Mutiara Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. No. Januari 2024 e-ISSN 3025-1028 Available at: https://jurnal. tiga-mutiara. com/index. php/jimi/index Pentingnya Konservasi Preventif Pada Benda-Benda Koleksi di Museum Kasunanan Keraton Surakarta Made Prasta Yostitia Pradipta Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta E-mail: mprastayahood@gmail. Abstract Surakarta Kasunanan Palace Museum is a private museum which contains the Palace's private collections. Many of them are now damaged, dusty, and even destroyed by age. Preventive conservation is used to prevent and minimize damage to museum collections. This research aims to discuss damage to museum collections and preventive conservation management that has been taking place at the Surakarta Kasunanan Palace Museum. Method used in this research is descriptive with kualitatif aproach method with interviews, observation and literature studies to collect data and use simple analysis. The results found that many collections in the Surakarta Kasunanan Palace Museum were unkempt and dusty. The preventive conservation carried out so far has only been less than optimal in terms of cleaning. The lack of available resources is also a factor in preventing preventive conservation efforts from running well. Keywords: Personal Collection Items. Surakarta Kasunanan Palace Museum. Preventive Conservation. Abstrak Museum Kasunanan Keraton Surakarta merupakan museum pribadi dimana terdapat koleksi-koleksi pribadi Keraton yang saat ini banyak koleksi yang dimiliki sudah rusak, berdebu bahkan sudah hancur dimakan oleh usia. Konservasi preventif digunakan untuk mencegah dan meminimalkan kerusakan pada koleksi-koleksi di museum. penelitian ini bertujuan untuk membahas kerusakan pada koleksi museum dan penanganan konservasi preventif yang berjalan selama ini di Museum Kasunanan Keraton Surakarta. Penggunaan metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif menggunakan wawancara, observasi, dan studi pustaka untuk mengumpulkan data dan menggunakan analisis kualitatif seperti pengumpulan data, reduksi data, penampil data, lalu ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan bahwa banyak koleksi di Museum Kasunanan Keraton Surakarta tidak terawat dengan baik dan berdebu. Konservasi preventif yang dilakukan selama ini hanya pembersihan yang kurang maksimal. Minimnya sumber daya yang dimiliki juga merupakan faktor konservasi preventif tidak berjalan semestinya. Kata-kata kunci: Benda-benda Koleksi Pribadi. Museum Kasunanan Keraton Surakarta. Konservasi Preventif. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Made Prasta Yostitia Pradipta: Pentingnya Konservasi Preventif Pada Benda-Benda Koleksi di Museum Kasunanan Keraton Surakarta PENDAHULUAN Museum merupakan sebagai salah satu lembaga penyebar informasi yang menyimpan sejumlah koleksi terdapat pengetahuan yang kemudian dikomunikasikan kepada masyarakat dengan cara memamerkan koleksi tersebut. Koleksi tersebut biasanya adalah benda-benda yang langka dan unik sehingga koleksi-koleksi tersebut sangat berharga dan bernilai tinggi. Oleh karena itulah koleksi yang terdapat di museum dapat dikatakan aset penting yang dimiliki oleh daerah setempat. Museum Kasunanan Keraton Surakarta merupakan museum pribadi milik Keraton dimana koleksi tersebut hanya dimiliki oleh Keraton Surakarta. Terletak di pusat Kota Surakarta museum ini telah diresmikan sejak tahun 1745 saat masa penjajahan Belanda. Sesuai dengan namanya, dalam Museum Kasunanan Keraton Surakarta menyimpan berbagai macam benda-benda koleksi yang merupakan benda-benda milik Keraton Surakarta seperti persenjataan, pakaian, alat-alat yang sering dipakai oleh raja, sampai dengan peralatan masak di Keraton yang sering dipakai. Pada saat dilakukan observasi di Museum Kasunanan Keraton Surakarta, dapat ditemui kondisi beberapa koleksi yang sudah mengalami kerusakan fisik. Seperti terdapat lukisan yang sudah berlubang, kereta kencana yang mengalami patah pada bagian roda, dan kondisi koleksi yang diselimuti oleh debu yang cukup tebal. Kegiatan observasi dilakukan guna mengetahui kondisi koleksi museum secara langsung. Koleksi museum yang sudah disebutkan tadi adalah aset yang harus dirawat, dijaga, dan juga dipelihara. Sesuai dengan pendapat Prott bahwa Aurencana keamanan adalah langkah penting pertama dalam mengelola situasi. Hal ini harus mencakup keamanan fisik . otak pameran atau perlindungan lainnya yang memadai, alarm pencuri, dll. ), penjaga keamanan yang terlatih, daftar inventaris dan lokasi yang lengkap untuk setiap barang dalam koleksi, daftar prioritas untuk barang-barang terpenting yang harus dilindungi dalam keadaan darurat, dan rencana darurat untuk evakuasi jika terjadi keadaan daruratAy. 1 Sangat penting bahwa dalam menjaga koleksi-koleksi tersebut perlu untuk mendapatkan penanganan yang ekstra ketat agar tetap terjaga keutuhan koleksi-koleksi tersebut baik seperti pengetahuan maupun informasi dalamnya. Museum memiliki banyak pekerjaan selain program-program yang dijalankan. Merawat koleksi menjadi kegiatan operasional yang sangat perlu perhatian khusus agar koleksi yang ada di museum awet dalam waktu yang sangat lama sehingga bisa dinikmati Lyndel Prott. In Running a Museum: A Practical Handbook (Paris: ICOM - International Council of Museums Maison de IAoUNESCO, 2. , 197Ae205. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 sampai pada generasi berikutnya. 2 Berbagai cara dalam perawatan koleksi agar awat salah satu caranya adalah melalui konservasi preventif. 3 Konservasi preventif merupakan salah satu pekerjaan yang sangat penting yang harus segera ditangani oleh museum. Menurut Ayu konservasi preventif merupakan suatu tindakan pencegahan untuk meminimalkan kerusakan koleksi dengan penyimpanan yang baik, keamanan yang terjaga sampai dengan pengelolaan lingkungan. Menurut ICOM dalam Sandahl yang diadopsi dari pertemuan umum ke-22 di Venna. Austria, pada 24 Agustus 2007. Museum merupakan suatu wadah atau lembaga yang mendapatkan tugas sebagai pelayan masyarakat dalam mengembangkan pengetahuan memamerkan benda warisan budaya dengan tujuan pengembangan pengetahuan dan 5 Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 66 tahun 2015. museum adalah lembaga yang melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengkomunikasikan kepada masyarakat. Dari definisi yang telah dipaparkan oleh kedua sumber menyebutkan bahwa salah satu fungsi dan tujuan museum adalah untuk melindungi, melestarikan koleksi-koleksi yang ada. Kegiatan perlindungan dan pelestarian terhadap museum menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan terhadap museum guna menghindari terjadinya kerusakan hingga kemusnahan terhadap koleksi yang ada dimuseum. Menurut ICOM berdasarkan tindakan yang dilakukan beserta dengan tujuannya, membagi praktik tersebut dalam tiga jenis yaitu konservasi preventif, restorasi, dan konservasi remedi. Konservasi preventif merupakan langkah awal dan aksi paling dasar yang dilakukan untuk melestarikan koleksi di museum. Dalam beberapa penelusuran literatur yang sudah dilakukan, sejumlah penelitian terdahulu ditemukan terdapat beberapa penelitian yang selaras dengan topik penelitian ini yaitu konservasi preventif. Penelitian yang berjudul AuKonservasi Preventif Manuskrip Achmad Room Fitrianto et al. AuOptimalisasi Potensi Desa Wisata Edukasi Di Ledug Prigen,Ay Jurnal Pengabdian Untukmu Negeri . 276Ae284, https://doi. org/https://doi. org/10. 37859/jpumri. Vicky Ferdian Saputra. Konservasi Preventif Lukisan Kepresidenan Yogyakarta (UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta, 2. Duanita Gilda Ayu. AuKonservasi Preventif Manuskrip Kertas Koleksi Museum Negeri Sonobudoyo YogyakartaAy (Institut Seni Indonesia Yogyakarta, 2. , http://digilib. id/6012/1/BAB Jette Sandahl. AuThe Museum Definition as the Backbone of ICOM,Ay Museum International 71, no. , https://doi. org/https://doi. org/10. 1080/13500775. Muktamar Husain. AuKonservasi Arkeologi Berbahan Perunggu Pada Koleksi Museum Kota Makassar (Studi Kasus Medalion Dan Patung Ratu Wilhelmin. Ay (Universitas Hasanuddin, 2. , http://repository. id/id/eprint/1579/. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Made Prasta Yostitia Pradipta: Pentingnya Konservasi Preventif Pada Benda-Benda Koleksi di Museum Kasunanan Keraton Surakarta Kertas Koleksi Museum Negeri Sonobudoyo YogyakartaAy oleh Duanita Gilda Ayu. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka untuk mengumpulkan data sedangkan teknik analisis deskriptif untuk menganalisis data. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah sebatas untuk mengetahui tindakan konservasi preventif manuskrip kertas seperti apa yang diterapkan di Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Hasil yang didapatkan adalah Museum Sonobudoyo sudah menerapkan konservasi preventif sesuai standar konservasi ICOM. Sedangkan kendala yang dihadapi adalah pada minimnya sumber daya manusia dan pelatihan yang diadakan hal ini menjadi kekurangan terhadap proses konservasi preventif di tempat tersebut. Penelitian selanjutnya yang berjudul AuKonservasi Preventif Untuk Mencegah Kerusakan Koleksi pada Museum Geologi BandungAy oleh Indriani dan teman-teman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahi bagaimana kegiatan konservasi dilakukan di Museum Geologi Bandung. Metode penelitian hampir sama dengan yang dilakukan peneliti sebelumnya dan menggunakan analisis komparasi data. Hasil yang didapatkan adalah kegiatan konservasi tersebut dilaksanakan dalam beberapa langkah antara lain pengendalian suhu, pengaturan tingkat pencahayaan, cara pemindahan dan pengawetan Sayangnya kebijakan dalam konservasi, tingkat siklus dalam pembersihan, dan minimnya SDM dalam konservasi masih minim. Melalui kajian literatur yang sudah dipaparkan diatas, peneliti menemukan beberapa persamaan dan perbedaan dengan yang dilakukan dalam penelitian ini. Perbedaan jelas terlihat dalam objek yang akan diteliti. Penelitian pertama berada di Museum Sonobudoyo, sedangkan penelitian kedua mengambil objek di Musem Geologi Bandung, sedangkan penelitian ini merupakan koleksi dari Museum Kasunanan Keraton Surakarta. Sedangkan persamaan dari kedua penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah tentang konservasi preventif yang dilakukan di museum. Melihat dari latar belakang penelitian tersebut di atas, penelitian ini akan mengangkat permsaalahan tentang kegiatan konservasi preventif yang diterapkan di Museum Kasunanan Keraton Surakarta. Sehingga tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui koleksi mana saja yang rusak dan perlu untuk dilakukan konservasi preventif dan juga untuk mengetahui penerapan kegiatan konservasi preventif pada koleksi-koleksi Duanita Gilda Ayu. AuKonservasi Preventif Manuskrip Kertas Koleksi Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta. Ay Indriani et al. AuKonservasi Preventif Untuk Mencegah Kerusakan Koleksi Pada Museum Geologi Bandung,Ay Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga 13, no. : 119Ae125, https://doi. org/https://doi. org/10. 20885/unilib. Vol13. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 Museum Kasunanan Keraton Surakarta. Penelitian ini penting dilakukan sebab yang pertama selama penelusuran yang sudah dilakukan terhadap artikel-artikel mengenai Museum Kasunanan Keraton Surakarta, peneliti belum menemukan penelitian yang secara khusus membahas tentang kerusakan koleksi dan penanganan konservasi preventif koleksikoleksi yang dimiliki. Artikel ini ditulis berdasarkan objek yang berbeda seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya dan sekaligus sebagai bentuk dari kebaruan ilmiah. TINJAUAN LITERATUR Museum Kasunanan Keraton Surakarta Bangunan peninggalan bersejarah yang berada di Kota Surakarta bahkan sudah ada beberapa yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Surakarta. Menurut Putri dikutip dari web resmi Pemerintah Kota Surakarta menyatakan, pada tahun 2021 ada sebanyak 91 cagar budaya berupa benda dan kawasan di Kota Surakarta. Penetapan cagar budaya ini telah disesuaikan dengan Undang-undang No. 11 tahun 2011 tentang cagar 9 Salah satu kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya adalah Keraton Kasunanan Surakarta. Keraton Kasunanan Surakarta ditetapkan sebagai Kawasan cagar budaya dengan nomor Registrasi Nasional RNCB. Berdasarkan penetapan SK Walikota No646/1-R/1/2013. dan dikuatkan dengan SK Menteri No208/M/2017 dan SK Walikota No432/38. 6/1/2017 sehingga dapat dikatakan bahwa Museum Kasunanan Keraton Surakarta berada di kategori Kawasan cagar budaya. Museum Kasunanan Keraton Surakarta ini telah memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan agar dapat menjadi bangunan cagar budaya. Dimana syarat-syarat tersebut telah ditetapkan dalam undang-undang No. 11 tahun 2011 tentang cagar budaya, diantaranya adalah harus berusia lebih dari 50 tahun, memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan. Berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan Museum Kasunanan Keraton Surakarta telah memenuhi syarat-syarat tersebut, sehingga dapat dikatakan sebagai bagian dari Cagar Budaya. Koleksi-koleksi yang ada di Museum Kasunanan Keraton Surakarta merupakan aset daerah Kota Surakarta yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Surakarta dalam memahami pembelajaran warisan budaya mereka. Museum didirikan dengan maksud untuk melestarikan warisan budaya baik berupa fisik benda maupn non- benda serta ikut dalam melestarikan ilmu pengetahuan yang terkandung didalam benda koleksi Aninda Dyah Hayu Pinasti Putri. Kajian Tata Kelola Museum Studi Kasus : Museum Batik Danar Hadi Surakarta (UPT Perpustakaan ISI Yogya, 2. , 1Ae11. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Made Prasta Yostitia Pradipta: Pentingnya Konservasi Preventif Pada Benda-Benda Koleksi di Museum Kasunanan Keraton Surakarta Oleh karena itu, koleksi-koleksi perlu untuk mendapatkan perhatian yang sangat serius, terarah, dan terkendali yang disesuaikan dengan pelestarian benda-benda koleksi museum dengan warisan budaya. Benda-benda koleksi pribadi Benda-benda koleksi pribadi milik Keraton Surakarta merupakan benda-benda hasil budaya manusia yang sejatinya merupakan benda cagar budaya yang dilindungi oleh undang-undang. Di samping itu, dalam pandangan masyarakat timbul adanya kesadaran bahwa benda-benda koleksi budaya yang disimpan di museum adalah suatu warisan budaya bersama. Sehingga benda-benda koleksi museum dikelola dengan berdasar kebijakan peraturan-peraturan untuk mencegah dari kerusakan dan hilangnya benda-benda Perawatan benda-benda koleksi juga sangat memungkinkan dengan cara mengatur cahaya, mengatur suhu ruangan, serta mengatur kelembaban ruangan museum. Pemanfaatan benda-benda koleksi Museum Keraton melalui wisata, pameran, maupun Benda-benda koleksi adalah bagian terpenting dari suatu museum karena didalamnya terdapat pengetahuan, nilai-nilai sejarah, maupun kebudayaan yang dimanfatkan dengan berbagai program serta aktifitas di museum. Koleksi di ruang pameran dan ruang penyimpanan harus dilindungi secara memadai dari kebakaran, coretan, dan bencana alam sehingga prosedur konservasi preventif perlu diterapkan. Konservasi Preventif Konservasi preventif didefinisikan oleh Pusat Internasional untuk Studi Pelestarian dan Pemulihan Kekayaan Budaya (ICCROM) sebagai Ausemua tindakan dan tindakan yang bertujuan untuk menghindari dan meminimalkan kerusakan atau kerugian di masa depan. Tindakan tersebut dilakukan dalam konteks atau di sekitar suatu benda, namun lebih sering dilakukan pada sekelompok benda, berapa pun usia dan kondisinya. Tindakan ini bersifat tidak langsung, tidak mengganggu bahan dan struktur barang atau mengubah Standar yang ditetapkan oleh museum untuk konservasi preventif dalam banyak situasi memerlukan etalase yang sangat kedap udara untuk memamerkan karya, kotak penyimpanan yang terbuat dari kayu, dan kotak arsip untuk penyimpanan di gudang. Dalam konteks ini, konservasi preventif dapat memberikan solusi inovatif dan menjajikan untuk mencegah dan menangkal proses degradasi benda budaya dan mencapai pelestarian Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 warisan budaya dalam jangka panjang. 10 Namun, meskipun konservasi preventif merupakan hal yang penting dalam proses ini, hal ini harus diimbangi dengan upaya mengurangi dampak negatif dari penggunaan sumber daya yang tidak berkelanjutan, timbulan sampah, dan perubahan iklim. Untuk mendorong pendekatan berkelanjutan terhadap konservasi preventif warisan budaya, perhatian harus diberikan pada penilaian dampak pada semua tahapan: mulai dari dampak lingkungan yang dihasilkan hingga pengelolaan yang dihasilkan dari kegiatan Selain itu, konservasi preventif yang merupakan bagian dari siklus manajemen risiko merupakan serangkaian rencana aksi yang harus dibuat untuk mencegah, memperlambat, membatasi, dan mengurangi faktor-faktor penyebab rusaknya koleksi dan bangunan museum. 12 Oleh karena itu, kesiapsiagaan risiko dan konservasi preventif merupakan langkah awal untuk mengurangi risiko-risiko tersebut, memperlambatnya, dan mencegah ancaman terhadap warisan budaya. METODE Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk menjelaskan suatu fenomena yang ada di lapangan. Metode penelitian ini merupakan suatu penelitian sosial denngan mendapatkan data-data berupa gambar dan kata-kata. Hal tersebut sama dengan yang diungkap oleh Manzilati bahwa data-data yang telah dikumpulkan adalah berupa kata, gambar, dan bukan angka. 13 Diharapkan dengan adanya metode tersebut dapat memberikan gambaran yang utuh tentang masalah yang terjadi terhadap koleksi-koleksi di museum. metode analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif dengan cara pengumpulan data, reduksi dan kategorisasi data, penampilan data, dan penarikan kesimpulan yang bisa dijelaskan melalui beberapa tahap Martina Menegaldo et al. AuEnvironmental and Economic Sustainability in Cultural Heritage Preventive Conservation: LCA and LCC of Innovative Nanotechnology-Based Products,Ay Cleaner Environmental Systems 9 . , https://doi. org/https://doi. org/10. 1016/j. Fiendhy Prastika. Ida Lestari, and Taufiq Kurniawan. AuKonservasi Koleksi Lukisan Pada Kelompok Kerja Pelestarian Bahan Pustaka Di Upt Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar-Jawa Timur,Ay BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan Dan Informasi 1, no. : 48Ae52, https://doi. org/https://doi. org/10. 17977/um008v1i22017p048. Tuba Bylbyl Bahtiyar and Gylen Dili. AuRisk Management and Preventive Conservation of Historic Buildings: The Case of Karatay Madrasah (Museu. ,Ay International Journal of Disaster Risk Reduction 77 . , https://doi. org/https://doi. org/10. 1016/j. Asfi Manzilati. Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma. Metode Dan Aplikasi (Malang: Universitas Brawijaya Press, 2. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Made Prasta Yostitia Pradipta: Pentingnya Konservasi Preventif Pada Benda-Benda Koleksi di Museum Kasunanan Keraton Surakarta Hal pertama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan observasi langsung ke Museum Kasunanan Keraton Surakarta dengan melihat lalu mengambil gambar koleksi apa saja yang tidak selayaknya ada di museum. Selanjutnya melakukan wawancara dengan salah satu staff dan juga sebagai pemandu wisata museum tentang perawatan koleksi yang selama ini dijalankan di museum. Setelah itu, data-data yang diperoleh dari observasi dan wawancara dengan pemandu museum di kumpulkan lalu diklasifikasikan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Data-data yang sudah dikumpulkan melalui observasi dan wawancara kemudian dianalisis untuk penemuan awal dari pertanyaan penelitian. Setelah data-data dikumpulkan lalu direduksi untuk lalu dipilah dan dipilih sesuai dengan kebutuhan penelitian. Selanjutnya dalam penelitian ini, kumpulan informasi yang tersusun tersebut dapat memberi kemungkinan untuk ditarik dan diambil tindakan, yang disajikan dalam kumpulan tersebut merupakan teks naratif dari wawancara, jaringan, bagan, dan lain sebagainya. Tujuannya adalah agar memudahkan untuk membaca lalu ditarik kesimpulan. Jika dirasa masih kurang, maka akan dilakukan kembali observasi, wawancara, dan studi pustaka melalui internet maupun penelaahan penelitian-peneliatian lain yang mempunyai konsep yang sama dan sumber-sumber lain untuk menemukan jawaban dari pertanyaan penelitian. Setelah dirasa cukup untuk menjawab pertanyaan serta tujuan penelitian maka dilakukan analisis untuk mematangkan jawaban tersebut. Data-data temuan tersebut lalu disajikan dalam bentuk gambar dan tulisan yang membahas tentang permaslahan dan tujuan penelitian. Dengan demikian, setelah disajikan maka akan menjawab pertanyaan sekaligus juga akan memberikan jawaban pada tujuan dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Museum Kasunanan Keraton Surakarta Museum Kasunanan Keraton Surakarta adalah museum khusus yang mengoleksi benda-benda budaya peninggalan Karaton Paku Buwono Solo. Museum Kasunanan Keraton Surakarta terletak di Jl. Sidikoro No. Baluwarti. Kec. Ps. Kliwon. Kota Surakarta. Museum Kasunanan Keraton Surakarta merupakan suatu kawasan objek wisata yang berada di komplek Kasunanan Keraton Surakarta. Museum ini merupakan ide dari Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Jatikusuma untuk menjaga benda-benda koleksi mereka sekaligus sebagai simbolik dari perkembangan Keraton Surakarta. Bangunan museum yang Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 dirasa antik tersebut sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata sejarah dan budaya dimana Kota Surakarta identik dengan wisata sejarah dan budaya. Pengunjung di museum dapat mempelajari kesenian, adat, cara hidup, dan kebudayaan Keraton karena di dalam museum terdapat berbagai benda-benda koleksi karena memiliki 13 ruangan sebagai tempat penyimpanan koleksi museum. dalam proses perkembangannya, museum selalu mengalami halangan untuk tetap berkembang seperti kekurangan SDM, bangunan yang sudah tua, sampai kedalam program yang ada di Kondisi Koleksi Musem Keraton Kaasunanan Surakarta Kondisi Koleksi Museum Kasunanan Keraton Surakarta Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh penelitian ini, dapat diketahui bahwa sebagian besar koleksi benda-benda yang ada di Museum Kasunanan Keraton Surakarta memiliki kondisi fisik yang dapat dikatakan cukup memprihatinkan. Kerusakan terhadap koleksi dapat ditemui dibeberapa koleksi benda-benda yang terpajang sepanjang ruangan museum. Penelitian ini menemui beberapa kerusakan pada koleksi dan dapat dikatakan koleksi benda- benda yang berada di Museum Kasunanan Keraton Surakarta seperti tidak terurus. Kerusakan yang dapat ditemui oleh penelitian ini saat melakukan observasi adalah berupa, terlihat rusaknya beberapa kotak penyimpanan koleksi museum dimana kotak penyimpanan koleksi museum ini juga tidak diberikan keamanan yang baik seperti tidak dikuncinya kotak dan dibiarkan saja tidak ada batasan antara koleksi dengan pengunjung, kemudian hampir semua koleksi yang berada di museum diselimuti oleh debu yang cukup tebal, bangunan yang sudah mengelupas dan cat yang sudah mulai pudar. Kerusakan paling terlihat jelas pada lukisan Gusti Kanjeng RatuWandansari. Kereta Kencana Kyai Aorosebo. Dimana lukisan Gusti Kanjeng Ratu Wandansari ini memgalami kerusakan berupa lukisan terlihat memiliki lubang yang cukup besar, dan hingga pada saat ini belum dilakukan tindakan, kemudian Kereta Kencana Kyai Aorosebo mengalami kerusakan berupa beberapa bagian yang sudah patah. Konservasi atau pemugaran area Museum Kasunanan Keraton telah dilakukan dengan melibatkan pihak pengelola museum namun hanya terjadi di tahun 2003. Kemudian setelahnya pihak pengelola museum hanya bisa melakukan tindakan konservasi dasar seperti melakukan perawatan dasar pada beberapa koleksi benda- benda yang berada di museum. Namun kegiatan perawatan yang dilakukan oleh Museum Kasunanan Keraton Surakarta belum terlaksana secara maksimal dikarenakan adanya beberapa kendala, seperti ada beberapa benda yang proses pembersihannya harus melalui ruwatan, dan dikarenakan Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Made Prasta Yostitia Pradipta: Pentingnya Konservasi Preventif Pada Benda-Benda Koleksi di Museum Kasunanan Keraton Surakarta adanya konflik internal antara anggota keluarga Keraton Kasunanan Surakarta. 14 Koleksi benda-benda museum ini perlu diadakan perawatan khusus, seperti upaya penyediaan fasilitas penerangan yang baik,kondisi kebersihan yang harus dijaga, serta perawatan khusus pada arca dan benda-benda yang berbahan dasar kayu dan besi. Upaya dan tindakan perawatan yang rutin dijalankan sebagai cara untuk mengidentifikasi berbagai faktor kerusakan. Hal ini berkaitan dengan upaya yang dapat menjadi masukan untuk tindakan atau aksi di masa yang mendatang. Melihat Museum Kasunanan Keraton Surakarta merupakan museum khusus yang menyimpan benda-benda pribadi bersejarah yang dimiliki Keraton Kasunanan Surakarta. Jadi penting sifatnya untuk segera dilakukan konservasi lebih lanjut lagi agar tetap dapat menjaga dan merawat serta meminimalisasi kerusakan dimasa yang mendatang. Upayadan tindakan perawatan ini dapat mengidentifikasi kerusakan apa saja yang terjadi di koleksi museum. Gambar 1. Kerusakan Pada Roda Kereta Kencana Kyai Aorosebo Gambar 1 merupakan contoh kerusakan yang disebabkan kurangnya perawatan khusus pada benda. Kondisi barang yang mengalami patah pada bagian roda. Kondisi yang lebih buruk yang dapat ditemui adalah mengeroposnya bahan dasar kereta kencana yang sudahmengalami beberapa bagian yang patah jika tidak segera dilakukan perawatan lebih Reni Ekowati. Marjono, and Sri Handayani. AuPerkembangan Museum Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Sebagai Objek Parawisata Sejarah Dan Budaya,Ay Unej Jurnal Pendidikan 1, no. : 1Ae10, https://adoc. pub/perkembangan-museum-suaka-budaya-keraton-kasunanan-surakarta. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 Gambar 2. Koleksi Keris Yang Diselimuti Debu Yang Cukup Tebal Gambar 2 merupakan kondisi koleksi yang telah diselimuti oleh debu tebal, dimana kondisi ini harus segera dilakukan pembersihan agar pengunjung bisa mendapatkan kenyamanan saat berkunjung di museum. Upaya Konservasi Preventif di Museum Kasunanan Kraton Surakarta Konservasi Preventif merupakan suatu bagian dari praktek menjaga dan merawat benda-benda koleksi khususnya museum. Istilah ini digunakan untuk mendefinisikan segala tindakan aktifitas yang ditujukan untuk pencegahan dan meminimalisir kerusakan atau kerugian di masa yang akan datang. 15 Upaya dilakukan tersebut bersifat tidak kontak fisik secara langsung dengan objek konservasi. Konservasi preventif merupakan tanggung jawab semua pihak yang bekerja didalam dan di sekitar koleksi museum, bukan hanya tanggung jawab beberapa orang saja. Tindakan konservasi preventif sebaiknya dilakukan sesuai dengan Pedoman Konservasi Koleksi Museum. Dimana didalam Pedoman Konservasi Koleksi Museum ini memiliki standarisasi tersendiri dalam hal perawatan koleksi museum. Standar ini harus dilaksanakan dengan baik agar dapat merawat dan mencegah serta meminimalisasi kerusakan dan keausan pada koleksi museum. Sedangkan kebersihan pada area Museum Kasunanan Keraton Surakarta dilakukan dan dijaga secara bersama oleh pengelola museum. Upaya konservasi preventif yang selama ini dilakukan di Museum Kasunanan Keraton Surakarta adalah dengan melibatkan konservator, namun pada tahun 2003 tidak melibatkan lagi konservator, hanya pembersihan sederhana dan mandiri. Hal ini dapat menjadikan Chiara Bertolin. AuPreservation of Cultural Heritage and Resources Threatened by Climate Change,Ay Geosciences 9, no. : 1Ae11, https://doi. org/https://doi. org/10. 3390/geosciences9060250. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Made Prasta Yostitia Pradipta: Pentingnya Konservasi Preventif Pada Benda-Benda Koleksi di Museum Kasunanan Keraton Surakarta bukti bahwa Museum Kasunanan Keraton Surakarta masih belum melaksanakan kegiatan perawatan koleksi museum sesuai dengan pedoman yang sudah tertulis. Pembersihan kotoran dari koleksi museum merupakan salah satu langkah paling awal dari pelaksanaan konservasi. Dalam hal ini dikarenakan yang melakukan perawatan masih pihak pengelola sendiri, maka pihak pengelola museum harus mengenali dua kotoran, yaitu kotoran yang larut dan tidak larut terhadap nahan pelarut seperti air, etanol, acetone, dan sebagainya. Upaya pemeliharaan dan perawatan ini perlu dilakukan secara rutin agar tetap menjaga kondisi fisik koleksi museum. Namun pada prakteknya Museum Kasunanan Keraton Surakarta kurang mengoptimalkan perawatan pada koleksi bendabenda yang berada di museum. Hal ini dapat terlihat dari terjadinya kerusakan pada lukisan Gusti Kanjeng Ratu Wandansari. Kereta Kencana Kyai Aorosebo, dan kondisi koleksi benda-benda lainnya yang terlihat berdebu tebal. Di mana beberapa koleksi benda ini memerlukan perawatan dan perhatian khusus. Berdasarkan wawancara yang kami lakukan pengelola masih mengalami kesulitan dalam hal perawatan dikarenakan ada beberapa benda yang tidak bisa dilakukan pembersihan secara langsung dan adanya konflik internal yang terjadi di dalam Keraton Kasunanan Surakarta yang mengakibatkan pengelola hanya bisa menunggu mandat atau perintah dari sinuwun Pakubuwana jika ingin melakukan tindakan konservasi yang lebih lanjut lagi. Tentunya hal ini menjadi perhatian khusus, dikarenakan kondisi fisik koleksi yang dimiliki oleh Museum Kasunanan Keraton Surakarta yang sudah sangat memprihatinkan dan perlu diadakannya konservasi preventif yang lebih serius lagi. Pelaksanaan konservasi preventif perlu dilakukan di Museum Kasunanan Keraton Surakarta guna sebagai upaya tindakan awal untuk tetap menjaga dan mengantisipasi terjadinya kerusakan yang semakin parah terhadap koleksinya dimasa yang mendatang. Koservasi yang dilakukan tidak bertujuan untuk menentukan mana yang benar atau salah, melainkan untuk mengetahui persamaan, perselisihan, dan kekurangan. Sehingga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk tindakan konservasi preventif yang membangun. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menjadikan bahan pertimbangan agar Museum Kasunanan Keraton Surakarta mendapat perhatian khusus guna untuk segera dilakukan tindakan. Adapun upaya dalam tindakan konservasi preventif koleksi benda-benda yang dilakukan oleh Museum Kasunanan Keraton Surakarta yaitu: Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 Keamanan Alat keamanan yang digunakan Museum Kasunanan Keraton Surakarta yang berfungsi untuk melindungi benda-benda koleksi dari tindakan pencurian dan meminimalisir kerusakan yaitu kamera pengawas (CCTV). APAR . lat pemadam api ringa. , sistem alarm kebakaran, serta penyangga koleksi yang dipamerkan. Monitoring Pengecekan secara teratur dilakukan oleh konservator Museum Kasunanan Keraton Surakarta. Pengecekan pada ruang penyimpanan koleksi dilakukan harusnya setiap hari setelah penutupan museum untuk umum. Akan tetapi pengecekan berkala masih dilakukan seminggu sekali dan bahkan hingga satu bulan sekali. Kondisi lingkungan di sekitar museum mempunyai pengaruh terhadap ketahanan koleksikoleksi museum. Tidak adanya antisipasi dalam merawat koleksi museum maka akan lebih cepat terjadi kerusakan pada koleksi. Monitoring hanya sebatas mengecek koleksi masih aada atau tidak. Tidak ada pengecekan suhu, kelembaban ruangan, intensitas suhu dan pembersihan debu yang menempel pada koleksi. Digitalisasi Ketika koleksi pribadi museum yang usianya sudah tua dan sering berinteraksi dengan tangan terutama dengan suhu yang tidak teratur maka akan mempercepat Potensi kerusakan juga akan semakin besar mengingat saat ini kondisi dari koleksi tersebut ada yang sudah tidak utuh atau bisa juga karena dimakan oleh usia dari koleksi tersebut. Media digitalisasi digunakan untuk mengetahui koleksi mana yang butuh penanganan terutama adalah naskah-naskah asli dari Keraton Surakarta. Alih media juga merupakan media digital untuk mempertahankan manuskrip yang sering dipinjam orang-orang dengan cara discan atau disalin kedalam bentuk digital yang dapat disimpan dan diakses melaluikomputer atau media digital yang lain. KESIMPULAN Museum Kasunanan Keraton Surakarta merupakan museum yang digunakan untuk menyimpan koleksi benda-benda keluarga Keraton Kasunanan Surakarta. Terkait dengan Kondisi koleksi benda-benda yang berada di Museum Kasunanan Keraton Surakarta dapat dikatakan cukup memprihatinkan. Kondisi ini dapat dilihat dari kondisi fisik koleksi yang hampir semuanya diselimuti oleh debu tebal, kondisi kotak penyimpanan barang yang tidak Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Made Prasta Yostitia Pradipta: Pentingnya Konservasi Preventif Pada Benda-Benda Koleksi di Museum Kasunanan Keraton Surakarta terkunci dan mulai mengalami kerusakan, kondisi lukisan Gusti Kanjeng Ratu Wandansari yang terdapat kerusakan berupa lubang yang terlihat cukup besar. Museum Kasunanan Keraton Surakarta telah melakukan upaya tindakan konservasi atau perawatan dasar, namun tindakan itu dilakukan terakhir pada 2003. Setelahnya pengelola hanya melakukan tindakan perawatan secara mandiri tanpa melibatkan konservator, yaitu berupa dilakukannya pembersihan menggunakan kain basah terhadap beberapa koleksi. Hal ini dilakukan karena beberapa koleksi tidak bisa dilakukan pembersihan secara sembarangan karena harus melalui proses ruwatan. Sedangkan proses ruwatan ini harus berdasarkan persetujuan Keraton Surakarta namun pada saat ini Keraton Surakarta tengah mengalami konflik internal yang berakibat pada kondisi koleksi yang tidak segera diberikan tindakan perawatan lebih lanjut. Sehingga hal ini membuat tindakan konservasi preventif tidak bisa berjalan secara maksimal serta mengakibatkan kondisi koleksi benda-benda belum bisa terawat dengan baik. KONTRIBUSI PENELITIAN Kontribusi dalam penelitian ini berada pada koleksi pribadi Museum Kasunanan Keraton Surakarta yang perlu segera untuk dilakukan tindakan konservasi preventif dimana museum sangat membutuhkan sekali tindakan konservasi preventif. Setelah melakukan penelitian yang mendalam, maka didapatkan saran bahwa agar museum dapat memperhatikan koleksi-koleksinya. Karena sangat disayangkan apabila hal ini tetap didiamkan maka koleksi-koleksi tersebut akan rusak semakin parah dan kesakralan dari museum tersebut juga akan semakin berkurang. Oleh karena itu, diharapkan dengan penelitian ini museum dapat mempertimbangkan agar secepatnya melakukan rencana tindak langsung agar museum dapat terus berkelanjutan. REKOMENDASI PENELITIAN LANJUTAN Karena keterbatasan penelitian adalah sampai pada analisis untuk segera dilakukan konservasi preventif. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi penelitian selanjutnya adalah mengenai rencana tindak lanjut per staff untuk melakukan konservasi preventif. Hal ini dikarenakan ada beberapa bagian pada koleksi yang sangat butuh perawatan maupun tindakan perbaikan sesegera mungkin agar koleksi-koleksi tersebut bisa untuk dinikmati generasi berikutnya. Copyright A2024. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Januari 2024 UCAPAN TERIMA KASIH