BUDAYA KOMUNIKASI MASYARAKAT SUKU DAKKA DI KECAMATAN TAPANGO BUDAYA KOMUNIKASI MASYARAKAT SUKU DAKKA DI KECAMATAN TAPANGO Rahmayani1. Masrurah2 Institut Agama Islam DDI Polewali Mandar E-mail: rahmayani@ddipolman. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis budaya komunikasi masyarakat Suku Dakka di Kecamatan Tapango. Budaya komunikasi merupakan bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat yang mencerminkan nilai, norma, serta sistem kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga Suku Dakka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya komunikasi masyarakat Suku Dakka ditandai oleh penggunaan bahasa daerah sebagai simbol identitas budaya, pola komunikasi yang bersifat kekeluargaan, serta adanya penghormatan terhadap struktur adat dan usia dalam proses komunikasi. Selain itu, nilai-nilai seperti sopan santun, kebersamaan, dan musyawarah sangat memengaruhi cara masyarakat berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Budaya komunikasi ini berperan penting dalam menjaga keharmonisan sosial serta kelestarian budaya lokal di tengah pengaruh modernisasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian ilmu komunikasi, khususnya komunikasi budaya, serta menjadi referensi dalam upaya pelestarian budaya lokal. Kata kunci: budaya. Latar Belakang Manusia adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial, manusia senantiasa berhubungan dengan manusia Ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya, karena setiap orang yang hidup dalam masyarakat sejak ia bangun tidur hingga ia tidur kembali. Secara harfiah mereka senantiasa hidup dalam lingkungan komunikasi. Terjadinya komunikasi adalah sebuah konsekuensi hubungan masyarakat. Paling sedikit dua orang saling berhubungan satu sama lainnya yang menimbulkan sebuah interaksi sosial, terjadinya komunikasi sosial karena terjadinya interkomunikasi (Hoeta Soeh ,2. Komunikasi peranannya dalam kehidupan sosial. Komunikasi merupakan proses dinamik Sumber dan penerimanya sengaja menghasilkan pesan yang mereka salurkan melalui suatu saluran . guna merangsang atau memperoleh sikap atau perilaku tertentu sebagai konsekuensi dari hubungan tertentu. (Daryanto, 2016:. Tampaknya tak dapat dihindari lagi bahwa proses komunikasi ini sangat vital dan mendasar bagi komunikasi sosial. Dikatakan vital karena setiap individu berkomunikasi dengan individu lainnya, dengan begitu meletakkan kredibilitasnya sebagai anggota masyarakat, dan dikatakan mendasar karena manusia baik yang persetujuan mengenai berbagai hal aturan sosial komunikasi. (Hasan B, 2002:. Oleh karena itu yang harus ditekankan adalah bagaimana komunikasi bisa berjalan efektif dan efisien sehingga pesan yang diterima, ditafsirkan sama antara komunikator dan komunikan artinya komunikasi yang efektif, terjadi tidak hanya sekadar saat seseorang telah Halaman 58 BUDAYA KOMUNIKASI MASYARAKAT SUKU DAKKA DI KECAMATAN TAPANGO melekatkan arti tertentu terhadap perilaku orang lain, tetapi juga pada persepsinya yang sesuai dengan pemberi pesan dan ( Daryanto, 2016:. Salah satu cara untuk menjamin hal itu adalah untuk menghindarkan pesan yang tidak jelas atau tidak spesifik, serta dengan meningkatkan frekuensi umpan ketidakpastian dan tanda tanya, yakni dengan memahami bagaimana budaya komunikasi lawan bicara kita nantinya, sehingga salah tafsir dari penyampaian pesan dapat dihindarkan meskipun mempunyai latar belakang yang hampir Selain itu, dalam pelaksaannya, kelompok antara lain, komunikasi antar individu, komunikasi antar kelompok dan komunikasi antar budaya. Komunikasi komunikasi antara suku, ras, agama, latar belakang sosial, pendidikan, warna kulit, dan sebagainya. Hal ini merupakan realitas yang tidak dapat dihindarkan. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak hanya melakukan interaksi sebatas pada mereka yang memiliki kesamaan saja. Apalagi di era global saat ini dimana mulai dari alat transportasi dan alat komunikasi dan (Ruli Nasrullah 2014:. Melalui komunikasi antar budaya, kita diberikan pemahaman bahwa dalam mempertimbangkan apa yang dimaksud keunikan demografis. Masyarakat suku Dakka saat melakukan interaksi sesama masyarakat maupun etnis lain, hampir tak ditemukan adanya perbedaan tutur, sikap maupun simbol dalam berkomunikasi hanya saja ditemukan perbedaan antara lain, etika, dan penggunaan dialek. (Nurdin, 2016:. Metode Penelitian Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (Field Researc. penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode deskriptif kualitatif yang artinya suatu penelitian yang bermaksud memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll. Dengan cara deskripsi yaitu dalam bentuk kata-kata dan bahasa. (Lexy J, 2016:. Penelitian kualitatif dituntut untuk mengkaji data berdasarkan apa yang diucapkan, dirasakan, dilakukan oleh partisipan atau sumber data. Penelitian kualitatif harus bersifat Auperspektif etnikAy artinya memperoleh data bukan sebagaimana seharusnya, bukan berdasarkan apa yang dipikirkan oleh peneliti tetapi berdasarkan sebagaimana adanya yang terjadi di lapangan, yang dialami dan dipikirkan oleh partisipan atau sumber data. (Sugoyono,2011:. Dalam penelitian ini dilakukan sesuai yang sebenarnya terjadi, dan data yang telah dikumpulkan bersifat kualitatif kemudian dianalisis dan dipergunakan sebagai bahan kesimpulan. Langkah awal yang penulis lakukan adalah menetapkan waktu dan lokasi penelitian. Penetapan lokasi dan waktu penelitian merupakan dasar dan pedoman dalam melaksanakan Ada 3 aspek penting yang perlu diperhatikan dalam penetapan lokasi penelitian yakni: tempat, pelaku dan kegiat Observasi adalah metode pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu pengamatan yang disertai pencatatanpencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek sasaran. (Abdurrahmat, 2006:. Dalam menggunakan metode observasi cara yang efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. Dalam penelitian ini peneliti akan bertemu langsung dengan orang yang terkait langsung dengan objek Observasi dalam penelitian ini adalah melihat dan mempelajari kondisi Psikologis Masyarakat Suku Dakka di Kecamatan Tapango. Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pertanyaan dan Responden yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu Sugiyono berpendapat wawancara mendalam adalah merupakan pertemuan Halaman 59 BUDAYA KOMUNIKASI MASYARAKAT SUKU DAKKA DI KECAMATAN TAPANGO dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehinggadapat dikostruksikan makna dalam suatu topik Wawancara pengumpulan data dengan cara bertemu langsung dengan orang yang terkait dengan Jadi menggunakan metode wawancara ini peneliti akan memperoleh informasi yang berkaitan tentang Budaya Komunikasi Masyarakat Suku Dakka di Kecamatan Tapango. Proses wawancara ini yaitu pemberian pertanyaan kepada para informan terhadap objek penelitian guna untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Budaya Komunikasi Masyarakat Suku Dakka di Kecamatan Tapango dalam penelitian ini proses wawancara akan dilakukan kepada aparat Kecamatan Tapango, toko adat , toko pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat di Kecamatan Tapango. Dokumentasi berasal dari dokumen yang berarti sesuatu yang tertulis atau tercetak yang dapat dipakai sebagai alat bukti atau keterangan. (Poerwadarminta 2012:. Dalam mengambil dokumentasi, penulis mengambil sejumlah data-data yang berkenaan atau berhubungan dengan masalah penelitian ini. Penerapan teknik dokumentasi dalam arti luas tidak hanya mengumpulkan arsip dan teori yang relevan, tetapi juga mencakup fakta atau realitas yang dapat diabadikan secara Dokumentasi dalam penelitian ini observasi, wawancara dalam bentuk tulisan maupun dalam bentuk gambar tentang Budaya Komunikasi Masyarakat Suku Dakka di Kecamatan Tapango Hasil dan Pembahasan Masyarakat suku Dakka dalam berinteraksi sosial dengan siapa pun, baik itu etnis Jawa. Mandar. Bugis dan Pannei dan beberapa etnis lainnya di Kecamatan Tapango, tetap berpegang pada nilai-nilai tradisi yang dianut sejak dahulu . Masyarakat Dakka di Kecamatan Tapango sebagai mana disebutkan dalam penelitian ini telah disebutkan bahwa sibalisussa merupakan salah satu pola interaksi sosial masyarakat suku Dakka terhadap etnis lain kecamatan Tapango. Selain itu Masyarakat Dakka juga melakukan komunikasi dan interaksi dengan etnis Jawa. Bugis. Mandar. Pannei dan etnis lainnya. Berbagai hal salah satu di antaranya adalah dalam konteks tradisi keagamaan seperti Tahlilan, barazanji dan ritual-ritual keagamaan lainnya. Tradisi keagamaan yang dimaksud itu. Di mana masyarakat suku dakka melakukan komunikasi dan interaksi dengan Jawa. Mandar. Bugis, dan Pannei. Misalnya masyarakat Dakka memanggil beberapa etnis tersebut hanya saja masyarakat dakka hanya memanggil bagi yang dianggap sama pemahamannya atau ajarannya. Hal ini dikatakan oleh Amir seorang Kepala dusun yang juga tokoh adat di Kelurahan Pelitakan saat peneliti melakukan wawancara dengan informan berikut pernyataannya. Prosesnya saling memahami dalam perbedaan dan tidak ada yang istimewa, intinya saling menghormati dan saling membantu dan saling tolong menolong dan saling membantu dengan etnik lain Dalam konteks ini dapat dipahami bahwa masyarakat mandar membangun komunikasi atau interaksi kepada etnis lain hanya berdasarkan ajaran agama yang Karena tidak mungkin juga masyarakat suku dakka memanggil bagi mereka yang menentang atau menolak tradisi keagamaan seperti itu. Tradisi inilah terbangun satu budaya komunikasi antara berbeda etnis yang didasari atas faktor tradisi keagamaan yang sama. Hal yang sama diungkap oleh Aris Pd. I Kepala desa Kurrak pada saat peneliti melakukan wawancara berikut Au Hidup berdampingan dalam satu komunitas itu ditentukan oleh perilaku, cara pandang, dimana pun kita berada, suku apa pun yang kita temani sebenarnya tidak ditentukan oleh sukunya tapi bagaimana cara pandang bergaul, jadi Kecamatan Tapango, ini semua suku ada, konflik yang terjadi di masyarakat itu, bukan karena suku tapi karena individu Halaman 60 BUDAYA KOMUNIKASI MASYARAKAT SUKU DAKKA DI KECAMATAN TAPANGO dan , masyarakatnya sendiri. Perbedaan suatu etnik adalah satu yang sangat menguntungkan karena akan memperkuat tali silaturahmi di antara keduanya karena perbedaan juga mereka saling memahamiAy Hal diungkapkan oleh Simu saat peneliti Au Kalau identitas Suku dakka sudah agak hilang ini yang menjadi masalah besar bagi generasi muda karena dikhawatirkan anak dan cucu kita sudah tak mengenal lagi yang namanya budaya. Contohnya, tolong menolong yang menandakan kalau saya orang dakka. Dan inilah tanggung jawab bersama yakin harus menanamkan budaya dan mengetahui budaya Dakka Au Masyarakat suku Dakka seperti yang sudah dijelaskan dalam hasil penelitian bahwa tradisi memindahkan rumah panggung adalah konsep sibalisussa atau gotong royong. Tradisi ini juga membentuk satu budaya Komunikasi di Kecamatan Tapango, karena tradisi ini untuk di desa-desa lain di Polewali Mandar Saat penulis melakukan penelitian seorang akademisi bernama Nurliah komunitas yang dibentuk atas kesadaran melestarikan Suku Dakka agar tak hilang digerus zaman yang semakin modern. Au Saya mengapresiasi keberadaan beberapa komunitas yang dibentuk pemuda dan kelompok masyarakat. Seperti komunitas pencinta budaya dakka(KPBD) yang konsentrasi mencari tahu dan menarasikan budaya dakka, kemudian komunitas KurruAo Kebo yang di dalamnya terdiri atas beberapa pemuda yang berbahasa dakka, dan Sapo Baca Todakka yang konsentrasi ke penguatan literasi baca tulis pemuda dan mahasiswa. Terus yang terakhir ada Persatuan Pemuda Pelajar Mahasiswa To Dakka( KP3D) yang konsentrasi ke penguatan potensi yang dimiliki pemuda dan mahasiswa Todakka. Dengan hadirnya beberapa komunitas diatas diharapkan anak cucu tak akan kehilangan identitasnyaAy Dalam konteks perekonomian misalnya konteks budaya komunikasi yang terjadi di pasar Pelitakan. asar tradisional di kecamatan Tapang. Dalam konteks ini juga terbangun budaya komunikasi unik dan beragama antara masyarakat antara masyarakat Dakka dengan etnis Jawa. Pannei. Bugis, seperti yang dikatakan oleh suku Dakka dalam wawancara penelitian diatas setidaknya dapat dipahami bahwa budaya komunikasi yang terbangun di sini adalah dalam konteks membangun tali silaturahmi agar warga masyarakat Kecamatan Tapango jauh dari kata konflik Berdasarkan hasil penelitian yang mengatakan bahwa dalam melakukan komunikasi masyarakat suku dakka menggunakan tetap menggunakan dua metode yakni komunikasi lewat lisan dan komunikasi tulisan. Efektivitas komunikasi yang baik dalam masyarakat juga akan mempercepat budaya komunikasi. Semakin efektif komunikasi berlangsung, semakin cepat integrasi anggota-anggota masyarakat Sebaliknya semakin tidak efektif komunikasi yang berlangsung antara anggota masyarakat, semakin lambat dan sulit pula budaya komunikasi tercapai. Masyarakat yang berbeda suku pada berinteraksi dengan orang lain di luar dari suku mereka. Untuk itu perlu mereka mengubah kebiasaan itu. Perubahan itulah yang tentunya membuat integrasi mudah terjalin di masyarakat. Mengingat di Kecamatan Tapango adalah masyarakat Multikultural, maka perlu adanya toleransitoleransi mempertahankan identitas mereka, hal ini juga berlaku untuk suku Dakka di Kecamatan Tapango. Salah seorang informan mengatakan perubahan yang terjadi di masyarakat akibat perpaduan budaya yang ada Tapango. Muhsin Halaman 61 BUDAYA KOMUNIKASI MASYARAKAT SUKU DAKKA DI KECAMATAN TAPANGO AuMenurut saya, hal ini disebabkan pengetahuan masyarakat yang semakin maju, pendidikan agama khususnya. Mereka menyadari bahwa hal ini ada unsur yang tidak sesuai dengan ajaran Islam sehingga lambat ditinggal Masyarakat. Mungkin ini juga saling merekatkan masyarakat, agama sangat berperan untuk menjaga silaturahmi mereka, seperti yang dilihat Masyarakat hidup rukun dan alhamdulillah tidak ada konflik yang terjadi antar sukuAy Pernyataan di atas menunjukkan bahwa perlunya perubahan itu tidak bias membaur dengan masyarakat. Sehingga apa yang menjadi pembeda akan sedikit demi sedikit ditinggalkan. Mengawali sub pembahasan ini, maka terlebih dahulu akan diuraikan pengertian hubungan sosial dan interaksi sosial. Hubungan sosial adalah merupakan wujud dari adanya proses interaksi yang dapat menimbulkan interaksi sosial. Hubungan sosial adalah merupakan wujud dari adanya proses interaksi yang dapat menimbulkan interaksi sosial yang dapat menimbulkan kerja sama karena orientasi orang perorangan terhadap perlengkapan bahkan terhadap kelompok orang lain. Sedangkan interaksi sosial adalah suatu hubungan yang terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok dalam berbagai aspek kehidupan karena ada kepentingan yang ingin dicapai Salah seorang informan yakni pak Acong Rifai beliau adalah kades Kalimbua AuSemua suku yang ada di sini itu betul-betul bersinergi sesama suku baik suku Dakka. Mandar. Pannei, dan Jawa. Jadi di sini juga di sebut heterogen atau banyak suku. Sebagai contoh di desa ini ada beberapa pegawai dengan latar belakang suku yang berbeda dan mereka berbaur bekerja sama satu sama lainnyaAy. Uraian pada sub pembahasan ini akan digambarkan bentuk hubungan interaksi sosial Suku Dakka dan suku lainnya di Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar setelah terjadi perubahan sosial, yang di mana di suatu bentuk hubungan yang sangat Assosiatif terbuka dan inklusif. Khususnya dalam berhubungan dengan masyarakatnya. Melihat sejauh mana hubungan kerja sama oleh Masyarakat Suku Dakka, suku Mandar. Suku Pannei. Maka peneliti telah melakukan observasi dan wawancara, atau diskusi dengan responden. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap identitas suku Dakka yang dimilikinya. Dari proses wawancara tersebut dapat mengakumulasi bentuk-bentuk kerjasama dalam bentuk kemasyarakatan, kegiatan maupun adat Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisa yang dilakukan dalam penelitian ini dapat di simpulkan sebagai berikut. Secara umum budaya komunikasi masyarakat suku Dakka di Kecamatan Tapango. Kabupaten Polewali Mandar berjalan dengan baik hal ini di lihat dari sikap saling menghargai antara suku Dakka dan suku lain yang ada di Kecamatan Tapango. Namun secara khusus dalam melakukan komunikasi masyarakat suku Dakka Kecamatan Tapango, komunikasi lisan dan komunikasi tulisan, yang mana komunikasi tulisan meliputi penulisan surat menyurat yang memiliki ciri khas tersendiri, tergantung isi yang terkandung di alam surat tersebut misalkan, surat yang berisikan berita duka ditulis menggunakan pulpen dengan tinta berwarna merah sedangkan surat yang ditujukan ke kerabat, keluarga, teman dan sahabat yang isi nya hanya memberi kabar baik ditulis dengan menggunakan pulpen dengan tinta berwara hitam atau biru komunikasi lisan ialah komunikasi yang dilakukan dengan cara berbicara langsung, dan komunikasi non verval yang meliputi komunikasi diam atau dalam bahasa Dakka disebut Komunikasi KammaAo- kammaAo dan komunikasi gerak atau dalam bahasa Dakka di sebut Komunikasi Kedo-kedo. Halaman 62 BUDAYA KOMUNIKASI MASYARAKAT SUKU DAKKA DI KECAMATAN TAPANGO Kesadaran masyarakat suku Dakka dalam menerima budaya luar patut di Dimana menurut mereka, selama tak mengganggu persaudaraan mereka dan ketertiban umum maka boleh saja, hal ini terlihat pada pesta adat yang dilakukan oleh masyarakat suku Dakka, suku lain terlihat antusias mengikuti jalannya pesta adat Sikap saling menghargai ini terlihat saat Masyarakat suku Dakka menerima tamu baik dalam maupun luar wilayah, selain itu sikap saling menghargai juga diterapkan dalam strata sosial kehidupan, seperti umur, jabatan, ketokohan dan Oleh karenanya dapat disimpulkan segalanya etika dan tutur bahasalah yang menjalani kehidupan bermasyarakat baik itu sesama suku Dakka dan suku lainnya. Faktor letak geografis yang strategis menjadi daerah penghubung antara berbagai desa di Kecamatan Tapango, juga menjadi faktor positif bagi masyarakat untuk menjadi daerah yang terbuka untuk terjadinya interaksi lintas masyarakat dan Faktor lainnya yang tak kalah penting mendukung budaya komunikasi masyarakat suku Dakka di Kecamatan Tapango, kemasyarakatan, komunitas masyarakat dan komunitas pemuda yang berfungsi secara efektif dalam menjaga harmoni dan Modal budaya ini dari semula tumbuh dalam masyarakat tapi terjadi secara sporadis sebagai tradisi yang diwariskan secara turun -temurun. Daftar Pustaka