ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13910-13921 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Pengaruh Pengawasan Proyek dan Perekrutan Pegawai Dalam Meningkatkan Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Sukabumi Dudung Mulyadi1. Asep Syaripudin2 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi. Menara Siswa. Bogor email : dudung@menarasiswa. Abstrak Fokus utama penelitian adalah Pengaruh Pengawasan Proyek dan Perekrutan Pegawai Dalam Meningkatkan Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Sukabumi. Dalam Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan teknik pengumpulan data berupa metode kuesioner dan Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan untuk menguji seberapa besar pengaruhnya menggunakan uji t untuk mengetahui secaraparsial variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y dan uji F untuk mengetahui secara simultan variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa : diperoleht hitung = Dari hasil penggujian hipotesis variabel X1terhadap Y 14,157adapunttabelpada taraf signifikan 5% dengan derajat kebebasan 62 adalah 1,999 . Dikarenakanthitung14,157>ttabel1,999 . , maka Ho ditolak, dan Ha Artinya secara parsial terdapat pengaruh positif yang signifikan variable Pengawasan Proyek Dalam Meningkatkan Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi. Sedangkan besar pengaruhnya X1 terhadap Y . 2 = 0,764. Artinya variabel Pengawasan Proyek memberikan pengaruh nyata Dalam Meningkatkan Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi 76,4%. Dari penggujian hipotesis variabel X2 terhadap Y diperolehthitung = 9. 832 adapunttable pada taraf signifikan 5% dengan derajat kebebasan62 adalah 1,999. Dikarenakanth itung9. 832>ttabel1,999, maka Ho ditolak, dan Haditerima. Artinya terdapat pengaruh positifdan signifikan variable Perekrutan Pegawai Dalam Meningkatkan Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi. Besar pengaruhnya . 2 = 0,609, hal ini berarti variabel Perekrutan Pegawai memberikan pengaruh terhadap variable Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi sebesar 60,9%. Sedangkan dari pengujian hipotesis Variabel X1 dan variabel X2 terhadap Y berdasarkan table Anova diketahuiFhitung = 101. 637 adapun Ftabel pada taraf signifikan 5% adalah 1,999 dikarenakan F hitung 101. 637 >F tabel 1,999, maka Ho ditolak, dan Haditerima. Artinya Secara simultan terdapat pengaruh positif dan signifikan variable Pengawasan Proyek dan Perekrutan Pegawai Dalam Meningkatkan Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi. Hubungan antara Pengawasan Proyek (X. dan Perekrutan Pegawai (X. dengan Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi memiliki nilai pearson correlation adalah adalah 0,848, maka tingkat keeratan koefisien korelasinya adalah sangat kuat. Sebab, nilai 0,848 berada interval 0,800 Ae 1,000. Kata Kunci : Pengawasan. Rekutmen. Kualitas Abstract The main focus of this research is the Effect of Project Supervision and Employee Recruitment in Improving the Quality of Work of the Sukabumi Highways Office. This research uses quantitative methods and data collection techniques in the form of questionnaires and Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13910-13921 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 documentation methods. While the data analysis method used is multiple regression analysis and to test how much influence it has using the t test to partially determine the X1 and X2 variables on the Y variable and the F test to determine simultaneously the X1 and X2 variables on the Y variable. From the results of testing the hypothesis of the variable X1 against Y with the help of the SPSS software version 21 for Window, it is obtained that the count = 14. and the table at a significant level of 5% with 62 degrees of freedom is 1. Due to t count 14,157 > t table 1,999 . , then Ho is rejected, and Ha is accepted. This means that partially there is a significant positive influence on the Project Supervision variable in Improving the Quality of Work of the Highways Service of Sukabumi Regency. While the large effect of X1 on Y . 2 = 0. This means that the Project Supervision variable has a real influence in Improving the Quality of Work of the Bina Marga Office ofSukabumi Regency 76. From testing the hypothesis of the variable X2 against Y with the help of the SPSS software version 21 for Window, it was obtained that tcount = 9,832 adapunttable at a significant level of 5% with degrees of freedom62 was 1. Because the count is 9. 832> table 1. Ho is rejected, and Hadiis accepted. This means that there is a positive and significant influence on the Employee Recruitment variable in Improving the Quality of Work of the HighwaysService Office of Sukabumi Regency. The magnitude of the effect . 2 = 0. 609, this means that the Employee Recruitment variable has an influence on the variable of Work Quality of the Highways Office of Sukabumi Regency by Meanwhile, from hypothesis testing. Variable X1 and variable X2 against Y based on the Anova table, it is known that Fcount = 101,637 while Ftable at a significant level of 5% 999 because Fcount 101,637>Ftable 1. 999, then Ho is rejected, and Hadi accepts. This means that simultaneously there is a positive and significant influence on the Project Supervision and Employee Recruitment variables in Improving the Quality of Work of the Sukabumi Regency Highways Service. The relationship between Project Supervision (X. and EmployeeRecruitment (X. with the Quality of Work of the Highways Service of Sukabumi Regency has a Pearson correlation value of 0. 848, so the level of closeness of the correlation coefficient is very strong. Because, the value of 0. 848 is in the interval0. 800 Ae 1,000 Keywords: Supervision. Recruitment. Quality PENDAHULUAN Tak dapat dipungkiri bahwa pada jaman modern ini layanan transportasi merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan sehari-hari. Karena itu menjadi syarat bagi suatu daerah untuk memiliki prasarana layanan transportasi yang baik. Tanpa prasarana layanan tranportasi yang memadai, suatu daerah akan mengalami ketersendatan kegiatan sosial ekonomi, yang gilirannya menyebabkan tersendatnya pertumbuhan ekonomi. Secara umum, kebutuhan prasarana layanan transportasi merupakan kebutuhan pokok masyarakat, maka penyediaan prasarana menjadi tanggung jawab pemerintah,meskipun secara teknik pengelolaannya bisa diserahkan pada organisasi perangkat daerah sendiri Peran pemerintah sebagai pengayom dan fasilitator masyarakat, sehingga bertanggung jawab dalam mengkoordinir pengelolaannya. Secara operasional pemerintah dapat melakukan melalui lembaga-lembaga pemerintah terkait, dalam hal ini Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat dirumuskan rencana pembangunan, peningkatan, pemeliharaan jaringan jalan dan jembatan termasuk pengawasan yang sistematis. Dengan adanya rencana tersebut diharapkan Dinas Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi dapat mempunyai acuan dalam melaksanakan program-program termasuk perekrutan pegawai Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13910-13921 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 dalam meningkatkan kualitas pekerjaannya. Suatu pengawasan dan pengendalian proyek yang efektif untuk meningkatkan kualitas pekerjaan ditandai oleh hal-hal berikut: Tepat waktu dan peka terhadap penyimpangan. Metode yang digunakan harus cukup peka sehingga dapat mengetahui penyimpangan selagi masih awal. Dengan demikian dapat diadakan koreksi pada waktunya sebelum persoalan berkembang menjadi besar sehingga sulit untuk diadakan perbaikan. Bentuk tindakan yang diadakan tepat dan benar. Untuk maksud diperlukan kemampuan dan kecakapan menganalisis indikator secara akurat dan obyektif. Terpusat pada masalah bersifat strategis, dilihat dari segi penyelenggaraan proyek. Dalam hal ini diperlukan kecakapan memilih titik atau maslah yang strategis agar penggunaan waktu dan tenaga dapat efisien. Mampu mengkomunikasikan masalah dan penemuan, sehingga dapat menarik perhatian pimpinan maupun pelaksana proyek yang bersangkutan, agar tindakan koreksi yang diperlukan segera dapat dilaksanakan. Kegiatan pengawasan dan pengendalian tidak lebih dari yang diperlukan. Biaya yang dipakai untuk kegiatan pengawasan dan pengendalian tidak boleh melampaui faedah atau hasil dari kegiatan tersebut. Diakui bahwa banyak hal yang sulit untuk mengukur hasil pengawasan dan pengendaliannya secara kuantitatif, tetapi ditekankan disini adalah bahwa dalam merencanakan suatu pengawasan dan pengendalian perlu dikaji dan dibandingkan dengan hasil yang akan diperoleh. Dapat memberikan petunjuk berupa prakiraan hasil pekerjaan yang akan datang, bilamana pada saat pengecekan tidak mengalami perubahan. Petunjuk ini sangat diperlukan bagi pengelola proyek untuk menentukan langkah penyelenggaraan berikutnya. Selanjutnya pengawasan dan pengendalian akan lengkap bila memberikan usulan tindakan pembetulan yang diperlukan dengan melibatkan biaya dan tenaga yang minimal. Pengawasan dan pengendalian yang tidak efektif acap kali dijumpai suatu pengawasan dan pengendalian proyek tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Secara umum penyebabnya adalah hal-hal berikut: Karakteristrik Proyek Sudah berulang disinggung bahwa proyek umumnya kompleks, melibatkan banyak organisasi peserta dan lokasi kegiatan sering terpencar-pencar letaknya. Hal ini sering mengakibatkan: Tidaklah mudah mengikuti kinerja masing-masing kegiatan dan menyimpulkan menjadi laporan yang terkonsolidasi. Masalah komunikasi dan koordinasi makin bertambah dengan besarnya jumlah peserta dan terpencarnya lokasi. Kualitas Informasi Laporan yang tidak tepat waktunya dan tidak pandai memilih materi akan banyak mengurangi faedah suatu informasi, ditambah lagi dengan bila didasarkan atas informasi atau sumber yang kurang kompeten. Kebiasaan Di organisasi pemilik, pengelola proyek sebagian besar berasal dari bidang- bidang fungsional . eknik, operasi, pengadaan, dan lain-lai. dengan pekerjaan yang sifatnya rutin Mereka yang sudah "mapan" dengan sikap dan kebiasaan yang selama ini dialami umumnya sulit menyesuaikan diri dalam waktu yang relatif singkatdan cenderung "resistent" terhadap perubahan yang semestinya diperlukan untuk mengelola proyek. Pimpinan proyek hendaknya sejak awal telah menyiapkan diri dan mencari pemecahan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13910-13921 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 yang spesifik dalam menghadapi masalah-masalah di atas sehingga proses pengawasan dan pengendalian dapat berjalan dengan lancar. Berdasarkan uraian di atas, berhasil atau tidaknya pengawasan proyek dan perekrutan pegawai dalam meningkatkan kualitas pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi sangat tergantung pada kemampuan sumber daya manusianya . dalam menjalankan tugas-tugas. Oleh karena itu. Dinas Bina Marga perlu memikirkan cara yang dapat dilakukan untuk pengawasan proyek dan perekrutan pegawai dalam meningkatkan kualitas pekerjaan. Fungsi pengawasaan proyek merupakan salah satu fungsi yang penting dari program kegiatan yang mencoba meletakan dasar tujuan dan menyusun urutan langkah-langkah untuk mencapai tujuan. Dalam pada itu, perekrutan pegawai dalam meningkatkan kualitas pekerjaan menuntun agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan yang direncanakan. Disini terlihat eratnya hubungan antara pengawasan proyek dan perekrutan pegawai dalam meningkatkan kualitas pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi METODE Rancangan penelitian merupakan suatu bentuk pendekatan penulis dalam melakukan langkahlangkah praktis terhadap suatu obyek yang menjadi masalah. Desain penelitian yang digunakan oleh penulis adalah deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui hubungan nilai variabel pengaruh terhadap variabel yang dipengaruhinya, dimana Rancangan penelitian ini memberikan suatu gambaran permasalahan dari kedua jenis variabel tersebut. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang banyak menggunakan angka, mulai pengumpulan data, penafsiran terhadap data, serta penampilan (Suharsimi Arikunto, 2010:. Data Kuantitatif dalam penelitian ini di peroleh dari hasil penyebaran angket kepada sampel pegawai Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi. Jenis penelitian ini adalah korelasional. Sebab, dirancang untuk menentukan besarnya pengaruh variabel Pengawasan Proyek Proyek (X. dan Perekrutan Pegawai (X. dalam Meningkatkan Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi . Menurut Suharsimi Arikunto . penelitian korelasional bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan dan apabila ada, berapa eratnya hubungan serta berarti atau tidak hubungan itu. Rancangan penelitian ini dapat disajikan dalam bentuk paradigma sebagai berikut: Gambar 3. 2 : Model Desain Penelitian Data dan Sumber Data Data dalan penelitian adalah data kuantitatif. Menurut Riduwan, . data kuantitatif adalah data yang berwujud angka-angka yang diperoleh dari pengukuran langsung seperti data jumlah pegawai, maupun data dari angka yang diperoleh dengan mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif. Ay Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13910-13921 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Sumber data yang digunakan oleh peneliti adalah sumber data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian, misalnya melalui kuesioner, survey dan observasi. Menurut Danang Sunyoto . data sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber di luar obyek penelitian yang digunakan untuk melengkapi atau sebagai perbandingan dalam penelitian. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi data yang diperoleh dari hasil penelitian orang lain sepertikajian pustaka, penelitian yang relevan sebagai bahan perbandingan. Dalam penelitian ini data primer digunakan oleh peneliti untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari variabel bebas Pengawasan Proyek dan Perekrutan Pegawai terhadap variabel terikat (Kualitas Pekerjaa. Untuk memperoleh gambaran mengenai data dan sumber data yang digunakan peneliti, maka data dan sumber data disajikan dalam bentuk tabelberikut: Tabel 3. 1 Data dan Sumber Data Penelitian No. Variabel Sumber Data 1 Pengawasan Proyek (X. Responden Perekrutan Pegawai Responden 3 Kualitas Pekerjaan (Y) Responden Populasi dan Sampel. Besarnya Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel Menurut Sugiyono . populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik yang dimiliki subyek atau obyek itu. Sedangkan Suharimi Arikuto . mengemukakan populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi yang berjumlah 256 orang. Menurut Margono . , sampel adalah bagian dari populasi diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu. Hal senada dikemukakan oleh Sugiyono . sampel adalah bagian dari jumlah dan karakterisitik yang dimiliki populasi tersebut. Sedangkan Suharsimi Arikunto . mengemukakan bahwa Aysampel adalah sebagian atau wakil yang ditelitiAy. Menurut R. Sudjana . Sampling adalah mencatat sebagian kecil populasi sebagai percontohan . Dengan melakukan sampling ini kita menghasilkan nilai perkiraan . stimate valu. Karena itu, kita harus menjamin agar perkiraan itu baik, dengan cara memilih sampel yang tepat, yaitu dalam jumlah yang cukup dan memiliki semua karakteristik populasi yang akan diteliti. Dalam penelitian ini rencana samplingnya menggunakan simple random sampling. Dikatakan simpel . karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. (Sugiyono, 2011:. Lebih lanjut Suharsimi Arikunto . , mengemukakan bahwa untuk sekedar ancerancer apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitian merupakan penelitian populasi. Sedangkan jika jumlah subyeknya lebih besar dari 100, dapat diambil antara 10 Ae 15 % atau 20 Ae 25 % atau lebih. Berdasarkan acuan yang diungkapkan Suharsimi, dalam penelitian ini sampel diambil 25% dari populasi seluruh Pegawai Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi laki-laki dan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13910-13921 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 perempuan dengan rincian sebagai berikut : Tabel 3. 2 Populasi Dan Sampel No Responden 1 Laki- laki 2 Perempuan Total Populasi Sampel Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variabel yang diklasifikasikan oleh penulis selaku peneliti menjadi dua jenis variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Untuk lebih jelasnya mengenai kedua jenis variabel dimaksuddapat diperhatikan penjelasan di bawah ini. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat. Variabel bebas yang dimaksudkan dalam penelitian ini, yaitu terdiri dari : Variabel X1-nya adalah Pengawasan Proyek. Variabel X2-nya adalah Perekrutan Pegawai. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi variabel bebas (Sugiyono, 2011 : . Variabel terikat atau variabel Y yang dimaksudkan penulis dalam penelitian ini adalah Kualitas Pekerjaan. Dalam memperjelas variabel penelitian perlu diuraikan definisi konsepnya, baik definisi konseptual maupun definisi operasionalnya. Definisi konsep ini diperlukan untuk pengukuran variabel yang abstrak atau yang tidak mudah terhubung dengan fakta. Definisi Konseptual AuPengawasan Proyek. Ay Merupakan salah satu fungsi manajemen yang dapat mencegah terjadi penyimpangan, pemborosan, penyelewengan, hambatan, kesalahan, kegagalan dalam pencapaian tujuan dan pelaksanaan tugas organisasi. Menurut Soewarno Handayaningrat . Pengawasan Proyek diartikan sebagai suatu proses menetapkan pekerjaan yang sudah dilaksanakan, menilai dan mengoreksinya bila perlu dengan maksud supaya pekerjaan sesuai dengan rencana semula. Sedang Guntur dkk . mengatakan Pengawasan Proyek adalah keseluruhan kegiatan membandingkan, mengukur yang sedang atau sudah dilaksanakan dengan rencana yang ditetapkan sebelumnya dengan kriteria, norma dan standar. Dalam penelitian ini Pengawasan Proyek Dinas Bina Marga KabupatenSukabumi mengacu pendapat dari T. Hani Handoko . dengan tahap- tahap proses Pengawasan Proyek adalah Penetapan standar pelaksanaan. Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan. Pengukuran pelaksanaan kegiatan. Pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan. Pengambilan koreksi bila . Perekrutan Pegawai Menurut Flippo . perekrutan adalah "Penarikan calon pegawai atau tenaga kerja adalah proses pencairan tenaga kerja yang dilakukan secara seksama, sehingga dapat merangsang mereka mau melamar jabatan tertentu yang ditawarkan oleh organisasi" Sedangkan Werther dan Davis . mendifinisikan sebagai proses untuk mendapatkan dan merangsang pelamar yang mempunyai kemampuan menjadi pegawai. Menurut Musselman dan Hughes . mendefinisikan sebagai AuPenarikan calon Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13910-13921 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 pegawai adalah proses pembentukan sekumpulan pelamar yang memiliki kualitas Ay Dalam rekrutmen terdapat dua metode yaitu metode rekrutmen Internal dan metode rekrutmen eksternal. Berpijak dari pengertian di atas, dalam penelitian ini digunakan metode rekrutmen Internal meliputi penempatan, inventarisasi keahlian, penawaran pekerjaan, dan rekomendasi pegawai dan metode rekrutmen eksternal mencakup lembaga pendidikan, penggunaan advertensi dan agen. Definisi Konseptual AuKualitas PekerjaanAy Menciptakan pelayanan yang baik maka harus yang berkualitas sehingga para masyarakat senantiasa merasa puas dengan pelayanan yang di berikan oleh aparatur. Menurut Sinambela . kualitas adalah segala sesuatu yang mampu memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan . eeting the needs of customer. Berdasarkan pengertian sebagaimana dijelaskan pada poin-poin tersebut di atas, maka akhirnya dapat penulis simpulkan bahwa pengertian kualitas adalah segala susuatu yang diharapkan atau diinginkan dari pelayanan . ke yang dilayani . Dalam penelitian indikator kualitas pekerjaan Dinas Bina Marga mengacu pada pendapat Tjiptono . diantaranya : Kesesuaian dengan tuntutan. Kecocokan untuk pemakaian. Perbaikan/penyempurnaan. Bebas dari kerusakan/cacat. Sesuatu yang bisa membahagiakan pelanggan. Selanjutnya menurut Singarimbun . , operasional adalah unsur- penelitian yang memberitahukan bagaimana mengukur suatu variabel sehingga dengan pengukuran tersebut dapat diketahui indikator-indikator apa saja sebagai pendukung untuk dianalisa kedalam indikator-indikator tersebut. Berdasarkan penjelasan di atas, maka definisi operasional dalam penelitian ini ditafsirkan dengan tindak-lanjut penulis menguraikan variabel bebas dan variabel terikatnya menjadi beberapa dimensi dan setiap dimensi diuraikan kembali menjadi beberapa indikator dan setiap indikator dapat dijadikan rujukan untuk membuat pertanyaan atau pernyataan yang dikemas menjadi sebuah kuesioner . sebagaimana terilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 3. 3 Definisi Operasional Variabel X Variabel Pengawasan Proyek (X. Perekrutan Pegawai X2 Variabel X Dimensi Butir Penetapan standart pelaksanaan. Penentuan pengukuran pelaksanaankegiatan. Pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata. Pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan Pengambilan koreksi bila perlu. Sumber: T. Hani Handoko . Rekrutmen Internal meliputi penempatan, inventarisasi keahlian, pekerjaan, dan rekomendasi pegawai. Rekrutmen eksternal dari kalangan lembaga 16-18 pendidikan, penggunaan advertensi dan agen Jurnal Pendidikan Tambusai Skala Likert Likert ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13910-13921 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Tabel 3. 4 Definisi Operasional Variabel Terikat Variabel Kualitas Pekerjaan Variabel Y : Dimensi Kesesuaian dengan tuntutan Kecocokan untuk pemakaian Perbaikan/penyempurnaan Bebas dari kerusakan/cacat Sesuatu yang bisa membahagiakan Sumber: Tjiptono . Butir Skala Likert Instrumen Penelitian Instrumen adalah alat pengumpul data, dan peneliti akan menggunakan data ini untuk membuat inferensi tentang karakteristik individu, inferensi ini harus tepat. Oleh karena itu, instrument harus memenuhi beberapa syarat, yaitu valid, reliable, dan objektif. Dalam mendukung proses pengumpulan data dan memperoleh data yang diinginkan, peneliti menggunakan instrumen berupa: Angket (Kuesione. adalah suatu cara pengumpulan data dengan menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden, dengan harapan mereka dapat memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut. Peneliti menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan datadilapangan tentang Pengawasan Proyek dan Perekrutan Pegawai serta Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi. Pernyataan tersebut diukur dengan menggunakan skala likert. Menurut Riduwan . 2 : . skala likert yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Jawaban setiap butir pernyataan memiliki tingkatan dari sangat positif sampai sangat negatif, berupa kata- kata dengan skor dari tiap pilihan jawaban atas pernyataan sebagai berikut: Skor 5 : jawaban sangat setuju . Skor 4 : jawaban setuju . Skor 3 : jawaban netral . Skor 2 : jawaban tidak setuju . Skor 1 : jawaban sangat tidak setuju Terdapat sepuluh pertanyaan yang digunakan untuk mengungkap variabel Pengawasan Proyek (X. dan delapan untuk mengungkap variabel Perekrutan Pegawai (X. , serta sepuluh pertanyaan yang digunakan untuk mengungkap variabel Kualitas Pekerjaan (Y). Dengan demikian, dalam instrument ini terdapat dua puluh delapan butir pernyataan. Dari keseluruhan pernyataan, diperoleh skor total terendah sebesar 28 . asil perkalian antara skor 1 dengan banyak butir pernyataan, yaitu 28 buti. dan skor total tertinggi sebesar 140 . asil perkalian antara skor 5 dengan banyak butir pernyataan, yaitu 28 buti. Teknik pengumpulan ini dilakukan pada Pegawai Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi. Observasi Penggunaan teknik observasi dimaksudkan untuk mengamati benda-bendadi lokasi penelitian seperti. bangunan, lingkungan, dengan gejala lain yang menjadi efek dari dalam penelitian (LJ Moleong, 1999:. Teknik pengumpulanini dilakukan pada kantor Dinas Bina Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13910-13921 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Marga Kabupaten Sukabumi. Dokumentasi Dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda- benda tertulis seperti buku, majalah, dokumen, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya. Dalam penelitian ini teknik dokumentasi digunakan untuk mengetahui profil Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi. Selanjutnya, untuk menjamin keabsahan data yang ada dalam penelitian, terlebih dahulu dilakukan teknik pemeriksaan data dengan cara uji validitas dan reliabilitas. Menurut Sugiyono . , validitas merupakan derajad ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian, data yang valid adalah data Auyang tidak berbedaAy antara data yang dilaporkan dengan data sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian. Husein Umar . mengemukakan bahwa untuk pengujian tingkat validitas instrumen dalam penelitian digunakan teknik analisis Koefisien Korelasi Produk-Moment Pearson dengan nilai signifikansi 5% dengan nilai kritisnya atau dengan kata lain dapat dibandingkan antara rhitung dengan r table. Mengenai batas penerimaan harga daya beda item, para ahli memberikan pengukuran yang berbeda-beda. Namun demikian, sebagai acuan umum dapat digunakan harga 0,3 sebagai Dengan demikian jika diperoleh hasil korelasi lebih besar dari rtabel pada taraf signifikansi 5% atau lebih besar dari 0,3, maka dapat dikatakan bahwa butir pernyataan yang tersedia dalam angket penelitan adalah valid. Rumus korelasi product moment Pearson yang digunakan untuk uji validitas adalah sebagai berikut: (Riduwan, 2012 : . X 2 ( X ) . Y 2 ) ( Y ) ) Keterangan : rxy = angka Koefisien korelasi X = skor tiap butir pertanyaanY = skor total n = jumlah sampe Untuk menentukan nilai validitas setiap items pernyataan pada masing-masing variabel dalam angket penelitian ini direalisasikan perhitungannya dengan bantuan software excel . umus : =correl(AX1:AXn,$NX1:$NX. =Ente. Selanjutnya, menurut Suharsimi Arikunto . 0 :. , klasifikasi keputusan dari nilai validitas dapat diperhatikan dengan melihat besarnya koefisien dari skala sebagaimana . 0,80< r < 1 = valid sangat tinggi . 0,60 < r < 0,80 = valid tinggi . 0,40 < r < 0,60 = valid sedang . 0,20 < r < 0,40 = valid rendah . 0,00 < r <0,20 = valid sangat rendah . r < 0,00 = tidak valid. Setelah item pertanyaan instrument penelitian valid, selanjutnya menilai tingkat Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13910-13921 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 konsistensi instrument tes dalam penelitian disebut dengan reliabilitas. Kata reliabilitas diambil dari kata reliability dalam bahasa Inggris berasal dari kata reliabel artinya dapat dipercaya. Suharsimi . mengemukakan Reliabilitas menunjukkan bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen tes dikatakan dapat dipercaya jika memberikan hasil yang tetap apabila diteskan berkali-kali. Untuk mengetahui reliabilitas instrumen Pengawasan Proyek dan Perekrutan Pegawai terhadap Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi, maka peneliti menggunakan reliabilitas internal dengan menggunakan rumus alpha. Sebab dalam penelitian ini instrumen yang dicari reliabilitasnya adalah berbentuk angket dan mempunyai skala 1-5. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : Mengenai batas penerimaan harga beda item, para ahli memberikan pengukuran berbeda-beda. Namun sebagai acuan umum digunakan harga 0,6 sebagai batas. Dengan demikian, jika hasil perhitungan menunjukkan nilai alpha lebih dari 0,6, maka butir pernyataan yang tersedia dalam angket penelitan dapat dikatakan reliabel. Namun demikian, agar terjamin keakuratan dalam melakukan penghitungan saat pengolahan data dari hasil penelitian di lapangan, maka penulis menggunakan bantuan Software SPSS versi 21 for Window. Prosedur Pengumpulan Data Dalam melaksanakan kegiatan penelitian, penulis menempuh prosedur pengumpulan data sebagai berikut : Menyampaikan fakta di lapangan Mengevaluasi jenis data dan informasi yang diperlukan. Mengikuti prosedur teknik pengambilan sampel dengan benar. Mengumpulkan, menjaga, dan memelihara data/informasi HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh PengawasanProyek Dalam MeningkatkanKualitas Pekerjaan Dinas Bina MargaSukabumi Adanya Pengawasan ikut menentukan baik buruknya Kualitas Pekerjaan, apabila Pengawasanrendah jangan berharap Kualitas Pekerjaan Dinas Bina MargaKabupaten Sukabumi baik. Berdasarkan hasil penelitianPada Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi terdapat pengaruh Pengawasan Proyek Dalam MeningkatkanKualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga sebesar 76,4%. Selanjutnya hasil uji hipotesis, ternyata Pengawasan memiliki pengaruh positif dan significantdengan Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Sukabumi, dikarenakan thitung14,157> ttabel 1,999 . , maka Ho ditolak, dan Haditerima. Artinya secara parsial terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel Pengawasan Proyek Dalam MeningkatkanKualitas Pekerjaan Dinas Bina MargaKabupaten Sukabumi. Sehingga dapat disimpulkan semakin sering Pengawasan proyekmaka akan semakin baik pula Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi. Pengaruh Perekrutan PegawaiDalam Meningkatkan Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi Berdasarkan Dinas Bina Marga Kabupaten SukabumiternyatavariabelPerekrutan Pegawaimemberikan pengaruh terhadap Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Margasebesar 60,9%. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13910-13921 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Hasil uji hipotesis, ternyata Perekrutan Pegawaimemiliki pengaruh positif dan significant dengan Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga KabupatenSukabumi, dikarenakan 832> ttabel 1,999 . , maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya secara parsial terdapat pengaruh positif dan signifikan variabelPerekrutan Pegawai dalam Meningkatkan Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Sukabumi. Maka dapat dikatakan bahwa semakin Baik Perekrutan Pegawaimaka akan semakin baik pula Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Sukabumi. Pengaruh Pengawasan Proyek dan Perekrutan PegawaiDalam Meningkatkan Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi Berdasarkan hasil penelitian di Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumivariabel Pengawasan Proyek dan Perekrutan Pegawaimemberikan pengaruh terhadap Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi sebesar 76,9%. Dari tabel Anova diketahui Fhitung = 101. 637 adapun Ftabel pada taraf signifikan 5% adalah 1,999dikarenakan Fhitung101. 637 >Ftabel1,999, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya secara simultan terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel Pengawasan Proyek dan Perekrutan Pegawai Dalam Meningkatkan Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi. Hubungan Pengawasan Proyek dan Perekrutan PegawaiterhadapKualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi Hubungan antara Pengawasan Proyek dan Perekrutan Pegawai dengan Kualitas Pekerjaan Dinas Bina MargaKabupaten Sukabumi memiliki nilai pearson correlation adalah 0,848, maka tingkat keeratan koefisien korelasinya adalah sangat kuat. Sebab, nilai 0,848 berada interval 0,800 Ae 1,000. SIMPULAN Secara simultan terdapat pengaruh positif dan signifikan variable Pengawasan Proyek dan Perekrutan Pegawai Dalam Meningkatkan Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi. Hubungan antara Pengawasan Proyek (X. dan Perekrutan Pegawai (X. dengan Kualitas Pekerjaan Dinas Bina Marga Kabupaten Sukabumi memiliki nilai pearson correlation adalah adalah 0,848, maka tingkat keeratan koefisien korelasinya adalah sangat kuat. Sebab, nilai 0,848 berada interval 0,800 Ae 1,000. DAFTAR PUSTAKAA