Pemikiran Jurgen Habermas. Jurnal al-Balagh. Vol 1. No 1, 2016. digunakan dengan bebas tidak ada tekanan dan unsur apapun, dan digunakan secara jujur, benar dan tepat. 7 Dan terakhir tulisan Sun Choirol Ummah AuDialektika Agama Negara Karya Jurgen HabermasAy ia menjelaskan bagaimana implikasi pemikiran Jurgen Hambermas tentang teori kritis komunikasi yang digunakan untuk berdialek dengan agama dan negara. Argumen Peneliti Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya, penulis belum menemukan adanya penelitian secara komprehensif tentang teori kritis Habermas. Secara keseluruhan artikelartikel di atas hanya membahas tentang salah satu teori yang digagas oleh Habermas, berdasarkan data tersebut maka penulis akan memfokuskan kajian ini tentang pemikiran Habermas terhadap teori kritis, sejarah dan perkembangannya, serta ruang publik dan implikasinya terhadap kajian keislaman. Artikel ini bertujuan pemikiran filosof khususnya pada teori kritis yang digagas oleh Jurgen Habermas. Penelitian ini akan difokuskan pada tiga aspek pembahasan. Pertama terkait dengan biografi Jurgen Habermas. Kedua membahas pemikiran teori kritis Jurgen Habermas. Ketiga pemikiran teori kritis Habermas di ruang publik terhadap kajian keislaman. lalu apa saja keunggulan dan kekurangannya serta 7 Yadi Supriadi. Relasi Ruang Publik dan Pers menurut Habermas. Kajian Jurnalisme. Vol 1. No 1, 2017. 8 Sun Choirol Ummah. Dialektika Agama dan Negara dalam Karya Jurgen Habermas. Jurnal Humanika. Vol 16. No 1, 2016. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 bagaimana kritikan para sarjana intelektual dengan hal tersebut. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptifanalitis . nalytical descriptive metho. , yaitu dengan mendeskripsikan, mengkaji dan menganalisis pemikiran Jurgen Habermas tentang positivisme logis. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka . ibrary researc. dengan melakukan penelusuran dan kajian terhadap sumber-sumber langsung maupun tidak langsung9 dengan Jurgen Habermas dan pemikirannya yaitu teori kritis dalam paradigma komunikasi. Adapun Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan, transkip, skripsi, jurnal, buku, dan sebagainya10 yang berkaitan dengan Jurgen Habermas dan teori kritis dalam paradigma Pembahasan Jurgen Habermas merupakan seorang filosof dan sosiolog kawakan dari universitas Frankfurt. Jerman yang sangat berpengaruh di abad kontemporer dengan pemikiran filsafatnya yang kritis terlebih ketika ia bergabung dalam Madzhab Frankfrut, ia lahir di Gummersbach dekat Dusseldorf pada 18 Juni 1929. 11 Ia merupakan anak dari keluarga kelas menengah yang agak tradisional. Ayahnya pernah menjabat sebagai direktur Kamar Dagang di kota kelahirannya, dan kakeknya merupakan seorang pendeta Protestan. Pada tahun 1946-1954 ia mengawali pendidikan tingginya di Gottingen guna mempelajari kesusasteraan, sejarah dan filsafat (Niccolai Hartma. dan mengikuti kuliah psikologi dan ekonomi. Setelah itu melanjutkan studi filsafat di Universitas Bonn dan memperoleh gelar doktornya dengan disertasi tentang filsuf idealis Jerman. Fredrich Schelling dengan judul Das Abosulte und die Geshichte (Yang Absolut dan Sejara. pada tahun 1954. Dua tahun kemudian ia bergabung dengan Institute Sozialforschung (Institut Penelitian Sosia. di Frankfurt dan di situ ia menjadi asisten Theoder W. Adorno. Bersama dengan Max Horkheimer. Adorno menjadi guru yang sangat penting bagi Habermas muda. Sebab melalui merekalah ia mendapatkan pendasaran tentang pendekatan kritis yang selalu mewarnai pemikirannya di kemudian hari, termasuk Kesibukannya Institut fyr Sozialforschung (Institut Penelitian Sosia. di Frankfurt dan sebagai asisten dari Theodor Wiesengrund Adorno menghalanginya untuk mendapatkan gelar Sutrisno Hadi. Metodologi Research. Yogyakarta: Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Jilid I, 1983, 10 Suharsini Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipa, 1996, h. Ulumuddin. Jurgen Habermas dan Hermeneutika Kritis (Sebuah Gerakan Evolusi Sosia. Jurnal Hunafa. Vol 3. No 1, 2006, h 75. 12 Gusti A. Menoh. Agama dalam Ruang Publik. Yogyakarta: PT kanisius, cet IV, 2018, h 13 Jyrgen Habermas. Between Naturalism and Religion: Philosophical Essays. Cambridge: Polity Press, 2008, h 21. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 post doktoral dari Universitas Marburg. Tidak berhenti di sini, kurang lebih dari sepuluh buah gelar kehormatan yang ia raih dari beragam Universitas diantaranya adalah. New School for Social Research. New York. Universitas Hebrew Jerusalem. Universitas Buenos Aires. Universitas Hamburg. Reichsuniversitat Utrecht. Universitas Northwestern. Universitas Evanston. Universitas Athens. Universitas Tel Aviv. Universitas Bologna, dan Universitas Paris. 14 Pada awal tahun 1960an. Habermas sangat populer di kalangan mahasiswa Jerman dan oleh beberapa golongan dianggap sebagai ideolog. Lama kelamaan ia mengalami konflik dengan para mahasiswa sama seperti kedua Hal ini disebabkan gerakan mahasiswa yang menggunakan kekerasan dalam melakukan aksinya. Oleh sebab itu, ia mengkritik gerakan mahasiswa tersebut dengan menerbitkan sebuah buku yang AuGerakan Oposisi pembaharuan Perguruan TinggiAy dan buku ini menjadi best-seller di Jerman. Setelah Universitas Frankfurt. Habermas menerima tawaran untuk menjadi direktur dari Max Planck Institut, yang meneliti kehidupan dalam dunia ilmiah teknis. 15 Habermas kembali ke Universitas Frankfurt sebagai dosen filsafat dan pada tahun 1975 ia dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Frankfurt. Pidato sambutannya kemudian menjadi teks filosofis yang kondang: Knowledge and Human Interest. Setelah itu ia didapuk Maulidin Al-Maula. AuTeori Kritis Civil SocietyAy. Jurnal Gerbang, 13 Vol. 5, 2002, h 239. Peter L. Berger. Sejarah Filsafat Kontemporer- Jerman dan Inggris. Jakarta: Penerbit Gramedia, 2014, h 307. menggantikan Horkheimer. Pada pertengahan tahun 1960-an ia mengembangkan filsafat komunikasi yang menantang, membingungkan, frustasi, provokasi, dan menyibukkan sekaligus Hal disebabkan karena Auteori komunikasiAy atau Aucommunication action theoryAy dianggap sebagai proyek filsafat paling ambisius yang pernah ditangani. 17 Kontribusi utama Habermas terhadap liberalisasi dan westernisasi budaya politik Jerman adalah cara yang berkelanjutan di mana ia menyusun kembali pemikiran politik dan Sejumlah intelektual sejarah di Jerman abad ke-20 telah memberikan sumbangsih nyata terhadap paradigma liberalisasi dan westernisasi, namun peran yang dimainkan oleh hukum konstitusional dalam reorientasi budaya telah menurun di antara dua kubu: sejarawan dan ilmuwan Habermas membubarkan antinomi lama dalam konsep hukum dan negara yang telah berkontribusi pada polarisasi politik Jerman dari Kekaisaran Jerman . hingga penyatuan kembali Jerman pada tahun 1990. Tiga hubungan konseptual yang kacau itu, telah menyita perhatian Habermas sepanjang karirnya: negara dan masyarakat sipil, legalitas dan Fransisco Budi Hardiman. Menuju Masyarakat Komunikatif: Ilmu. Masyarakat. Politik dan Postmodernisme menurut Jyrgen Habermas. Cet. Yogyakarta: Kanisius, 2013, h 28. 17 Melati Mediana Tobing. Pemikiran Tokoh Filsafat Komunikasi AuJurgen Habermas dan Ruang Publik di IndonesiaAy. UKI. Jakarta, 2017, h 2. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 (Rechtsstaatlichkei. atau peraturan hukum (Rechtsstaa. dan demokrasi. Banyak yang mengatakan, bahwa Habermas mempunyai pengaruh yang sangat luas. Karya-karyanya berpengaruh dalam berbagai bidang keilmuan. Para mahasiswa sosial, filsafat, politik, hukum, pengaruh Habermas, bahkan pemikiran Habermas banyak dikutip untuk studi-studi di atas. Luasnya pengaruh Habermas ini dikarenakan oleh banyaknya disiplin keilmuan yang telah dipelajari dan didalami oleh Habermas. Ia tidak pernah berhenti pada satu domain keilmuan yang Ia belajar filsafat, sains, sejarah, psikologi, politik, agama, sastra, dan seni, yang kesemuanya itu dipelajarinya di Gottingen. Zurich, dan Bonn. 19 Bahkan pengaruh Habermas tidak sebatas di tempat kelahirannya saja. Pengaruhnya juga sampai pada, yang budaya dan corak pemikirannya berbeda dengan Jerman, yaitu wilayah Anglo Amerika. 20 Dan di Indonesia pengaruhnya, yang telah dibuktikan dengan banyaknya buku-buku dan studi tentang pemikiran Habermas. Tidak Habermas banyak diminati oleh para pembaca Indonesia. Hal ini dikarenakan kritikannya terhadap basis epistemologi marxisme ortodok yang dilakukannya pada tahun 1960-an, dan atas patologi-patologi sosial masyarakat kapitalis liberal yang 18 Matthew Specter. Habermas: an Intellectual Biography. New York: Cambridge University Press, 2011, h 13. 19 Gusti A. Menoh. Agama dalam Ruang Publik, h 44. 20 Thomas McCarthy. Teori Kritis Jurgen Habermas, terj. Nurhadi. Kreasi Wacana. Yogyakarta. Cet. I, 2006, h v-vi. dilancarkannya pada tahun 1980-an. Kedua kritik Habermas tersebut bersentuhan dengan kebutuhan intelektual masyarakat Indonesia di bawah rezim Soeharto yang berada dalam fobia terhadap komunisme ekses-ekses Orde Baru. Sekurang-kurangnya gerakangerakan sosial dan mahasiswa cukup sensitif dengan tema-tema yang dikembangkan Habermas. Dalam salah satu magnum opusnya. Theorie des Komunikativen Handeln (Teori Tindakan Komunikati. Habermas mengembangkan merekonstruksi ilmu sosial modern, melancarkan kritik terhadap modernitas dan masyarakat kapitalis. 21 Dengan begitu apa yang dikembangkan Habermas sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia yang sangat minim untuk mengakses kebebasan berpendapat, demokrasi. Dalam masyarakat kita. Habermas menemukan pembaca setianya, yaitu kalangan LSM, aktivis mahasiswa, dan gerakan sosial. Tidak mengherankan jika Habermas banyak dikenal dan dipuji oleh berbagai kalangan dan negara, karena memang apa yang ditunjukkan Habermas adalah kebutuhan masyarakat luas zaman ini. Sejarah dan Perkembangan Teori Kritis dalam Paradigma Komunikasi Teori kritis muncul sebagai kritik terhadap fenomena kehidupan sosial, struktur sosial dalam masyarakat, sistem perubahan egaliter. Ciri-ciri dari teori ini adalah. Kritis terhadap masyarakat, berpikir secara historis, tidak menutup diri, dan tidak memisahkan teori dari praktek. Pada Fransisco Budi Hardiman. Demokrasi Deliberatif: Menimbang ANegara HukumA dan ARuang PublikA dalam Teori Diskursus Jurgen Habermas. Yogyakarta: Kanisius, 2018, h. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Frankfurt memperjelas struktur masyarakat pasca industry dan melihat akibat dari struktur tersebut dalam kehidupan manusia dan kebudayaan secara rasional. Teori kritis memandang ilmu pengetahuan sosial budaya tidak bisa disamakan dengan ilmu alam, karena alam secara mendasar sangat berbeda dengan manusia dan kegiatannya. Teori yang berusaha dibangun oleh Madzhab Frankfurt ingin melepaskan kehidupan dari model cara berpikir . asionalitas dimana terjadi penjajahan dunia kehidupan . oleh sistem. Habermas filosof modern generasi kedua. Pemikiran Habermas dipengaruhi oleh beberapa tokoh filsuf diantaranya adalah Immanuel Kant. Hegel. Karl Max, dan tentunya Madzhab Frankfrut generasi pertama, seperti Adorno dan Horkheimer. Selain itu pemikirannya juga dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat yang pada saat itu terjadi kejadian pahit yang ia saksikan langsung yaitu perang dunia II dan pengalaman hidupnya di bawah rezim nasionalissosialis Adolf Hitler turut andil dalam dikemudian hari. 23 Secara umum teori kritisnya mengkritisi gaya berpikir modern dalam hal: . cara berpikir obyektif yang memahami apapun termasuk manusia filosof modern menggunakan paradigma objektifitas yaitu pembacaan secara eksak dan pasti. mandul dalam praksis dan 22 George Friedman. The Political Philosophy of Frankfurt School. London: Cornel University press, 1981. 23 Michale Pussey. Habermas: Dasar dan Konteks Pemikiran. Yogyakarta: Resist Book, cet 1, 2011, h 1. masyarakat, seharusnya yang terpenting . banyak teori yang tidak emansipatif yaitu tidak meningkatkan derajat hidup masyarakat dan justru banyak berdiskusi tentang spekulatif-spekulatif saja seperti diskusi langit. sains for sains, artinya semua ilmu itu tidak pernah bebas nilai karena sautu ilmu itu pasti ada yang menemukan sains yang tidak pernah memikirkan nilai maka itu mustahil. sains atau filsafat atau gagasan sebelumnya melambangkan status-quo. melupakan historisitas, teori apapun akan muncul dalam konteks sejarahnya sendiri-sendiri dan tidak ada ide yang lahir dari ruang Jadi keenam teori yang telah dijelaskan secara singkat di atas merupakan teori-teori dasar dari teori kritis Habermas. Pada dasarnya Teori Kritis Madzhab Frankfurt ingin memperjelas struktur yang dimiliki oleh masyarakat pasca industri serta melihat akibat-akibat struktur tersebut dalam kehidupan manusia dan kebudayaan Teori Kritis ingin menjelaskan hubungan manusia dengan Teori Kritis ingin membangun teori yang mengkritik struktur dan konfigurasi masyarakat aktual sebagai akibat dari suatu pemahaman yang keliru tentang rasionalitas. Para cendekiawan aliran Frankfrut ini ingin mengungkapkan sifat masyarakat modern secara lebih akurat yang sering disebut dengan teori kritis. Mereka mengembangkan pemikirannya 24 Materi diambil dari perkuliahan AuFilsafat Bahasa: Teori-teori Semiotik dan HermeneutikaAy yang diampu oleh Dr. Fahruddin Faiz S. Ag. Ag. pada hari Senin, 28 Desember 2020 pukul 45 secara daring. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 dengan bertolak dari keinginan untuk memperoleh teori sosial dan epistemologi alternatif terhadap paradigma positivisme yang dianggap sudah tidak relevan lagi. Madzhab Frankfurt menolak pandangan Marxisme yang terlalu menekankan pada Karena pandangan determinisme ekonomi berangkat dari asumsi pemikiran positivistik yang menganggap bahwa metode ilmu alam dan prinsip ilmu alam dapat diterapkan dengan tepat pada bidang ilmu pengetahuan sosial budaya. Mereka memandang ilmu pengetahuan sosial budaya tidak bisa disamakan dengan ilmu alam, karena alam secara mendasar sangat berbeda dengan manusia dan kegiatannya. Dalam pandangan Habermas paradigma positivisme itu mengabaikan peran manusia sebagai aktor yang memiliki karakteristik khas dan unik tidak seperti robot. Manusia kebebasan untuk memilih lagi karena semuanya telah ditentukan, distandarkan oleh budaya industri. Kostumer tidak lagi menjadi raja, tidak lagi menjadi subjek, tapi menjadi budak dan objek. Habermas ingin menawarkan pemikiran yang dibangun oleh pendahulunya yaitu dari pemikiran yang rasionalitas instrumental menuju mengandaikan adanya situasi pembicaraan yang ideal. Habermas beralih ke paradigma linguistic-analysis dalam Teori Kritis. Komunikasi adalah titik tolak fundamental Habermas untuk mengatasi kemandekan 25 Chabib Mustofa. Teori Kritis Madzhab Frankfrut, materi disampaikan dalam Diklat Penalaran Dasar Unit Kegiatan Pengembangan Intelektual (UKPI) IAIN Sunan Ampel di Auditorium Fakultas Syariah pada Sabtu, 15 Nopember 2008, h 3-4. Teori Kritis para pendahulunya. Kegagalan para pendahulunya adalah karena teori kritis yang dilandasi rasio kritis akhirnya berubah menjadi mitos atau ideologi baru. Emansipasi yang diperjuangkan mereka hanya menjadi mitos yang tak kunjung Teori Kritis dalam Paradigma Komunikasi Menurut Jurgen Habermas, teori kritis bukanlah teori ilmiah, melainkan suatu metodologi yang berdiri di dalam ketegangan dialektis antara filsafat dan ilmu pengetahuan . Teori krtis berusaha menembus realitas sosial sebagai fakta sosiologis, untuk menemukan kondisi yang bersifat trasendental yang melampaui data empiris. Dapat dikatakan. Teori kritis Jurgen Habermas komunikasi ke dalam teori kritis tersebut yang menurutnya dapat menyelesaikan kemacetana teori kritis yang ditawarkan oleh pendahulunya. Jurgen Habermas . Pekerjaan merupakan tindakan instrumental, jadi sebuah tindakan yang bertujuan untuk mencapai sesuatu. Sedangkan komunikasi adalah tindakan saling pengertian. Evolusi sosial berlangsung melalui proses-belajar masyarakat . osial learningproces. Proses belajar tersebut berlangsung dalam dua dimensi yakni, dimensi kognitifteknis . erivasi dari kerj. dan dimensi moral-komunikatif . erivasi dari interaksi Habermas hipotesisnya berpendapat bahwa faktor utama pendorong berlangsungnya evolusi Chabib Mustofa. Teori Kritis Madzhab FrankfrutA, h 4-5. 27 Wahyuddin Bakri. Biografi Tokoh-Tokoh Sosiologi Klasik sampai Modern. Parepare: IAIN Parepare Nusantara Press, 2020. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 sosial terletak pada proses-belajar atau Habermas masyarakat dengan proses belajar AuSocietal rationalization is a learning processAy. Rasionalisasi masyarakat evolusi sosial (Hegelian. Marxian. Weberia. Konsep evolusi sosial mewadahi kesemestaan manusiawi berdasarkan pada konsep praksis yang benar. Praksis tersebut meliputi kerja dan komunikasi. transformasi sosial sebenarnya terletak pada proses-belajar masyarakat dalam dimensi praktis-moral yang komunikatif Perkembangan teknis tidak selalu Kemajuan masyarakat setelah diapresiasi secara praktis oleh individu-individu dalam masyarakat dengan membangun institusiinstitusi baru yang sesuai. Transformasi sosial perlu diperjuangkan melalui dialogdialog emansipatoris. Hanya melalui Aujalan komunikasiAy dan bukan Aujalan dominasiAy inilah diutopikan terwujudnya suatu masyarakat demokratis radikal, yaitu masyarakat yang berinteraksi dalam Aukomunikasi penguasaanAy. Pembicaraan kebenaran diaturan dalam tindakan secara sah dan konteks normatifnya, dan keadaan yang sebenarnya atau ketulusan atas manifestasi pengalaman Kita dapat mengakui dengan mudah bahwa disanalah tiga hubungan aktor kepada dunia yang disyaratkan oleh ilmuwan sosial dalam analisa konsep 28 J. Braaten. Habermas's critical theory of New York: State University of New York Press, 1991. Tuti Widiastuti. Independensi Media Sebagai Institusi Public Sphere: Kasus Di Indonesia. Jurnal Forum Ilmiah. Vol 9. No 1, 2012, h 27. tindakan berada. tapi dalam konsep tindakan komunikasi mereka dianggap berasal dari perspektif pembicara dan pendengar mereka sendiri. Itu adalah aktor mereka sendiri yang mencari konsensus dan mengadunya melawan kebenaran, keadilan, ketulusan, yaitu, melawan AupantasAy atau Autak pantasAy antara perbuatan-tutur, pada satu sisi, dan tiga dunia yang mana aktor mengambil hubungan dengan ucapannya, pada sisi Sungguh hubungan menarik antara sebuah ucapan dan: Dunia Objektif . ebagai keseluruhan dari semua entitas yang mana statemen yang benar merupakan kemungkina. , realitasnya empiris-analistis . esuatu yang sifatnya bisa diakses dengan panca indera dan aka. , ilmunya IPA tentang kesepakatan semua orang. Dunia Sosial . ebagai keseluruhan dari semua regulasi hubungan interpersonal yang sa. , dunia hidup bersama orang lain, realitasnya sosial-kritis, sifat ilmunya intersubjektif . kmu IPS. Humanior. , belajar ini kepentingannya untuk emansipasi/naik kelas & semakin baik dalam hidup bersama. Dunia Subjektif . ebagai keseluruhan pengalaman pembicara yang mana dia mempunyai hak hak akses yang ranahnya pengalaman pribadi, dan kepentingannya itu inter-subjektif. Dari ketiga teori ini Habermas lebih menggunakan teori yang ketiga ketika Tindakan adalah interaksi minimal dari dua orang untuk menghasilkan mutual understanding tentang satu kondisi tertentu. Mutual PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 understanding hasilnya rencana dan koordinasi, jadi tidak saling menjatuhkan akan tetapi berkomunikasi. Setiap proses mencapai pemahaman melawan dasar kebudayaan yang berurat-berakar pada prapengertian. Dasar pengetahuan ini tetap tidak menjadi masalah secara keseluruhan. hanya pada bagian stok pengetahuan yang mana peserta-peserta menggunakan dan men-tematisasi-kan pada waktu yang telah Secara luas, situasi defnisi dihasilkan dari perundingan pesertapeserta mereka sendiri, segmen tematik kehidupan dunia ini merupakan bentuk penyelesaian mereka secara negosiasi atas setiap situasi defnisi baru. Teori Habermas digunakan untuk menganalisis sifat khusus dari praksis komunikatif. Inti pemikirannya bahwa berbahasa atau berbicara harus dimengerti sebagai sedang melakukan perbuatan tertentu, yaitu perbuatan tutur. Perbuatan tutur itu terdiri atas dua bagian, yakni bagian proposisional yang menunjuk kepada fakta atau kenyataan tertentu dan bagian performatif, tempat penutur menjelaskan bagaimana kenyataan itu harus dipahami oleh Dalam menyampaikan sifat komunikatif kepada pendengar, maka harus terkandung klaim kesahihan . alidity clai. , yang terdiri atas klaim kebenaran . , ketepatan normatif . ormative rightnes. , dan keikhlasan . 31 Klaim kebenaran harus diterima, jika penutur menunjukkan sungguh-sungguh ada. Klaim ketepatan digunakan oleh penutur yang memiliki kewenangan dan hak normatif untuk melarang, bertanya, berjanji, dan lain sebagainya, sesuai dengan hak dan Dengan klaim atas memaksudkan atas apa yang dikatakannya, bukan sandiwara. Bagi Habermas, klaim kesahihan ini pada prinsipnya bisa dikritik. Pendengar dapat menolak klaim kebenaran, ketepatan, dan keikhlasan penutur dan mengajukan klaimnya sendiri yang berbeda. Kedua belah pihak harus menguji klaimklaim keshahihan secara kritis, mengemukakan pandangannya dan ditunjang alasan yang Dengan demikian, pada praksis Ada persetujuan, tidak ada pemaksaan dan penerimaan suka rela, karena klaim kesahihan selalu mungkin Persetujuan tersebut bertumpu pada keyakinan Menurut Habermas, benar adalah ucapan-ucapan yang diterima berdasarkan konsensus di antara semua pihak yang bersangkutan. Konsensus dapat dinilai rasional. Semua argumentasi relevan yang bertumpu pada argumentasi yang terbaik. Argumentasi terbaik itu akan muncul, jika syarat komunikatif itu juga terpenuhi hingga membuahkan situasi percakapan yang ideal . he ideal speech situatio. , jika. Peserta memiliki peluang yang sama argumentasi peserta lain, 30 Anwar Nuris. Tindakan KomunikatifA, h 32 K. Bertens. Filsafat Barat KontemporerA, h Bertens. Filsafat Barat Kontemporer: Inggris-Jerman. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Cet. IV, 2002, h 245-246. 33 K. Bertens. Filsafat Barat KontemporerA, h PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 . Tidak ada perbedaan kekuasaan dalam mengajukan argumentasi, dan . Peserta dengan ikhlas mengungkapkan Menurut Habermas, dalam struktur komunikasi melalui bahasa itu terkandung pencapaian hubungan bebas kekuasaan dan simetris, artinya kedua belah pihak penutur dan pendengar selalu sederajat karena komunikasi melalui bahasa ini tertuju pada persetujuan suka rela tidak manipulatif, dan tidak dipaksakan, sebagai kunci bagi klaim Habermas membagi paradigma ilmu Pertama, paradigma instrumental knowledge. Dalam dimaksudkan untuk menaklukkan dan mendominasi objeknya. Yang digolongkan dalam paradigma ini adalah Positivisme. Habermas mengelompokkan sebagai ilmu empiris-analitis, yang perlakuannya seperti ilmu alam. Tugasnya mencari hukumhukum kausalitas yang bersifat nomotetis. Kedua, paradigma ilmu-ilmu historis . ermeneutic interpretative knowledg. Dasar filsafat aliran ini adalah phenomenology dan hermeneutics, yaitu tradisi filsafat yang lebih menekankan minat yang besar untuk memahami 34 K. Bertens. Filsafat Barat KontemporerA, h 35 K. Bertens. Filsafat Barat KontemporerA, h Akhyar. Teori Kritis Postmodernisme: Pengaruhnya pada Filsafat Ilmu dan Metodologi Ilmu Pengetahuan Sosial-Budaya Kontemporer. Jakarta: FIB-UI. Lihat juga Jurgen Habermas. Theory and Practice, translated by John Viersel. London: Heimemaun, 1968. von Magnis. Ringkasan Sejarah Marxisme dan Komunisme. Jakarta: Penerbit Sekolah Tinggi Drijarkara, 1990. erstehen, understan. Ketiga, paradigma kritis atau critical/emancipatory knowledge. Bagi paradigma ini,ilmu sosial lebih dipahami sebagai proses katalisasi untuk membebaskan . manusia dari segenap ketidakadilan. Paradigma ini memperjuangkan pendekatan yang bersifat holistik serta menghindari cara berpikir determinisktik dan reduksionistik. Jika dalam paradigma Positivis tugas ilmu adalah untuk meramalkan, mencari penjelasan sebab-musabab, dalam paradigma Interpretatif tugas ilmu adalah untuk memahami realitas, mencari makna. Sementara dalam paradigm kritis tugas ilmu bukan hanya untuk memotret realitas, tetapi juga mengubahnya . Dalam ilmu-ilmu (Geisteswissenschafte. fakta-faktanya hanya Verstehen . , yang di dalamnya tidak begitu penting untuk hukum-hukum umum . Fenomenologi menyingkapkan kemampuan-kemampuan suatu subjektivitas yang memberi makna. Dalam pandangan Husserl, subjektivitas yang aktif ini menghilang di bawah selimut pemahaman diri yang objektif. Berbicara Habermas pasti tidak akan telepas dari komunikatif/tindakan Untuk memahami maksud dari rasionalitas komunikatif sebaiknya terlebih dahulu mengetahui tentang Rasionalitas instrumental adalah rasionalitas yang diarahkan atau bekerja untuk mengejar seefektif mungkin kepentingan diri sendiri, bersifat menominasi dan menghegemoni. Anas Saidi. Pembagian Epistemologi Habermas Implikasinya Terhadap Metodologi Penelitian Sosial dan Budaya. Jurnal Masyarakat dan Budaya. Vol 17. No 2, 2015, h 114. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Rasionalitas instrumental ini juga bersifat monologis, dan juga bertujuan untuk Berbeda dengan rasionalitas adalah AurasionalitasAy yang bekerja untuk mencapai kesepahaman bersama melalui bahasa atau sarana-sarana komunikasi yang Dengan komunikatif ini lebih bersifat dialogis ketimbang monologis, lebih ditujukan untuk mencapai penerangan. ketimbang paksaan atau dominasi. Habermas rasionalitas ini lebih berhubungan dengan bagaimana subjek yang berbicara dan bertindak, memeroleh dan menggunakan kepemilikan pengetahuan. Di dalam tuturan Bahasa, pengetahuan diekspresikan secara eksplisit, sementara dalam tindakantindakan yang berorientasi tujuan, suatu diekpresikan secara implisit. (Know-Ho. ini secara prinsipil dapat diubah menjadi pemahaman (Know-Tha. Ruang Publik dan Implikasinya Terhadap Kajian Keislaman Pemikiran Habermas tentang ruang Strukturwandel der Offentlichkeit yang diterbitkan pada tahun 1962. 40 Secara ringkas dapat dikatakan ada dua tema pokok yang dikemukakan Habermas dalam buku tersebut yakni pertama, analisisnya mengenai asal mula ruang publik borjuis. Radita Gora dan Sandra Olifia. Membangun Paradigma Komunikasi dalam Perspektif Habermas. Jurnal IKOM USNI. Vol 5. No 2, 2017, h 77-78. Jurgen Habermas. The Structural Transformation of the Public Sphere: an Inquiry into a Category qf Bourgeois Society. Cambridge MIT Prees, 1991. kedua, perubahan struktural ruang publik di zaman modern yang ditandai oleh kebudayaan, dan makin kuatnya posisi organisasi-organisasi yang bergerak dalam ekonomi serta kelompok bisnis besar dalam kehidupan publik. Pada analisis yang kedua tersebut organisasi ekonomi besar dan institusi pemerintah mengambil alih ruang publik, sementara warga negara cukup senang menjadi konsumen barang, jasa, administrasi politik dan tontonan publik. Kunci dari komunikasi adalah demokrasi deliberatif dimana ketika terdapat peraturan atau undang-undang yang menyangkut semua orang dalam suatu institusi maka yang dilihat adalah bagaimana prosesnya? Apakah sudah melalui musyawarah?. Untuk lahirnya demokrasi deliberatif maka dibutuhkan ruang publik. Di sini ruang publik mencakup organ-organ penyedia informasi dan perdebatan politis seperti surat kabar, jurnal, lembaga-lembaga diskusi politis seperti parlemen, klub-klub politik, klubklub sastra, perkumpulan-perkumpulan publik, rumah minum dan warung kopi, balai kota, dan tempat-tempat publik lainnya yang menjadi ruang terjadinya diskusi sosial politik. Di tempat-tempat itu, kebebasan berbicara, berkumpul, dan berpartisipasi dalam debat politik dijunjung Kepublikan . yang terjadi dalam ruang publik dengan sendirinya prosesproses pengambilan putusan yang tidak bersifat publik. Jurgen Habermas. The Structural Transformation of the Public Sphere. , h 3. 42 Irfan Noor. Identitas Agama. Ruang Publik dan Post-Sekularisme: Perspektif Diskursus Jurgen Habermas, t. dt, h 4. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 Oleh karena itu, ruang publik di sini tidak selalu identik dengan bangunan publik, namun Habermas lebih mengaitkan ruang publik dengan kondisi-kondisi yang memungkinkan para warga negara . rivate bersama-sama kepentingankepentingannya untuk membentuk opini dan kehendak bersama secara diskursif. Ruang publik borjuis dipahami sebagai ruang orang-orang privat yang berkumpul sebagai publik (. the sphere of private people come together as a public. 43 Ruang publik orang-orang berkumpul sebagai sebuah publik dan mengartikulasikan kebutuhan masyarakat kepada negara (. made up of private people gathered together as a public and articulating the needs of society with the state. Kondisi-kondisi yang dimaksudkan Habermas adalah pertama, semua warga negara yang mampu berkomunikasi, berpartisipasi di ruang publik. Kedua, semua partisipan memiliki peluang yang sama untuk mencapai konsensus yang fair dan memperlakukan rekan komunikasinya sebagai pribadi-pribadi yang otonom dan bertanggung jawab, dan bukan sebagai alat yang dipakai untuk kepentingan tertentu. Ketiga, melindungi proses komunikasi dari tekanan dan diskriminasi, sehingga argumen yang lebih baik menjadi dasar proses diskusi. Dengan kata lain, dalam ruang publik, kondisi-kondisi . ilai-nila. yang tercipta adalah kondisi yang inklusif, egaliter, dan Jurgen Habermas. The Structural Transformation of the Public Sphere. , h 27. Jurgen Habermas. The Structural Transformation of the Public Sphere. , h 176. Jurgen Habermas. The Structural Transformation of the Public Sphere. , h 36-37. bebas tekanan. 46 Dengan demikian, ruang warganegara untuk bebas menyatakan sikap mereka, karena ruang publik itu kondisi-kondisi memungkinkan para warga negara untuk menggunakan kekuatan argumen. Perkembangan memperlihatkan sebuah proses masyarakat menuju pada kemampuan komunikasi Habermas membagi ruang publik ke dalam dua jenis. ruang publik politik, dan . ruang publik sastra. Ruang publik politik bukan hanya memperlihatkan keterbukaan ruang yang dapat diakses, tetapi memperlihatkan pula bagaimana struktur sosial masyarakat yang berubah. Kelas-kelas sosial yang terbentuk dari sistem feodal lambat laun tidak dapat dipertahankan lagi. Sementara itu dalam ruang publik sastra, kesadaran literasi masyarakat mulai meningkat sejalan dengan kemunculan penerbitan-penerbitan, diskusi masyarakat mengenai seni, estetika, maupun sastra tersebar di penjuru Eropa. Gagasan hermeneutika kritis Jyrgen Habermas yang secara eksplisit tertuang dalam theory of communicative action berusaha menempatkan subyek-subyek yang terlibat dalam komunikasi pada posisi yang sejajar, koeksistens dan terbebas dari Gagasan ini sangat penting diterapkan dalam menganalisis ilmu-ilmu keislaman, yang dalam perkembangannya selalu mendapat pengaruh dari kelompok yang dominan . Ini berarti, ada keterlibatan tangan-tangan manusia yang mempengaruhi warna, corak, dan model dari produk pemikiran Islam, sementara Franki Budi Hardiman. Demokrasi DeliberatjfA, h 44. 47 Yadi Supriadi. Relasi Ruang Publik dan Pers menurut HabermasA, h 6. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 pada saat yang sama manusia-manusia yang melahirkan produk pemikiran tersebut juga sulit melepaskan diri dari situasi dan konteks sosial-politik yang secara tidak langsung ikut memberi andil yang cukup signifikan dalam membangun corak dan sistem pemikiran . yang dominan di era kesejarahan tertentu. Oleh interpretatif yang dihasilkan ulama-ulama klasik-skolastik diproduksi oleh suatu Aunalar IslamAy, sementara nalar tersebut selalu terkait dengan konteks sosial, kultural atau aliran teologis yang melatarbelakanginya,49 Tema-tema inilah yang dikedepankan oleh hermeneutika memahami pemikiran seorang pengarang . he autho. atau penulis . he write. beserta teks yang dihasilkannya. Di antara fakorfaktor historis tersebut, faktor politik tampaknya menjadi faktor yang cukup blue print pemikiran keagamaan, khususnya 50 Persoalan-persoalan ketuhanan Ae Michel Foucault. The Archaeology of Knowledge, terj. Sheridan Smith. New York: Harper and Row, 1976, h 191. Bandingkan dengan K. Bertens. Sejarah Filsafat Barat Abad XX Jilid II. Jakarta: Gramedia, 1996, h 166. 49 Mohammed Arkoun. Nalar Islami dan Nalar Modern. Berbagai Tantangan dan Jalan Baru. Rahayu S. Hidayat. Jakarta. INIS, 1994, h Lihat Bambang Triamoko. Hermeneutika Fenomenologi Paul Ricour, dalam: Tim Driyarkara . ,). Hakikat Pengetahuan dan Cara Kerja Ilmu. Jakarta: Gramedia, 1993, h 65. Bandingkan dengan Komaruddin Hidayat. Memahami Bahasa Agama: Sebuah Kajian Hermeneutik. Jakarta: Paramadina, 1996, h 9. 50 Persoalan yang pertama kali muncul dalam Islam sebagai agama adalah persoalan politik, bukan persoalan teologi. Persoalan politik ini muncul dalam perdebatan para sekedar contoh - yang menjadi objek kajian teologi klasik yang meliputi persoalan dosa, neraka, kafir-mukmin, sifat-sifat Tuhan dan sebagainya sangat kental dengan warna dan kelompok yang mendefinisikan persoalan Pengaruh politik inilah yang terkadang melahirkan klaim kebenaran . ruth clai. yang bersifat ekslusif dan pendapat yang dikemukakan pihak lawan . atner dialo. 51 Oleh karena itu, jika umat Islam menyadari gagasan Habermas mengenai keterkaitan Aubahasa pemikiran sejarah-tindakanAy tersebut, maka akan dimungkinkan adanya kritik pemikiran Islam, autentisi-tas dinamika pemikiran serta kontekstualisasi Oleh karena itu, pemikiran hermeneutika Jyrgen Habermas ini sangat penting untuk dikaji bagi kepentingan umat Islam mengembangkan ilmu-ilmu keislaman di atas landasan epistemologi ilmu-ilmu sosial kontemporer, agar eksistensi ilmu-ilmu sahabat berkaitan dengan siapakah pengganti Nabi sebagai kepala negara, suatu persoalan yang muncul sesaat setelah Nabi wafat. Perdebatan ini terus berlangsung hingga terjadi peristiwa terbunuhnya Usman bin Affan, khalifah ketiga. Dari sini, kemudian baru muncul persoalan teologis seputar dosa besar dan persoalan mukmin-kafir. Lihat Harun Nasution. Islam di Tinjau dari Berbagai Aspeknya. Jilid II. Jakarta: UI Press, 1979, h 31. Bandingkan dengan Fazlur Rahman. Gelombang Perubahan dalam Islam: Studi tentang Fundamentalisme Islam. Aam Fahmia. Jakarta: Raja Grafindo Perkasa, 2000, h 42. 51 Amin Abdullah,Falsafah Kalam di Era Postmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997, h 37. PENGELOLA JURNAL ILMIAH NASIONAL MANTHIQ : JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM Website : https://ejournal. id/index. php/manthiq E-ISSN : 2685-0044 P-ISSN : 2527-3337 Information : 0853-8130-5810 keislaman sejajar dengan ilmu-ilmu sosial Kesimpulan Jurgen Habermas merupakan filosof abad kedua dalam madzhab Frankfrut yang menggagas teori kritis dalam paradigma Teorinya pendahulunya yang menyatakan bahwa dalam mempelajari manusia itu sama dengan mempelajari alam yang pasti dan mudah ditebak. Padahal sifat manusia itu dinamis tidak bisa ditebak apalagi dijadikan Berawal dari kondisi tersebutlah Habermas mencoba menawarkan teori komunikasinya, agar supaya manusia dapat berkomunikasi dengan baik ketika ia ingin memutuskan hal apapun dengan lawannya, tidak memutuskan sepihak akan tetapi hasil diskusi kedua belah pihak. Untuk lahirnya suatu komunikasi dibutuhkan ruang publik untuk sekedar berdiskusi dengan bebas, jujur, benar dan tepat sehingga diskusi yang dihasilkan dapat produktif dan hasilnya bagus serta komprehensif. Implikasi teori kritis komunikasi dalam kajian keislaman ini sangat membantu umat muslim khususnya ketika seseorang ingin berdialektika lintas budaya, agama dan negara. Dengan berkomunikasi maka akan menimbulkan sikap saling memahami, toleran yang sangat tinggi, menyalahkan antara satu dengan yang lain. Oleh sebab itu pemikiran Habermas ini sangat penting dan relevan untuk digunakan dalam mengembangkan kajiankajian keislaman yang bersifat dinamis ini, permasalahan umat islam yang semakin hari semakin bertambah. Daftar Pustaka