Rekayasa Hijau: Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan ISSN . : 2579-4264 | DOI: https://doi. org/10. 26760/jrh. V9i3. Volume 9 | Nomor 3 Desember 2025 Pengaruh Aluminium Sulfat Terhadap Lightfastness Tinta Printer Kluwek Ramah Lingkungan Faisal Akbar Fallah1. Yoga Putra Pratama1. Emmidia Djonaedi2 Program Studi Teknologi Rekayasa Cetak dan Grafis 3 Dimensi. Jurusan Teknik Grafika Dan Penerbitan. Politeknik Negeri Jakarta. Depok 16425. Jawa Barat - Indonesia Email: faisal. tgp21@mhsw. Received 29 Mei 2025 | Revised 11 Agustus 2025 | Accepted 18 November 2025 ABSTRAK Kesadaran masyarakat dan kebijakan pemerintah yang semakin menekankan pentingnya pelestarian lingkungan telah mendorong peningkatan permintaan terhadap produk yang lebih ekologis. Dalam konteks industri percetakan, salah satu solusi untuk mengurangi dampak limbah tinta adalah dengan menciptakan tinta berbahan dasar alami yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan pigmen alami dari buah kluwek (Pangium edul. sebagai komponen utama dalam pembuatan tinta inkjet yang berkelanjutan. Fokus kajian tertuju pada pengaruh penambahan aluminium sulfat sebagai fiksator daya tahan warna tinta terhadap pemudaran akibat cahaya. Dengan menggunakan desain eksperimen satu faktor, dilakukan variasi massa aluminium sulfat antara 0,4%, 0,8%, 1,2% gram. Pengujian dilakukan dengan mengamati perubahan nilai warna berdasarkan CIE L*a*b* untuk mengevaluasi ketahanan terhadap cahaya. Hasil menunjukkan bahwa meskipun peningkatan massa aluminium sulfat menurunkan intensitas warna awal tinta, senyawa ini mampu meningkatkan stabilitas warna terhadap paparan cahaya. Temuan ini mengindikasikan bahwa formulasi tinta berbasis kluwek dengan tambahan aluminium sulfat memiliki potensi sebagai alternatif tinta inkjet ramah lingkungan. Kata kunci: tinta, kluwek, aluminium sulfat. CIE L*a*b* ABSTRACT Public awareness and government policies that increasingly emphasize the importance of environmental conservation have driven an increase in demand for more ecological products. In the context of the printing industry, one solution to reduce the impact of ink waste is to create more environmentally friendly naturalbased inks. This study explores the use of natural pigments from kluwek fruit (Pangium edul. as the main component in the manufacture of sustainable inkjet inks. The focus of the study is on the effect of adding aluminum sulfate as a fixator on the color resistance of ink to fading due to light. Using a one-factor experimental design, variations in the mass of aluminum sulfate were carried out between 0. 4%, 0. 2% grams. Testing was carried out by observing changes in color values based on CIE L*a*b* to evaluate light resistance. The results showed that although increasing the mass of aluminum sulfate decreased the initial color intensity of the ink, this compound was able to increase color stability to light exposure. These findings indicate that the formulation of kluwek-based ink with the addition of aluminum sulfate has the potential as an alternative to environmentally friendly inkjet inks. Keywords: ink, kluwek, aluminium sulfate. CIE L*a*b* Rekayasa Hijau Ae 45 Faisal Akbar Fallah dkk. PENDAHULUAN Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat serta tuntutan regulasi terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan, permintaan akan produk-produk yang ramah lingkungan juga semakin meningkat. Dalam industri grafika, salah satu pendekatan untuk mengurangi dampak pencemaran adalah melalui pengembangan tinta berbasis bahan alami yang bersifat biodegradable . Buah kluwek (Pangium edul. merupakan salah satu sumber potensial pewarna alami karena kandungan taninnya yang tinggi. Selain tanin, kluwek juga mengandung senyawa seperti beta-karoten, asam sianida, asam hidnokarpat, asam khaulmograt, dan asam glorat. Tanin memiliki peran penting sebagai zat pewarna sekaligus agen antioksidan dan antibakteri, sehingga efektif digunakan sebagai bahan dasar tinta sekaligus pengawet alami . Ekstraksi pigmen dari kluwek dilakukan dengan metode maserasi, yaitu perendaman bahan dalam pelarut seperti aquades dan isopropil alkohol pada suhu ruang . Hasil ekstraksi kemudian dicampur dengan gum arabic sebagai pengental dan perekat berbahan alami untuk memperoleh formulasi tinta . Tinta alami yang dihasilkan memiliki warna coklat saat diaplikasikan pada media cetak kertas HVS 80 gsm menggunakan printer inkjet . Namun, tinta berbasis alami umumnya memiliki kelemahan dari segi ketahanan, terutama terhadap air dan paparan cahaya matahari. Hal ini disebabkan karena sifat tinta berbasis air yang cenderung mudah Untuk meningkatkan stabilitas warna, ditambahkan aluminium sulfat (Al2(SO. sebagai bahan aditif fiksator. Senyawa ini berfungsi sebagai pengikat warna dan membantu meningkatkan ketahanan tinta terhadap pemudaran akibat paparan cahaya . Pada penelitian sebelumnya dilakukan pengujian ekstraksi zat warna dari kluwek menggunakan berbagai pelarut salah satunya aquades yang menghasilkan zat warna cokelat . Studi lain tentang pembuatan tinta dilakukan dengan memanfaatkan bahan organik lain sebagai tinta inkjet printer dengan pelarut aquades . Oleh karena itu penelitian ini akan menggunakan bahan organik kluwek sebagai zat warna pada tinta organik untuk printer. Penelitian ini lebih menitikberatkan pada analisis pengaruh massa aluminium sulfat terhadap ketahanan warna tinta yang diukur menggunakan uji lightfastness atau uji daya tahan pudar terhadap sinar UV matahari, sejalan dengan parameter penelitian sebelumnya yang berfokus pada tinta organik dengan metode screen printing . Evaluasi dilakukan berdasarkan perubahan nilai warna menggunakan perhitungan OIE nilai CIE L*a*b*, yang mencerminkan pergeseran warna akibat paparan sinar UV dalam periode waktu tertentu . Melalui variasi komposisi aluminium sulfat, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi formulasi optimal yang mampu meningkatkan kestabilan warna tinta alami dari kluwek, khususnya saat digunakan dalam pencetakan dengan printer inkjet pada kertas HVS 70 gsm. METODOLOGI 1 Metode Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Bahan Grafika Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan. Politeknik Negeri Jakarta. Metode yang digunakan dalam pembuatan tinta berbasis alami ini menggunakan metode maserasi dimana rendemen direndam dalam pelarut selama waktu tertentu dalam suhu ruang dan minim cahaya. Tinta dibuat dengan metode mixing yaitu mencampurkan seluruh bahan hingga menjadi larutan yang homogen. Metode mixing . dalam pembuatan tinta organik adalah proses menggabungkan bahanbahan organik . iasanya berupa zat pewarna alam. dengan bahan pelarut dan aditif lain untuk menghasilkan tinta yang homogen dan siap digunakan. Setelah pencampuran selesai, campuran tinta disaring untuk menghilangkan partikel kasar, lalu disimpan dalam wadah tertutup guna menjaga kestabilan dan kualitas tinta. Proses ini memastikan bahwa tinta organik yang dihasilkan memiliki warna yang konsisten, tekstur yang sesuai, serta daya tahan yang optimal saat digunakan. Rekayasa Hijau Ae 46 Pengaruh Aluminium Sulfat Terhadap Lightfastness Tinta Printer Kluwek Ramah Lingkungan Gambar 1. Proses maserasi Gambar 2. Pengujian viskositas Gambar 3. Pengukuran pH 2 Alat dan Bahan Dalam penelitian ini sampel tinta akan diproduksi menggunakan komposisi tetap, yaitu 14% gum arabic, 16% buah kluwek dari total massa padatan direndam pada 75 ml aquades dan ditambahkan 20% Isopropil Alkohol, semua bahan tersebut dicampurkan dan dihasilkan 75 ml tinta seperti yang terlihat pada gambar. Variasi dilakukan pada jumlah aluminium sulfat (AlCC(SOCE)CE), yaitu sebanyak 0,4% gram, 0,8% gram, 1,2% gram, sehingga dihasilkan masing-masing variasi adalah 25 ml tinta. Viskositas tinta diukur menggunakan alat zahn cup no. 2 seperti pada Gambar 2 untuk membandingkan dengan viskositas tinta inkjet umum, selain itu pada Gambar 3 pH diuji dengan pH meter supaya sesuai dengan kriteria tinta inkjet umum agar dapat digunakan pada mesin printer inkjet. Proses pencetakan dilakukan menggunakan printer inkjet pada media kertas HVS 70 gsm. Pengukuran nilai warna CIE L*a*b* dilakukan dengan menggunakan spektrodensitometer. 3 Proses Pembuatan Tinta Proses pembuatan tinta alami dari kluwek dilakukan dengan metode maserasi, yaitu dengan merendam bahan kluwek yang telah dihancurkan dalam pelarut aquades selama 48 jam pada suhu ruang dan kondisi minim cahaya untuk menghindari degradasi senyawa aktif ditunjukkan pada Gambar 1. Setelah proses maserasi selesai, larutan hasil perendaman kemudian dicampurkan dengan beberapa bahan tambahan, yaitu isopropil alkohol sebagai pelarut tambahan, gum arabic sebagai pengental dan pengikat, serta aluminium sulfat sebagai fiksatif. Ketiga bahan tambahan tersebut digunakan dengan variasi konsentrasi antara 0,4,%, 0,8%, sampai 1,2% Gram. Setelah pencampuran merata, larutan tinta kemudian disaring menggunakan kertas filter untuk memisahkan ampas dan mendapatkan hasil tinta yang lebih jernih dan homogen, siap digunakan untuk keperluan cetak pada mesin inkjet printer. 4 Rancangan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk merancang serta menguji pembuatan tinta berbasis alami yang memanfaatkan pigmen dari buah kluwek (Pangium edul. dengan menambahkan variasi jumlah bubuk aluminium sulfat sebanyak 0,1 Gram, 0,2 gram, dan 0,3 Gram sebagai agen pengikat warna dan penstabil Tiga jenis tinta diproduksi dengan masing-masing tinta A. C digunakan untuk mencetak 3 objek gambar sehingga total terdapat 9 sampel hasil cetakan dengan variasi komposisi aluminium sulfat. Untuk menguji ketahanan terhadap pemudaran dilakukan pengujian lightfastness dimana sampel dibiarkan terpapar sinar matahari selama jangka waktu 2 x 24 jam. Seluruh data yang diperoleh akan dianalisis guna menarik kesimpulan dari hasil penelitian. 5 Rumus Perhitungan Perhitungan viskositas dilakukan dengan cara mengukur waktu alir tinta dengan menggunakan viskometer zahn cup no. #2. Setelah mengukur waktu alir tinta, kemudian data dimasukkan dalam persamaan 1, sedangkan untuk melihat seberapa signifikan ketahanan pudar tinta alami terhadap cahaya dilakukan perhitungan OIE, tujuan perhitungan ini adalah sebagai parameter nilai perubahan warna yang terjadi saat sebelum dan setelah dilakukan pengujian lightfastness . Data nilai warna CIE L*a*b* yang telah diukur dimasukkan dalam Persamaan 2. ycO = 3,5 . c Oe . ycu yuU Rekayasa Hijau Ae 47 Faisal Akbar Fallah dkk. ycO = 3,5. c Oe . ycu yua Keterangan : V = Viskositas . P) t = Waktu alir tinta pada zahn cup . A = massa jenis tinta . ,05 g/cm. OIya = 1. a O 2 Oe ya O . $ . ca O 2 Oe yca O . $ . ca O 2 Oe yca O . Keterangan : OIE = Nilai Perubahan warna L*1= Nilai L* sebelum pengujian lightfastness L*2 = Nilai L* setelah pengujian lightfastness a*1 = Nilai a* sebelum pengujian lightfastness a*2 = Nilai a* setelah pengujian lightfastness b*1 = Nilai b* sebelum pengujian lightfastness b*2 = Nilai b* setelah pengujian lightfastness 6 Data Penelitian Berdasarkan Tabel 1 tinta organik kluwek dengan variasi massa aluminium sulfat 0,1 gr - 0,3 gr terlihat nilai pH mendekati angka 7,3 dan nilai viskositas 3,80 cP. Berdasarkan pengukuran pH dan viskositas tinta inkjet umum, nilai pH dan viskositas tinta organik kluwek terlihat tidak terlalu berbeda, sehingga tinta organik kluwek dapat diaplikasikan pada mesin inkjet printer canon IP2770. Tabel 1. Data nilai pH dan viskositas tinta Parameter Tinta Umum Tinta A Tinta B Tinta C Viskositas 3,80 CP 3,75 CP 3,72 CP 3,68 CP Setelah pembuatan tinta organik kluwek selesai dan sudah memenuhi parameter tinta inkjet umum, selanjutnya proses cetak menggunakan mesin printer canon IP2770 pada kertas HVS 80 GSM seperti terlihat pada gambar. Sebelum proses printing, terlebih dahulu melakukan deep cleaning agar catridge tidak terkontaminasi dengan tinta bekas atau nozzle printer tersumbat, setelah dilakukan pembersihan, tinta alami kluwek dimasukkan pada cartridge menggunakan suntikan secara perlahan, kemudian gambar dicetak dan diukur nilai warna hasil cetak menggunakan spektrodensitometer seperti terlihat Gambar 4. Gambar 4. Pengukuran nilai CIE L*a*b* Rekayasa Hijau Ae 48 Pengaruh Aluminium Sulfat Terhadap Lightfastness Tinta Printer Kluwek Ramah Lingkungan Tabel 2. Data nilai CIE L*a*b* sebelum pengujian lightfastness Persentase (Al2(SO. Nilai L* Nilai a* Nilai b* 0,4% 0,8% 1,2% Tabel 3. Data Nilai CIE L*a*b* setelah pengujian lightf iastness Persentase (Al2(SO. Nilai L* Nilai a* Nilai b* 0,4% 0,8% 1,2% HASIL DAN PEMBAHASAN Pengamatan visual hasil cetak menggunakan printer dihasilkan warna cokelat . Sampel cetak dengan variasi massa aluminium sulfat 0,4% . ,1 gra. , 0,8% . ,2 gra. , dan 1,2% . ,3 gra. pada gambar 5 menunjukkan perubahan warna yang signifikan seiring dengan peningkatan dosis. Pada dosis 0,1 gram, warna sampel terlihat gelap dan tidak merata, dengan garis hitam menunjukkan proses koagulasi yang belum optimal. Namun, ketika dosis ditingkatkan menjadi 0,2 gram, warna menjadi lebih cerah dan merata, dan garis hitam masih terlihat. Hal ini menunjukkan bahwa koagulasi berlangsung lebih efektif pada dosis ini, yang menghasilkan kejernihan yang lebih tinggi dan distribusi warna yang lebih seragam. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dosis yang lebih Hal ini menunjukkan bahwa pada dosis tersebut proses koagulasi berlangsung lebih efektif, menghasilkan kejernihan yang lebih tinggi dan distribusi warna yang lebih seragam. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan dosis aluminium sulfat hingga 0,3 Gram memberikan hasil yang lebih baik dalam hal kejernihan dan homogenitas warna. Namun warna pada sampel semakin turun dan tampak pudar seiring dengan peningkatan dosis aluminium sulfat karena proses koagulasi dan flokulasi menjadi lebih efektif. Aluminium sulfat bekerja dengan cara mengikat partikel-partikel koloid atau zat warna yang tersuspensi dalam larutan, lalu menggumpalkannya . agar bisa mengendap dan dipisahkan dari pelarut . Pada dosis rendah 0,1 gram, jumlah aluminium sulfat belum cukup untuk menangkap seluruh partikel warna, sehingga masih banyak zat pewarna yang tersisa dan menyebabkan warna tampak lebih gelap. Ketika dosis ditingkatkan menjadi 0,2 hingga 0,3 gram, lebih banyak partikel warna yang berhasil diikat dan diendapkan, sehingga warna hasil menjadi lebih terang dan tampak pudar. Dengan kata lain, semakin banyak aluminium sulfat yang digunakan . ingga titik optima. , semakin banyak zat warna yang terkoagulasi dan terpisah dari larutan, sehingga warna yang tersisa menjadi lebih pucat atau jernih. Rekayasa Hijau Ae 49 Faisal Akbar Fallah dkk. Gambar 5. Sampel hasil cetak printer dengan variasi massa (Al2(SO. 0,4% . 0,8% . 1,2% Untuk melihat seberapa besar perubahan warna yang terjadi sebelum dan sesudah pengujian lightfastness dilakukan perhitungan OIE dengan menggunakan persamaan dapat dilihat pada Tabel 2 dan Tabel 3, data nilai CIE L*a*b* dimasukan kedalam rumus persamaan . seperti berikut: Perhitungan Nilai OIE Persentase 0,4% AlCC(SOCE)CE OIya = %. a O 2 Oe ya O . ! . ca O 2 Oe yca O . ! . ca O 2 Oe yca O . 2 OIya = %. ,3 Oe 84,. ! . , 5 Oe 1,. ! . ,4 Oe 1,. ! OIya = %2,8! 0,2! 0,5! = 2,85 Perhitungan Nilai OIE Persentase 0,8% AlCC(SOCE)CE OIya = %. a O 2 Oe ya O . ! . ca O 2 Oe yca O . ! . ca O 2 Oe yca O . 2 OIE = %. , 1 Oe 86,. ! . , 5 Oe 1,. ! . , 6 Oe 2,. ! OIE = %0,3! 0,1! 1! = 1,1 Perhitungan Nilai OIE Persentase 1,2% AlCC(SOCE)CE OIya = %. a O 2 Oe ya O . ! . ca O 2 Oe yca O . ! . ca O 2 Oe yca O . 2 OIE = %. Oe 85,. ! . ,7 Oe 1,. ! . , 3 Oe 2,. ! OIE = %2,4! 0,2! 0,1! = 2,41 Rekayasa Hijau Ae 50 Pengaruh Aluminium Sulfat Terhadap Lightfastness Tinta Printer Kluwek Ramah Lingkungan Tabel 4. Data nilai OIE variasi massa AlCC(SOCE)CE Persentase AlCC(SOCE)CE Nilai OIE 0,4% 2,85 0,8% 1,2% 2,41 Gambar 6. Intensitas perubahan warna (Nilai OIE) Gambar 6 tersebut menunjukkan diagram hubungan antara intensitas perubahan warna . itunjukkan oleh nilai OIE) terhadap variasi persentase massa aluminium sulfat (AlCC(SOCE)CE). Pada komposisi 0,4%, nilai OIE mencapai 2,85 yang menunjukkan perubahan warna yang cukup signifikan. Ketika komposisi aluminium sulfat ditingkatkan menjadi 0,8%, nilai OIE justru menurun drastis menjadi 1,1, mengindikasikan perubahan warna yang paling kecil di antara ketiga komposisi. Namun, saat komposisi dinaikkan lagi menjadi 1,2%, nilai OIE kembali meningkat menjadi 2,41, yang berarti perubahan warna kembali menjadi lebih nyata. Pola ini menunjukkan bahwa terdapat titik minimum perubahan warna pada komposisi 0,8%, sedangkan di bawah dan di atas nilai ini, intensitas perubahan warna menjadi lebih besar. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh langsung dari konsentrasi aluminium sulfat terhadap kestabilan atau ketidakseimbangan warna pada sistem yang diuji. Berdasarkan diagram nilai OIE, komposisi aluminium sulfat yang optimal untuk daya tahan pudar tinta alami adalah 0,8%. Hal ini karena nilai OIE pada komposisi tersebut adalah yang paling rendah . , yang menunjukkan perubahan warna paling kecil atau warna paling stabil setelah perlakuan atau seiring Semakin kecil nilai OIE, semakin kecil perubahan warna yang terjadi, yang berarti tinta alami lebih tahan terhadap pemudaran. Jadi, untuk mempertahankan kestabilan warna tinta alami, penggunaan aluminium sulfat sebanyak 0,8% adalah yang paling direkomendasikan. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan perubahan nilai warna CIE L*a*b* dengan variasi persentase aluminium sulfat pada gambar Rekayasa Hijau Ae 51 Faisal Akbar Fallah dkk. Gambar 7. Perbandingan nilai L* lightfastness Gambar 8. Perbandingan nilai a* lightfastness Gambar 9. Perbandingan Nilai b* Lightfastness Berdasarkan Gambar 7, 8, dan 9 perbandingan nilai L*, a*, dan b* dalam uji lightfastness, dapat disimpulkan bahwa komposisi aluminium sulfat sebesar 0,8% menunjukkan kestabilan warna yang paling optimal secara keseluruhan. Pada nilai L* yang menunjukkan tingkat kecerahan warna. Rekayasa Hijau Ae 52 Pengaruh Aluminium Sulfat Terhadap Lightfastness Tinta Printer Kluwek Ramah Lingkungan perubahan terkecil terjadi pada komposisi 0,8% dengan selisih hanya 0,3 . ari 86,8 menjadi 87,. , dibandingkan dengan perubahan sebesar 2,8 pada 0,4% dan 1,6 pada 1,2%. Hal ini menunjukkan bahwa warna pada komposisi 0,8% paling tahan terhadap pemudaran dari segi kecerahan. Sementara itu, pada nilai a* yang menunjukkan kecenderungan warna ke arah merah atau hijau, perubahan terkecil juga terjadi pada komposisi 0,8% dengan selisih hanya 0,1 . ari 1,6 menjadi 1,. , dibandingkan dengan perubahan 0,2 pada komposisi lainnya. Sedangkan untuk nilai b*, yang menunjukkan kecenderungan warna ke arah kuning atau biru, perubahan terkecil terjadi pada komposisi 1,2% dengan selisih hanya 0,1 . ari 2,4 menjadi 2,. Meskipun demikian, karena nilai L* dan a* lebih dominan dalam menentukan kestabilan visual warna secara umum, maka dapat disimpulkan bahwa komposisi aluminium sulfat 0,8% adalah yang paling efektif dalam menjaga daya tahan warna terhadap cahaya. Berikut adalah perhitungan perubahan nilai terkecil dari masing-masing nilai CIE L*a*b* berdasarkan variasi persentase aluminium sulfat: Nilai iL* (Keceraha. Nilai L* menunjukkan tingkat kecerahan warna. Perubahan dihitung dari selisih antara L*2 . etelah uj. dan L*1 . ebelum uj. 0,4%: 87,3 Ae 84,5 = 2,8 0,8%: 87,1 Ae 86,8 = 0,3 1,2%: 87,0 Ae 85,4 = 1,6 Perubahan nilai L* terkecil terjadi pada komposisi 0,8%, menunjukkan bahwa tingkat kecerahan paling stabil pada konsentrasi ini. Nilai ia* (Arah warna merah-hija. Nilai a* menunjukkan kecenderungan warna ke arah merah ( ) atau hijau (O. Perubahan dihitung dari selisih mutlak a*2 Ae a*1: 0,4%: 1,5 Ae 1,7 = 0,2 0,8%: 1,5 Ae 1,6 = 0,1 1,2%: 1,7 Ae 1,9 = 0,2 Perubahan nilai a* terkecil juga terjadi pada komposisi 0,8%, dengan hanya selisih 0,1, menunjukkan kestabilan arah warna merah-hijau terbaik. Nilai ib* (Arah warna kuning-bir. Nilai b* menunjukkan kecenderungan warna ke arah kuning ( ) atau biru (O. Perubahan dihitung dari selisih mutlak b*2 Ae b*1: 0,4%: 2,4 Ae 1,9 = 0,5 0,8%: 3,6 Ae 2,6 = 1,0 1,2%: 2,3 Ae 2,4 = 0,1 Perubahan nilai b* terkecil justru terjadi pada komposisi 1,2%, dengan hanya selisih 0,1, menunjukkan kestabilan warna kuning-biru terbaik pada konsentrasi ini. Rekayasa Hijau Ae 53 Faisal Akbar Fallah dkk. KESIMPULAN Berdasarkan grafik nilai OIE, komposisi aluminium sulfat yang optimal untuk daya tahan pudar tinta alami adalah 0,8%. Hal ini karena nilai OIE pada komposisi tersebut adalah yang paling rendah 1,1, yang menunjukkan perubahan warna paling kecil atau warna paling stabil setelah perlakuan atau seiring Semakin kecil nilai OIE, semakin kecil perubahan warna yang terjadi, yang berarti tinta alami lebih tahan terhadap pemudaran. Hal ini juga ditunjukkan pada perubahan nilai CIE L*a*b*, berdasarkan penelitian komposisi 0,8% aluminium sulfat menunjukkan perubahan paling kecil untuk nilai L* dan a*, sedangkan komposisi 1,2% unggul pada kestabilan nilai b*. Namun, karena nilai L* merupakan indikator utama dalam lightfastness . ingkat perubahan visual yang paling mudah terliha. , maka komposisi 0,8% tetap menjadi yang paling optimal secara keseluruhan dalam menjaga kestabilan warna terhadap cahaya. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan Politeknik Negeri Jakarta atas dukungan dalam penelitian pembuatan tinta alami ini serta kepada dosen pembimbing atas bimbingan dan arahan selama proses penelitian dan penulisan jurnal ini. DAFTAR PUSTAKA