Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Doi: 10. 30868/im. P-ISSN: 2614-4018 E-ISSN: 2614-8846 PROGRAM BIMBINGAN KARIR ISLAMI UNTUK MENINGKATKAN MINAT BERWIRAUSAHA SISWA PROKRASTINASI AKADEMIK TINGKAT SMK Trismayanti Mutia,2 Imas Kania Rahma,3 Indupurnnahayu3 1,2,3 Universitas Ibn Khaldun Bogor email: muteung19@gmail. Received: 02/06/2020. Accepted: 14/07/2020. Published: 31/07/2020 ABSTRACT In the world of education, especially in formal education students become an integral parts of learning activity, in other word students is essencial for to carried out But ride along with change from period to period, education in indonesia riddle withe more and more problem, especially student problems, one of that problem is academic procrastinating in student academic life. Purpose of this research is to see implementation of islamic carier counseling programs to increase academic procratinated students in enterpreneurship for SMK Students. These programs will be focused on procratineted students especially for 12 grdes students who will be Method for this research is field research, researcher is go to the school to see the phenomenon, and use qualitatif approach to addres the phenomenon. Findings of research is carier conseling program of the designated school is not focus enough on spesific programs, these programs is still in implisit form. According to this findings researcer come up with a product in form of islamic carier counseling programs to increas academic procrastinated students in enterpreneurship. These programs aim for students to resolve their own carier problems after graduate. Key words: enterpreneurship, islamic carier counseling, academic procrastination ABSTRAK Dalam dunia pendidikan, terutama dalam pendidikan formal peran peserta didik menjadi salah satu faktor penting terlaksanannya kegiatan pembelajaran, dengan katalain peserta didik memiliki peran penting dalam terselenggaranya pendidikan. Akan tetapi seiring berkembangnya zaman, pendidikan di Indonesia semakin memiliki beragam masalah, terutama masalah pada peserta didik yang salah satunya adalah masalah prokrastinasi akademik pada peserta didik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi program bimbingan karir Islami untuk meningkatkan minat berwirausaha siswa prokrastinasi akademik tingkat SMK. Program tersebut difokuskan kepada para prokrastinator khususnya di kelas XII yang akan menghadapi dunia bersaing yang sesungguhnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah field research, dengan peneliti langsung kelapangan untuk melihat fenomena, dan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu program bimbingan dan konseling karir dari sekolah yang diteliti masih belum dituangkan ke dalam bentuk program secara khusus, dengan kata lain layanan bimbingan karir masih Dari temuan tersebut maka, peneliti membuat produk dalam bentuk program khusus layanan bimbingan dan konseling karir Islami untuk meningkatkan minat berwirausaha siswa prokrastinasi, dengan tujuan layanan bimbingan dan konseling karir Islam dapat diperhatikan secara khusus, untuk memebantu peserta didik/konseli memecahkan masalah karirnya Kata kunci: minat berwirausaha, program bimbingan karir islami, prokrastinasi PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu lembaga yang didalamnya terjadi proses pembelajaran secara sadar, dan dilakukan secara terus menerus. Pendidikan juga merupakan salah satu proses menuntut ilmu yang dilakukan oleh seseorang. Islam merupakan agama yang mewajibkan umatnya untuk menuntut Ilmu, dengan kata lain bahwa setiap muslim wajib hukumnya dalam menuntut ilmu. Sebagaimana tercantum dalam ayat-ayat Al-QurAoan dan hadist-hadist yang shahih. Di Indonesia pendidikan merupakan dalah satu hal yang mampu menjawab berbagai persoalan kehidupan. Persoalan yang semakin kompleks menyesuaikan perkembangan zaman yang semakin melesat. Saat ini perkembangan begitu pesat, baik perkembangan dalam teknologi yang semakin maju dan canggih, maupun perkembangan kehidupan masyarakat yang semakin meningkat, sehingga menutut setiap individu untuk terus mengikuti serta memenuhi kebutuhan perkembangan Fenomena di atas menggambarkan bahwa setiap individu harus mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi pesatnya perkembangan zaman saat ini. Akan tetapi pada kenyataannya seiring dengan berkembangnya zaman, pendidikan saat ini semakin memburuk, khususnya yang terjadi di sekeliling kita bahwa tidak sedikit peserta didik yang terlibat dalam masalah pendidikan, diantaranya terlibat dalam kenakalan-kenalakan remaja . ergaulan bebas, narkoba, tawuran, dan sebagainy. , peserta didik yang putus sekolah, tidak sedikit peserta didik yang berperilaku prokrastinasi akademik, dan lain sebagainya. Dengan demikian masalah pendidikan di Indonesia masih belum sesuai harapan Negara. Masalah pendidikan berbanding lurus dengan melesatnya perkembangan zaman saat ini, dengan kata lain semakin maju peradaban maka semakin kompleksnya juga masalah pendidikan. Berdasarkan berbagai masalah pendidikan, maka yang akan lebih digaris bawahi adalah perilaku prokrastinasi pada diri peserta didik yang cukup populer dari abad ke abad. Dalam kajian penelitian menunjukkan bahwa dikalangan pelajar SMP memiliki tingkat prokrastinasi akademik yang cukup banyak. Sebagaimana dalam hasil penelitian Munawaroh. Alhadi, & Saputra . 7: . bahwa AuData menunjukkan prokrastinasi akademik sebesar 17,2% pelajar SMP muhammadiyah 9 Yogyakarta termasuk kategori tinggi, 77,1% termasuk kategori prokrastinasi sedang, dan 5,7% kategori rendah. Ay Selain itu sebuah penelitian Fernando . ditemukan bahwa Aupada setiap angkatan selalu ada mahasiswa yang terlambat dalam menyeesaikan tugas akhir mereka. Ay Berdasarkan data-data di atas menunjukkan bahwa tidak sedikit prokrastinator-prokrastinator yang ada, baik prokrastinator dikalangan mahasiswa maupun pelajar, termasuk pada tingkat SMK/sederajat. Berdasarkan fenomena di atas dapat dianalisis bahwa terjadinya kesenjangan antara kondisi seharusnya dengan keadaan sebenarnya, sehingga kondisi dan situasi prokrastinator dalam menemukan titik terang. Alternatif program tersebut yaitu program layanan bimbingan karir Islam berbasis kewirausahaan, dengan harapan bahwa peserta didik selain memiliki minat dan mampu menguasai pengetahuan juga memiliki bekal keterampilan yang akan diaplikasikan langsung didunia usaha, sehingga kelak ketika ia tidak melanjutkan tujuan sebelumnya ia mampu membuka usaha yang diminatinya. Maka sedikit demi sedikit program ini membantu untuk tidak menambah pengangguran saat ini. Setelah dikaji dari fenomena-fenomena masalah di atas, untuk menemukan solusi serta mengurangi masalah yang ada, maka dalam kesempatan penelitian ini, peneliti mengangkat judul penelitian tentang: AuProgram Bimbingan Karir Islami untuk Meningkatkan Minat Berwirausaha Siswa Prokrastinasi Akademik Tingkat SMK. TINJAUAN PUSTAKA Konsep Bimbingan Karir Islam Definisi Bimbingan Karir Bimbingan Karir pada dasarnya mencakup informasi-informasi tentang karir, menurut Winkel dalam Pamungkas. Bimbingan adalah sebagai AubantuanAy terjemahan dari guidance. Dalam kamus bahasa Inggris Auguidance dikaitkan dengan kata asal guide, yang diartikan sebagai berikut: menunjukkan jalan, memimpin, menuntun, memberi petunjuk, mengatur, mengarahkan, memberi nasihat. Ay Berdasarkan penjelasan tersebut bimbingan karir merupakan proses bantuan dalam memberi petunjuk jalan, mengarahkan pada hal-hal yang positif, dan sebagainya. Menurut Hornby karir merupakan suatu pekerjaan, atau profesi, dengan kata lain karir merupakan segala hal tentang pekerjaan, atau profesi yang Menurut Werther & Davis. Aukarir adalah semua pekerjaan yang dipegang oleh seseorang selama hidup bekerja. Ay (Gumilang, 2015. Hal tersebut menunjukan bahwa yang disebut karir adalah semua bidang pekerjaan yang dipegang oleh seorang individu selama ia hidup. Robert L dalam Pamungkas . 9: . mengemukakan Bimbingan karir adalah Auaktivitas yang dilakukan konselor di berbagai lingkup dengan tujuan menstimulasi dan memfasilitasi perkembangan karir seseorang disepanjang usia bekerjanya. Aktivitas ini meliputi bantuan dalam perencanaan karir, pengambilan keputusan dan penyesuaian diri. Ay Penjelasan tersebut diartikan bahwa bimbingan karir itu sebagai pemberian bantuan terhadap seseorang meliputi bantuan perencanaan, bantuan pengambilan keputusan karir, bantuan penyesuaian diri. Tujuan Bimbingan Karir Huda . 9: . mengemukakan bahwa b imbingan karir secara rinci memiliki tujuan sebagai berikut : Dapat memahami dan menilai dirinya sendiri. Menyadari dan memahami nilai-nilai yang ada dalam dirinya dan masyarakat. Mengetahui berbagai jenis pekerjaan, mengetahui jenis-jenis pendidikan dan latihan yang, memahami hubungan usaha dirinya. Menemukan hambatan-hambatan. Individu dapat merencanakan masa depannya serta menemukan karir dan kehidupannya. Tujuan bimbingan di atas dapat disimpulkan bahwa setiap manusia memiliki potensi yang berbeda-beda, seerta minat yang beragam, sehingga tujuan bimbingan karir yaitu menyelaraskan pekerjaan yang sesuai dengan potensi dan minat yang dimiliki setiap individu, serta memberikan gambaran terhadap dunia luar, sehingga individu tersebut mampu memperispakan serta memecahkan masalah yang akan dihadapinya dimasa yang akan datang. Bimbingan Karir dalam Islam . Definisi Bimbingan Karir Islami Konsep bimbingan karir dalam Islam menurut Hallen dalam Fathmah. Suteja, & Muzaki . 9: . menyatakan bahwa AuBimbingan Islam adalah proses pemberian bantuan yang terarah, kontinu dan setiap individu agar ia dapat mengembangkan potensi atau fitrah beragama yang dimilikinya secara optimal yang terkandung nilai-nilai di dalam Al-QurAoan dan Hadits. Ay Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bimbingan secara keseluruhan dapat diartikan sebagai proses pemberian bantuan yang terarah, dan terusmenerus terhadap individu dengan tujuan individu tersebut mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal. Dalam agama Islam. Aukarir dapat diartikan sebagai kerja, dengan demikian pengertian bimbingan dan konseling karir secara singkatnya dapat diartikan sebagai bimbingan dan konseling kerja. Ay (Fathmah et al. , 2019: . Kemudian pengertian secara jelasnya bahwa bimbingan dan konseling karir Islami merupakan proses pemberian bantuan terhadap seorang individu agar dalam mencari suatu pekerjaan dan memiliki pekerjaan senantiasa selaras dengan ketantuan dan petunjuk agama Islam. Berdasarkan pemahaman tersebut bahwa proses pemberian bantuan lebih menekankan terhadap pencarian pekerjaan yang sesuai dengan syariatsyariat Islam, kemudian bagi konseli yang sudah memiliki pekerjaan konselor memberikan arahan yang lebih dalam melakukan pekersaan yang sesuai syariat-suariat Islam. Dalam konteks bimbingan karir Islami, tema pokok mengenai manusia yaitu tentang kembali kepada fitrah. Kata kembali kepada fitrah memiliki makna potensi dasar bawaanya, dengan katalain mengarahkan manusia berdasarkan pada potensi yang dimilikinya. Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir Islami diartikan sebagai proses pemberian bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseli dalam memecahkan masalah karir yang Hal ini sejalan dengan penjelasan bimbingan karir Islami menurut Faqih dalam Pamungkas . bahwa Aubimbingan karir Islami adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar dalam proses mencari pekerjaan dan bekerja senantiasa selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah, sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan Ay Ungkapan tersebut menjelaskan bahwa bimbingan konseling Islam merupakan proses pemberian bantuan oleh konselor terhadap konseli dalam menghadapi serta memecahkan masalah yang berhubungan dengan karir sesuai dengan ketentuan serta petunjuk dari AllahS. , dengan harapan dapat mencapai kebahagiaan di dunia maupun diahirat kelak. Tujuan Bimbingan Karir Islami Layanan bimbingan dan konseling karir memiliki tujuan yang mengarahkan seseorang dalam memilih dan menentukan pekerjaan yang sesuai kemampuan dan minatnya. Hal ini selajaan dengan ungkapan Faqih dalam Pamungkas . bahwa tujuan dari bimbingan konseling karir Islami ini sendiri adalah: Membantu individu mencegah timbulnya masalah yang berkaitan dengan upaya mencari pekerjaan. Membantu individu mencegah timbulnya problem yang berkaitan dengan kegiatan kerja dan hubungan kerja. Membantu individu untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan upaya mencari pekerjaan. Membantu individu untuk mengatasi problem yang berkaitan dengan kerja dan hubungan kerja. Dilihat dari penjelasan tujuan bimbingan karir menurut Faqih di atas, untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan yang sesuai dengan pemahaman diri individu tersebut. Setiap masalah yang paling mendasar adalah sulit dalam memahami diri sendiri, khususnya dalam bidang karir dengan memahami diri sendiri akan memudahkan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya, sehingga dengan demikian ia mampu mempersiapkan serta memecahkan masalah-masalah yang akan ia hadapi di masa depan. Asas-Asas Bimbingan Karir Islami Adapun asas bimbingan karir Islami antara lain adalah: . asas kebahagiaan dunia dan akhirat. asas bekerja sebagai kewajiban dan tugas mulia. asas melakukan pekerjaan yang halal dan baik. asas hubungan kerja yang manusiawi. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam melakukan layanan bimbingan karir Islami setiap konselor muslim harus memiliki landasan asas tersebut. Strategi Bimbingan Karir Starategi bimbingan karir merupakan cara-cara yang harus dijalankan ketika proses bimbingan karir, sehingga pelaksanaan bimbingan tersebut sesuai dengan harapan. Hal ini sesuai yang diungkap Rahma dalam Pamungkas . 9: . bahwa AuStrategi bimbingan karir sendiri adalah kiat-kiat yang tepat untuk melaksanakan perkembangan karir. Ay Kemudian beberapa strategi yang dapat menunjang peningkatan kemampuan diri antara lain: AuAchievment motivation training. Assessment techniques. Behaviour modification techniques. Carrer day. Creative experience. Decition making training. Economic and consumer education. Field trips. Group guidance and counseling. Individualized education. Intergroup education. Mobile service. Occupational information system. Prevocational exploratory programsRole playing. Simulation. Social Modeling. Value clarification. Work experience program. Resource Ay (Pamungkas, 2019: 23-. Melalui strategi di atas dapat memudahkan dalam pelaksanaan bimbingan karir serta membantu perkembangan kematagan karir konseli. Sehingga proses bimbingan dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang Jenis-jenis Bimbingan Karir Dalam bimbingan karir selain strategi yang perlu diperhatikan, ada juga jenis pelayanan bimbingan karir yang bisa dilakukan oleh konselor. Menurut Hibana dalam ( Pamungkas . 9: . Ada beberapa jenis pelayanan bimbingan karir, meliputi: Layanan orientasi. Layanan informasi. Layanan penempatan dan penyaluran. Layanan pembelajaran. Layanan konseling . Layanan bimbingan kelompok karir. Layanan konseling kelompok karir. Berdasarkan jenis-jenis bimbingan karir di atas menunjukkan bahwa setiap masalah peserta didik khususnya dalam bidang karir memiliki masalah yang beragam, dengan demikian dalam penyelesaiannya pun tidak terpaku pada satu layanan saja, akan tetapi bergantung pada masalah yang dimiliki Konsep Minat Berwirausaha Minat muncul ketika individu tersebut tertarik akan suatu hal, penjelasan di atas diperkuat oleh Slameto dalam Wanto & Halimah . 8: . menyatakan bahwa Aurasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktifitas tanpa ada yang menyuruh, minat pada dasarnya merupakan suatu penerimaan akan suatu hal yang berasal dari luari diri. Ay Berdasarkan pendapat di atas menjelaskan bahwa minat merupakan ungkapan perasaan suka seseorang terhadap sesuatu hal dari luar diri sendiri tanpa ada yang menyuruh, maka semakin seseorang tertarik suatu hal yang berada di luar dirinya mak semakin besar minat yang dimilikinya. Maka hal tersebut menunjukan bahwa sesuatu yang disebut minat dibutuhkan jangka waktu yang cukup Menurut Sumardi dalam Rosmiati. Junias, & Munawar . 5: . menjelaskan bahwa Aupengusaha atau wirausahawan . merupakan seorang yang menciptakan sebuah usaha atau bisnis yang diharapkan dengan risiko dan ketidakpastian untuk memperoleh keuntungan dan mengembangkan bisnis dengan cara membuka kesempatan. Ay Maka, wirausahawan merupakan seseorang yang memiliki keberanian dalam mengambil resiko untuk menciptakan usaha/bisnis atau biasa disebut dengan merintis usaha/bisnis hingga berkembang. Sedangkan wirausaha adalah seorang yang mampu membuat keputusan tanpa ada keraguan dengan harapan dapat membantu meningkatkan penghasilan perekonomian. Berdasarkan penjelasan tentang minat dan wirausaha dapat disimpulkan bahwa minat berwirausaha adalah keinginan atau ketertarikan yang ada dalam diri individu untuk menciptakan usaha sesuai kemampuan yang dimiliki sehingga berani untuk mengambil resiko. Hal tersebut sejalan dengan penjelasan menurut Evaliana dalam Fahmi & Amanda . 7 :. antara lain Aurasa tertarik untuk menciptakan suatu usaha dengan kemampuan yang dimiliki dan berani mengambil resiko. Ay Minat wirausaha terbentuk atas dasar rasa suka terhadap sesuatu yang berhubungan dengan usaha atau bisnis yang diminati, dengan keberanian tanpa takut masalah yang akan menggunjang dimasa depan. Secara tidak langsung pendapat di atas memaparkan bahwa setiap manusia perlu bersikap aktif, serta membangun minat berwirausaha dengan harapan manusia tersebut menjadi produktif. Selain itu dengan berwirausaha seseorang berani mengambil resiko yang kemungkinan terjadi dimasa yang akan datang, dengan kata lain individu tersebut tidak lagi bergantung terhadap orang lain dan kemudian dapat mengambil tanggung jawab atas kehidupannya. Hal tersebut diperkuat firman Allah A Ayang menjelaskan bahwa kita sebagai hamba Allah A Adiperintahkan untuk menjadi individu yang aktif di dalam kehidupan sehari-hari, yaitu firman Allah A Adalam QurAoan Surat. Al- JumuAoah ayat 10, yang berbunyi: EAAycACEa EaAsICOEIEeiAu ACUEaAE ENEoECcAIa CeEaE aECsEaCAIAeAAE Ca EOAAe AEaAC AAycEEANEaIA Ca aECsEAECUAAIA EAEACAAiCA AAoCaCsEa ENEOEOEO AycEEaAEEiA AuApabila Telah ditunaikan shalat. Maka bertebaranlah kamu di muka bumi. dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntungAy (Q. Al-JumuAoah:. Ayat di atas menjelaskan bahwa umat Islam ketika di dunia dianjurkan untuk berusaha dalam mencari karunia Allah AA, akan tetapi usaha tersebut harus disertai dengan niat hanya karena Allah TaAoala semata, dengan harapan segala sesuatu hal yang dilakukan dengan niat karena Allah A Aakan mendatangkan kebaikan serta keridhaan dari Allah AA. Salah satu usaha yang dianjurkan adalah jual beli. Islam menganjurkan kepada setiap manusia dalam berwirausaha harus memperhatikan apakah sudah sesuai dengan syariat Islam atau bahkan sebaliknya melanggar hukum yang sudah ditetapkan dalam Islam. Sebagaimana hadits Rafi bin Khadij meriwayatkan bahwa dikatakan Rasullah SAW. Auusaha apakah yang paling baik maksudnya yang paling halal dan paling diberkahi?Ay kemudian Beliau bersabda: AuPekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya dan setiap jual beli yang diterimanya (H. R Rafi bin Khadi. Ay. Hadist di atas menjelaskan bahwa jual beli merupakan pekerjaan yang paling baik atau pekerjaan yang paling halal dan diberkahi, karena jual beli merupakan pekerjaan yang dilakukan dengan tangannya langsung dari setiap jual beli yang Kemudian hadist di atas diperkuat oleh Firman Allah A Adalam QS. AnNisa ayat 29: CoeaAuCa aCiCEAAcE AAEyciAIeAEAA AAycEAoACAIE AsIeaoECaA AaEAACIycEACAA CoAycEAA a AOAEaA EOAAEaEuCAEaEaA A EAaEAAoEaC AEoACsA AE CACsCAAEaAC A EAaEAACIeEAeAA AAEyciAEAIEAA CAIA EAaEAEaA AAuAA Ca CAEaA ENEUeO AAnoCOEaAICc AuHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang (Q. An-Nisa:. Berdasarkan QurAoan dan Hadist diatas menjelaskan tentang diajurkan untuk jualbeli sesuai dengan syariat Islam. Jual beli dalam Islam yaitu aktivitas perniagaan dengan penghasilan yang bersih dari perbuatan haram dan tipu daya. Adapun sumber-sumber penghasilan antara lain: pertukangan, pertanian, dan perdagangan. Menurut Sabiq Auada yang mengatakan pekerjaan yang paling baik adalah Ay (Fahmi & Amanda, 2017: . Penjelasan tersebut dapat diasumsikan bahwa berdagang merupakan anjuran yang Allah A Asampaikan dalam QS. An-Nisa ayat 29, karena menghasilkan penghasilan dari tangan yang kemudian diperoleh dari ghanimah serta jihad. Prokrastinasi Akademik Definisi Prokrastinasi Akademik Prokrastinasi dikalangan pelajar khususnya di Sekolah Menengah Atas, sudah bukan masalah yang asing lagi, sehingga perilaku prokrastinasi sudah melekat dalam diri peserta didik. Fiore dalam Fernando . 6: . mengatakan bahwa Ausecara etiologis atau menurut asal katanya, istilah prokrastinasi berasal dari bahasa latin yaitu pro atau forward yang berarti maju, dan crastinus atau tomorrow yaitu hari esok, ini berarti prokrastinasi adalah maju pada hari esok. Ay Hal tersebut menunjukan bahwa prokrastinasi merupakan cara untuk mengatasi kecemasan dalam menunda pekerjaan. Kemudian Febrianti dalam Apriani. Rahman, & Hamdani . 8: . mengungkapkan bahwa: Prokrastinasi akademik adalah jenis penundaan yang dilakukan pada jenis tugas formal yang berhubungan dengan tugas akademik atau kinerja akademik, misalnya menulis paper, membaca bukubuku pelajaran, membayar SPP, mengetik makalah, megikuti pekuliahan, mengerjakan tugas sekolah atau tugas kursus, belajar untuk ujian, mengembalikan buku perpustakaan, maupun membuat karya ilmiah . Pemaparan di atas bahwa prokrastinasi akademik yaitu jenis perilaku menunda-nunda tugas dalam hal akademis, misalnya menunda tugas paper, mengetik makalah, membayar spp, dan sebagainya yang berhubungan dengan Aspek-Aspek Prokrastinasi Akademik Prokrastinasi akademik termasuk masalah yang tidak terdeteksi, karena perilaku prokrastinasi biasa terjadi dikalangan pelajar, sehingga dianggap hal yang lumrah dan tidak perlu diperbaiki. Hal tersebut merupakan bahaya yang tidak disadari. Dengan demikian untuk mengantisipasinya kita perlu mengetahui aspek-aspek yang ada dalam prokrastinasi akademik. Menurut Surijah dan Tjundjing dalam Faujiah. Rahman, & Yono, . 8: . mengatakan bahwa Auada empat aspek yang dapat menjadi aspek-aspek prokrastinasi, yaitu: . Perceived Time, . intention-action gap, . Emotional Distress, . Perceived Ability. Ay Empat aspek prokrastinasi akademik di atas di jelaskan sebagai berikut: Pertama: Perceived Time adalah pada umumnya pelaku prokrastinasi atau biasa disebut dengan prokrastinator adalah orang-orang yang tidak mampu untuk menepati batas waktu yang ditentukan. Kedua intention-action gap . elah antara keinginan dan perilak. Ketiga Emotional Distress yaitu adanya perasaan cemas dan takut saat melakukan prokrastinasi. Keempat Perceived Ability . ercaya diri terhadap kemampuan yang dimilik. Jenis-jenis Prokrastinasi Adapun jenis-jenis prokrastinasi, menurut Solomon dan Rothblum . dalam Faujiah et al. , . 8: . menyatakan Auterdapat 6 area akademik yaitu: Tugas Menulis. belajar mengadapi ujian. tugas membaca. menghadiri pertemuan. dan tugas akademik lainnya. Ay Keenam poin tersebut merupakan jenis prokrastinasi yang terjadi pada peserta didik, hal ini dapat disebut bahwa peserta didik telah lalai terhadap amanah yang diberikan oleh guru mata pelajaran. Faktor-faktor Prokrastinasi Akademik Terbentuknya perilaku prokrastinasi menurut Burka dan Yuen dalam Faujiah et al. , . 8: 516-. dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: Aukecemasan terhadap evaluasi yang akan diberikan, kesulitan dalam mengambil keputusan, pemberontakan terhadap kontrol dari figur otoritas, kurangnya tuntuntan dari tugas, standar yang terlalu tinggi mengenai kemampuan individu. Ay Hal tersebut menunjukan faktor prokrastinasi dapat berasal dari dalam diri individu, dan dapat pula berasal dari luar diri individu. Dengan demikian, prokrastinasi akademik pada umunya terjadi karena percaya diri yang rendah, sehingga tidak yakin terhadap kemampuan yang dimiliki untuk dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya. METODOLOGI PENELITIAN Metode dapat diartikan sebagai cara-cara pelaksanaan dalam penelitian untuk memperoleh data sesuai tujuan. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Sugiyono . 0: . , bahwa AuMetode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentuAy. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, metode penelitian merupakan suatu cara dalam melakukan proses mengumpulkan data untuk mencari kebenaran dalam penelitian. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian lapangan . ield Hal ini sejalan dengan ungkapan Hadi dalam Rahman. Indra, & Kasman . 8: . bahwa Aufield research dapat diartikan pengumpulan data yang dilakukan dengan penelitian di tempat terjadinya gejala-gejala yang diselidiki. Ay Berdasarkan ungkapan tersebut dapat diartikan bahwa metode penelitian ini pada prinsipnya ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada dilapangan, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia. Penelitian lapangan . ield researc. dilakukan penggalian data secara langsung oleh peneliti dari dua sekolah yang telah peneliti pilih untuk dilakukan penelitian. Sekolah yang dimaksud yaitu SMK Negeri 1 Bogor dan SMK Negeri 3 Bogor. Data yang dimaksud berupa program bimbingan karir dari masing-masih Masing-masing program yang telah didapatkan kemudian dikaji sehingga dapat melahirkan produk program bimbingan karir Islami untuk meningkatkan minat berwirausaha siswa prokrastinasi akademik tingkat SMK. Produk yang dilahirkan perlu adanya Focus Group Discussion (FGD) agar dapat dilegalkan secara resmi. FGD merupakan singkatan dari Focus Group Discussion dan jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti diskusi kelompok terarah, kemudian jika didefinisikan FGD menurut Indrizal . 6 :. menjelaskan bahwa FGD adalah Ausuatu metode dan teknik dalam mengumpulkan data kualitatif dimana sekelompok orang berdiskusi tentang suatu fokus masalah atau topik dengan dipandu oleh seorang Fasilitator atau Moderator. Ay Fasilitator yang dimaksud dalam FGD merupakan para ahli dalam bidang-bidang tertentu yang akan menilai layak atau tidaknya produk tersebut dilahirkan. Dalam penelitian ini ada empat ahli dalam bidang keilmuannya masing-masing yang akan menilai prduk yang dilahirkan, yaitu konselor . rang yang ahli dalam bidang bimbingan dan konselin. ahli bahasa, ahli psikologi pendidikan, dan ahli pendidikan Agama Islam. Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif Menurut Bogdan Taylor dalam Lexy J. Moleong dalam Fitria . 6: . bahwa Aupenelitian kualitatif adalah sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang Ay Metode mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia. Adapun definisi sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data yang dimaksud adalah asal muasal data itu diperoleh peneliti tersebut yaitu berdasarkan teknik pengumpulan data antaralain: pengamatan . , wawancara . , angket . , dan dokumentasi. Sumber data yang dijelaskan di atas terbagi menjadi dua, yaitu sumber data primer, dan sumber data sekunder. Sugiyono, . 0: 308-. mengungkapkan bahwa Ausumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpu data. Ay Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa data primer adalah data yang diperoleh dari sumber pertama melalui prosedur dan teknik pengambilan data, yang dapat berupa observasi. Sedangkan Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah informasi yang telah dikumpulkan dan ditelaah yang berupa karya tulis ilmiah, buku-buku, artikel jurnal dan tulisan-tulisan yang relevan dengan penelitian ini. Dalam penelitian kualitatif, penelitian ini menelaah seluruh data dari berbagai sumber merupakan langkah awal pada proses analisis data. Sumber data yang dimaksud yaitu data dari wawancara, h a s i l a n a l i s i s a n g k e t , d a t a observasi yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan dan di lokasi penelitian, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto, dan sebagainya. Setelah semua data baik data dari wawancara, analisis angket, data observasi, data dokumen-dokumen yang terkumpul maka, selanjutnya adalah proses analisis data yang merupakan proses mengorganisasikan dan mengurutkan secara sistematis data hasil data-data tersebut, sehingga ditemukan tema dan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Dengan demikian untuk dapat menganalisis data penelitian yang diperoleh peneliti, maka dalam penelitian kualitatif ini peneliti selama di lapangan menggunakan model Miles dan Huberman. PEMBAHASAN Profil Sekolah SMK Negeri 1 Bogor Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bogor merupakan salah satu sekolah Negeri yang berada di lingkungan Kota Bogor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Sekolah ini terletak di tengang kota Bogor, tepatnya di Jl. Heulang No. 6 kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor. SMK Negeri 1 Bogor merupakan salah satu sekolah Negeri yang memiliki fasilitas yang cukup lengkap, baik dari segi layanan maupun sarana dan prasarana yang memadai. Bimbingan dan konseling merupakan salah satu fasilitas yang ada di sekolah tersebut. fasilitas yang dimaksud dapat berupa, layanan bimbingan dan konseling baik individu maupun kelompok, ruangan yang tersedia, dan jumlah guru Bimbingan dan konseling atau konselor. Layanan bimbingan di sekolah ini sudah cukup baik, dapat dilihat dari program-program yang telah dibuat sesuai dengan standar seharusnya. Akan tetapi dalam pembimbingan peserta didik masih jauh menuju ideal, yang seharusnya menyasuaikan standar bahwa guru BK/konselor membimbing 150 peserta didik, kenyataan dilapangan lebih dari itu. SMK Negeri 1 Bogor memiliki jumlah murid yaitu kurang lebih 200 peserta didik dengan rombel kelas X sebanyak 13 rombel, kelas XI 12 rombel, dan kelas XII sebanyak 12 rombel dengan masing-masing jumlah peserta didik kurang lebih 36 orang dalam satu rombel. (Hasil Wawancara Penelit, 2. Jika disesuaikan dengan standar sekolah tersebut seharusnya memiliki kurang lebih 12 guru BK/konselor, akan tetapi jumlah guru BK/konselor yang ada hanya sebanyak 5 orang. Selain itu dari segi rungan bimbingan dan konseling, sekolah ini sudah cukup baik, diantaranya terdapat ruang tamu, ruang bimbingan kelompok, ruang konseling individual, walaupun sebenarnya masih belum memenuhi standar seharusnya. (Hasil Wawancara, 2. SMK Negeri 3 Bogor Sekolah ini bernama Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Bogor atau biasa di sebut dengan SMK N 3 Bogor, yang terletak di tengah kota Bogor yang sangat strategis tepatnya di Jl Raya Padjajaran No. 84 kecamatan Bogor Utara, kota Bogor proinsi Jawa Barat. Fasilitas layanan bimbingan dan konseling di SMK Negeri 3 Bogor sudah cukup baik, baik dari fasilitasfasilitas yang tersedia maupun tenaga pendidik yang ada di sekolah tersebut. Berdasarkan standar yang ditetapkan bahwa satu guru BK/konselor membimbing 150 peserta didik. Sekolah ini merupakan sekolah yang cukup dipandang oleh masyarakat, sehingga cukup banyak pula masyarakat yang memiliki minat untuk menyekolahkan anaknya/bersekolah di sana. Dengan demikian jumlah peserta didiknyapun cukup banyak yaitu sekitar kurang lebih 514 peserta didik. (Hasil Wawancara, 2. Berdasarkan jumlah peserta didik di SMK Negeri 3 bogor tersebut, idealnya menurut standar memiliki sdm guru BK/konselor disana harus ada kurang lebih sebanyak sepuluh orang. Akan tetapi, kenyataan dilapangan hanya tersedia 4 guru BK/konselor. Selain itu dalam layanan bimbingan dan konseling ruangan pun harus sesuai dengan srandar menurut ABKIN . , antara lain: ruang kerja guru BK/konselor. ruangan administrasi/data. konseling individuan yang kedap suara akan tetapi transparan. bimbingan dan konseling kelompok. ruangan bliblio terapi. redaksi/desensitisasi. dan ruang tamu. Standar di atas seharunya dimiliki oleh setiap sekolah, termasuk SMK Negeri 3 Bogor, pada kenyataannya masih belum sesuai dengan standar. Ruangan BK di SMK Negeri 3 bogor antara lain: ruangan konseling individual, ruang kerja, dan ruang tamu. (Hasil Observasi, 2. Program Bimbingan Karir untuk Meningkatkan Minat Berwirausaha Siswa Prokrastinasi Akademik di SMK Negeri 1 Bogor Di SMK Negeri 1 Bogor penyusunan program sudah cukup ideal, dengan kata lain bahwa program tersebut sudah sesuai dengan standar yang seharusnya yaitu program yang mengacu pada Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 tentang penyusunan program layanan bimbingan dan konseling. Dalam penyususnan program layanan bimbingan dan konseling yang mengacu pada Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 sudah pasti dalam program tersebut terdapat program bimbingan karir secara umum yang kemudian menjadi sepesifik sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Ide tersebut dituangkan dalam sebuah tulisan yang kemudian menjadi susunan program bimbingan karir secara khusus. Layanan bimbingan dan konseling di SMK Negeri 1 Bogor sudah terdapat pogram bmbingan karir akan tetapi masih secara umum, belum terdapat program bimbingan karir yang secara tertulis dan spesifik. Layanan bimbingan karir yang diberikan untuk peserta didik kelas X yaitu seputar pendalaman minat terhadap peserta didik dengan tujuan mereka tidak merasa tersesat atas pilihan yang diminatinya saat ini, dan peserta didik mampu memahami lebih jauh tentang wawasan peminataannya saat ini. layanan ini dapat dilaksanakan melalui seminar alumni masing-masing peminatan yang di undang oleh sekolah untuk memberikan motivasi kepada adik-adiknya. Kemudian, layanan bimbingan karir untuk peserta didik kelas XI yaitu seputar pilihan alternatif karir, ditingkat ini peserta didik ditekankan untuk menentukan alternatif karir yang diminatinya saat ini, sedangkan layanan bimbingan karir kelas XII yaitu peserta didik dituntut untuk mampu menentukan karir sesuai dengan pilihan yang diminatinyanya, sebagai gambaran setelah mereka lulus. Evaluasi merupakan langkah penting dalam manajemen pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK). Evaluasi secara umum ditujukan untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan program yang telah ditetapkan. Dalam evaluasi program bimbingan dan konseling terdapat 2 . jenis evaluasi, yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil. Evaluasi proses adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan melalui analisis hasil penilaian proses selama kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling berlangsung. Evaluasi hasil adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan untuk memperoleh informasi tentang keefektifan layanan bimbingan dan konseling dilihat dari hasilnya. Program Bimbingan Karir untuk Meningkatkan Minat Berwirausaha Siswa Prokrastinasi Akademik di SMK Negeri 3 Bogor Program bimbingan karir di SMK Negeri 3 sudah sangat bagus, karena dari lulusan-lulusan yang dilahirkan hanya kemungkinan kecil yang tidak bekerja, peminatannya saat di SMK. Selain itu SMK Negeri 3 memiliki bursa kerja sendiri yang dilaksanakan setiap tahunnya, untuk mengarahkan peserta didik pada pekerjaan sesuai peminatannya saat di sekolah. Berikut program bimbingan karir SMK Negeri 3 (Arsip BK, 2. Tabel 4. Program Bimbingan Karir SMK Negeri 3 Bogor KEGIATAN Layanan Orientasi Layanan Informasi Layanan Penempatan/Penyaluran Layanan Penguasaan Konten Layanan Bimbingan dan Konseling Perorangan Layanan Bimbingan Kelompok Layanan Bimbingan Dan Konseling Kelompok Layanan Konsultasi Layanan Mediasi Aplikasi Instrumentasi Himpunan Data Konferensi Kasus Kunjungan Rumah Tampilan Kepustakaan KEGIATAN Alih Tangan Kasus MATERI BIDANG PENGEMBANGAN (BIDANG KARIR) Obyek-obyek implementasi karir Informasi tentang potensi, kemampuan, arah, dan kondisi Penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan karir Kompetensi dan kebiasaan dalam pengembangan karir Masalah pribadi: dalam pengembangan karir Topik tentang: kemampuan dan arah karir Masalah pribadi dalam pengembangan karir Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik dalam pengembangan karir Instrument tes, dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah karir peserta didik Data kemampuan, arah, dan periapan karir Pembahasan kasus-kasus masalah karir tertentu yang dialami peserta didik Pertemuan dengan orangtua, keluarga, peserta didik yang mengalami maslaah karir Bacaan dan rekaman tentang arah dan kehidupan karir MATERI BIDANG PENGEMBANGAN (BIDANG KARIR) Pendalaman penanganan masalah karir Berdasarkan program di atas dapat dilihat bahwa bimbingan karir di sekolah SMK Negeri 3 Bogor sangat spesifik, akan tetapi masih belum memiliki program bimbingan secara khusus, alangkah lebih baik program bimbingan karir disusun secara khusus untuk pelaksanaan secara lebih baik. SMK Negeri 3 Bogor dalam pelaksanaannya sudah cukup maksimal, selain memiliki bursa kerja untuk penyaluran peserta didik ke dunia kerja juga mereka memiliki fasilitas-fasilitas untuk mendukung dalam proses pembelajaran produktif yang diminati, seperti: jurusan tata busana peserta didik dituntut untuk menerima jahitan para guru dengan fasilitas yang disediakan sekolah, jurusan kecantikan, fasilitas yang disediakan sekolah adalah salon yang didalamnya sudah tersedia alat yang cukup lengkap, dan sebagainya. (Hasil Wawancara, 2. Hal tesebut menunjang serta mempermudah terlaksananya program bimbingan karir di SMK Negeri 3 Bogor. Program bimbingan karir di SMK Negeri 3 Bogor pada tahun 2017-2018 pada umumnya terlaksana, dan sesuai dengan harapan dan rumusan tujuan awal layanan program bimbingan dan konseling karir SMK Negeri 3 Bogor. Berhubung kebutuhan peserta didik, rumusan kebutuhan, serta rumusan tujuan tidak dicantumkan, peneliti tidak mengetahui terlalu detail teradap kebutuhan peserta Rencana evaluasi dilaksanaka pada setiap akhir tahun pelajaran, yaitu pada bulan Juni. Diadakannya evaluasi, karena bertujuan untuk melihat apakah pelayanan bimbingan dan konseling khususnya pada bidang karir yang diberikan terhadap peserta didik sudah sesuai dengan harapan ataukah masih belum sesuai. sudah sesuai maka, program tersebut semakin ditingkatkan, dan apabila belum sesuai, maka harus adanya perbaikan dalam program pelayanannya. Perbaikan tersebut akan dilaksanakan pada tahun pelajaran berikutnya. Program Bimbingan Karir Islami untuk Meningkatkan Berwirausaha Siswa Prokrastinasi Akademik Tingkat SMK Minat Kegiatan layanan bimbinga dan konseling karir Islami merupakan kegiatan yang sistematis dan terarah. Dengan demikian untuk lebih terarah dan sistematis perlu adanya penyususnan program secara terstruktur. Adapun standar dalam penyususnan program layanan bimbingan dan konseling karir Islami yaitu mengacu kepada Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014, antara lain: Rasional Proses pendidikan merupakan salah satu kunci seseorang menuju jalan Di Indonesia kesuksesan merupakan hal yang mampu menjawab berbagai persoalan kehidupan yang semakin hari kian kompleks menyesuaikan Semakin perkembangan zaman, maka semakin beragam pula masalah pendidikan saat ini, terutama masalah pada peserta didik. Salah satu masalah peserta didik yaitu prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik merupakan kecenderungan menunda-nunda tugas sekolah, atau pekerjaan yang berhubungan dengan akademik peserta didik. Kemudian seseorang yang melakukan hal menunda-nunda tugas akademik biasa disebut sebagai prokrastinator. Masalah ini merupakan masalah yang sering dijumpai dikalangan pelajar, sudah menjadi sesuatu yang lumrah dan biasa, sehingga tidak sedikit pula yang mengasumsikan bahwa perilaku prokrastinasi tersebut bukan sebuah masalah bagi peserta didik lagi, dengan demikian mereka tidak lagi merasakan cemas ketika menunda tugas, tidak bersalah ketika telah mencontek temannya karena tidak sempat mengerjakan tugas, dan lain sebagainya. Fenomena di atas perlu diperbaiki dengan memberikan layanan yang dapat memfasilitasi peserta didik dalam memperbaiki pandangan yang menyimpang terhadap perilaku prokrastinasi akademik, yaitu dengan layanan bimbingan karir Islam untuk meningkatkan minat wirausaha. Layanan tersebut menekankan pemahaman bahwa waktu adalah peluang, dan keterampilan dan kejujuran adalah modal utama. Dengan demikian harapan utama dengan adanya layanan ini adalah peserta didik yang termasuk dalam geng prokrastinator mampu merenung dan berkaca terhadap masa depannya. Landasan hukum . Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor . Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111 tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Visi dan misi . Visi: AuTerciptanya layanan bimbingan karir Islami di sekolah yang professional untuk memfasilitasi siswa prokrastinasi khususnya dalam bidang wirausahaAy. Misi . Menyususn program khusus layanan bimbingan karir Islami untuk meningkatkan minat berwirausaha khusus siswa prokrastinasi . Manamkan nila-nilai Islami kepada peserta didik. Menyelenggarakan Islami meningkatkan minat wirausaha siswa prokrastinasi akademik. Membangun kolaborasi dengan kesiswaan, wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua, dunia usaha dan industri, dan pihak lain dalam rangka menyelenggarakan layanan bimbingan karir Islami. Meningkatkan mutu guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Deskripsi kebutuhan Dalam menyusun program, guru Bk/Konselor idealnya melakukan penyusunan daftar kebutuhan . eed assessmen. terlebih dahulu, dengan tujuan untuk mengetahui kebutuhan serta permasalahan peserta didik di sekolah. Adapun aplikasi instrument atau angket yang akan di gunakan dalam melihat kebutuhan peserta didik dalam menyusun program bimbingan karir Islami untuk meningkatkan minat berwirausaha prokrastinasi akademik yaitu: menggunakan Daftar Cek Masalah (DCM). selain itu, dalam penyususnan program sebaiknya melibatkan kepala sekolah, guru matapelajaran, peserta didi, dan orangtua peserta didik, dengan tujuan sebagai masukan dasar penyusunan kebutuhan peserta didik/konseli. Tujuan Rumusan tujuan dalam program layanan bimbingan dan konseling dibuat berdasarkan assesmen kebutuhan yang dilakukan atau dapat disebut juga hasil deskripsi kebutuhan peserta didik/konseli. Rumusan tujuan akan dicapai kemudian disusun dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai oleh peserta didik/konseli setelah memeproleh layanan bimbingan dan konseling. Komponen program Layanan bimbingan dan konseling pada jenjang pendidikan secara menyeluru terdiri dari empat komponen program, antara lain: . layanan dasar, . layanan peminatan dan perencanaan individual, . layanan responsif, dan . dukungan sistem. Bidang layanan Bidang-bidang layanan bimbingan dan konseling mencakup seluruh tugas perkembangan individu antara lain: bidang pribadi, bidang sosial, bidang akademik, dan bidang karir. Rencana kegiatan . ction pla. Rencana kegiatan . ction pla. merupakan penyusunan atau segala persiapan yang disusun secara tertulis dan sistematis dalam membentuk sebuah program yang akan dilaksanakan. Rencana kegiatan . ction pla. biasanya berbentuk sebuah tabel yang didalammya berisi: bidang layanan, tujuan, komponen, strategi, kelas, materi, metode, media, evaluasi, dan ekuivalensi. Pengembangan tema/topik Tema atau dapat juga disebut dengan topik adalah rincian lanjut dari didik/konseli perkembangan peserta didik/konseli, aspek perkembangan tersebut antaralain: pribadi, sosial, belajar, dan karir yang kemudian akan dituangken ke dalam RPL BK (Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konselin. Rencana evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut Evaluasi/penilaian dalam layanan bimbingan dan konseling merupakan proses pembuatan pertimbangan secara sistematis mengenai keefektifan dalam mencapai tujuan program bimbingan dan konseling yang telah disusun berdasarkan standar Permendikbud Nomor 111 tahun 2014 . Evaluasi pada umunya selalu berkaitan dengan akuntabilitas sebagai ukuran seberapa besar tujuan program bimbingan dan konseling itu tercapai. Evaluasi atau penilaian dilakukan seorang konselor atau guru bimbingan dan konseling pada dua hal yaitu pelaksanan layanan dan pelaksanaan program. Ada lima macam evaluasi dalam pelayanan program bimbingan dan konseling, antara lain: . evaluasi monitoring. evaluasi dampak. evaluasi efisiensi. evaluasi komprehensif. Sarana dan prasarana, serta anggaran biaya . Sarana dan prasarana Prasarana yang paling pokok yaitu ruangan layanan bimbingan dan konseling yang memadai. Ruangan tersebut hendaknya diatur sedemikian didik/konseli kenyamanan dan aman. Ruangan layanan bimbingan dan konseling idealnya terdiri dari ruang tamu, ruang bimbingan kelompok/diskusi, ruang kerja, kuang konseling, dan ruang bliblioterapi. anggaran biaya Anggaran biaya menyesuaikan dengan anggaran sekolah yang dialokasikan untuk kegiatan bimbingan dan konseling KESIMPULAN Berdasarkan hasil rangkaian proses penelitian di atas, maka dapat diambil simpulan bahwa Program bimbingan dan konseling secara keseluruhan di SMK Negeri 1 Bogor dan SMK Negeri 3 Bogor sesuai dengan susunan Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014. Secara tertulis SMK Negeri 1 Bogor masih belum memiliki program bimbingan karir secara khusus, akan tetapi secara tersirat di SMK Negeri 1 bogor memiliki program bimbingan karir yang secara rutin pasti dilaksanakan, antaralain: program bimbingan karir di kelas X yaitu seputar pendalaman minat, kelas XI bimbingan karir sudah mulai untuk alternatif keputusan karir, selanjutnya kelas XII bimbigan karir seputar keputusan karir. Sedangkan di SMK Negeri 3 Bogor sudah ada program bimbingan karir yang tercantum dalam program tahunan layanan bimbingan dan konseling, akan tetapi masih belum dirincikan secara khusus untuk lebih jelasnya. Program layanan bimbingan dan konseling karir Islami untuk siswa prokrastinasi akademik mengacu pada kedua program layanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di kota Bogor, yaitu di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bogor dan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Bogor. Kedua program tersebut dapat dijadikan gambaran perbandingan untuk melahirkan suatu program bimbingan karir Islami untuk meningkatkan minat berwirausaha siswa prokrastinasi akademik tingkat SMK. Program bimbingan karir Islami yang telah dilahirkan merupakan bimbingan karir Islami yang sesuai dengan syariat Islam. Dengan harapan konseli mampu menjadi manusia yang menjalankan fungsinyaa sebagai Abdullah dan Khalifatullah. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Adz-Dzaariyaat ayat 56, yang artinya: AuDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Nya. Ay Dalam ayat tersebut Allah A Amemerintahkan semua umat manusia untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Penjelasan tersebut menekankan setiap manusia untuk menjalankan syariat-syariat Islam, termasuk dalam karirpun Allah A Aberfirman QS. Al-Mukminun ayat 51, yang artinya: AuHai rasul-rasul, makanlah dari makanan-makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shaleh. Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kamu Ay (QS. Al-Mukminun:. Ayat Allah memerintahkan umat muslim untuk bekerja yang baik dan halal, sehingga menghasilkan pengasilan yang halal dan baik. Layanan program bimbingan karir Islami ini dikhususkan untuk peserta didik yang termasuk prokrastinator, artinya peserta didik yang selalu menunda-nunda tugas atau pekerjaan yang berkaitan dengan akademik, dengan tujuan bimbingan karir tersebut mampu meningkatkan minat berwirausaha serta membekali keterampilan kepada para prokrastinator, sebagai jembatan atau alternatif ketika ia tidak ingin berkarir sesuai dengan lulusan kejuruannya. Layanan program bimbingan dan konseling karir tetap berdasarkan standar penyususnan program Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014. Saran Adapun peneliti mengajukan rekomendasi, yang diharapkan dapat menjadi masukan yang bermanfaat, antara lain: Lembaga pendidikan, adanya penekanan lebih atau pembinaan khusus terhadap para prokrastinator di sekolah. Para pengguna hasil penelitian yang bersangkutan, penelitian ini masih perlu disempurnakan dengan kata lain masih banyak kekurangankekurangan yang masih perlu di perbaiki, maka perlu adanya penelitian lebih lanjut yang menyempurnakannya secara mendalam. Peneliti berikutnya yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai program bimbingan karir Islam agar dapat meneliti faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan minat berwirausaha siswa prorastinasi akademik, dengan demikian penelitian selanjutnya dapat lebih bermanfaat untuk masa depan. DAFTAR PUSTAKA