Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 828-835 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Peran Metode Cooperative Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-QurAoan Siswa Kelas X di MAN 2 Kabupaten Bogor Siti Iklimah1. Sri Nurul Milla2. Ikhwan Hamdani3 Universitas Ibn Khaldun Bogor. Indonesia Itsme. iklimah1909@gmail. com1, sn. milla@fai. uika-bogor. onehamdani@gmail. ABSTRACT Based on the author's observations of class X MAN 2 Bogor Regency students, 70% of students still experience low Al-Qur'an memorization skills. With this data, it is necessary to improve learning about memorization. The purpose of this study was to find out whether there was a significant difference in improving the ability to memorize the Qur'an after the Cooperative Learning method was applied. The method that will be used in this study is the Quasi Experimental Test method. The form of this research design is Nonequivalent Control Group Design, namely research to find the effect of the Cooperative Learning method on the memorization ability of class X students at MAN 2 Bogor Regency. In this study the test was administered twice: first, students were given a pre-test to find out the amount of student memorization in both the control and experimental groups. Second, students are given a final test . ost-tes. using traditional methods in the control class and using the Cooperative Learning method in the experimental class. From the results of the test, it can be concluded that there was an increase in the ability to memorize the Al-Qur'an for class X MAN 2 Bogor Regency students who were taught by traditional methods. It was seen that the average number of memorization increased by 13. 45 verses, and there was an increase in the ability to memorize the Al-Qur'an class X MAN 2 Bogor Regency who were taught by Cooperative Learning method seen from the average number of memorization increased by 17. Whereas in the T-test, there is a difference in the ability to memorize the Koran for class X MAN 2 students in Bogor Regency after the Cooperative Learning method is applied, it is seen that the significance is 0. 000 <0. so it can be concluded that the Cooperative Learning method can increase the memorization of class X MAN 2 students Bogor Regency. Keywords: Cooperative Learning Method. Memorization Ability ABSTRAK Observasi penulis pada siswa kelas X MAN 2 Kabupaten Bogor, 70% siswa masih mengalami kemampuan menghafal Al-QurAoan yang rendah. Dengan adanya data tersebut, maka perlu adanya perbaikan pada pembelajaran mengenai hafalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan kemampuan menghafal Al-QurAoan sesudah diterapkan metode cooperative learning. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode uji quasi eksperimen. Bentuk dari desain penelitian ini adalah nonequivalent control group design yakni penelitian untuk 828 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 828-835 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. mencari pengaruh dari metode cooperative learning terhadap kemampuan menghafal siswa kelas X di MAN 2 Kabupaten Bogor. Dalam penelitian ini pemberian tes dilakukan dua kali yakni: pertama, siswa diberikan tes awal . re-tes. untuk mengetahui banyaknya hafalan siswa baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Kedua, siswa diberikan tes akhir . ost-tes. dengan menggunakan metode tradisional pada kelas kontrol dan menggunakan metode cooperative learning pada kelas eksperimen. Hasil tes tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan menghafal Al-QurAoan siswa kelas X MAN 2 Kabupaten Bogor yang diajar dengan metode tradisional dilihat rata-rata jumlah hafalan naik sebesar 13,45 ayat, serta terjadi peningkatan kemampuan menghafal Al-QurAoan siswa kelas X MAN 2 Kabupaten Bogor yang diajar dengan metode cooperative learning dilihat dari rata-rata jumlah hafalan naik sebesar 17,95. Sedangkan dalam Uji T, terdapat perbedaan dalam kemampuan menghafal Al-QurAoan siswa kelas X MAN 2 Kabupaten Bogor sesudah diterapkan metode cooperative learning dilihat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa metode cooperative learning dapat meningkatkan hafalan siswa kelas X MAN 2 Kabupaten Bogor. Kata kunci: Metode Cooperative Learning. Kemampuan Menghafal PENDAHULUAN Al-QurAoan merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan Allah SWT dengan perantara malaikat Jibril a. kepada Nabi Muhammad SAW sebagai kunci dan kesimpulan dari semua kitab suci yang pernah diturunkan Allah SWT kepada nabi-nabi dan rasul-rasul yang diutus Allah sebelum nabi Muhammad SAW. AlQurAoan juga merupakan sumber utama ajaran Islam dan menjadi petunjuk jalan umat Islam untuk meraih kesuksesan dalam kehidupan di dunia dan akhirat. Mengenai menghafal Al-QurAoan tidak sedikit yang memilih mundur sebelum Allah SWT berfirman dalam Al-QurAoan surat Al-Hijr ayat 9, yang a a aea aeaa aceua aOaa a aaiA AOeaIA Artinya: AuSesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami . yang memeliharanyaAy. Berdasarkan ayat di atas bahwasanya Al-QurAoan diturunkan dan dipelihara oleh Allah SWT, dan ia diturunkan kepada Nabi SAW melalui perantara Malaikat Jibril sehingga sampai kepada manusia. Maka dari itu kita sebagai umatnya berkewajiban menjaga dan memeliharanya, agar Al-QurAoan tetap asli dan murni baik dengan cara hafalan ataupun memelihara tulisannya. Pada kenyataannya usaha untuk menghafal Al-QurAoan bukanlah hal yang mudah sehingga banyak siswa yang sering kali merasa kesulitan menghafal Al-QurAoan. Menghafal Al-Quran dibutuhkan kesiapan yang matang, niat yang sungguh-sungguh dan ikhlas, konsentrasi penuh, serta keistikamahan dalam menjalani prosesnya. Hal ini membuat siswa sering kali menyerah ketika diberi tugas menghafal ayat Al-QurAoan. Fakta yang selama ini sering terjadi adalah metode yang dipakai kurang efektif sehingga sering terlupanya 829 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 828-835 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. para penghafal untuk mengulang hafalan yang sudah didapat. Berdasarkan Informasi yang diperoleh peneliti dari salah satu siswa di MAN 2 Kabupaten Bogor faktor yang menyebabkan banyaknya siswa yang kesulitan menghafal karena siswa hanya mendengarkan gurunya membaca Al-QurAoan dan terbukti dengan hanya 50% siswa yang mampu menghafal 2-3 ayat Al-QurAoan dalam waktu 15 menit yang mengindikasikan rendahnya setoran hafalan yang dilakukan siswa. Dalam proses belajar mengajar, model pembelajaran merupakan faktor yang sangat dominan dalam menentukan keberhasilan pembelajaran. Dalam menghafal Al-Quran seorang guru harus menentukan model yang cocok dalam membantu hafalan peserta didik. Maka cooperative learning juga bisa menjadi model pembelajaran yang sesuai dalam menghafal Al-Quran. Anak bisa secara bersama-sama menghafal ayat tertentu, saling mendengarkan teman sekelompoknya dalam membaca Al Quran, juga saling membenarkan jika terdapat kesalahan. Kegiatan tersebut bisa menumbuhkan rasa semangat bagi anak. karena tidak bisa dipungkiri, rasa jenuh dan bosan selalu datang bagi para pelajar dan juga penghafal Al-Quran. Berdasarkan pemaparan yang telah disampaikan dan didukung oleh penelitian terdahulu, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul AuPeran Metode Cooperative Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal AlQurAoan Siswa Kelas X Di MAN 2 Kabupaten BogorAy. Untuk mengetahui perbedaan yang signifikan dalam peningkatan nilai atau kemampuan pada siswa kelas X di MAN 2 Kabupaten Bogor yang diajar dengan menggunakan metode cooperative learning dan yang diajar dengan menggunakan metode talaqqi yang selama ini di implementasikan di sekolah. METODE PENELITIAN Dalam proses penulisan skripsi ini yang digunakan adalah pendekatan Pengertian kuantitatif yakni, berupa analisis-analisis dan juga angkaangka yang menggunakan statistik dalam penelitian. Dalam sebuah penelitian kuantitatif sangat bertumpu kuat pada pengumpulan datanya. Dan yang dimaksud data berikut adalah hasil pengukuran berupa angka-angka. Oleh sebabnya, statistik memegang peran sangat penting dalam sebuah penelitian ini yang berguna untuk alat dalam proses menganalisis jawaban dari suatu masalah yang terjadi (Sugiyono. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode Metode penelitian eksperimen dapat dimaknai sebuah metode penelitian yang diperlukan guna untuk pencari pengaruh dari perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiyono, 2016: . Desain yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimental . on-design. di mana dalam desain ini belum merupakan eksperimen yang sungguh-sungguh dikarenakan adanya sebuah pengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen yang berasal dari variabel luar yang ikut. Sedangkan bentuk dari desain penelitian ini adalah nonequivalent control group design yakni penelitian untuk mencari pengaruh metode cooperative learning terhadap kemampuan menghafal siswa, 830 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 828-835 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. desain penelitian ini dipilih dua kelas siswa selanjutnya dari dua kelas tersebut yang satu diperlakukan dengan metode tradisional dan yang satu lagi menggunakan metode cooperative learning. Dalam penelitian ini, penggunaan metode eksperimen bertujuan guna mengetahui adakah pengaruh dari metode cooperative learning terhadap kemampuan menghafal siswa kelas X di MAN 2 Kabupaten Bogor. Populasi yakni wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek dan subyek yang memiliki kualitas yang kemudian dipelajari dan diambil kesimpulannya (Sugiyono, 2013: . Dalam penelitian ini populasinya adalah siswa kelas X MAN 2 Kabupaten Bogor yang berjumlah 66 orang. Sampel yakni bagian dari sebuah jumlah dan karakteristik milik populasi Dan teknik sampling ialah sebuah teknik untuk pengambilan sampel (Sugiyono, 2013: . Sampel dalam penelitian ini menggunakan Sampling jenuh yakni di mana dalam teknik penentuan sampel mengikut sertakan seluruh anggota siswa kelas X MAN 2 Kabupaten Bogor untuk menjadi sampel. Dalam penelitian ini pemberian tes dilakukan dua kali yakni: pertama, siswa diberikan tes awal . re-tes. untuk mengetahui banyaknya hafalan siswa baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Kedua, siswa diberikan tes akhir . ost-tes. dengan menggunakan metode tradisional pada kelompok kontrol dan menggunakan metode cooperative learning pada kelompok eksperimen. Dari data tes inilah yang nantinya akan dijadikan acuan untuk pengambilan kesimpulan di akhir penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang digunakan adalah siswa kelas X IIK II sebagai kelompok kontrol berjumlah 33 siswa dan X IIK I sebagai Kelompok Eksperimen dengan sampel 33 Untuk Kelompok Kontrol, siswa diberikan tugas menghafal dengan metode Sedangkan. Kelompok Eksperimen, siswa diberikan tugas menghafal dengan metode cooperative learning. Dari data tersebut, kita dapat mendeskripsikannya dengan menggunakan program SPSS untuk membantu melakukan statistik deskriptif data penelitian. Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Pre Test & Post Test Kelas Kemampuan Hafalan Pre-test Eksperimen Post-test Eksperimen Pre-test Kontrol Post-test Kontrol 831 | Volume 6 Nomor 3 2024 Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 828-835 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. This is a lower bound of the true significance. Berdasarkan hasil yang disajikan pada tabel tersebut, diperoleh bahwa nilai Sig. Post-test pada kelas kontrol sebesar 0,153 dan nilai Sig. Post-test pada kelas eksperimen sebesar 0,016. Kedua nilai signifikasi tersebut lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa nilai hasil post-test pada kedua kelas tersebut berdistribusi normal. Tabel 2. Hasil Uji Homogenitas Kemampuan Menghafal Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed Mean Levene Statistic Sig. Berdasarkan hasil yang disajikan pada tabel tersebut, didapatkan nilai Sig. Based on mean sebesar 0,072. Nilai ini lebih besar dari 0,05, sehingga disimpulkan bahwa varians data post-test kelas eksperimen dan kelaskontrol adalah Dengan demikian, kedua persyaratan dari uji independent sample t-test telah terpenuhi. Tabel 3. Hasil Perhitungan Uji N-Gain Score Kelas Eksperimen N-Gain Score (%) 832 | Volume 6 Nomor 3 2024 Kelas Kontrol N-Gain Score (%) Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 828-835 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Rata-rata Minimal Maksimal Rata-rata Minimal Maksimal Berdasarkan tabel kategori tafsiran efektivitas nilai N-Gain Score (%) dan hasil perhitungan uji N-Gain score tersebut, menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain score pada kelas eksperimen . elas yang diajarkan dengan metode cooperative learnin. adalah sebesar 59,3343 atau 59,35%, sehingga termasuk dalam kategori AuCukup EfektifAy. Adapun nilai N-Gain minimal sebesar 35,29% dan maksimal sebesar 85,71% pada kelas eksperimen. Di samping itu, rata-rata N-Gain score pada kelas kontrol . elas yang diajarkan dengan tidak menggunakan media aplikasi Quiziz. adalah sebesar 43,0566 atau 43,56%, sehingga termasuk dalam kategori AuKurang EfektifAy. Adapun nilai N-Gain minimal sebesar 17,86% dan maksimal sebesar 62,86% pada kelas kontrol. Tabel 4. Nilai Rata-rata N-Gain Score Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Group Statistics NGain_Persen Kelas Mean Eksperimen Kontrol 833 | Volume 6 Nomor 3 2024 Std. Deviation Std. Error Mean Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 828-835 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Berdasarkan tabel tersebut, dapat diketahui bahwa jumlah data siswa (N) untuk kelas kontrol sejumlah 33 siswa dan kelompok eksperimen sejumlah 33 Nilai rata-rata . N-Gain persen siswa untuk kelas eksperimen sebesar 59,3343 atau 59,35%, sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 43,0566 atau 43,56%. Adapun penafsiran hasil uji hipotesis menggunakan uji independent sample t-test dengan ketentuan 95% confidence interval of the difference disajikan pada tabel sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Uji Independent Samples T-Test Levene's Test for Equality of Variances Equal NGain_ Equal Persen t-test for Equality of Means Sig. Sig. Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Berdasarkan tabel tersebut, diketahui sig. Levene's test for equality of variances adalah sebesar 0,286. Nilai tersebut lebih besar dari 0,05, maka data varians kelas eksperimen yang menggunakan metode cooperative learning dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan metode cooperative learning adalah homogen atau sama. Penafsiran tabel output independent sampel t-test tersebut berpedoman pada tabel equal variances assumed. Selanjutnya, nilai mean difference yang diperoleh sebesar 16,277. Nilai ini menunjukkan selisih antara rata-rata N-Gain persen pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Selisih tersebut berkisar 9,473 sampai 23,081 pada 95% confidence interval of the difference yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan . antara rata- rata hasil pengukuran kemampuan menghafal siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tabel output uji Independent sample t-test pada bagian equal variances assumed menunjukkan bahwa ycEaycnycycycuyci sebesar 4,779 dan nilai Sig. sebesar 0,000. Nilai tersebut lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan kemampuan menghafal siswa kelas X di MAN 2 Kabupaten Bogor. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan terdapat peningkatan kemampuan menghafal siswa pada kelas kontrol yang diajarkan dengan tidak menggunakan metode cooperative learning dengan memperoleh nilai selisih antara hasil pre-test dan post-test sebesar 13,45. Terdapat 834 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 828-835 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. peningkatan kemampuan menghafal siswa pada kelas eksperimen yang diajar menggunakan metode cooperative learning dengan memperoleh nilai selisih antara hasil pre-test dan post-test sebesar 17,95. Dan terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan kemampuan menghafal siswa Kelas X di MAN 2 Kabupaten Bogor antara kelas yang diajarkan dengan tidak menggunakan metode cooperative learning dan kelas yang diajarkan dengan menggunakan metode cooperative Saran yang dapat diberikan oleh penulis berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di antaranya sebaiknya, sekolah dapat lebih meningkatkan lagi penggunaan metode menghafal yaitu cooperative learning sebagai sarana pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Dalam kegiatan menghafal Agar kegiatan menghafal dapat berjalan lebih optimal dalam membantu daya ingat anak-anak dan sebaiknya guru banyak mencari referensi menghafal Al QurAoan. DAFTAR PUSTAKA