JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Langkah Nyata Bantuan Sosial untuk Masyarakat Desa Karangmulya Muhamad Syahwildan1. Fakhri Ramdhani Fairuzy2. Yuniar Ayu Kartika3. Jonatan Simangunsong4. Chandra Alexander Sihombing5. Muhammad Isra6. Bangkit Setiawan7. Alpiner Marhuson Siahaan8 1,2,3,4,5,6,7,8 Universitas Pelita Bangsa *E-mail: muhamad. syahwildan@pelitabangsa. ABSTRAK Masyarakat miskin ekstrim bisa didefinisikan sebagai suatu kelompok atau perorangan yang hidup dalam kondisi dimana tidak dapat selalu memenuhi kebutuhan dasar seperti pendidikan, pangan, tempat tinggal, bantuan kesehatan dan lain sebagainya. Ciri-ciri yang bisa dilihat jelas dari masyarakat miskin ekstrim adalah keterbatasan untuk mendapatkan kebutuhan pokok, pendapatan masyarakat yang kurang, pendidikan yang didapat terbatas dan kurang, keterbatasan lapangan kerja, dan tingkat keamanan lingkungan yang rendah. Penyebab dari adanya masyarakat miskin ekstrim juga bermacam-macam, dari kesadaran akan pentingnya pendidikan yang rendah, sedikitnya lapangan pekerjaan yang tidak sebanding dengan jumlah dan keahlian masyarakat, bahan kebutuhan pokok yang makin mahal tidak sebanding dengan pemasukan yang didapat oleh masyarakat, minimnya bantuan kesehatan yang didapat oleh masyarakat dan masih banyak faktor penyebab kemiskinan ekstrim lainnya. Kata kunci: Bantuan. Desa. Masyarakat. Miskin. Pendataan ABSTRACT Extreme poor can be defined as a group or individual who Living in conditions where they cannot always meet basic needs such as education, food, housing, health assistance and so on. The characteristics that can be clearly seen from the extreme poor are the limitation to get basic necessities, low community income, limited and insufficient education, limited employment, and low level of environmental security. The causes of the existence of extreme poor people are also varied, from the awareness of the low importance of education, the lack of jobs that are not proportional to the number and expertise of the community, the increasingly expensive basic necessities that are not proportional to the income obtained by the community, the lack of health assistance obtained by the community and many other factors that cause extreme poverty. Keywords: Assistance. Village. Community. Poor. Data Collection Jurnal Lentera Pengabdian : Muhamad Syahwildan. Fakhri Ramdhani Fairuzy. Yuniar Ayu Kartika. Jonatan Simangunsong. Chandra Alexander Sihombing. Muhammad Isra. Bangkit Setiawan. Alpiner Marhuson Siahaan JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. PENDAHULUAN Negara Republik Indonesia dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 memiliki tujuan yang tertuang dalam pembukaannya yang sebagiannya adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Disinggung pula dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 34 ayat 1 yang berbunyi: Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara(RI, 1. Dari hal yang disebutkan diatas bahwa indonesia mempunyai tugas untuk mensejahterakan orang miskin, bukan hanya untuk kesejahteraan orang miskin, tetapi untuk kesejahteraan seluruh masyarakat karena kemiskinan adalah faktor yang menyebabkan masalah. Kemiskinan bisa dikatakan sebagai gejala yang menyelimuti banyak manusia di seluruh dunia yang menyebabkan tantangan dan keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan untuk menjalani hidup. Menurut (Yacoub, 2. dalam penelitiannya menyatakan bahwa kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar, karena kemiskinan menyangkut pemenuhan kebutuhan yang paling mendasar dalam kehidupan dan kemiskinan merupakan masalah global karena kemiskinan merupakan masalah yang dihadapi banyak negara. Menurut (World Bank, 2. salah satu sebab kemiskinan adalah karena kurangnya pendapatan dan aset . ack of income and asset. untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, perumahan, tingkat kesehatan dan pendidikan yang dapat diterima (Ferezegia, 2. Menurut Tjondronegoro dalalam bukunya Indomiskinesia masyarakat yang tergolong dalam kemiskinan ekstrem sangat sulit untuk dapat bertahan hidup dengan layak karena untuk sulitnya memenuhi kebutuhan sandang dan pangan serta kebutuhan primer lainnya. Lebih lanjut kemiskinan menurut Gunawan Sumodiningrat dalam bukunya Kemiskinan: Teori, kebijakan dan Fakta menyebutkan jika permasalahan yang ditimbulkan oleh karena adanya kemiskinan tidak hanya berkutat pada permasalahan individu manusia yang dianggap miskin, melainkan dapat menjalar ke beberapa sektor lain seperti sosial, budaya dan politik(Widy Pratama et al. , 2. Berdasarkan dengan tujuan yang dimiliki oleh indonesia dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 dan definisi kemiskinan yang dipaparkan diatas, penanggulangan kemiskinan harus diterapkan juga di desa karangmulya. Desa Karangmulya secara administratif berada di Kecamatan Bojongmangu yang berbatasan dengan Desa Bojongmangu di bagian utara, bagian timur berbatasan dengan Desa Mulangsari, bagian selatan berbatasan dengan Desa Babakanraden dan Desa Sukajadi, dan bagian barat berbatasan dengan Desa Karangindah. Desa ini terdiri dari 6 RW. Luas Desa Karangmulya sebesar 1101,30 hektar. Masing-masing RW memiliki luasan wilayah: RW 01 = 241,59 hektar. RW 02 = 228,89 hektar. RW 03 = 225,83 hektar. RW 04 = 140,80 hektar. 05 = 129,17 hektar. RW 06 = 135,03 hektar. Jumlah keluarga di Desa Karangmulya adalah 762 keluarga. Dari 1. 762 keluarga yang tinggal terdapat 4. 973 jiwa. Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 2. 357 jiwa dan perempuan sebanyak 2. 616 jiwa. Piramida penduduk Desa Karangmulya menggambarkan bahwa terdapat 3. 524 jiwa usia produktif. Sedangkan usia non produktif sebanyak 1. 449 jiwa. Usia non produktif berkisar dari usia 15 tahun dan usia lebih dari 65 tahun. Rasio beban tanggungan sebesar 41,11 persen. Jurnal Lentera Pengabdian : Muhamad Syahwildan. Fakhri Ramdhani Fairuzy. Yuniar Ayu Kartika. Jonatan Simangunsong. Chandra Alexander Sihombing. Muhammad Isra. Bangkit Setiawan. Alpiner Marhuson Siahaan JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Penduduk Desa Karangmulya mayoritas makan dengan frekuensi 3 kali sehari, kemudian 2 kali sehari, lebih dari 3 kali sehari, dan frekuensi makan 1 kali sehari relatif lebih Terdapat 1. 219 KK dengan frekuensi makan 3 kali sehari, 349 KK dengan frekuensi makan 2 kali sehari, kemudian 192 KK dengan frekuensi makan lebih dari 3 kali sehari. Jumlah penduduk berdasarkan ijazah sekolah terakhir yang dimiliki di Desa Karangmulya terbagi dalam 8 . kategori, yakni tidak punya ijazah. SD/Sederajat. SMP/Sederajat. SMA/Sederajat. D-1/D-2/D-3. D-4/S-1, dan S-2. Berdasarkan dari total jumlah penduduk di Desa Karangmulya sebanyak 4. 973 jiwa, mayoritas penduduk Desa ini sebanyak 904 jiwa . ,29 perse. memiliki ijazah SD/Sederajat, sedangkan paling sedikit hanya sebanyak 4 jiwa . ,08 perse. untuk kategori penduduk memiliki ijazah S-2. Sementara itu, untuk penduduk yang tidak memiliki ijazah di Desa Karangmulya terdapat 1. 469 jiwa . ,54 perse. , diikuti penduduk yang memiliki ijazah SMP/Sederajat sebanyak 817 jiwa . ,43 perse. , ijazah SMA/Sederajat sebanyak 678 jiwa . ,63 perse. , ijazah D-4/S-1 sebanyak 71 jiwa . ,43 perse. , dan ijazah D-1/D-2/D-3 sebanyak 30 jiwa . ,60 perse. Lalu dari data yang kami dapat dari Desa Karangmulya terdapat 273 orang miskin, sebagian besar didominasi oleh para lansia yang berpenghasilan sebagai petani atau Kurangnya pengetahuan dan terbatasnya tenaga menjadi salah satu kendala bagi warga miskin dalam mendapatkan penghasilan yang tinggi, pengahsilan yang didapat dari bertani atau dari penghasilan anak dan cucu biasanya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu kami berinisiatif untuk melakukan program bantuan sosial dengan mengambil tema AuBantuan Sosial Bagi Masyarakat Miskin di Desa KarangmulyaAy dengan tujuan dalam pelaksanaan tersebut untuk membantu meringankan beban masyarakat miskin dalam hal kebutuhan pangan pokok. METODE Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan retetan dari kegiatan Kuliah Kerja Nyta (KKN) yang dilaksanakan di Desa Karangmulya Bojongmangu , selama 1 Bulan dari tanggal 26 juli -25 agustus 2024. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pembagian kebutuhan pokok bagi masyarakat secara door to door dan di satu titik agar pembagian sembako tepat sasaran. Sebelum pelaksanaan kami bersosialisasi dan berdiskusi dahulu dengan pihak desa untuk membantu mendata masyarakat miskin yang berada di desa karangmulya. Setelah mendapatkan data rakyat miskin di sekitar desa kami mendiskusikan apa saja dan berapa harga kebutuhan pokok yang akan diberikan. Lalu setelah itu kami mengumpulkan dana yang bersumber dari iuran anggota KKN Desa Karangmulya. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembagian kebutuhan pokok di Desa Karangmulya dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2024 yang berlangsung pada pukul 10:00-12:00 WIB secara door to door dan pada jam 18:00 WIB di satu titik di lapangan tebuka dekat Bumi Perkemahan Karang Kitri. Dipisahkannya jadwal pembagian kebutuhan pokok dikarenakan adanya masyarakat yang tidak bisa berjalan menuju titik pembagian dan ada pula yang pada pembagian di siang hari tidak bisa Jurnal Lentera Pengabdian : Muhamad Syahwildan. Fakhri Ramdhani Fairuzy. Yuniar Ayu Kartika. Jonatan Simangunsong. Chandra Alexander Sihombing. Muhammad Isra. Bangkit Setiawan. Alpiner Marhuson Siahaan JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. didatangi di rumahnya dikarenakan sedang bekerja. Adapun kebutuhan pokok yang dibagikan sebagai berikut: Tabel 1. Kebutuhan Bahan Pokok Yang Dibagikan Item Harga Total Mie Instran Teh Krupuk Sabun Bihun Gula Rp 533. Rp 211. Rp 88. Rp 119. Rp 145. Rp 770. Pembagian kebutuhan pokok secara door to door pada pukul 10:00 WIB sampai dengan Pukul 12:00 WIB dibantu oleh aparat desa sebagai penunjuk rumah masyarakat miskin di Desa Karangmulya. Dalam pembagian ini sasaran yang dituju adalah masyarakat lansia dan anak yatim piatu. Dari tempat yang kami kunjungi, kami dapat membagikan kepada 25 keluarga yang membutuhkan berdasarkan data yang diberikan oleh pihak desa. Lalu untuk pembagian kebutuhan pokok di satu tempat sebelum dimulai pelaksanaannya telah diberitahukan kepada masyarakat oleh aparat desa bahwa akan ada pembagian kebutuhan pokok pada pukul 18:00 WIB di lapangan terbuka dekat Bumi Perkemahan Karang Kitri. Pada saat pembagian, telah dibagi bantuan pokok sebanyak 42 bingkisan kepada masyarakat yang sebagian besar adalah Ibu Rumah Tangga dan 10 bingkisan kepada hansip Desa Karangmulya. Data Penerima Bantuan Lansia Yatim Piatu Janda Hansip Gambar 1. Data Penerimaan Bantuan Jurnal Lentera Pengabdian : Muhamad Syahwildan. Fakhri Ramdhani Fairuzy. Yuniar Ayu Kartika. Jonatan Simangunsong. Chandra Alexander Sihombing. Muhammad Isra. Bangkit Setiawan. Alpiner Marhuson Siahaan JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Gambar 2. Pembagian Secara Door to Door Gambar 3. Pembagian Di Satu Titik Jurnal Lentera Pengabdian : Muhamad Syahwildan. Fakhri Ramdhani Fairuzy. Yuniar Ayu Kartika. Jonatan Simangunsong. Chandra Alexander Sihombing. Muhammad Isra. Bangkit Setiawan. Alpiner Marhuson Siahaan JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 03 Juli 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. KESIMPULAN Kesimpulan yang bisa didapat dari kegiatan yang telah kami lakukan dan kami diskusikan oleh masyarakat adalah masyarakat miskin di Desa Karangmulya didominasi oleh lansia dan janda. Pekerjaan yang dilakukan biasanya adalah bertani dan asisten rumah tangga. Lansia yang tidak bisa bergerak dibiayai oleh anak cucu yang biasa bekerja sebagai buruh Faktor yang menyebabkan kemiskinan dari yang kami amati adalah kurangnya ilmu pengetahuan dan kurangnya fasilitas yang mendukung hidup masyarakat seperti fasilitas kesehatan, jaringan internet, dan tempat tinggal yang kurang layak. Saran yang bisa kami sampaikan adalah pemerintah desa membuat pelatihan dan kerja sama antar warga untuk mengolah hasil bumi desa seperti bambu, madu, jengkol, dan Fasilitas yang membantu masyarakat sebaiknya lebih banyak dibangun seperti pusat kesehatan, tower yang mendukung jarinag internet, renovasi tempat tinggal masyarakat Lalu diadakannya edukasi terhadap masyarakat agar meningkatkan mutu Masyarakat. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kepada Ketua RT 1 dan RT 2 serta keamanan/ hasnsip yang telah membantu kegiatan kami dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Serta masyarakat Desa Karangmulya yang antusias berdiskusi dan membantu kami pada saat pengabdian masyarakat di Desa Karangmulya. DAFTAR PUSTAKA