SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 52-57 September 2024 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Pemanfaatan Jerami padi pada Budidaya Tanaman Cabai di Desa Aman Jaya Utilization of rice straw in chili cultivation in Aman Jaya Village Dharmawan Ar1*. Isna Maslahatul2. Habib Assyiqin3. Program Studi Sains Pertanian, 2Program Studi Sains Pertanian. Program Studi Sains Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Nurul Huda. Sukaraja. OKU Timur Indonesia *E-mail: Dharmawan123@gmail. ABSTRAK Limbah tanaman padi seperti Jerami dan sekam dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan budidaya dan diolah untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomi. Sisa produksi tanaman padi yang sebelumnya bertumpuk di areal persawahan telah dimanfaatkan sebagai mulsa organik pada lahan budidaya cabai, sebagai bahan media tanam tanaman cabai, dan diolah menjadi pupuk organik. Pemanfaatan dan pengolahan limbah padi tersebut masih terbatas pada penggunaan limbah pada kegiatan budidaya tanaman dan pengolahan limbah akan dilakukan untuk menghasilkan pestisida alami. Kata kunci: Jerami padi, budidaya, tanaman cabai ABSTRACT Rice plant waste such as straw and husks can be used for various cultivation activities and processed to produce products of economic value. The remaining rice production that was previously piled up in rice fields has been used as organic mulch on chili cultivation land, as a planting medium for chili plants, and processed into organic fertilizer. The use and processing of rice waste is still limited to the use of waste in plant cultivation activities and waste processing will be carried out to produce natural pesticides. Keyword: Rice straw, cultivation, chili plants E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 52-57 September 2024 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. , 2. Pemanfaatan limbah pertanian PENDAHULUAN berdampak dari segi energi, finansial, dan Padi adalah komoditi pertanian yang paling banyak dibudidayakan oleh masyarakat Sebagai tanaman penghasil beras yang Indonesia, budidaya padi dilakukan sangat intensif di hampir seluruh wilayah Indonesia. Intensifnya budidaya padi tersebut, tidak saja kebutuhan pokok masyarakat, namun juga menyisahkan limbah yang melimpah. Dalam maupun dalam pengolahan padi, dihasilkan sekitar 60% beras, ekologi (Karyaningsih, 2. Limbah jerami dan sekam telah digunakan sebagai bahan bakar dan abunya dimanfaatkan sebagai Jerami juga digunakan sebagai pakan ternak besar dan sebagai media tumbuh jamur. Demikian pula limbah sekam dan merang yang telah banyak dimanfaatkan dalam budidaya jamur secara komersil. Dengan demikian, tanaman padi yaitu jerami, dedak, merang dan Jerami dihasilkan sebanyak 55,6% dari total hasil padi, gabah sekitar 44,4% dan hanya sekitar 65% dari gabah tersebut yang menjadi beras sedangkan sisanya berupa sekam dan dedak (Djoefrie et al. , 2. Total limbah tersebut dapat menimbulkan masalah serius bagi lingkungan dan kesehatan apabila tidak diolah dan dimanfaatkan secara tepat. Limbah padi masih sangat sedikit yang dimanfaatkan sekam 17%, dedak 8% jerami 10 % dan bekatul 5%. Limbah yang dihasilkan dari Limbah kembali dalam bidang pertanian atau budidaya Jerami dan sekam merupakan hasil samping tanaman padi yang mengandung nutrisi sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman. Penggunaan limbah padi tersebut dalam budidaya tanaman selain berfungsi sebagai sumber unsur hara, juga sebagai alternatif pengganti pupuk kimiawi lingkungan sehingga berdampak baik bagi lingkungan dan ekonomi petani. dan lebih banyak terbuang percuma. Limbah padi jika diolah lebih lanjut akan diperoleh produk yang bernilai jual. METODE beberapa produk limbah padi setelah diolah Penelitian ini dilaksanakan pada April akan menjadi pupuk kompos, arang sekam, sampai Juli 2024 di beberapa Kelompok Tani pakan ternak, briket, media tanam (Santo et Padi di DesaTrantang Sakti Kecamatan Buay E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 52-57 September 2024 DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Pemuka Peliung. Kegiatan tersebut dihadiri ketua dan Penelitian ini dilaksanakan secara bertahap, meliputi beberapa kegiatan sebagai berikut: Peninjauan sebagai langkah awal dalam menentukan tema dan topik kegiatan melalui observasi kondisi, permasalahan yang dihadapi kelompok tani. Observasi dan wawancara dengan beberapa anggota kelompok tani makmur 62. Selain penyuluhan tentang manfaat dan dampak bertumpuknya limbah yang tidak diolah, dilakukan juga sosialisasi dan diskusi tentang rencana pelaksanaan kegiatan selanjutnya praktik/demonstrasi limbah dan keberlanjutan program penanganan limbah padi. kelompok tani. berdasarkan hasil peninjauan Berbagai jenis limbah padi ditemukan di sekitar areal persawahan yang memiliki potensi untuk digunakan dan diolah menjadi Demonstrasi. mempraktikkan cara pengolahan produk bermanfaat. Pada sesi penyuluhan limbah padi, cara aplikasi, dan beberapa dijelaskan lebih detail cara pengolahan limbah model produk pengembangan. tersebut berdasarkan pemanfaatannya. Aneka limbah tersebut digunakan secara langsung namun sebagian yang lain harus HASIL DAN PEMBAHASAN melalui pengolahan terlebih dahulu. Limbah Penelitian memperkenalkan manfaat pengolahan limbah pemanfaataan hasil olahan limbah untuk budidaya dan peningkatan pendapatan petani. Berbagai jenis limbah dari padi antara lain jerami, dedak, sekam, bekatul. Kegiatan diawali dengan penyuluhan yang dilaksanakan untuk berbagi pengetahuan tentang limbah padi seperti jerami dapat langsung digunakan sebagai mulsa organik di lahan pertanaman dan setelah diolah dapat digunakan sebagai pupuk organik. Begitu pula sekam mentah dan sekam bakar dapat diolah menjadi pupuk kompos dan dapat pula di manfaatkan menjadi media tanam. Limbah lain seperti bekatul dapat diolah menjadi tepung pengganti terigu sebagai bahan pembuatan kue dan atau biskuit. padi yang dapat diolah menjadi bahan yang bermanfaat dan bernilai ekonomis sehingga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan. Kegiatan diskusi dan tanya jawab tentang pemanfaatan Setelah sosialisasi, dilakukan demonstrasi atau praktik E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 52-57 September 2024 DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. pengolahan dan pemanfaatan limbah padi. pertumbuhan gulma dan rumput-rumput liar Penyuluhan dan sosialisasi tentang pemanfaatan limbah bertujuan meningkatkan kepeduliaan masyarakat terhadap keberadaan limbah sebagai sisa produksi tanaman yang masalah bagi kesehatan dan lingkungan apabila dibiarkan bertumbuk di lahan. Salah satu limbah padi yang paling banyak dijumpai adalah jerami. Sebagai bahan organik, jerami merupakan pilihan terbaik sebagi mulsa dalam budidaya tanaman baik tanaman pangan Pemanfaatan bahan organik sebagai mulsa akan mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dan mulsa plastik. Limbah yang berasal dari pengolahan hasil pertanian secara umum memiliki kandungan gizi yang tinggi, merangsang pertumbuhan tanaman (Irianto, budidaya, menghalangi terik matahari dan hujan yang terlalu deras yang mengakibatkan pengikisan tanah dan aliran permukaan . un Dengan demikian, pemanfaatan mulsa jerami akan menyehatkan tanah, membuat iklim mikro di permukaan tanah mendukung menghalangi erosi tanah, dan menstabilkan pH Selain digunakan secara langsung sebagi mulsa, jerami juga dapat diolah menjadi kompos yang selanjutnya menjadi campuran media tanam dan atau diaplikasi sebagai pupuk dengan cara disebar ke lahan Pembuatan kompos dari limbah jerami padi dilakukan dengan cara fermentasi dengan menggunakan dekomposter seperti (EM. HCS bioactivator, dan beberapa mikroba yang ada di tanah seperti alga, fitoplankton, cendawan, dan bakteri (Rhofita, 2. pada bedengan tanaman sayur-sayuran. Pilihan Limbah padi selain jerami adalah berbagai keunggulan yaitu limbah jerami padi sekam yang dapat digunakan sebagai media tersedia di lapangan, tidak membutuhkan tanam baik di lahan pertanaman maupun pada dapat langsung digunakan sebagai pot atau polibag. Sebelum digunakan sebagai penutup tanah tanpa pengolahan sebelumnya. Jerami adalah bahan organik . isa tanama. terlebih dahulu sehingga menjadi arang sekam. sehingga dapat melapuk dan terurai menjadi Penambahan arang sekam sebagai campuran sumber bahan organik dan jika dihamparkan di media tanam atau saat olah lahan pertanian memiliki kontribusi besar bagi tanaman. E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 52-57 September 2024 DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Arang sekam dapat memperbaiki kualitas Djoefrie. Bintoro & Dewi. R,K. Pencegahan. Pengendalian, kandungan C organik tanah dan peningkatan Pemanfaatan Limbah Organik. Bogor: IPB Press. (Karyaningsih. Arang sekam sangat baik jika ditambahkan sebagai campuran untuk media persemaian, karena kandungan unsur silikat (S. terbukti resisten terhadap serangan hama dan patogen tanah (Listiana et al. , 2. , selain itu arang pembenah tanah, terutama untuk memperbaiki kandungan hara lapisan sub soil sehingga pembibitan (Supriyanto & Fiona, 2. Irianto. Hasil proses teknologi pengolahan limbah cair secara biologi terhadap kualitas dan produksi bahan Wicaksana: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 24 . Karyaningsih. Pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung peningkatan kualitas lahan dan produktivitas padi Jurnal Buana Sains, 12 . , 45 - KESIMPULAN Penelitian ini untuk memanfaatkan Pengolahan limbah padi menjadi produk yang bermanfaat seperti mulsa organik, pupuk kompos, dan bahan media tanam. Pemanfaatan limbah sekam sebagai sumber energi alternatif dan sebagai pestisida alami. DAFTAR PUSTAKA