CENDEKIA MEDIKA p-ISSN: 2503-1392 Volume 5 Nomor 1. April 2020 e-ISSN: 2620-5424 FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN SENAM HAMIL PADA KELAS IBU HAMIL FACTORS RELATING TO THE PARTICIPATION OF PREGNANT MOTHERS IN DOING PREGNANT EFFECT ON PREGNANT MOTHER CLASSES Maria septiana Akademi Kebidanan Budi Mulia Prabumulih . Jl. Jend. Sudirman No 004 RT 01 RW 01 Kel: Cambai. Kec: Cambai email :maria. septiana@rocketmail. ABSTRAK Senam hamilmerupakan latihan gerakan terapeutik untuk mempersiapkan wanita hamil, secara fisik atau mental, untuk menangani pengiriman cepat, aman dan spontan. Partisipasi ibu hamil dalam membuat senam hamil mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengetahuan, pendidikan, dan pekerjaan ibu hamil. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan terhadap partisipasi ibu hamil untuk melakukan senam hamil. Penelitian observasional observasional dengan pendekatan cross Populasi penelitian adalah 40 wanita hamil. Total sampling diaplikasikan untuk mendapatkan 40 Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik yang diaplikasikan dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki pengetahuan paling banyak sebesar 60% kategori kurang baik, 67,5% tingkat pendidikan dasar, 67,5% ibu bekerja sebanyak, 55% ibu hamil yang tidak mengikuti latihan kehamilan. Ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan dengan partisipasi ibu hamil di kelas yang melakukan latihan kehamilan pada ibu hamil . = 0,002, p = 0,005, p = 0,. Ada pengaruh bersama pengetahuan . = 0,048. Exp B = 5,. , pendidikan . = 0,041. Exp B = 7,. dan pekerjaan . = 0,041. Exp B = 6,. partisipasi ibu hamil dalam melakukan senam kehamilan. Kata kunci: Pengetahuan. Pendidikan. Pekerjaan, latihan kehamilan ABSTRACT Pregnancy exercise is therapeutic motion exercises to prepare pregnant women, physically or mentally, to deal with the fast delivery, secure and spontaneous. The participation of pregnant women in making pregnancy exercise may be influenced by several factors such as knowledge, education, and employment of pregnant This study was to know the influence of knowledge, education, and employment on the participation of pregnant women for doing pregnancy exercise. This was an observational analytical study with a crosectional approach. The study population was 40 pregnant women. Total sampling was applied to obtain 40 Bivariate analysis using the chi-square test and multivariate analysis using logistic regression was applied in the data analysis. Results of the study showed respondents have the most knowledge at 60% unfavorable category, 67. 5% the level of primary education, 67. 5% as many working mothers, 55% pregnant women who do not follow pregnancy exercise. There is a relationship between knowledge, education, employment with the participation of pregnant women in the class doing pregnancy exercise on pregnant women. = 0. 002, p = 0. 005, p = 0. There are influences together knowledge . = 0. Exp B = 5. = 0. Exp B = 7. and employment . = 0. Exp B = 6. the participation of pregnant women in doing pregnancy exercise. Keywords: Knowledge. Education. Employment, pregnancy exercise CENDEKIA MEDIKA p-ISSN: 2503-1392 Volume 5 Nomor 1. April 2020 e-ISSN: 2620-5424 pokok, yakni faktor perilaku . ehavior cause. dan faktor di luar perilaku . onbehavior cause. Perilaku itu sendiri ditentukan atau terbentuk dari 3 faktor, yaitu: faktor predisposisi . redisposing pengetahuan, sikap, tradisi, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai, pendidikan, dan Faktor pendukung . nabling factor. , yang terwujud dalam lingkungan fisik, tersedia atau tidak tersedianya fasilitas-fasilitas sarana-sarana kesehatan, misalnya puskesmas, obatobatan, alat-alat kontrasepsi, jamban, dan Faktor . einforcing facto. yang terwujud dalam sikap dan perilaku tokoh masyarakat, tokoh agama, petugas kesehatan, atau petugas yang lain, yang merupakan PENDAHULUAN Senam hamil adalah terapi latihan gerak untuk mempersiapkan ibu hamil secara fisik ataupun mental untuk menghadapi persalinan yang cepat, aman dan spontan. Senam hamil pada dasarnya adalah pelatihan bagi wanita hamil sehat menyiapkan kondisi fisiknya, menjaga kondisi otot-ototnya dan persediaan yang berperan dalam proses dan mekanisme Dalam hal ini otot-otot dinding perut, ligamen-ligamen, otot-otot dasar panggul dan sebagainya yang berhubungandengan proses persalinan (Andi. Maryunani, & S, 2011. Kursus persiapan persalinan melalui senam hamil sebenarnya mengandung dua tujuan yaitu menyiapkan kondisi fisik dan psikis wanita hamil terutama dalam menumbuhkan sikap percaya diri dalam menghadapi persalinan. Wanita hamil harus mendapat pengertian mengenai proses kehamilan dan persalinan sehingga dapat menghadapi secara realistis dalam artinya hilangnya rasa takut dan cemas. Wanita hamil perlu diberikan pelatihan teknik relaksasi dan pernafasan untuk mengurangi rasa nyeri dan memperlancar Rasa nyeri akan menyebabkan ibu bersalin menjadi stress sehingga akan meningkatkan pengeluaran hormone adrenalin yang menganggu sekresi hormon oxytocin pada lobus posterior hipofise sehingga akan menurunkan memperpanjang waktu persalinan (Putri. Shinta, 2014. Menurut Soekanto . , faktor yang bersumber dari dalam individu yang dapat mempengaruhi keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil adalah pendidikan dan pekerjaan. Pendidikan dan pekerjaan juga erat kaitanya dengan pengetahuan ibu hamil. Ibu hamil yang bekerja membantu suami mencukupi nafkah keluarga tidak memiliki banyak waktu untuk mengikuti kegiatan senam Sedangkan ibu hamil yang tidak bekerja lebih dapat meluangkan waktunya untuk mengikuti senam hamil. Studi pendahuluan yang peneliti lakukan pada kelas ibu hamil di RS. AR Bunda Kota Prabumulih didapatkan data keikutsertaan ibu hamil dalam kelas senam ibu hamil sebagai berikut: jumlah kelas ibu hamil ada 4 kelas dengan masing-masing kelas beranggotakan 10 ibu hamil, sehingga total ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil sebanyak 40 Pada bulan Oktober 2018 jumlah peserta senam ibu hamil sebanyak 40 orang dan jumlahnya menurun setiap Bulan November 2018 jumlah Setiap ibu hamil hendaknya mengikuti senam hamil yang bermanfaat bagi ibu Keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil menyangkut perilaku kesehatan ibu hamil. Menurut L. Green (Notoatmodjo, 2003. perilaku kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh 2 faktor CENDEKIA MEDIKA p-ISSN: 2503-1392 Volume 5 Nomor 1. April 2020 e-ISSN: 2620-5424 peserta sebanyak 38 orang, bulan Desember 2018 sebanyak 32 orang, bulan Januari 2098 sebanyak 29 orang, bulan Februari 2019 sebanyak 24 orang, bulan Maret 2019 sebayak 20 orang dan pada bulan April 2019 jumlah ibu hamil yang mengikuti senam hamil hanya sebanyak 18 ibu hamil . %). Analisa univariat dilakukan untuk mendeskripsikan pengetahuan, tingkat pendidikan, pekerjaan dan keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil Analisis bivariat dilakukan untuk tingkat pendidikan, pekerjaan dengan keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil menggunakan uji Chi Square. Analisis menggunakan regresi logistik, untuk mengetahui pengaruh bersama-sama semua variabel bebas terhadap variabel terikat (Santjaka. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil, pendidikan ibu hamil, pekerjaan ibu hamil dan keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil, menganalisis hubungan pengetahuan tentang senam hamil, pendidikan ibu hamil dan pekerjaan ibu hamil dengan keikutsertaan ibu hamil menganalisis secara bersama-sama faktor yang paling berpengaruh terhadap keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil tingkat pendidikan ibu hamil, pekerjaan ibu hamil dan keiikutsertaan ibu hamil dalam melakukan Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil pada kategori kurang baik sebanyak 24 orang . %) lebih banyak daripada kategori baik sebanyak 16 orang . %). Tingkat pendidikan dasar ibu hamil sebanyak 27 orang . ,5%) lebih banyak daripada yang pendidikan lanjutan yaitu sebanyak 13 orang . ,5%). Ibu hamil yang bekerja sebanyak 24 orang . %) lebih banyak daripada yang tidak bekerja sebanyak 16 orang . %). Ibu hamil yang tidak mengikuti senam hamil sebanyak 22 orang . %) lebih banyak daripada ibu yang mengikuti senam hamil sebanyak 18 orang. %). METODE PENELITIAN Variabel independent . yaitu pengetahuan, pendidikan, dan pekerjaan. Variabel dependent . yaitu adalah keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan crosecional. Penelitian ini menggunakan data primer dan data Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil di kelas senam hamil RS. AR Bunda Kota Prabumulih sebanyak40 orang yaitu 22 orang yang sudah tidak mengikuti senam hamil dan 18 orang yang masih mengikuti senam Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling (Notoatmodjo. Instrumen tentang pengetahuan, tingkat pendidikan, pekerjaan dan keikutsertaan dalam melakukan senam hamil. Banyaknya ibu hamil yang mempunyai pengetahuan kurang dapat disebabkan karena banyak ibu hamil yang mempunyai pendidikan dasar. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Dengan demikian, pendidikan dan CENDEKIA MEDIKA p-ISSN: 2503-1392 Volume 5 Nomor 1. April 2020 e-ISSN: 2620-5424 pengetahuan yang dimiliki oleh ibu hamil akan mendorong perilaku ibu hamil dalam melakukan senam hamil (Notoatmodjo, 28-. mereka untuk bekerja. Hal ini membuat keikutsertaan ibu hamil dalam mengikuti senam hamil menjadi rendah. Banyaknya ibu hamil yang tidak mengikuti senam hamil dapat di sebabkan karena pendidikan ibu yang rendah dan ibu banyak yang bekerja. Ibu hamil yang bekerja sebagian besar bekerja sebagai buruh. Pekerjaan buruh membuat ibu hamil banyak melewatkan senam hamil pada kelas ibu hamil karena sebagian besar waktu Hubungan pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil dengan keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil Tabel 1. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Senam Hamil Dengan Keikutsertaan Ibu Hamil Dalam Melakukan Senam Hamil Pengetahuan Baik Kurang Baik Jumlah Ikut Keikutsertaan Senam Hamil Tidak Ikut Total Berdasarkan Tabel 1. di atas dapat diketahui bahwa ibu hamil yang mempunyai pengetahuan baik, sebagian besar mengikuti senam hamil . %). Ibu hamil yang mempunyai pengetahuan kurang baik, sebagian besar tidak mengikuti senam hamil . %). Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai p = 0,002, yang artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil dengan keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil. 0,002 predisposisi yang menentukan perilaku Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap obyek Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui indra mata. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting seseorang/overt behavior. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih bermakna daripada perilaku yang tidak didasari pengetahuan (Notoadmodjo, 28-. Perilaku yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang dikembangkan oleh Green, bahwa CENDEKIA MEDIKA p-ISSN: 2503-1392 Volume 5 Nomor 1. April 2020 e-ISSN: 2620-5424 Tabel 2. Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Hamil Dengan Keikutsertaan Ibu Hamil Dalam Melakukan Senam Hamil Pada Kelas Ibu Hamil Pendidikan Dasar Lanjutan Jumlah Ikut Keikutsertaan Senam Hamil Tidak Ikut Total Berdasarkan Tabel 2. di atas dapat diketahui bahwa ibu yang mempunyai pendidikan dasar, sebagian besar tidak mengikuti senam hamil . ,4%). Ibu yang mempunyai pendidikan lanjutan, sebagian besar mengikuti senam hamil . ,9%). Hasil menggunakan uji chi square diperoleh nilai p = 0,005 yang artinya ada hubungan tingkat pendidikan ibu hamil dengan keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan 0,005 melandasi sikap yang akan mendorong Dengan pendidikan yang dimiliki oleh ibu hamil dapat melandasi sikapnya yang akan mendorong perilaku ibu hamil untuk mengikuti senam hamil. Seseorang yang mempunyai pendidikan lebih tinggi akan lebih mudah menerima informasi yang disampaikan oleh tenaga Artinya, ia dapat mengadopsi inovasi dengan cepat dibandingkan ibu-ibu cenderung sulit untuk mengetahui atau mengikuti informasi yang tersedia dengan keterbatasan pengetahuan (Notoatmodjo, 28-. Pendidikan merupakan faktor penting yang mempengaruhi perilaku seseorang untuk melakukan tindakan, termasuk merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan. Pengetahuan Tabel 3. Hubungan Pekerjaan Ibu Hamil Dengan Keikutsertaan Ibu Hamil Dalam Melakukan Senamhamil Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Jumlah Keikutsertaan Senam Hamil Tidak Ikut Ikut Berdasarkan Tabel 3. di atas dapat diketahui bahwa ibu yang bekerja, sebagian besar tidak mengikuti senam hamil . ,8%) dan bu yang tidak bekerja, sebagian besar mengikuti senam hamil . ,8%). Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai p = 0,014 yang artinya ada hubungan Total 0,014 antara pekerjaan ibu hamil dengan keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil. Ibu hamil yang bekerja memiliki sedikit waktu untuk mengikuti kelas ibu hamil yang salah satu kegiatannya adalah senam Pekerjaan membuat ibu hamil CENDEKIA MEDIKA p-ISSN: 2503-1392 Volume 5 Nomor 1. April 2020 e-ISSN: 2620-5424 banyak menghabiskan waktu ditempat kerja, sehingga dari hasil penelitian banyak ibu hamil yang bekerja tidak mengikuti senam hamil. Menurut Markum . dalam (Nursalam, 2003 h. bekerja umumnya merupakan kegiatan yang menyita waktu. Bekerja bagi ibuibu akan mempunyai pengaruh terhadap kehidupannya sehingga ibu tidak punya banyak waktu untuk mendapatkan Manusia memerlukan suatu pekerjaan untuk dapat berkembang dan Seseorang bekerja bertujuan untuk mencapai suatu keadaanyang lebih daripada keadaan sebelumnya. Dengan bekerja seseorang dapat berbuat yang bernilai, bermanfaat dan memperoleh berbagai pengalaman. Pengaruh pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan terhadap keiikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil Tabel 4. Hasil Analisis Multivariat Variabel Pengetahuan Pendidikan Pekerjaan Wald Sig. Tabel 4 menunjukkan bahwa variabel yang mempunyai p-value < 0,05 dan Exp. (B) Ou 2 adalah semua variabel bebas yaitu pengetahuan, pendidikan dan Variabel pengetahuan dengan p-value 0,048, nilai Exp. (B) 5,196, variabel pendidikan mempunyai p-value 0,041, nilai Exp. (B) 7,272 dan variabel pekerjaan dengan p-value 0,041, nilai Exp. (B)6,201. Exp(B) 95,0% C. EXP(B) Lower Upper hamil dipengaruhi oleh pengetahuan, pendidikan danpekerjaan. KESIMPULAN DAN SARAN Pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil paling banyak pada kategori kurang baik sebanyak 24 orang . ,0%), paling pendidikan dasar sebanyak 27 orang . ,5%), paling banyak ibu yang bekerja sebanyak 24 orang . ,5%) dan paling banyak ibu hamil yang tidak mengikuti senam hamil sebanyak 22 orang . ,0%). Kesimpulannya adalah ada pengaruh pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan bersama-sama keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil. Ibu hamil yang mempunyai pendidikan lanjut akan mengikuti senam hamil 7,2 kali lebih besar dibanding ibu hamil yang berpendidikan dasar. Ibu hamil yang tidak bekerja, akan mengikuti senam hamil 6,2 kali lipat lebih besar dibanding ibu hamil yang bekerja. Ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik akan mengikuti senam hamil 4 kali lebih besar dibanding ibu hamil yang mempunyai pendidikan kurang baik. Hal ini berarti keiikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil pada kelas ibu Ada hubungan pengetahuan tentang senam hamil dengan keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil pada kelas ibu hamil . = 0,. , ada hubungan tingkat pendidikan tentang senam hamil dengan keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil pada kelas ibu hamil . = 0,. , ada hubungan tingkat pekerjaan tentang senam hamil dengan keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil pada kelas ibu hamil . =0,. CENDEKIA MEDIKA p-ISSN: 2503-1392 Volume 5 Nomor 1. April 2020 e-ISSN: 2620-5424 Ada pengaruh secara bersama-sama pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan terhadap keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil pada kelas ibu Putri. Shinta. Panduan Senam Hamil Praktis. Yogyakarta: Platinum. Diharapkan dapat dipergunakan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya dan kesehatan dalam pelaksanaan asuhan kebidanan pada ibu hamil tentang keikutsertaan ibu hamil dalam melakukan senam hamil. Puty. , & Wibowo. Pengaruh Keikutsertaan Senam Hamil Terhadap Kecemasan Primigravida Trimester Ketiga Dalam Menghadapi Persalinan. 26Ae31. Ratnawati & Rina. Pengaruh Kombinasi Senam Hamil Dengan Relaksasi Swasugesti Terhadap Kesiapan Ibu Hamil Menghadapi Persalinan, 2014. 1Ae11. DAFTAR PUSTAKA