Jurnal Kesehatan Marendeng Vol. 6 No. 1 Maret 2022, hl. p-ISSN:2850-0329 dan e-ISSN: 2809-2813 DOI Jurnal: https://doi. org/10. 58554/jkm PEMBUATAN SEDIAAN PASTA GIGI GEL EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifer. ASAL LANCIRANG KAB. SIDRAP Fitriana 1. Rahmasiah 2. Nisma 3 1,2 Program Studi Diploma Tiga Farmasi. Fakultas Teknologi Kesehatan dan Sains / ITKES Muhammadiyah Sidrap Email: nismanisma81@gmail. Artikel info Keyword: Gel toothpaste,. Moringa leaf ethanol Antibacterial. Kata Kunci: Pasta gigi gel. Ekstrak etanol daun Antibakteri. Abstract. Dental and oral health is part of the overall health of the body, because it can affect the quality of life, including the function of speech, mastication and self-confidence. Moringa leaves contain This content is known to have antibacterial activity. Based on these activities. Moringa leaves can be developed as an active ingredient in the manufacture of gel toothpaste This research is experimental, with the ethanol extract of Moringa leaf (Moringa oleifer. formulated into a gel toothpaste The concentrations of the active substances used in each formula are 3%, 6%, and 9%. Then the organoleptic test was carried out on the gel toothpaste preparation consisting of shape, color. Abstrak. Kesehatan gigi dan mulut adalah bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan, dikarenakan bisa mempengaruhi kualitas kehidupan, termasuk fungsi bicara, pengunyahan serta rasa percaya Daun Kelor memiliki kandungan flavanoid. Kandungan ini diketahui memiliki aktivitas sebagai antibakeri. Berdasarkan aktivitas tersebut daun kelor dapat dikembangkan menjadi bahan aktif dalam pembuatan sediaan pasta gigi gel . Penelitian yang dilakukan adalah eksperimental, dengan ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifer. diformulasikan menjadi sediaan pasta gigi gel. Konsentrasi zat aktif yang digunakan dalam setiap formula adalah 3%, 6%, dan 9%. Kemudian dilakukan uji organoleptis terhadap sediaan pasta gigi gel yang terdiri dari bentuk,warna, aroma. Penulis Korespondensi : Email: nismanisma81@gmail. artikel dengan akses terbuka dibawah lisensi CC BY-SA PENDAHULUAN Indonesia menjadi negara dengan tingkat biodiversity tinggi mempunyai banyak jenis tanaman yang berguna yang salah satunya merupakan tanaman kelor (Moringa oleifer. Tanaman kelor ialah tanaman berumur panjang . yang dapat tumbuh pada dataran rendah maupun dataran tinggi hingga ketinggian A1000 dpl (Widowati et al. , 2. Daun kelor mengandung aneka macam zat kimia yang bermanfaat. pada daun kelor ialah tannin, steroid serta triterpenoid, flavonoid, saponin, antarquinon, dan alkaloid, semua senyawa merupakan antioksidan. Daun kelor juga mempunyai kandungan fenolik yang terbukti efektif berperan menjadi antioksidan. Efek antioksidan yang dimiliki tanaman kelor mempunyai pengaruh yang lebih baik daripada Vitamin E secara in vitro dan menghambat peroksidasi lemak menggunakan cara memecah rantai peroxyl radical (Widowati et al. , 2. Kesehatan gigi dan mulut adalah bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan, dikarenakan bisa mempengaruhi kualitas kehidupan, termasuk fungsi bicara, pengunyahan serta rasa percaya diri (Sugiyanto et al. , 2. Gigi merupakan bagian paling penting dalam rongga mulut. Masalah kesehatan mulut yang paling sering dialami adalah radang gusi yang disebabkan karena terabaikannya kebersihan gigi dan mulut, sehingga terjadilah plak (Zulfa, 2. Saat ini pasta gigi yang beredar di pasaran banyak memakai fluoride yaitu bahan yang dipergunakan untuk mencegah terjadinya karies gigi, namun dari hasil penelitian, ditemukan bahwa penggunaan fluoride dalam jumlah besar dan dalam kurun waktu tertentu bisa menimbulkan fluorosis email irreversible, tulang rapuh, gigi keropos, penuaan dini, aborsi spontan, serta bersifat karsinogenik (Sa et al. , 2. Penyakit gigi dan mulut yang paling banyak ditemukan ialah penyakit karies gigi. Karies gigi merupakan suatu kerusakan gigi yang dimulai dari bagian atas dan berkembang ke arah dalam pada gigi, diawali dengan proses demineralisasi gigi (Warnida et al. , 2. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik membuat suatu sediaan farmasi yaitu pasta gigi gel dengan penambahan ekstrak daun kelor yang mengandung flavanoid yang bermanfaat untuk menghambat aktivitas bakteri pada gigi. METODE Penelitian bersifat eksperimental yaitu pembuatan ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifer. menjadi sediaan pasta gigi gel dari bahan alam yang stabil secara fisik. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Fitokimia ITKES Muhammadiyah Sidrap. Kabupaten Sidenreng Rappang. Bahan yang digunakan yaitu air suling, daun kelor (Moringa Oleifer. , etanol 96%, natrium alginat, metil paraben, oleum peppermint. Sodium laury sulfat. Sodium Sakarin. Pembuatan ekstrak etanol daun kelor Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, sampel daun kelor yang telah dihaluskan sebanyak 1 kg dimasukkan kedalam wadah maserasi, lalu basahi dengan etanol 96% hingga terendam semua sambil diaduk. Wadah maserasi ditutup dan disimpan selama 3 x 5 hari pada tempat yang tertutup dan telindung dari cahaya matahari agar proses dapat berlangsung secara efektif. Selama proses perendaman diusahakan untuk sesekali sampel diaduk. Setelah 15 hari perendaman, proses maserasi dihentikan dan diperoleh ekstrak daun kelor yang dilanjutkan dengan proses penyaringan dengan menggunakan kain putih atau kertas saring. Hasil cairan penyarinya diuapkan dengan rotary evaporator untuk memperoleh ekstrak etanol daun kelor Formulasi Sediaan pasta gigi gel ekstrak etanol daun kelor KONSENTRASI BAHAN FUNGSI Ekstrak daun kelor BLANKO Zat aktif Natrii alginat Gelling Agent Sodium sakarin Perasa Gliserin Humektan Sodium lauryl sulfat Pembusa Metil paraben Pengawet 0,15 0,15 0,15 0,15 Kalsium karbonat Pengisi Propel paraben Pengawet 0,02 0,02 0,02 0,02 Oleum pippermint Aquadest Pelarut Ad. Tabel 1. Rancangan pembuatan pasta gigi gel daun kelor Pembuatan sediaan pasta gigi Disiapkan alat dan bahan. Dibuat larutan Na. Alginat dengan menimbang 2 gram Na. Alginat kedalam 40 ml aquades pada suhu < 50 A C kedalam lumpang yang panas kemudian dibiarkan selama 15 menit sampai berwarna bening dan berbentuk menyerupai gel. Selanjutnya diaduk hingga menjadi massa yang homogen dan diencerkan dalam labu ukur dengan aquades hingga volume 100 ml. Ditambahkan ekstrak etanol daun kelor sebanyak 3 gram sedikit demi sedikit diaduk hingga homogen. Dilarutkan propil paraben sebanyak 0,02 gram dan ditambahkan gliserin sebanyak 5 gram diaduk hingga homogen dimasukkan kedalam lumpang. Dimasukkan metil paraben sebanyak 0,15 gram kedalam air panas, aduk hingga larut kemudian ditambahkan bahan yang sudah dicampur gerus hingga Dimasukkan kalsium karbonat sebanyak 44 gram lalu diaduk hingga Ditambahkan sodium lauryl sulfat sebanyak 2 gram gerus hingga homogen. Ditambahkan oleum pippermint sebanyak 0,5 ml dimasukkan kedalam lumpang gerus hingga homogen. Dimasukkan kedalam wadah pasta gigi. Uji Organoleptis sediaan pasta gigi gel Uji organoleptis dilakukan secara visual meliputi memeriksa warna, bau, dan konsistensi HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini menggunakan ekstrak daun kelor . oringa oleifer. yang didapat dari 1 kg daun kelor yang telah dikering anginkan dengan menggunakan pelarut etanol 96%, setelah itu diuapkan dengan alat rotary evaporator dan mengalami proses maserasi selama 15 hari. Kemudian hasil maserasi di destilasi vakum sehingga diperoleh ekstak kental sebanyak 76,40. Rendemen yang diperoleh dari ekstraksi daun kelor berwarna hijau kehitaman dengan bau khas ekstrak etanol daun kelor. Kemudian ekstrak kental digunakan dalam pembuatan formula pasta gigi gel ekstrak daun kelor dengan formula 3%, formula 6%,dan formula 9%. Tabel 2. hasil pengamatan organoleptik sediaan pasta gigi gel ekstrak daun kelor (Moringa No. Formulasi sediaan Blanko Formula I . %) Formula II . %) Formula i . %) Bentuk Warna Aroma Semi Padat Putih Tulang Mint Semi Padat Semi Padat Semi Padat Hijau Muda Khas Mint Hijau Khas Mint Hijau Tua Khas Mint Keterangan Blanko Formulasi Sediaan Pasta Gigi Gel Tanpa Ekstrak Formula I Formulasi Sediaan Pasta Gigi Gel Konsentrasi 3% Formula II Formulasi Sediaan Pasta Gigi Gel Konsentrasi 6% Formula i Formulasi Sediaan Pasta Gigi Gel Konsentrasi 9% Berdasarkan hasil penelitian formula sediaan pasta gigi gel pada penelitian ini dibuat 4 . formula dengan membedakan kadar zat aktif ekstak daun kelor (Moringa oleifer. yang pertama menggunakan blanko . anpa ekstra. ,kemudian konsentrasi 3%, konsentrasi 6%, dan konsentrasi 9%. dari daerah asal lancirang. Kec. Pitu Riawa. Kab. Sidenreng Rappang. Pada pembuatan formula pasta gigi gel ekstrak daun kelor, ditimbang Natrium alginat sebanyak 2 gr dikembangkan kedalam 40 ml aquades ke dalam lumpang yang panas kemudian dibiarkan selama 15 menit sampai berwarna bening dan berbentuk menyerupai gel. Kemudian dimasukkan ekstak etanol kedalam lumpang sedikit demi sedikit sampai homogen. Ditambahkan gliserin sebanyak 5 gram dan ditambahkan kalsium karbonat sebanyak 44 gram. Kemudian dimasukkan sodium sakarin sebanyak 0,02 gram, dilarutkan metil paraben kedalam air panas, aduk hingga homogen, lalu ditambahkan popilparaben sebanyak 0,02 gram dan oleum peppermint sebanyak 0,5 gram, ditambahkan sodium lauryl sebanyak 2 gram, sehingga menghasilkan pasta gigi gel pada konsentrasi 3% menghasilkan warna hijau muda , konsentrasi 6% menghasilkan warna hijau, dan konsentrasi 9% menghasilkan warna hijau tua. kemudian dimasukkan ke dalam wadah pasta gigi. Hasil yang didapatkan dari formula pasta gigi gel ekstak etanol daun kelor memiliki tekstur yang stabil dimana rasa dan aroma dari setiap konsentasi 3%,6%,dan 9% itu sama sedangkan dari segi warna memiliki pebedaan. Penambahan bahan Natrium Alginat yang berfungsi sebagai gelling agent dalam formula pasta gigi gel memiliki stabilitas bentuk sediaan. sedangkan penambahan gliserin sebagai humektan . enjaga kelembaban produ. , sodium sakarin sebagai perasa atau pemanis, sodium lauryl sebagi pembusa,kalsium karbonat digunakan sebagai pengisi, metil paraben dan propil paraben sebagai pengawet, dan oleum peppermint sebagai perasa. Pengujian organoleptis dilakukan untuk mengetahui warna, bau, rasa dan bentuk/tekstur dari sediaan pasta gigi gel. Hasil pengamatan yang diperoleh dari formula pasta gigi gel yang mengandung ekstrak daun kelor yaitu pada formula I (F. menunjukkan bentuk semi padat , warna hijau muda dan memiliki aroma khas daun kelor dan mint , formula II (F. menunjukkan bentuk semi padat, warna hijau, dan memiliki aroma khas daun kelor dan mint ,dan formula i (F. menunjukkan bentuk semi padat, warna hijau tua, dan memiliki aroma khas daun kelor dan mint Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian formula sediaan pasta gigi gel pada penelitian ini dibuat 4 . formula dengan membedakan kadar zat aktif ekstak daun kelor (Moringa oleifer. yang pertama menggunakan blanko . anpa ekstra. ,kemudian konsentrasi 3%, konsentrasi 6%, dan konsentrasi 9%. dari daerah asal lancirang. Kec. Pitu Riawa. Kab. Sidenreng Rappang. Hasil identifikasi tanaman yang dilakukan di laboratoium Fitokimia ITKES Muhammadiyah Sidrap. Kabupaten Sidenreng Rappang menunjukkan kebenaran dari tanaman yang digunakan sebagai Proses ekstraksi yang dilakukan dengan metode maseasi dengan menggunakan pelarut etanol Pemilihan etanol 96% sebagai pelarut dikarenakan pelarut ini lebih selektif, tidak toksik, absorbsinya baik serta dapat mencegah tumbuhnya mikroorganisme. Selain itu pelarut ini bersifat universal sehingga senyawa metabolit polar, semi polar dan non polar dapat tersari dengan sempurna. Pada pembuatan formula pasta gigi gel ekstrak daun kelor, ditimbang Natrium alginat sebanyak 2 gr dikembangkan kedalam 40 ml aquades ke dalam lumpang yang panas kemudian dibiarkan selama 15 menit sampai berwarna bening dan berbentuk menyerupai gel. Kemudian dimasukkan ekstak etanol kedalam lumpang sedikit demi sedikit sampai homogen. Ditambahkan gliserin sebanyak 5 gram dan ditambahkan kalsium karbonat sebanyak 44 gram. Kemudian dimasukkan sodium sakarin sebanyak 0,02 gram, dilarutkan metil paraben kedalam air panas, aduk hingga homogen, lalu ditambahkan popilparaben sebanyak 0,02 gram dan oleum peppermint sebanyak 0,5 gram, ditambahkan sodium lauryl sebanyak 2 gram, sehingga menghasilkan pasta gigi gel pada konsentrasi 3% menghasilkan warna hijau muda , konsentrasi 6% menghasilkan warna hijau, dan konsentrasi 9% menghasilkan warna hijau tua. kemudian dimasukkan ke dalam wadah pasta gigi. Hasil yang didapatkan dari formula pasta gigi gel ekstak etanol daun kelor memiliki tekstur yang stabil dimana rasa dan aroma dari setiap konsentasi 3%,6%,dan 9% itu sama sedangkan dari segi warna memiliki pebedaan. Formulasi sediaan pasta gigi pada penelitian ini dibuat 4 formula dengan membedakan kadar zat aktif . kstrak etanol daun kelo. , zat pengisi . alsium karbona. , dan zat gelling agent yaitu natrium alginate, zat ini dipilih karena merupakan zat pembentuk gel yang digunakan dalam pembuatan pasta gigi gel. Zat ini memberikan efek untuk mengikat semua bahan dan membantu memberi tekstur pada pasta gigi gel (Asrina, 2. Zat yang digunakan sebagai pembusa atau surfaktan yaitu natrium lauryl sulfat yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan dan melonggarkan ikatan debris dengan gigi seingga membantu gerakan pembersihan sikat gigi. (Asrina, 2. Sebagai humektan . digunakan gliserin, karna merupakan humektan organik yang tidak menimbulkan iritasi bersifat hogroskopik dan dapat bercampur hingga dengan semua zat. Bahan pengawet dalam pasta gigi ini ditambahkan untuk mencegah kontaminasi bakteri dan mempertahankan kestabilan produk. Bahan yang digunakan yaitu metil paraben dan propil paraben. (Asrina, 2. Dan penambahan zat pemanis juga penting dalam formulasi pasta gigi yaitu sodium sakarin digunakan untuk memberikan efek nyaman selama pengunaan pasta gigi . tovell et al. , 2. Pengaroma pada pembuatan pasta gigi yaitu oleum pippermint yang digunakan sebagai pengaroma dan rasa wangi yang menyegarkan sehingga banyak digunakan dalam pembuatan pasta (Asrina, 2. Selain bahan tersebut diatas, juga ditambahkan air sebagai pelarut untuk natrium alginate dan sebagai penambah volume dari pasta gigi gel yang dibuat(Asrina, 2. Bentuk sediaan pasta gigi yang dipilih pada penelitian ini yaitu bentuk gel. Hal ini disebabkan bentuk gel lebih menarik karena memiliki penampilan fisik yang jernih, mudah dicuci dengan air serta memiliki daya lekat yang cenderung lebih tinggi, karena gel mengandung banyak air sehingga memiliki penampilan transparan atau transluen hingga buram opak. Gel sendiri merupakan suatu sediaan semi padat yang terdiri dari suspense yang dibuat dari patikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar, memiliki kemampuan berpentrasi oleh suatu cairan (Best & Guidelines. Pengujian organoleptis dilakukan untuk mengetahui warna, bau, rasa dan bentuk/tekstur dari sediaan pasta gigi gel. Hasil pengamatan yang diperoleh dari formula pasta gigi gel yang mengandung ekstrak daun kelor yaitu pada formula I (F. menunjukkan bentuk semi padat , warna hijau muda dan memiliki aroma khas daun kelor dan mint , formula II (F. menunjukkan bentuk semi padat, warna hijau, dan memiliki aroma khas daun kelor dan mint ,dan formula i (F. menunjukkan bentuk semi padat, warna hijau tua, dan memiliki aroma khas daun kelor dan mint SIMPULAN Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa formula sediaan pasta gigi gel ekstrak daun kelor dari hasil evaluasi pengujian organoleptis memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dan stabil selama pegamatan Hasil penelitian menunjukkan setiap formula konsentrasi memiliki bentuk dan aroma yang sama tetapi memiliki perbedaan pada setiap warna UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada Fitriana Bunyanis dan Rahmasia, yang telah membantu dalam penyusunan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA