Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Peran Pembimbing dalam Membentuk Karakter Mandiri Santri Asrama P Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan Ananda Vibra Widiyastuti,Muhammad Nur Hadi email: anandavibra02@gmail. com ,nurhadi@yudharta. (Universitas Yudharta Pasurua. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan di asrama P pondok pesantren ngalah dimana santri kurang memiliki karakter mandiri santri, kemudian pembimbing di asrama P berperan berupaya melakukan pembentukan karakter mandiri santri, sehingga menarik peneliti untuk mengkaji dan melakukan peneltian. Tujuan penelitian ini adalah pertama untuk mendeskripsikan peran pembimbing dalam membentuk karakter mandiri santri Asrama P Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan. Kedua mendeskripsikan dampak peran pembimbing dalam pembentukan karakter mandiri santri Asrama P di Pondok Pesantren Ngalah. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus di Asrama P Pondok Pesantren Ngalah. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, dokumentasi dan wawancara, kemudian analisis data dilakukan dengan reduksi data. Penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian adalah pembimbing memiliki tiga peran utama, yakni pertama sebagai teladan para santri dalam memahami nilai-nilai positif seperti kepedulian, tanggung jawab dengan mempraktikan dalam kehidupan sehari-hari, kedua pembimbing sebagai sumber belajar, karena mereka menjalankan aktivitas mengajar mengaji, sosialisasi tentang praktek sholat, praktek wudhu dan pemahaman pada pelajaran-pelajaran yang ada di pondok pesantren. Ketiga pembimbing sebagai motivator sehingga santri menjadi semangat untuk memiliki karakter positif. Dampak dari peran pembimbing adalah santri telah memiliki nilai-nilai karakter positif seperti kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab atas tugas dan kewajiban seperti mengatur waktu belajar, bermain, beribadah, terbentuknya karakter mandiri dalam kegiatan sehari-hari, serta terbentuknya spiritual santri yang semakin mantap. Kata Kunci: peran pembimbing, karakter mandiri, santri Pendahuluan Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan islam tertua di Indonesia, memiliki peranan yang signifikan dalam meningkatkan Pendidikan masyarakat Indonesia, khususnya dalam Pendidikan agama islam. Pesantren tidak hanya hadir sebagai lembaga Pendidikan, tetapi juga berperan sebagai Lembaga dakwah keagamaan sosial ditengah masyarakat Indonesia. 1 Pendidikan di pondok pesantren di pilih orangtua karena mereka meyakini bahwa hal tersebut merupakan sarana yang efektif untuk membentuk karakter anak, oleh karena itu orangtua memilih Pendidikan di pondok pesantren sebagai lingkungan yang tepat untuk mendidik anak-anak mereka, di lingkungan keluarga anak-anak merasa terlindungi oleh perhatian dan kasih sayang Ria Gumilang and Asep Nurcholis. AuPeran Pondok Pesantren Dalam Pembentukan Karakter Santri,Ay Comm-Edu (Community Education Journa. 1, no. : hal 42Ae53. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin orangtua mereka, namun di lingkungan pondok pesantren anak-anak diajarkan untuk hidup Institusi pendidikan menghadapi masalah terkait dengan kemandirian anak, salah satu masalah yang muncul adalah kurangnya kemandirian anak di Lembaga Pendidikan formal, selain itu sistem pendidikan sekolah juga tidak sepenuhnya menjamin perkembangan kemandirian anak sesuai dengan tujuan Pendidikan nasioanal. Dalam perbandingan dengan lembaga pendidikan formal, pondok pesantren dianggap memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mendidik anak untuk hidup mandiri. Kemandirian santri dapat dilihat dalam kehidupan sehari- hari, mulai dari mandiri untuk makan, mencuci, belajar, mengatur waktu, mengatur uang, hingga mampu mandiri hal ini dapat disebabkan karena pembiasaan. Dengan adanya realita tersebut, pendidikan karakter merupakan suatu pendidikan yang sangat dibutuhkan dalam rangka membangun bangsa, mengingat pendidikan karakter memiliki makna yang lebih tinggi daripada sekadar menuangkan ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis. pendidikan karakter mampu melatih peserta didik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun peneliti ketika melakukan observasi dan menemukan permasalahan di asrama P pondok pesantren ngalah yaitu seperti kurang terbentuknya karakter mandiri santri, dalam hal ini pembimbing di asrama P mempunyai peran yang penting dalam proses pembentukan karakter mandiri santri maka dari itu penulis tertarik dalam mengkaji dan melakukan peneltian tentang Peran Pembimbing dalam membentuk karakter mandiri santri asrama P di Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan Pembahasa Asrama P Pondok Pesantren Ngalah merupakan asrama yang mayoritas santrinya tingkat usia sekolah dasar, hal ini sangat membantu dalam pembentukan karakter anak. Asrama P Pondok Pesantren Ngalah yang mempunyai metode melibatkan pembimbing kamar dalam membentuk karakter mandiri santri. Menurut Soerjono Soekanto peran adalah Seseorang melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai perannya dengan memenuhi hak-hak yang melekat padanya, maka statusnya akan mengalami perubahan yang dinamis. 2 Rijal Maulana Ali. Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa,. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Dr. Syaiful Sagala pembimbing adalah individu yang memilki peran penting dalam membantu dan mengarahkan seseorang dalam menyelesaikan tugas, mengembangkan potensi diri, serta membantu dalam pengambilan keputusan. Menurut Thomas Lickona dalam Muhammad Yaumi, karakter adalah memiliki pemahaman akan hal-hal yang baik, memilki keinginan untuk melakukan hal-hal yang baik dan secara aktif melakukan tindakan yang baik4 Menurut Dowling mandiri kemandirian merujuk pada kemampuan anak untuk secara mandiri berpikir dan bertindak untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, mereka berupaya agar tidak lagi bergantung pada orang lain dan mampu menjadi pribadi yang mandiri. Hal ini diperjelas dengan hasil wawancara bersama disampaikan oleh ustadzah Devi Citasari selaku pembimbing asrama P: AuPembimbing asrama mempunyai tugas sesuai jabatannya masing-masing termasuk juga dalam pengawasan, pendampingan, membimbing dan membantu dalam pembentukan karakter seperti dalam membentuk karakter mandiri sejak usia sekolah dasar, pembimbing juga banyak waktu 24 jam bersama dengan santri-santri karena disetiap pembimbing tidur di kamar santri dan untuk membentuk karakter mandiri santri asrama P. Pembimbing berusaha menciptakan lingkungan pesantren yang penuh dengan Pendidikan. Seperti RoAoan . egiatan bersih-bersi. , bimbingan materi giat pribadi. Ay 6 Wawancara tersebut juga diperkuat oleh ustadzah siti Nur Khasanah selaku pembimbing dan biro Pendidikan asrama P: Aupembimbing mempunyai tugas dalam membimbing, mengurus santri asrama P dalam pembentukan karakter, hal ini butuh kerja sama antar pembimbing agar dapat membimbing santri asrama P dengan baik. AuSeperti halnya Awal berdirinya asrama P santri tidak diwajibkan mencuci piringnya setelah makan, jadi pembimbing yang menyiapkan dan mencuci kotak makan santri, tapi dengan berjalanya waktu dari tahun ke tahun bertambah banyaknya santri,santri di berikan contoh bagaimana bisa mencuci piringnya sendiri setalah makan,mencuci sepatunya,menjaga kebersihan badan,dengan harapan santri dengan usia sekolah dasar ini mampu belajar mandiri. Peran pembimbing dalam membentuk karakter mandiri santri asrama P Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan 3 Sagala. Konsep dan makna Pendidikan. Bandung: Alfabeta. 4 Dra. Hj. Aisyah M. Ali. Pendidikan Karakter: Konsep Dan Implementasinya. 5 SaAodiyah. AuPentingnya Melatih Kemandirian Anak. Ay 6 Devi Citasari. Wawancara. Pembimbing Asrama P. Kantor Pelayanan asrama P. ( Pukul 09. 15: 0 5 Mei 2. 7 Siti Nur Khasanah. Wawancara. Pembimbing Asrama P dan biro Pendidikan. Mushola Asrama P, (Pukul 09. 30: 06 Mei 2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Menurut Aqib dalam bukunya, ia berpendapat bahwa Pendidikan karakter memilki posisi yang lebih tinggi dari pada Pendidikan moral. Hal ini di karenakan Pendidikan karakter bukan hanya mengedepankan keterampilan individu, tetapi juga moral yang ditanamkan pada peserta didik untuk membedakan mana yang benar dan salah, tetapi juga melibatkan kebiasaan dan pengajaran kepada peserta didik agar mereka mampu menerapkanya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu Pendidikan karakter mampu mencakup semua aspek Pendidikan, mulai dari kognitif, afektif dan psikomotorik. Hal ini sesuai dengan keadaan yang ada di asrama P Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan menjelaskan bahwa Pendidikan merupakan salah satu yang dapat membentuk karakter santri menjadi baik. Dengan adanya pendidikan anak dengan sendirinya akan terpengaruh hal-hal positif yang nantinya akan membentuk akhlak santri yang baik. Seperti halnya Pembentukan watak yang secara langsung dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW merupakan wujud esensial karakter yang dinginkan oleh setiap generasi, di dalam al QurAoan juga menjelaskan tentang pendidikan karakter yang dijelaskan di QS. Luqman ayat 12-14: AE Ea eCI aI aEeIaN aON aaOA a AcEEA a aAO a aI eO U aOa e CA cU aAIA a AaOEaCa e a eOIa Ea eCI Ia eE a eE aIa a aI e aE e a NcEaEa aO aI eI Oac e aE e Aa aIac aI Oa e aE a aEIa eA a onN aO aI eI aEA aa Aa acaI NA a aAE e aE EA a AaO aA AAEaN Aa eO a aIO aeIA a e AAOeIaA a AcEaEa acaIA ca A eE UI a a eO UI aO aOA AO aaE a e a eE a NA a aE eI aIa a aO aE a eO on aN a aIEaeNa a acI N aO eNIU a EO aO eN sI acOAA ca aA N OaIA AAO aeA a AO eE aIA ca aA a aI e aE e aE eO aO aE aO aE aO aeE aEA Artinya: Sungguh. Kami benar-benar telah memberikan hikmah kepada Luqman, yaitu. AuBersyukurlah kepada Allah! Siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya Siapa yang kufur . idak bersyuku. , sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji. Ay (Ingatla. ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasehatinya. AuWahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Alla. itu benar-benar kezaliman yang besar Kami mewasiatkan kepada manusia . gar berbuat bai. kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) AuBersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Ay Hanya kepada-Ku . Selambat-lambat waktu menyapih ialah sampai anak berumur 2 tahun. 8 Zainal Aqib. AuPendidikan Karakter Di Sekolah Membangun Karakter Dan Kepribadian Anak,Ay Bandung: Yrama Widya 31 . Kementerian Agama. AuQurAoan Kemenag,Ay Lajnah Pentashihan https://quran. id/https://quran. id/sura/2/282. Mushaf Al-QurAoan, 11 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Tahap-tahap Pendidikan karakter sebagai berikut: Dalam perspektif islam, langkah-langkah dalam pengembangan dan pembentukan karakter dapat diuraikan sebagai berikut: Tauhid . ulai usia 0-2 tahu. Membentuk kehidupan rohani mereka, orangtua harus memperkenalkan anakanak dengan konsep dasar keimanan kepada Allah SWT seperti mengajarkan anak . Akhlak . sia 5-6 tahu. Mengembangkan akhlak atau perilaku yang baik, orangtua harus menjadi contoh yang baik dan perilaku hidup mereka sendiri. Harus mengajarkan anak tentang kesabaran, keikhlasan, kejujuran, kasih sayang. Penting untuk mengajarkana anak-anak tentang pentingnya berbuat baik kepada sesama makhluk. Tanggung jawab diri sendiri . sia 7-8 tahu. Untuk mengajarkan seorang anak tujuh tahun mulai terlibat dalam aktivitasaktivitas yang sesuai dengan usianya, penting untuk memulai dengan mendidiknya untuk bertanggung jawab pada berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Selain itu, anak juga perlu diajari untuk mandi sendiri, berpakaian sendiri, memilki disiplin dan mengembangkan rasa tanggung jawab dalam berbagai hal. Peduli terhadap sesama . sia 9-10 tahu. Anak-anak harus diajarkan tentang pentingya peduli terhadapa orang lain, membantu yang membutuhkan, dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang baik, mereka juga perlu diajarakan tentang pentingnya keadilan, peraudaran, dan toleransi terhadap perbedaan. Kemandirian . sia 11-12 Tahu. Islam mendorong anak-anak untuk menjadi individu yang mandiri, tahap ini melibatkan pengembangan keterampilan berpikir kritis, inisiatif dan keberanian dalam mengambil keputusan yang baik dan bertanggung jawab. anak-anak perlu didorong untuk mengembagkan potensi mereka dan menghadapi tantangan dan keyakinan selain itu agar dapat mengimplemntasikan intruksi dan perintah dengan memahami baik halhal yang diizinkan dan yang dilarang. Selain itu, mereka juga memilki pemahaman yang kuat terhadap resiko yang mungkin timbul jika aturan dilanggar. 10Abdul Majid. AuAndayani. Pendidikan Karakter Perspektif Islam (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Metode pembentukan karakter menurut Pasmah Chandra yaitu: 11 . Melalui keteladanan Pendekatan dengan mendidik anak dengan memberikan contoh, dan menjadi teladan yang baik bagi mereka, anak-anak cenderung akan meniru perilaku dan sikap orang-orang disekitar mereka. Penting bagi orang dewasa atau orangtua untuk menjadi model yang baik bagi anak-anak, mereka harus menunjukkan perilaku positif dan nilai Dengan menjadi teladan yang baik orang dewasa dapat mempengaruhi anak-anak untuk berperilaku positif dan dapat membentuk karakter yang baik. Metode nasehat Dalam mengembangkan keyakinan agama di pondok pesantren, metode nasehat telah terbukti menjadi metode pembelajaran yang efektif. Metode ini berperan aktif dalam membentuk aqidah anak-anak, memahami nilai-nilai yang dinggap penting dalam membentuk kepribadian yang baik dan moral yang kuat. Melalui metode ini dapat membantu anak-anak mengembangkan sikap yang baik termasuk rasa tanggung jawab, kejujuran, empati dan kepedulian sosial. Melalui Pembinaan Disiplin Membentu individu menjadi pribadi yang memilki tanggung jawab,memiliki etika, melibatkan kombinasi antara pengajaran,pembimbingan dan pengawasan. Dan disiplin merupakan salah satu slogan yang harus ada dalam pondok pesantren yang wajib di taati oleh santri. Melalui kegiatan ektrakulikuler Merujuk pada kegiatan di sekolah yang dilaksanakan di luar jam pelajaran, tujuannya ialah untuk meningkatkan keterampilan di bidang yang ia gemari. Jadi dalam metode yang dijelasakan diatas juga yang digunakan pembimbing asrama P dalam membentuk kemandirian santri adalah sebagai berikut: Melalui keteladanan: peran pembimbing dalam membentuk karakter mandiri santri. Sebagai keteladanan, pembimbing bertanggung jawab untuk menjadi contoh yang baik bagi santri dalam hal sikap, perilaku, dan tanggung jawab seperti bagaimana menjaga kebersihan lingkungan yang baik, pembelajaran Bahasa krama, menjalankan ibadah seperti sholat, puasa yang kemudian di implementasikan oleh santri dalam kehidupan sehari-hari. 11 Chandra. AuPeran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Karakter Bangsa Santri Di Era Disrupsi. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin . Melalui nasehat: pembimbing memiliki peran penting dalal membentuk karakter mandiri melalui metode nasehat. Seorang dapat memberikan nasehat kepada santri tenatang pentingnya menghargai diri sendiri dan mengakui kemampuan mereka, dapat memberikan dorongandan pujian saat santri mencapai pecapaian, sehingga membantu membangun rasa percaya diri dan nilai-nilai positif. Melalui pembiasaan merupakan salah satu cara yang efektif dalam membentuk kebiasaan positif dan karakter mandiri pada santri dapat dalam memberikan contoh yang baik dalam hal perilaku seperti pembimbing yang rajin dan bertanggung jawab akan membantu santri untuk meniru kebiasaan yang sama Contohnya kebiasaan sholat lima waktu, roAoan . egiatan bersih-bersi. Menurut jurnal yang berjudul pentingnya melatih kemandirian anak Covey telah mengidentifikasi yang menandai karakteristik anak yang memilki kemandirian sebagai Keahlian fisik untuk bekerja secara mandiri Kemampuan koginitif untuk berpikir secara independent Bakat kreatif dalam menyampaikan ide dengan cara yang sederhana dan dapat dipahami Tanggung jawab emosional terhadap tindakan yang dilakukan. Hal tersebut sesuai dengan keadaan asrama P Pondok pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan mereka memiliki ciri-ciri mandiri sebagai berikut: Secara fisik santri asrama P dapat bekerja sendiri Secara emosional santri asrama P masih belum bisa mengendalikan, santri asrama P Jsudah mulai bertanggung jawab mengenai tugas ataupun dalam hal dirinya sendiri. Menurut buku AuPendidikan KarakerAy menyatakan bahwa salah satu cara untuk mengembangkan kemandirian anak adalah melalui pembiasaan yang direncanakan pada waktu tertentu untuk membantu perkembangan pribadi anak baik secara individu dalam kelompok maupun secara klasikal. Hal ini sesuai dengan keadaan santri asrama P Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan yang mana kegaiatan-kegiatan seperti roAoan . egiatan bersih-bersi. , giat pribadi, belajar Bersama ketika kegiatan-kegiatan tersebut di lakukan secara terus menerus akan 12 SaAodiyah. AuPentingnya Melatih Kemandirian Anak. Ay Gunawan. Pendidikan Karakter: Konsep https://books. id/books?id=j6yqMQEACAAJ. Dan Implementasi (Alfabeta. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin menjadi suatu kebiasaan yang mana kebiasaan tersebut akan menjadi kebiasaan mandiri Hasil dari adanya kegiatan-kegiatan di asrama P Pondok pesantren Ngalah sudah lumayan terlihat mandiri meskipun tetap ada bimbingan dan pengawasan dari pembimbing, terlihat dalam kebiasaan sehari-hari seperti mencuci sendiri, menyetrika atupun mengurus diri sendiri. Berikut ini adalah beberapa peran penting pembimbing asrama: Peran sebagai sumber belajar Peran sangat penting dalam dunia Pendidikan adalah penguasaan materi oleh seorang guru. Kemampuan seseorang guru dalam menguasai materi pelajaran dapat menjadi indikator baik atau tidaknya kualitasnya. Seorang guru dapat dikategorikan sebagai sumber belajar yang kompeten. Disisi lain jika guru tidak memahami materi yang diajarkan, makai a dapat dianggap kurang baik dalam melaksanakan tugasnya. Sebagai fasilitator Menurut Nanang Hanafi dan cucu Suhani, sebagai seorang guru dapat menyediakan sarana yang memudahkan proses belajar. Sebagai pengelola Dalam ruang lingkup pesantren, tentunya pengelolaan pembimbing berbeda dengan seorang guru. Akan tetapi, pembimbing asrama dapat menerapkan fungsi yang sama dengan guru yaitu fungsi manajemen. Meliputi perencanaan, pemgorganisasian, memimpin, dan mengawasi. Sebagai demonstrator Peranan yang bertujuan untuk mengilustrasikan kepada siswa segala hal yang dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap setiap pesan yang disampaikan . terdapat dua syarat yang harus dimilki oleh seseorang pendidik sebagai demonstrator. Pertama mereka harus menunjukkan sikap terpuji, kedua, mereka harus mampu menunjukkan cara agar pesan atau materi dapat lebih mudah dipahami dan dirasakan oleh siswa. 16 Pembimbing asrama sebagai seorang demonstrator dapat menampilkan sikap terpuji agar menjadi contoh . bagi santri. Kedua mengupayakan car agar materi di pesantren dapat mudah diserap oleh santri. Seperti halnya mengadakan 14 Wina Sanjaya. AuStrategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses PendidikanAy . 15 Nanang Hanafiah and Cucu Suhana. AuKonsep Strategi Pembelajaran,Ay Bandung: Refika Aditama . 16 Ahmad Mufit Anwari et al. Strategi Pembelajaran: Orientasi Standar Proses Pendidikan (EDU PUBLISHER, 2. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin praktek ibadah meliputi tata cara shalat lima waktu/jenazah, wudhu, tahlil, bersuci, dan praktek-praktek ibadah lainnya. Sebagai pembimbing Sebagai seorang pembimbing, tanggung jawabnya adalah membantu peserta didik menjaga,memberikan Fokusnya mengembangkan potensi, minat, dan bakat mereka dengan optimal, selain itu juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kelancaran proses perkembangan santri di pondok pesantren. Sebagai motivator Motivasi dianggap sebagai faktor dinamis yang sangat penting. Dalam banyak kasus anak-anak yang mengalami kekurangan perkembangan bukan karena mereka memilki kemampuan yang kurang, tetapi lebih karena kurangnya motivasi yang ada pada Cara yang dapat ditempuh guru untuk membangkitkan motivasi diantaranya seperti berikut ini: Mengungkapkan dengan lebih jelas sasaran yang ingin dituju . Menumbuhkan minat yang kuat . Mengungkapkan lingkungan pembelajaran yang mengasyikkan . Memberikan penghargaan yang pantas atas setiap pencapaian . Menilai kinerja . Memberikan tanggapan atau komentar terhadap hasil kerja siswa . Memotivasi kompetisi yang sehat dan kolaborasi Peran pembimbing sangat penting dalam membentuk karakter mandiri santri karena mereka memilki pengaruh kuat dalam perkembangan spiritual, moral dan spiritual, dan sosial santri. Hal tersebut juga sesuai dengan keadaan di asrama P Pondok Pesantren Ngalah, peran pembimbing sangat penting dalam dalam membentuk karakter mandiri santrri pembimbing memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberikan bimbingan, dukungan, dan teladan bagi sanri dalam pengembangan diri mereka. sebagaimana peran pembimbing sebagai berikut: Pembimbing sebagai teladan yang baik: pembimbing Memberikan contoh yang baik pada santri asrama P merupakan hal sangat penting, dikarenakan mereka yang usianya masih sekolah dasar, pembimbing harus dapat memperlihatkan perilaku yang baik dan 16 Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2025 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin kegiatan yang positif, contoh dalam kegiatan roAoan . egiatan bersih-bersi. , mengajarkan bagaimana beribadah yang baik. Pembimbing sebagai sumber belajar: Pembimbing mempunyai Peran sebagai sumber belajar dalam membentuk karakter santri P merupakan peran yang sangat penting,karena pembimbing merupakan pengganti orang tua ketika di pondok Contoh membimbing pelajaran sekolah,pembelajaran di pondok seperti mengajarkan praktek sholat. Pembimbing sebagai motivator/nasehat: pembimbing sebagai motivator dan nasehat bagi santri sangat penting dalam membantu mereka dalam pengembangan pribadi spiritual dan akademik. Contohnya adanya bimbingan dengan adanya permasalahan, kekhawatiran dorongan dan dukungan emosional, bagaimana mengelola waktu dan mengatasi hambatan yang mereka hadapi. Seperti adanya evaluasi kamar setiap hari kamis malam. Dan memberikan motivasi untuk belajar yang giat untuk mempelajari materi dan mempersiapkan diri untuk ujian. Kesimpulan Peran pembimbing dalam membentuk karakter mandiri santri di asrama P Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan adalah Pembimbing sebagai teladan yang baik. Pembimbing sebagai sumber belajar santri atau sebagai guru yang membimbing dan mendidik santri. Pembimbing sebagai motivator santri dengan sikap yang menginspirasi santri ketika kegiatan belajar mengajar, adanya peran pembimbing dalam membentuk karakter mandiri santri asrama P Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan dapat membentuk nilai-nilai positif yang dapat membentuk karakter mandiri santri sehingga dapat di implementasikan pada santri usia dasar dalam kehidupan sehari-hari. Daftar Pustaka