ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13766-137371 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Peran Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga dan Masyarakat 1,2,3 Athaya Hasna Salsabila1. Tajudin Noor2. Abdul Kosim3 Program Studi Pendidikan Agama Islam. Universitas Singaperbangsa Karawang Email : athayasalsa@gmail. com1, etajuddinnoor@gmail. hkosim71@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tujuan pendidikan agama : . terbentuknya kepribadian yang utuh jasmani dan rohani . nsan kami. yang tercermin dalam pemikiran maupun tingkah laku terhadap sesama manusia, alam serta Tuhannya, . dapat menghasilkan manusia yang tidak hanya berguna bagi dirinya, tapi juga berguna bagi masyarakat dan lingkungan, serta dapat mengambil manfaat yang lebih maksimal terhadap alam semesta untuk kepentingan hidup di dunia dan akhirat, . merupakan sumber daya pendorong dan pembangkit bagi tingkah laku dan perbuatan yang baik, dan juga merupakan pengendali dalam mengarahkan tingkah laku dan perbuatan manusia. Oleh karena itu pembinaan moral harus didukung pengetahuan tentang ke-Islaman pada umumnya dan aqidah atau keimanan. Dengan ini perlu adanya peran pendidikan agama islam dalam keluarga dan masyarakat. Kata kunci: Pendidikan Agama Islam. Keluarga. Masyarakat Abstract The purpose of this study is to determine the purpose of religious education: . the formation of a complete personality physically and spiritually . nsan kami. which is reflected in thoughts and behavior towards fellow humans, nature and God, . can produce humans who are not only useful for humans. himself, but is also useful for society and the environment, and can take maximum benefit from the universe for the benefit of living in this world and the hereafter, . is a driving and generating resource for good behavior and deeds, and is also a controller in directs human behavior and actions. Therefore, moral development must be supported by knowledge of Islam in general and aqidah or faith. With this, there is a need for the role of Islamic religious education in the family and society. Keywords: Islamic Religious Education. Family. Community PENDAHULUAN Pendidikan merupakan bagian dari upaya membantu manusia menjalani kehidupan yang bermakna dan bahagia. Oleh karena itu, pendidikan yang teratur dan sadar serta memiliki landasan yang kuat dan kokoh berpedoman pada Al-Qur'an dan Sunnah Nabi. Sementara itu. H Menurut Abdin Nata, landasan pendidikan Islam adalah Auberdasarkan konsep tauhid. Berdasarkan hal tersebut, fokus pendidikan Islam adalah integritas yang melandasi seluruh umat manusia dari tingkat keimanan dalam segala bentuk tenaga dalam mengupayakan penyucian diri dan pencerahan jiwa sehingga dapat naik ke tingkat (Amarshall. Ay. Pendidikan mendidik manusia untuk memperoleh ilmu keterampilan dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta menggunakan ilmu dan keterampilannya untuk kepentingan masyarakat, lingkungan, dan bangsa. Menurut Zuhairini . AuPendidikan agama adalah usaha yang sistematis dan praktis untuk membantu peserta didik hidup sesuai dengan ajaran agama. AuPendidikan melalui ajaran Islam, yaitu peserta didik yang dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam yang diyakininya sepenuhnya, dan juga ajaran Islam, ketika telah selesai kelak. Pendidikan agama adalah upaya mengajar dan mengajar Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13766-137371 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 peserta didik untuk mengamalkan ajaran agama nanti. Dalam pendidikan agama, peserta didik memiliki kualitas dan kepribadian utama yang unggul, yang lebih penting untuk mengembangkan karakter anak, yaitu mengajarkan karakter yang baik. Dalam hal Al-QurAoan surat at-Tahrim ayat 6 menegaskan bahwa orang tua bertanggung jawab penuh untuk mendidik anak -anaknya. AaNcE aI e a aI a aN eI aOOa eaEa eOIa aIA a AEa eO aN aI E aEaiO aE aE a a a aca Oa eAA U A aE eI aO a eN aE eO aE eI IA a a AA a ca acOCa eO aNa EIA a aAOeaOac aN Eac aOeIa aIIa eO Ca eeO a eIAA a A aO eE a aA a aAO eOIA AOae aI a eO aIA Artinya : AuHai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api nerakaAy (QS. At-Tahrim 66: . Menjaga diri dan keluarga dari api neraka berarti setiap orang tua harus berusaha sekuat tenaga memberikan perlindungan demi keselamatan anak di hari kemudian. Memberi keselamatan itu tentu dengan ilmu yaitu berupa bimbingan dan pendidikan baik itu ilmu agama maupun ilmu umum . Dengan pemberian ilmu tersebut, tentunya orang tua berharap anaknya terjaga dari kesengsaraan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Menurut pandangan Islam, pendidikan harus mengutamakan pendidikan keimanan. Sejarah telah membuktikan bahwa pendidikan yang tidak atau kurang memperhatikan pendidikan keimanan akan menghasilkan lulusan yang kurang baik akhlaknya. Akhlak yang rendah itu akan sangat berbahaya bagi kehidupan bersama. yang dapat menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Lulusan sekolah yang kurang kuat imannya akan sangat sulit menghadapi kehidupan pada zaman yang semakin penuh tantangan di masa mendatang. Oleh karena itu, mengingat pentingnya pendidikan Islam terutama bagi generasi muda, semua elemen bangsa, terutama guru pendidikan Islam, perlu membumikan kembali pendidikan Islam di sekolah-sekolah baik formal maupun informal (Suharsimi. Permasalahannya adalah bagaimana peran keluarga dan masyarakat dalam meningkatkan keimanan dan kecerdasan melalui pendidikan agama. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui: . bagaimana peran pendidikan agama dalam keluarga dan masyarakat, serta . manfaat pendidikan dalam lingkungan METODOLOGI PENELITIAN Metode penulisan menggunakan studi kepustakaan, dengan pendekatan deskriptif Studi literatur yang dilakukan oleh penulis yaitu dengan melakukan pencarian terhadap berbagai sumber tertulis, baik berupa buku-buku, arsip, majalah, artikel, dan jurnal, atau dokumen-dokumen yang relevan dengan permasalahan yang dikaji. Sehingga informasi yang didapat dari studi kepustakaan ini dijadikan rujukan untuk memperkuat argumentasiargumentasi yang ada. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidikan Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah melalui proses pembelajaran di lembaga pendidikan sejak usia dini hingga era pendidikan tinggi. Menurut Zuchdi . 0: 2-. , pendidikan menciptakan lingkungan dan proses belajar yang mendorong peserta didik untuk secara aktif mengembangkan potensi diri, jiwa keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, kepribadian mulia, dan keterampilan. upaya untuk dilakukan. Atau kemampuan Kepribadian yang dibutuhkan oleh diri sendiri, masyarakat, negara, bangsa. Secara akademis, pendidikan kepribadian diartikan sebagai pembentukan nilai, kepribadian, moralitas, kepribadian, atau moralitas, kemampuan peserta didik untuk mengambil keputusan baik dan buruk, memelihara kebaikan, dan mencapainya dalam kehidupan seharihari. Oleh karena itu, pendidikan merupakan kata kunci bagi semua manusia untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Pengetahuan hanya dapat diperoleh dan diserap dengan baik oleh pendidikan. Menurut Ratna Wilis . 6: . , pola asuh ini juga merupakan pendekatan yang merespon fitrah manusia dan memiliki tahapan pertumbuhan. Selain itu. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13766-137371 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 tujuan pendidikan berkaitan erat dengan tujuan hidup manusia, dan tujuan hidup ini juga berbeda-beda di setiap negara. Pendidikan Agama Islam Menurut Arifin Muzayyin . : Tujuan pendidikan agama adalah mempersiapkan peserta didik untuk melakukan peran-peran yang memerlukan perolehan pengetahuan khusus tentang ajaran agama yang bersangkutan. Dengan berkembangnya zaman, semakin meningkat pula minat pemahaman bahwa pendidikan agama semakin dibutuhkan oleh seluruh umat manusia, terutama yang masih duduk di bangku sekolah. Ada tiga tingkatan aktivitas dalam ajaran Islam. Membaca puisi-puisi Allah, . Tazkiyah. Mensucikan jiwa, . Kitab Ta`limul wa sunnah. Mengajarkan Injil dan segala hikmah. Pendidikan agama bisa mengubah orang bodoh menjadi orang baik. Pendidikan Islam dicirikan oleh fakta bahwa ia membentuk pemahaman Islam yang lengkap dan komprehensif, melestarikan apa yang telah dipelajari, mengembangkan lebih lanjut pengetahuan yang diperolehnya, dan tetap dalam lintasan Syariah. Hasil pendidikan Islam membentuk jiwa yang tenang, akal dan pikiran yang kuat secara fisik, dan banyak amal. Pendidikan Islam Terpadu dalam Pendidikan Spiritual. Fikrya dan Amalia (Kegiata. Nilai-nilai Islam yang diajarkan kepada individu memerlukan langkah lebih lanjut dan sedang dikembangkan untuk pemberdayaan di segala bidang kehidupan manusia. Selanjutnya, kemungkinan yang dikembangkan diarahkan untuk mewujudkan kemungkinan pada rentang hidup yang berbeda. Pendidikan yang diajarkan Allah SWT melalui Rasul-Nya bersumber kepada Al Qur`an sebagai rujukan dan pendekatan agar dengan tarbiyah akan membentuk masyarakat yang sadar dan menjadikan Allah sebagai Ilah saja, maka kehidupan mereka akan selamat di dunia dan akhirat. Hasil ilmu yang diperolehnya adalah kenikmatan yang besar, yaitu berupa pengetahuan, harga diri, kekuatan dan persatuan. Langkah-langkah Menanamkan Pendidikan Islam Al-Qurthubi menyatakan bahwa ahli-ahli agama Islam membagi tiga tingkatan pengetahuan yaitu: . pengetahuan tinggi. ilmu ketuhanan, . pengetahuan menengah. mengenai dunia seperti kedokteran dan matematika, . pengetahuan rendah. praktis seperti bermacam-macam keterampilan kerja. Hal ini berarti bahwa pendidikan iman/agama harus diutamakan. Tiga hal penting yang harus secara serius dan konsisten diajarkan kepada anak didik yaitu: . Pendidikan akidah/keimanan. untuk menghasilkan generasi muda masa depan yang tangguh dalam imtaq . man dan taqw. dan terhindar dari aliran atau perbuatan yang menyesatkan kaum remaja seperti gerakan Islam radikal, penyalagunaan narkoba, tawuran. Untuk mencapai tujuan pendidikan sebagaimana yang seperti yang dirancangkan oleh Rasulullah, agar terbentuknya manusia yang berakhlak. Para orang tua yang ingin menanamkan kesadaran beragama kepada anak - anaknya, haruslah memahami dengan jelas bahwa masalah agama adalah hal yang sangat penting. Ada tiga faktor yang penting mengapa kesadaran beragama perlu ditanamkan sedini mungkin kepada anak anak, yaitu: Agama memberi bimbingan dalam kehidupan manusia sejak anak -anak, di masa dewasa sampai kepada hari tu a agar bermoral luhur dan berprikemanusian. Agama dapat menolong manusia sejak masa anak -anak agar menjadi seorang yang tabah, sabar, dan pikirannya terbuka dalam menghadapi problema dan kesukaran. Agama dapat membimbing anak -anak agar hidup tenang, jiwanya lebih tentram dan terhindar dari godaan serta cobaan. Peran Keluarga dalam Pendidikan Menurut etimologi peran keluarga dalam pertumbuhan anak ibarat baju besiyang kuat yang melindungi manusia. Secara terminologis, keluarga berarti sekelompok orang yang pertama berinteraksi dengan bayi. Pada tahun-tahun pertama hidup bayi bersama keluarga. Bayi tumbuh dan berkembang mengikuti kebiasaan dan tingkah laku orang tua dan orangorang sekitamya. Keluarga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah suatu kerabat yang paling Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13766-137371 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 mendasar dalam masyarakat yang terdiri dari ibu dan bapak dengan anak-anaknya. Menurut Ibrahim Amini, keluarga adalah Auorang-orang yang secara terus menerus atau sering tinggal bersama si anak, seperti ayah, ibu, kakek, nenek, saudara laki-laki dan saudara perempuan dan bahkan pembantu rumah tangga diantara mereka di sebabkan mempunyai tanggung jawab menjaga dan memelihara si anak yang menyebabkan si anak terlahir di dunia, mempunyai peranan yang sangat penting dan kewajiban y ang lebih besar bagi pendidikan si anak Ay. Salah satu tujuan syariat Islam adalah memelihara kelangsungan keturunan melalui perkawinan yang sah menurut agama. Diakui ole h undang-undang dan diterima sebagai dari budaya masyarakat. Keyakinan ini sangat bermakna untuk membangun subuah keluarga yang dilandasi nilai - nilai moral agama. Pada intinya lembaga keluarga terbentuk melalui pertemuan suami dan istri yang permanen dalam masa yang cukup lama, sehingga berlangsung proses reproduksi. Dalam bentuknya yang paling umum dan sederhana, keluarga terdiri da ri ayah, ibu, dan anak. Psikolog dan ahli pendidikan meyakini bahwa keluarga merupakan faktor utama yang mampu memberikan pengaruh terhadap pembentukan dan pengaturan ahklak anak. Keluarga terus memiliki pengaruh di masa kanakkanak saat anak selesai sekolah, sampai anak itu lepas dari pengasuhan dan mengarungi bahtera rumah tangganya. Peran Keluarga adalah: . merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, berkembang dan menjadi dewasa. Pendidikan di dalam keluarga sangat mempengaruhi tumbuh dan terbentuknya watak, budi pekerti dan kepribadian tiap-tiap manusia, . ibarat sekolah pertama dimasuki anak sebagai pusat untuk menumbuh kembangkan kebiasaan . , mencari pengetahuan dan pengalaman, . perantara untuk membangun kesempurnaan akal anak dan kedua orang tuanya yang bertanggung jawab untuk mengarahkan serta membangun dan mengembangkan kecerdasan berpikir anak. Semua sikap, perilaku dan perbuatan kedua orang tua selalu menjadi perhatian anak-anak. Fungsi-fungsi utama keluarga yaitu: . Menjaga fitrah anak yang luhur dan suci, . Meluruskan fitrahnya dan membangkitkan serta mengembangkan bakat kemampuan positifnya, . Menciptakan lingkungan yang aman dan tenang dan mengasuhnya di lingkungan yang penuh kasih sayang, lemah lembut dan saling mencintai. Dengan demikian anak tersebut memiliki kepribadian normal yang mampu melaksanakan kewajiban dan berguna di masyarakat, . memberikan informasi tentang pendidikan dan kebudayaan masyarakat, bahasa, adat istiadat dan norma-norma sosial agar anak dapat mempersiapkan kehidupan sosialnya dalam masyarakat. Peran Masyarakat dalam Pendidikan Masyarakat adalah sekumpulan orang dengan berbagai ragam kualitas diri mulai dari yang tidak berpendidikan sampai pada yang berpendidikan tinggi. Kualitas suatu masyarakat ditentukan oleh kualitas pendidikan para anggotanya, makin baik pendidikan anggotanya, semakin baik pula kualitas masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat merupakan lembaga pendidikan yang ketiga setelah pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Pada Sistem pendidikan nasional tercantum bahwa dalam rangka membangun masyarakat lndonesia seutuhnya, pada hakikatnya menjadi tanggung jawab seluruh bangsa lndonesia dan dilaksanakan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah. Hal ini juga ditegaskan dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun pemerintah. Masyarakat ikut bertanggung jawab atas berbagai permasalahan pendidikan. Masyarakat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi, sebagaimana tertera dalam Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 pasal 8 bahwa. masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi program pendidikan. Tujuan dari pasal ini adalah agar dapat menjamin pemerataan kesempatan dan kualitas pendidikan. Dengan demikian masyarakat mempunyai peran yang besar dalam pelaksanaan pendidikan nasional antara lain menciptakan suasana yang dapat menunjang pelaksanaan pendidikan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13766-137371 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 dan ikut melaksanakan pendidikan non pemerintah . Peran Pendidikan Agama di Lingkungan Masyarakat Adapun Menurut H. Jalaluddin: beberapa fungsi agama dalam masyarakat, antara . fungsi Edukatif (Pendidika. ajaran agama secara yuridis . berfungsi menyuruh/mengajak dan melarang yang harus dipatuhi agar pribagi penganutnya menjadi baik dan benar, dan terbiasa dengan yang baik dan yang benar menurut ajaran agama masing-masing. fungsi Penyelamat. dimanapun manusia berada, dia selalu menginginkan dirinya selamat. Keselamatan yang diberikan oleh agama meliputi kehidupan dunia dan . fungsi Perdamaian. melalui tuntunan agama seorang/sekelompok orang yang bersalah atau berdosa mencapai kedamaian batin dan perdamaian dengan diri sendiri, sesama, semesta dan Allah, . fungsi Kontrol Sosial. ajaran agama membentuk penganutnya semakin peka terhadap masalah-masalah sosial seperti, kemaksiatan, kemiskinan, keadilan, kesejahteraan dan kemanusiaan. Kepekaan ini juga mendorong untuk tidak dapat berdiam diri menyaksikan kebatilan yang merasuki sistem kehidupan yang ada, . fungsi Pemupuk Rasa Solidaritas. bila fungsi ini dibangun secara serius dan tulus, maka persaudaraan yang kokoh akan berdiri tegak menjadi pilar "Civil Society" . ehidupan masyaraka. yang memukau, . fungsi Pembaharuan. ajaran agama dapat mengubah kehidupan pribadi seseorang atau kelompok menjadi kehidupan baru. Dengan fungsi ini seharusnya agama terus-menerus menjadi agen perubahan basis-basis nilai dan moral bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, . fungsi Kreatif. menopang dan mendorong fungsi pembaharuan untuk mengajak umat beragama bekerja produktif dan inovatif bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain, . fungsi Sublimatif . ersifat perubahan emos. ajaran agama mensucikan segala usaha manusia, bukan saja yang bersifat agamawi, melainkan juga bersifat duniawi. Usaha manusia dapat dilakukan selama tidak bertentangan dengan norma-norma agama dan atas niat yang tulus. Dengan demikian Pendidikan agama dalam lingkungan masyarakat sangat berperan penting bagi kehidupan bermasyarakat dan dalam meningkatkan moral bangsa dan Negara. SIMPULAN Pendidikan agama merupakan faktor yang sangat penting untuk menyelamatkan anak-anak, remaja ataupun orang dewasa dari pengaruh buruk budaya asing yang bertentangan dengan budaya Islam yang saat ini sudah banyak mempengaruhi bangsa Indonesia, terutama generasi muda. Peranan orang tua sangat berpengaruh sekali dalam mendidik anak-anaknya terutama sekali di dalam pendidikan Islam. Anak merupakan bahagian dari masyarakat yang dipundaknya terpikul beban pembangunan di masa mendatang. Keluarga merupakan lembaga yang memang berperan dalam meletakkan dasar-dasar pendidikan agama. Kebiasaan orang tua membawa anaknya ke mesjid merupakan langkah yang bijaksana dari keluarga dalam upaya pembentukan anak sebagai makhluk religius. Pendidikan di lingkungan keluarga dapat menjamin kehidupan emosiona l anak untuk tumbuh dan berkembang. Kehidupan emosional ini sangat penting dalam pembentukkan kepribadian anak. DAFTAR PUSTAKA