JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI, Vol. No. 1 ,Juli 2024 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Doi : 10. 51903/kompak. http://journal. id/index. php/kompak PERANCANGAN SISTEM KEUANGAN DI PUSKESMAS KARANGAWEN II DEMAK Vivi Kumalasari Subroto1. Eni Endaryati2 Universitas STEKOM Majapahit 605 Semarang, e-mail: viviks@stekom. Universitas STEKOM Majapahit 605 Semarang, e-mail: eni@stekom. ARTICLE INFO Article history: Received 30 Mei 2024 Received in revised form 2 Juni2024 Accepted 10 Juni 2024 Available online 1 Juli 2024 ABSTRACT In connection with the need for a financial information system, the Karangawen II Demak Community Health Center is a research object that requires such an information system. This is because in carrying out its operational activities, the Karangawen II Demak Community Health Center has not used an adequate financial information system so that track records of income receipts, shopping expenditures and financial balances have not been recorded properly. This of course has an impact on the smooth operational activities of the Karangawen II Demak Health Center and also has an impact on the assessment of current assets owned by the Karangawen II Demak Health Center. To overcome this problem, this financial information system will be developed on a web basis so that it is hoped that it can help the operational activities of the health Keywords: financial informatiuon system, website, health center information system Introduction Sistem informasi keuangan merupakan sebuah sistem informasi yang sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan operasional sebuah layanan kesehatan, salah satunya adalah puskesmas. Menurut Sutabri . , sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Sedangkan Sistem Informasi Keuangan adalah sistem informasi yang memberikan informasi kepada orang atau kelompok baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan mengenai masalah keuanganan & menyediakan informasi mengenai arus uang bagi para pemakai diseluruh perusahaan. Berkaitan dengan kebutuhan akan sistem informasi keuangan. Puskesmas Karangawen II Demak merupakan obyek penelitian yang membutuhkan sistem informasi tersebut. Puskesmas ini terletak di Jl. Mbrumbung Lestari. Tlogogendong. Tlogorejo. Kec. Karangawen. Kabupaten Demak. Jawa Tengah 59566. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, puskesmas ini mendapatkan sumber Received Mei 23, 2024. Revised Juni 2, 2024. Accepted Juni 22, 2024 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 dana dari APBN. APBD Provinsi. APBD Kabupaten/Kota, serta pihak ketiga seperti BPJS untuk Puskesmas. Menurut Kementerian Kesehatan RI, . dalam permenkes no. 75 Tahun 2014, dinyatakan bahwa Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Puskesmas menyelenggarakan sebagian tugas teknis operasional dinas kesehatan kabupaten atau kota. Dalam rangka pembangunan kesehatan yaitu penyelenggaraan upaya kesehatan oleh bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. (Kepmenkes RI No. 128/Menkes/SK/II/2. Puskesmas didirikan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar, menyeluruh, paripurna, dan terpadu bagi seluruh penduduk yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas. Program dan upaya kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas merupakan program pokok . ublic health essentia. yang wajib dilaksanakan oleh pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Puskesmas Karangawen II Demak belum menggunakan sistem informasi keuangan yang memadai sehingga rekam jejak penerimaan pendapatan, pengeluaran belanja, maupun saldo keuangan belum dapat tercatat dengan baik. Hal ini tentu saja berdampak kepada kelancaran kegiatan operasional Puskesmas Karangawen II Demak serta berdampak juga terhadap penilaian aktiva lancar yang dimiliki oleh Puskesmas Karangawen II Demak. Upaya perwujudan salah satu misi dari Puskesmas Karangawen II Demak, yaitu Aumenyelenggarakan pelayanan yang konferhensif, mulai promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatifAy juga akan sulit terlaksana karena puskesmas tidak didukung dengan sistem informasi yang memadai. Sejauh ini sebagai upaya perwujudan misi puskesmas tersebut, untuk mendukung kegiatan operasionalnya, terutama untuk kegiatan sosialisasi dan promosi maka Puskesmas Karangawen II Demak menggunakan media sosial yaitu Instagram dan channel Youtube. Gambar 1. Akun Instagram Puskesmas Karangawen II Demak Adapun sistem informasi keuangan ini akan dikembangkan dengan berbasis web. Website adalah sebuah sistem dengan informasi yang disajikan dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lainlain yang tersimpan dalam sebuah server web internet yang disajikan dalam bentuk Website digunakan untuk mengambil dan menyajikan sebuah informasi. Website dapat digunakan untuk pengembangan HTML. PHP dan basis data MySQL (Supono&Putratama, 2. Dengan menggunakan sistem informasi keuangan berbasis web, laporan keuangan dapat dihasilkan secara cepat dan akurat serta dapat diakses dari mana saja dengan terkoneksi ke internet. Sehingga JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Juli 2024 : 485 Ae 491 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n sistem informasi keuangan ini diharapkan dapat mewujudkan Good Corporate Governance di Puskesmas Karangawen II Demak. Research Method Langkah Ae langkah dalam pendekatan metode penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) mencakup 10 . langkah umum (Borg & Gall, 1. Research and information collecting Langkah pertama ini meliputi analisis kebutuhan, studi pustaka, studi literatur, penelitian skala kecil dan standar laporan yang dibutuhkan. Planning Setelah melakukan studi pendahuluan, pengembang dapat melanjutkan langkah kedua, yaitu merencanakan penelitian. Perencan penelitian R & D meliputi: . merumuskan tujuan . memperkirakan dana, tenaga dan waktu. merumuskan kualifikasi peneliti dan bentuk-bentuk partisipasinya dalam penelitian. Develop preliminary form of product Langkah ini meliputi: . Menentukan desain produk yang akan dikembangkan . menentukan sarana dan prasarana penelitian yang dibutuhkan selama proses penelitian dan pengembangan. menentukan tahaptahap pelaksanaan uji desain di lapangan. menentukan deskripsi tugas pihakpihak yang terlibat dalam penelitian. Preliminary field testing Langkah ini merupakan uji produk secara terbatas. Langkah ini meliputi: . melakukan uji lapangan awal terhadap desain produk. bersifat terbatas, baik substansi desain maupun pihak-pihak yang terlibat. uji lapangan awal dilakukan secara berulang-ulang sehingga diperoleh desain layak, baik substansi maupun metodologi. Main product revision Langkah ini merupakan perbaikan model atau desain berdasarkan uji lapangan terbatas. Penyempurnaan produk awal akan dilakukan setelah dilakukan uji coba lapangan secara Pada tahap penyempurnaan produk awal ini, lebih banyak dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Evaluasi yang dilakukan lebih pada evaluasi terhadap proses, sehingga perbaikan yang dilakukan bersifat perbaikan internal. Main field testing Langkah ini merupakan uji produk secara lebih luas. Langkah ini meliputi . melakukan uji efektivitas desain produk. uji efektivitas desain, pada umumnya, menggunakan teknik eksperimen model penggulangan. Hasil uji lapangan adalah diperoleh desain yang efektif, baik dari sisi substansi maupun metodologi. Operational product revision Langkah ini merupakan perbaikan kedua setelah dilakukan uji lapangan yang lebih luas dari uji lapangan yang pertama. Penyempurnaan produk dari hasil uji lapangan lebih luas ini akan lebih memantapkan produk yang kita kembangkan, karena pada tahap uji coba lapangan sebelumnya dilaksanakan dengan adanya kelompok kontrol. Desain yang digunakan adalah pretest dan posttest. Selain perbaikan yang bersifat internal. Penyempurnaan produk ini didasarkan pada evaluasi hasil sehingga pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Operational field testing Langkah ini meliputi sebaiknya dilakukan dengan skala besar: . melakukan uji efektivitas dan adaptabilitas desain produk. uji efektivitas dan adabtabilitas desain melibatkan para calon pemakai produk. hasil uji lapangan adalah diperoleh model desain yang siap diterapkan, baik dari sisi substansi maupun metodologi. PERANCANGAN SISTEM KEUANGAN DI PUSKESMAS KARANGAWEN II DEMAK (Vivi Kumalasari Subrot. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Final product revision Langkah ini akan lebih menyempurnakan produk yang sedang dikembangkan. Penyempurnaan produk akhir dipandang perlu untuk lebih akuratnya produk yang dikembangkan. Pada tahap ini sudah didapatkan suatu produk yang tingkat efektivitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penyempurnaan produk akhir memiliki nilai AugeneralisasiAy yang dapat diandalkan. Dissemination and implementation Laporan hasil dari R & D melalui forum-forum ilmiah, ataupun melalui media massa. Distribusi produk harus dilakukan setelah melalui quality control. Teknik analisis data, langkah-langkah dalam proses penelitian dan pengembangan dikenal dengan istilah lingkaran research dan development menurut Borg and Gall terdiri atas: meneliti hasil penelitian yang berkaitan dengan produk yang akan dikembangkan, . mengembangkan produk berdasarkan hasil penelitian, . uji lapangan . mengurangi devisiensi yang ditemukan dalam tahap ujicoba lapangan. Gambar 2. Langkah Metode Penelitian dan Pengembangan R&D (Borg & Gall, 1. Results and Analysis Berikut ini merupakan tampilan dari sistem keuangan yang dirancang untuk digunakan di Puskesmas Karangawen II Demak: Form Login User Form ini digunakan untuk login ke aplikasi dengan memasukkan username dan password secara benar agar dapat masuk ke dalam sistem aplikasi. Gambar 3. Form Login Form Menu Utama Fungsi menu utama adalah untuk memberikan informasi tentang sub menu-menu utama yang ada dalam sistem informasi ini agar mudah digunakan oleh user. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Juli 2024 : 485 Ae 491 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Gambar 4. Menu Utama/ Dashboard Form Input Akun Belanja Form input akun belanja digunakan untuk menambah akun belanja yang diperlukan. Gambar 5. Form Input Akun Belanja Form Input Penerimaan Pendapatan/ Pengeluaran Belanja Form yang digunakan untuk menginput penerimaan pendapatan/ pengeluaran belanja. Gambar 6. Form Input Penerimaan Pendapatan/ Pengeluaran Belanja PERANCANGAN SISTEM KEUANGAN DI PUSKESMAS KARANGAWEN II DEMAK (Vivi Kumalasari Subrot. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Laporan Penerimaan Pendapatan/ Pengeluaran Belanja Form laporan Penerimaan Pendapatan/ Pengeluaran Belanja berfungsi untuk mengecek Penerimaan Pendapatan/ Pengeluaran Belanja. Pengecekan laporan bisa dicek per-kode rekening ataupun secara keseluruhan. Gambar 7. Laporan Penerimaan Pendapatan/ Pengeluaran Belanja Conclusion Menurut Permenkes RI No: 31 tahun 2019, bahwa dalam rangka meningkatkan manajemen penyelenggaraan Puskesmas perlu dukungan Sistem Informasi Puskesmas yang mampu menjamin ketersediaan data dan informasi secara cepat, akurat, terkini, berkelanjutan, dan dapat Sistem Informasi Puskesmas adalah suatu tatanan yang menyediakan informasi untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam melaksanakan manajemen Puskesmas dalam mencapai sasaran kegiatannya. Menurut Permenkes RI No: 31 tahun 2019. Sistem Informasi Puskesmas paling sedikit mencakup pencatatan dan pelaporan kegiatan Puskesmas dan jaringannya, pencatatan dan pelaporan keuangan Puskesmas dan jaringannya, survei lapangan, laporan lintas sektor terkait. dan laporan jejaring Puskesmas di wilayah kerjanya. Sistem Informasi Keuangan adalah sistem informasi yang memberikan informasi kepada orang atau kelompok baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan mengenai masalah keuanganan & menyediakan informasi mengenai arus uang bagi para pemakai diseluruh perusahaan. Berkaitan dengan perancangan sistem informasi keuangan yang merupakan bagian dari sistem informasi puskesmas, maka Puskesmas Karangawen II Demak dapat dijadikan objek dalam penelitian ini. Karena dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Puskesmas Karangawen II Demak belum menggunakan sistem informasi keuangan yang memadai sehingga rekam jejak penerimaan pendapatan, pengeluaran belanja, maupun saldo keuangan belum dapat tercatat dengan Upaya perwujudan salah satu misi dari Puskesmas Karangawen II Demak, yaitu Aumenyelenggarakan pelayanan yang konferhensif, mulai promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatifAy juga akan sulit terlaksana karena puskesmas tidak didukung dengan sistem informasi yang memadai. Perancangan sistem Informasi keuangan pada Puskesmas Karangawen II Demak, dapat berguna bagi user sehingga user lebih mudah dan cepat untuk melakukan kegiatan pencatatan Rekam jejak pencatatan transaksi penerimaan pendapatan dan pengeluaran belanja juga terdokumentasi dengan baik. User yang berkepentingan juga dapat mencetak laporan transaksi yang terhubung dalam satu database serta sistem ini juga telah dilengkapi dengan keamanan hak akses untuk beberapa user yang berkepentingan. Adapun saran yang penulis berikan untuk meningkatkan kinerja dari sistem yang dirancang, antara lain: JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Juli 2024 : 485 Ae 491 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Agar sistem berjalan dengan baik dan benar maka diperlukan adanya pelatihan bagi pegawai bagian keuangan Puskesmas Karangawen II Demak tentang pembuatan laporan keuangan dan tata cara penggunaan program sistem informasi keuangan yang akan dipakai ini. Kepada peneliti selanjutnya, penulis menyarankan agar dapat mengembangkan lagi program yang penulis rancang ini menjadi program yang lebih sempurna lagi dan lebih luas cakupan ruang lingkup programnya. References