Jurnal Ilmiah Pamenang - JIP E-ISSN : 2715-6036 P-ISSN : 2716-0483 DOI : 10. Vol. 7 No. Desember 2025, 250 - 258 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN MEDIA GALLERY WALK TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MENGGOSOK GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGERI 1 DIMORO GROBOGAN EFFECTS OF ORAL HEALTH EDUCATION USING GALLERY WALK MEDIA ON KNOWLEDGE AND TOOTH BRUSHING SKILLS IN SCHOOL-AGED CHILDREN AT SD NEGERI 1 DIMORO GROBOGAN Wisnu Dafa Wardana1. Ratih Dwilestari Puji Utami2. Lalu Muhammad Panji Azali3 1 Mahasiswa Program Studi Keperawatan Program Sarjana Universitas Kusuma Husada Surakarta 2 Dosen Program Studi Keperawatan Program Sarjana Universitas Kusuma Husada Surakarta *Korespondensi Penulis : dafawardana330@gmail. Abstrak Masalah kesehatan gigi dan mulut sering terjadi terhadap anak-anak. Pada anak usia sekolah pengetahuan dan keterampilan mengenai menggosok gigi dengan baik dan benar sangat kurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik responden, tingkat pengetahuan dan keterampilan anak dalam menggosok gigi, serta pengaruh pendidikan kesehatan gigi dan mulut melalui media gallery walk. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre Experimental melalui pendekatan Pre and Post Test Without Control Group. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini Proportionate Stratified Random Sampling, sampel yang digunakan sebanyak 62 responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar kuesioner pengetahuan perawatan gigi dan lembar observasi penilaian keterampilan menggosok gigi. Uji analisis data penelitian ini Uji Wilcoxon. Hasil analisis berdasarkan uji wilcoxon diperoleh nilai p 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan gigi dan mulut dengan media gallery walk terhadap pengetahuan dan keterampilan menggosok gigi pada anak usia sekolah di SD Negeri 1 Dimoro Grobogan. Kata kunci : Gallery Walk. Menggosok Gigi. Pengetahuan. Keterampilan. Anak Usia Sekolah Abstract Dental and oral health problems often occur in children. However, among school-aged children, there is a notable deficiency in both knowledge and proficiency related to effective tooth brushing The objective of this research was to assess the demographic characteristics of the respondents, evaluate the children's knowledge and skills related to proper toothbrushing practices, and examine the impact of dental and oral health education delivered via the gallery walk media. This research employed a pre-experimental design utilizing a pre-test and posttest methodology in the absence of a control group. The sampling method utilized proportionate stratified random sampling, resulting in a total sample of 62 participants. The research employed a dental care knowledge questionnaire and an observation checklist to evaluate toothbrushing Data analysis was conducted using the Wilcoxon signed-rank test. The results of the statistical analysis indicated a p-value of 0. 000, which is less than the conventional significance threshold of 0. This finding suggests that oral health education, utilizing the gallery walk method, has a significant effect on both the knowledge and skills related to toothbrushing among school-aged children at SD Negeri 1 Dimoro. Grobogan. Keywords : Gallery Walk. Knowledge. Skills. School-Aged Children. Tooth Brushing Submitted Accepted Website : 5 Agustus 2025 : 9 September 2025 : jurnal. di | Email : jurnal. pamenang@gmail. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan. (Wisnu Dafa Wardana. Dk. Pendahuluan Penyakit mulut merupakan masalah kesehatan utama bagi banyak negara dan berdampak negatif pada kualitas hidup masyarakat dengan menyebabkan nyeri, ketidaknyamanan, dan bahkan sampai Prevalensi penyakit mulut menurut World Health Organization menyatakan terdapat sekitar 514 juta, sedangkan Hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 prevalensi penderita masalah gigi di Indonesia sekitar 93% (Kementerian Kesehatan RI. Paling tinggi terjadi di Jawa Tengah 43,4% (Kementerian Kesehatan RI, 2. Data yang diperoleh oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan pada tahun 2018, memperlihatkan bahwa angka kejadian penyakit gigi pada anak-anak dengan jumlah 522 kasus (Hapsari et al. , 2. Penyebab kerusakan gigi adalah anakanak mengkonsumsi makanan dan minuman manis (Kementerian Kesehatan RI, 2. Menurut Databoks . , 91,49% anak usia 3 tahun keatas mengkonsumsi makanan dan minuman manis. Faktor lain penyebab kesehatan gigi yaitu kurangnya pengetahuan dari orang tua. Pada penelitian oleh Muliya & Husain . , ditemukan sebanyak 57,6% orang tua memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik. Akibat tidak menggosok gigi dengan benar pada anak akan menyebabkan kerusakan pada gigi yaitu karies gigi. Karies gigi terjadi akibat plak makanan yang tidak segera dibersihkan. Karies gigi ditandai dengan adanya kapur pada gigi berwarna coklat atau hitam. Karies gigi yang tidak segera ditangani akan mengakibatkan nyeri gigi dan pembengkakan pada gusi (Tanu et , 2. Pencegahan kerusakan gigi yang paling mendasar yaitu dengan mengurangi makanan yang mengandung gula. Pemecahan lain yang dapat dilakukan adalah dengan pemeriksaan rutin 6 bulan sekali untuk mengetahui kerusakan gigi (Safela et al. , 2. Menurut Larasati et al. , . , bahwa frekuensi dalam kegiatan menggosok gigi disarankan adalah 23 kali sehari, dengan waktu efektif yaitu pada pagi hari setelah makan dan malam hari sebelum tidur. Waktu menyikat gigi yang baik adalah 120 detik yang akan menghilangkan 26% plak yang menempel pada gigi (Santi & Khamimah, 2. Cara meningkatkan pengetahuan dan kemampuan menggosok gigi yaitu dengan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, sikap, dan keterampilan baik individu, kelompok, atau komunitas dalam mempertahankan dan meningkatkan kesehatan mereka (Indrayani & Syafar, 2. Pendidikan kesehatan tidak terlepas dari media yang digunakan. Menurut Jatmika et al. , . , macam-macam media yaitu media cetak . eaflet, booklet, rubik, dan poste. memiliki kekurangan yaitu kurang menekankan persepsi indra mata, media elektronik . adio,handphone. TV. CD, dan VCD) membutuhkan perangkat khusus, kecanduan, keterbatasan akses, dan media luar ruangan . apan reklame, spanduk, pameran, banner, dan layar leba. memiliki kekurangan membutuhkan biaya yang mahal, kerusakan akibat cuaca, dan gangguan visual, sehingga media yang efektif adalah gallery walk. Gallery Walk berisikan dua kata yaitu gallery berarti pameran dan walk berarti Gallery Walk menurut Septiyati . , adalah sebuah cara pembelajaran yang menggunakan suatu gambar maupun sketsa yang dipamerkan atau dipajang sehingga siswa dapat mempelajari satu sama lain. Gallery Walk mempunyai beberapa kelebihan yaitu merangsang tingkat emosional siswa, terjadi sinergi yang saling menguatkan antar siswa, menumbuhkan sifat menghargai, meningkatkan fisik dan mental dalam proses belajar (Praptiningtyas, 2. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan melalui wawancara kepada kepala sekolah di SD Negeri 1 Dimoro Kabupaten Grobogan bahwa belum pernah dilakukan penelitian mengenai efektivitas media gallery walk untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menggosok gigi pada anak sekolah dasar di wilayah ini. Pada kelas 3 jumlah siswa sebanyak 20 didapatkan 5 anak menderita karies gigi. Setelah itu, dilakukan wawancara kepada seluruh siswa didapatkan hasil 8 anak mengatakan menggosok gigi 2-3 kali sehari, 12 anak mengatakan menggosok gigi 1 kali pagi hari sebelum berangkat menggunakan pasta gigi saat melakukan gosok gigi dan saat wawancara siswa juga Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan. (Wisnu Dafa Wardana. Dk. diminta meragakan teknik menggosok gigi dan didapat semua siswa belum mengerti cara menggosok gigi dengan benar. Berdasarkan masalah diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Pendidikan Kesehatan Gigi dan Mulut Dengan Media Gallery Walk Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Menggosok Gigi Pada Anak Usia Sekolah Di SD Negeri 1 Dimoro GroboganAy Metode Jenis penelitian ini yaitu penelitian Rancangan Pre Experimental melalui pendekatan Pre and Post Test Without Control Group. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini Proportionate Stratified Random Sampling, sampel yang digunakan yaitu siswa kelas 1-6 sebanyak 62 responden. Instrumen penelitian yang digunakan menggunakan lembar kuesioner pengetahuan perawatan gigi dan lembar observasi penilaian keterampilan menggosok gigi yang sudah di validasi dan Uji analisis data penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon karena data berpasangan dan tidak berdistribusi normal. Hasil Analisa Univriat Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel 1 karakteristik usia . Usia Total Percent Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa dari 62 responden, kategori usia paling banyak berada pada usia 12 tahun yaitu 13 responden . %). Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 2 karakteristik jenis kelamin . Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Percent Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa dari 62 responden, kategori jenis kelamin paling banyak adalah perempuan yaitu 38 responden . ,3%). Karakteristik Responden Berdasarkan Mendapat Edukasi Dari Orang Tua Tabel 3 Karakteristik Mendapat Edukasi Dari Orang Tua . Mendapat Edukasi Dari Orang Tua Tidak Pernah Pernah Total Percent Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui bahwa dari 62 responden, kategori mendapat edukasi dari orang tua paling banyak adalah tidak pernah mendapat edukasi dari orang tua yaitu 43 responden . ,4%). Karakteristik Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Intervensi Tabel 4 Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Intervensi . Tingkat Pengetahuan Anak Menggosok Gigi Pre Test Post Test Kategori F Percent F Percent Baik Cukup Kurang Total Berdasarkan tabel 4 didapatkan hasil distribusi frekuensi pengetahuan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dengan media gallery walk, dapat diketahui jumlah terbanyak responden berada pada tingkat responden . ,7%). Karakteristik Keterampilan Sebelum dan Sesudah Intervensi Tabel 5 Keterampilan Sebelum dan Sesudah Intervensi . Tingkat Keterampilan Anak Menggosok Gigi Pre Test Post Test Kategori F Percent F Percent Terampil Cukup Terampil Kurang Terampil Total Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan. (Wisnu Dafa Wardana. Dk. Berdasarkan tabel 5 didapatkan hasil distribusi frekuensi keterampilan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dengan media gallery walk, dapat diketahui jumlah terbanyak responden berada pada tingkat kurang terampil sebanyak 32 responden . ,6%). Analisa Bivariat Tabel 6 Analisa Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Gallery Walk Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Menggosok Gigi Nilai p Pengetahuan sebelum pendidikan kesehatan . Pegetahuan sesudah pendidikan kesehatan . 0,000 Keterampilan sebelum pendidikan kesehatan . Keterampilan sesudah pendidikan kesehatan . 0,000 Uji Wilcoxon, 62 subjek meningkat, tidak ada subjek menurun atau menetap (Data Primer, 2. Berdasarkan hasil analisis pada tabel 6 diperoleh bahwa hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media gallery walk terhadap pengetahuan dan keterampilan menggosok gigi pada anak usia sekolah. Pembahasan Usia Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yulistina et al. , . , di anak usia sekolah 6-12 tahun sejumlah 83 responden didapatkan paling banyak di usia 12 tahun yaitu 21 . ,3%). Pemberian kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu hal yang sangat penting terutama pada anak usia sekolah. Anak usia 6-12 tahun merupakan kelompok usia yang kritis karena pada usia tersebut rentan terkena berbagai masalah kesehatan gigi. Pada usia sekolah perpindahan antara gigi susu dengan gigi permanen berlangsung sehingga perlu menjaga kesehatan gigi. Naidu et al. , . mengungkapkan bahwa sebagian besar penyakit kesehatan gigi dan mulut dimulai pada tahun-tahun anak usia sekolah dikarenakan pada usia tersebut anak-anak sering mengonsumsi makanan dan minuman manis serta belum paham bagaimana merawat kesehatan gigi dengan baik sehingga usia-usia ini waktu yang tepat untuk menanamkan kebiasaan merawat gigi yang baik secara mandiri supaya kebiasaan tersebut terbawa sampai dewasa. Berdasarkan analisis peneliti, usia seseorang mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang daya tangkap dan pola pikirnya sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya semakin baik atau meningkat, dibuktikan dengan keterampilan anak usia 10-12 tahun lebih baik dibandingkan dengan anak usia 6-9 Jenis Kelamin Penelitian ini sejalan dengan penelitian Yuniarly et al. , . menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dibanding laki-laki yaitu sebanyak 21 responden . %). Pada anak laki-laki lebih banyak mengalami masalah kesehatan gigi dikarenakan anak laki-laki cenderung memiliki aktivitas yang lebih tinggi, yang memicu timbulnya rasa lapar dan peningkatan nafsu makan, tetapi mereka tidak selektif dalam memilih makanan (Ratnaningsih, 2. Anak laki-laki mengonsumsi makanan kariogenik yang memicu timbulnya karies gigi. Pada anak usia sekolah status kebersihan mulut anak laki-laki lebih buruk dibanding anak perempuan dikarenakan anak perempuan memiliki kemampuan motorik halus dan ketangkasan manual yang lebih baik dibanding anak laki-laki (Ratnaningsih. Pada anak laki-laki biasanya juga susah diatur dibandingkan dengan anak membutuhkan sedikit perbedaan dalam membimbing anak laki-laki. Berdasarkan analisis peneliti, jenis kelamin berhubungan dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan seseorang. Jenis kelamin mempunyai keterikatan Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan. (Wisnu Dafa Wardana. Dk. langsung maupun tidak langsung dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan. Mendapat Edukasi Orang Tua Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurjanah et al. , . , dari 50 responden orang tua didapat 38 responden . %) menyatakan tidak mengedukasi anaknya tentang kesehatan gigi dan mulut dengan baik dan benar. Pada usia sekolah masalah kesehatan gigi disebabkan oleh banyak faktor diantarannya adalah kegemaran makan makanan manis, sehingga dibutuhkan bimbingan orang tua untuk mengontrol anak dalam pilihan makanan tertentu yang baik untuk anak usia ini. Selain itu faktor orang tua yang kurang memperhatikan kesehatan gigi dan mulut sejak dini dalam pemeliharaan kesehatan gigi anak yaitu kurangnya pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, kurangnya pemantauan dan pengajaran, faktor sosial ekonomi yaitu tidak menyediakan fasilitas perawatan gigi, dan kurangnya motivasi orang tua dikarenakan anak yang susah diatur atau dikasih tahu (Abadi & Suparno, 2. Berdasarkan mendapat edukasi dari orang tua berpengaruh terhadap perilaku anak dikarenakan tugas orang tua yang menjadi orang pertama mengedukasi anak dalam hal perawatan gigi Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Intervensi Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Meliandhani et al. , menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan baik sebanyak 6 responden . ,9%), pengetahuan cukup sebanyak 18 responden . ,8%), dan pengetahuan kurang sebanyak 43 responden . ,3%). Pengetahuan menurut Darsini et al. , adalah merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pada hakikatnya pengetahuan merupakan segenap hasil dari kegiatan mengetahui berkenaan dengan sesuatu obyek . apat berupa suatu hal atau peristiwa yang dialami subye. (Situmeang, 2. Dalam hal ini terbukti bahwa hasil sebelum diberikan edukasi pengetahuan anak sangat kurang dikarenakan seseorang akan kesulitan untuk menyelesaikan mendapatkan informasi atau pengalaman (Meliandhani et al. , 2. Berdasarkan didapatkan data sesudah dilakukan pendidikan kesehatan gigi dan mulut dengan media gallery walk pada responden dapat diketahui responden mengalami perubahan pengetahuan yaitu berada pada tingkat pengetahuan baik sebanyak 52 responden . ,9%) dan responden . ,1%). Penelitian ini juga sejalan dengan yang dilakukan oleh Anitasari & Ramadhan . , dilakukan pendidikan kesehatan terdapat perubahan pada tingkat pengetahuan responden menjadi pengetahuan baik sebanyak 39 responden . ,1%). Pada penelitian ini dilakukan pendidikan kesehatan menggunakan Menurut Teori Kerucut Pengalaman Edgar Dale kombinasi melihat dan mendengar menyerap 65% informasi yang diberikan, sehingga media gallery walk sangat efektif untuk digunakan (Sari, 2. Hal ini juga didukung domain Taksonomi Bloom yaitu pada anak usia sekolah masuk pada tahapan penerapan . , sehingga anak mampu memahami materi yang disampaikan sejalan dengan hasil menjawab kuesioner yaitu terdapat peningkatan. Ditunjang oleh teori Kurva Lupa EbbinghausAos informasi dalam kurun waktu 3 hari (Marta et al. , 2. Berdasarkan pendidikan kesehatan gigi dan mulut Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan. (Wisnu Dafa Wardana. Dk. dengan media gallery walk terbukti merupakan salah satu intervensi yang meningkatkan pengetahuan anak dalam merawat kesehatan gigi. Hasil penelitian sebelum dilakukan pendidikan kesehatan gigi dan mulut dengan media gallery walk terdapat tingkat pengetahuan kurang, cukup, dan baik dikarenakan pengetahuan yang masih kurang dan juga mengabaikan kebersihan gigi Keterampilan Sebelum dan Sesudah Intervensi Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Fedri & Sari . , keterampilan kurang terampil sebanyak 19 responden . ,1%) dan keterampilan terampil sebanyak 7 responden . ,9%). Pasaribu . , menyatakan bahwa keterampilan adalah kecakapan untuk seseorang akan bertambah baik jika pengetahuan seseorang terhadap sesuatu juga baik. Pada penelitian ini banyak anak-anak belum mengetahui cara menggosok gigi dengan benar, sehingga diberikanlah materi cara menggosok gigi dengan benar melalui pendidikan Pendidkan kesehatan adalah suatu upaya belajar yang dibangun secara sadar yang melibatkan beberapa bentuk komunikasi yang dirancang untuk termasuk pengetahuan dan keterampilan dalam memahami suatu informasi (WHO, 2. Berdasarkan didapatkan data sesudah dilakukan pendidikan kesehatan gigi dan mulut dengan media gallery walk pada responden dapat diketahui responden mengalami perubahan keterampilan yaitu berada pada keterampilan terampil sebanyak 37 responden . ,7%) dan cukup terampil sebanyak 25 responden . ,3%). Keterampilan mengalami perubahan atau peningkatan pada saat post test dari kurang terampil menjadi terampil dan cukup terampil pengetahuan pada responden. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan yang dilakukan oleh Triyani & Ramdani . , menunjukkan bahwa tingkat keterampilan setelah dilakukan meningkat yaitu keterampilan terampil sebanyak 24 responden . ,3%) dan kurang terampil sebanyak 2 responden . ,7%). Ada mempengaruhi keterampilan seseorang yaitu pendidikan, umur dan pengalaman (Nainggolan, 2. Selain itu didukung oleh domain psikomotor juga sangat berpengaruh, menurut teori Taksonomi Bloom domain psikomotor dibagi menjadi beberapa tahap yaitu imitasi, manipulasi, presisi, artikulasi, dan Pada anak usia sekolah menurut domain psikomotor berada pada tahapan presisi, sehinga pada penelitian ini anak-anak mampu mempraktekkan cara menggosok gigi dengan benar yang sudah diajarkan dengan baik dan tepat. Hal ini terjadi dikarenakan faktor yang mempengaruhi sebuah keterampilan seseorang dalam melakukan sebuah pengetahuan yang baik mencakup segenap apa yang diketahui tentang objek tertentu dan disimpan dalam ingatan (Triyani & Ramdani, 2. Berdasarkan pendidikan kesehatan gigi dan mulut dengan media gallery walk merupakan salah satu intervensi yang bermanfaat sehingga keterampilan pada anak usia sekolah juga mengalami peningkatan. Hasil penelitian sebelum dilakukan pendidikan kesehatan gigi dan mulut dengan media gallery walk terdapat tingkat keterampilan kurang terampil, cukup terampil, dan terampil dikarenakan keterampilan responden yang masih kurang tentang cara menggosok gigi dengan benar. Sedangkan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan gigi dan mulut dengan media gallery walk yang menyajikan informasi cara menggosok gigi dengan benar, tingkat keterampilan responden meningkat diharapkan mampu menerapkan kebiasaan cara menggosok gigi yang baik sehingga meencegah berbagai masalah kesehatan gigi Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan. (Wisnu Dafa Wardana. Dk. Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Gallery Walk Terhadap Pengetahuan Keterampilan Menggosok Gigi Berdasarkan mengalami perubahan pengetahuan dan yaitu meningkat sesudah dilakukan pendidikan kesehatan gigi dan mulut dengan media gallery walk. Hasil uji wilcoxon test menunjukkan nilai p-value 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya ada peengaruh pendidikan kesehatan gigi dan mulut dengan media gallery walk terhadap pengetahuan menggosok gigi pada anak usia sekolah di SD Negeri 1 Dimoro Grobogan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rulviana . , bahwa terdapat pengaruh setelah dilakukan pendidikan kesehatan dengan media gallery walk. Pada penelitian Zalsabilla . , juga memaparkan hasil sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media gallery walk menunjukkan nilai pre test yaitu 16,7% dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media gallery walk nilai post test yaitu 83,3%. Pada berdasarkan hasil analisis didapatkan perubahan keterampilan yaitu meningkat sesudah dilakukan pendidikan kesehatan gigi dan mulut dengan media gallery Hasil menunjukkan nilai p-value 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya ada peengaruh pendidikan kesehatan gigi dan mulut dengan media gallery walk terhadap keterampilan menggosok gigi pada anak usia sekolah di SD Negeri 1 Dimoro Grobogan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hayati et , . , memaparkan hasil sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media gallery walk menunjukkan nilai pre test yaitu kategori sangat rendah 6 orang . %), kategori rendah 10 orang . %) dan kategori tinggi yaitu 9 orang . %), sedangkan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media gallery walk nilai post test yaitu kategori rendah 1 orang . %), kategori tinggi 10 orang . %), dan kategori sangat tinggi 14 orang . %). Pada penelitian ini pendidikan kesehatan dilakukan dengan gallery walk. Gallery Walk menurut Septiyani . , adalah sebuah cara pembelajaran yang menggunakan suatu gambar maupun sketsa yang dipamerkan atau dipajang sehingga siswa dapat mempelajari satu sama lain. Gallery walk memiliki kelebihan yaitu merangsang tingkat emosional siswa, terjadi sinergi yang meningkatkan fisik dan mental dalam proses belajar (Praptiningtyas, 2. Berdasarkan peningkatan pengetahuan tidak lepas dari adanya pendidikan kesehatan yang Pendidikan dilakukan dengan media gallery walk yang berisi materi tentang perawatan gigi dan cara Pemberian materi dimaksudkan untuk memberikan tambahan pengetahuan dan Oleh karena itu tingkat pengetahuan menunjukkan perubahan setelah dilakukan Pendidikan kesehatan. Kesimpulan Hasil penelitian dapat disimpulkan Karakteristik responden berdasarkan usia paling banyak berada pada usia 12 tahun, jenis kelamin paling banyak adalah perempuan, dan mendapat edukasi dari orang tua paling banyak adalah tidak pernah mendapat edukasi dari orang tua. Tingkat pengetahuan dan keterampilan sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media gallery walk dapat diketahui jumlah terbanyak responden berada pada tingkat pengetahuan kurang. Tingkat pengetahuan dan keterampilan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media gallery walk dapat diketahui jumlah terbanyak responden berada pada tingkat pengetahuan baik, sedangkan tingkat keterampilan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media gallery walk dapat diketahui jumlah terbanyak responden berada pada tingkat terampil. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan. (Wisnu Dafa Wardana. Dk. Hasil uji analisis data menggunakan uji wilcoxon diperoleh hasil 62 responden mengalami perubahan yaitu meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media gallery walk menunjukkan nilai p-value 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya terdapat pengaruh pendidikan kesehatan gigi dan mulut dengan media gallery keterampilan menggosok gigi pada anak usia sekolah. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih disampaikan kepada kepada Kepala SD Negeri 1 Dimoro Grobogan yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian ini di SD Negeri 1 Dimoro Grobogan. Seluruh staff karyawan SD Negeri 1 Dimoro Grobogan yang telah membantu penulis dalam proses Daftar Pustaka