Magistrorum Et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 05 Nomor 01. Agustus 2024, 11 - 20 P-ISSN: 2722-9270 edu/jms Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis Teknologi Digital bagi Mahasiswa Dionisius Heckie Puspoko Jati1 Universitas Kristen Satya Wacana ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Received 24-5-2024 Revised 23-6-2024 Accepted 12-7-2024 Prospective teachers, in this case FKIP students, need to follow developments in the independent curriculum. Teaching modules are one of the learning tools in the independent curriculum that needs to be developed with the support of digital-based learning media. By using digital technology, students can create innovative learning media. This service includes the stages of delivering material, assistance with the preparation of teaching modules and assistance with implementation. The results of this activity were assistance in the preparation of independent curriculum teaching modules using digital-based learning media for SWCU FKIP students to increase participants' understanding through activities, namely assistance in the preparation of IT-based independent curriculum teaching modules, which was successfully implemented. Key words: Pendampingan. Modul Ajar. Media Pembelajaran Mentoring DOI: 24246/jms. ABSTRAK Calon guru yang dalam hal ini mahasiswa FKIP perlu mengikuti perkembangan kurikulum merdeka. Modul ajar sebagai salah satu perangkat pembelajaran dalam kurikulum merdeka yang perlu dikembangkan dengan dukungan media pembelajaran yang berbasis Dengan menggunakan teknologi digital, mahasiswa dapat menyusun media pembelajaran inovatif. Pengabdian ini meliputi tahapan penyampaian materi, pendampingan penyusunan modul ajar dan pendampingan pelaksanan. Hasil kegiatan ini yang berupa Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka memanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Digital Bagi mahasiswa FKIP UKSW untuk meningkatkan pemahaman peserta melalui kegiatan yaitu pendampingan penyusunan modul ajar kurikulum merdeka berbasis IT telah berhasil dilaksanakan. Corresponding Author: dionisius. jati@uksw. Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis Teknologi Digital bagi Mahasiswa (Dionisius Heckie Puspoko Jat. PENDAHULUAN Pendidikan sebagai salah satu tempat untuk membentuk citra baik dalam diri manusia agar berkembang sesuai dengan potensi dirinya. Seiring dengan berkembangnya zaman, pendidikan khususnya dalam pengajaran mengalami kemajuan dalam bidang teknologi informasi (Akhmadi, 2023. Dwi Cahyo, 2. Sehingga hal tersebut berdampak besar bagi keseluruhan sektor pendidikan agar beradaptasi dengan situasi pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar. Sebagai mahasiswa/i Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang dipersiapkan menjadi calon pendidik, mengajar merupakan keahlian utama yang harus dikuasai. Proses belajar mengajar juga merupakan usaha dalam mentransfer ilmu dan mengenalkan hal baru kepada peserta didik yang sesuai dengan perkembangan saat ini sehingga peserta didik mampu beradaptasi dan terbiasa dengan sistem pembelajaran pembelajaran yang berbasis teknologi (Hamid, 2023. Liana et al. Untuk menjawab Skenario Pola Pembinaan Mahasiswa (SPPM) dan tantangan yang ada pada Garis-Garis Besar Haluan Program Lembaga Kemahasiswaan Fakultas. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (GBHPLKF FKIP) kegiatan ini menjawab skala prioritas kompetensi Media. Information, and Technology (MIT) dan skala non prioritas kompetensi Academic Expertise (AE), maka dari itu Departemen Pengembangan Ilmu Bidang II SMF FKIP menyusun program kerja dengan nama FKIP AuGoes To SchoolAy dengan pendampingan menyusun modul ajar kurikulum merdeka berbasis teknologi digital bagi mahasiswa FKIP. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wadah bagi mahasiswa/i FKIP UKSW dalam mengimplementasikan pengetahuannya khususnya dalam pengimplementasian media pembelajaran kurikulum merdeka yang kreatif dan inovatif dengan disesuaikan perkembangan saat ini, sebagai sarana dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran tersebut harapannya dapat membantu meningkatkan ketertarikan peserta didik sehingga mendapatkan pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Kurikulum merdeka, kurikulum yang bertujuan untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik (Hikmah et al. , 2. Kurikulum ini telah diterapkan tidak hanya di sekolah Penggerak tetapi juga di sekolah lain. Menurut Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Olahraga. Sains dan Teknologi, sejauh ini 143. 265 sekolah telah memperkenalkan kurikulum Jumlah tersebut diperkirakan akan semakin meningkat seiring dengan dimulainya penerapan kurikulum mandiri pada tingkat TK. SD. SMP, dan SMA pada tahun ajaran 20222023. Kurikulum mandiri adalah kurikulum yang menggabungkan berbagai pembelajaran di sekolah dengan muatan yang lebih optimal, sehingga memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk mengkonsolidasikan konsep dan memperkuat keterampilan (Rizka et al. , 2. Selama proses pembelajaran, guru mempunyai kebebasan untuk memilih berbagai perangkat pembelajaran, sehingga memungkinkan mereka menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan belajar dan minat siswanya. Kurikulum ini memiliki proyek yang meningkatkan pencapaian profil siswa Pancasila (Wenda et al. , 2. Kemudian dikembangkan berdasarkan tema-tema tertentu yang ditetapkan pemerintah. Proyek ini tidak terkait dengan isi mata pelajaran dan tidak dapat dianggap sebagai pembelajaran mandiri, karena tidak ditujukan untuk mencapai tujuan kinerja pembelajaran tertentu. Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 01. Agustus 2024, 11-20 Merdeka Belajar merupakan revolusi kurikulum Indonesia menuju pendidikan berkualitas (Rohmadi et al. , 2. Kemandirian memberikan berbagai fleksibilitas dalam Guru berhak memasukan kearifan lokal dan kebebasan berpikir dalam pembelajaran (Hariani et al. , 2. Hal ini agar anak-anak dapat berpikir mandiri dan tidak terjajah oleh pemikiran-pemikiran yang sempit. Merdeka Belajar akan memberikan kebebasan berpikir dan peluang ekonomi bagi anak-anak di masa depan ketika mereka memasuki dunia kerja, dan memberdayakan guru untuk memutuskan sendiri apa yang terbaik untuk tingkat keterampilan dan minat anak-anak (Rachman Syam Tuasikal et al. , 2. Pemerintah memberikan kebebasan dalam hal kurikulum yang digunakan oleh masingmasing sekolah (Setiawan et al. , 2. Selanjutnya sekolah diharapkan mampu menyikapi kebijakan tersebut dengan mengimplementasikan secara tepat di sekolah masing-masing sesuai dengan tujuan yang akan dicapai oleh sekolah. Permasalahan pendidikan adalah masih banyak upaya pengekangan (M. Siregar et al. , 2. Guru dan siswa masih merasa diatur oleh peraturan yang mengikat sehingga tidak mempunyai otonomi yang cukup untuk menentukan arah kebijakan belajar mengajar. Mengingat kegiatan belajar mengajar memerlukan kreativitas, maka diharapkan siswa mampu mandiri dan kreatif. Oleh karena itu, guru harus mau menggunakan sumber daya yang tersedia secara kreatif (Farantika et al. , 2. Saat melakukan kegiatan kelas, guru diharapkan menggunakan berbagai media pembelajaran yang sesuai (Muhardini et al. , 2. Secara khusus, guru harus menetapkan pedoman kegiatan pembelajaran di kelas dalam media seperti modul. Modul ajar dalam Kurikulum Merdeka merupakan materi pembelajaran yang disusun secara sistematis untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien (Maulana, 2. Modul ajar ini dirancang untuk memberikan panduan kepada guru dan siswa dalam menguasai kompetensi yang telah ditetapkan dalam Kurikulum Merdeka (E. Siregar et al. , 2. Dengan adanya modul ajar, diharapkan pembelajaran dapat berlangsung lebih terstruktur dan memberikan hasil yang optimal bagi peserta didik. Modul ajar merupakan implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran yang dikembangkan dari Capaian Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai sasaran (Astiantih et al. , 2. Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik, mempertimbangkan apa yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan berbasis perkembangan jangka panjang. Guru perlu memahami konsep mengenai modul ajar agar proses pembelajaran lebih menarik dan Modul ajar merupakan salah satu jenis perangkat ajar yang memuat rencana pelaksanaan pembelajaran, untuk membantu mengarahkan proses pembelajaran mencapai Capaian Pembelajaran (CP). Tujuan pengembangan modul pendidikan adalah untuk menyediakan bahan ajar yang dapat menunjang pembelajaran guru. Berikut adalah beberapa komponen pembelajaran yang dapat dimasukkan ke dalam kerangka Kurikulum Merdeka Belajar : Tujuan Pembelajaran. Pemahaman Bermakna. Pertanyaan Pemantik. Persiapan Pembelajaran. Kegiatan Pembelajaran. Asesmen. Pengayaan dan Remedial. Refleksi Peserta Didik dan Guru. Selanjutnya, media pembelajaran memiliki peranan utama dalam proses pembelajaran Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam kegiatan pembelajaran (Hatala, 2. Mulai dari membuat konten, menyusun quiz, sampai menyampaikan materi pembelajaran melalui berbagai media. Media pembelajaran dapat Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis Teknologi Digital bagi Mahasiswa (Dionisius Heckie Puspoko Jat. dimaknai sebagai segala macam peralatan fisik dapat berupa perangkat lunak atau perangkat dapat dikembangkan, digunakan atau dikelola untuk kepentingan pembelajaran untuk mencapai efektivitas dalam proses pembelajaran (Sukmawati, 2. Dalam memaknai proses pembelajaran secara digital, artikel ini lebih mengkaji dalam bentuk software yang bersifat opensource yang dapat dipakai pendidik untuk berbagai kepentingan pembelajaran. Pertimbangan pembahasan software open source ini adalah kemudahan penggunaan dan akses yang dapat dimanfaatkan pendidik atau bahkan peserta didik dalam melakukan proses Mulai dari mempersiapkan aplikasi pembelajaran, membuat peta konsep materi pembelajaran, menyampaikan materi dalam bentuk presentasi, sampai pada menyusun alat Media yang digunakan adalah dengan menggunakan google drive. Media lain yang digunakan adalah quizizz, kahoot, google form, dll. Modul ajar penting dipahami oleh mahasiswa FKIP sebagai bekal dalam mengajar di dalam kelas. Pada analisis yang dilakukan di mahasiswa FKIP, ditemukan bahwa: . mahasiswa kurang memanfaatkan bahan ajar dan media pembelajaran interaktif, . peralihan Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka. Berdasarkan analisis tersebut, perlu adanya serangkaian kegiatan yang dapat dijadikan sebagai tahapan penyelesaian permasalahan Solusi yang dapat dilakukan antara lain : . Peningkatan pengetahuan dan pemahaman guru tentang kurikulum merdeka dan modul ajar, . Pelatihan pembuatan modul dengan memodifikasi dan mengembangkan bahan ajar yang sudah ada, . Pendampingan selama proses pengabdian. METODE PELAKSANAAN Lokasi Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini adalah di Kampus UKSW Gedung E dan sekolah mitra yang dalam hal ini adalah SD Tengaran. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk workshop dan pendampingan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman pada peserta dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka dan membuat modul ajar pembelajaran berbasis teknologi digital. Kegiatan ini dilaksanakan melalui 3 tahapan yaitu : . tahapan penyampaian materi oleh narasumber, . pendampingan pembuatan modul ajar berbasis teknologi digital dan . pendampingan implementasi modul ajar yang telah dibuat. Tahapan tersebut dapat dilihat dari rincian tabel berikut. Tabel 1. Tahapan Kegiatan Tahapan Hasil yang diharapkan Peserta dapat memahami komponen modul ajar kurikulum merdeka Peserta dapat memahami media pembelajaran berbasis teknologi digital yang dapat digunakan dalam pembelajaran Penyampaian materi oleh Peserta dapat membuat modul ajar kurikulum Pendampingan pembuatan modul ajar berbasis teknologi 2. Peserta dapat membuat media pembelajaran berbasis teknologi digital yang dapat digunakan dalam pembelajaran Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 01. Agustus 2024, 11-20 Pendampingan implementasi modul ajar yang telah dibuat Peserta dapat menerapkan modul ajar kurikulum Peserta dapat menerapkan media pembelajaran berbasis teknologi digital yang dapat digunakan dalam pembelajaran HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merujuk pada metode yang meliputi 3 tahapan yaitu : . tahapan penyampaian materi oleh narasumber, . pendampingan pembuatan modul ajar berbasis teknologi digital dan . pendampingan implementasi modul ajar yang telah dibuat. Tahapan pertama yaitu peyampaian materi oleh narasumber dengan judul materi AuPembuatan Modul Ajar dan Media Pembelajaran Kurikulum Merdeka berbasis ITAy. Tahapan pertama ini dilaksanakan di Gedung E119 FKIP pada hari Senin, 3 Juli 2023. Kegiatan dimulai Pukul 13. 00 sampai dengan Pukul 16. Peserta kegiatan berjumlah 21 mahasiswa dari beberapa Program studi yang ada di FKIP yaitu Program Studi S1 BK. S1 Pendidikan Ekonomi. S1 Pendidikan Sejarah. S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. S1 Pendidikan Anak Usia Dini. S1 Pendidikan Matematika. Narasumber menyampaikan materi menggunakan power point dan beinteraksi dengan peserta melalui diskusi. Gambar 1. Narasumber Menyampaikan Materi Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis Teknologi Digital bagi Mahasiswa (Dionisius Heckie Puspoko Jat. Gambar 2. Peserta antusias dalam menyimak materi dari Narasumber Tahapan kedua yaitu pendampingan pembuatan modul ajar berbasis teknologi digital. Tahapan ini dilaksanakan di Gedung E142 FKIP. Kegiatan dimulai Pukul 10:00 sampai dengan Pukul 15:30. Peserta kegiatan yang terbagi dalam kelompok membuat modul ajar dan media Selanjutnya, narasumber memberikan masukan dan saran untuk perbaikan modul ajar dan media pembelajaran tersebut. Kelompok yang telah mempresentasikan dan mendapat masukan dari narasumber akan merevisi dan mengunggah pada google drive yang disediakan oleh panitia. Media yang digunakan adalah google drive. Gambar 3. Peserta melakukan presentasi Modul Ajar dan Media Pembelajaran Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 01. Agustus 2024, 11-20 Gambar 4. Peserta lain menyimak dan memberi masukan terhadap Modul Ajar dan Media Pembelajaran Selanjutnya, pada tahapan ketiga yaitu pendampingan implementasi modul ajar yang telah dibuat. Tahapan ini dilaksanakan di SD N Tengaran. Kabupaten Semarang. Kegiatan dimulai Pukul 10:00 sampai dengan Pukul 15:30. Peserta kegiatan melaksanakan praktik mengajar di kelas sesuai dengan rencana pembelajaran yang dibuat dalam modul ajar. Peserta juga menggunakan media pembalajaran berbasis teknologi digital. Dalam pelaksanaanya, antusias dari peserta didik sangat baik. Peserta didik mengikuti pembelajaran dengan baik, sehingga setiap langkah-langkah yang ada dalam modul ajar dapat dilaksanakan. Gambar 5. Peserta melakukan praktik mengajar sesuai Modul Ajar dan Media Pembelajaran Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis Teknologi Digital bagi Mahasiswa (Dionisius Heckie Puspoko Jat. Gambar 6. Peserta didik mendisplay lembar kerja yang diberikan saat pembelajaran SIMPULAN Kesimpulan dari kegiatan pendampingan penyusunan modul ajar dan media pembelajaran berbasis teknologi digital berhasil dilaksanakan. Mahasiswa FKIP telah berhasil membuat modul ajar kurikulum merdeka dan media pembelajaran berbasis teknologi digital. Tidak hanya membuat, namun mahasiswa FKIP mampu mempraktikan dalam kelas yang dilaksanakan di SD N Tengaran. Kabupaten Semarang. Hal ini mempunyai arti bahwa pengetahuan dan pemahaman mahasiswa mengenai penyusunan modul ajar dan media pembelajaran tercapai. DAFTAR PUSTAKA