E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik Volume 7 Nomor 2 Bulan 2025 e-ISSN: 2686-5882. p-ISSN: x-x. Hal 94-104 DOI: https://doi. org/10. 70375/e-logis. Evaluasi Implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeude. di Desa Desa Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo Sigit Agus Dwi Prasetyo1*. Jihan Adi Safangat2. Intan Imam Sutanto 3. Samto4 1,2,3,4 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Karya Utama. Indonesia email sigit_dp2019@yahoo. email2 jihanadis838@gmail. intanimam@gmail. email4 samto080865@gmail. Jl. Tegalsari Raya No. Semarang. Indonesia Korepondensi penulis. sigit_dp2019@yahoo. Abstract. This study aims to evaluate the implementation of the Village Financial System (SISKEUDES) in villages in Kalikajar District. Wonosobo Regency. The study was conducted using a qualitative case study approach through interviews, observations, and documentation of village officials and sub-district officials. Primary data were obtained through interviews with 18 village officials in Kalikajar District. The results show that the implementation of SISKEUDES has had a positive impact on administrative order, reporting effectiveness, and village financial accountability. However, technical constraints such as server disruptions, unstable internet networks, and limited operator capabilities remain obstacles to system The study recommends increasing the capacity of village officials, strengthening network infrastructure, and optimizing technical assistance from sub-districts and local governments. Keywords: Non Performing Loan. Loan to Asset Ratio, and Third Party Funds Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) pada desa-desa di Kecamatan Kalikajar. Kabupaten Wonosobo. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap perangkat desa serta pejabat kecamatan. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan 18 perangkat desa di Kecamatan Kalijajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SISKEUDES telah memberikan dampak positif terhadap ketertiban administrasi, efektivitas pelaporan, serta akuntabilitas keuangan desa. Namun demikian, kendala teknis seperti gangguan server, jaringan internet yang tidak stabil, dan keterbatasan kemampuan operator masih menjadi hambatan dalam optimalisasi sistem. Penelitian merekomendasikan peningkatan kapasitas aparatur desa, penguatan infrastruktur jaringan, serta optimalisasi pendampingan teknis dari kecamatan dan pemerintah daerah. Kata kunci: Sistem Keuangan Desa. Siskeudes. Akuntabilitas. Implementasi Kebijakan. Teknologi Informasi LATAR BELAKANG Pengelolaan keuangan desa menjadi bagian penting dalam tata kelola pemerintahan desa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Desa diberikan kewenangan untuk mengatur dan mengelola sumber pendapatannya sendiri, termasuk Pendapatan Asli Desa (PAD). Alokasi Dana Desa, dana transfer dari APBN, serta pendapatan sah lainnya. E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik VOLUME 7. NO. OKTOBER 2025 Evaluasi Implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeude. di Desa Desa Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo Untuk mendukung tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sistematis. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama Kementerian Dalam Negeri mengembangkan Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES). Aplikasi ini dirancang untuk membantu pemerintah desa dalam perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa secara terstruktur dan sesuai regulasi. Meski seluruh desa di Kecamatan Kalikajar telah mengimplementasikan SISKEUDES, ditemukan berbagai kendala seperti ketidakstabilan jaringan internet, keterlambatan pelaporan, kurangnya pemahaman operator, hingga gangguan teknis berupa sistem yang keluar secara otomatis . orce logou. (Agustina, 2. Fenomena tersebut menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap implementasi SISKEUDES. KAJIAN TEORITIS Sistem Keuangan Desa Sistem keuangan desa merupakan rangkaian proses pengelolaan keuangan desa yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban (K. Indonesia, 2. , sedangkan pengelolaan dan pengawasan keuangan desa diatur dalam Permendagri No. 73 Tahun 2020 (K. Indonesia, 2. Sistem ini menekankan transparansi, efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas dalam setiap proses administrasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) adalah aplikasi berbasis komputer yang dikembangkan untuk mendukung tata kelola keuangan desa secara efektif, efisien, dan sesuai regulasi. Menurut (Wijayandanu & Astuti, 2. SISKEUDES mampu meningkatkan ketertiban administrasi keuangan desa karena fitur-fiturnya disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan. Penelitian terbaru (Utami et al. , 2. menyebutkan bahwa SISKEUDES berperan besar dalam mempercepat penyusunan laporan keuangan desa dan meningkatkan pengawasan berbasis teknologi informasi. Evaluasi Implementasi Kebijakan Menurut Ndraha . , evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas, kecukupan, dan ketepatan suatu kebijakan dengan menggunakan Indikator evaluasi Ndraha yang Efektivitas: sejauh mana tujuan kebijakan tercapai. E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik VOLUME 7. NO. OKTOBER 2025 e-ISSN: 2686-5882. p-ISSN: x-x. Hal 94-104 Kecukupan: apakah hasil kebijakan mampu menyelesaikan masalah. Ketepatan: sejauh mana manfaat kebijakan sesuai kebutuhan masyarakat dan Teori Implementasi Kebijakan Implementasi merupakan saran untuk melaksanakan sesuatu yang menimbulkan dampak atau akibat terhadap sesuatu. Menurut Edward i implementasi kebijakan dipengaruhi oleh empat faktor utama: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi (Hidayat & Kemala, 2. Kerangka Pemikiran Penelitian ini dibangun atas hubungan antara teori implementasi kebijakan, efektivitas penggunaan teknologi informasi, serta kualitas tata kelola keuangan desa. Implementasi SISKEUDES dievaluasi melalui alur: Perencanaan. Pelaksanaan. Penatausahaan. Pelaporan. Pertanggungjawaban. Untuk Evaluasi dilakukan menggunakan indikator Ndraha: efektivitas, kecukupan, dan ketepatan. METODE PENELITIAN Jenis Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diolah dalam bentuk naratif untuk memahami fenomena secara mendalam. Penelitian ini dilakukan di beberapa Desa yang tergabung dalam Kecamatan Kalikajar. Kabupubaten Wonosobo. Provinsi Jawa tengah dengan informan Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan. Sekretaris Desa. Operator SISKEUDES. Sumber Data Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Data Primer: diperoleh melalaui wawancara, observasi lapangan. Data Sekunder berupa dokumen desa, laporan APBDes, laporan keuangan, pedoman penggunaan SISKEUDES Teknik Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilaksanakan dengan melakukan pengamatan dan analisis mengenai mekanisme implemerntasi pengelolaan sistem keuangan desa di kecamtan Kalikajar. Wawancara dilakukan terhadap Kepala seksi pemerintahan kecamatan Kalikajar, sekretaris desa dan operator SISKEUDES untuk mengetahui E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik VOLUME 7. NO. OKTOBER 2025 Evaluasi Implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeude. di Desa Desa Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo bagaimana pelaksanaan dan penerapan SISKEUDES dan kendala dan hambatan yang dialami desa kecamatan Kalikajar. Kegiatan dokumentasi untuk mendapatkan catatancatatan, transkrip, buku dan tabel Teknik Analisis Data Teknik Analisis data pada penelitian ini menggunakan model analisis data (Miles et al. , 2. yang dilakukan dalam tiga tahapan utama yang dilakun dengan mereduksi data . ata reductio. , penyajian data . ata displa. dan penarikan kesimpulan Conclusion drawing/verificatio. Uji Keabsahan Data Untuk uji keabsahan data pada penelitian ini khususnya untuk melihat bagaimana implementasi SISKEUDES di Kecamatan Kalikajar dengan melakukan reduksi data dengan beberapa tahapan, meliputi: Mengidentifikasi informasi penting berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa. Menyaring pernyataan informan yang relevan dengan kategori analisis, seperti efektivitas, kecukupan, ketepatan, penggunaan teknologi, dan hambatan implementasi. Menghapus data yang tidak relevan, bersifat pengulangan, atau tidak mendukung fokus penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Kecamatan Kalikajar Kecamatan Kalikajar terdiri dari 18 desa dan seluruhnya telah menggunakan SISKEUDES secara penuh sejak 2022 . dan 2023 . Pemerintah kecamatan secara berkala melakukan pendampingan teknis kepada perangkat desa. Evaluasi Implementasi Prosedur SISKEUDES Perencanaan Pada tahap perencanaan, seluruh desa di Kecamatan Kalikajar memulai proses penyusunan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDe. melalui musyawarah desa yang melibatkan unsur pemerintah desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, hingga lembaga kemasyarakatan. Hasil musyawarah tersebut berisi prioritas pembangunan, program pemberdayaan masyarakat, serta kebutuhan operasional pemerintahan desa. E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik VOLUME 7. NO. OKTOBER 2025 e-ISSN: 2686-5882. p-ISSN: x-x. Hal 94-104 Setelah RKPDes difinalisasi, desa menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDe. sebagai dokumen anggaran tahunan yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa. Pada tahap ini, aplikasi SISKEUDES berperan sangat penting sebagai alat bantu untuk menginput seluruh rencana kegiatan dan estimasi anggaran ke dalam sistem secara terstruktur. Operator SISKEUDES memasukkan data usulan kegiatan sesuai kode rekening, pagu anggaran, jadwal pelaksanaan, dan jenis belanja. Dengan adanya sistem ini, perencanaan menjadi lebih transparan dan terdokumentasi, serta meminimalkan potensi kesalahan pencatatan. Beberapa operator desa juga menyampaikan bahwa proses input perencanaan di SISKEUDES membantu memverifikasi kecocokan antara RKPDes dan APBDes sehingga tidak terjadi inkonsistensi antar dokumen. Pelaksanaan Tahap pelaksanaan merupakan realisasi kegiatan yang telah ditetapkan dalam APBDes. Pada tahap ini, operator SISKEUDES melakukan pencatatan yang lebih teknis dan rinci. Setiap pencairan dana kegiatan, baik yang berhubungan dengan belanja barang, jasa, maupun pembayaran upah pekerja, harus didukung dengan bukti transaksi berupa kwitansi, nota, ataupun dokumen pendukung lain. Data yang telah diinput akan secara otomatis mempengaruhi posisi anggaran, sehingga desa mengetahui seberapa besar penyerapan anggaran dan sisa saldo setiap Menurut wawancara dengan beberapa operator desa. SISKEUDES membantu menghindari duplikasi pencatatan dan memastikan bahwa setiap realisasi belanja terekap dengan baik, meskipun beberapa operator mengaku masih memerlukan pendampingan untuk memahami fitur pelaksanaan secara lebih menyeluruh. Penatausahaan Penatausahaan merupakan tahap administratif internal yang tidak hanya mencatat belanja namun juga seluruh aliran kas masuk maupun keluar. Bendahara desa bekerja sama dengan operator untuk memastikan setiap transaksi keuangan masuk ke dalam Buku Kas Umum (BKU). Buku Pembantu Pajak. Buku Pembantu Bank dan Buku Pembantu Kegiatan. SISKEUDES menyediakan fitur otomatis yang memudahkan desa dalam memposting setiap transaksi ke buku-buku pembantu tersebut. Penatausahaan menjadi lebih tertib karena setiap transaksi memiliki nomor bukti, tanggal, rincian belanja, dan E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik VOLUME 7. NO. OKTOBER 2025 Evaluasi Implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeude. di Desa Desa Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo kode akun. Bendahara desa juga menyatakan bahwa sebelum adanya SISKEUDES, proses pembukuan dilakukan manual dan rawan kesalahan, namun kini buku kas dapat dicetak kapan saja dan langsung sinkron dengan realisasi kegiatan. Walaupun sudah ada SISKEUDES masih ada beberapa desa yang menghadapi keterbatasan dalam unggah dokumen pendukung sehingga arsip fisik tetap diperlukan sebagai lampiran laporan, yang menjadikan proses administrasi masih belum sepenuhnya digital Pelaporan Tahap pelaporan merupakan tahapan yang paling dirasakan manfaatnya oleh seluruh desa di Kecamatan Kalikajar. SISKEUDES menyediakan fitur otomatis untuk menghasilkan berbagai jenis laporan keuangan desa untuk Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Buku Kas Umum (BKU). Buku Pembantu Kegiatan. Buku Pembantu Pajak. Selain itu, sistem juga memungkinkan penyusunan laporan konsolidasi secara cepat apabila data transaksi sudah lengkap dan benar. Operator desa menyampaikan bahwa fitur otomatisasi laporan sangat membantu, karena sebelumnya laporan harus disusun manual dengan perhitungan excel yang memakan banyak waktu dan rawan kesalahan. Dengan SISKEUDES, laporan dapat dicetak pada akhir bulan, triwulan, atau akhir tahun dan langsung disampaikan ke kecamatan sebagai bentuk pelaporan berkala. Pertanggungjawaban Tahap pertanggungjawaban merupakan puncak dari seluruh proses pengelolaan keuangan desa. Laporan yang telah dihasilkan dari SISKEUDES menjadi bahan utama dalam Musyawarah Pertanggungjawaban (Musdes LPJ). Setelah dipaparkan dalam forum desa, laporan diserahkan kepada kecamatan untuk diverifikasi. Kecamatan melakukan pengecekan kesesuaian antara laporan di aplikasi dengan bukti fisik dan dokumen Setelah dinyatakan benar, laporan keuangan diteruskan ke kabupaten untuk proses evaluasi dan pengesahan. Laporan pertanggungjawaban selain sebagai bentuk akuntabilitas, juga menjadi dasar perencanaan tahun berikutnya. Pegawai kecamatan menyatakan bahwa penggunaan SISKEUDES sangat memudahkan proses verifikasi karena format laporan telah baku dan sesuai pedoman peraturan. E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik VOLUME 7. NO. OKTOBER 2025 e-ISSN: 2686-5882. p-ISSN: x-x. Hal 94-104 Implementasi SISKEUDES Berdasarkan hasil wawancara dengan perangkat desa, implementasi SISKEUDES di Kecamatan Kalikajar dapat dinilai cukup efektif. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Operator SISKEUDES Desa: AuDengan adanya SISKEUDES, pencatatan keuangan desa menjadi lebih rapi dan Laporan juga bisa disusun lebih cepat dibandingkan sebelum menggunakan Ay Dengan adanya SISKEUDES membantu Desa dalam mempercepat proses penyusunan laporan, melakukan pencatatan keuangan secara lebih sistematis, meningkatkan ketepatan akuntansi, serta memperkuat pengawasan melalui sistem yang Peralihan dari SISKEUDES offline ke SISKEUDES online pada tahun 2023 juga membawa dampak positif, terutama dalam hal sinkronisasi data ke kabupaten secara realtime namun demikian, beberapa kendala teknis masih dialamai oleh pemerintah desa terutama pada jaringan internet tidak stabil khususnya pada desa-desa yang berada di wilayah pegunungan berakibat pada sistem sering keluar otomatis . orce logou. ketika koneksi terganggu karena sistem online terhubung langsung dengan server BPKP. Hal ini diungkapkan oleh operator SISKEUDES Desa: AuKalau jaringan internet tidak stabil, aplikasi sering keluar sendiri. Kadang saat input data belum selesai, tiba-tiba logout, jadi harus mengulang lagi. Ay Masih ada beberapa operator desa masih memiliki keterbatasan kemampuan teknis dalam mengoperasikan seluruh fitur aplikasi. Seorang informan menyatakan bahwa: AuTidak semua fitur bisa langsung dipahami, terutama bagi operator yang baru. Kalau belum paham, biasanya kami tunda dulu inputnya sambil menunggu Kendala tersebut membuat proses input data menjadi terhambat dan sering tertundaKendala tersebut membuat proses input data menjadi terhambat dan sering Pemanfaatan Teknologi Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan perangkat desa pemanfaatan teknologi informasi melalui penggunaan SISKEUDES memberikan dampak signifikan terhadap pengelolaan keuangan desa. Pemanfaatan teknologi informasi melalui E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik VOLUME 7. NO. OKTOBER 2025 Evaluasi Implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeude. di Desa Desa Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo penggunaan SISKEUDES mempercepat proses administrasi keuangan, mempermudah penyimpanan data secara aman, mengurangi kesalahan pencatatan, menyediakan laporan keuangan otomatis sesuai regulasi, mendukung pengawasan real-time oleh kecamatan, kabupaten, dan inspektorat. Pemanfaatan teknologi informasi mengalami hambatan pada pembangunan infrastruktur terutama bagi desa yang berada jauh dari pusat kecamatan sering mengalami internet yang lambat sehingga proses input, sinkronisasi, dan akses server terganggu. Selain itu, kapasitas sumber daya manusia juga berpengaruh terhadap pemanfaatan Operator desa yang kurang berpengalaman membutuhkan pelatihan lanjutan agar dapat memaksimalkan fungsi SISKEUDES. Evaluasi Implementasi SISKEUDES Efektivitas Berdasarkan evaluasi menggunakan indikator (Ndraha, 2. , pelaksanaan Implementasi SISKEUDES didesa yang berada di wilayah Kalijajar dinilai sudah efektif karena mampu mempercepat proses penyusunan laporan, menertibkan administrasi keuangan, meningkatkan kualitas pencatatan serta mendorong akuntabilitas keuangan Walaupun pelaksanaan Implementasi SISKEUDES sudah efektif masih mengalami hambatan pada gangguan server dan jaringan internet yang tidak stabil. Hasil evaluasi ini didukung oleh penyataan operator SISKEUDES Desa: AuSebelum ada SISKEUDES, laporan keuangan desa disusun manual dan memakan waktu lama. Sekarang laporan bisa lebih cepat dan formatnya sudah otomatis sesuai Administrasi keuangan desa jadi lebih tertib karena semua transaksi harus diinput ke sistem, jadi tidak bisa sembarangan. Ay Hasil ini sejalan dengan penelitian (Wijayandanu & Astuti, 2. menyatakan bahwa implementasi SISKEUDES mampu meningkatkan ketertiban administrasi keuangan desa karena sistem dirancang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Temuan bahwa SISKEUDES berperan signifikan dalam mempercepat penyusunan laporan keuangan desa serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa berbasis teknologi informasi serupa dengan penelitian (Utami et al. , 2. dan (Pramesti et al. , 2. E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik VOLUME 7. NO. OKTOBER 2025 e-ISSN: 2686-5882. p-ISSN: x-x. Hal 94-104 Kecukupan Dari sudut pandang kecukupan, aplikasi ini dirasakan sudah cukup memadai didalam memenuhi kebutuhan administrasi keuangan desa. Aplikasi SISKEUDES Kendati demikian, masih terdapat beberapa bidang yang belum otomatis sepenuhnya pada pengunggahan dokumen fisik, pencocokan bukti transaksi, penanganan pajak yang masih membutuhkan input manual hal menjadikan operator harus tetap mengelola arsip fisik sebagai pelengkap. Ketepatan Dilihat dari sudut pandang kecukupan manfaat aplikasi SISKEUDES dinilai sudah tepat sasaran, hal ini telah mampu meningkatnya transparansi keuangan desa, kemudahan pengawasan oleh kecamatan dan kabupaten, berkurangnya risiko penyimpangan, kesesuaian laporan dengan regulasi akuntansi pemerintahan. Ketepatan implementasi aplikasi SISKEUDES sangat ditentukan dari adanya kedisiplinan operator, keterampilan SDM, stabilitas teknologi dan efektivitas pendampingan dari kecamatan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa implementasi SISKEUDES di Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo telah berjalan cukup efektif dalam mendukung pengelolaan keuangan desa. Sistem ini mampu mempercepat proses administrasi, menertibkan pencatatan, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas melalui penyediaan laporan otomatis yang sesuai dengan Pada tahapan perencanaan hingga pertanggungjawaban. SISKEUDES telah membantu desa dalam mengelola dokumen RKPDes. APBDes, realisasi kegiatan, penatausahaan transaksi, serta penyusunan laporan keuangan secara lebih sistematis. Meskipun demikian, implementasi SISKEUDES belum optimal sepenuhnya. Kendala teknis seperti ketidakstabilan jaringan internet, gangguan server, serta keterbatasan kompetensi operator masih menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan harian sistem. Keterbatasan tersebut berdampak pada keterlambatan input data, kesalahan penggunaan fitur, dan ketergantungan desa terhadap pendampingan dari kecamatan. E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik VOLUME 7. NO. OKTOBER 2025 Evaluasi Implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeude. di Desa Desa Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo Infrastruktur teknologi dan kemampuan SDM terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan implementasi sistem. Berdasarkan indikator evaluasi Ndraha. SISKEUDES dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan desa, cukup memadai dalam memenuhi kebutuhan administratif meskipun masih memerlukan penyempurnaan fitur, serta tepat sasaran dalam mendukung transparansi dan pengawasan oleh kecamatan dan kabupaten. Dengan demikian, implementasi sistem telah berkontribusi positif terhadap tata kelola keuangan desa, namun masih memerlukan penguatan dari sisi teknologi, pelatihan, dan dukungan kebijakan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi sistem informasi desa tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan aplikasi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia, kondisi infrastruktur, serta konsistensi pendampingan Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan kapasitas aparatur desa dan penguatan infrastruktur digital guna mendukung keberlanjutan pengelolaan keuangan desa berbasis Saran