Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. MODEL PEMBELAJARAN PADA BASIS SENTRA DALAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA DINI DI KB DAN TK ISLAMIC CENTER SAMARINDA Lailatul Hidayah Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur Jalan KH. Harun Nafsi Gg. Dharma. Samarinda. Kalimantan Timur *Korespondensi Penulis: lailatulhidayah@unukaltim. ABSTRACT The purposes of this research were to describe the design of learning models on a central base in developing expressive language skills, describe the implementation of the learning model on a center base in developing expressive language skills, describe the development of early childhood expressive language skills in KB and Kindergarten Islamic Center Samarinda. The research method used a qualitative approach, and the type of research used a case study. The research respondents were educators and students. The data were collected by interview, observation, and documentation. The data collected was then analyzed by reduction, presentation, and verification. Checking the trustworthiness of the data in this study was carried out by testing the validity of the data. Extending participation, triangulation, and peer discussion was pursued to obtain guaranteed credibility data while confirming ability was done with research results associated with the research process, triangulation, and data sources. The research results showed that learning design on a central base, implementation of learning models on a central base, and development of children's expressive language skills had significantly changed, and an improvement in expressive language skills. Keywords: central learning model, expressive language, kindergarten. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan rancangan model pembelajaran pada basis sentra dalam mengembangkan kemampuan berbahasa ekspresif, mendiskripsikan pelaksanaan model pembelajaran pada basis sentra dalam mengembangkan kemampuan berbahasa ekspresif Anak Usia Dini di KB dan TK Islamic Center Samarinda, mendiskripsikan perkembangan kemampuan berbahasa ekspresif Anak Usia Dini di KB dan TK Islamic Center Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Responden penelitian adalah pendidik dan peserta didik. Cara pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pemeriksaan kepercayaan data dalam penelitian ini dilakukan melalui uji keabsahan data. Untuk memperoleh data terjamin kredibilitasnya maka ditempuh dengan cara perpanjangan keikutsertaan, triangulasi dan diskusi teman sejawat. Sedangkan konfirmabilitas dilakukan dengan hasil penelitian dikaitkan dengan proses penelitian, triangulasi dan sumber data. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu rancangan pembelajaran pada basis sentra, pelaksanaan model pembelajaran pada basis sentra, perkembangan kemampuan berbahasa ekspresif anak terdapat perubahan yang cukup berarti, adanya peningkatan kemampuan berbahasa ekspresif berdasarkan indikator perkembangan bahasa ekspresif. transform Vol. No. October 2023: 25 - 29 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. Kata Kunci: model pembelajaran sentra, bahasa ekspresif. PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini adalah merupakan upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian stimulus pendidikan pertumbuhan baik jasmani maupun rohani memasuki pendidikan yang lebih lanjut (Martini, 2. Usia 4-6 tahun merupakan masa peka bagi anak, di mana anak mulai sensitif perkembangan seluruh potensi anak. Masa peka adalah masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan (Santoso, 2. Melihat keseriusan pemerintah terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini berdampak pada tingginya kesadaran dan partisipasi dan kebutuhan masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini dalam mengahasilkan sumber daya manusia yang Pada permendigbud No 146 Tahun 2014 tentang kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dikembangkan dengan mengacu pada teori pendidikan berbasis standar dan kurikulum berbasis Bahasa adalah keterampilan yang khusus yang kompleks, berkembang dalam diri anak-anak secara spontan, tanpa usaha sadar atau truksi formal, dipakai tanpa memahami logika yang mendasarnya, secara kualitatif sama dalam diri setiap orang, dan berbeda dari kecakapankecakapan lain yang sifatatnya lebih umum dalam hal memproses informasi atau berperilaku secara cerdas (Brown, 2. Bahasa mengekspresikan apa yang dialami dan dipikirkan oleh anak dan kemampuan untuk menangkap pesan dari lawan bicara. Dengan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan anak lainnya. Dengan berbahasa juga dapat dikembangkan kemampuan kreativitas menceritakan kembali kisah yang telah diperdengarkan, berbagi pengalaman, sosio drama atau mengarang cerita dan puisi. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut anak dapat mengembangkan kreativitasnya (Mulyasa, 2. Perkembangan bahasa pada anak usia dini adalah perubahan sistem lambang /bunyi yang berpengaruh terhadap kemampuan berbicara anak usia dini. Dengan kemampuan berbicaranya itu anak usia dini bisa mengidentifikasi dirinya, serta berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain (Wiyani, 2. Pada aspek perkembangan bahasa, kompetensi dan hasil yang diharapkan adalah anak mampu menggunakan bahasa sebagai pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berfikir dan belajar dengan baik. Perkembangan bahasa anak tidak saja dipengaruhi oleh perkembangan neurologis tetapi juga oleh perkembangan biologisnya (Rahardjo, 2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional PAUD menyatakan perkembangan bahasa untuk anak taman kanak-kanak berdasarkan mengembangkan tiga aspek yaitu: a. memahami bahasa reseptif, mencakup kemampuan memahami cerita, perintah, aturan, menyenangi dan menghargai bacaan, b. mengekspresikan bahasa, menjawab pertanyaan, berkomunikasi secara lisan, menceritakan kembali yang diketahui, belajar bahasa pragmatik, mengekpresikan perasaan, ide, dan transform Vol. No. October 2023: 25 - 29 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. keinginan dalam bentuk coretan, c. terhadap hubungan bentuk dan bunyi huruf, serta memahami kata dalam cerita (Permendikbud RI Nomor 137 Tahun Bahasa keterampilan anak dalam mendengarkan. Di dalam kelas, keterampilan ini meliputi memahami aturan guru di dalam kelas, perintah, dan penjelasan. Disamping itu keterampilan bahasa reseptif yang baik memungkinkan anak untuk memahami kata-kata, kalimat, cerita, dan peraturan. Sentra main adalah zona atau area main anak dengan dilengkapi seperangkat alat main yang berfungsi sebagai pijakan untuk mendukung perkembangan anak (Martini. Proses pembelajaran yang berpusat di sentra main saat anak dalam lingkaran mengunakan 4 jenis pijakan . untuk mendukung perkembangan anak, yaitu: pijakan lingkaran main, pijakan sebelum main, pijakan selama main, pijakan setelah main. Berdasarkan deskripsi tersebut, tujuan penelitian ini yaitu untuk mendiskripsikan rancangan model pembelajaran pada basis sentra berbahasa ekspresif, mendiskripsikan pelaksanaan model pembelajaran pada basis sentra dalam mengembangkan kemampuan berbahasa ekspresif Anak Usia Dini, mendiskripsikan perkembangan kemampuan berbahasa ekspresif Anak Usia Dini di KB dan TK Islamic Center Samarinda. Hasil diharapkan dapat menjadi rekomendasi dalam pembelajaran sehingga mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan berdasarkan standar Dikti. METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif (Lexy, 2. Penelitian ini mengambil lokasi di kota Samarinda tempat penelitian yaitu di KB dan TK Islamic Center Samarinda. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak didik KB dan TK Islamic Center Samarinda. Seluruh komponen yang terkait merupakan faktor utama dalam proses pembelajaran di KB dan TK Islamic Center Samarinda. Prosedur pengumpulan data dan perekaman data yang digunakan yaitu: Data yang diperoleh kemudian dibahas secara kualitatif dengan melihat indikator yang ada. PEMBAHASAN Pembahasan hasil penelitian berikut ini mencakup perkembangan kemampuan berbahasa ekspresif anak usia dini di KB dan TK Islamic Center Samarinda yang pembelajaran pada basis sentra dalam pengembangan kemampuan berbahasa pembelajaran pada basis sentra dalam pengembangan kemampuan berbahasa ekspresif, . perkembangan kemampuan berbahasa ekspresif yang menjadi fokus pengamatan peneliti. Rancangan model pembelajaran pada basis sentra dalam mengembangkan bahasa ekspresif dilakukan setiap pijakan baik pijakan lingkungan main, pijakan sebelum main, pijakaan saat main dan pijakan sesudah main. Semua itu disesuaikan berdasarkan RPPH yang telah dibuat sebelumnya berdasarkan indikatorindikator yang terdapat pada Kurikulum Tahun 2013 Permen Nomor 146. Perencanaan yang telah dibuat oleh guru diimplementasikan dalam strategi bermain dan belajar yang mengandung unsur aktif, kreatif, dan menyenangkan bagi anak. transform Vol. No. October 2023: 25 - 29 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. Berdasarkan hasil penelitian di KB dan TK Islamic Center Samarinda, sentra peran memiliki peran yang penting dalam pengembangan kemampuan berbahasa ekspresif anak. Berdasarkan beberapa indikator pencapaian perkembangan bahasa ekspresif, di sentra peranlah semua indikator pencapaian dapat tercapai melalui kegiatan bermain. Kegiatan bermain memunculkan peran anak-anak dapat mengungkapkan apa yang ada pada pikiran Dengan bermain peran anak menjadi lebih mudah untuk berkomunikasi kepada teman atau guru (Montolalu, 2. Bahasa pertanyaan, berkomunikasi secara lisan, menceritakan kembali yang diketahui, belajar bahasa pragmatic, mengekspresikan perasaan, ide, dan keinginan dalam bentuk coretan (MarAoat, 2. Melalui lembaga pendidikan taman kanak-kanak ataupun sejenisnya yang memfasilitasi pendidikan anak usia dini, upaya guru untuk mengembangkan bahasa anak dapat membantu anak di dalam mengembangkan potensi-potensi lainnya secara lebih Anak yang tadinya diam tidak ingin mengungkapkan perasaan, ide, keinginan, tidak berani untuk bercerita, dengan diberikan perhatian dan lingkungan belajar yang kondusif serta menyenangkan dapat membuat anak tersebut mampu mengikuti kegiatan pemebelajaran di sekolah dengan baik (Suharsimi, 2. Berdasarkan berbagai kegiatan bermain dan belajar di setiap sentra dalam pengembangan kemampuan berbahasa ekspresif anak di KB dan TK Islamic Center Samarinda, diperoleh hasil peningkatan bahasa ekspresif anak yang dilihat dari indikator-indikator pencapaian perkembangan bahasa ekspresif seperti mengungkapkan perasaan atau ide, dengan adanya kegiatan sentra di KB dan TK Islamic Center Samarinda anak-anak dapat mengutarakan perasaan, keinginan atau ide. Ibu guru turut serta dalam peningkatan kemampuan berbahasa ekspresif ini. Guru memberikan kesempatan yang seluasluasnya kepada anak-anak. Selanjutnya dari hasil penelitian ini di setiap sentra yang ada, sentra peran memiliki peranan yang penting berbahasa ekspresif. Dari kemampuan berbahasa di KB dan TK Islamic Center Samarinda. Perkembangan kemampuan berbahasa anak belum tercapai Keadaan seperti ini dapat dilihat dari ketidak mampuan anak dalam sederhana, menceritakan kejadian yang telah anak alami secara sederhana dan melanjutkan sebagian cerita/dongeng yang telah diperdengarkan. KESIMPULAN Model pembelajaran pada basis sentra yang diterapkan memberikan peningkatan dalam perkembangan bahasa ekspresif yang ditunjukkan dengan adanya perubahan pada anak-anak dari yang tidak menceritakan lingkungan sekitar menjadi bersedia untuk menceritakan hal tersebut. Secara bertahap berkembang dengan baik sesuai dengan indikator pencapaian perkembangan bahasa ekspresif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Sentra memiliki peranan dan berpotensi dalam mengembangkan kemampuan berbahasa ekspresif anak. DAFTAR PUSTAKA