JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 1402-1409 A 2025 Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah REKONSTRUKSI KURIKULUM SMAN 2 SUTERA: DARI EVALUASI DOKUMEN & IMPLEMENTASI KE MODEL KURIKULUM IDEAL DI ERA DIGITAL Sefrinal1. Fahmi Rizal2. Ambiyar3. Revi Handayani4. Filma Alia Sari5 1Universitas Negeri Padang. Indonesia 1STKIP Pesisir Selatan. Indonesia 2Universitas Negeri Padang. Indonesia 3Universitas Negeri Padang. Indonesia 4STKIP Pesisir Selatan. Indonesia 5Universitas Riau. Indonesia Email sefrinal86@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 23 June 2025 Final Revised: 11 July 2025 Accepted: 16 August 2025 Published: 30 September 2025 Keywords: Curriculum Reconstruction Implementation Evaluation Senior High School Digital Era Ideal Curriculum Model ABSTRAK This study aims to analyze and evaluate the curriculum implemented at SMAN 2 Sutera, both at the document and implementation levels, and to formulate a hypothetical model of an ideal curriculum relevant to the demands of the digital era. The research employed a mixed-methods approach with a sequential explanatory design, beginning with a qualitative analysis of curriculum documents . yllabi, lesson plans, and school program. , followed by surveys and interviews with teachers, students, and school stakeholders. The findings reveal that although the current curriculum at SMAN 2 Sutera accommodates several aspects of 21st-century competencies, there remains a gap between curriculum planning and classroom practiceAiparticularly in the integration of digital technology, enhancement of information literacy, and the application of project-based learning. Based on these findings, this study proposes an adaptive digital-based curriculum model that emphasizes teacher-student collaboration, the use of interactive learning technologies, and the development of critical, creative, communicative, and collaborative . C) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kurikulum yang diterapkan di SMAN 2 Sutera, baik pada tataran dokumen maupun implementasi, serta merumuskan model hipotetik kurikulum ideal yang relevan dengan tuntutan era digital. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan strategi sequential explanatory, diawali oleh analisis dokumen kurikulum . RPP, dan program sekola. secara kualitatif, kemudian dilanjutkan dengan survei dan wawancara terhadap guru, siswa, serta pemangku kebijakan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kurikulum di SMAN 2 Sutera telah mengakomodasi sebagian aspek kompetensi abad ke-21, masih terdapat kesenjangan antara perencanaan dokumen dan praktik pembelajaran di kelas, terutama dalam integrasi teknologi digital, penguatan literasi informasi, serta penerapan pembelajaran berbasis proyek. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengajukan model kurikulum ideal berbasis digital adaptif, yang menekankan kolaborasi guru-siswa, pemanfaatan teknologi pembelajaran interaktif, serta pengembangan kompetensi kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif . C). Kata kunci: Rekonstruksi Kurikulum. Evaluasi Implementasi. SMA. Era Digital. Model Kurikulum Ideal Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rekonstruksi Kurikulum SMAN 2 Sutera: Dari Evaluasi Dokumen & Implementasi Ke Model Kurikulum Ideal di Era Digital PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dunia pendidikan. Revolusi industri 4. 0 dan percepatan transformasi digital menuntut lembaga pendidikan untuk beradaptasi dengan paradigma baru dalam proses pembelajaran. Pendidikan tidak lagi cukup berorientasi pada transfer pengetahuan . nowledge transmissio. , tetapi harus menekankan pada pengembangan kompetensi, karakter, dan literasi digital yang memungkinkan peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat . ifelong learner. yang tangguh, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan. Dalam konteks ini, kurikulum memegang peranan sentral sebagai instrumen kebijakan pendidikan yang menentukan arah, tujuan, serta strategi pembelajaran di sekolah. Kurikulum bukan hanya sekumpulan dokumen administratif, melainkan sebuah sistem nilai dan praksis yang menggambarkan visi pendidikan suatu bangsa. Sebagaimana dikemukakan oleh Tyler . , kurikulum harus mampu menjawab tiga pertanyaan mendasar: apa yang harus diajarkan, bagaimana mengajarkannya, dan bagaimana menilai hasil belajar. Artinya, kurikulum yang relevan di abad ke-21 harus menyeimbangkan antara konten pengetahuan, kompetensi keterampilan, dan nilai-nilai karakter, yang secara kolektif dikenal sebagai kompetensi 4C . ritical thinking, creativity, collaboration, communicatio. Kondisi pendidikan di Indonesia menunjukkan bahwa berbagai upaya reformasi kurikulum telah dilakukan, mulai dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka. Namun, pada tataran implementasi, masih ditemukan tantangan yang cukup besar. Banyak sekolah menghadapi kesenjangan antara dokumen kurikulum yang ideal dengan pelaksanaan pembelajaran di lapangan. Faktor penyebabnya antara lain keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pelatihan pedagogi digital, infrastruktur teknologi yang belum merata, serta resistensi terhadap perubahan paradigma pembelajaran dari teacher-centered menjadi student-centered. Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai jenjang pendidikan transisi menuju perguruan tinggi dan dunia kerja memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum di tingkat SMA harus memperhatikan kesesuaian dengan kebutuhan abad ke-21, perkembangan teknologi informasi, serta konteks sosial budaya lokal. Kurikulum yang ideal bagi SMA masa kini harus tidak hanya menyiapkan siswa untuk lulus ujian, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, beradaptasi dengan teknologi, dan berkolaborasi dalam lingkungan yang multikultural dan dinamis. Dalam konteks lokal. SMAN 2 Sutera yang berlokasi di daerah pesisir Kabupaten Pesisir Selatan menghadapi tantangan tersendiri. Sekolah ini berada di lingkungan sosial yang memiliki karakteristik kultural kuat dan kondisi geografis yang tidak sepenuhnya mendukung infrastruktur digital. Di satu sisi, sekolah perlu mempertahankan nilai-nilai lokal dan kearifan budaya masyarakat pesisir. di sisi lain, harus mampu mengikuti arus globalisasi pendidikan yang menuntut digitalisasi dan pembelajaran berbasis teknologi. Implementasi Kurikulum Merdeka di SMAN 2 Sutera merupakan langkah positif, namun hasil observasi awal menunjukkan masih adanya kesenjangan antara rencana kurikulum . ilabus, capaian pembelajaran, dan asesme. dengan praktik pembelajaran aktual di kelas. Sebagai contoh, guru telah menyusun RPP dengan elemen literasi digital dan pembelajaran berbasis proyek, tetapi pada pelaksanaannya, sebagian besar kegiatan belajar masih didominasi oleh metode konvensional. Selain itu, sarana prasarana digital seperti perangkat komputer, jaringan internet, dan laboratorium TIK belum sepenuhnya optimal. Siswa pun Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rekonstruksi Kurikulum SMAN 2 Sutera: Dari Evaluasi Dokumen & Implementasi Ke Model Kurikulum Ideal di Era Digital belum terbiasa dengan pembelajaran berbasis kolaborasi digital, sementara guru masih memerlukan peningkatan kapasitas dalam perancangan pembelajaran daring dan hybrid. Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa kurikulum yang ideal tidak cukup hanya diperbarui pada dokumen, tetapi juga perlu direkonstruksi secara sistematis agar mampu menjawab kebutuhan riil pembelajaran di era digital. Rekonstruksi kurikulum bukan sekadar mengganti struktur atau isi pelajaran, melainkan menyusun kembali hubungan antara tujuan, materi, strategi, dan penilaian pembelajaran berdasarkan prinsip-prinsip pedagogi digital, kontekstualitas lokal, dan orientasi global. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kurikulum di SMAN 2 Sutera pada tataran dokumen dan implementasi, serta mengembangkan model hipotetik kurikulum berbasis digital adaptif yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan kurikulum SMA di daerah pesisir, sekaligus menjadi rujukan praktis bagi sekolah lain dalam menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital. METODE PENELITIAN Pendekatan dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran . ixed method. dengan desain sequential explanatory, yakni diawali dengan pengumpulan dan analisis data kuantitatif untuk memperoleh gambaran umum mengenai implementasi kurikulum, kemudian dilanjutkan dengan data kualitatif guna memperdalam pemaknaan terhadap temuan yang Pendekatan ini dipilih karena mampu menggabungkan keunggulan dua paradigma Ai positivistik dan interpretatif Ai sehingga hasilnya tidak hanya menggambarkan kecenderungan umum, tetapi juga menjelaskan konteks dan makna di balik fenomena kurikulum yang dikaji. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMAN 2 Sutera. Kabupaten Pesisir Selatan. Provinsi Sumatera Barat. Sekolah ini dipilih secara purposive karena mewakili karakteristik sekolah menengah di daerah pesisir dengan tantangan implementasi Kurikulum Merdeka yang khas: keterbatasan infrastruktur digital, variabilitas kemampuan guru, dan kebutuhan untuk Subjek penelitian meliputi: A Guru: 35 orang dari berbagai mata pelajaran. A Siswa: 120 orang kelas X. XI, dan XII yang dipilih dengan teknik proportional stratified random sampling. A Informan kunci: Kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta dua koordinator MGMP internal. Jenis dan Sumber Data Data yang dikumpulkan terdiri atas: Data primer, berupa hasil angket, wawancara mendalam, dan observasi proses pembelajaran di kelas. Data sekunder, berupa dokumen kurikulum sekolah . RPP, capaian pembelajaran, program tahunan, dan dokumen asesme. Teknik Pengumpulan Data Analisis Dokumen Dokumen kurikulum dianalisis untuk menilai kesesuaian dengan prinsip Kurikulum Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rekonstruksi Kurikulum SMAN 2 Sutera: Dari Evaluasi Dokumen & Implementasi Ke Model Kurikulum Ideal di Era Digital Merdeka dan tuntutan kompetensi abad ke-21. Aspek yang dikaji meliputi relevansi tujuan pembelajaran, struktur materi, strategi pembelajaran, integrasi teknologi, serta sistem penilaian. Angket (Surve. Instrumen angket menggunakan skala Likert . Ae. yang mencakup indikator persepsi guru dan siswa terhadap: o Relevansi kurikulum dengan kebutuhan digital, o Implementasi pembelajaran berbasis proyek, o Pemanfaatan media teknologi, dan o Penilaian berbasis kompetensi. Wawancara Mendalam Dilakukan secara semi-terstruktur terhadap informan kunci untuk memperoleh data kontekstual tentang tantangan implementasi dan inovasi kurikulum di sekolah. Observasi Kelas Observasi langsung dilakukan pada proses pembelajaran di enam kelas yang berbeda untuk melihat sejauh mana integrasi teknologi dan pendekatan aktif diterapkan guru. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian terdiri atas: A Pedoman analisis dokumen, untuk menilai kesesuaian isi kurikulum dengan indikator Kurikulum Merdeka. A Angket guru dan siswa, yang telah diuji validitas isi melalui expert judgment oleh dosen ahli kurikulum. A Pedoman wawancara dan observasi, disusun berdasarkan indikator implementasi kurikulum digital dan pembelajaran abad ke-21. Teknik Analisis Data Analisis Data Kuantitatif Data hasil survei dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase, mean, dan standar deviasi untuk mengidentifikasi kecenderungan persepsi responden terhadap pelaksanaan kurikulum. Analisis Data Kualitatif Data dari wawancara dan observasi dianalisis melalui tiga tahap menurut Miles & Huberman . : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Triangulasi Data Dilakukan dengan membandingkan hasil dari dokumen, angket, wawancara, dan observasi guna meningkatkan validitas dan reliabilitas temuan. Prosedur Penelitian Tahap Persiapan: studi literatur, penyusunan instrumen, dan koordinasi dengan pihak sekolah. Tahap Pengumpulan Data: analisis dokumen, penyebaran angket, wawancara, dan Tahap Analisis dan Sintesis: integrasi hasil kuantitatif dan kualitatif untuk menemukan kesenjangan kurikulum. Tahap Rekonstruksi Model: penyusunan model kurikulum hipotetik berbasis digital adaptif berdasarkan hasil evaluasi, diskusi kelompok terarah (FGD), dan validasi ahli. Pertimbangan Etis Penelitian ini menjunjung prinsip etika penelitian pendidikan, meliputi persetujuan partisipan . nformed consen. , kerahasiaan data responden, serta transparansi tujuan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rekonstruksi Kurikulum SMAN 2 Sutera: Dari Evaluasi Dokumen & Implementasi Ke Model Kurikulum Ideal di Era Digital penelitian kepada pihak sekolah. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Dokumen Kurikulum SMAN 2 Sutera Analisis terhadap dokumen kurikulum yang meliputi silabus. RPP, capaian pembelajaran (CP), dan dokumen asesmen menunjukkan bahwa secara umum. SMAN 2 Sutera telah mengadopsi prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Struktur pembelajaran menekankan fleksibilitas, kebermaknaan, serta pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL). Namun, hasil kajian mendalam mengungkapkan bahwa integrasi elemen digitalisasi pembelajaran masih terbatas pada tataran formal dokumen. Sebanyak 72% dokumen RPP mencantumkan penggunaan media digital . eperti video atau PowerPoin. , tetapi hanya 34% yang menunjukkan perencanaan pembelajaran daring atau hybrid secara eksplisit. Komponen asesmen sebagian besar masih berfokus pada penilaian kognitif, sementara penilaian berbasis proyek dan portofolio baru diterapkan secara Dengan demikian, kurikulum secara dokumen tergolong progresif secara konseptual, tetapi belum sepenuhnya operasional secara pedagogis digital. Temuan ini sejalan dengan observasi bahwa struktur kurikulum belum memfasilitasi keterhubungan lintas mata pelajaran . nterdisciplinary learnin. , padahal hal ini menjadi ciri penting pembelajaran abad ke-21. Selain itu, muatan lokal yang berpotensi menguatkan identitas budaya pesisir belum dikembangkan menjadi konteks pembelajaran digital yang Hasil Survei Guru dan Siswa Survei terhadap 35 guru dan 120 siswa memberikan gambaran tentang persepsi dan SMAN Sutera. Tabel berikut merangkum temuan utama: Aspek yang Dinilai Guru (%) Setuju/Sangat Setuju Siswa (%) Setuju/Sangat Setuju Interpretasi Relevansi kurikulum dengan kebutuhan digital Cukup baik, namun perlu peningkatan konten digital Penggunaan media digital dalam pembelajaran Masih terbatas pada presentasi sederhana Pembelajaran berbasis proyek dan kolaboratif Belum menjadi budaya belajar dominan Penilaian berbasis kompetensi dan portofolio Implementasi masih rendah Kesiapan guru terhadap teknologi pembelajaran Ai Masih terdapat kesenjangan kompetensi digital Dukungan sarana prasarana digital sekolah Ai Infrastruktur belum merata Data ini memperlihatkan bahwa digitalisasi pembelajaran belum berjalan optimal, baik dari sisi kesiapan guru maupun fasilitas pendukung. Mayoritas guru menyatakan memerlukan pelatihan lanjutan terkait desain pembelajaran digital, sementara siswa mengharapkan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rekonstruksi Kurikulum SMAN 2 Sutera: Dari Evaluasi Dokumen & Implementasi Ke Model Kurikulum Ideal di Era Digital variasi metode yang lebih interaktif seperti simulasi, video eksperimen, atau pembelajaran berbasis proyek kolaboratif online. Hasil Wawancara dan Observasi Wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kurikulum, dan perwakilan guru mengungkap beberapa tantangan utama dalam implementasi kurikulum digital di SMAN 2 Sutera, yaitu: Keterbatasan infrastruktur digital: beberapa ruang kelas belum dilengkapi jaringan internet stabil. perangkat proyektor dan komputer masih terbatas. Kompetensi pedagogik digital guru yang beragam: sebagian guru masih berorientasi pada metode konvensional, dengan persepsi bahwa penggunaan teknologi Aumenghabiskan waktuAy dan Autidak selalu efektifAy. Kultur belajar siswa yang belum adaptif terhadap pembelajaran daring, khususnya di wilayah dengan akses internet lemah. Kurangnya integrasi nilai lokal dalam pembelajaran digital: pembelajaran cenderung meniru sumber dari luar tanpa kontekstualisasi budaya pesisir setempat. Hasil observasi kelas menunjukkan bahwa hanya sekitar 25% proses pembelajaran yang melibatkan aktivitas kolaboratif digital . isalnya penggunaan aplikasi Padlet. Google Form, atau Canva Ed. Sebagian besar aktivitas belajar masih berupa teacher-centered learning dengan penggunaan PowerPoint atau video sebagai pelengkap, bukan sebagai medium eksplorasi mandiri. Kesenjangan antara Dokumen dan Implementasi Perbandingan antara dokumen kurikulum dan praktik di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan vertikal. Pada dokumen, guru menuliskan tujuan pembelajaran berbasis 4C (Critical Thinking. Creativity. Collaboration. Communicatio. , tetapi dalam implementasi hanya dua aspek yang tampak dominan Ai communication dan collaboration sederhana. Selain itu, sistem evaluasi di kelas belum mendukung refleksi diri dan asesmen formatif digital sebagaimana diamanatkan dalam prinsip Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kurikulum SMAN 2 Sutera masih berada pada tahap transisi menuju kurikulum digital adaptif. Implikasi terhadap Rekonstruksi Kurikulum Berdasarkan hasil temuan, beberapa prinsip penting untuk rekonstruksi kurikulum SMAN 2 Sutera dapat dirumuskan sebagai berikut: Integrasi Teknologi Secara Pedagogis, bukan hanya teknis: penggunaan media digital harus mendukung eksplorasi konsep, bukan sekadar penyajian informasi. Kurikulum Kontekstual Berbasis Budaya Lokal, yang mengaitkan tema pembelajaran dengan kehidupan masyarakat pesisir . ontoh: ekologi laut, ekonomi nelayan, keberlanjutan lingkunga. Penguatan Kompetensi Digital Guru dan Siswa, melalui pelatihan berkelanjutan dan dukungan komunitas belajar digital. Pengembangan Asesmen Autentik Digital, seperti e-portofolio, refleksi video, dan proyek kolaboratif lintas mata pelajaran. Fleksibilitas Struktur Pembelajaran, agar siswa dapat memilih proyek sesuai minat dan konteks lokal mereka. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Rekonstruksi Kurikulum SMAN 2 Sutera: Dari Evaluasi Dokumen & Implementasi Ke Model Kurikulum Ideal di Era Digital KESIMPULAN Penelitian ini menegaskan bahwa rekonstruksi kurikulum di SMAN 2 Sutera merupakan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital. Hasil evaluasi terhadap dokumen dan implementasi kurikulum menunjukkan bahwa secara konseptual, sekolah telah berupaya mengintegrasikan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, seperti fleksibilitas, pembelajaran berbasis proyek, dan penguatan kompetensi abad ke-21. Namun, pada tataran praktik, implementasi kurikulum masih menghadapi berbagai hambatan Ai antara lain keterbatasan infrastruktur digital, variasi kemampuan pedagogik guru, dan budaya belajar siswa yang belum adaptif terhadap pembelajaran berbasis Kesenjangan antara dokumen dan implementasi mengindikasikan bahwa digitalisasi pendidikan tidak dapat dicapai hanya melalui revisi administratif kurikulum, melainkan harus disertai dengan transformasi paradigma pembelajaran. Kurikulum perlu dipandang sebagai ekosistem dinamis yang menghubungkan desain, praktik, dan asesmen dalam satu kesatuan pedagogis yang holistik. Oleh karena itu, diperlukan model kurikulum ideal berbasis digital adaptif yang menekankan pada: integrasi teknologi yang bermakna dan kontekstual. pembelajaran kolaboratif dan kreatif. pengembangan literasi digital serta karakter siswa. asesmen autentik yang menilai proses sekaligus hasil belajar. Model tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi pengembangan kurikulum SMA, khususnya di wilayah pesisir, agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya lokal. Dengan demikian, rekonstruksi kurikulum SMAN 2 Sutera tidak hanya berorientasi pada inovasi digital, tetapi juga pada humanisasi pendidikan Ai membentuk peserta didik yang cakap teknologi, berkarakter, dan berdaya saing global. REFERENSI