Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. Juli 2026: hlm 859 Ae 871 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. PENGARUH PENEMPATAN PRODUK DALAM PODCAST DEBAT HUMOR TERHADAP INGATAN DAN SALIENSI MEREK Amanda Marzha Tanaya1. Cokki2* Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Tarumanagara Jakarta Email: amanda. 115220404@stu. Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Tarumanagara Jakarta Email: cokki@fe. *Penulis Korespondensi Masuk: 10-04-2026, revisi: 15-04-2026, diterima untuk diterbitkan: 31-07-2026 ABSTRAK Penempatan produk saat ini menjadi praktik pemasaran yang luas digunakan, dengan banyak merek mulai memanfaatkan berbagai format konten di media sosial untuk menjangkau dan melibatkan audiens. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penempatan produk minuman beralkohol dalam podcast debat bernuansa humor terhadap ingatan merek dan saliensi merek. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental melalui pendekatan satu kelompok dengan pengukuran pra tes-pasca tes dalam latar eksperimen laboratorium. Subjek penelitian melibatkan 70 mahasiswa aktif Universitas Tarumanagara yang berusia minimal 21 tahun dan belum pernah terpapar stimulus penelitian sebelumnya, dengan teknik pemilihan sampel berupa convenience sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji McNemar dan Wilcoxon Signed-Rank melalui perangkat lunak IBM SPSS versi 1 untuk menguji hipotesis penelitian. Selanjutnya, besaran efek dihitung menggunakan rumus effect size g (CohenAos . dan effect size r. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penempatan produk minuman beralkohol dalam podcast debat bernuansa humor berpengaruh positif terhadap ingatan merek dan saliensi merek. Penelitian ini memberikan kontribusi akademik dan praktis dengan memperluas pemahaman mengenai efektivitas penempatan produk dalam konten podcast debat bernuansa humor, khususnya dalam menjelaskan bagaimana unsur hiburan dan karakteristik format media digital memengaruhi respons kognitif audiens terhadap ingatan dan saliensi merek, serta menjadi referensi bagi praktisi pemasaran dalam merancang strategi komunikasi merek yang lebih efektif. Kata Kunci: penempatan produk, ingatan merek, saliensi merek, podcast, minuman beralkohol ABSTRACT Product placement has become an increasingly common marketing practice, as brands continue to leverage diverse content formats on social media to effectively reach and engage audiences. This study investigates the impact of alcoholic beverage product placement in a humor-themed debate podcast on brand recall and brand salience. A preexperimental design using a one-group pretestAeposttest approach was conducted in a laboratory setting. The sample consisted of 70 active students from Tarumanagara University, aged 21 years and above, who had not previously been exposed to the research stimulus. Participants were selected using a convenience sampling technique based on accessibility and eligibility criteria. Data analysis was performed using the McNemar and Wilcoxon Signed-Rank tests in IBM SPSS version 31. 1 to statistically evaluate the proposed research hypotheses. In addition, effect sizes were calculated using effect size g (CohenAos . and effect size r to assess the size of the observed effects. The results indicate that alcoholic beverage product placement in a humor-themed debate podcast has a positive impact on both brand recall and brand salience. These findings contribute to the marketing literature by advancing the understanding of product placement effectiveness in entertainment-based digital content and offer practical insights for marketers in developing more effective brand communication strategies. Keywords: product placement, brand recall, brand salience, podcast, alcoholic beverage PENDAHULUAN Latar belakang Perkembangan teknologi digital yang berkelanjutan menyebabkan terbentuknya pola konsumsi media baru di tingkat global. Fenomena tersebut tercermin dalam data global yang melaporkan Pengaruh Penempatan Produk dalam Podcast Debat Humor terhadap Ingatan dan Saliensi Merek Amanda Marzha Tanaya et al. bahwa hingga Februari 2025 terdapat 5,66 miliar pengguna internet, dan 5,24 miliar di antaranya juga merupakan pengguna media sosial (We Are Social, 2. Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat penggunaan media sosial yang tinggi, mencapai 143 juta pengguna per Februari 2025 (We Are Social, 2. Aktivitas penggunaan mencakup pencarian informasi, hiburan, dan interaksi dengan konten. Di antara berbagai platform. YouTube berada di peringkat keempat dengan rata-rata penggunaan 209,2 juta sesi per bulan per Februari 2025, serta menempati posisi kedua dalam durasi penggunaan, yaitu 29 jam 4 menit per pengguna pada November 2024 (We Are Social, 2. Temuan ini menunjukkan tingginya frekuensi dan intensitas keterlibatan masyarakat Indonesia dalam penggunaan YouTube. Seiring meningkatnya konsumsi konten digital di Indonesia, podcast juga berkembang pesat dan semakin populer. Beragam topik yang dihadirkan kreator dan platform mendorong pertumbuhan Tingginya minat terlihat dari konsumsi podcast Indonesia yang menempati peringkat pertama di dunia per Februari 2025 (Kemp, 2. Podcast menawarkan akses fleksibel dan pengalaman mendalam, sehingga menjadi media efektif untuk membangun keterlibatan audiens. Perkembangan ini turut mendorong perubahan strategi pemasaran, di mana penempatan produk semakin banyak digunakan sebagai pendekatan terintegrasi yang muncul secara alami dalam berbagai bentuk konten (Neale & Corkindale, 2. , termasuk podcast. Format podcast ini dapat menjangkau audiens dan membangun hubungan emosional (Milovan et al. , 2. , yang sekaligus membuka peluang untuk menjadikannya sebagai media penempatan produk. Efektivitas praktik penempatan produk dapat diukur melalui respons kognitif, terutama ingatan merek (Davtyan & Tashchian, 2. , didukung oleh sejumlah studi yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara penempatan produk dengan ingatan merek (Chan, 2020. Chan & Lowe, 2021. Davtyan & Tashchian, 2022. Gamage et al. , 2023. Wijaya & Cokki, 2. , meskipun beberapa aspek penempatan produk tidak selalu memberikan efek yang sama terhadap ingatan merek, seperti kemencolokan (Cyrdaba et al. , 2. dan aspek lain seperti product movement, plot integration, product tie-in, sponsorship, maupun graphics (Kongmanon & Petison, 2. Selanjutnya, penempatan produk juga dapat memperkuat posisi merek dalam benak audiens melalui peningkatan saliensi merek (Cokki et al. , 2025. Johnstone & Dodd, 2. Namun, terdapat juga temuan lain yang menunjukkan bahwa tidak semua aspek penempatan produk memberikan pengaruh terhadap saliensi merek, melainkan mempertimbangkan berbagai kondisi. Misalnya, tingkat demonstratif penempatan produk dan perbedaan konteks berpengaruh terhadap saliensi merek, sementara tingkat integrasi tidak berpengaruh signifikan (Hong et al. , 2. Fenomena ini menjadi perhatian khusus ketika produk yang ditempatkan termasuk ke dalam ethically charged product, seperti minuman beralkohol (Gupta & Gould, 1. , mengingat konten digital dapat diakses secara bebas oleh beragam kelompok audiens. Kehadiran minuman beralkohol di media digital yang umumnya disajikan secara terselubung dan kerap menampilkan narasi bernuansa selebrasi dapat menggambarkan kesan pro-alkohol, pengalaman konsumsi yang positif, serta suasana kebersamaan (Crocetti et al. , 2. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan etis dan regulatif di Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam (Indonesia. id, n. ) dan aturan ketat terkait batas usia konsumsi alkohol, yaitu minimal 21 tahun berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 Pasal 15. Minuman beralkohol juga membawa risiko kesehatan yang tinggi karena berkaitan dengan lebih dari 200 kondisi penyakit (World Health Organization, 2024. , hingga kematian, di mana sebagian besar kasus terjadi pada pria (World Health Organization, 2024. Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. Juli 2026: hlm 859 Ae 871 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. Salah satu contoh praktik penempatan produk minuman beralkohol di Indonesia terlihat pada video podcast ORMAS pada kanal Deddy Corbuzier di YouTube. Merek minuman beralkohol Vibe ditampilkan sebagai elemen visual di latar ruangan. Walaupun tidak dibahas secara terus menerus, paparan pasif produk sepanjang video. Eksposur seperti ini dapat memicu perhatian penonton, mengakibatkan terbentuknya asosiasi positif yang tidak disadari, menormalisasi merek, dan memengaruhi preferensi audiens (Neale & Corkindale, 2. Terkait dengan hal tersebut, kebaruan penelitian ini terletak pada kajian penempatan produk minuman beralkohol dalam podcast debat bernuansa humor, yang menghadirkan suasana relevan, spontan, ringan, dan humor. Dengan mempertimbangkan karakteristik format ini, serta regulasi dan norma sosial di Indonesia, penelitian ini memberikan perspektif baru mengenai bagaimana dampak penempatan produk tersebut terhadap ingatan dan saliensi merek. Kondisi ini juga sekaligus memperlihatkan ketegangan antara norma sosial dan religius, termasuk potensi normalisasi konsumsi alkohol dengan tujuan pemasaran digital. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang, dapat dirumuskan permasalahan yang terjadi sebagai berikut: Apakah terdapat pengaruh positif penempatan produk Vibe dalam podcast debat bernuansa humor terhadap ingatan merek? Apakah terdapat pengaruh positif penempatan produk Vibe dalam podcast debat bernuansa humor terhadap saliensi merek? Hybrid messages Balasubramanian . menjelaskan bahwa komunikasi pemasaran non-personal umumnya dilakukan melalui dua bentuk utama, yaitu iklan dan publisitas (Gambar . Keduanya dibedakan berdasarkan sifat pesan dan bagaimana audiens memersepsikan sumber pesannya. Iklan berada sepenuhnya di bawah kendali sponsor, tetapi sering dianggap kurang kredibel karena tujuan komersialnya jelas dan dipahami audiens. Sebaliknya, publisitas tidak mengungkapkan identitas sponsor dan sepenuhnya dikendalikan oleh media, sehingga pesan dipersepsikan lebih objektif, mirip berita, dan cenderung diterima tanpa skeptisisme. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya dua pendekatan komunikasi, satu dengan kontrol tinggi namun kredibilitas rendah . , dan satu dengan kontrol rendah namun kredibilitas tinggi . Gambar 1. Hybrid messages Sumber: diadaptasi dari Balasubramanian . Pengaruh Penempatan Produk dalam Podcast Debat Humor terhadap Ingatan dan Saliensi Merek Amanda Marzha Tanaya et al. Dengan memadukan kelebihan dari dua karakteristik komunikasi tersebut, konsep hybrid messages dikemukakan sebagai bentuk komunikasi berbayar yang tetap memberi ruang bagi sponsor untuk mengatur konten, tetapi menyamarkan atau tidak secara eksplisit menampilkan tujuan komersialnya (Balasubramanian, 1. Hybrid messages terbagi menjadi dua kelompok, yaitu established . roduct placement, program tie-in, dan program-length commercia. dan emergent . asked-art hybrid message. Terkait dengan hal tersebut, product placement didefinisikan sebagai pesan produk berbayar yang muncul secara terencana dan tidak mencolok di dalam film atau program televisi. Program tie-in merujuk pada pesan berbayar tentang suatu produk karena adanya hubungan timbal balik antara sumber program dengan sponsor produk. Program-length commercial merupakan pesan produk berbayar yang ditayangkan kepada audiens televisi dengan bentuk yang dibuat mirip program asli, baik dari sisi konten maupun durasi. Masked-art hybrid messages dijelaskan sebagai karya seni yang menampilkan merek dengan maksud komersial, namun tidak selalu terlihat secara jelas. Efektivitas bentuk hybrid messages cenderung muncul karena audiens tidak menyadari bahwa mereka sedang menerima pesan komersial, meskipun kondisi ini memunculkan tantangan etis dan legal terkait transparansi serta hak audiens untuk mengetahui sumber persuasi. Dalam penelitian ini, konsep hybrid messages dilihat melalui penempatan produk dalam video podcast debat bernuansa humor, di mana pesan komersial disisipkan secara halus dalam percakapan dan latar visual tanpa tampil sebagai iklan. Sponsor tetap dapat mengatur unsur komunikasi, tetapi penyampaiannya mengikuti alur interaksi yang natural, sehingga merek dipersepsi sebagai bagian dari hiburan. Ketika penyisipan tidak mengganggu alur, audiens cenderung menerima pesan secara lebih wajar. Dengan demikian, penempatan produk dalam format ini mencerminkan karakteristik hybrid messages, yaitu menggabungkan kontrol sponsor dengan kredibilitas format non-iklan agar lebih mudah diterima audiens. Kaitan antara penempatan produk terhadap ingatan merek Penempatan produk adalah penyisipan merek, meliputi nama merek, produk, maupun elemen visual, ke dalam suatu media melalui konten non-komersial dengan tujuan mempromosikan produk (Cheng & Nagai, 2024. Gamage et al. , 2023. Ginosar & Levi-Faur, 2010. Kongmanon & Petison, 2022. Wijaya & Cokki, 2. Sementara, ingatan merek adalah kemampuan partisipan secara mandiri untuk menyebutkan nama merek yang telah ditampilkan dalam suatu media, tanpa bantuan atau petunjuk lainnya (Aliagas et al. , 2021. Babin & Carder, 1996. Davtyan & Tashchian. Gamage et al. , 2023. Wijaya & Cokki, 2. Penempatan produk terbukti dapat mempengaruhi ingatan merek (Chan, 2020. Chan & Lowe, 2021. Davtyan & Tashchian, 2022. Gamage et al. , 2023. Wijaya & Cokki, 2. Peran penempatan produk dalam meningkatkan ingatan merek terjadi melalui pengaktifan proses kognitif, sehingga informasi merek terekam lebih kuat dalam memori. Efek ini akan terjadi jika penempatan dilakukan dengan cara yang tepat dan sesuai dengan audiens yang dituju, sehingga dapat menarik perhatian dan meningkatkan pemahaman (Song et al. , 2. Proses tersebut membantu merek lebih mudah diproses dan meningkatkan kemungkinan untuk diingat kembali. Oleh karena itu, ingatan merek menjadi aspek penting dalam mengukur keberhasilan penempatan produk (Davtyan & Tashchian, 2022. Kongmanon & Petison, 2. Selain itu, format konten juga berperan dalam efektivitas penempatan produk. Penempatan produk pada konteks yang menarik perhatian, seperti humor, dapat meningkatkan ingatan merek karena adegan yang lucu mampu memicu emosi positif, yang membuat audiens lebih fokus dan memproses informasi lebih dalam (Chan & Lowe, 2. Ketika merek muncul dalam momen Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. Juli 2026: hlm 859 Ae 871 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. yang menghibur, perhatian terhadap adegan tersebut ikut menguatkan ingatan terhadap merek. Selanjutnya, untuk produk bermuatan etis seperti alkohol, penempatan produk dapat menghasilkan efek yang lebih luas. Paparan alkohol dalam konten hiburan atau media sosial tidak hanya memicu ingatan, tetapi juga dapat memengaruhi sikap, ekspektasi, hingga perilaku konsumsi (Crocetti et , 2025. Merrill et al. , 2. Hal ini terjadi karena pemasaran alkohol sering menampilkan suasana positif dan kebersamaan, yang membentuk narasi pro-alkohol. Dengan demikian, penempatan produk dapat menimbulkan dampak kognitif sekaligus konsekuensi psikologis dan sosial, terutama pada produk yang sensitif secara etis. H1: Penempatan produk minuman beralkohol Vibe dalam podcast debat bernuansa humor berpengaruh positif terhadap ingatan merek. Kaitan antara penempatan produk terhadap saliensi merek Saliensi merek adalah tingkat aktivasi memori konsumen terhadap suatu merek, yang menentukan urutan kemunculan merek dalam ingatan ketika sedang berada dalam situasi pembelian (Cokki et , 2025. Errmann, 2025. Hong et al. , 2008. Miller & Berry, 1998. Romaniuk & Sharp, 2. Penempatan produk dinyatakan dapat mempengaruhi saliensi merek (Cokki et al. , 2025. Johnstone & Dodd, 2. Praktik ini meningkatkan saliensi merek dengan menambah informasi merek yang tersimpan dalam ingatan, serta relevansi informasi tersebut (Romaniuk & Sharp, 2. Tujuan utama penempatan produk adalah untuk meningkatkan kemungkinan merek muncul dalam ingatan dan memperkuat makna merek (Chan & Lowe, 2. Penempatan yang efektif dapat mempengaruhi bawah sadar audiens, meningkatkan saliensi merek melalui aktivasi ingatan (Hong et al. , 2. Efektivitas tersebut dapat dipengaruhi oleh bentuk dan konteks penempatan karena cara merek ditampilkan dan situasi kemunculannya dapat menentukan seberapa kuat dampaknya terhadap audiens. H2: Penempatan produk minuman beralkohol Vibe dalam podcast debat bernuansa humor berpengaruh positif terhadap saliensi merek. METODE PENELITIAN Desain penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-kausal dengan desain penelitian eksperimen berjenis pre-eksperimental. Pendekatan kuantitatif mengubah data menjadi angka dan dianalisis secara statistik, sedangkan pendekatan kausal digunakan untuk mengetahui hubungan sebabakibat antara variabel independen dan dependen (Malhotra, 2. Eksperimen dilakukan dengan memanipulasi variabel independen dan mengukur pengaruhnya terhadap variabel dependen, sambil mengendalikan variabel luar yang mungkin memengaruhi hasil (Malhotra, 2. Jenis preeksperimental dilakukan dengan tidak menerapkan randomisasi saat mengontrol variabel luar yang dapat memengaruhi hasil penelitian (Malhotra, 2. , dengan desain eksperimen pra tes-pasca tes untuk menilai perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah perlakuan. Eksperimen dilaksanakan dengan latar laboratorium, sehingga kondisi penelitian dapat diciptakan sesuai kebutuhan peneliti dan seluruh partisipan berada pada situasi yang sama (Malhotra, 2. Sampel Sampel penelitian ini terdiri dari 70 mahasiswa aktif Universitas Tarumanagara yang berusia minimum 21 tahun, dan belum pernah menonton podcast ORMAS episode AuSUMPAH TERJADI PEMUKULAN DI ACARA INIAAe PAJAKA. ORMAS KERAS!Ay Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik non-probability sampling, yang tidak menggunakan pemilihan acak, melainkan mempertimbangkan kemudahan atau penilaian subjektif peneliti, dan diterapkan melalui metode convenience sampling, yaitu pengambilan sampel dari individu yang paling mudah diakses oldh peneliti (Malhotra, 2. Terkait dengan hal tersebut, ukuran sampel yang dibutuhkan untuk Pengaruh Penempatan Produk dalam Podcast Debat Humor terhadap Ingatan dan Saliensi Merek Amanda Marzha Tanaya et al. melakukan kegiatan eksperimen ini adalah sebanyak 10 hingga 20 (Sahir, 2021. Sekaran & Bougie, 2. Partisipan Perekrutan partisipan dilakukan pada Jumat, 3 Oktober 2025 hingga Jumat, 31 Oktober 2025. Pada tahap ini, peneliti hanya menyampaikan dua dari tiga kriteria yang harus dipenuhi calon partisipan, yaitu merupakan mahasiswa aktif Universitas Tarumanagara dan berusia minimal 21 tahun, sesuai ketentuan batas usia pembelian minuman beralkohol. Perekrutan dilakukan melalui dua metode, yaitu tatap muka dan daring. Sebagai bentuk apresiasi, setiap partisipan yang mengikuti kegiatan akan menerima insentif berupa uang tunai Rp20. 000, camilan, dan minuman pada hari pelaksanaan, sebagai penghargaan atas waktu dan kontribusi mereka. Dari proses tersebut, terkumpul 87 calon partisipan yang menyatakan kesediaannya untuk Pada hari pelaksanaan, 67 partisipan hadir dan terdapat empat . partisipan tambahan yang mendaftar secara langsung. Dengan demikian, total partisipan yang mengikuti kegiatan eksperimen berjumlah 71 orang, dengan 1 orang tidak lolos pertanyan penyaringan . creening questio. dan seluruh partisipan berhasil lolos uji manipulasi, sehingga total data partisipan yang digunakan untuk analisis adalah sebanyak 70 orang. Perlakuan Perlakuan eksperimen yang digunakan adalah program podcast ORMAS di kanal YouTube Deddy Corbuzier, episode AuSUMPAH TERJADI PEMUKULAN DI ACARA INIAAe PAJAKA. ORMAS KERAS!Ay Pemilihan ini dilakukan dengan mempertimbangkan relevansi konteks lokal dan kesesuaian karakteristik stimulus dengan tujuan penelitian melalui 4 tahapan. Pertama, format podcast dipilih karena jumlah pendengar podcast di Indonesia sangat tinggi, bahkan menempati peringkat pertama di dunia per Februari 2025 (Kemp, 2. Kedua, kanal YouTube Deddy Corbuzier dipilih karena popularitasnya yang besar di masyarakat serta aksesibilitas kontennya, dengan total 24,8 juta pengikut per 26 Agustus 2025. Pada tahap ketiga, peneliti menyusun daftar program di kanal tersebut yang memuat penempatan produk minuman beralkohol. Proses ini menemukan empat program dengan penempatan produk minuman beralkohol Vibe, yaitu Close The Door . idak berkal. SOMASI . ORMAS . , dan Logic Kah? . Selanjutnya pada tahap empat, peneliti menganalisis interaksi pengguna pada setiap episode ORMAS yang menampilkan penempatan produk tersebut, lalu memilih episode dengan tingkat interaksi tertinggi, yaitu AuSUMPAH TERJADI PEMUKULAN DI ACARA INIAAe PAJAKA. ORMAS KERAS!Ay dengan jumlah tayangan mencapai 8,3 juta dengan 121 ribu tanda suka dan 7,9 ribu komentar per 26 Agustus 2025. Data ini menunjukkan bahwa episode tersebut memiliki daya tarik dan keterlibatan audiens yang tinggi, serta mudah diakses oleh masyarakat. Prosedur Prosedur kegiatan diawali dengan absensi, serta pemberian camilan dan minuman. Selanjutnya, kegiatan dimulai dengan pemberian kata pengantar terkait tahapan pelaksanaan eksperimen, yang dilanjutkan dengan pengisian persetujuan partisipan, pengecekan kriteria, serta pengisian identitas Setelah itu, partisipan menjalani pengukuran awal . ra-te. sebelum diberikan perlakuan eksperimen. Setelah pemberian perlakuan, partisipan diarahkan melakukan uji manipulasi untuk memastikan efektivitas stimulus, kemudian melanjutkan ke tahap pengukuran akhir . asca-te. Sebagai penutup, peneliti menyampaikan penjelasan mengenai tujuan penelitian beserta reverse effect untuk memberikan pemahaman serta klarifikasi dari pelaksanaan penelitian. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan pembagian insentif uang tunai kepada seluruh Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. Juli 2026: hlm 859 Ae 871 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. Uji manipulasi Pertanyaan pertama yang digunakan sebagai penguji adalah "Apa topik yang dibahas dalam video yang baru saja Anda tonton?" dengan opsi jawaban berupa AuPajakAy/AyGlobalisasiAy/AyDestinasi WisataAy/AyBudayaAy. Partisipan yang memilih opsi jawaban AuPajakAy dianggap berhasil melalui pertanyaan uji manipulasi pertama dan dapat melanjutkan ke pertanyaan kedua. Selanjutnya, pertanyaan kedua adalah AuBerapa jumlah bintang tamu . elain host: Deddy Corbuzie. yang Anda lihat pada video yang baru saja Anda tonton?Ay dengan opsi jawaban berua Au2Ay/Ay4Ay/Ay6Ay/Ay8Ay. Partisipan yang memilih opsi jawaban Au4Ay dianggap berhasil melalui pertanyaan uji manipulasi kedua, serta layak melanjutkan tahap pengukuran akhir. Terkait dengan hal tersebut, partisipan harus berhasil menjawab kedua pertanyaan uji manipulasi secara benar untuk layak melanjutkan pengisian pada tahap pengukuran akhir. Pengukuran Ingatan merek dan saliensi merek diukur dengan satu pertanyaan tunggal, yaitu AuTuliskan 3 merek minuman beralkohol yang Anda ketahui. Ay (Chan, 2020. Chan & Lowe, 2021. Cokki et al. , 2025. Errmann, 2025. Gamage et al. , 2025. Hong et al. , 2. Ingatan merek dinilai dengan skala nominal . berdasarkan kemampuan partisipan menyebutkan merek Vibe. Partisipan yang menuliskan merek Vibe diberikan skor 1, sedangkan yang tidak menuliskan merek tersebut diberikan skor 0. Sementara itu, saliensi merek dinilai dengan skala ordinal berdasarkan posisi kemunculan merek Vibe dalam daftar yang dituliskan partisipan. Jika merek Vibe ditulis pada urutan pertama, diberikan skor 3. apabila dituliskan pada urutan kedua, diberi skor 2. dan jika muncul pada urutan ketiga, diberi skor 1. Partisipan yang tidak menuliskan merek Vibe diberikan Validitas dan reliabilitas Penelitian ini menggunakan satu pertanyaan tunggal . ingle-ite. untuk mengukur ingatan merek dan saliensi merek, sehingga pengujian validitas dan reliabilitas secara statistik menjadi terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini menilai validitas melalui validitas wajah . ace validit. , yaitu sejauh mana pertanyaan tampak jelas dan relevan bagi partisipan (Allen et al. , 2. Penggunaan satu pertanyaan tunggal diketahui dapat mengurangi beban responden, meminimalkan kontaminasi kriteria, dan meningkatkan kejelasan pertanyaan (Fisher et al. , 2. Dalam penelitian ini, indikator AuTuliskan 3 merek minuman beralkohol yang Anda ketahuiAy dinilai cukup konkret untuk menggambarkan ingatan merek, dan pendekatan serupa juga digunakan pada penelitian sebelumnya mengenai ingatan dan saliensi merek (Chan, 2020. Chan & Lowe, 2021. Cokki et al. Errmann, 2025. Gamage et al. , 2025. Hong et al. , 2. Namun, penggunaan satu item menyebabkan reliabilitas tidak dapat dihitung karena konsistensi internal membutuhkan lebih dari satu pertanyaan (Allen et al. , 2. , sehingga penelitian ini tidak menguji reliabilitas internal secara statistik. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil uji normalitas Pada penelitian ini, normalitas data diuji dengan menggunakan KolmogorovAeSmirnov karena jumlah sampel 70 (> . (Mishra et al. , 2. , pada IBM SPSS Statistics versi 31. Penilaian hasil uji normalitas dilihat melalui nilai signifikansi, apabila p-value > 0,05, maka data berdistribusi normal (Mishra et al. , 2. Sebaliknya, jika nilai p-value < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal. Berdasarkan Tabel 1, hasil uji KolmogorovAeSmirnov menunjukkan bahwa variabel ingatan merek dan saliensi merek, baik sebelum maupun sesudah perlakuan, memiliki nilai signifikansi < 0,001 (< 0,. , sehingga data untuk kedua variabel tersebut tidak berdistribusi Pengaruh Penempatan Produk dalam Podcast Debat Humor terhadap Ingatan dan Saliensi Merek Amanda Marzha Tanaya et al. Tabel 1. Hasil uji normalitas Variabel Ingatan Merek Ingatan Merek Sebelum Perlakuan Ingatan Merek Sesudah Perlakuan Saliensi Merek Saliensi Merek Sebelum Perlakuan Saliensi Merek Sesudah Perlakuan Sig Keterangan < 0,001 < 0,001 Tidak Normal Tidak Normal < 0,001 < 0,001 Tidak Normal Tidak Normal Hasil analisis data Pada penelitian ini, analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik nonparametrik sebagai alternatif metode yang tidak mensyaratkan asumsi distribusi normal. Seluruh pengujian hipotesis dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics versi 31. Hipotesis pertama (H. diuji dengan uji McNemar untuk variabel berskala nominal . pada data berpasangan (Sekaran & Bougie. Pengujian hipotesis dilakukan dengan melihat nilai p-value (Muhid, 2. , jika p-value < 0,05, maka perbedaan proporsi sebelum dan sesudah dianggap signifikan, sebaliknya jika p-value > 0,05, perbedaan tidak signifikan (Muhid, 2. Selanjutnya, besaran efek dihitung menggunakan effect size g (CohenAos . sebagai indikator ukuran efek dari uji McNemar (Mangiafico, 2. Perhitungan effect size g dilakukan melalui rumus sebagai berikut: (Mangiafico, 2. g = P Oe 0,5 P = . Hasil perhitungan nilai g dikelompokkan kedalam tiga kelompok, yaitu 0,05 Ae < 0,15 yang menunjukkan efek kecil, 0,15 Ae < 0,25 yang menunjukkan efek sedang, dan Ou 0,25 yang menunjukkan efek besar (Mangiafico, 2. Hipotesis kedua (H. diuji dengan uji Wilcoxon Signed-Rank untuk variabel berskala ordinal pada data berpasangan (Sekaran & Bougie, 2. Pengujian hipotesis dilakukan dengan melihat nilai p-value (Muhid, 2. , jika p-value < 0,05, maka perbedaan proporsi sebelum dan sesudah dianggap signifikan, sebaliknya jika p-value > 0,05, perbedaan tidak signifikan (Muhid, 2. Selanjutnya, besaran efek dihitung menggunakan effect size r sebagai indikator ukuran efek dari uji Wilcoxon Signed-Rank (Fritz et al. , 2. Perhitungan effect size r dilakukan melalui rumus sebagai berikut: (Fritz et al. , 2. OoN Hasil perhitungan nilai r dikelompokkan kedalam tiga kelompok, yaitu 0,10 yang menunjukkan efek kecil, 0,30 yang menunjukkan efek sedang, dan 0,50 yang menunjukkan efek besar (Cohen. H1: Penempatan produk minuman beralkohol Vibe dalam podcast debat bernuansa humor berpengaruh positif terhadap ingatan merek. Pada Tabel 2, ditampilkan hasil pengujian H1 mengenai ingatan merek sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa paparan penempatan produk. Total skor ingatan merek sebelum perlakuan bernilai 1, sedangkan setelah perlakuan meningkat menjadi 27. Kenaikan ini secara deskriptif menunjukkan adanya perbedaan ingatan merek sebelum dan sesudah perlakuan. Nilai Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. Juli 2026: hlm 859 Ae 871 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. rata-rata ingatan merek sebelum perlakuan sebesar 0,01, sementara nilai rata-rata setelah perlakuan mencapai 0,39, sehingga terdapat peningkatan sebesar 0,38. Hal ini mengindikasikan bahwa perlakuan yang diberikan secara deskriptif berdampak positif terhadap ingatan merek. Penentuan penerimaan hipotesis dilakukan melalui p-value (<0,. dengan uji McNemar, yang menunjukkan hasil < 0,001. Hal ini menegaskan bahwa perubahan ingatan merek sebelum dan sesudah perlakuan terjadi secara signifikan. Selain itu, ukuran efek perubahan menunjukkan nilai g sebesar 0,5, yang mengindikasikan efek besar (Ou 0,. Berdasarkan keseluruhan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penempatan produk dalam podcast debat bernuansa humor memberikan pengaruh positif dan signifikan dengan efek besar terhadap ingatan merek, sehingga H1 dinyatakan didukung. Tabel 2. Hasil uji hipotesis 1 Ingatan Merek Sebelum Perlakuan Ingatan Merek Sesudah Perlakuan RataRata Sebelum RataRata Sesudah Selisih p-value Efek . Keterangan 0,01 0,39 0,38 < 0,001 Positif. Signifikan. Efek Besar H2: Penempatan produk minuman beralkohol Vibe dalam podcast debat bernuansa humor berpengaruh positif terhadap saliensi merek. Selanjutnya. Tabel 3 menunjukkan hasil pengujian H2 mengenai saliensi merek sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa paparan penempatan produk. Total skor saliensi merek sebelum perlakuan bernilai 1, sedangkan setelah perlakuan meningkat menjadi 70. Kenaikan ini secara deskriptif menunjukkan adanya perbedaan saliensi merek sebelum dan sesudah perlakuan. Nilai rata-rata saliensi merek sebelum perlakuan sebesar 0,01, sementara nilai rata-rata setelah perlakuan mencapai 1,00, sehingga terdapat peningkatan sebesar 0,99. Hal ini mengindikasikan bahwa perlakuan yang diberikan secara deskriptif berdampak positif terhadap saliensi merek. Penentuan penerimaan hipotesis dilakukan melalui nilai p-value (<0,. dengan uji Wilcoxon Signed-Rank yang menunjukkan hasil < 0,001. Hal ini menegaskan bahwa perubahan saliensi merek sebelum dan sesudah perlakuan terjadi secara signifikan. Selain itu, ukuran efek perubahan menunjukkan nilai r sebesar 0,5596, yang mengindikasikan efek besar (>0,. Berdasarkan keseluruhan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penempatan produk dalam podcast debat bernuansa humor memberikan pengaruh positif, signifikan, dan memiliki efek besar terhadap saliensi merek, sehingga H2 dinyatakan didukung. Tabel 3. Hasil uji hipotesis 2 Saliensi Merek Saliensi Merek Rata-rata Sebelum Sesudah Sebelum Perlakuan Perlakuan 0,01 Rata-rata Sesudah Selisih p-value Efek . Keterangan 1,00 0,99 <0,001 0,5596 Positif. Signifikan. Efek Besar Pembahasan Hasil uji hipotesis pertama (H. menunjukkan bahwa penempatan produk minuman beralkohol Vibe dalam podcast debat bernuansa humor berpengaruh positif terhadap ingatan merek. Temuan ini sejalan dengan konsep hybrid messages, yang menyatakan bahwa pesan terselubung yang tidak mengganggu alur konten lebih mudah diterima audiens. Hasil penelitian mendukung studi sebelumnya yang menunjukkan efektivitas penempatan produk terhadap ingatan merek (Chan. Chan & Lowe, 2021. Davtyan & Tashchian, 2022. Gamage et al. , 2023. Wijaya & Cokki, 2. , dan memperluas pemahaman mengenai pengaruh format konten podcast sebagai media penempatan produk. Secara praktis, hal ini memperlihatkan peluang bagi perusahaan untuk menerapkan strategi kreatif dalam konten hiburan untuk meningkatkan ingatan merek. Pengaruh Penempatan Produk dalam Podcast Debat Humor terhadap Ingatan dan Saliensi Merek Amanda Marzha Tanaya et al. Selanjutnya, hipotesis kedua (H. juga didukung, sehingga menunjukkan pengaruh positif penempatan produk terhadap saliensi merek. Podcast debat bernuansa humor memungkinkan informasi merek disampaikan secara natural sehingga meningkatkan kemungkinan merek muncul pertama kali dalam benak audiens. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya mengenai pengaruh penempatan produk terhadap saliensi merek (Cokki et al. , 2025. Johnstone & Dodd, 2. , sekaligus menekankan pentingnya format konten dalam memperkuat posisi merek dalam ingatan audiens. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa penempatan produk dalam podcast debat bernuansa humor efektif meningkatkan ingatan dan saliensi merek, khususnya untuk audiens yang sebelumnya belum terpapar stimulus. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi strategi pemasaran, yaitu menyesuaikan format konten hiburan dengan karakteristik audiens untuk memaksimalkan keterlibatan, meningkatkan kesadaran merek, dan memperkuat posisi merek dalam benak konsumen. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penempatan produk minuman beralkohol Vibe dalam podcast debat bernuansa humor berpengaruh positif terhadap ingatan merek dan saliensi merek. Integrasi produk minuman beralkohol yang dilakukan secara alami sebagai latar dalam konten podcast debat bernuansa humor membuat pesan merek lebih mudah diterima audiens, sehingga meningkatkan kemampuan audiens dalam mengingat merek serta mendorong merek tersebut untuk muncul lebih menonjol dalam benak audiens. Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pengukuran dilakukan dalam rentang waktu yang berdekatan, sehingga efek jangka panjang belum tercermin. Lingkungan laboratorium yang terkontrol mungkin berbeda dari kondisi konsumsi media alami, dan partisipan yang homogen . ahasiswa dengan rentang usia sempi. membatasi keragaman respons yang mungkin Selain itu, penelitian hanya menggunakan satu format konten . ideo podcast debat humo. dan fokus pada aspek kognitif . ngatan dan saliensi mere. , sehingga dampak pada respons perilaku lainnya belum dievaluasi. Berdasarkan keterbatasan tersebut, penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan pengukuran dalam jangka waktu lebih panjang dan menguji berbagai format konten, termasuk vlog, untuk memperluas temuan dan memperkuat dasar teoretis terkait pengaruh media terhadap pengolahan informasi konsumen. Variabel tambahan, seperti afektif dan konatif, serta penggunaan sampel dan lingkungan yang lebih beragam, juga disarankan untuk melihat perbedaan respons yang dapat terjadi. Kemudian, secara praktis, pemasar disarankan untuk mengimplementasikan strategi penempatan produk dengan menyesuaikan format konten, karakteristik audiens, dan platform, mengikuti tren yang populer, serta tetap memperhatikan tanggung jawab sosial. Penempatan produk harus dilakukan dengan sesuai, secara transparan dan tidak manipulatif, seperti melalui penggunaan restricted access bagi produk sensitif, hingga pemberian disclosure yang jelas agar efektif meningkatkan kesadaran dan saliensi merek tanpa mengorbankan praktik etis maupun kepercayaan audiens. Ucapan terima kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam penelitian ini. Terima kasih disampaikan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. No. Juli 2026: hlm 859 Ae 871 ISSN 2657-0025 (Versi Elektroni. Universitas Tarumanagara, yang telah menyediakan fasilitas dan sumber daya, serta kepada para partisipan yang bersedia meluangkan waktu untuk berkontribusi. REFERENSI