Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. PENGARUH MOTIVASI. KOMPENSASI. LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. AJA MEGA PERKASA Ahmad Sirri. Lisda Aprilia . Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Indonesia Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur. Indonesia Jl. Ir. Juanda. No. 80 Universitas 17 Agustus 1945. Air Hitam. Kec. Samarinda Ulu. Kota Samarinda. Kalimantan Timur. Indonesia *Korespondensi Penulis: sirriahmad93@gmail. ABSTRACT Employee performance is an important thing that needs to be maintained to achieve the goals as The measurement of employee performance is impacted by several factors such as motivation, compensation, and work environment. PT Aja Mega Perkasa is a company engaged in the mining sector that has a role in revenue increase support, regional development, increased economic activity, job creation, and a source of income for the central and regional budgets. in Kalimantan Timur. This research aimed to determine the impact of motivation, compensation, and work environment on employeesAo performance at PT Aja Mega Perkasa. The sample was 60 people using saturated Sampling. Data collection techniques were carried out by distributing Questionnaires. The results showed that motivation has no significant impact on employee performance and this was compared inversely with the results of work Environment and employee performance. The significance value . of motivation 122 > 0. 05, compensation was 0. 045 < 0. 05, and work environment was 0. 015 < 0. Thus, compensation and work environment significantly affect employee performance at PT. Aja Mega Perkasa. Keywords: Motivation. Compensation. Work environment. Employee performance ABSTRAK Kinerja pegawai merupakan hal penting yang perlu dijaga untuk mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan yang diharapkan. Pengukuruan kinerja pegawai dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti motivasi, kompensasi, dan lingkungan kerja. PT Aja Mega Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak dibidang tambang yang memiliki sumbangsih dalam peningkatan pendapatan ekspor, pembangunan daerah, peningkatan aktivitas ekonomi, pembukaan lapangan kerja dan sumber pemasukan terhadap anggaran pusat dan anggaran daerah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar besar pengaruh motivasi, kompensasi, lingkungan kerja PT Aja Mega Perkasa terhadap kinerja karyawan menggunakan metode kuantitatif asosiasif. Jumlah sampel sebanyak 60 orang menggunakan sampling saturated. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran Kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Karyawan dan hasil ini berbanding terbalik dengan hasil kompensasi dan lingkungan kerja yang menunjukkan hasil berpengaruh signifikan. Nilai signifikansi . untuk motivasi yaitu 0. 122 > 0. kompensasi yaitu 0,045 < 0. 05, dan lingkungan Kerja yaitu 0,015 < 0. Dengan demikian kompensasi dan lingkungan kerja memiliki pengaruh secara simultan terhadap Kinerja Karyawan PT. Aja Mega Perkasa. Kata kunci: Motivasi. Kompensasi. Lingkungan kerja. Kinerja karyawan transform Vol. No. April 2024: 69-76 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. PENDAHULUAN Industri pertambangan merupakan salah satu sektor utama industri sumber daya alam terbesar di Indonesia. Pertambangan terdiri dari beberapa sektor seperti Batu bara. Minyak dan Gas Bumi. Logam dan Mineral Lainnya, serta BatuBatuan. Salah satu industri pertambangan di indonesia adalah PT Aja Mega Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak dibidang tambang, alat berat. Dump truck, dan Water Truck yang mensupport tambang di kota Samarinda yang memiliki A1000 pegawai, merupakan salah satu sektor industri yang punya sumbangsih besar bagi Indonesia mulai dari aktivitas ekonomi, pembukaan lapangan kerja dan sumber pemasukan terhadap anggaran pusat dan anggaran daerah. Menurut Hasibuan . motivasi dirasa penting karena mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias sehingga mencapai hasil yang Manusia merupakan sumber daya penentu keberhasilan perusahaan, maka sudah selayaknya bagi perusahaan memperhatikan keinginan dan kebetuhan karyawan-karyawan memberikan gaji dan upah. Besarnya gaji karyawan dan upah kecakapan pengalaman dan tingkat pendidikan dari yang bersangkutan, serta disesuaikan dengan peraturan pemerintah. Informasi mengenai gaji dan upah yang disajikan dalam laporan keuangan sangat dibutuhkan oleh berbagai pihak internal maupun eksternal antara lain kreditur, investor dan instansi pajak. Tingkat pendapatan karyawan akan menentukan skala kehidupannya, dan pendapatan relatif mereka menunjukkan status, martabat, dan Apabila kompensasi yang mereka terima tidak memadai, maka prestasi kerja, semangat, motivasi, serta produktivitas mereka akan menurun atau bisa dikatakan demotifasi. transform Vol. No. April 2024: 69-76 Selain itu lingkungan kerja juga bisa saja berpengaruh terhadap kenyamanan dalam bekerja, hubungan antar karyawan yang kurang baik, kejenuhan terhadap pekerjaan dan supervisi yang kurang baik sepertinya berpengaruh bagi karyawan dalam menjalankan dan melaksanakan Menurut (Sunyoto, 2. lingkungan kerja adalah sesuatu yang ada disekitar para pekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan misalnya kebersihan, suhu udara, keamanan bekerja, penerangan dan lain-lain. Menurut Sidanti . , lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang berada di lingkungan personal dalam berhubungan dengan pekerjaanya, atau hubungan erat lingkungan personal dengan karyawan, termasuk didalamnya faktor fisik maupun non fisik. Penelitian dilakukan oleh Azis et. dalam penelitian yang berjudul Kompensasi. Lingkungan Kerja, dan Motivasi terhadap Kinerja pegawai PT. Sido Muncul dengan fokus pada bagian pengolahan serbuk jamu dan Produksi jamu serbuk. Hasil dari peneitian tersebut menunjukkan bahwa bahwa tidak ada hubungan antara kompensasi dengan kinerja karyawan namun terdapat hubungan yang positif antara lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap terhadap kinerja karyawan PT Sido Muncul Tbk. Adapun Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif Assosiatif. Menurut Sugiyono . kuantitatif adalah metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat positivisme digunakan untuk meneliti pada populasi atau sample tertentu, dimana teknik pengumpulan data menggunakan instrumen kuantitatif/statistik. Berkaitan dengan hal tersebut, maka penulis tertarik untuk Motivasi. Kompensasi. Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di PT. Aja Mega PerkasaAy. Hasil yang diperoleh diharakan Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. menjadi masukan bagi PT Aja Mega Perkasa ke arah yag lebih baik. METODE PENELITIAN Populasi Karyawan PT. Aja Mega Perkasa yang terletak di Desa Batuah Kecamatan Loa Janan. Kabupaten Kutai Kartanegara. Dalam penelitian ini populasinya adalah Karyawan PT. Aja Mega Perkasa Bagian Works Shop dan Kantor yang berjumlah 60 Orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non probabilty Sampling dengan metode sampling jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2016:). Penelitian ini melibatkan 60 responden Karyawan PT. Aja Mega Perkasa Bagian Woks Shop dan Kantor. Penelitian ini mengunakan teknik analisis regresi linear berganda . nalisis ketergantungan variabel terikat dengan satu atau lebih bebas atauhubungan antara satu variabel terikat dengan satu variable bebas. Analisis regresi linier berganda dalam penelitian ini dimaksud untuk menganalisis pengaruh dari variabel Motivasi (X. , kompensasi (X. , dan Lingkungan kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y). Model analisis regresi linier berganda Y= a b1x1 b2x2 b3x3 e Dimana: HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Karakteristik ini untuk melihat responden memiliki background seperti apa, dalam penelitian ini background responden difokuskan pada Alamat. Jabatan. Jenis Kelamin. Usia. Pendidikan terakhir. Lama kerja. Status Karyawan. Hasil yang diperoleh diolah dalam bentuk tabel berikut. Tabel 1. Karakteristik jenis kelamin Sumber: Data diolah Berdasarkan Tabel 1 diatas terlihat bahwa responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 4 orang dengan persentase 6,7%, sedangkan responden berjenis kelamin laki Ae laki sebanyak 56 orang dengan persentase 93,3%. Jumlah responden berdasarkan jenis kelamin tersebut menunjukan kondisi yang didominasi oleh kaum laki Ae laki. Tabel 2. Karakteristik usia Sumber: Data diolah Hasil analisis berdasarkan data pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa untuk usia responden terbagi menjadi 4 kelompok yang terbanyak adalah usia 21-30 tahun sebanyak 32 Orang dan persentase 53,3%. Tabel 3. Karakteristik pendidikan terakhir Sumber: Data diolah transform Vol. No. April 2024: 69-76 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. Berdasarkan Tabel 3 menunjukan bahwa dalam penelitian ini. Jumlah resonden didominasi dengan pendidikan terakhir serta SMK/SMA sebanyak 55 responden dengan persentase 91,7% dan S1 banyak 6 responden dengan persentase 8,3% dari 60 responden. Hal ini menunjukan bahwa karyawan bagian WorkShop dan kantor PT. Aja Mega Perkasa memiliki banyak karyawan berpendididkan SMK/SMA. Hasil Analisis Regresi Berganda Analisis regresi berganda. Analisis ini digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat, serta untuk menunjukkan arah hubungan variabel-variabel tersebut, secara fungsional antara variabel motivasi (X. , kompensasi (X. lingkungan kerja (X. dengan variabel kinerja karyawan (Y) pada PT. Aja Mega Perkasa. Tabel 4 berikut merupakan hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda sebagai berikut. Tabel 4. Hasil Uji Regresi Berganda Sumber: Data diolah Model persamaan regresi linear berganda berdasarkan Tabel 4 diatas yaitu sebagai Y = b1X1 b2X2 b3X3 e Y = 15,000 0,425X1 0,246X2 0,390X3 e Nilai konstanta sebesar 15,000 satuan menyatakan bahwa, apabila variabel motivasi (X. , kompensasi (X. lingkungan kerja (X. diabaikan atau sama dengan nol, maka kinerja transform Vol. No. April 2024: 69-76 karyawan PT. Aja Mega Perkasa sebesar 15,000 satuan. Koefisien regresi pada variabel (X. 0,425 menggambarkan bahwa setiap adanya peningkatan motivasi sebesar satu satuan, maka akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,425 satuan. Dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi berpengaruh posistif terhadap kinerja karyawan PT. Aja Mega Perkasa. Nilai koefisien regresi pada variabel kompensasi (X. sebesar 0,246 menggambarkan bahwa setiap adanya peningkatan kompensasi sebesar satu satuan, maka akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,246 satuan. Dapat disimpulkan bahwa variabel kompensasi berpengaruh posistif terhadap kinerja karyawan PT. Aja Mega Perkasa Nilai koefisien regresi pada variabel lingkungan kerja (X. sebesar 0,390 menggambarkan bahwa setiap adanya peningkatan lingkungan kerja sebesar satu satuan, maka akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,390 satuan. Dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan kerja berpengaruh posistif terhadap kinerja karyawan PT. Aja Mega Perkasa Hasil Uji persial . Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh masing-masing variabel, variabel bebas diketahui dapat dikatakan berpengaruh siginikan terhadap variabel terikat Pada penelitian ini digunakan nilai probabilitas sebesar 5% . dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Variabel bebas yang diteliti dapat dikatakan tidak berpengaruh siginifikan terhadap variabel terikat apabila nilai prob. t hitung lebih besar dari tingkat kesalahan . Adapun hasil Uji parsial disajikan dalam Tabel 5. Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. Tabel 5. Hasil Uji Partial Sumber: Data diolah Hasi berdasarkan Tabel 5 yaitu sebagai berikut. Nilai t hitung yang diperoleh dengan pengaruh negatif sebesar 1. 572 dan nilai signifikan . 122 Kemudian, diperoleh nilai t tabel . :0,. adalah 672 dan nilai t hitung pengaruh negatif sebesar 1. Artinya nilai t tabel < t tabel dengan nilai tidak signifikansi . 122 > 0. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Motivasi (X. secara parsial tidak Kinerja Karyawan (Y) pada PT. Aja Mega Perkasa dan dapat dikatakan jika Ha1 Nilai t hitung yang diperoleh dengan pengaruh positif sebesar 2. 052 dan nilai signifikan . 0,045. Jika dibandingkan degan t tabel . :0,. 672, maka diperoleh nilai t hitung dengan pengaruh positif sebesar 052 > t tabel 1. 672 dengan nilai signifikansi . 0,045 < 0. berdasarkan hasil analisis regresi pada variabel Kompensasi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Kompensasi (X. secara parsial berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y) PT. Aja Mega Perkasa dan dapat dikatakan jika Ho2 ditolak. Pada penelitian yang dilakukan kali ini, telah diperoleh nilai thitung dengan pengaruh positif sebesar 2. 500 dan nilai signifikan . 0,015. Kemudian, menentukan ttabel dengan tingkat signifikansi 0,05 dan Degreenof Freedom . = n Ae k = 60 Ae 3 = 57. Dengan menghasilkan ttabel . :0,. adalah transform Vol. No. April 2024: 69-76 Diperoleh nilai thitung dengan pengaruh positif sebesar 2. 500 > ttabel 672 dan nilai signifikansi . 0,015 < 0. 05 berdasarkan hasil analisis regresi pada variabel Lingkungan Kerja. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Lingkungan Kerja (X. secara parsial berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y) PT. Aja Mega Perkasa dan dapat dikatakan jika Ho3 ditolak. Hasil Uji F Uji Simultan (Uji F sebagai uji yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent secara Adapun caranya adalah dengan membandingkan nilai signifikansi dan F hitung dengan F tabel, dengan ketentuan apabila nilai Sig < 0,05 atau F hitung > F tabel maka Ha diterima. Berikut merupakan tabel hasil Uji Simultan (Uji F). Tabel 6. Hasil Uji Simultan Sumber: Data diolah Tabel 6 menunjukkan pada kolom sig angka 0,001 < 0,05 dan nilai F hitung 430 > . F tabel. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan berdasarkan ketentuan yang ada, maka variabel motivasi (X. , kompensasi (X. dan lingkungan kerja (X. berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan (Y) PT. Aja Mega Perkasa. Koefisien Determinasi R2 Koefisien Determinasi (R. sebagai uji yang digunakan untuk mengukur kemampuan yang terdapat dalam variasi variabel independent terhadap variabel Hasil uji koefisien determinasi (R. disajikan pada Tabel 7 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. Tabel 7. Hasil Determinasi Sumber: Data diolah Berdasarkan Tabel 7 diatas diketahui nilai R Square . oefisien determinas. menunjukkan angka 0,256. Dengan mengandung arti bahwasanya presentase pengaruh yang diberikan oleh variabel motivasi (X. kompensasi (X. dan lingkungan kerja (X. terhadap varibel Kinerja Karyawan (Y) adalah sebesar 25,6%. Adapun 74,4% . % - 25,6%) lainnya dipengaruhi oleh variabel lain. Pembahasan Hasil menunjukan bahwa motivasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan PT Aja Mega hal ini dikarenakan. Karyawan tidak mendapatkan apresiasi dari atasan ataupun perusahaan, baik dari segi perhatian terhadap karyawan maupun pemberian penghargaan terhadap karyawan yang inovatif dalam bekerja, sehingga tidak memberi dampak terhadap motivasi karyawan . erdasarkan hasil wawancar. , sehingga pekerjaan yang dilakukan akan mempengaruhi kualitas hasil kerja. Sebenarnya motivasi sangat lah dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja karyawan, tetapi ada sebagian karyawan menganggap motivasi itu bisa berupa kompensasi dan lingkungan kerja mereka. Sejalan dengan hasil penelitian Suwati . Motivasi secara persial dan signifikan tidak berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Tunas Hijau Samarinda, tetapi hal ini bertolak belakang dengan hasil penelitian Pristiyanti . yang menunjukkan bahwa motivasi kerja transform Vol. No. April 2024: 69-76 (X. berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y). menunjukkan bahwa motivasi kerja berperan sebagai pendorong bagi karyawan untuk tetap terus bekerja dengan baik dan siap menghadapi segala kesulitan yang ditemuinya. Hasil lainnya pada penelitian ini berpengaruh positif dan siginifikan secara Menurut Isman Kompensasi mampu mengikat karyawan supaya tidak keluar dari perusahaan, dengan kata lain kompensasi memiliki Kinerja Karyawan. Semakin besar pemberian kompensasi maka semakin besar juga kinerja karayawan. Kompensasi yang sesuai juga akan menentukan apakah pegawai akan tetap bertahan bekerja atau keluar dari tempat kerjanya. Dengan adanya kompensasi yang baik akan berdampak terhadap kinerja karyawan yang lebih baik pula. Sejalan dengan penelitian Hazizan dan Wahyuningsih . terdapat pengaruh antara kompensasi terhadap kinerja karyawan. Hal ini menunjukan bahwa kompensasi dapat mempengaruhi kinerja karyawan PT. Asia Hoda Indonesia. Tetapi hal ini bertolak belakang dengan penelitian Riyadi . Kompensasi tidak berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan, menunjukan bahwa kompensasi yang diterima para responden sesuai atau bahkan melebihi harapan responden. Lingkungan perusahaan PT. Aja Mega Perkasa, termasuk lingkungan yang baik serta memberikan kenyamanan dan keamanan pada seluruh karyawan yang bekerja. Sejalan dengan penelitian Afif Amrulloh dan Sri Nawatmi . lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja yang artinya apabila lingkungan kerja tinggi, maka produktivitas kerja tinggi. Tetapi hal ini bertolak belakang dengan penelitian Yohana . Lingkungan kerja di PT. BNI Life insurance divi employee benefit tidak mempengaruhi Kinerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN: 2963-5349 DOI: 10. 59310/jst. lingkungan kerja berpengaruh positif dan siginifikan secara statistik. Lingkungan kerja dapat mempengaruhi secara langsung atau tidak langsung terhadap PT. Aja Mega Perkasa yang akan memberikan dampak baik atau buruk terhadap kinerja karyawan. Dengan adanya lingkungan kerja yang menyenangkan dapat juga mempengaruhi sikap emosional karyawan jika karyawan merasa nyaman dengan lingkungan kerja dimana karyawan tersebut bekerja, maka karyawan tersebut akan betah di tempat kerjanya dan produktivitas karyawan tersebut akan semakin meningkat sehingga waktu kerja dipergunakan secara efektif dan efesien. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dapat disimpulkan bahwa motivasi tidak berpengaruh secara Signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Aja Mega Perkasa, sedangkan untuk berpengaruh secara persial dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT. Aja Mega Perkasa. DAFTAR PUSTAKA