Jurnal Pendiidkan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi ISSN (Onlin. : 2807-3878 DOI: 10. 59818/jpi. Vol. No. September 2025 Efektivitas Teknik Diskusi dalam Layanan Informasi untuk Meningkatkan Perencanaan Karir SISWA Kelas VII SMPN 11 Theodora Dulce Mendonca1. Maria Erlinda2 & Yohanes Demon Doni3 Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. Indonesia, 85361 Telp: 62 821 4655 6594 E-mail: doramendonca1909@gmail. Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. Indonesia, 85361 Tel/Fax: 62 812 1634 7770 E-mail: mariawelinda54@gmail. Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. Indonesia, 85361 Tel/Fax: 62 821 4661 4008 E-mail: yohanesdemon1960@gmail. RIWAYAT ARTIKEL Received : 2025-08-11 Revised : 2025-09-04 Accepted : 2025-09-20 KEYWORDS Students. Career Planning. Development KATA KUNCI Peserta Didik. Perencanaan Karir. Pengembangan ABSTRAC Research Method This research is a quantitative study using a one-group pretest and post-test design. The variables in this study consist of the independent variable (X) Implementation of Discussion Techniques through Guidance Services and the dependent variable (Y) Career Planning. The population consists of 58 students from classes Vi-C and Vi-D, with a sample of 8 Data were analyzed using a paired sample t-test. Research Results The results showed a significance value . -taile. 000 < 0. 05, indicating that the null hypothesis (H. is rejected and the alternative hypothesis (H. is accepted. This means that the discussion technique through guidance services is effective in improving studentsAo understanding of career planning in Grade Vi-C and Vi-D at UPTD SMP Negeri 11 Kupang in the 2024/2025 academic year. Suggestions Based on Research Findings . School Principals are encouraged to provide concrete support to guidance counselors in delivering information services, particularly by creating a conducive environment and issuing policies that support student career development programs. Guidance Counselors are expected to use the results of this research as a basis for designing and developing more focused and sustainable guidance service programs, particularly to assist students in identifying and planning their careers more . Students are expected to be more active in participating in guidance services provided at school, and to use these opportunities to explore their interests, talents, and career goals. Active engagement will help them gain a better understanding of the steps they need to take to achieve their future ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan teknik diskusi melalui layanan informasi untuk peningkatan perencanaan karir peserta didik kelas Vi-C dan Vi-D di UPTD SMP Negeri 11 Kupang tahun pelajaran 2024/2025. Dengan rumusan masalah apakah penerapan teknik diskusi melalui layanan informasi efektif untuk peningkatan perencanaan karir peserta didik kelas Vi-C dan Vi-D di UPTD SMP Negeri 11 Kupang tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain one group pre-test and post-test. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel 209 | JPI. Vol. No. September 2025 bebas (X) Penerapan Teknik Diskusi Melalui Layanan Informasi variabel terikat (Y) Perencanaan Karir. Populasi penelitian ini berjumlah 58 peserta didik kelas Vi-C dan Vi-D dengan sampel penelitian berjumlah 8 orang. Alat pengumpul data yang digunakan berupa angket perencanaan karir. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji beda berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan nilai sign . sebesar 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya teknik diskusi melalui layanan informasi efektif untuk peningkatan pemahaman perencanaan karir peserta didik kelas Vi-C dan Vi-D UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang tahun pelajaran 2024/2025. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberi saran kepada: . Kepala sekolah dapat memberikan dukungan nyata kepada guru BK dalam pelaksanaan layanan informasi, terutama dengan menciptakan lingkungan yang kondusif dan memberikan kebijakan yang mendukung program pengembangan perencanaan karir peserta didik. Guru BK diharapkan dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai dasar untuk merancang dan mengembangkan program layanan informasi yang lebih terarah dan berkelanjutan, khususnya dalam membantu peserta didik mengenali dan merencanakan karir secara lebih matang. Peserta didik diharapkan lebh aktif mengikuti layanan informasi yang diberikan di sekolah, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali minat, bakat, dan tujuan karir mereka. Keterlibatan aktif akan membantu mereka memiliki pemahaman yang lebih baik tentang langkah-langkah yang perlu di ambil untuk meraih cita- cita di masa Pendahuluan Siswa SMP umumnya berusia antara 13 hingga 15 tahun, tahap yang diakui sebagai awal masa Pada tahap ini, siswa menghadapi berbagai menentukan pilihan karier. Salah satu tugas perkembangan yang perlu dipersiapkan adalah menjalani pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi. Dalam hal pengembangan karier, merencanakan jalur karier merupakan aspek penting dalam membentuk tujuan masa depan. Pada tahap sekolah menengah pertama, siswa berada pada fase pembentukan di mana mereka dianggap mampu merancang aspirasi karier mereka berdasarkan bakat, pemahaman, dan kompetensi yang dimiliki. (Anantasmara & Muwakhidah 2022 :. Pada tahap ini, peserta didik mulai mendapatkan berbagai informasi tentang dunia profesi melalui berbagai kegiatan, seperti pelajaran, bimbingan karier, serta interaksi dengan lingkungan social. Eksplorasi karir memberikan wawasan bagi siswa untuk mengenali potensi diri serta memilih arah karir yang sesuai dengan bakat dan minat pribadi mereka. Perencanaan karir merujuk pada pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi tujuan profesional dan merumuskan tindakan yang terencana untuk mencapainya, didasarkan pada preferensi, prinsip, kemampuan, dan ambisi unik seseorang. Utami Perencanaan karier berfungsi sebagai alat bantu untuk membimbing siswa dalam memilih jalur profesional yang sesuai dengan kemampuan mereka, sehingga mereka dapat meraih kesuksesan dalam pekerjaan mereka di masa depan. Menurut Harahap . , tujuan perencanaan karier meliputi: . meningkatkan kesadaran diri mengenai preferensi pribadi, peluang yang tersedia, risiko potensial, dan alternatif yang mungkin. menetapkan tujuan yang terkait dengan perjalanan profesional seseorang. merancang program pendidikan dan pekerjaan, serta pengalaman pengembangan, yang memberikan struktur, bimbingan, dan kerangka waktu kronologis untuk tindakan yang diperlukan guna mencapai aspirasi Ruhansih . 9:5Ae. menjelaskan bahwa proses perencanaan karier melibatkan beberapa tahap penting: . mengenali kemampuan dan kekuatan diri sendiri. mengidentifikasi bidang minat pribadi. merenungkan nilai-nilai pribadi. mempertimbangkan ciri-ciri kepribadian. menganalisis pilihan karier yang tersedia. mengevaluasi potensi kemajuan karier. menilai jenis gaya hidup yang diinginkan. Dalam membantu siswa mempersiapkan diri untuk pemilihan dan perencanaan karir. Siswa dapat memulai dengan mengembangkan kesadaran diri melalui pengenalan terhadap kemampuan, kekuatan, minat, ambisi, dan faktor-faktor lain yang berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang diri mereka sendiri. JPI. Vol. No. September 2025 | 210 Perencanaan karir merupakan proses terstruktur yang bertujuan membantu individu, khususnya siswa, dalam menentukan tujuan karir serta langkahlangkah strategis untuk mencapainya. Proses ini didasarkan pada pemahaman terhadap potensi diri, seperti minat, nilai, bakat, kepribadian, dan peluang karir yang tersedia. Oleh karena itu, siswa harus mengembangkan kesadaran diri yang kuat untuk membuat keputusan karier yang sejalan dengan tujuan dan ambisi mereka. Dalam hal ini, layanan informasi memainkan peran penting dalam membimbing individu menuju perencanaan karier yang efektif dan terarah dengan baik. Putri, . menjelaskan layanan informasi sebagai upaya yang dimaksudkan untuk memberikan seseorang pemahaman dan pandangan yang dibutuhkan supaya ia mampu menjalankan peran serta kewajibannya secara optimal. tujuan, dan mempersiapkan diri untuk apa yang akan Tujuan layanan informasi ini adalah untuk memberikan pemahaman yang diperlukan kepada siswa yang berguna dalam mengenali potensi diri, serta membantu mereka merencanakan jalur pendidikan dan arah karir yang sesuai dengan minat dan kemampuan. Berdasarkan pendapat Putri, layanan informasi sangat penting dalam memberikan pemahaman dan pengetahuan yang diperlukan agar individu, terutama siswa, dapat membuat keputusan yang terinformasi dengan baik mengenai upaya-upaya mereka di masa depan, baik dalam memilih Pendidikan lanjutan maupun merencanakan karier. Dengan demikian, layanan informasi yang dikombinasikan dengan teknik diskusi dipilih sebagai strategi yang tepat untuk membantu peserta didik merumuskan perencanaan karir secara lebih aktif, partisipatif, dan sesuai dengan potensi serta tujuan hidup mereka. Peneliti memilih penerapan teknik diskusi melalui layanan informasi untuk perencanaan karir karena melalui teknik diskusi dapat membantu siswa menyampaikan pendapatnya secara langsung dalam kelompok, dengan menggunakan dinamika bersama-sama menyelesaikan suatu permasalahan yang dihadapi oleh semua peserta didik. Permasalahan yang dihadapi peserta didik, bisa diselesaikan secara bersama-sama dengan mempertimbangkan pendapat dari siswa lain atau guru BK, sehingga peserta didik bisa berpikir logis dan kreatif dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Djamarah . menyatakan bahwa teknik diskusi adalah metode pembelajaran atau komunikasi yang melibatkan percakapan terencana antara beberapa individu untuk membahas, menganalisis, dan memecahkan masalah atau topik tertentu, dengan tujuan mencapai pemahaman bersama, kesepakatan, atau solusi. Handayani . menyatakan bahwa penerapan teknik diskusi lebih unggul dibandingkan metode ceramah. Diskusi adalah sebuah cara interaksi yang melibatkan dua orang atau sekelompok pihak yang memiliki maksud untuk Teknik diskusi dilakukan untuk menumbuhkan dinamika interaksi antara anggota, menumbuhkan kerja sama, serta membina hubungan yang lebih erat diantara peserta didik. Tujuan akhirnya adalah untuk mendorong tercapainya tujuan pembelajaran yang mencakup berbagai tingkat dalam taksonomi kognitif yaitu mulai dari tingkat pemahaman, penerapan, analisis, evaluasi, hingga penciptaan . Teknik diskusi telah diterapkan untuk mengatasi masalah perencanaan karir peserta didik. Sunaryo . menyatakan bahwa penerapan teknik diskusi tersebut diterapkan kepada peserta didik sebagai upaya untuk mengetahui efektifitas teknik diskusi melalui layanan informasi dalam memfasilitasi peningkatan perencanaan karier siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknik diskusi dalam layanan informasi merupakan pendekatan yang efektif untuk memperkuat kemampuan perencanaan karier siswa, sebagaimana dibuktikan oleh hasil uji coba lapangan. Temuan awal dari wawancara yang dilakukan dengan siswa kelas Vi C di SMP Negeri 11 Kupang pada tanggal 15 Juli 2024 menunjukkan bahwa: . beberapa siswa masih ragu-ragu tentang melanjutkan pendidikan tinggi dan kurang jelas mengenai bagaimana pilihan pendidikan mereka terkait dengan aspirasi karir mereka. banyak yang mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi kekuatan dan minat mereka sendiri akibat kurangnya informasi, yang menyebabkan kebingungan saat memilih jurusan untuk studi lanjut. Selain itu, analisis Kuesioner Kebutuhan Siswa (AKPD) yang diberikan kepada siswa kelas Vi di SMP Negeri 11 Kupang menunjukkan bahwa 24 dari 28 responden . ,71%) dari Kelas Vi-C memilih item 49, yang berbunyi. AuSaya memiliki pengetahuan yang terbatas tentang berbagai profesi di masyarakat dan prospek karirnya. Ay Demikian pula, di Kelas Vi-D, 23 dari 29 responden . ,9%) memilih item 50, yang menyatakan. AuSaya tidak Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi 211 | JPI. Vol. No. September 2025 mengetahui peluang karier yang terkait dengan setiap mata pelajaran. Ay Dari hasil analisis AKPD sisa kelas Vi-C dan kelas Vi-D, ditemukan bahwa jenis masalah yang dihadapi berbeda-beda, yang menunjukkan bahwa peserta didik masih bingung, ragu, dan kesulitan dalam mempersiapkan diri untuk memilih pendidikan lanjutan setelah lulus dari SMP. Oleh karena itu, materi layanan informasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta harapan dan tujuan yang hendak diraih oleh para siswa Mengingat kondisi nyata para siswa, guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah harus berperan aktif dalam mendukung siswa untuk mencapai potensi penuh mereka tidak hanya dalam aspek pribadi, sosial, dan akademik, tetapi juga dalam mengembangkan karir mereka sesuai dengan tahap perkembangan dan kemampuan mereka. Dengan demikian, konselor sekolah memikul kewajiban untuk merancang dan membimbing jalur pengembangan karir siswa. Peran pokok pendidik bidang bimbingan dan konseling ialah mengoptimalkan keberhasilan diselenggarakan bagi siswa dalam menghadapi tantangan yang mereka hadapi. Salah satu bentuk pelayanan yang memiliki peranan vital ialah layanan penyampaian informasi, yang bertujuan untuk menyediakan siswa dengan informasi yang diperlukan terutama terkait dengan perkembangan Layanan informasi yang komprehensif diharapkan dapat membantu siswa dalam merumuskan rencana karir yang sesuai dengan kemampuan dan potensi mereka. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Efektivitas Penerapan Teknik Diskusi Melalui Layanan Informasi Untuk Peningkatan Perencanaan Karir Peserta Didik Kelas V111-C, dan V111-D UPTD SMP Negeri 11 Kupang Tahun Pelajaran 2024/2025. Tinjauan Literatur Penelitian terdahulu mengacu pada karya ilmiah yang telah dilakukan oleh peneliti lain sebelumnya, berperan sebagai dasar pembanding dan rujukan bagi pengembangan penelitian berikutnya. Hasil-hasil dari penelitian sebelumnya yang memiliki keterkaitan dengan kajian ini dijabarkan sebagai Dalam penelitiannya pada tahun 2022 yang berjudul "Penggunaan Layanan Informasi Karir Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Perencanaan Karir Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 4 Gadingrejo". Oktviani mengkaji dampak penerapan layanan informasi karier melalui teknik diskusi terhadap perencanaan karier siswa kelas IX-B. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental format pretestposttest satu kelompok. Penelitian ini memilih 25 siswa dari seluruh 112 populasi siswa kelas IX sebagai sampel dengan teknik sampling purposif. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa nilai t hitung . melebihi nilai t kritis . , sehingga ia menolak hipotesis nol (H. dan menerima hipotesis alternatif (H. Oleh karena itu. Oktviani menyimpulkan bahwa penerapan layanan informasi karier melalui teknik diskusi secara signifikan meningkatkan kemampuan perencanaan karier siswa. Temuan ini memberikan acuan berharga bagi guru bimbingan dan konseling untuk meningkatkan perencanaan karier siswa dengan menerapkan layanan bimbingan karier berbasis Penelitian yang dilakukan oleh Khoirul . dengan judul. Penerapan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Untuk Peningkatan Perencanaan Karir Siswa Di SMP Plus Al Fatimah Bojonegoro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh bimbingan kelompok yang menggunakan teknik diskusi terhadap peningkatan kemampuan perencanaan karier siswa kelas IX di SMP Al Fatiah Plus. Bojonegoro. Kajian ini menerapkan metode praeksperimental yang menggunakan pola pengukuran awal dan akhir . retestAeposttes. pada satu kelompok partisipa. Sampel terdiri dari 10 siswa kelas IX dari SMP Al Fatiah Plus. Bojonegoro, pada tahun ajaran 2022/2023, yang menunjukkan tingkat kemampuan perencanaan karier yang rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen angket, sesi penelusuran dokumentasi. Hasil yang diperoleh mengindikasikan bahwa skor rata-rata perencanaan karier meningkat dari 78,2% sebelum intervensi menjadi 92,5% setelah Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi memberikan pengaruh yang konstruktif Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. September 2025 | 212 terhadap kemajuan perencanaan karier peserta Bagan 1 Desain Penelitian Pre-eksperiment Metode Jenis Penelitian Dalam melaksanakan suatu penelitian, pemilihan jenis penelitian yang tepat sangat penting untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil oleh peneliti tetap terorganisir dan berorientasi pada Pilihan mempengaruhi kualitas dan efektivitas hasil yang Dalam konteks ini, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono . , metode penelitian kuantitatif berlandaskan pada paradigma positivistik dan dipandang sebagai pendekatan yang bersifat ilmiah, sebab penerapannya mengikuti kaidahkaidah keilmuan melalui langkah-langkah yang nyata, dapat dibuktikan secara empiris, rasional, serta tersusun secara sistematis. Berdasarkan landasan teori yang telah dipaparkan, penelitian ini tergolong dalam kategori penelitian kuantitatif, karena bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena yang muncul di ranah pendidikan masa kini, yakni tingkat efektivitas penerapan metode diskusi dalam layanan informasi guna meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai perencanaan karier. Dengan demikian, peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain tipe pra-eksperimen. Desain pra-eksperimental sebagai pendekatan eksperimental awal, karena belum memenuhi kriteria metode eksperimental Hal ini disebabkan oleh ketidakhadiran sampling acak dan kendali yang terbatas terhadap variabel eksternal yang berpotensi memengaruhi variabel dependen (Sugiyono, 2019:. Berdasarkan pandangan Sugiyono, penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan pra-eksperimen, menggunakan pola satu kelompok dengan pengukuran awal dan akhir . ne-group pretestposttest desig. Penelitian ini menerapkan rancangan Auone-group pretest-posttestAy, yaitu pelaksanaan eksperimen yang difokuskan pada satu kelompok partisipan tanpa disertai kelompok pembanding atau kontrol. Desain ini memungkinkan penentuan dampak perlakuan yang lebih dapat diandalkan, karena mengukur perubahan melalui penilaian pretest dan Rancangan penelitian dengan model satu kelompok pretestAeposttest . ne-group pretest and posttest desig. dapat diperhatikan pada diagram 1. Keterangan: O1: pretest . engukuran sebelum diberi perlakua. X: pemberian perlakuan O2: posttest . engukuran setelah diberi perlakua. Sesuai dengan desain penelitian, studi ini dilakukan melalui beberapa tahap: penilaian awal . terhadap responden, implementasi intervensi, dan penilaian selanjutnya . menggunakan instrumen yang sama sebuah Nilai yang diperoleh dari pretest dan posttest selanjutnya dianalisis secara perbandingan guna mengevaluasi efektivitas penggunaan teknik diskusi melalui layanan informasi (X) dalam meningkatkan perencanaan karier (Y). Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini diselenggarakan di UPTD SMP Negeri 11 Kupang, yang berlokasi di Jl. Taebenu. Naimata. Kecamatan Maulafa. Kota Kupang. Nusa Tenggara Timur, dan berlangsung selama delapan bulan, dimulai pada September 2024 hingga Mei Populasi dan Sampel Penelitian . Populasi Penelitian Menurut Sugiyono . , populasi merupakan keseluruhan himpunan objek maupun subjek yang memiliki ciri dan karakteristik spesifik yang telah ditetapkan oleh peneliti sebagai dasar dalam pelaksanaan penelitian serta penarikan Dengan kata lain, populasi mencakup seluruh unsur yang termasuk dalam ruang lingkup baik objek maupun subjek yang memiliki atribut atau fitur tertentu yang relevan dengan penyelidikan. Hardani . mendefinisikan populasi sebagai identifikasi sekelompok sumber data yang memiliki karakteristik tertentu, yang dapat dikategorikan ke dalam jenis-jenis berikut: Populasi yang terbatas atau dapat diakses merujuk pada sumber data yang memiliki batasan jumlah yang terukur secara pasti karena ruang lingkupnya tergolong terbatas atau karakteristik khusus yang dimilikinya. Populasi tak terbatas merujuk pada sumber data yang batas-batasnya tidak dapat ditentukan dengan jelas, sehingga tidak mungkin untuk mengukurnya secara numerik. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi 213 | JPI. Vol. No. September 2025 Pada kajian ini, peneliti menerapkan populasi yang dapat diukur dan terbatas, yang terdiri dari seluruh 247 siswa kelas Vi yang terdaftar di UPTD SMP Negeri 11 Kupang pada tahun ajaran 2024/2025. Informasi rinci mengenai populasi tersebut ditampilkan dalam Tabel 1. Tabel 1. Populasi Penelitian No. Jenis Kelamin Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah Keterangan Vi-C Kelas Responden Vi-D Penelitian Vi-E Vi-F Vi-G Vi-H Kelas Vi-I Responden Uji Coba Vi-J Septiani . , sampling non-probabilitas merujuk pada pendekatan sampling di mana individu setiap individu dalam populasi tidak mempunyai kesempatan atau probabilitas yang setara untuk terpilih menjadi anggota sampel. Selain itu, penelitian ini menggunakan pendekatan sampling purposif. Menurut Sugiyono . , sampling purposif merujuk pada pertimbangan atau penilaian tertentu. Dalam teknik ini, responden yang dipilih memiliki atribut spesifik yang dianggap relevan atau sangat sesuai dengan karakteristik populasi keseluruhan yang Akibatnya, pemilihan unit sampling didasarkan pada syarat-syarat yang telah ditetapkan sebelumnya selaras dengan arah atau fokus penelitian. Pada penelitian ini, partisipan meliputi delapan orang siswa yang dipilih dari kelas Vi-C dan Vi-D di UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang pada tahun pelajaran 2024/2025. Jumlah Sumber Data: TU UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang . Sampel Penelitian Sugiyono . menjelaskan bahwa sampel merupakan bagian kecil dari populasi yang merepresentasikan sifat dan karakteristik yang dimiliki oleh keseluruhan populasi tersebut. Demikian Arikunto menggambarkan sampel sebagai segmen dari populasi yang dipilih untuk mewakili kelompok keseluruhan yang sedang diteliti. Berdasarkan pandangan para pakar yang telah dikemukakan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa sampel adalah subset atau segmen representatif dari suatu populasi, yang dipilih berdasarkan ukuran dan karakteristiknya. Sugiyono . menjelaskan bahwa Secara prinsip, teknik pengambilan sampel dapat dibedakan menjadi dua kategori utama, yaitu Probability Sampling dan Nonprobability Sampling. Metode Probability Sampling mencakup simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, serta area random Sementara itu. Nonprobability Sampling mencakup systematic sampling, quota sampling, accidental sampling, purposive sampling, saturated sampling, dan snowball sampling. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode sampling non-probabilitas. Menurut Definisi Operasional Variabel Sugiyono operasionalisasi variabel penelitian sebagai proses mendefinisikan atribut, ciri, atau nilai yang melekat pada sebuah entitas atau kegiatan yang memperlihatkan perbedaan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dikaji, dan darinya diperoleh dasar penarikan kesimpulan. Sugiyono . menyatakan bahwa kajian ini mencakup dua tipe variabel, yakni variabel bebas (X), yang berfungsi sebagai faktor yang memberikan pengaruh atau menyebabkan perubahan, dan variabel dependen (Y), yang mewakili hasil atau efek yang timbul akibat pengaruh variabel Berdasarkan uraian tersebut, variabel yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, . Variabel Independen (X): penerapan teknik berbasis diskusi dalam sesi layanan informasi yang difasilitasi oleh peneliti, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran perencanaan karier siswa kelas Vi-C dan Vi-D di UPTD SMP Negeri 11 Kupang selama tahun ajaran 2024/2025. Proses ini mengikuti tahapan yang telah ditetapkan dalam kegiatan layanan informasi yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, penilaian, analisis hasil penilaian, langkah lanjutan, serta penyusunan laporan. Variabel Tergantung (Y): Dalam penelitian ini, perencanaan karier didefinisikan sebagai proses di mana siswa kelas Vi-C dan Vi-D di SMP Negeri 11 Kupang pada tahun ajaran Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. September 2025 | 214 2024/2025 mengembangkan kesadaran diri mengenai kekuatan, keterbatasan, pilihan, dan implikasi dari keputusan karier. Proses ini mencakup pemahaman diri, memperoleh mengidentifikasi dan memilih tujuan karier yang sesuai dengan kompetensi individu dan minat pribadi. Instrumen Penelitian Sugiyono . menjelaskan bahwa instrumen penelitian berperan sebagai sarana atau media yang dirancang untuk mengukur fenomena yang sedang diteliti. Lebih tepatnya, fenomenafenomena ini merupakan apa yang disebut sebagai variabel penelitian. Perangkat yang dijadikan sarana utama dalam menghimpun data pada penelitian ini ialah: Instrumen Pengumpul Data: Kuesioner pengumpulan data dengan menyajikan kepada responden seperangkat butir pertanyaan atau pernyataan tertulis yang diharapkan mereka jawab. Sugiyono kuesioner sebagai teknik penghimpunan data di mana partisipan disajikan sejumlah pertanyaan yang wajib dijawab. Sebagai alat pengumpulan data sering disebut sebagai wawancara tertulis kuesioner dianggap efektif ketika peneliti memiliki pemahaman yang jelas tentang jenis informasi yang diharapkan dari peserta. Sugiyono . mengklasifikasikan kuesioner menjadi dua jenis: kuesioner terstruktur . ertanyaan tertutu. dan kuesioner tidak terstruktur . ertanyaan terbuk. Kuesioner tertutup ditandai dengan pertanyaan atau pernyataan yang membatasi pilihan jawaban Dalam format ini, peserta diberikan pilihan jawaban yang telah ditentukan sebelumnya dan diinstruksikan untuk menandai pilihan mereka dengan mencentang AuyAy atau AuOoAy. Jawaban di luar alternatif yang tercantum tidak diperbolehkan. Kuesioner terbuka dirancang dalam format yang fleksibel, memungkinkan responden untuk menyampaikan jawaban mereka secara bebas, sesuai dengan pandangan pribadi dan kondisi individu masing-masing. Berdasarkan deskripsi di atas, kajian ini memanfaatkan angket tertutup sebagai instrumen pokok dalam proses pengumpulan data. Secara spesifik, kuesioner perencanaan karier digunakan, yang dikembangkan oleh peneliti di bawah bimbingan seorang pembimbing akademik. Sebelum digunakan dalam penelitian sebenarnya, kuesioner tersebut diuji coba pada siswa SMP Negeri 11 Kota Kupang yang tidak termasuk dalam sampel penelitian. Pilihan jawaban untuk setiap pertanyaan disusun menggunakan format skala Likert. Menurut Iskandar . , skala Likert berfungsi sebagai teknik untuk mengukur sikap atau pendapat individu melalui serangkaian jawaban yang berjenjang atau berlevel. Terkait dengan kuesioner yang dimanfaatkan oleh peneliti sebagai sarana utama dalam memperoleh data dalam studi ini, terdapat beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan, sebagaimana dijelaskan di bawah ini: Pedoman skoring Danielson . mendefinisikan pedoman penilaian sebagai prosedur standar yang digunakan untuk memberikan skor, yang kemudian diinterpretasikan menjadi nilai yang dapat diukur. Tanggapan terhadap item kuesioner disusun berdasarkan format skala Likert. Seperti yang dicatat oleh Iskandar . , skala Likert merupakan teknik untuk mengevaluasi sikap atau pendapat individu melalui serangkaian tingkat tanggapan yang berjenjang atau hierarkis. Dalam penelitian ini, opsi respons disusun menggunakan skala Likert yang terdiri dari empat kategori: Sangat Setuju (SS). Setuju (S). Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (S T S). Skor yang diberikan untuk setiap item disajikan dalam Tabel 2. Tabel 2. Pedoman Skor Alternatif Jawaban Angket Skor Alternatif Item Item Negatif Positif 1 Sangat sesuai (SS) Sesuai (S) Tidak Sesuai (TS) Sangat Tidak Sesuai (STS) . Pedoman Kriteria Untuk mengklasifikasikan tingkat pemahaman perencanaan karier siswa yang berkisar dari sangat tinggi, tinggi, sedang, hingga sangat rendah peneliti mengikuti prosedur yang diusulkan oleh Azwar . , sebagaimana dijelaskan di bawah ini. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi 215 | JPI. Vol. No. September 2025 Diketahui: Skor maximal: 4 x 40 = 160 . Skor minimal: 1 x 40 =40 . Rentang skor (R) : 160-40 = 120 . Rentang jenjang kriteria (K) berjumlah 4, yaitu: sangat tinggi, tinggi, cukup, sangat rendah. Kelas intervalnya (C. = R/K = 120/4= 30 . Menetapkan tabel skor dan kriteria untuk variabel perencanaan karir Tabel 3. Pedoman Kriteria Skor Angket Perencanaan Karir No. Kriteria Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Untuk pengumpulan data berkualitas tinggi, uji coba awal sangat penting. Dalam studi ini, peneliti menggunakan kuesioner yang dikembangkan sendiri, sehingga memerlukan uji validitas dan reliabilitas. Seperti yang dinyatakan oleh Arikunto . , alat penelitian yang efektif harus memenuhi dua tolok ukur pokok, yakni keabsahan dan konsistensi. Dengan demikian, untuk memverifikasi bahwa kuesioner memenuhi standar tersebut, uji coba awal dilakukan pada 185 siswa dari kelas Vi-E hingga Vi-J di UPTD SMP Negeri 11 Kupang. Daftar peserta yang terlibat dalam uji coba ini disajikan dalam Lampiran 3. Uji Coba Angket Melakukan uji coba kuesioner merupakan langkah penting dalam memastikan kualitas alat pengumpulan data. Kuesioner yang baik ditandai dengan validitas dan reliabilitas yang kuat. Untuk studi ini, sampel uji coba terdiri dari 185 siswa dari kelas Vi-E hingga Vi-J pada tahun ajaran 2024/2025. Validitas dan reliabilitas instrumen dianalisis menggunakan SPSS Versi 26 untuk Windows. Hasil tabulasi uji coba kuesioner perencanaan karier disajikan dalam Lampiran 4. Uji Validitas Angket Sugiyono . mendefinisikan validitas yakni tingkat ketepatan suatu instrumen dalam mengukur hal yang memang menjadi tujuan Derajat validitas suatu instrumen sangat ditentukan oleh keandalan instrumen itu Instrumen yang valid dan kredibel menunjukkan memiliki derajat keabsahan yang tinggi, sementara instrumen yang tidak sahih menunjukkan tingkat keabsahan yang rendah. Tujuan melakukan uji validitas pada kuesioner adalah untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan secara akurat mewakili variabel yang diteliti tanpa penyimpangan. Setelah diperoleh nilai r hasil perhitungan, langkah berikutnya adalah membandingkannya dengan nilai r tabel pada tingkat signifikansi 5%. Apabila nilai rhitung > rtabel pada taraf signifikansi 5% berarti angket tersebut dinyatakan dinyatakan sahih dan dapat dipergunakan sebagai sebaliknya, apabila nilai r hitung lebih kecil daripada r tabel, maka angket tersebut dianggap tidak memenuhi kriteria validitas sehingga tidak layak digunakan dalam proses pengumpulan data Hasil uji validitas kuesioner perencanaan karier menunjukkan bahwa semua item valid serta dengan demikian dinilai tepat untuk dimanfaatkan dalam pengumpulan data. Hasil detail uji validitas disajikan dalam Lampiran 5, sementara skor validitas kuesioner yang ditabulasi ditampilkan dalam Tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Angket Perencanaan Karir NO. ITEM R HITUNG Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi TABEL KETERANGAN 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid JPI. Vol. No. September 2025 | 216 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 0,148 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid . Uji Reliabilitas Angket Sugiyono . mengemukakan bahwa instrumen yang reliabel merupakan perangkat ukur yang secara konsisten mampu menghasilkan data serupa apabila diterapkan berulang kali pada objek yang sama. Keandalan mencerminkan sejauh mana hasil pengukuran dapat diandalkan. Alat ukur yang menunjukkan keandalan tinggi menghasilkan hasil yang konsisten dan dapat dipercaya, sedangkan alat ukur yang tidak andal menghasilkan data yang tidak dapat dianggap dapat diandalkan. Pada penelitian ini, pengujian reliabilitas dilaksanakan dengan memanfaatkan perangkat lunak SPSS versi 24 untuk Windows, dengan menerapkan rumus CronbachAos Alpha . ihat Lampiran . Hasil uji reliabilitas kuesioner disajikan dalam Tabel 5. Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Angket Perencanaan Karir Case Processing Summary Cases Valid 175 100,0 Excludeda 0 0,0 Total 175 100,0 Listwise deletion based on all variables in the Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items 0,801 . Instrumen Perlakuan Perangkat perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini berupa seperangkat panduan pelaksanaan penerapan metode diskusi dalam layanan informasi yang ditujukan untuk memperkuat kemampuan perencanaan karier peserta didik . ihat Lampiran . Pedoman ini dikembangkan oleh peneliti berdasarkan tahap-tahap prosedural layanan informasi dan langkah-langkah yang terlibat dalam melaksanakan kegiatan diskusi. Formulasi pedoman layanan informasi ini direview bersama dengan dosen pembimbing untuk mendapatkan masukan konstruktif guna penyempurnaan, memastikan keselarasan dengan fase-fase penyampaian layanan informasi dan penerapan teknik diskusi. Pengumpulan Data . Tahap persiapan Pelaksanaan yang sukses dari setiap kegiatan bergantung pada persiapan yang teliti dan terorganisir dengan baik. Pada tahap ini, peneliti harus memastikan bahwa semua aspek penting telah disiapkan sebelum melaksanakan penelitian. Kegiatan persiapan meliputi pengaturan teknis dan administratif, sebagaimana dijelaskan di bawah ini. Tahap Persiapan Teknis Pada fase ini, peneliti melaksanakan berbagai langkah persiapan yang dibutuhkan sebelum kegiatan penelitian dimulai, termasuk aspek teknis dari proses penelitian. Hal ini meliputi khususnya kuesioner perencanaan karier dan seperangkat pedoman untuk menerapkan teknik diskusi melalui layanan informasi. Tahap Persiapan Administrasi Aktivitas yang dilaksanakan pada tahap penyiapan administrasi meliputi hal-hal berikut: Pada tanggal 17 Februari 2025, peneliti menyampaikan surat permohonan izin pelaksanaan penelitian kepada Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling . erlampir pada lampiran . Selanjutnya. Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling meneruskan surat permohonan izin penelitian tersebut kepada Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dengan nomor surat 006/WM. H6. FKIP/BK/IZ/II/2025 ihat Lampiran . Selanjutnya. Dekan FKIP Universitas Katolik Widya Mandira Kupang mengajukan surat permohonan ijin penelitian kepada kepala Sekolah UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang dengan nomor surat: 329/WM. H4. FKIP/IZ/ll/2025, tertanggal 17 Februari 2025 (Lampiran . Setelah memperoleh surat izin dari Dekan FKIP peneliti melakukan kunjungan langsung ke UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang untuk menyerahkan surat izin dan melakukan koordinasi awal terkait pelaksanaan penelitian. Kepala Sekolah UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang memberikan penugasan kepada guru Bimbingan dan Konseling Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi 217 | JPI. Vol. No. September 2025 untuk mendampingi peneliti selama proses pelaksanaan penelitian. Pengumpulan Data Setelah menyelesaikan semua prosedur teknis dan administratif yang diperlukan serta memperoleh izin resmi dari Kepala UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang, peneliti, bekerja sama dengan konselor bimbingan, menjadwalkan periode penelitian dari tanggal 19 Februari hingga 15 Maret 2025. Proses pengumpulan data pada penelitian ini terbagi ke dalam tiga tahap pokok, yakni tahap pretest, perlakuan . , dan . Pelaksanaan pretest Pretest berfungsi sebagai penilaian awal yang memberikan intervensi kepada kelompok Tujuan utama tahap ini adalah kemampuan perencanaan karier yang rendah atau sangat rendah, yang kemudian akan dipilih sebagai peserta penelitian dan menerima Peneliti menilai tingkat perencanaan perencanaan karier. Pretest dilaksanakan pada hari Kamis, 6 Maret 2025, dengan melibatkan 58 responden yang merupakan siswa kelas Vi SMP Negeri 11 Kota Kupang. Kegiatan ini berlangsung di ruang kelas Vi C dan Vi D Peneliti menyiapkan total 58 salinan kuesioner, yang dibagikan kepada semua responden siswa kelas Vi di SMP Negeri 11 Kota Kupang. Setiap peserta mengisi kuesioner secara individu, dan semua tanggapan kemudian dikumpulkan untuk dianalisis. Daftar responden yang berpartisipasi dalam pretest disertakan dalam Lampiran 12. Pelaksanaan Treatment Fase intervensi melibatkan penyampaian layanan informasi yang memanfaatkan metode diskusi dengan tujuan untuk memperkuat kemampuan peserta didik dalam merencanakan Tujuan utama intervensi ini adalah untuk meningkatkan keterampilan perencanaan karier kelompok peserta. Pelaksanaan intervensi, yang dilakukan melalui penerapan teknik diskusi dalam sesi layanan informasi, dilaksanakan dalam tiga pertemuan, masing-masing berdurasi 40 menit. Sesi intervensi berlangsung dari tanggal 12 hingga 14 Maret 2025. Hasil . Hasil Pretest Data pretest perencanaan karir siswa kelas Vi-C dan Vi-D UPTD SMP Negeri 11 Kupang dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6. Data Hasil Pretest No. Nama Aldi Bistolen Alfarezer Eclavits Fransend Suny Alvin Kase Andrean Alfino Ruka Raso Angelina Lim Anthonio Hanindhito Kolo Total Skor Keterangan Sangat Rendah Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Rendah Sangat Tinggi Tinggi Sngat Rendah Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Asyanti Selfina Ndun Brave Wiliam Neolaka Carles Arbertus Tonil Christo Azarya Taklal Cleri Stefany Neno Dirtha Putra November Ndaomanu 13 Elisa Abigail Tefi 14 Irene Anastasia Mone 15 Juvanku Julio Gandri Bria 16 Kiemens Debrito Kolo 17 Leorik Makofan Liwu 18 Maria Claudya Petrilina Manuk 19 Metodius Falentino Godho 20 Nikita Denoliviana Hepat 21 Patrisius Deutelino Sangat Tinggi Sangat Rendah Sangat Rendah Tinggi Sangat Tinggi Sangat Rendah Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Rendah Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Rahel Helena Sireger Rossa Aprilya Dano Ryalda Mayce Ndolu Saciko Bedekin Lopo Tania Jelita Selan Theresia Febryanti Tpoy Tiferd Osias Melandri Henuk Vera Rastiani Nenat Yustina Atonis Alexandro Sonbai Andreas Juliardy Naikteas Antonius Kenlopo Aryo Donatus Manek Beatriks A. Rhibika Saduk Bernadus Boli Liwu Claricia Da Silva Magalhaes Falerio Taus Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. September 2025 | 218 Gheysa Yohana Potimau Graduana Vizenti Julio Gilbert Baitanu Lusius Junius Brandon Badon Marvel Amin Wardoyo Maria Intan Abainpah Maria Magdalena Raisa Aleks Maria Matildis Salam Maria Mersiana Tabean Busa Maria Nadya Koten Maria Oktaviani Kabese Maria Putri Da Anunciancao Maria Yosefina Suni Mario Febryano Weka Melanie Octavia Carmelita Elu Nicolin Natasha Obe Stefanus Irfan Mona Yambriyanto Moruk Naibobe Yohanes Usfal 58 Piana Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Rendah Sangat Tinggi Berdasarkan data yang tercantum dalam Tabel 6, jumlah total responden penelitian adalah 62. Namun, saat penelitian dilakukan pada Kamis, 6 Maret 2025, hanya 58 dari responden tersebut yang hadir. Di antara 58 responden, 8 dikategorikan memiliki tingkat yang sangat rendah, 23 diklasifikasikan sebagai tinggi, dan 27 diidentifikasi sebagai sangat tinggi. Data yang diperoleh dari 8 responden dalam kategori sangat rendah digunakan sebagai sampel untuk Studi 7. No. Tabel 7. Data Skor Responden Penelitian Nama Skor Kategori Aldi Bastolen Sangat Rendah Anthonio Hanindhito Sangat Kolo Rendah Charles Arbertus Tonil Sangat Rendah Irene Anastasia Mone Sangat Rendah Juvanku Julio Bria Sangat Rendah Maria Claudya Manuk Sangat Rendah Patrisius Deutelino Sangat Rendah Yohanes Usfal Sangat Rendah Untuk lebih jelas maka dapat dilihat pada grafik 1. Gambar 1. Data skor Pretest . Hasil Posttest Data hasil posttest tingkat perencanaan karir peserta didik kelas Vi C dan Vi D SMP Negeri 11 Kota Kupang dapat dilihat pada tabel 8 berikut. Tabel 8. Data Hasil Posttest No. Nama Siswa Skor Aldi Bistolen Anthonio Hanindhito Kolo 143 Charles Arbertus Tonil Irene Anastasia Mone Juvanki Julio Bria Maria Claudya Manuk Patrisius Deutelino Yohanes Usfal Keterangan Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Untuk lebih jelas maka dapat dilihat pada Grafik 2. Gambar 2. Data Skor Posttest . Perbedaan Pretest dan Posttest Selanjutnya, gambaran perbedaan tingkat pemahaman perencanaan karir berdasarkan hasil pretest dan posttest dapat dilihat dari tabel 9. Tabel 9. Tabel skor Pretest dan Posttest No. Nama Siswa Aldi Bistolen Sangat Rendah Sangat Tinggi Anthonio Hanindhito Kolo Sangat Rendah Sangat Tinggi Charles Arbertus Tonil Sangat Rendah Sangat Tinggi Irene Anastasia Mone Sangat Rendah Sangat Tinggi Juvanki Julio Bria Sangat Rendah Sangat Tinggi Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi Skor Kategori Skor Kategori Pretest Post-tes 219 | JPI. Vol. No. September 2025 Maria Claudya Manuk Sangat Rendah Sangat Tinggi Patrisius Deutelino Sangat Rendah Sangat Tinggi Yohanes Usfal Sangat Rendah Sangat Tinggi Seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 9, ditemukan perbedaan yang bermakna secara signifikan antara hasil pretest dan posttest. Sebelum intervensi, siswa dikategorikan pada tingkat rendah. Namun, setelah penerapan teknik diskusi melalui layanan informasi, kinerja mereka menunjukkan peningkatan yang signifikan, berpindah dari tingkat yang tergolong sangat rendah meningkat hingga mencapai kategori sangat tinggi. Rincian lebih lanjut ditampilkan dalam Grafik 3. Gambar 3. Perbedaan Data Pretest dan Posttest . Uji Hipotesis Hasil analisis uji *t* dapat diperhatikan pada tabel di bawah ini. Tabel 10. Pengujian Hipotesis Paired Samples Test Paired Differences t df Sig. Mean Std. Std. Deviation Error Confidence Mean Interval of Difference Lower Upper Pair POSTTES 37. 445 7 . TAe PRETEST Berdasarkan hasil yang tercantum dalam Tabel 10, nilai signifikansi yang diperoleh . ua taile. adalah 0,0003, yang nilainya berada di bawah batas signifikansi yang ditetapkan, yaitu 0,05 . ,003 < 0,. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan untuk pengujian hipotesis, ketika nilai signifikansi kurang dari 0,05, hipotesis nol (HCA) dinyatakan gugur, sedangkan hipotesis alternatif (HC. dinyatakan Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang bermakna secara signifikan antara kondisi sebelum dan setelah penerapan teknik diskusi melalui layanan informasi. Hasil temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan layanan informasi yang berlandaskan metode diskusi terbukti perencanaan karier peserta didik kelas Vi-C dan Vi-D di UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang pada tahun ajaran 2024/2025. Temuan penelitian ini juga mengungkap bahwa pelaksanaan intervensi bimbingan dan konseling dengan memanfaatkan pendekatan diskusi secara positif mempengaruhi kesiapan siswa dalam menyusun rencana terhadap arah karier yang akan mereka tempuh di masa Diskusi Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pelaksanaan layanan informasi dengan penerapan metode diskusi secara efektif mampu meningkatkan keterampilan perencanaan karier peserta didik kelas Vi-C dan Vi-D di UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang selama tahun ajaran 2024/2025. Efektivitas ini terlihat dari peningkatan yang diamati pada delapan siswa yang awalnya berada dalam kategori rendah dalam perencanaan karier sebelum intervensi, namun kemudian naik ke kategori sangat tinggi Temuan ini memperlihatkan adanya peningkatan yang bermakna dalam tingkat pemahaman peserta didik tentang perencanaan karier setelah pelaksanaan sesi layanan informasi. Teknik diskusi tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan informasi yang lebih komprehensif, tetapi juga sebagai strategi untuk mengembangkan pemikiran kritis, partisipasi aktif, dan keterlibatan langsung siswa dalam proses Melalui aktivitas berbasis diskusi, lingkungan pembelajaran interaktif tercipta, memungkinkan siswa untuk memahami topik konseptual seperti perencanaan karier dengan lebih Temuan penelitian ini sejalan dengan temuan Putri . , yang melaporkan bahwa layanan informasi efektif dalam memperkuat keterampilan peserta didik dalam merancang perencanaan Oleh karena itu, penerapan metode diskusi dalam layanan informasi tidak hanya memperdalam pemahaman siswa tetapi juga berkontribusi pada pengembangan jangka panjang dengan menumbuhkan sikap, kesadaran, dan rasa tanggung jawab mereka terhadap pilihan karier di masa depan. Layanan informasi memiliki peranan krusial dalam memperluas wawasan peserta didik terkait Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. September 2025 | 220 dengan perencanaan karier. Seperti yang dinyatakan oleh Prayitno dan Amti . , layanan informasi memiliki empat fungsi utama, salah satunya adalah fungsi pemahaman. Fungsi ini membantu siswa memperluas wawasan dan kesadaran diri mereka, kemampuan, minat, dan jalur karier yang sesuai. Selain itu, temuan dari Susanti dan Onan . memperkuat pandangan ini, menunjukkan bahwa fungsi pemahaman dari layanan informasi secara signifikan berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa, sehingga membekali mereka dengan landasan yang esensial untuk perencanaan karier yang efektif. Melalui penggunaan metode diskusi, siswa didorong untuk berpikir secara aktif, berbagi perspektif, dan mengevaluasi berbagai alternatif karier, sehingga memperdalam dan mempertajam pemahaman mereka. Menurut Prayitno dan Amti . , metode diskusi adalah pendekatan yang dirancang untuk memotivasi siswa mengumpulkan informasi yang luas, memungkinkan mereka berpikir kritis dan memperoleh pengetahuan yang akurat dan dapat diandalkan. Studi yang dilakukan oleh Ningtyas . menunjukkan bahwa penerapan teknik diskusi sangat berdampak signifikan dalam memperluas pengetahuan serta memperdalam pemahaman peserta didik mengenai aspek-aspek penting yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan karier. Oleh karena itu, penerapan teknik diskusi dalam layanan informasi terbukti secara empiris mampu perencanaan karier peserta didik. Keberhasilan ini terletak pada kemampuannya untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang potensi individu termasuk bakat, minat, kemampuan, dan batasan serta wawasan tentang dunia kerja dan proses yang terlibat dalam memilih jalur karier yang sesuai, sehingga memungkinkan siswa untuk memperkuat kompetensi perencanaan karier mereka. temuan tersebut, peneliti menyampaikan sejumlah rekomendasi yang dianggap relevan sebagai berikut: Kepala Sekolah Kepala sekolah dapat memberikan dukungan konkret kepada konselor bimbingan dalam implementasi layanan informasi dengan menciptakan lingkungan yang kondusif dan menetapkan kebijakan yang mendukung pengembangan program perencanaan karier Guru Bimbingan dan Konseling Konselor memanfaatkan temuan studi ini sebagai landasan dalam merancang dan mengembangkan program layanan informasi yang lebih terfokus dan berkelanjutan, terutama yang bertujuan untuk membantu siswa memperoleh kesadaran diri yang lebih mendalam dan merencanakan karier masa depan mereka dengan efektif. Peserta Didik Para siswa didorong untuk berpartisipasi secara aktif dalam layanan informasi yang disediakan di sekolah dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengeksplorasi minat, bakat, dan aspirasi karier Partisipasi aktif ini akan membantu mereka mengembangkan pemahaman yang lebih jelas tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan masa depan mereka. Persembahan Kesimpulan Berdasarkan rangkaian proses pengumpulan data, analisis mendalam, dan penafsiran hasil yang telah dilaksanakan, dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan pendekatan diskusi dalam pelaksanaan layanan informasi terbukti memberikan efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan kapasitas perencanaan karier peserta didik kelas Vi-C dan Vi-D di UPTD SMP Negeri 11 Kupang pada tahun ajaran 2024/2025 di Kota Kupang. Sejalan dengan Peneliti menyampaikan terima kasih kepada: Dr. Madar Aleksius. Ed. , selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Widya Mandira, yang telah memberikan dukungan serta memfasilitasi peneliti dalam berbagai keperluan administratif terkait pelaksanaan penelitian. Dr. Stefanus Lio. SVD. , selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Katolik Widya Mandira, yang telah dukungan penuh kepada peneliti dalam proses penyelesaian penelitian ini. Dra. Maria Erlinda. Pd. , selaku pembimbing I, yang dengan penuh kesabaran telah membimbing, mencurahkan waktu, tenaga, serta pemikiran, dan memberikan arahan berharga kepada peneliti sejak tahap penyusunan proposal hingga terselesaikannya penelitian ini. Drs. Yohanes D. Doni. Si. , selaku pembimbing II, yang dengan ketulusan dan Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi 221 | JPI. Vol. No. September 2025 kesabaran telah membimbing, mencurahkan waktu, perhatian, serta pemikiran, dan memberikan bimbingan serta arahan yang berarti kepada peneliti sejak tahap penyusunan proposal hingga penelitian ini terselesaikan dengan baik. Para Pater. Bruder, serta Bapak dan Ibu dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling yang dengan berbagai bentuk dukungan, bimbingan, dan kontribusinya masing-masing telah memberikan bantuan berharga sehingga peneliti dapat menuntaskan penelitian ini dengan baik. Ibu Warmansyah. Pd. , selaku Kepala Sekolah UPTD SMP Negeri 11 Kupang, yang dengan penuh kebijaksanaan telah memberikan izin serta kesempatan kepada peneliti untuk melaksanakan penelitian di sekolah yang berada di bawah kepemimpinannya. Ibu Veronika Doratea More. Pd. , selaku Guru Bimbingan dan Konseling, yang dengan penuh dedikasi telah memberikan bantuan, arahan, serta pendampingan kepada peneliti selama proses pelaksanaan penelitian di UPTD SMP Negeri 11 Kupang. Para peserta didik kelas Vi-C dan Vi-D UPTD SMP Negeri 11 Kupang pada tahun pelajaran 2024/2025, yang telah berperan sebagai responden dan berpartisipasi secara aktif dalam pelaksanaan penelitian ini. Bapak Franco Mendonca dan Mama Bernadeta Lou Laku, beserta kakak Yohanes Bere Laka. Johana Helminda Parera Leki, serta seluruh anggota keluarga yang senantiasa mencurahkan kasih sayang, doa, dan dukungan, baik secara moral maupun material, sepanjang perjalanan studi peneliti sejak semester pertama hingga saat ini. Rekan-rekan seperjuangan angkatan 2021/2022 Program Studi Bimbingan dan Konseling yang senantiasa memberikan dorongan semangat, dukungan, serta kebersamaan yang berarti bagi peneliti dalam proses penyelesaian penelitian Kepada seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, namun telah memberikan dukungan, bantuan, dan kontribusi berharga sehingga peneliti dapat menuntaskan penelitian ini dengan baik. Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa hasil penelitian ini masih memiliki berbagai keterbatasan dan belum mencapai kesempurnaan. Oleh sebab itu, setiap kritik dan saran yang konstruktif sangat peneliti harapkan sebagai masukan berharga guna penyempurnaan penelitian ini di masa mendatang. Referensi