Jurnal Abdimas PHB Vol.5 No.1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Inovasi Batik Print Malam: Upaya Pengentasan Kemiskinan di Solo Rahmawati*1, Edy Supriyono 2, Sarah Rum Handayani 3, Khairudin 4 1,2,3 Universitas Sebelas Maret 4 Universitas Bandar Lampung e-mail: rahmawati_fe@staff.uns.ac.id Abstrak Tujuan kegiatan ini meningkatkan perekonomian pengrajin batik di Kampung Batik Laweyan sebagai solusi pengentasan kemiskinan dengan melibatkan pihak Universitas Sebelas Maret, Pemda Surakarta dan UKM Batik Santosa selaku mitra selama periode AprilAgustus 2021. Kegiatan ini meliputi pelatihan dan pendampingan pembuatan batik print malam dengan motif flora dan fauna, teknik pewarnaan dan peningkatan pemasaran hasil produksi melalui pameran dengan hasil yang cukup positif, dimana terjadi peningkatan produksi dan peningkatan penjualan rata-rata diatas 10% dari kondisi sebelumnya, sehingga pada akhirnya dapat mengentaskan kemiskinan di wilayah Laweyan. Kata kunci: Inovasi, Batik Print Malam, Kampung Batik Laweyan 1. PENDAHULUAN Batik merupakan warisan budaya di Indonesia dan hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki motif batik tertentu sebagai ciri khas daerah [1]. Kota Surakarta merupakan satu daerah yang memiliki motif batik terkenal di Indonesia bahkan sampai ke luar negeri. Kerajinan batik di Surakarta merupakan warisan leluhur sejak 100 tahun lebih. Memasuki abad 20, industri batik di Surakarta mengalami perkembangan dari sisi motif, teknologi dan desain. Salah satu kampung batik ternama di Surakarta adalah kampung batik Laweyan yang saat ini memiliki kurang lebih 48 usaha yang masih aktif memproduksi batik dan tekstil bermotif batik (sablon). Batik Santoso merupakan UKM di Kampung Batik Laweyan yang masih tetap eksis ditengah perkembangan teknologi dan merebaknya penyebaran virus covid-19. Meskipun masih eksis, UKM Batik Santoso dan UKM batik lainnya saat ini menghadapi permasalahan seputar desain/motif yang masih perlu sentuhan desain/motif terkini, pemasaran yang masih tradisional dan pengolahan limbah yang belum baik, sehingga akan berdampak pada penjualan produk. Permasalahan yang tengah dihadapi UKM batik tersebut dapat segera diatasi, manakala dilakukan kerjasama antara Universitas Sebelas Maret, Pemda Surakarta dan UKM Batik Santosa selaku mitra dalam bentuk kegiatan nyata berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan batik print malam dengan motif flora dan fauna. Kerjasama ini dimaksudkan untuk mempercepat penanganan atas permasalahan yang dihadapi oleh mitra, sehingga mitra dapat meningkatkan produktivitas, lebih berkembang dan professional serta tetap dapat melestarikan budaya bangsa tanpa harus mencemari lingkungan sekitar ditengah kondisi perekonomian yang kurang menggembirakan akibat pandemic covid-19, dan pada akhirnya dapat mengentaskan kemiskinan. 43 Jurnal Abdimas PHB Vol.5 No.1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X 2. METODE Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dilakukan secara langsung pada UKM Batik Santoso di Kampung Batik Laweyan dengan melibatkan pihak Universitas Sebelas Maret, Pemda Surakarta dan UKM Batik Santosa selaku mitra. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini meliputi pembuatan batik print malam dengan motif flora dan fauna sebagai penciri daerah, teknik pewarnaan dan peningkatan pemasaran hasil produksi melalui pameran dengan mendatangkan para ahli dibidangnya selama periode April-Agustus 2021. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahunan dan kompetensi pengrajin batik tentang desain batik terkini, teknik pewarnaan batik yang modern dan bagaimana meningkatan pemasaran hasil produksi melalui pameran, sehingga produk batik akan tetap diminati masyarakat karena motif dan desainnya yang mengikuti perkembangan zaman. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan pembuatan batik print malam desain kupu-kupu dilakukan sesuai kesepakatan. Bahan yang dipakai berupa jeruk nipis, jeruk sitrus, cuka, sendawa, tawas, gula batu, gula aren, prusi, tetes, air kapur, tape (ketela/ketan), pisang klutuk dan jambu klutuk. Inovasi tehnologi dilakukan dengan penambahan tulang sapi agar warna menjadi terang dan tahan lama. Adapun teknik pewarnaan dilakukan melalui teknik celup menggunakan mesin feeder agar warna sesuai yang dikehendaki dan tidak terjadi kontaminasi dengan warna lain, sebagaimana gambar berikut: Gambar 1. Proses pewarnaan dengan teknik celup Untuk peningkatan pemasaran hasil produksi batik print malam desain kupu-kupu dilakukan dengan mengikuti event pameran yang dilakukan di Solo Paragon Mall dan membuat web khusus sebagai media pemasaran online. Adapun event pameran di Solo Paragon Mall tampak pada gambar berikut: 44 Jurnal Abdimas PHB Vol.5 No.1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Gambar 2. Pemasaran melalui pameran Di Solo Paragon Mall Kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan batik print malam dengan motif flora dan fauna, teknik pewarnaan dan peningkatan pemasaran hasil produksi melalui pameran telah memberikan dampak yang positif bagi UKM Batik Santosa berupa peningkatan produksi dan peningkatan penjualan rata-rata diatas 10% dari kondisi sebelumnya (tabel 1). Kondisi ini tentunya akan meningkatkan pendapatan UKM dan pada akhirnya dapat mengentaskan kemiskinan di wilayah Laweyan. Hasil ini sesuai dengan hasil riset [2]-[5] yang menyatakan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan terbukti secara empiris meningkatkan kinerja UMKM. Tabel 1: Perkembangan Produksi & Penjualan UKM Batik Santosa Kondisi Sebelum Kondisi Setelah % Pelatihan & Pelatihan & Peningkatan Pendampingan Pendampingan Produksi 350 unit 400 unit 14,28 Penjualan 100 unit 115 unit 15,00 Sumber: UKM Batik Santosa, 2021 4. KESIMPULAN Kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan batik print malam dengan motif flora dan fauna, teknik pewarnaan dan peningkatan pemasaran hasil produksi melalui pameran dilakukan pada UKM Batik Santoso di Kampung Batik Laweyan selama periode April-Agustus 2021 melibatkan pihak Universitas Sebelas Maret, Pemda Surakarta dan UKM Batik Santosa selaku mitra dengan hasil yang cukup positif, dimana terjadi peningkatan produksi dan peningkatan penjualan rata-rata diatas 10% dari kondisi sebelumnya, sehingga 45 Jurnal Abdimas PHB Vol.5 No.1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X pada akhirnya dapat mengentaskan kemiskinan di wilayah Laweyan. Kontinyuitas pelatihan dan pendampingan ini sangat bergantung pada dukungan semua pihak. 5. SARAN Keberlangsungan kegiatan pelatihan dan pendampingan ini sangat bergantung pada dukungan semua pihak, sehingga UKM Batik yang ada di seputaran Laweyan pada khususnya dapat terus berinovasi untuk mengembangkan produk-produk batik yang ada sesuai permintaan pasar. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada Universitas Sebelas Maret atas dukungan financial pada kegiatan PkM ini. DAFTAR PUSTAKA [1] Surya, R. A., Fadlil, A., dan Yudhana, A., 2017, Ekstraksi Ciri Metode Gray Level CoOccurrence Matrix (GLCM) dan Filter Gabor untuk Klasifikasi Citra Batik Pekalongan, Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT, 2(2), 23-26. [2] Adrian, M., dan Mulyaningsih, H., 2017, Pengaruh Pendampingan Usaha terhadap Kinerja UMKM (Studi pada UMKM Peserta Program PUSPA 2016 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia), EProceedings of Management, 4(1), 915–922. [3] Atmojo, A. T., dan Sholahuddin, M., 2018, Pendampingan Bisnis terhadap Kinerja Perusahaan UMKM pada Pusat Kerajinan Handicraft Serenan Klaten, Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta. [4] Husnah, J., dan Nurhayati, T., 2018, Analisis Pengaruh Pelatihan dan Iklim Organisasi terhadap Kinerja UKM, Jurnal Riset Ekonomi Dan Bisnis, 11(2), 154. [5] Sukriani, N., 2017, Pengaruh Pelatihan terhadap Kinerja Pelaku UMKM Binaan Lazismu Pekanbaru, Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Pelatihan, 1(3), 124–128. 46