Journal of Management. Accounting and Administration Vol. 2 No. | pp. ISSN: 3063-8992 https://doi. org/10. 52620/jomaa. Peran Literasi Keuangan Syariah dalam Mendorong Perilaku Konsumsi Islami Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura Kurnia Dwi Lestari 1*. Firman Setiawan 2 Universitas Trunodjoyo Madura Email: kurniadwilestari2615@gmail. com, 2firman. setiawan@trunojoyo. Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memahami peran literasi keuangan syariah dalam membentuk perilaku konsumsi Islami di kalangan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman literasi keuangan syariah menyebabkan perilaku Sebaliknya, mahasiswa yang memahami literasi keuangan syariah cenderung lebih bijak, sederhana, dan mempertimbangkan aspek halal-haram. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi literasi keuangan syariah dalam membentuk karakter keuangan mahasiswa yang bertanggung jawab secara moral dan spiritual melalui kurikulum pendidikan yang relevan. Kata Kunci: Literasi Keuangan Syariah. Konsumsi Islami. Prinsip-Prinsip Konsumsi dalam Islam Abstract This study aims to explore the role of Islamic financial literacy in shaping Islamic consumption behavior among students at the University of Trunojoyo Madura. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that low level of Islamic financial literacy leads to consumptive behavior. In contrast, students with a better understanding of Islamic financial literacy tend to be more prudent, modest, and mindful of halal and haram considerations. This research highlights the importance of Islamic financial literacy education in shaping studentsAo financial character to morally and spiritually responsible through a relevant educational curriculum. Keywords: Literasi Keuangan Syariah. Konsumsi Islami. Prinsip-Prinsip Konsumsi dalam Islam https://pub. id/journal/jomaa Copyright A Author. PENDAHULUAN Sektor keuangan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi suatu Salah satu tantangan yang masih dihadapi saat ini adalah literasi keuangan syariah di kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa. Padahal, pemahaman yang baik terhadap prinsipprinsip keuangan syariah sangat penting dalam membentuk perilaku konsumsi yang selaras dengan prinsip-prinsip Islam. Minimnya literasi ini menyebabkan sebagian mahasiswa belum mampu membedakan antara perilaku konsumsi yang dibenarkan secara syariah dan yang bersifat boros atau tidak produktif (Tribuana, 2. Dalam konteks mahasiswa, pola konsumsi berlebihan semakin didukung oleh perkembangan teknologi digital, kemudahan akses terhadap platform belanja online, serta strategi pemasaran yang agresif. Akibatnya, mahasiswa sering terjebak dalam pola konsumsi yang tidak sesuai dengan prinsip kehati-hatian dalam ekonomi syariah (Mohehu dkk. , 2. Rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap literasi keuangan syariah yang meliputi berbagai aspek dalam pengelolaan keuangan yang selaras prinsip islam, menunjukkan pentingnya peningkatan literasi keuangan syariah dikalangan generasi muda. Pengetahuan dan Journal of Management. Accounting and Administration Vol. 2 No. | pp. ISSN: 3063-8992 https://doi. org/10. 52620/jomaa. keterampilan dalam literasi keuangan syariah tidak hanya membentuk kesadaran, tetapi juga memengaruhi sikap serta perilaku individu dalam mengambil keputusan keuangan sehari-hari. Mahasiswa yang memahami literasi keuangan yang baik cenderung lebih bijak dan terinformasi dalam menyikapi persoalan ekonomi berbasis syariah. Oleh karena itu literasi menjadi elemen penting dalam memahami dan mengimplemantasikan prinsip-prinsip ekonomi syariah secara tepat dalam kehidupan mahasiswa (LuthAov & Gultom, 2. Mahasiswa merupakan individu yang berada pada fase transisi menuju kedewasaan. Di mana masa ini seharusnya dimanfaatkan untuk mengembangkan wawasan, keterampilan, dan kompetensi professional. Aktivitas mahasiswa yang padat dilingkungan kampus turut membentuk gaya hidup tersendiri yang dipengaruhi oleh dinamika sosial dan budaya yang terus Akibatnya, pola konsumsi mahasiswa pun mengalami perubahan, tidak hanya berorientasi pada kebutuhan akademik seperti alat tulis, buku, dan transportasi, tetapi juga mencerminkan gaya hidup lebih konsumtif. Aktivitas konsumsi berlebihan ini sering kali dilakukan bukan semata untuk memenuhi kebutuhan, melainkan sebagai bagian dari kebiasaan atau cara mengisi waktu luang. Oleh karena itu, keputusan pembelian yang dilakukan mahasiswa kerap dipengaruhi oleh gaya hidup dan tren sosial, yang dalam banyak kasus mengarah pada pola konsumsi yang kurang sesuai dengan prinsip ekonomi syariah (Rafidah , 2. Dalam perspektif islam, aktivitas konsumsi diatur berdasarkan lima prinsip, yaitu keadilan, kesederhanaan, etika moral, kebersihan, dan sifat dermawan. Namun demikian, perilaku konsumtif masih sering ditemukan dikalangan mahasiswa, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti budaya sosial, lingkungan sekitar, serta gaya hidup modern. Salah satu pemicunya adalah kecenderungan mahasiswa untuk tergiur dengan potongan harga atau diskon, yang membuat mereka lebih mengutamakan keinginan daripada kebutuhan. Hal ini secara tidak langsung mendorong pola hidup konsumtif yang bertentangan dengan prinsipprinsip konsumsi dalam ekonomi syariah (Aeni dkk. , 2. Dalam konteks ini, kemampuan literasi keuangan syariah memiliki peranan penting dalam membantu individu mengelola keuangan pribadi secara bijak, yang pada akhirnya berpengaruh pada peningkatan kualitas hidup. Sebaliknya, minimnya literasi keuangan kerap sekali menimbulkan perilaku konsumtif yang tidak terkontrol dan pemborosan dalam penggunaan dana. Oleh sebab itu, peningkatan literasi keuangan syariah dilingkungan mahasiswa diharapkan dapat menjadi salah satu upaya strategis dalam menekan kecenderungan konsumtif yang tidak sesuai dengan prinsip ekonomi syariah (Simarmata dkk. , 2. Sejumlah penelitian sebelumnya sudah banyak membahas kaitan antara literasi keuangan dan perilaku konsumsi, namun sebagian besar penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kuantitiatif dengan fokus pada pengaruh antar variabel. Sementara itu, penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif lebih banyak membahas literasi keuangan secara umum, tanpa menitikberatkan pada aspek literasi keuangan syariah secara spesifik dan keterkaitannya dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Padahal pemahaman terhadap literasi keuangan syariah dan prinsip ekonomi Islam sangat penting dalam membentuk perilaku konsumsi mahasiswa yang tidak hanya rasional, tetapi juga selaras dengan prinsipprinsip syariah. Oleh sebab itu, penelitian ini bermaksud untuk mengisi celah tersebut dengan memahami secara lebih mendalam peran literasi keuangan syariah dalam membentuk perilaku konsumsi Islami mahasiswa. Dengan itu, diharapkan hasil kajian ini dapat memberikan Journal of Management. Accounting and Administration Vol. 2 No. | pp. ISSN: 3063-8992 https://doi. org/10. 52620/jomaa. peningkatan literasi keuangan dan menjadi bahan pertimbangan bagi lembaga pendidikan dalam merancang strategi edukatif yang efektif untuk mendorong perilaku konsumsi yang sesuai prinsip Islami dan tanggung jawab dikalangan mahasiswa. METODE Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena mampu mengeksplorasi fenomena sosial secara kontekstual berdasarkan pandangan dan pengalaman langsung dari informan yang menjadi subyek penelitian (Moleong. Lokasi penelitian di lakukan di Universitas Trunojoyo Madura. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif serta didukung dengan dokumentasi. Penggunaan wawancara semi terstruktur bertujuan menggali persepsi, pengalaman dan kebiasaan mahasiswa dalam mengatur keuangan dan meyikapi perilaku Peneliti memiliki peran sebagai instrumen utama dalam studi yang dilakukan ini, menjaga refleksivitas agar tidak terjadi bias terhadap data atau aktivitas lainnya. Dari hasil wawancara dan observasi dianalisis secara tematik, yaitu dengan mengidentifikasi pola kategori dan tema yang muncul dari pertanyaan informan. Penarikan kesimpulan dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan terhadap hasil kajian pustaka dan teori sebelumnya. Keabsahan data dijaga melalui metode triangulasi, yaitu dengan menggabungkan data dari wawancara, observasi serta memperkuatnya dengan literatur pendukung, selain itu, dilakukan member checking untuk memastikan bahwa interpretasi yang dibuat sesuai dengan pengalaman dan maksud informan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Trunojoyo Madura. Dalam penelitian ini yang dijadikan subjek merupakan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura yang masih aktif. Penentuan banyaknya sumber data penelitian berdasarkan pada pertimbangan yang menyatakan penelitian kualitatif fokus utamanya bukan pada banyaknya jumlah informan, tatapi pada kualitas dan kedalaman informasi yang mereka berikan. Dari hasil wawancara terhadap mahasiswa dari berbagai program studi, ditemukan bahwa sebagian besar informan belum memahami konsep literasi keuangan syariah. Sementara, informan yang faham akan literasi keuangan syariah mampu membedakan antara keuangan syariah dan konvensioanal serta mengenal berbagai istilah dalam keuangan syariah seperti gharar, riba, dan halal haramnya dalam transaksi. Informan yang faham akan literasi keuangan syariah menerapkan perilaku konsumsi Islami dengan lebih mengutamakan kebutuhan daripada keinginan, mempertimbangkan aspek halal sebelum membeli, dan bisa menahan konsumsi yang berlebihan. Mereka juga mempunyai kebiasaan mencatat setiap pengeluaran dan anggaran dan lebih mengutamakan kesederhanaan dalam gaya hidup. Mereka menyadari bahwa penting sebenarnya punya pemahaman tentang keuangan syariah, terutama supaya bisa lebih bijak dalam mengola pengeluaran serta terhindar dari perilaku konsumsi yang Beberapa informan yang tidak faham akan literasi keuangan syariah menyatakan bahwa sering membeli sesuatu bukan karena butuh, tapi karena tergoda promo, diskon, dan faktor lingkungan pertemanan. Istilah self-reward atau fomo . akut ketinggalan tre. sering menjadi Journal of Management. Accounting and Administration Vol. 2 No. | pp. ISSN: 3063-8992 https://doi. org/10. 52620/jomaa. alasan untuk mereka melakukan konsumsi yang berlebih. Apalagi didukung dengan teknologi sekarang, transaksi bisa dilakukan hanya lewat aplikasi di HP, yang lebih memudahkan mereka dalam melakukan konsumsi secara cepat. Selain itu terlihat juga perbedaan antara informan yang sudah memahami literasi keuangan syariah dengan yang belum faham. Informan yang faham cenderung lebih hati-hati dalam membelanjakan uangnya. Mereka biasanya mempertimbangakan apakah barang itu benar-benar dibutuhkan, dan juga melihat dari sisi halal atau tidaknya. Sementara informan yang belum faham, cenderung tanpa banyak pertimbangan dalam berbelanja dan belum terbiasa mengolah keuangan secara sistematis. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman mahasiswa mengenai literasi keuangan syariah masih tergolong rendah. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa mengakui pentingnya literasi keuangan syariah, penerapannya dalam pola berkonsumsi masih belum konsisten. Sehingga peran literasi keuangan syariah tidak begitu terlihat atau belum optimal. Padahal secara teori, literasi keuangan syariah mempunyai peran penting dalam membentuk perilaku konsumsi yang tidak hanya rasional, tetapi juga selaras dengan prinsip-prinsip Islam (Sulasih dkk. , 2. Literasi keuangan syariah pada dasarnya mencakup pengetahuan dan pemahaman mengenai nilai-nilai pokok ekonomi Islam, seperti menghindari praktik riba, gharar . , maysir . , serta mengedepankan prinsip keadilan dan keberkahan dalam setiap pengelolaan keuangan dan pentingnya kehalalan suatu produk atau transaksi (Aisyah , 2. Dengan memahami konsep ini, diharapkan mahasiswa mampu mengambil keputusan dalam menggunakan uangnya dalam berkonsumsi yang tidak hanya mendapatkan kepuasan dunia, tetapi tindakannya dalam berkonsumsi juga bernilai ibadah karena sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Bagi mahasiswa, peran tersebut menjadi sangat penting karena masa perkuliahan sering kali dijalani jauh dari orang tua dan kampung halaman. Hal itu menuntut mereka untuk belajar hidup mandiri, mengelola keuangan dan bijak dalam mengambil keputusan dalam konsumsi dan mengatur pengeluaran. Dari hasil penelitian juga menyatakan bahwa mahasiswa yang faham mengenai literasi keuangan syariah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-harinya menunjukkan perilaku konsumsi yang terkontrol. Mereka cenderung mempertimbangkan kebutuhan dibangdingkan dengan keinginan, menahan diri dari konsumsi yang berlebihan, dan memperhatikan halal haram dalam berbelanja. Hal ini menunjukkan peran literasi keuangan syariah sebagai control internal . elf-contro. dalam proses pengambilan keputusan konsumsi (Nurjanah, 2. Sebaliknya, mahasiswa yang belum menerapkannya cenderung lebih mudah terpengaruh oleh faktor-faktor eksternal seperti diskon, promo, dan mengikuti standar lingkungannya apalagi dengan didukung mudahnya transaksi online. Konsumsi dilakukan bukan karena kebutuhan yang mendesak, tetapi karena dorongan nafsu seperti keinginan untuk self-reward dan FOMO (Wahyuningsari dkk. , 2. Disinilah pentingnya peran literasi keuangan syariah sebagai bentuk edukasi dalam pengelolaan keuangan tidak hanya kesenangan dunia tetapi juga dapat dari sisi akhiratnya dengan mengarahkan konsumsi pada hal yang halal, bermanfaat dan tidak berlebihan. Dan diperlukan edukasi yang tepat sasaran agar literasi keuangan syariah dapat diimplementasikan dalam kehidupan. Dengan kata lain, literasi keuangan syariah tidak hanya berperan sebagai pengatahuan, tetapi juga sebagai nilai yang membentuk akhlak dan karakter konsumsi seorang muslim yang didapatkan dari pengajaran dari orang tua, penegalaman maupun pembelajaran di lingkungan sekolah (Rohim dkk. , 2. Islam sendiri juga sudah mengatur etika dalam berkonsumsi Journal of Management. Accounting and Administration Vol. 2 No. | pp. ISSN: 3063-8992 https://doi. org/10. 52620/jomaa. secara jelas dalam QS. Al-AAoraf: 31 "Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. " Hal tersebut juga menjadi pengingat bahwa konsumsi dalam islam bukan hanya soal pemenuhan kebutuha tatapi juga bentuk tanggung jawab terhadap rezeki yang diberikan allah (Wahyuni dkk. , 2. Secara penerapan, mahasiswa yang memahami literasi keuangan lebih cenderung memiliki kebiasaan mencatat pengeluaran. Menyusun anggran dan mempertimbangkan aspek moral dari konsumsi merka. Hal ini mencerminkan bahwa literasi keuangan syariah berperan dalam memebentuk kedisplinan konsumsi, yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi gaya hidup konsumtif mahasiswa di era digital. SIMPULAN Literasi keuangan syariah bukan hanya tentang mengetahui cara mengatur uang, tapi juga tentang bagaimana seseorang memahami nilai-nilai Islam dalam setiap keputusan Namun, banyak mahasiswa yang masih belum benar-benar memahami atau menerapkan literasi ini dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, jika diterapkan dengan baik, maka literasi keuangan syraiah bisa menjadi alat untuk mengendalikan diri dalam menyikapi gaya hidup yang konsumtif, terutama dari godaan faktor eksternal seperti promo, diskon dan kemudahan dalam berbelanja secara online. Selain itu, literasi keuangan syariah juga mampu membentuk karakter, bukan hanya cara menghemat, tapi juga tanggung jawab terhadap rezeki yang diterima. Mahasiswa yang memiliki pemahaman seperti ini akan lebih disiplin dalam mengatur keuangannya, dan mampu mempertimbangkan mana yang meruapakan prioritas keperluan dan mana yang hanya keinginan, serta mempertimbangkan halal haram dari cara dan produk dalam aktivitas Oleh sebab itu, peran literasi keuangan syariah sangat penting, bukan cuma mengedukasi mahasiswa hidup mandiri, tapi juga untuk membentuk kebiasaan finansial yang sesuai dengan ajaran islam dan mengedepankan keberkahan. DAFTAR PUSTAKA