Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317embrio PENGARUH PUPUK CAIR FABA BATUBARA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq. DI PRE NURSERY Effect Of Liquid Faba Coal Fertilizer On Growth Of Oil Palm Seedlings (Elaeis Guineensis Jacq. In Pre Nuesery Nurhilal. Zulman Harja Utama . Ermawati Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang. Jalan Tamansiswa No 9 Padang Email: nurhilall296@gmail. Submetted : 20 Agustus 2025 Reviced: 26 Septemer 2025 Apccepted: 20 Oktoer 2025 ABSTRAK Tujuan penelitian mendapatkan konsentrasi pupuk cair FABA batubara terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit fase pre nursery. Luas lahan kelapa sawit di Indonesia setiap tahun meningkat maka kebutuhan bibit kelapa sawit sangat Penelitian dilakukan Desember 2024 sampai April 2025, di kelurahan Ampang. Kecamatan Kuranji. Padang. Provinsi Sumatra Barat. Lokasi kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang dengan ketinggian 7 mdpl. Rancangan percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal. Faktor tersebut adalah konsentrasi pupuk cair FABA batubara dengan 5 taraf yaitu 0 ml/L, 50 ml/L, 100 ml/L, 150 ml/L, 200 ml/L. Selanjutnya perlakuan tersebut diulang 4 kali sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Data sidik ragam dengan uji F selang kepercayaan 95%. Apabila perlakuan berpengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut DMRT taraf nyata 5 %. Parameter yang diamati antara lain. tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, panjang daun, jumlah akar, panjang akar terpanjang, skala warna daun, bobot tajuk basah, normalitas bibit. Berdasarkan hasil percobaan disimpulkan bahwa pemberian beberapa konsentrasi pupuk cair FABA batubara dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery pada jumlah daun, warna daun, bobot tajuk dengan konsentrasi terbaik yaitu 200 ml/L. Kata kunci : Elaeis guineensis jacq. Pupuk Cair. FABA batubara ABSTRACT //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 122 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio purpose of this study was to obtain the best concentration of FABA coal liquid fertilizer on the growth of pre-nursery oil palm seedlings. The area of oil palm land in Indonesia increases every year, so the need for oil palm seedlings is very The research was conducted from December 2024 to April 2025, in Ampang village. Kuranji District. Padang. West Sumatra Province. The location of the experimental garden was the Faculty of Agriculture. Tamansiswa University. Padang, with an altitude of 7 masl. This experiment used a completely randomized design (CRD) with a single factor. The factor was the concentration of FABA coal liquid fertilizer with 5 levels, namely 0 ml/l, 50 ml/l, 100 ml/l, 150 ml/l, 200 ml/l. Furthermore, the treatment was repeated 4 times, so there were 20 experimental units. Data on variance analysis with F test at 95% confidence If the treatment had a significant effect, a further DMRT test was carried out at a 5% significance level. The observed parameters included plant height, plant diameter, number of leaves, leaf area, leaf length, number of roots, longest root length, leaf color scale, wet crown weight, seedling normality. Based on the results of the experiment, it was concluded that the application of several concentrations of FABA coal liquid fertilizer can improve the growth of oil palm seedlings in the pre-nursery stage in terms of number of leaves, leaf color, and crown weight with the best concentration being 200 ml/L. Keywords: Elaeis guineensis Jacq. Liquid Fertilizer. FABA coal. PENDAHULUAN Kelapa (Elaeis Jacq. komoditas perkebunan unggulan di Indonesia. Tanaman kelapa sawit menghasilkan produk utama yang terdiri dari minyak sawit atau crude palm oil (CPO) dan minyak inti sawit atau palm kernel oil (PKO). Produk kelapa sawit memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan menjadi salah satu penyumbang devisa negara terbesar dibandingkan dengan komoditas perkebunan lainnya (Fauzi, 2. Berdasarkan Ditjenbund . , menyatakan bahwa Indonesia merupakan sebagai negara produsen industri minyak //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio kelapa sawit yang terbesar di dunia. Pada tahun 2018, produksi CPO ini Indonesia mencapai hingga sebesar 27,35 juta ton. Luas kelapa sawit di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun (Gunawan et al. Semakin bertambahnya lahan sawit maka semakin banyaknya dibutuhkan bibit kelapa sawit dalam skala yang banyak dan juga dalam bentuk kualitas yang bermutu tinggi, selain itu tanaman kelapa sawit adalah tanaman perkebunan yang masa panen nya yaitu jangka panjang. Jika tidak menggunakan bibit yang Page 123 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio berkualitas baik maka petani sawit atau perusahaan akan mengalami kerugian yang sangat besar dan dalam jangka Panjang. Hal ini menjadi sangat penting, karena bibit p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio menentukan besarnya produksi dan produktivitas tanaman kelapa sawit selama masa produktif (Siahaan et . Wijaya, 2. BAHAN DAN METODE Percobaan ini akan dilakukan Fakultas Pertanian UNITAS di kelurahan Ampang. Kecamatan Kuranji. Padang, provinsi Sumatera Barat dengan 7 mdpl, yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2024AeApril Bahan yang digunakan adalah bibit sawit varietas Tenera (Asal PPKS Meda. Pupuk Cair FABA Batubara, pupuk NPK, polibag 22 x 15 cm, dan tanah Alat yang digunakan antara lain: paranet, jangka sorong, cangkul, polybeg, ajir, label, timbangan analitik, meteran, rol, cat, kuas, alat Rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yang di cobakan adalah faktor tunggal yang terdiri dari 5 taraf. Pupuk Cair FABA (F) yaitu : Tanpa Pupuk Cair 0 ml/L (F. , 50 ml/L(F. , 100 ml/L(F. , 150 ml/L(F. , 200 ml/L(F. , dan masingmasing diulang sebanyak 4 kali sehingga di peroleh 20 satuan Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio . ji F) pada taraf 5% dan 1% di lanjutkan dengan uji Duncans New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5% atau 1%. Tempat pembibitan terlebih dahulu dibersihkan dari gulma dan sisa-sisa tanaman yang dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit, kemudian tanah diratakan agar posisi polybag tidak miring. Lahan yang digunakan untuk areal pembibitan dilahan yang mendapatkan cahaya matahari, datar, dan dekat dengan sumber air. Lahan selanjutnya diberi Naungan dibuat dengan paranet dengan intensitas cahaya 75 % dengan membuat kerangka naungan terlebih dahulu, setalah itu dipasang paranet. Media tanam yang digunakan adalah ultisol, sekam, dan dengan jumlah sekitar 300 kg. Kemudian dimasukkan ke dalam polybag dengan ukuran 22 x 15 cm yang berisi tanah 1,5 kg. diisi, di susun sesuai rencana percobaan, dengan dalam satu plot yaitu 5 tanaman. Penanaman dimulai dari seleksi kecambah normal dan abnormal, dimana ciri Page 124 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio kecambah normal yaitu ketika plumula dan radikula sudah tumbuh, kedalam polybag yang sudah diisi tanah dengan cara lubangi tanah kecambah kedalam lubang dan tutup kembali dengan tanah. Jumlah kecambah yang ditanam dalam satu plot yaitu 5 kecambah terdiri dari 3 p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio tanaman sampel jumlah plot 20 sehingga jumlah kecambah dalam penelitian ini Pemeliharaan yang dilakukan dengan cara penyiraman dengan cara hati-hati terbongkar, penyiangan dengan cara pengendalian hama dan penyakit. HASIL DAN PEMBAHASAN Tinggi Tanaman. Diameter Batang. Jumlah Daun Tabel 1. Tinggi, diameter batang, jumlah daun tanaman bibit kelapa sawit dengan pengaruh konsentrasi pupuk cair FABA batubara 12 MST Pupuk Cair Tinggi Bibit . Diameter batang Jumlah daun FABA. l/L) . 9,31 4,50 24,28 11,20 5,08 AB 27,31 10,27 4,83 AB 27,18 10,59 5,08 AB 27,31 10,95 5,25 A 27,97 9,94 6,56 KK (%) 7,34 Angka sekolom diikuti huruf yang sama, tidak berbeda nyata menurut uji lanjut pemberian pupuk cair FABA Tabel 1 menunjukkan bahwa batubara pada tanaman sawit tidak perlakuan pupuk cair FABA batubara tidak berbeda nyata. Tinggi tanaman terhadap tinggi tanaman. bibit kelapa sawit pada pemberian Tanaman konsentrasi pupuk cair FABA unsur hara N. P, dan K karena batubara rata-rata 24,28-27,97 cm. berperan penting dalam masa Hal ini dikarenakan kandungan unsur vegetatif agar tumbuh dengan baik. hara pada pupuk cair FABA batubara Asupan unsur N dan P yang cukup yang diaplikasikan rata-rata memberi akan mempengaruhi terhadap tinggi nutrisi dalam jumlah yang kurang tanaman (Nurwiyoto et al. , 2. sehingga tidak berpengaruh terhadap Tabel 1 menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit kelapa sawit, perlakuan pupuk cair FABA batubara //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 125 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio tidak berbeda nyata. Diameter batang bibit kelapa sawit pada pemberian konsentrasi pupuk cair FABA batubara diperoleh rata-rata 9,3110,95 mm. Hal ini dikarenakan pemberian konsentrasi pupuk cair FABA batubara belum dapat meningkatkan perkembangan batang pertumbuhan bibit kelapa sawit. Pupuk cair FABA batubara . ly ash bottom as. merupakan pupuk yang terbuat dari limbah abu sisa pembakaran batubara, yang biasanya dimanfaatkan kembali melalui proses tertentu agar aman dan bermanfaat untuk pertanian. FABA mengandung berbagai unsur mikro dan makro seperti kalsium (C. , kalium (K), magnesium . , fosfor (P), dan silika (S. yang penting untuk pertumbuhan tanaman (Putri et al. Table 1 menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi pupuk cair FABA batubara dapat meningkatkan pertumbuhan jumlah daun bibit Perlakuan 200 ml/L pupuk cair FABA batu bara memiliki jumlah daun terbanyak yaitu 5,25 helai, yang perlakuan 50 ml/L, 100 ml/L, 150 ml/L pupuk cair FABA batubara masing-masing jumlah daun yaitu 5,08 helai, 4,83 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio helai, dan 5,08 helai, serta berbeda nyata dengan konsentrasi 0 ml/L yang memiliki jumlah daun 4,50 Hal ini dikarenakan pemberian konsentrasi pupuk cair FABA batubara mampu mencukupi nutrisi dalam perkembangan bibit kelapa sawit pada saat pertumbuhan sehingga mempengaruhi jumlah daun bibit kelapa sawit yang dihasilkan. jumlah daun berbeda nyata terhadap perlakuan pupuk cair FABA batubara dosis FABA batubara diatas menyebabkan daun bibit kelapa sawit menguning dan penampilan tanaman menjadi kerdil. Kelebihan mampu memperbaiki pH . ingkat keasama. tanah dan insektisida. FABA tekstur tanah, aerasi, perkolasi dan kemampuan menahan air (WHC), . tanah, dan konsumsi material amelioran tanah lainnya. Kelebihan FABA mengandung hampir semua unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman kecuali unsur C . dan N . , menurunkan mobilitas dan ketersediaan logam dalam tanah karena fly ash yang basa dan mengandung AI dan Fe sebagai sumber kation polivale (Effendy et , 2. Page 126 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio 30,00 Tinggi bibit . 25,00 20,00 15,00 10,00 5,00 0,00 Umur bibit (MST) Gambar 1. Grafik pertumbuhan tinggi bibit kelapa sawit umur 2-12 MST dengan perlakuan konsentrasi pupuk cair FABA batubara Gambar 1 menunjukkan tertinggi F4 yaitu 27,97 cm dan bahwa grafik laju pertumbuhan tinggi tanaman yang terendah F0 yaitu 24,28 cm dengan pemberian memperlihatkan semakin meningkat beberapa konsentrasi pupuk cair tinggi bibit dari minggu ke-2 sampai FABA batubara. ke-12 MST menghasilkan tingkat Jumlah daun . 6,00 5,00 4,00 3,00 2,00 1,00 0,00 Umur bibit (HST) Gambar 2. Grafik perkembangan jumlah daun bibit kelapa sawit umur 4-12 MST Gambar 2 menunjukkan bahwa grafik laju pertumbuhan memperlihatkan semakin meningkat jumlah daun dari minggu ke 4-12 MST menghasilkan jumlah daun //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio terbanyak F4 yaitu 5,25 helai dan jumlah daun yang terendah F0 yaitu 4,50 helai dengan pemberian beberapa konsentrasi pupuk cair FABA Pertumbuhan jumlah daun di pengaruhi pemberian Page 127 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio FABA p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio meningkat dengan pemberian pupuk N dan P dalam jumlah yg banyak. Luas Daun. Panjang Daun. Jumlah Akar Tabel 2. Luas daun, panjang daun, jumlah akar tanaman bibit kelapa sawit dengan pengaruh konsentrasi pupuk cair FABA batubara 12 MST Pupuk Cair Luas daun . Panjang daun . Jumlah akar . FABA. l/L) 33,20 18,67 4,25 46,55 20,64 4,50 42,80 21,08 4,25 48,46 22,33 5,00 42,62 23, 19 4,50 KK (%) 16,52 10,98 13,22 Tabel 2 menunjukkan bahwa perlakuan pupuk cair FABA batubara tidak berbeda nyata. Luas daun bibit kelapa sawit pada pemberian konsentrasi pupuk cair FABA batubara diperoleh rata-rata 33,2042,62 cm2. Hal ini dikarenakan pemberian konsentrasi pupuk cair FABA batubara belum dapat meningkatkan perkembangan luas daun terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Luas peranan penting dalam proses Semakin besar luas daun terbentuk, maka akan menghasilkan hasil fotosintesis yang baik pula. Meningkatnya fotosintesis yang dihasilkan akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan daun, sehingga secara keseluruhan akan //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio tanaman menjadi lebih optimal (Haryati, 2. Tabel 2 menunjukkan bahwa perlakuan pupuk cair FABA batubara tidak berbeda nyata. Panjang daun konsentrasi pupuk cair FABA batubara diperoleh rata-rata 18,6723,19 cm. Hal ini dikarenakan pemberian konsentrasi pupuk cair FABA batubara belum dapat panjang daun terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Pada perlakuan pupuk cair FABA batubara pada tanaman kelapa sawit, apabila terjadi penurunan panjang daun, kemungkinan besar menunjukkan adanya kekurangan unsur hara tertentu yang dibutuhkan vegetatif, khususnya panjang daun. Berdasarkan tinjauan ilmiah secara Page 128 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio menyebabkan daun lebih pendek yaitu: unsur macro dan mikro, seringkali tidak mengandung cukup boron. Zn. Cu, dan K. jika pupuk tersebut digunakan tanpa rasio hara seimbang atau tanpa suplementasi khusus, tanaman bisa mengalami defisiensi terhadap unsur yang esensial untuk pertumbuhan daun normal terutama boron dan zinc yang (Nurwiyoto et al. , 2. Ketersediaan unsur hara esensial kurang dari jumlah yang dibutuhkan maka akan mengganggu proses metabolisme pada tanaman, mempunyai hubungan positif dengan ketersediaan unsur hara sehingga budidaya tanaman, ketersediaan unsur hara merupakan factor yang sangat menentukan (Lakitan, 2. Tabel 2 menunjukkan bahwa perlakuan pupuk cair FABA batubara tidak berbeda nyata. Jumlah akar bibit kelapa sawit pada pemberian konsentrasi pupuk cair FABA batubara diperoleh rata-rata 4,254,50 cm. Hal ini dikarenakan kekurangan kandungan dalam pupuk cair FABA batubara yang bisa membatasi pertumbuhan jumlah akar p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio kelapa sawit berkaitan dengan rendahnya unsur hara esensial dan beberapa sifat fisikokimia yang tidak ideal. Unsur nitrogen (N) umumnya miskin nitrogen, yang penting untuk sintetis protein dan pertumbuhan jaringan muda, termasuk akar primer. Fosfor (P) kandungan fosfor dalam pupuk cair FABA batubara biasanya tidak cukup tersedia dalam bentuk yang mudah diserap tanaman (Wahyudi Sistem perakaran tidak hanya dipengaruhi oleh genetik bibit tetapi juga kondisi tanah atau media tumbuh tanaman. Pertumbuhan akar tanaman dipengaruhi oleh kondisi media selama pembibitan dan memerlukan nutrisi serta mineral yang cukup, karena akar merupakan organ vegetatif yang berperan memasok air, mineral dan bahan pertumbuhan tanaman (Hidayat dan Badal, 2. Unsur nitrogen yang berasal dari pupuk akan membantu Sebagian nitrogen yang diserap akan ditranslokasikan ke titik tumbuh untuk menyokong pertumbuhan akar (Handayani et al. , 2. Panjang Akar Primer. Skala Warna Daun. Bobot Tajuk Basah Tabel 3. Panjang akar primer, skala warna daun, bobot tajuk basah tanaman bibit kelapa sawit dengan pengaruh konsentrasi pupuk cair FABA batubara 12 MST //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 129 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio Pupuk Cair Panjang Akar . Skala warna Bobot tajuk FABA. l/L) daun(SWD) basah. 21,05 3,00 B 6,00 B 23,95 4,00 AB 9,00 AB 25,45 4,50 AB 8,00 AB 26,63 4,75 A 8,75 AB 20,50 5,00 A 10,00 A KK (%) 12,46 16,91 19,25 Angka sekolom diikuti huruf yang sama, tidak berbeda nyata menurut uji lanjut Tabel 3 menunjukkan bahwa perlakuan pupuk cair FABA batubara tidak berbeda nyata. Panjang akar bibit kelapa sawit pada pemberian konsentrasi pupuk cair FABA batubara diperoleh rata-rata 21,0520,50 cm, hal ini dikarenakan pemberian perlakuan pupuk cair FABA batubara yang di aplikasikan tidak memberikan pengaruh yang panjang akar bibit kelapa sawit karena kandungan unsur hara yang tidak mencukupi dan kondisi lingkungan yang tidak optimal untuk penyerapan nutrisi. Panjang akar di pengaruhi oleh kandungan AI2O3 . luminium bagian dari mineral liat seperti Aluminium bebas (AI. yang terlarut dalam tanah sangat beracun bagi tanaman yang bisa mengakibatkan menghambat pertumbuhan akar. Table 3 menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi pupuk cair FABA batubara dapat meningkatkan //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio pertumbuhan warna daun bibit Perlakuan 200 ml/L pupuk cair FABA batubara memiliki warna daun terbaik yaitu 5,00, yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan 150 ml/L pupuk cair FABA batubara yang memiliki warna daun 4,75, serta berbeda nyata dengan perlakuan 100 ml/L, 50 ml/L pupuk cair FABA masing-masing memiliki warna daun yaitu 4,50, 4,00 dan perlakuan 0 ml/L yang memiliki warna daun 3,00 pupuk cair FABA batubara yang memiliki warna daun Hal ini dapat disebabkan karena kandungan unsur hara yang konsentrasi pupuk cair FABA batubara dari tanaman bibit kelapa Penyebab percobaan berbeda nyata terhadap parameter warna daun tanaman dikarenakan kebutuhan unsur N sebagai pembentuk zat hijau daun sudah tercukupi. Dalam hal ini Page 130 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio nitrogen sangat berperan terhadap menyerap unsur hara serta proses warna daun pada tanaman. Selain metabolisme yang terjadi pada merangsang pertumbuhan tanaman, tanaman (Rudiansyah et al. , 2. unsur N juga berperan dalam Kandungan pupuk cair FABA memberikan warna pada hijau daun. ly ash batubar. yang Salah satu ciri tingginya unsur dapat mempengaruhi bobot tajuk nitrogen yang diserap oleh tanaman tanaman kelapa sawit umumnya yaitu tingkat kegelapan atau tingkat terkait dengan unsur hara dan sifat tuanya warna hijau (Saputra et al. kimia dalam FABA batubara FABA Table 3 menunjukkan bahwa mengandung unsur hara yang perlakuan konsentrasi pupuk cair berguna bagi tanaman yaitu kalsium FABA batubara dapat meningkatkan (C. membantu dalam pembentukan pertumbuhan bobot bibit tertinggi dinding sel, pertumbuhan akar, dan 200 ml/L pupuk cair FABA batubara Kalium (K) memperbaiki memiliki bobot tertinggi yaitu 10,00 pembentukan tajuk dan pengankutan g, yang tidak berbeda nyata dengan Fosfor (P) penting untuk perlakuan 50 ml/L, 100 ml/L dan 150 ml/L pupuk cair FABA batubara pertumbuhan jaringan baru. Silikat yang masing-masing memiliki bobot (S. dapat memperkuat jaringan bibit yaitu 9,00 g, 8,00 g dan 8,75 g, tanaman dan membuatnya lebih dan perlakuan 0 ml/L pupuk cair tahan dari stres. Hal ini disebabkan FABA batubara yang memiliki bobot oleh kebutuhan tanaman akan energi bibit terendah yaitu 6,00 g. Hal ini yang lebih besar untuk pertumbuhan dikarenakan pemberian pupuk cair tanaman bagian atas, yang pada FABA batubara mampu mencukupi nutrisi dalam perkembangan bibit pertumbuhan organ saat tanaman pada saat pertumbuhan sehingga mencapai tahap produksi sehingga mempengaruhi bobot tajuk kelapa meningkatkan bobot tajuk (Ariyanti Bobot tajuk merupakan faktor et al. , 2. penting dalam pertumbuhan tanaman mencerminkan kemampuan tanaman Normalitas Bibit Tabel 4. Normalitas bibit kelapa sawit dengan pengaruh konsentrasi pupuk cair FABA batubara 12 MST Pupuk Cair FABA. l/L) //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Normalitas Bibit (%) 97,50 100,00 Page 131 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio 100,00 100,00 100,00 2,25 KK (%) Table 4 menunjukkan bahwa perlakuan pupuk cair FABA batubara terhadap normalitas bibit kelapa sawit tidak berbeda nyata. Rata-rata normalitas yang di peroleh yaitu 97,50 Ae 100,00%. Hal ini disebabkan FABA konsentrasi yang diaplikasikan tidak signifikan pada normalitas bibit kelapa sawit diduga kandungan hara yang terkandung pada pupuk cair belum mencukupi kebutuhan pada pertumbuhan bibit kelapa sawit. Normalitas bibit sangat tergantung pada hasil fotosintesis tanaman. Ketersediaan unsur hara yang cukup pada vegetatif tanaman mampu membentuk asam amino jadi protein. Protein yang membentuk akan membentuk sel-sel baru perkembangan bibit (Hendarto et al. Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan beberapa konsentrasi pupuk cair FABA batubara dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery terhadap parameter jumlah daun, warna daun, bobot tajuk dengan konsentrasi terbaik yaitu 200 ml/L. Daftar Pustaka