Jurnal PADAMU NEGERI ISSN: 2775-2941 e-ISSN: 2827-8690 (Community Service in the Field of Science. Technology, and Agricultura. Available online at : http://journal. org/index. php/padamunegeri DOI: https://doi. org/10. 37638/padamunegeri. Kemitraan Sosialisasi Akreditasi PAUD oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025 dalam Upaya Penjaminan Mutu Pendikan Partnership for PAUD Accreditation Socialization by the Bojonegoro Regency Education Office in 2025 in an Effort to Ensure Education Quality Hadi Suryanto. Abd. Ghofur. Ety Youhanita Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Indonesia *Corespondent Author: hsuryanto3@gmail. How to Cite : Suryanto. Ghofur. Youhanita. Kemitraan Sosialisasi Akreditasi PAUD oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025 dalam Upaya Penjaminan Mutu Pendikan. Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian Masyarakat Bidang Eksakt. Vol 6 . No 2 page 97-104. DOI : https://doi. org/10. 37638/padamunegeri. ARTICLE HISTORY Received . October 2. Revised . November 2. Accepted . December 2. This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Penjaminan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi perhatian utama dalam upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan sejak tahap paling awal. Akreditasi PAUD merupakan salah satu instrumen penjaminan mutu yang penting untuk memastikan kesesuaian layanan terhadap standar nasional pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan dan dampak program Kemitraan Sosialisasi Akreditasi PAUD yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sosialisasi diikuti oleh 63 peserta yang terdiri atas penyelenggara dan pendidik PAUD. Hasil kajian menunjukkan bahwa program kemitraan ini telah meningkatkan pemahaman peserta terhadap kebijakan akreditasi, memperkuat kesiapan satuan PAUD dalam memenuhi standar mutu, serta mendorong perubahan praktik pembelajaran yang lebih terencana dan Ditemukan pula bahwa pendekatan kemitraan turut memperkuat kolaborasi antara Dinas Pendidikan, pengawas PAUD, dan pengelola satuan dalam konteks penjaminan mutu pendidikan. Kata Kunci: akreditasi. PAUD, kemitraan sosialisasi, penjaminan mutu ABSTRACT Quality assurance in Early Childhood Education (PAUD) is a major concern in efforts to improve the quality of educational services from the earliest stages. PAUD accreditation is an important quality assurance instrument to ensure that services comply with national education standards. This study aims to analyze the implementation and impact of the PAUD Accreditation Socialization Partnership program organized by the Bojonegoro District Education Office in 2025. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, documentation, and interviews. The socialization was attended by 63 participants consisting of PAUD organizers and educators. The results of the study show that this PADAMU NEGERI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Eksakta Vol 6 No 2 2025 page: 97 Ae . Jurnal PADAMU NEGERI ISSN: 2775-2941 e-ISSN: 2827-8690 (Community Service in the Field of Science. Technology, and Agricultura. Available online at : http://journal. org/index. php/padamunegeri DOI: https://doi. org/10. 37638/padamunegeri. partnership program has increased participants' understanding of accreditation policies, strengthened the readiness of PAUD units in meeting quality standards, and encouraged more planned and documented learning practices. It was also found that the partnership approach strengthened collaboration between the Education Office. PAUD supervisors, and unit managers in the context of education quality assurance. Keywords: accreditation. PAUD, partnership socialization, quality PENDAHULUAN Mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi isu strategis dalam pembangunan pendidikan nasional karena berpengaruh langsung terhadap kesiapan belajar anak pada jenjang berikutnya. Layanan PAUD yang bermutu tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga oleh tata kelola satuan pendidikan, kompetensi pendidik, serta dukungan lingkungan belajar yang memadai (Badan Standar, 2. Oleh karena itu, diperlukan sistem penjaminan mutu yang mampu memastikan terpenuhinya standar pendidikan secara menyeluruh (Aas & Paulsen, 2. Akreditasi PAUD merupakan salah satu instrumen penjaminan mutu eksternal yang berfungsi untuk menilai kelayakan dan kinerja satuan pendidikan berdasarkan standar yang telah ditetapkan (Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, 2023. Pendidikan, 2. Namun, dalam konteks daerah, masih ditemukan satuan PAUD yang memandang akreditasi sebatas kewajiban administratif. Minimnya pemahaman terhadap substansi akreditasi berpotensi menghambat optimalisasi hasil akreditasi sebagai dasar perbaikan mutu (Setiawan, 2017. Setyosari, 2009. Tyng et al. , 2. Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro memiliki peran penting dalam mendukung implementasi kebijakan akreditasi melalui kegiatan sosialisasi. Sosialisasi akreditasi tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi teknis, tetapi juga membangun pemahaman konseptual tentang akreditasi sebagai proses reflektif dan berkelanjutan (Ninies Eryadini, van Merriynboer, 2. Oleh karena itu,kegiatan sosialisasi melalui program kemitraan akreditasi memberikan pemahaman standar mutu pendidikan diharapkan turut meningkatkan kualitas pendidikan pendidikan melalui akreditasi PAUD dilaksanakan dan kontribusinya terhadap penguatan penjaminan mutu PAUD di Kabupaten Bojonegoro. II. METODE Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang bertujuan menggambarkan pelaksanaan program kemitraan secara komprehensif. Data dikumpulkan melalui: Observasi langsung pelaksanaan sosialisasi akreditasi PAUD. Dokumentasi resmi berupa materi sosialisasi, pedoman program, dan daftar hadir peserta. Wawancara terbatas dengan narasumber dari Dinas Pendidikan, pengawas PAUD, dan peserta sosialisasi. Program kemitraan ini melibatkan 63 peserta, terdiri atas kepala satuan PAUD, pendidik, pengelola, dan pembina PAUD dari berbagai desa/kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Tabel 1. Karakteristik Peserta Program Kemitraan Sosialisasi Akreditasi Kategori Peserta Jumlah . Persentase (%) Kepala Satuan PAUD 52 Pendidik PAUD Pengelola PAUD Total PADAMU NEGERI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Eksakta Vol 6 No 2 2025 page: 97 Ae . Jurnal PADAMU NEGERI ISSN: 2775-2941 e-ISSN: 2827-8690 (Community Service in the Field of Science. Technology, and Agricultura. Available online at : http://journal. org/index. php/padamunegeri DOI: https://doi. org/10. 37638/padamunegeri. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Tabel 1 dan Gambar 1, diketahui bahwa peserta Program Kemitraan Sosialisasi Akreditasi PAUD Tahun 2025 didominasi oleh kepala satuan PAUD, yaitu sebanyak 52 orang . ,5%). Dominasi kepala satuan menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi secara strategis menyasar pemangku kebijakan utama di tingkat satuan pendidikan, yang memiliki peran sentral dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan mutu PAUD. Gambar 1. Distribusi Peserta Program Kemitraan Sosialisasi Akreditasi PAUD Sementara itu, pendidik PAUD berjumlah 5 orang . ,9%), dan pengelola PAUD sebanyak 6 orang . ,5%). Keterlibatan kedua kelompok ini mencerminkan upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro untuk membangun pendekatan kemitraan lintas peran, tidak hanya berfokus pada kepemimpinan satuan, tetapi juga pada pelaksana teknis pembelajaran dan manajemen pendidikan. Evaluasi efektivitas Program Kemitraan Sosialisasi Akreditasi PAUD dilakukan melalui pengukuran pretest dan posttest terhadap pemahaman peserta mengenai 8 Standar Nasional Pendidikan PAUD. Instrumen evaluasi diberikan kepada 63 peserta sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi. Hasil pretest menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman peserta berada pada angka 67%, yang mengindikasikan bahwa sebelum sosialisasi, pemahaman peserta terhadap standar PAUD masih berada pada kategori Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan pemahaman antara ketentuan standar nasional dengan praktik pengelolaan dan pembelajaran di satuan PAUD. Gambar 2. Kegiatan sosialisasi bersama dinas pendidikan kabupaten bojonegoro Suryanto, et al. , . Kemitraan Sosialisasi Akreditasi PAUD. Jurnal PADAMU NEGERI ISSN: 2775-2941 e-ISSN: 2827-8690 (Community Service in the Field of Science. Technology, and Agricultura. Available online at : http://journal. org/index. php/padamunegeri DOI: https://doi. org/10. 37638/padamunegeri. Setelah mengikuti kegiatan sosialisasi, hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata pemahaman mencapai 89%. Terjadi peningkatan sebesar 22%, yang menandakan bahwa sosialisasi akreditasi berbasis kemitraan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman peserta mengenai substansi, indikator, dan implementasi 8 Standar PAUD. Pembahasan Efektivitas Sosialisasi Akreditasi PAUD Peningkatan skor pretest ke posttest menunjukkan bahwa sosialisasi akreditasi PAUD tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga edukatif dan transformatif. Peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai keterkaitan antar standar, mulai dari standar pencapaian perkembangan anak, standar proses pembelajaran, hingga standar pengelolaan dan pembiayaan. Pendekatan kemitraan yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi berkontribusi pada efektivitas peningkatan pemahaman peserta. Melalui diskusi, studi kasus, dan penjelasan berbasis praktik lapangan, peserta dapat mengaitkan standar akreditasi dengan kondisi nyata di satuan PAUD masing-masing. Hal ini memperkuat internalisasi standar sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu internal satuan pendidikan. Peningkatan pemahaman sebesar 22% juga menunjukkan bahwa sosialisasi mampu menjembatani kesenjangan literasi kebijakan akreditasi yang sebelumnya dialami oleh sebagian peserta. Dengan pemahaman yang lebih baik, satuan PAUD diharapkan mampu menyusun perencanaan berbasis standar, melakukan evaluasi diri secara sistematis, serta memanfaatkan hasil akreditasi sebagai dasar peningkatan mutu Implikasi terhadap Penjaminan Mutu PAUD Hasil pretest dan posttest memberikan bukti empiris bahwa Program Kemitraan Sosialisasi Akreditasi PAUD efektif dalam mendukung penjaminan mutu pendidikan anak usia dini. Peningkatan pemahaman peserta terhadap 8 Standar PAUD menjadi indikator awal keberhasilan program dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia PAUD. Dalam konteks kebijakan daerah, temuan ini mempertegas pentingnya sosialisasi akreditasi sebagai bagian integral dari sistem pembinaan PAUD. Sosialisasi yang disertai dengan evaluasi pretest dan posttest dapat digunakan sebagai instrumen monitoring dan evaluasi program, sehingga pemerintah daerah memperoleh data objektif mengenai capaian peningkatan mutu. Implikasi Komposisi Peserta terhadap Penjaminan Mutu PAUD Komposisi peserta yang didominasi oleh kepala satuan PAUD memberikan implikasi positif terhadap penjaminan mutu pendidikan anak usia dini. Kepala satuan memiliki kewenangan strategis dalam perencanaan program, pengelolaan sumber daya, serta pengambilan kebijakan internal satuan. Dengan meningkatnya pemahaman kepala satuan terhadap kebijakan dan mekanisme akreditasi, diharapkan terjadi penguatan implementasi standar mutu secara lebih sistematis dan berkelanjutan. Kehadiran pendidik dan pengelola PAUD turut memperkuat sinergi dalam pelaksanaan akreditasi, khususnya dalam aspek pembelajaran, administrasi, dan dokumentasi mutu. Pendekatan kemitraan ini mendukung terciptanya budaya mutu yang melibatkan seluruh unsur satuan PAUD, bukan hanya bertumpu pada satu peran tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kemitraan Sosialisasi Akreditasi PAUD yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro tahun 2025 berfungsi sebagai instrumen strategis dalam sistem penjaminan mutu pendidikan anak usia Sosialisasi tidak hanya berperan sebagai media penyampaian kebijakan, tetapi juga sebagai sarana peningkatan kapasitas satuan PAUD dalam memahami dan Suryanto, et al. , . Kemitraan Sosialisasi Akreditasi PAUD. Jurnal PADAMU NEGERI ISSN: 2775-2941 e-ISSN: 2827-8690 (Community Service in the Field of Science. Technology, and Agricultura. Available online at : http://journal. org/index. php/padamunegeri DOI: https://doi. org/10. 37638/padamunegeri. mengimplementasikan standar mutu secara berkelanjutan. Dominasi peserta dari unsur kepala satuan PAUD . ,5%) mencerminkan strategi kebijakan yang tepat sasaran. Dalam perspektif manajemen mutu pendidikan, pimpinan satuan memiliki peran sentral dalam menggerakkan perubahan organisasi, membangun budaya mutu, serta memastikan keberlanjutan implementasi standar (Singer, 2019. Weber & Leuchter, 2. Dengan meningkatnya pemahaman kepala satuan terhadap akreditasi, proses penjaminan mutu tidak berhenti pada pemenuhan dokumen, tetapi diarahkan pada perbaikan praktik layanan Temuan ini sejalan dengan konsep continuous quality improvement, yang menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan melalui evaluasi diri dan tindak lanjut perbaikan. Sosialisasi akreditasi membantu satuan PAUD memahami bahwa akreditasi merupakan bagian dari siklus peningkatan mutu, bukan sekadar proses penilaian eksternal. Pendekatan kemitraan yang melibatkan Dinas Pendidikan, pengawas PAUD, pendidik, dan pengelola satuan PAUD terbukti memperkuat implementasi penjaminan Keterlibatan lintas peran menciptakan ruang kolaborasi yang memungkinkan terjadinya pertukaran praktik baik, diskusi pemecahan masalah, serta penyamaan persepsi terkait standar akreditasi. Partisipasi pendidik dan pengelola PAUD, meskipun secara kuantitatif lebih kecil, memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan akreditasi di tingkat operasional. Pendidik berkontribusi pada aspek pembelajaran dan asesmen anak, sementara pengelola PAUD berperan dalam tata kelola administrasi dan pemenuhan dokumen mutu (Anak et al. , 2. Sinergi antar peran ini menjadi fondasi terbentuknya budaya mutu yang melibatkan seluruh unsur satuan PAUD. Dalam konteks penjaminan mutu daerah, pendekatan kemitraan ini memperkuat fungsi pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Sosialisasi tidak hanya bersifat satu arah, tetapi mendorong dialog dan pendampingan, sehingga satuan PAUD merasa didukung dalam proses peningkatan mutu. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Program Kemitraan Sosialisasi Akreditasi PAUD yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro memiliki implikasi strategis terhadap kebijakan penjaminan mutu pendidikan anak usia dini di tingkat Sosialisasi berbasis kemitraan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman satuan PAUD terhadap kebijakan akreditasi serta memperkuat kesiapan pemenuhan standar mutu. Pertama, dominasi keterlibatan kepala satuan PAUD dalam kegiatan sosialisasi menunjukkan bahwa kebijakan pembinaan mutu yang menyasar pimpinan satuan merupakan langkah yang tepat. Kepala satuan memiliki posisi kunci dalam menerjemahkan kebijakan akreditasi ke dalam perencanaan program, pengelolaan sumber daya, dan penguatan budaya mutu di tingkat satuan. Oleh karena itu, sosialisasi akreditasi perlu diposisikan sebagai bagian dari kebijakan penguatan kepemimpinan PAUD. Kedua, pendekatan kemitraan yang melibatkan pengawas, pendidik, dan pengelola PAUD memperlihatkan bahwa penjaminan mutu tidak dapat berjalan secara parsial. Kebijakan daerah perlu mendorong kolaborasi lintas peran agar standar mutu tidak hanya dipahami, tetapi juga diimplementasikan secara konsisten dalam praktik pembelajaran dan tata kelola satuan PAUD. Ketiga, perubahan paradigma peserta terhadap akreditasiAidari kewajiban administratif menjadi sarana perbaikan mutuAimemberikan dasar kebijakan bagi pemerintah daerah untuk mengintegrasikan hasil akreditasi ke dalam perencanaan pembinaan PAUD. Hasil akreditasi dapat dimanfaatkan sebagai data dasar dalam penyusunan program pendampingan, peningkatan kapasitas, dan alokasi sumber daya Suryanto, et al. , . Kemitraan Sosialisasi Akreditasi PAUD. Jurnal PADAMU NEGERI ISSN: 2775-2941 e-ISSN: 2827-8690 (Community Service in the Field of Science. Technology, and Agricultura. Available online at : http://journal. org/index. php/padamunegeri DOI: https://doi. org/10. 37638/padamunegeri. Berdasarkan implikasi tersebut, beberapa rekomendasi kebijakan yang dapat diajukan adalah sebagai berikut: Penguatan Sosialisasi Berkelanjutan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro disarankan untuk menjadikan sosialisasi akreditasi PAUD sebagai program rutin dan berkelanjutan, tidak hanya menjelang pelaksanaan akreditasi. Sosialisasi yang berkesinambungan akan memperkuat pemahaman satuan PAUD terhadap standar mutu dan mendorong perbaikan kualitas layanan secara konsisten. Integrasi Sosialisasi dengan Pendampingan Teknis Program sosialisasi perlu diintegrasikan dengan pendampingan teknis oleh pengawas atau penilik PAUD. Pendampingan ini berfungsi untuk membantu satuan PAUD dalam menerjemahkan standar akreditasi ke dalam praktik pembelajaran, pengelolaan administrasi, dan evaluasi diri. Penguatan Peran Kepala Satuan sebagai Agen Mutu Kepala satuan PAUD perlu diposisikan sebagai agen utama penjaminan mutu di tingkat satuan. Dinas Pendidikan dapat mengembangkan kebijakan pelatihan lanjutan bagi kepala satuan yang menitikberatkan pada kepemimpinan mutu dan manajemen berbasis standar akreditasi. Pemanfaatan Hasil Akreditasi sebagai Dasar Kebijakan Daerah Hasil akreditasi PAUD sebaiknya dimanfaatkan secara sistematis sebagai dasar perencanaan kebijakan pembinaan PAUD di Kabupaten Bojonegoro. Pendekatan berbasis data ini akan meningkatkan efektivitas kebijakan penjaminan mutu dan memastikan intervensi yang tepat sasaran. Penguatan Jejaring Kemitraan PAUD Dinas Pendidikan disarankan untuk memperluas jejaring kemitraan dengan melibatkan organisasi mitra PAUD, forum kepala PAUD, dan pemangku kepentingan Jejaring ini dapat menjadi wadah berbagi praktik baik dan mendukung keberlanjutan peningkatan mutu pendidikan anak usia dini. Salah satu temuan penting dari kegiatan sosialisasi adalah terjadinya perubahan paradigma peserta terhadap akreditasi. Sebelum sosialisasi, sebagian peserta memandang akreditasi sebagai kewajiban administratif yang bersifat periodik. Namun, setelah mengikuti kegiatan, peserta mulai memahami akreditasi sebagai alat refleksi diri untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan (Degeng, 2. Perubahan paradigma ini menjadi indikator keberhasilan sosialisasi dalam konteks penjaminan mutu. Ketika satuan PAUD memaknai akreditasi sebagai proses pembelajaran organisasi, maka hasil akreditasi dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan rencana pengembangan satuan secara Hal ini memperkuat fungsi akreditasi sebagai instrumen peningkatan mutu, bukan sekadar penilaian. Implikasi penting bagi kebijakan penjaminan mutu PAUD di tingkat daerah. Sosialisasi akreditasi berbasis kemitraan dapat dijadikan model pembinaan yang efektif dalam meningkatkan kesiapan dan kesadaran mutu satuan PAUD. Pemerintah daerah, melalui Dinas Pendidikan, dapat mengintegrasikan kegiatan sosialisasi dengan program pendampingan dan monitoring untuk memastikan keberlanjutan peningkatan mutu. Dengan demikian, sosialisasi akreditasi PAUD tidak hanya berkontribusi pada keberhasilan pelaksanaan akreditasi, tetapi juga memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan anak usia dini secara menyeluruh di Kabupaten Bojonegoro. Temuan ini menunjukkan bahwa program kemitraan sosialisasi akreditasi PAUD tidak hanya berfungsi sebagai sarana diseminasi kebijakan, tetapi juga sebagai strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia PAUD. Melalui keterlibatan lintas peran, kegiatan sosialisasi mampu mendorong pemahaman kolektif mengenai akreditasi sebagai instrumen penjaminan mutu pendidikan anak usia dini. Suryanto, et al. , . Kemitraan Sosialisasi Akreditasi PAUD. Jurnal PADAMU NEGERI ISSN: 2775-2941 e-ISSN: 2827-8690 (Community Service in the Field of Science. Technology, and Agricultura. Available online at : http://journal. org/index. php/padamunegeri DOI: https://doi. org/10. 37638/padamunegeri. IV. KESIMPULAN DAN SARAN Pelaksanaan Program Kemitraan Sosialisasi Akreditasi PAUD Tahun 2025 oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro telah memberikan kontribusi positif terhadap upaya penjaminan mutu PAUD. Dengan melibatkan 63 peserta, program ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta terkait akreditasi serta memperkuat kesiapan satuan PAUD dalam memenuhi standar mutu. Selain itu, pendekatan kemitraan memperkuat hubungan kolaboratif antara pemangku kepentingan pendidikan, yang berimplikasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini secara berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA