A 2024 Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP JURNAL ILMU LINGKUNGAN Volume 22 Issue 4 . : 878-886 ISSN 1829-8907 Kesedian Membayar Wisatawan untuk Pelestarian Pantai di Desa Hukurila Kota Ambon Eygner Gerald Talakua1*. Angela Ruban2, dan Renoldy Lamberthy Papilaya3 1Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Pattimura. e-mail: *eygnertalakua@gmail. 2Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Pattimura. e-mail: angelaruban89@gamil. 2Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Pattimura. e-mail: recodyo. p18@gmail. ABSTRAK Salah satu desa dengan ragam wisata terbanyak di Kota Ambon adalah Desa Hukurila, diantaranya terdapat lima objek wisata terkait dengan potensi sumber daya perikanan, pesisir dan laut. Terdapat ancaman keberlanjutan wisata pantai di Desa Hukurila yakni abrasi, jika terus terjadi hingga tahun 2026 maka tidak lagi sesuai sebagai kawasan wisata Pengelola wisata perlu mengeluarkan Rp 179. 968/tahun untuk pembuatan breakwater sebagai salah satu bentuk pelestarian pantai, disisi lain tarif wisata yang berlaku belum memperhitungkan biaya pelestarian lingkungan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kesediaan membayar wisatawan, meramalkan kunjungan wisatawan hingga tahun 2026, dan menentukan tarif wisata demi pelestarian wisata pantai di Desa Hukurila. Survei dilakukan terhadap 65 responden wisatawan pada bulan Juli tahun 2022, data yang diperoleh dianalisis dengan metode penilaian kontingensi, metode peramalan, dan pendekatan penentuan tarif wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kesediaan membayar wisatawan di wisata pantai Desa Hukurila Kota adalah Rp 233. 871/bulan. Hingga tahun 2026 kunjungan wisatawan akan mencapai 7. 548 orang didominasi oleh wisatawan lokal. Untuk menghindari abrasi pelestarian pantai dapat dilakukan jika tarif wisata dinaikan hingga Rp 58. 468/kunjungan atau 25,0% dari nilai kesediaan membayar wisatawan. Kata kunci: kesediaan, membayar, tarif, wisatawan, pesetarian, pantai. ABSTRACT One of the villages with the most variety of tourism in Ambon is Hukurila Village, there are five tourist objects related to the potential of fisheries, coastal and marine resources. The sustainability of beach tourism in Hukurila Village is threatened by abrasion, if it continues until 2026, it will no longer be suitable as a beach tourism area. Tourism managers need to spend IDR 179. 968/year to creater a breakwater as a from of beach preservation, even though the applicable tourist rates do not take into account the cost of environmental preservation. The research aims to analyze tourists' willingness to pay, predict tourist arrivals until 2026, and determine tourist rates for the sake of preserving beach tourism in Hukurila Village. The survey was conducted on 65 tourist respondents in July 2022, the data obtained was analyzed using the contingency valuation method, forecasting method, and the tourist fare determination approach. The results of the study show that, the willingness to pay tourists at the beach tourism in Hukurila Kota Village is IDR 233. 871/month. In 2026, tourist visits will reach 7. 548 people dominated by local tourists. Beach preservaion can be carried out to avoid coastal abrasion if the tourist rates are increased to IDR 58. 468/visit or 25,0% of the value of tourists' willingness to pay. Keywords: willingness, pay, rate, tourist, preservation, beach. Citation: Talakua. Ruban. Papilaya. Kesediaan Membayar Wisatawan Untuk Pelestarian Pantai di Negeri Hukurila Kota Ambon. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22. , 878-886, doi:10. 14710/jil. PENDAHULUAN Kota Ambon atau biasa disebut Ambon Manise merupakan ibukota Provinsi Maluku memiliki ragam objek wisata menarik untuk dikunjungi wisatawan, baik wisata alam, budaya, maupun sejarah. Salah satu desa dengan ragam wisata terbanyak di Kota Ambon adalah Desa Hukurila, berada di wilayah administratif Kecamatan Leitimur Selatan. Pada desa ini terdapat 12 objek wisata, yakni: Pantai Tihulessi. Pantai Wailaring. Pantai Seu. Goa Bawah Laut. Taman Laut. Kolam Yarden. Tanjung HaAoor. Batu Palungku. Bati Anging. Air Terjun. Batu Ajam, dan Kabun Buah (BPS Kota Ambon, 2. Lima objek wisata diantaranya terkait dengan potensi sumber daya perikanan, pesisir dan laut. Dibalik potensi tersebut, terdapat ancaman terhadap keberlanjutan wisata pantai di Desa Hukurila. Menurut Papilaya . , terjadi abrasi pantai pada kawasan wisata di Desa Hukurila dan jika terus terjadi hingga tahun 2026 maka kawasan wisata Talakua. Ruban. Papilaya. Kesediaan Membayar Wisatawan Untuk Pelestarian Pantai di Negeri Hukurila Kota Ambon. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22. , 878-886, doi:10. 14710/jil. pantai di Desa Hukurila tidak lagi sesuai sebagai kawasan wisata pantai, karena lebar pantai akan tersisa 9,4 m. Ukuran lebar pantai yang tersisa ini hanya mendapat skor 1 dengan nilai total IKW . ndek kesesuain wisat. sebesar 1,82 artinya berada pada kategori 1 O IKW < 2,0 atau tidak sesuai. Pelestarian pantai di Desa Hukurila demi keberlanjutan wisata pantai mutlak dilakukan. Salah satu bentuk pelestarian pantai yang harus dilakukan adalah pembuatan breakwater sepanjang 975 m garis pantai (Papilaya, 2. Jika bentuk pelestarian ini terwujud maka ada jaminan keberlanjutan wisata. Keberlanjutan wisata hanya dapat diperoleh dengan pengorbanan kemajuan ekonomi (Pulido-Fernandez dan lopez-Sanchez, 2. Pembuatan breakwater oleh pengelola wisata pantai di Desa Hukurila (BUMNeg Amanhuar. ataupun oleh Pemerintah Daerah 968/tahun (Papilaya, 2. Biaya ini merupakan pengorbanan sumber ekonomi untuk tujuan keberlanjutan wisata. Salah satu cara untuk mengurangi besaran biaya yang dikorbankan oleh pengelola wisata untuk pelestarian demi keberlanjutan dengan menaikan tarif wisata. Saat ini, tarif wisata di Desa Hukurila mengikuti Peraturan Daerah Provinsi Maluku Nomor 9 tahun 2008, yakni: Rp 2. 000/anak kecil. Rp 000/dewasa. Rp 2. 000/orang penjaja makanan. Rp 000/kendaraan roda dua. Rp 5. 000/kendaraan roda empat, serta Rp 10. 000/kendaraan truk/bus. Tarif wisata ini terjangkau, namun tidak dapat dikelola untuk tujuan pelesatrian pantai kawasan wisata. Menurut Medida dan Purnomo . , untuk tujuan pelestarian lingkungan, tarif masuk hanya Rp 5. perlu ditambah nilai jasa willingness to pay (WTP) wisatawan menjadi harga total tiket masuk wisata. Sumber daya laut dan pesisir adalah barang publik, bukan nilai pasar. Sehingga, tarif masuk . tidak dapat ditentukan oleh mekanisme pasar. Pendekatan penilaian non-pasar yang paling banyak digunakan dan berhasil adalah contingent valuation method (CVM) (Panwanitdumrong & Chen, 2. CVM merupakan metode langsung penilaian ekonomi melalui pertanyaan kemauan membayar seseorang . illingness to pay = WTP) (Fauzi, 2. Penentuan tarif wisata pantai di Desa Hukurila untuk pelestarian lingkungan dan keberlanjutan dilakukan dengan pendekatan CVM melaui kesediaan membayar Menurut Yuliarti, et al. , . , wisatawan dapat berkontribusi untuk membantu melestarikan kawasan wisata dengan membayar jasa ataupun produk saat berkunjung. Tujuan wisatawan membayar dapat dijadikan sumber biaya untuk mengelola kawasan wisata. Hal ini bermanfaat agar lokasi wisata tetap terjaga sehingga wisatawan dapat kembali berkunjung. Kepuasan wisatawan membayar untuk jasa ataupun produk yang didapatkan akan berdampak baik untuk ekonomi masyarakat sekitar. Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kota Ambon tahun 2021 . alaupun masih dalam kondisi pandemik covid-. mencatat kunjungan wisatawan di Desa Hukurila mencapai 641 orang, terjadi peningkatan 184% dari tahun Data kunjungan wisatawan dari tahun 2018 hingga tahun 2021 ditunjukkan pada Tabel 1, berdasarkan data tersebut ramalan kunjungan wisatawan di wisata pantai Desa Hukurila hingga tahun 2026 dapat digunakan untuk mengestimasi nilai kesediaan membayar wisatawan guna pelestarian pantai kawasan wisata. Uraian tersebut mengarahkan peneliti untuk menganalisis kesediaan membayar wisatawan, meramalkan kunjungan wisatawan hingga tahun 2026, dan menentukan tarif wisata demi pelestarian wisata pantai di Desa Hukurila. Komitmen terhadap keberlanjutan tidak selalu berarti objek wisata harus lebih mahal, melainkan bisa menjadi strategi harga (Pulido-Fernandez dan lopez-Sanchez, 2. Penetapan harga . arif wisat. yang tepat juga sebagai kontrol jumlah kunjungan wisatawan. METODE PENELITIAN Pendekatan dalam penelitian ini adalah penelitian survei dan penelitian kuantitatif. Menurut Surjarweni . penelitian survei adalah penelitian yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi . ejala suatu kelompok atau perilaku individ. yang dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang akan diajukan pada responden. Penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan dicapai/diperoleh menggunakan prosedur statistik atau cara lain dari kuantifikasi . Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di kawasan wisata pantai Desa Hukurila. Kecamatan Leitimur Selatan. Kota Ambon (Gambar . Lokasi ini dipilih secara sengaja . dengan pertimbangan bahwa terdapat empat kawasan pantai pada satu desa, yakni Pantai Tihulessy. Pantai Welaring. Pantai Shedini Ambon, dan Pantai Seu (Batu Anging. Baatu Palungu, dan Kolam Yarden Hukuril. Tabel 1. KunjunganWisatawan di Negeri Hukurila Kunjungan (Orang/Tahu. Lokal Nusantara Mancanegara Jumlah Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Pemerintah Kota Ambon, 2022. No. Wisatawan A 2024. Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP Jurnal Ilmu Lingkungan . , 22 . : 878-886. ISSN 1829-8907 Gambar 1. Lokasi Penelitian Metode Pengambilan Sampel Populasi dalam penelitian adalah wisatawan . okal, nusantara, dan mancanegar. yang mengunjungi kawasan wisata pantai di Desa Hukurila pada bulan Juli tahun 2022. Jumlah sampel wisatawan dari jumlah populasi yang tidak diketahui ditentukan berdasarkan persamaan yang dikemukakan oleh Wibisono . dalam Riduwan & Akdon . Z/2 E 2 n= ( Dimana: = Jumlah sampel wisatawan . rang responde. ZA/2 = Nilai tabel distribusi normal tingkat kepercayaan 90% atau A = 0,1. = Standar deviasi populasi. Au = error estimasi. Kalkulasi dengan nilai ZA/2 = 1,645. A = 0,244, dan Au = 0,05, diperoleh jumlah sampel wisatawan sebanyak 64 responden. Penarikan sampel berdasarkan jumlah sampel tersebut dilakukan dengan teknik incidental sampling. Menurut Sugiyono . , incidential sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan bila dipandang orang tersebut cocok sebagai sumber data. Metode Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara secara langsung dengan responden melalui daftar pertanyaan/kuesioner dan observasi . engamatan secara langsun. terhadap obyek yang akan dilaporkan. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait yakni: Kantor Pemerintah Desa Hukurila. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kota Ambon, dan berbagai sumbersumber pustaka atau publikasi ilmiah yang terkait dengan penelitian melalui studi pustaka. Metode Analisa Data Analisis data dilakukan secara kuantitatif. Analisis Ramalan Kunjungan Wisatawan Analisis ramalan kunjungan wisatawan menggunakan metode smoothing dengan bantuan software Minitab 20. Persamaan metode double exponential smoothing menurut Makridakis et al. , . dalam Aden . St = Xt . - ) (St-1 bt-1 ) Keterangan: = Nilai ramalan untuk periode t. = Kostanta pembobotan eksponensial = Nilai aktual periode t. St-1 = Nilai ramalan periode t-1. bt-1 = Nilai trend pemulusan periode t-1 Analisis Kesediaan Membayar Wisatawan dengan Metode Valuasi Kontingent Analisis valuasi contingent atau contingent method/CVM mengukur kesediaan membayar . illingness to pay/WTP). Tiga tahapan utama sesuai metode CVM menurut Fauzi . Identifikasi barang atau jasa yang akan Jasa yang akan divaluasi adalah jasa kawasan wisata pantai di Desa. Kecamatan Leitimur Selatan. Kota Ambon. Provinsi Maluku. Konstruksi skenario hipotetik. Kondisi kawasan wisata pantai di Desa Hukurila. Kecamatan Leitimur Selatan. Kota A 2024. Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP Talakua. Ruban. Papilaya. Kesediaan Membayar Wisatawan Untuk Pelestarian Pantai di Negeri Hukurila Kota Ambon. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22. , 878-886, doi:10. 14710/jil. Ambon. Provinsi Maluku yang dijadikan baseline adalah pada saat pengambilan data Target yang ingin dicapai adalah Kebijakan yang diharapkan tertuju pada adanya kesediaan membayar wisatawan melalui penentuan tarif wisata untuk pelestarian kawasan pantai. Elisitasi nilai moneter Metode elisitasi adalah teknik mengekstrak informasi kesanggupan membayar dari responden dengan menanyakan besaran pembayaran melalui format bidding game dengan 2 pilihan kategori nilai tawaran/bid. Kategori bid tersebut adalah: Jika bersedia . ertanyaan lanjuta. , apakah . Rp 200. 000 per bulan, atau . Rp 300. 000 per bulan, atau . Rp 400. 000 per bulan, atau . Rp 500. 000 per bulan . Jika tidak bersedia . ertanyaan lanjuta. , apakah hanya: Rp 100. 000 per bulan, atau . Rp 50. 000 per bulan, atau . Rp 25. 000 per bulan, atau . Rp 10. 000 per bulan, atau . Rp 6. 000 per bulan. Nilai tawaran . disesuaikan dengan Retribusi Taman Hiburan/Rekreasi di Kota Ambon, berdasarkan Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 5 Tahun 2013 tentang Retribusi Pelayanan Kebersihan, pada pasal 8, dalam tabel nomor 15 diuraikan bahwa: Objek Retribusi Taman Hiburan/Rekreasi. Golongan Rekreasi Rakyat satuan tarif sebesar Rp 000/bulan. Untuk mendapatkan nilai WTP dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode non parametrik yakni metode Turnbull dengan formula (Fauzi, 2. E(WTP) = Oc Bj (Fj 1 -Fj ) E(WTP) = Oc Bj f*j 1 Dimana: E(WTP) = Nilai rataan WTP (Rp/bula. = Nilai lelang ke j = Distribusi jawaban responden AutidakAy pada lelang ke j = Fj 1 - Fj A 2024. Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP Untuk nilai lelang j = Rp 10. Rp 25. Rp 000. Rp 100. Rp 200. Rp 300. hingga ke M = Rp 350. Haab & McConnel . dalam Fauzi . merumuskan formula untuk menghitung keragaman . yang dapat digunakan untuk menghitung seberapa besar tingkat kepercayaan terhadap pendugaan nilai E(WTP). Keragaman dari batas bawah EWTP . onotonically increasin. V(ELB (WTP)= Oc Fj . -F*j ) T*j (Bj -Bj-1 ) Dimana: ELB(WTP) = Keragaman. = Batas bawah nilai rata-rata WTP. = Nilai lelang ke j. = Distribusi menjawab AutidakAy pada lelang ke j. Fj* = Fj 1 - Fj Tj* = Total responden pada nilai lelang ke j. Untuk nilai lelang j = Rp 10. Rp 25. Rp 000. Rp 100. Rp 200. Rp 300. hingga ke M = Rp 350. Penentuan Tarif Wisata Untuk Pelestarian Lingkungan Pendekatan tarif wisata berdasarkan nilai rataan WTP dan maksimum kunjungan wisatawan per bulan, dirumuskan sebagai berikut: TW = E(WTP)/MaxKW Dimana: = Tarif wisata (Rp/kunjunga. E(WTP) = Nilai rataan WTP (Rp/bula. MaxKW = Maksimum kunjungan seorang wisataan . unjungan/bula. Besaran tarif wisata untuk pelestarian lingkungan diukur dengan persamaan: TWPL = TW - MaxTWA Dimana: TWPL = Tarif wisata untk pelestarian lingkungan (Rp/kunjunga. MaxTWA = Maksimum tarif wisata aktual yang berlaku (Rp/kunjunga. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Karakteristik responden adalah karakter sosial ekonomi, meliputi jenis kelamin, usia, jenjang pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan dari 64 orang wisatawan yang diwawancarai. Tabel 2 menunjukkan bahwa, sebagian responden adalah laki-laki, berusia 26-45 tahun atau dewasa, berpendidikan sekolah berpendapatan lebih dari upah minimum daerah. Jurnal Ilmu Lingkungan . , 22 . : 878-886. ISSN 1829-8907 Tabel 2. Karakteristik Sosial Ekonomi Responden No. Uraian Karakteristik Jumlah Responden (Oran. Persentase (%) Jenis Kelamin: Laki-Laki Perempuan Jumlah Usia: Remaja . -25 tahu. Dewasa . -45 tahu. Lansia . -65 tahu. Jumlah Pendidikan: Sekolah Dasar Sekolah Menengah Atas Diploma Sarjana Magister Jumlah Pekerjaan: Wirausaha Pegawai swasta POLRI (Polisi Republik Indonesi. Supir CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipi. Honor Perawat Fotografer ASN (Aparatur Sipil Negar. Peternak Buruh bangunan Dosen ASN Jumlah Pendapatan: < Upah Minimum Kota Ambon Ou Upah Minimum Kota Ambon Jumlah Keterangan: Upah minimum Kota Ambon tahun 2022 adalah Rp 2. 502/bulan. Sumber: Data primer diolah . Tabel 3. Nilai Kesediaan Membayar Wisatawan Lelang (B. Rp Jumlah Nj (Responden Tida. Total Responden (T. Distribusi Tidak (F. 1,00 1,00 1,00 1,00 0,16 >350. EWTP = Rataan Kesediaan Membayar Wisatawan (Rp/Bula. Sumber: Data primer diolah . Kesediaan Membayar Wisatawan Pada periode waktu pengambilan data . ulan Juli tahun 2. seorang wisatawan akan berkunjung di wisata pantai Desa Hukurila sebanyak 1 hingga 4 kali/bulan. Dari jumlah responden wisatawan, sebanyak 29 orang wisatawan atau 45,3% bersedia membayar Rp 200. 000/bulan atau lebih untuk pelestarian wisata pantai di Desa Hukurila, sedangkan 35 orang wisatawan atau 54,7% tidak bersedia membayar Rp 200. 000/bulan. Responden wisatawan yang bersedia membayar mampu memberikan Rp 000 hingga Rp 350. 000/bulan untuk pelestarian wisata pantai di Desa Hukurila. Responden wisatawan Fj* = Fj 1 - Fj 1,000 Nilai Trunbull . 000,00 870,97 yang tidak bersedia hanya mampu memberikan Rp 000 hingga Rp 100. 000/bulan untuk pelestarian wisata pantai di Desa Hukurila jika nilai tawaran . Estimasi nilai rataan kesediaan membayar (EWTP) wisatawan dilakukan berdasarkan data responden wisatawan yang tidak bersedia membayar. Tabel 3 menunjukkan hasil nilai EWTP wisatawan sebesar Rp 871/bulan . ngka pembulata. Nilai ini menunjukkan bahwa tiap wisatawan yang berkunjung dan bersedia, akan membayar Rp 233. 871/bulan untuk pelestarian wisata pantai di Desa Hukurila. A 2024. Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP Talakua. Ruban. Papilaya. Kesediaan Membayar Wisatawan Untuk Pelestarian Pantai di Negeri Hukurila Kota Ambon. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22. , 878-886, doi:10. 14710/jil. Tabel 4. Validasi Nilai Kesediaan Membayar Wisatawan Nilai Standar Tingkat Nilai dugaan Nilai Variance Nilai Batas Bawah Error Kepercayaan rataan WTP (Rp/bula. (A) . %)* (Rp/bula. (OoA) 340,14 605,86 1,960 870,97 923,49 Keterangan: *Diperoleh dengan melihat nilai Z Tabel Satu Arah (ZA) pada tingkat kesalahan 95% . ,05/2 = 0,. Sumber: Data primer diolah . Nilai Batas Atas (Rp/bula. 818,45 Status Valid Tabel 5. Parameter Akurasi Model Peramalan Nilai Sesuai Data Kunjungan Wisatawan Nilai Sesuai Data Kunjungan Wisatawan Parameter Tahun 2018 - 2021 Tahun 2019 - 2021 Akurasi Model Lokal Nusantara Mancanegara Lokal Nusantara Mancanegara MAPE (%) 97,00 105,00 139,90 35,90 25,71 4,00 MAD 753,00 334,00 180,20 233,80 70,13 1,56 MSD 772,00 901,00 805,30 517,70 533,07 2,74 Keterangan: Dengan metode double exponential smoothing pada level = 0,01 dan trend = 0,01. Sumber: Data primer diolah . Nilai EWTP wisatawan sebesar Rp 233. 871/bulan perlu divalidasi. Tabel 4 menunjukkan hasil validasi nilai EWTP pada taraf kepercayaan 95% adalah valid, karena nilai EWTP tersebut berada dalam range batas bawah nilai EWTP sebesar Rp 220. 923/bulan dan batas atas nilai EWTP sebesar Rp 246. 818/bulan. Haab & McConnel . dalam Fauzi . mencontohkan validasi nilai EWTP yang valid jika berada kisaran nilai batas bawah . ower boun. dan batas atas . pper boun. Ramalan Kunjungan Wisatawan Kunjungan wisatawan di wisata pantai Desa Hukurila Kota Ambon yang digunakan sebagai data peramalan adalah data kunjungan wisatawan dari tahun 2018 hingga tahun 2021 (Tabel . Terjadi fluktuasi kunjungan wisatawan dari tahun 2018 hingga tahun 2021. Kunjungan wisatawan terbanyak terjadi pada tahun 2018 mencapai 3. 922 orang. Terjadi penurunan kunjungan wisatawan yang signifikan, sebesar 88,3% dari tahun 2018 ke tahun Hal ini disebabkan instruksi pembatasan sosial guna penanggulangan pandemi covid-19 yang muncul akhir tahun 2019. Menurut Skarte et al. , . dalam Utami & Kafabih . , pembatasan sosial mengakibatkan kemandekan di berbagai sektor, baik sektor ekonomi, sosial dan politik. Sektor pariwisata adalah sektor yang paling terdampak dengan adanya Perlahan terjadi peningkatan kunjungan wisatawan di wisata pantai Negeri Hukurila Kota Ambon dari tahun 2019 hingga tahun 2021, tercatat kunjungan tahun 2021 mencapai 2. 641 orang. Peningkatan kunjungan wisatawan di Negeri Hukurila hingga tahun 2021 masih dibawah kondisi normal tahun 2018 dan hanya didominasi wisatawan lokal sebesar 70,9%, beberbeda dimana kondisi normal wisatawan lokal hanya sebesar 55,1%. Peningkatan jumlah wisatawan ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat melalui tiga tahapan mitigasi krisis pariwisata yakni: tahap tanggap darurat . ejak bulan Maret hingga akhir Mei 2. , tahap pemulihan . ulai bulan Juni hingga Desember 2. , dan tahap normalisasi . ulan Januari hingga Desember 2. (Solemede, et al. , 2. Peramalan kunjungan wisatawan di wisata pantai Negeri Hukurila Kota Ambon dimulai dengan A 2024. Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP menentukan pola data . ola data horizontal atau pola data tren. Metode trial and error digunakan untuk menentukan pola data, hasil trial and error pada Tabel 5 menunjukkan bahwa akurasi model . ccuracy measure. yang terlihat dari nilai tiga parameter yakni MAPE . ean absolute percentage erro. MAD . ean absolute deviatio. , dan MSD . ean squared deviatio. yang terkecil adalah pada model data kunjungan wisatawan tahun 2019 hingga 2021. Pola data pada model tersebut adalah trend dan menggunakan metode double exponential smoothing dengan level (A) = 0,01 dan trend (A) = 0,01. Menurut Muhammad, et al. , . , peramalan terbaik adalah nilai MAPE. MAD, dan MSD yang terkecil. Pola data trend yang digunakan dalam analisis peramalan kunjungan wisatawan di wisata pantai Desa Hukurila adalah data kunjungan wisatawan tahun 2019 hingga Aden . menegaskan bahwa metode double exponential smoothing digunakan dalam forecasting jika pola data adalah trend menaik. Parameter peramalan data kunjungan wisatawan tahun 2019 hingga tahun 2021 pada Tabel 5 menunjukkan bahwa nilai MAPE dari 4,00% hingga 35,90%, terkecil adalah nilai MAPE data kunjungan wisatawan mancanegara, kemudian nilai MAPE data kunjungan nusantara sebesar 25,71%, dan tertinggi MAPE data kunjungan wisatawan lokal. Handrianto dan Cipta . , menguraikan bahwa jika nilai MAPE kurang dari 10% maka kemampuan model peramalan sangat baik, begitu pula jika nilai MAPE antara 10% 20% maka kemampuan model peramalan baik, dan apabila nilai MAPE kisaran 20% - 50% maka kemampuan model peramalan layak. Sehingga model peramalan kunjungan wisatawan di wisata pantai Negeri Hukurila Kota Ambon adalah sangat baik, baik dan layak atau dapat diterima sebagai model peramalan dengan akurasi 64,71% hingga 96,00%. MAD menurut Heriansyah & Hasibuan . merupakan rata-rata kesalahan mutlak selama periode tertentu tanpa memperhatikan apakah hasil peramalan lebih besar atau lebih kecil dibandingkan Tabel 5 menunjukkan rata-rata kesalahan untuk ramalan kunjungan wisatawan lokal adalah 234 orang . ibulatkan dari angka MAD = 233,. , wisatawan nusantara adalah 70 orang . ibulatkan dari angka MAD = 70,. , dan wisatawan Jurnal Ilmu Lingkungan . , 22 . : 878-886. ISSN 1829-8907 mancanegara adalah 2 orang . ibulatkan dari angka MAD = 1,. MSD pada Tabel 5 menunjukkan rata-rata kesalahan kuadrat untuk ramalan kunjungan wisatawan lokal adalah 61. 518 orang . ibulatkan dari angka MSD = 61,517,. , wisatawan nusantara adalah 533 orang . ibulatkan dari angka MSD = 5. dan wisatawan mancanegara adalah 3 orang . ibulatkan dari angka MSD = 2,. Nilai MSD tersebut diperoleh dengan mengkuadratkan semua kesalahan peramalan MAD pada setiap periode (Sam, et al. , 2. MSD atau disebut juga MSE . ean squared erro. merupakan rata-rata kesalahan kuadrat diantara nilai aktual dan nilai kesalahan pada peramalan dan digunakan untuk membandingkan atau mengevaluasi beberapa metode, selanjutnya menurut Kurnia, . nilai MSE atau MSD yang rendah atau mendekati nol menunjukkan bahwa hasil peramalan sesuai dengan data aktual dan bisa dijadikan untuk perhitungan peramalan di periode Tabel 5 menujukkan nilai parameter akurasi model MAD dan MSD data kunjungan wisatawan tahun 2019 Ae 2021 lebih rendah dari nilai parameter akurasi model MAD dan MSD data kunjungan wisatawan tahun 2018 Ae 2021. Hasil ramalan (Gambar . menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan di wisata pantai Negeri Hukurila Kota Ambon pada tahun 2022 mencapai 440 orang, terdiri atas 2. 428 orang atau 70,6% wisatawan lokal, 895 orang atau 26,0% wisatawan nusantara, dan 117 orang atau 34,1% wisatawan Hingga tahun 2026 kunjungan wisatawan diramalkan mencapai 7. 548 orang terdiri 342 orang atau 70,8% wisatawan lokal, 1. orang atau 25,6% wisatawan nusantara, dan 275 orang atau 3,6% wisatawan mancanegara. Tiap tahun terjadi peningkatan rata-rata kunjungan wisatawan sebesar 23,5%. Peramalan kunjungan wisatawan yang meningkat di wisata pantai Negeri Hukurila Kota Ambon sama Lokal dengan peramalan atau prediksi kunjungan wisatawan di daerah lain yang juga mengalami peningkatan . erlebih setelah pandemi covid-. MuAominin et al. , . , memprediksi dalam 12 bulan ke depan yaitu Desember 2021 hingga November 2022 cenderung terjadi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia melalui pintu udara . aling kurang 15 bandara internasional di Indonesi. , sebelumnya Madianto et al. , . menyimpulkan bahwa trend yang terjadi pada data historis turis pariwisata di Jatim Pak Batu adalah trend naik. Tarif Wisata Untuk Pelestarian Pantai Tarif wisata pantai di Desa Hukurila didekati tanpa harga pasar . on-marke. Menurut Fauzi . , penggunaan pendekatan pasar melalui penggunaan harga komoditas yang terpasarkan menjadi tidak tepat karena jasa lingkungan . alah satunya kawasan wisat. tidak memiliki harga pasar. Untuk itu, nilai rataan kesediaan membayar wisatawan (EWTP) pada Tabel 3 sebesar Rp 233. 871/bulan digunakan untuk menentukan tarif wisata. Tabel 6 menunjukkan bahwa, tarif wisata yang dapat berlakukan di wisata pantai Desa Hukurila adalah Rp 58. 468/kunjungan . ngka dibulatka. Besaran tarif wisata ini adalah 25,0% dari nilai EWTP dan mengandung tarif wisata yang dapat digunakan untuk pelestarian pantai di kawasan wisata Desa Hukurilla. Hasil analisis pada Tabel 6 menunjukkan bahwa, tarif wisata untuk pelestarian pantai adalah Rp 48. 468/kunjungan . ngka dibulatka. Besaran tarif wisata untuk pelestarian pantai ini adalah 20,7% dari nilai EWTP atau 82,9% dari nilai tarif wisata yang dapat diberlakukan di Desa Hukurilla. Tiap pembayaran tarif wisata . elalui karcis masu. oleh wisatawan tiap kunjungan di wisata pantai Desa Hukurilla merupakan penerimaan wisata yang dapat dikeluarkan guna pembiayaan pelestarian pantai, besarannya mencapai Rp 48. 468/kunjungan. Nusantara Mancanegara Kunjungan Wisataan Wisatawan (Oran. Tahun (*Hasil Peramala. Gambar 2. Ramalan Kunjungan Wisatawan Tahun 2022-2026 A 2024. Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP Talakua. Ruban. Papilaya. Kesediaan Membayar Wisatawan Untuk Pelestarian Pantai di Negeri Hukurila Kota Ambon. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22. , 878-886, doi:10. 14710/jil. Tabel 6. Tarif Wisata Untuk Pelestarian EWTP MaxKW TW (Rp/kunjunga. MaxTWA (Rp/kunjunga. * (Rp/bula. (Kunjungan/bula. 870,97 467,74 Keterangan: *Maksimum tarif wisata di wisata pantai Desa Hukurila . aragraph ke-4 pada Pendahulua. Sumber: Data primer diolah . TWPL (Rp/kunjunga. 467,74 Tabel 7. Penerimaan Usaha Wisata Berdasarkan Kunjungan Wisatawan Kunjungan Wisatawan (Orang/tahu. * Keterangan: *Hasil ramalan pada Gambar 2. Sumber: Data primer diolah . Tahun Jika tarif wisata sebesar Rp 58. 468/kunjungan diberlakukan di wisata pantai Desa Hukurila pada tahun 2022 maka penerimaan usaha wisata dapat mencapai Rp 201. 032/tahun dan penerimaan usaha wisata yang dapat dikeluarkan untuk pelestarian pantai adalah Rp 166. 032/tahun (Tabel . Nilai ini mendekati besaran biaya yang diperlukan untuk pembuatan breakwater sepanjang 975 m garis pantai di Desa Hukurila sebesar Rp 968/tahun 936/tahun. Dengan demikian penerimaan usaha wisata pantai di Desa Hukurila untuk pelestarian pantai pada tahun 2023 sebesar Rp 403 hingga tahun 2026 sebesar Rp 516 mampu membiayai pengeluaran pelestaria pantai guna terhindarnya kawasan pantai di Desa Hukurila dari abrasi. Kalkulasi ekonomi sangat diperlukan untuk menghindari kerugian usaha dalam pengelolaan usaha wisata baik oleh BUMNeg Amanhuary ataupun juga Pemerintah Kota Ambon sebagai pemilik dan pengelola kawasan wisata di Desa Hukurila Kota Ambon. Menurut Isnan . , kegiatan usaha pemanfaatan jasa wisata alam, khususnya dalam menentukan tarif masuk saat ini tidak berdasarkan perhitungan ekonomi, sehingga nilai yang dikeluarkan untuk mengelola kawasan wisata alam lebih besar dibanding nilai penerimaan dari kawasan wisata alam tersebut. Menurut Titi et al. , . faktor penentu tarif masuk pengunjung adalah biaya perjalanan, daya tarik wisata, jumlah rombongan wisatawan, jumlah kunjungan dan KESIMPULAN Kurang dari separuh wisatawan bersedia membayar untuk pelestarian pantai di Desa Hukurila Kota Ambon. Kunjungan wisatawan pada tahun 2026 akan meningkat dan masih didominasi oleh wisatawan lokal. Tarif wisata perlu dinaikan oleh pengelola wisata secara bertahap hingga mencapai Rp 468/kunjungan. Penelitian lanjutan untuk mendalami faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar wisatawan dalam pelestarian wisata pantai perlu dilakukan di Desa Hukurila Kota Ambon. A 2024. Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP Penerimaan Usaha Wisata (Rp/tahu. Biaya Pelestarian Pantai (Rp/tahu. DAFTAR PUSTAKA