Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Volume 2 No. 2, 2023: 202-220 E-ISSN: 2962-9314 | P-ISSN: 2964-1659 https://doi. org/10. 58363/alfahmu. Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Al-QurAoan (Kajian Tafsir MaudhuAo. Budi Suhartawan1*. Muizzatul Hasanah2. Ahmad Yuda Saputra3. Kardana Tri Pamungkas4. Yanuar Agung Nugroho5 123Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Ar-Rahman Bogor. Indonesia 4Institut Teknologi Indonesia 5Politeknik Negeri Jakarta. Indonesia Article Info Article History: Abstract *Corresponding Author: Name: Budi Suhartawan Email: suhartawan@stiqarrahman. Drug abuse is a very heartbreaking and worrying problem and humanitarian issue. Drugs have infected all ages, from the lower class to the upper class, from children to the elderly, and from the uneducated to the educated, and even the victims continue to fall. This paper aims to reveal the Qur'anic efforts and find alternative solutions that will be able to reduce the rate of circulation and find ways to prevent drug abuse in the Qur'an. This paper, including the type of library research, uses a thematic approach (Tafsir Maudu'. A method that directs the view of a particular theme and then seeks the view of the Qur'an on that theme by collecting, understanding, and analyzing verses that talk about the theme under study. The research results and findings from this study, among others, are: first, strengthening the foundation of religion. second, fostering the Qur'anic generation. third, growing noble character. fourth, providing advice in a civilized manner. fifth, calling on goodness and preventing evil. sixth, praying that all matters will be expanded. seventh, continuously in obedience. and eighth, hastening to give advice about Furthermore, this research is still far from perfect. Further research is needed with a more varied and comprehensive approach. So that the prevention of drug abuse can be more controlled. Keywords Al-QurAoan. Prevention. Drugs Received: 26 Februari 2023 Revised: 3 Maret 2023 Accepted: 11 September 2023 Published: 30 September 2023 Abstrak Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah dan isu kemanusian yang sangat memilukan dan mengkhawatirkan. Narkoba telah menjangkiti semua lapisan umur, kelas bawah, atas, anak-anak sampai orang tua dan kalangan non terdidik dan terdidik, bahkan korbannya terus berjatuhan. Tulisan ini bertujuan mengungkap upaya quranik dan mencari solusi alternatif yang akan mampu mengurangi laju peredarannya dan menemukan cara pencegahan penyalahgunaan narkoba dalam Al-QurAoan. Adapun tulisan ini, termasuk jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. , menggunakan pendekatan tematik (Tafsir MauduAo. Suatu metode yang mengarahkan pada pandangan kepada tema tertentu, lalu mencari pandangan Al-QurAoan tentang tema tersebut dengan jalan mengumpulkan, memahami, dan menganalisis ayat-ayat yang berbicara tentang tema yang diteliti. Adapun hasil penelitian dan temuan penelitian dari penelitian ini, antara lain, pertama, menguatkan pondasi agama. kedua, membina generasi QurAoani. menumbuhkan akhlak mulia. keempat, memberikan nasihat secara beradab. kelima, menyeru pada kebaikan dan mencegah keenam, berdoa supaya dilapangkan segala urusan. ketujuh, kontinu dalam ketaatan. dan kedelapan, bersegera memberi nasihat tentang agama. Selanjutnya penelitian ini masih jauh dari kata sempurna. Dibutuhkan penelitian lanjutan dengan pendekatan yang lebih variatif dan komperhensif. Supaya pencegahaan penyalahgunaan narkoba bisa lebih terkontrol. Kata Kunci: Al-QurAoan. Pencegahan. Narkoba Copyright A 2023 | Al-Fahmu | E-ISSN: 2962-9314 | P-ISSN: 2964-1659 Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Al-QurAoanA | 203 PENDAHULUAN Pada saat ini dunia dipusingkan oleh persoalan narkoba. Narkoba telah meracuni masyarakat di seluruh dunia. Kartel-kartel narkoba terus menjamur karena tergiur oleh pendapatan dari bisnis narkoba. Pendapatan dari bisnis ini sangat fantastis. Bisa mencapai miliaran bahkan triliyunan rupiah. Narkoba jelas hukumnya sama dengan khamer yang telah ditandaskan hukumnya oleh Al-QurAoan. Beberapa jenis narkoba memiliki daya merubah . l-mutahawwi. pribadi dan bahkan memiliki efek yang sangat membahayakan . bagi kehidupan manusia, karena sudah ada unsur kimia. Satu gram narkoba bisa membawa seseorang untuk ketagihan terus-menerus . Persoalan narkoba jauh lebih dahsyat dan lebih pelik daripada persoalan khamer (Sakho, 2017, hal. Narkoba sendiri tidak memandang bulu semua lapisan umur, dari kelas bawah, menengah, atas, anak-anak hingga orang tua. Korban narkoba telah banyak sekali berjatuhan. Hampir tiap hari, jam, bahkan menit banyak orang meregang nyawa. Yang lainnya meregang karena banyak kecanduan Mereka yang kecanduan akan melakukan apa saja, bahkan dengan kekerasan, demi untuk mendapatkan narkoba (Sakho, 2017, hal. Mereka yang dirawat di rumah sakit karena narkoba memerlukan perawatan yang khusus dan memerlukan biaya yang sangat banyak. Mereka telah kehilangan masa depan. Akal yang ciptakan oleh Allah untuk berfikir mandek dan tidak bisa lagi bekerja. Sangat banyak kerugian yang diderita akibat narkoba (Sakho, 2017, hal. Al-QurAoan mengungkapkan, semakin besar bahaya yang ditimbulkan dari satu kemaksiatan, semakin besar juga hukumannya. Pemerintah dan semua yang diberikan amanah dalam masyarakat harus bersinergi . dalam memberantas miras dan narkoba, demi masa depan bangsa dan Sebagai manusia yang diberikan tugas sebagai khilafah di bumi harus menghadirkan kebaikan, kemapanan . ts-tsabi. dan kenyamanan. Penyalahgunaan narkoba dewasa ini menjadi permasalahan yang sangat sulit diatasi. Peredaran gelap narkoba telah merajalela, bahkan telah merambah kedunia sekolah. Hal ini tentu sangat memperihatinkan, dikarenakan penyalahgunaan narkoba akhir-akhir ini, telah mencapai situasi yang mengkhawatirkan, sehingga menjadi persoalan kenegaraan yang mendesak. Karena korban penyalahgunaan narkoba bukan hanya orang dewasa, mahasiswa tetapi juga pelajar SMU sampai pelajar setingkat SD (Adi, 2009, hal. Sebagai contoh kasus penyalahgunaan narkoba, sebagaimana dilansir dari Liputan 6 penangkapan seorang jendral bintang dua Irjen Teddy Minahasa yang sebentar lagi akan dilantik menjadi Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen Nico Afinta justru ditangkap jajaran Divisi Propam Polri diduga terkait kasus narkoba. Ironisnya, penangkapan dilakukan kurang dari seminggu, setelah Surat Telegram pengangkatan Teddy Minahasa menjadi Kapolda Jatim keluar . ttps://w. Bahkan kasusnya sekarang sudah masuk kepada ranah persidangan dan berbagai fakta terungkap dan Tim BNN RI merilis informasi tentang adanya pengiriman ganja dari Aceh menuju Jakarta dengan menggunakan mobil box dan ditemukan total berat brutto A 98,74 kilogram. Setelah dilakukan pemantauan, petugas BNN RI melakukan penangkapan terhadap IN. EM, dan DR pada 22 Agustus 2022 pukul 22. 00 WIB di depan sebuah pabrik susu, di daerah Jakarta Timur . ttps://n. Dari kasus tersebut, membuktikan penyalahan penggunaan narkoba sudah masuk kesemua elemen masyarakat sehingga dibutuhkan penanganan yang ekstra. Maka tidak salah, apabila dunia internasional ikut serta memerangi dan melawan penyalahgunaan narkoba . arkotika dan obat-obat Dikarenakan narkoba bagian dari masalah besar bagi umat manusia saat ini, apalagi wabah Volume 2 No. 2 | 202-220 Copyright A 2023 | Al-Fahmu | E-ISSN: 2962-9314 | P-ISSN: 2964-1659 Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Al-QurAoanA | 204 ini telah merusak generasi muda yang frustasi, kecewa berat, mencari kesenangan dan ketenangan melalui pemakaian narkoba (Jamaluddin, 2016, hal. Bebrbagai upaya penanggulangan dan pencegahan sudah banyak dilakukan dari model kampaye, penyuluhan, penataran dan pemeriksaan untuk pendeteksi dini, tetapi hasilnya masih diluar harapan. Oleh karenanya dibutuhkan metode yang jitu untuk memberantas dan menaggulangi secara agamis melalui perspektif Al-QurAoan. Karena narkoba bisa menjadi sasaran empuk dan mudah bagi beredarnya Maka lewat tulisan ini, penulis akan mengulas, bagaimana pencegahan penyalahgunaan narkoba perspektif Al-QurAoan. Bahkan tujuan pokok dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pencegahan penyalahgunaan narkoba. METODE Sebagaimana lazimnya sebuah penelitian harus memiliki metode yang jelas dan komperhensif. Dimana Metode secara narasi dan penjelasan merupakan cara atau prosedur dalam melaksanakan sebuah penelitian. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Abdul Mustaqim bahawa metode adalah Authe way of doing anytingAy cara untuk mengerjakan sesuatu, jika dikaitikan dengan penelitian tafsir maka dipahami bahwa metode tafsir adalah . ow to us. seuatu cara yang digunakan oleh muffasir untuk menjelaskan ayat-ayat Al-QurAoan berdasarkan kaidah-kaidah yang telah dirumuskan dan diakui kebenarannya supaya tercapai dari apa yang ditafsirkan oleh karennya penelitian menggunakan metode kualitatif (Mustaqim, 2021 hal. Adapun jenis penelitian ini, termasuk penelitian kepustakaan . ibrary researc. , yaitu sebauah penelitian yang mengkaji berbagai kepustakaan yang berkaitan dengan pokok pembahasan. Karena ini adalah penelitain tentang kepustakaan, penulis memfokuskan penelitian tentang ayat Al-QurAoan yang memiliki keterkaitan dengan pencegahan penyalahgunaan narkoba perspektif Al-QurAoan. Penelitian ini termasuk kategori tematik (Surakhad, 1982, hal. Sebagaimana yang diungkapkan oleh M. Quraish Shihab bahwa katagori tematik adalah suatu metode yang mengarahkan pada pandangan kepada tema tertentu, lalu mencari sudut pandangan Al-QurAoan berkaitan dengan suatu tema untuk mengumpulkan, memahami, menganalisis ayat-ayat yang berbicara tentang tema yang diteliti (Shihab, 2013, hal. HASIL DAN PEMBAHASAN Narkoba dan Faktor-faktor Penyalahgunaannya Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat atau bahan berbahaya . ang dikenal dengan istilah psikotropik. Artinya, pengertian narkoba adalah istilah yang digunakan oleh masyarakat dan aparat penegak hukum, untuk bahan atau obat yang masuk kategori berbahaya atau terlarang untuk digunakan, diproduksi, dipasok, diperjualbelikan, diedarkan, dan sebagainya di luar ketentuan hukum yang berlaku. Kata narkoba berasal dari bahasa Yunani AunaurkonAy yang diterjemahkan untuk membuat lumpuh atau mati rasa. Istilah lain dri narkoba adalah NAPZA (Narkotika. Psikotropika, dan Zat adiktif lai. , yakni bahan atau zat/obat yang apabila narkoba masuk kedalam tubuh manusia, akan mempengaruhi tubuh, terutama otak/susunan syaraf pusat . isebutkan psikoakti. , dan menyebabkan gangguan kesehatan jasmani, mental emosioanl dan fungsi sosialnya, karena terjadi kebiasaan, ketagihan . , dan ketergantungan . terhadap masyarakat luas pada umumnya lebih mudah untuk Volume 2 No. 2 | 202-220 Copyright A 2023 | Al-Fahmu | E-ISSN: 2962-9314 | P-ISSN: 2964-1659 Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Al-QurAoanA | 205 mengingat istilah Narkoba dari pada Napza, maka istilah Narkoba terdengar lebih popular. Oleh karena itu, dalam tulisan ini seterusnya akan digunakan istilah Narkoba. Dari penjelasan diatas. Narkoba memiliki dua zat, yakni narkotika dan psikotropika. Dan secara khusus dua zat ini memiliki pengertian, jenis . , serta diatur dengan Undang-Undang yang Narkotika diatur dengan Undang-Undang No. 2 Tahun 1997, sedangkan psikotropika diatur dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 1997. Dua UndangAeUndang ini merupakan langkah Pemerintah Indonesia untuk meratifikasi Konferensi PBB Gelap Narkotika Psikotropika Tahun 1988. Narkotika, sebagaimana bunyi pasal 1 UU No. 22/1997 didefinisikan sebagai zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik buatan atau semi buatan yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, mengurangi sampai menimbulkan nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Buku Advokad Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Bagi Petugas Lapas Dan Rutan. Hlm1. Diambil Dari Situs Resmi BNN). Jenis Narkoba dan Faktor-faktor Penyalahgunaannya Narkoba dikelompokkan menjadi 3 jenis diantaranya, narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif Setiap jenis dikelompokkan lagi kedalam beberapa bagian: Narkotika. Narkotika ialah sejenis zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis ataupun bukan sintesis, yang bisa menyebabkan penurunan maupun perubahan kesadaran serta hilangnya rasa. Zat ini dapat mengurangi hingga menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Narkotika memiliki daya adiksi . yang sangat berat. Narkotika juga mempunyai daya toleran . dan daya habitual . yang sangat tinggi. Ketiga sifat narkotika inilah yang mengakibatkan pemakai narkotika tidak dapat lepas dari cengkeramannya (Partodiharjo,t. th, hal, . Berdasarkan UU No. 22/1997, jenis-jenis narkotika dapat dibagi menjadi 3 golongan ( Tanthowi, 2003, hal. Pertama, narkotika hanya bisa dipergunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan, dan tidak ditujukan untuk terapi serta memiliki potensi yang sangat tinggi dalam menyebabkan ketergantungan. Seperti, heroin/putaw, kokain, ganja, dan lain- lain. Kedua, narkotika yang berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan bertujuan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Misalnya adalah morfin, petidin, turunan/garam narkotika dalam golongan tersebut dan lain-lain (Tanthowi, 2003, hal. Ketiga, narkoba yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan bertujuan untuk pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Misalnya adalah kodein, garam-garam narkotika dalam golongan tersebut dan lain- lain. Adapun Penyalahgunaan narkoba ialah penggunaan narkoba yang dilakukan bukan dalam rangka pengobatan, akan tetapi menikmati pengaruhnya, dalam jumlah berlebihan, secara tidak teratur, dalam jangka lama, sehingga mengakibatkan ganggunan kesehatan fisik, gangguan kesehatan jiwa serta kehidupan sosialnya. Menurut data dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) di Jakarta, penderita yang umumnya berusia 15-24 tahun, banyak yang masih aktif di SMP dan SMA, bahkan perguruan tinggi. Generasi muda merupakan sasaran strategis mafia perdagangan narkoba. Oleh karena itu, generasi muda sangat rawan terhadap masalah tersebut (Joewana, 2008, hal. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab penyalahgunaan narkotika pada seseorang, terdiri Volume 2 No. 2 | 202-220 Copyright A 2023 | Al-Fahmu | E-ISSN: 2962-9314 | P-ISSN: 2964-1659 . Faktor individu. Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Al-QurAoanA | 206 Tiap individu mempunyai perbedaan tingkat resiko untuk menyalahgunakan NAPZA. Faktor yang mempengaruhi individu terdiri dari faktor kepribadian dan konstitusi. Alasan-alasan yang biasanya berasal dari diri sendiri sebagai penyebab penyalahgunaan NAPZA antara lain: Keingintahuan yang besar untuk mencoba, tanpa sadar atau berpikir panjang mengenai akibatnya. Keinginan untuk bersenang-senang, mengikuti trend atau gaya hidup, diterima oleh lingkungan atau kelompok. Lari dari kebosanan, masalah atau kesusahan hidup. Menyebabkan sang pemakai dan pecandu terobsesi untuk meraskan pengaruh dari narkoba tersebut. Faktor lingkungan meliputi. Lingkungan adalah salah satu faktor yang bisa merubah seseorang. Lingkunagn yang baik akan melahirkan generasi yang baik, dan sebaliknya. Namun dalam hal pecegahan penyalahgunaan narkoba, faktor lingkungan terbagi menjadi: Pertama. Keluarga. Hubungan ayah dan ibu yang retak, komunikasi yang kurang efektif diantara orang tua . dan anak, dan kurangnya rasa hormat antar anggota keluarga merupakan faktor yang ikut mendorong seseorang pada gangguan penggunaan zat. Kedua. Sekolah. Sekolah yang kurang disiplin, terletak dekat tempat hiburan, kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif, dan adanya murid pengguna NAPZA merupakan faktor kontributif terjadinya penyalahgunaan NAPZA. Ketiga, teman Sebaya. Adanya kebutuhan akan pergaulan teman sebaya memotivasi remaja untuk dapat diterima sepenuhnya dalam kelompoknya . Maka ketika membincang tentang Narkoba. Pasti ada dampak negatif Narkoba dan model pencegahan penyalahgunaan Narkoba. Sebagaimana kita mengetahui Narkoba mengakibatkan kecanduan, gangguan serius, penyakit dan kematian. Pada anak remaja, menyalahgunakan narkoba bisa membuat mereka mendapatkan masalah kesehatan yang serius halnya orang dewasa, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan gangguan tidur. Selain itu, anak remaja yang menggunakan narkoba dengan jarum suntik juga berisiko tinggi mengidap penyakit yang ditularkan melalui darah. Contohnya seperti HIV. AIDS, dan Hepatitis B dan C. Bahkan juga bisa mengganggu perkembangan otak anak remaja. Otak anak-anak yang masih muda masih bertumbuh dan berkembang hingga mereka berusia pertengahan 20-an. Hal ini terutama berlaku untuk korteks prefrontal, yang digunakan untuk membuat keputusan. Mengkonsumsi narkoba saat masih muda bisa mengganggu proses perkembangan yang terjadi di otak. Bahkan, mereka juga berisiko mengalami kerusakan otak akut dan tidak bisa dikembalikan. Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dapat mengakibatkan gangguan mental yang permanen . ttps://w. Dari paparan tersebut terdapat dua faktor yang mempengaruhi intraksi penyalahgunaan Narkoba. Kemudian para ahli dan peneliti mendapatkan empat model upaya pencegahannya yang dapat digunakan sebagai cara pencegahan penyalahgunaan narkoba (Catio, 2006, hal. Pertama. Model moral legal. Model konvesional ini biasanya digunakan para penegak hukum, tokoh agama, masyarakat dan kaum moralis. Model seperti ini memposisikan Narkoba sebagai penyebab Obat digolongkan sebagai bahaya dan tidak berbahaya. Bahaya adalah obat yang bisa membahayakan kehidupan manusia dan penggunannya bertentangan dengan sosial legal, bagi pelaku, pengedar dan penggunaannya secara moral sosial legal adalah pelaku kejahatan dan harus dihukum dan dijauhkan dari lingkungan sosialnya. Volume 2 No. 2 | 202-220 Copyright A 2023 | Al-Fahmu | E-ISSN: 2962-9314 | P-ISSN: 2964-1659 Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Al-QurAoanA | 207 Kedua. Model medis dan kesehatan masyarakat. Secara umum penggunaan narkoba dalam model ini adalah penggunaannya sebagai sebuah kegiatan yang bersifat profesional seperti ahli kedokteran dan kesehatan yang menggunakan narkoba sebagai penyakit menular yang sangat membahayakan, sehingga perlu penangulangannya secara masif sebagaimana penyakit menular. Ketiga. Model psikologis. Model ini menekankan pada bagaimana posisi individu sebagai unsur aktif dalam rumus narkoba-individu-lingkungan. Artinya bahwa kegiatan penggunan narkoba sebagi sesuatu yang tidak baik dan cendrung merugikan dan termasuk penyimpangan perilaku. Keempat. Model sosial budaya. Menekankan pada peran lingkungan dan konteks sosial budaya. Menyimpang atau tidaknya sesuatu dipandang dari norma sosial-budaya yang berlaku, yang variabelnya ditentukan dari kultur atau subkultur yang sangat komplek. Karena perbuatan menyimpang itu adalah prodak kurang menguntungkan dari sistem sosial kemasyarakataan. Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Al-QurAoan Kita telah melihat betapa Al-QurAoan memberikan perhatian besar pada potensi akal dan penalaran rasional. Umat mukmin berulang kali diminta merenungkan dan mengamati dunia di sekitar mereka, mempelajari hukum-hukum yang mengatur alam, dan menemukan tanda-tanda Tuhan. Allah Swt. , menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir (Al-Baqaroh . Namun berpikir dan berbagai aktivitas penalaran, seperti belajar dan meneliti tidak mungkin dilakukan jika kita tidak memiliki kebebasan berpikir, berpendapat dan menyelidiki, maka logis jika Al-QurAoan mendorong kebebasan berekspersi (Sardar, 2014, hal. Termasuk berpikir bagaimana cara mencegah penyalahgunaan narkoba. Maka Al-QurAoan dan Hadis Nabi Saw. , telah menyampaikan beberapa aturan . yang berkaitan dengan upaya pencegahan suatu kejahatan, termasuk kejahatan penyalahgunaan narkotika. Dalam Al-QurAoan surat (An-Nisa: . Allah Swt menegaskan bahwa para orang tua atau wali seorang anak hendaklah mewujudkan generasi penerus mereka dalam keadaan yang kuat, tidak dalam kondisi lemah (Jamal. Volume 4 No. Januari-Juni 2. Upaya represif terhadap kejahatan di masyarakat dapat dilihat dalam hadis Nabi Saw. , di mana Rasul Saw. Bersabda. Dari Abu SaAoid Al-Khudri ra. dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda: AuBarang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya. jika tidak mampu, maka dengan lisannya. jika ia masih tidak mampu, maka dengan hatinya dan itu adalah selemahlemahnya iman. Ay (HR. Musli. Dari sini akan lahir sebab langakh-langkah konkrit tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba. Antara lain. Pertama. Menguatkan Pondasi Agama. Pondasi utama adalah iman. Iman adalah cahaya yang memiliki kekuatan. Manusia yang mendapatkan iman hakiki mampu mentang seluruh alam dan berlepas diri dari kesulitan/halangan berbagai peristiwa. Dengan bersandar pada kekuatan iman bisa berlayar di atas bahtra kehidupan ditengah gelombang berbagai cobaan yang dahsyat dengan aman dan selamat. Bahkan terhindar dari problema sosial seperti penyalahgunaan narkoba (Nursi, , 2015, hal. Permasalahan sosial sejak kehadiran manusia di bumi sampai sekarang selalu eksis, bahkan boleh jadi tidak pernah berakhir sampai kapan pun, bahkan akan semakin komplek sejalan dengan kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi dan perkembangan kehidupan masyarakat yang semakin terbuka dan modern. Hal ini tidak lepas dari sunatullah yang mengatur sistem kehidupan di muka bumi Volume 2 No. 2 | 202-220 Copyright A 2023 | Al-Fahmu | E-ISSN: 2962-9314 | P-ISSN: 2964-1659 Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Al-QurAoanA | 208 dan aturan itu tidak pernah berubah. Sebagaimana yang terdapat dalam Al-QurAoan Surat Al-Ahzab Ayat 62: A aa e a aA e a aOa aa a a a ai a aA e aA a Aaia a A Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum. , dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati peubahan pada sunnah Allah. Dalam Al-QurAoan Surat Fatir Ayat 43: a a a a a ca a a ca a ca a a a a a a a a a ca a ca a c ca a a a a a a c ca a a a ca aA aEA A a aO n OEIA a A a A a A a E aaIA a AO O aOC EIE EOa ua aNEaNoa NE OIOI ua I OE ao AEIA ia a A OIE EA U a ca Aa aOA a A a E aaIA Karena kesombongan . di muka bumi dan karena rencana . yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan . sunnah (Allah yang telah berlak. kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekalikali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak . akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu. Kemudian diperkuat oleh Al-QurAoan Surat Al-Fath Ayat 23: a ca ca a a a a a a a a a a ca ca a ca a Aa aOA aA E aIA a AI a E a C E IaI E n OEIA Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu. Juga tidak tertutup kemungkinan hal itu sengaja diberlakukan Allah terhadap kehidupan sosial sebagai bagian dari bentuk manajemen konflik dalam kaitannya dengan pendewaan umat dalam mengelola dan mencarikan solusi yang tepat bagi tiap konflik yang terjadi dikalangan mereka (Bidan, 2017, hal. Terutama bagaimana mencegah penyalahgunaan narkoba sebagai penomena sosial hari ini. Imam Al-Ghazali menegaskan dalam beragama kita mengenal dua kalimat syahadat yang mengandung arti penegasan tentang zat Allah Swt, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatannya, kebenaran Rasulullah Saw. , dan bangunan iman berdasarkan empat pondasi. Pertama. Mengenal Allah, yang meliputi seluruh prinsip. ilmu yang berkaitan dengan wujud Allah, sifat Qidam dan Baqa-Nya. Bahwa dia bukan substansi, materi, maupun aksiden. Kedua, mengenal sifat-sifat-Nya yang terdiri atas sepulu prinsip: mengenali Allah Maha Hidup. Mengetahui. Mahakuasa. Berkehendak. Mendengar. Melihat. Berbicara. Mahabenar dalam menyampaikan berita. Suci dari hal baru dan sifat-sifat-Nya yang qadim. Ketiga, mengenali perbuatan-perbuatan Allah Swt. yang berkisar atas sepuluh prinsip, perbuatan -perbuatan makhluk adalah ciptaan-Nya, akibat kehendaknya, perbuatan-perbuatan itu merupakan sesuatu yang diupayakan . Dan yang keempat, perkara yang hanya didengar mencakup sepuluh prinsip, hari pengumpulan makhluk, kebangkitan, azab kubur, pertanyaan Mungkar Nakir, shirat, penciptaan Surga dan Neraka dan hukum imammah (Imam Ghazali, 2017, hal. Volume 2 No. 2 | 202-220 Copyright A 2023 | Al-Fahmu | E-ISSN: 2962-9314 | P-ISSN: 2964-1659 Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Al-QurAoanA | 209 Empat pondasi yang diajarkan oleh Imam Ghazali ini apabila kita cermati dengan jernih. Pasti kita akan berkata ini adalah nilai-nilai yang harus tertanam dalam diri semua orang muslim. Karena kalau dia berpegang pada empat pondasi ini. Akan terhindar dari perbuatan yang tidak pantas. Seperti penyalahgunaan narkoba dalam kehidupannya. Karena terus merasa diawasi secara zohir dan batin. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-QurAoan surat Al-Hujurat Ayat 18: a a a a a a ca a A a Ea aI a OA a a a ca A aOA a ca Au acIA A a aI aIEOIA a aA A a A E a aOA Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu Ayat ini berbicara tentang nilai keimanan yang mendalam. Maka siapapun akan sangat berhatihati dalam melakukan hal-hal yang bertentangan dengan prinsip atau pondasi agama. Termasuk dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Spirit . tentang pondasi keimanan adalah sarana untuk guna mencegah penyalahgunaan narkoba sebagai sebuah kemaksiatan yang dipertanggungjawabkan dunia akhirat. Kedua. Membina Generasi QurAoani. Membina generasi QurAoani, menuntut para pembaca dan peneliti untuk merenungi surat Ali Imran ayat 14. Dimana dalam surat tersebut dicantumkan enam jenis kecendrungan manusia. Apabila enam hal itu diperlakukan dengan baik, maka akan menjadi amalan ukhrawi yang menguntungkan. Bahkan dalam membina genarasi QurAoani abad 21 membutuhkan manusia yang unggul (Muhammad, 2017, hal. Manusia unggul abad 21 adalah manusia yang membekali dirinya dengan kemandirian yang mencakup tiga dimensi, yaitu: pertama, dimensi transendental, yaitu dalam bentuk keimanan dan ketaqwaan, beradab dan berakhlak mulia, kedua, kemampuan pribadi, atau kemampuan profesional termasuk kemampuan untuk mengembangkan indigeneous knowledge, kecendrungan . kreatif yang ada dilingkungannya dan memiliki kemampuan menerjemahkan informasi, dan ketiga, dimensi kesadaran interkoneksitas atau istilah ilmiahnya adalah kesadaran akan perlunya dan kemampuan melakukan kerjasama/kolaborasi personal, interdisiplin, wilayah dalam memanfaatkan kemampuan profesional yang dimiliki dan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya untuk mendapatkan kemapanan . ts-tsabi. (Muhammad, 2017, hal. Manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Zaprulkhan, 2017, hal. , dalam konteks ini harus menyadari sepenuhnya bahwa di balik kekuasaan yang ada pada manusia, ada kekuasaan lain yang Maha Besar, menciptakan dan menguasai segala segi kehidupan manusia dan kepatuhan untuk mengikutinya . ttibaAoiya. Berbuat kebajikan di dalam kehidupan, baik terhadap dirinya, masyarakat dan alam sekitarnya, sesuai dengan yang dikehendaki-Nya. Menjauhkan diri dari segala perbuatan buruk yang dapat merusak dirinya, masyarakat dan alam lingkungannya. Keimanan dan ketaqwaan yang dimilikinya akan dapat melahirkan daya tahan yang memungkinkannya mampu menghadapi dampak negatif, terbawa dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan tidak terpengaruh oleh keburukan dari globalisasi. Keimanan dan ketaqwaan yang dimilikinya akan dapat menjiwai, menggerakkan dan mengendalikan segala usaha. Termasuk di dalamnya pembangunan nasional yang dijadikan landasan spiritual. Moral dan adab . dalam setiap pembangunan nasional (Al-Munawar, 2004, hal. Namun, untuk mewujudkan generasi QurAoani, dibutuhkan usaha yang keras, siap dikritik, dan diserang . Butuh usaha kongkrit, teratur dan berkelanjutan baik melalui pendidikan informasi Volume 2 No. 2 | 202-220 Copyright A 2023 | Al-Fahmu | E-ISSN: 2962-9314 | P-ISSN: 2964-1659 Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Al-QurAoanA | 210 seperti dalam keluarga, pendidikan formal atau melalui pendidikan non formal . Generasi QurAoani tidak lahir dengan sendirinya, tetapi dimulai pembiasaan secara logik . dan pendidikan dalam keluarga. Misalnya menanamkan pendidikan agama yang sesuai dengan tingkat perkembangannya (Perintahlah anak-anakmu mengerjakan shalat, lantaran ia sudah berumur 7 tahun, pukullah mereka setelah berumur 10 tahun dan pisahkan tempat tidurmu dan dan tempat tidur merekaAy (HR. Abu Dau. Menanamkan cinta dan kasih sayang dari keluarga dan lingkungan sekitar serta menjadi kelompok perubahan . hl al-ihdat. Pengawasan yang intensif terhadap aktivitas yang dilakukan anak-anak agar tidak terjerumus pada kemaksiatan dan tindakan amoral . idak berakhla. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1988, hal. Hal ini sejalan dengan firman Allah: a e a ca a a a ca a a U a e a a a a a a a a a a ca a a a a a a a a a a a a a e e a e a a a a ca a ca a e a A I aONE aOI I OCON O a EON IEaE a a AOIA AON aOI IIO CO IAA A aI aI a aN I aOaA aEOIA AaI Oa aI aOIA Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (AtTahrim: . Generasi QurAoani akan menjadi Aulampu penerangAy bagi kegelapan bangsa yang sedang terjadi saat ini. Jika generasi QurAoani ini menjadi seorang pemimpin dalam masyarakat, maka cara berfikir, bertindak dan merespon fenomena kemasyarakatan akan memberikan kedamaian, kenyamanan dan keadilan bagi rakyatnya. Oleh sebab itu, masa depan yang dibutuhkan adalah generasi-generasi QurAoani yang mampu memimpin masyarakat, bukan sebaliknya pemimpin yang memperdaya rakyat . lMunawar, 2004, hal. Ketiga. Menumbuhkan Akhlak Mulia. Begitu urgensinya akhlak dalam kehidupan. Tanpa akhlak, dunia dipastikan berantakan dan menjadi bulan-bulanan semua pihak yang berkepentingan. Oleh karenannya lembaga-lembaga terkait harus menjadi pioner dalam kesadaran untuk menumbuhkan akhlak mulia (Aziz, 2017, hal. Allah Swt berfirman: a A aNEA a e A a Ee a eA aO aO aI e aEe a e aA aO e e aIA a Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari pada orangorang yang bodohAy. (QS. Al-AAoraf/6: . Artinya, memaafkan orang yang berbuat zalim kepadamu dan memberi orang yang tak mau menyambung hubungan dengan orang yang memutus hubungan denganmu. orang yang menjahilimu. berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepadamu. Kepadamu Rasulullah Saw. , diutus membawa akhlak mulia, beliau bersabda. A ai o eO UIA Ya Allah, ampunilah kaumku karena mereka tidak mengerti. Volume 2 No. 2 | 202-220 Copyright A 2023 | Al-Fahmu | E-ISSN: 2962-9314 | P-ISSN: 2964-1659 Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Al-QurAoanA | 211 Orang yang berakhlak mulia berarti telah mendorongmu meminta kepadanya dan selalu minta maaf, berlawanan dengan pelaknat yang selalu membanggakan diri. Ia senantiasa melupakan kesalahan saudara-saudaranya, bergegas memenuhi hajat mereka, serta mencurahkan dunia untuk orang yang membutuhkan . l-Ghalayani, 2000, hal. Sehingga dalam Al-QurAoan dan hadis ditegaskan bahwa manusia merupakan makhluk yang dekat dengan Allah dan sebaliknya Allah juga dekat dengan manusia, selama manusia memperhatikan sikap dan perbuatannya dalam hubungan dengan Allah Swt (Hasan, 2003, hal. Keempat. Memberikan Nasihat Secara Beradab. Islam hakikatnya adalah agama nasehat. Bahkan Islam melalui kitab sucinya mengetengahkan risalah, dengan orientasi dasar: membenahi dan meluruskan karakter umat manusia dengan penekanan serasi dengan garis Islam, dalam istilah penulis QurAoani. Tidak hanya cara pandang (Mindse. yang menjadi pembenahan tetapi juga hati, yang secara terus menerus diketuk untuk menyadari pondasi . Sehingga dengan perpaduan yang secara serasi antar rasio dan perasaan iman, lahir suatu model karakter, bentuk kesadaran moral pengalaman dan penerimaan ajaran dari yang Maha Mutlak, lahir yang disebut Akhlak Al-Karimah (Syakur, 2012, hal. Salah satu ajaran Al-QurAoan adalah memberikan nasehat secara beradab kepada pelaku penyalahgunaan narkoba. Allah Swt berfirman: a a a a a e a ca a a a a a a a a a a a ea eOEA a ca AaOI a Ea aIA a AE acA ANaI CO EaOA a A aI a CEOaNaI A a INI OaNI OCE ENI a IAA Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka (An-Nisa: . Dan firman-Nya: a a a e c ca a e c a a a AIA a E e aI eIaIA a AOEa AuaI aEO A Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman . dz-Dzariyat: . Kemudian firman-Nya: ca a a a a a a a ca a a a a AO E aE aN I a acCOIA AaOI a acCOI I aI aa a aNI cIaI n aOaI aEA AOI A Dan tidak ada pertanggungjawaban sedikitpun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka. ewajiban mereka iala. mengingatkan agar mereka bertakwa (Al-AnAoam: . Artinya, mereka wajib memberi peringatan, dan peringatan adalah memberi pelajaran . Karena betapa pentingnya memberikan nasehat secara baik . maka bagi pemberi nasheat harus memperlakukan sang penyalahgunaan narkoba dengan cara beradab atau berakhlak. Karena akhlak merupakan pondasi jiwa pribadi yang memiliki keutamaan, penyangga masyarakat bermartabat . Suatu masyarakat bisa tegak apabila akhlak menjadi aturan dalam hidupnya dan akan hancur bila akhlak diabaikan. Karena akhlak memiliki tempat tertinggi dan kedudukan terhormat. Maka sepatutnya memberikan pandangan, nasehat dengan beradab dan penuh hikmah (Badruzaman, 2017. Volume 2 No. 2 | 202-220 Copyright A 2023 | Al-Fahmu | E-ISSN: 2962-9314 | P-ISSN: 2964-1659 Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Al-QurAoanA | 212 Kelima. Menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Bahwa Al-QurAoan membicarakan sumber daya manusia dan menjadikannya sebagai salah satu tema sentral di dalam untain ayat-ayatnya adalah sesuatu yang tidak bisa dibantah dan telah diakui oleh para ulama. Karena eksitensi sumber daya itu di dalam Al-QurAoan tidak memerlukan diskusi dan pembahasan lagi. Namun bagaimana pembinaan dan pengaplikasikannya yang sesuai dengan petunjuk Al-QurAoan. ini perlu penafsiran yang memadai agar petunjuk Al-QurAoan yang global itu menjadi lebih jelas dan applicable sehingga hidayahnya senantiasa terasa dalam diri nikmat: baik individual, maupun keluarga masyarakat, berbangsa dan bernegara (Baidan, 2001, hal. Termasuk bagaimana sumber daya manusia yang dimiliki oleh elmen masyarakat. Bisa menggunakan SDM yang dimiliki untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan cara menyeru kepada para pelaku kemungkaran lainnya. Sebagaimana yang tercantum dalam Al-QurAoan surat Ali-Imran ayat 104. e e e a a a e U a a a e a e e e a AOA aOaIe aN eOI a aI E aIIE aA a AaOaI cIaI eI acI OaOI ua aa aOa aI aOI aE aI aA Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar (Ali Imran: . Allah Swt. Berfirman: a a e a a e a aa a a a a a a ca ca a a a a a a ea e a a a a a a a A aOE aIA A aOaO ECA a a aA aOA a Aa aOCOEO E acaEIA A I OaOIOA A I IaOC a uaaOE OI ua OaE aO aI uaA a AEA a a c a ca a ca a ca a a a ca e a a a a ca AaI I aOIaI acI a aOIA AEAE O O aO EE O I aOI ua CE aO IA Dan . , ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil . : Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling (AlBaqarah: . Dan firmanya-Nya: ca e a a c a ca ca a a a a a a a a ca ca a a a a AI a a cO acIA a AE OA a aa A aI a aI EA AOIA AaOCE EaO aCOEO E a a Io uaI EOI O OINIo uaIA Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik . Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia (Al-Isra: . Dan firman-Nya: AaOa sa aA eU au ayUaA Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia . l-isra: . Kemudian firman-nya: Volume 2 No. 2 | 202-220 Copyright A 2023 | Al-Fahmu | E-ISSN: 2962-9314 | P-ISSN: 2964-1659 Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Al-QurAoanA | 213 AeaA ao a aau aA eU caUa aUau Aaoa a u a eaO aue a A Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut". (Thaha: . Begitu juga dalam ayat lain yang maknanya, hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakalah dan perkataan yang benar . l-ahzab: . Dan diperkuat oleh ayat berikutnya, hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan . epada Muhamma. , raoinaAy. (AlBaqaroh:. Ayat di atas adalah peringatan yang dipertegas oleh Allah Swt. Dimana Allah melarang mereka mengatakan raAoina karena kata-kata ini mengandung keraguan. Rasul Saw bersabda, bersedekahlah meskipun dengan sepotong kurma. Jika kamu tidak punya maka dengan kata-kata yang baik (HR. dan Muslim 1. Dan beliau bersabda barang siapa yang percaya kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam (Abdusalam, 2021, hal. Kata-kata yang baik menjadi sebab saling mencintai dan kerukunan, serta sebab hilangnya kedengkian (Abdusalam, 2021, hal. Juga bermanis-manis dengan musuh sehingga menjadi seperti sahabat. Termasuk ketika melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba dibutuhkan cara dan kata yang terbaik dan berbicara dengan baik dan sopan. Berbicara dengan dengan sopan sangat diperlukan, bahkan para penyeru untuk mencegah penyalahgunaan narkoba lebih efektif. Karena menggunakan kemampuan dan sikap penting dalam proses mempengaruhi yang efektif. Perlu memahami kemampuan dan sikap ini, juga kesadaran akan kemampuan di bidang apapun. Hal ini akan sangat membentuk kesuksesan proses mempengaruhi di lingkungan organisasi masa kini yang komplek. Termasuk mencegah penyalahgunaan narkoba oleh para pelaku (Brent, 2008, hal. Jadi, apabila ingin memberi nasehat atau menyeru dalam kebaikan kepada siapapun, perbaiki hati anda terlebih duhulu. Apabila kita memiliki niat jernih . dalam hati, pengaruh kita kepada yang kita seru akan lebih punya pengaruh . , bahkan orang-orang akan memahami kata-kata dan memahami gerak-gerik tubuh . (Auda, 2014, hal . Maka bagi penyeru perbaiki diri sebelum memperbaiki orang lain. Keenam. Berdoa supaya dilapangkan segala urusan. Memohon kepada Allah Swt. , boleh jadi berlangsung dalam beberapa hari atau beberapa pekan tanpa ada tanda berakhirnya ujian-ujian. Karena berdoa adalah anugrah yang sangat berharga dari Allah Swt. Bukan karena penderitaan, tetapi karena kondisi ibadah kepada Allah Swt. Tetapi karena kondisi ibadah yang terus menerus. Jika Allah memperkenalkan untuk memohon, maka ketahuilah bahwa Dia ingin memberikan sesuatu kepadamu. Karena doa adalah inti ibadah dan tanda kecintaan. Maka apabila anda berdoa akan mendapatkan hasil cinta dari Tuhan-Mu (Auda, 2014, hal. Hasil cinta yang dibangun di dunia dengan melihat berbagai kekurangan serta berusaha untuk menyempurnakan, membersihkan, dan memeliharanya dengan penuh kasih, serta untuk mendorongnya di jalan kebaikan adalah berupa anugrah ilahi yang memberinya sejumlah kekasih yang sesuai dengannya di surga. Jiwa yang telah mampu mengendalikan kecendrungan dan syahwatnya di dunia serta meninggalkan berbagai keinginan dijalannya dan menggunakan dalam bentuk terbaik, akan dibalas Volume 2 No. 2 | 202-220 Copyright A 2023 | Al-Fahmu | E-ISSN: 2962-9314 | P-ISSN: 2964-1659 Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Al-QurAoanA | 214 dengan balasan terbaik (Nursi, 2014, hal. Sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah Swt A e aOA a a ca AaE aA a A ea e aEA Berkata Musa: AuYa Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusankuAy. (Thaha: 25-. Sebagaimana pencegahan penyalahgunaan narokba itu membutuhkan bantuan mistis religius . supaya para pengguna bisa kita bina dalam kerangka memperbaiki mental mereka. Sehingga dia tidak lagi berniat, bahkan mendekati perbuatan yang merusak diri sendiri. Bergantung kepada Allah dengan menggunakan doa sebagai media itu telah dipraktikan oleh para nabi dan rasul. Mereka bisa memohon kepada Allah Swt. , setiap saat. Untuk meminta pertolongan dan membereskan persoalan/urusan. Sebagaimana dicontohkan dalam surat (Al-Anbiya Ayat 89-. Dimana umat Islam sepatutnya meminta pertolongan kepada Allah Swt. , dengan penuh ketundukan, khusyuk dan merendahkan dirinya (Mahmud, 1997, hal. Karena Allah Maha Penerima Doa dan tempat terbaik untuk meminta perlindungan (Al-Ikhlas. Ketujuh. Kontinu dalam ketaatan. Prinsip kebajikan Al-QurAoan adalah memulai segala sesuatu dengan kesadaran dan komitmen ritual vertikal dan komitmen horizontal . ablum minallah wa habblum minan na. Keseimbangan ibadah ciri menonjol dari ajaran Islam. Seperti halnya tetap dalam ketaatan (Hidayat, 2019, hal. Tetap dalam ketaatan adalah bukti dari makhluk yang menanti kasih sayang ilahi, agar supaya terhindar dari perilaku tidak baik. Karena orang yang taat akan menyandang sifat-sifat agung, karena dia sudah setia kepada Allah Swt. , karena telah mengorbankan harta dan jiwanya (Syihab. Rasulullah Saw. , bersabda. Dari AoAisyah, beliau mengatakan bahwa Rasulullah Saw. , ditanya tentang amalan yang paling dicintai oleh Allah. Rasulullah Saw. , menjawab. A ea aOaa aOua eI a A Amalan yang rutin . , walaupun sedikit. HR Bukhari . dan Muslim . dari Aisyah secara marfuA. Manusia akan bisa menjalankan fungsinya dengan baik dalam kehidupan. Apabila mampu menempatkan tahap-tahap . tep by ste. kehidupan sesuai dengan waktu dan tempatnya (Hasan, 2004. Maka perlu bagi umat muslim peduli terhadap sesama untuk menjaga saudara, menutupi dosa diri dan berani berubah. Banyak perintah Allah Swt. , yang menganjurkan kita untuk menjaga saudara. Menjaga dalam arti mengingatkan kepadanya untuk selalu dalam kebaikan. Bahkan menjaganya dari berbuat maksiat seperti penyalahgunaan narkoba. Sebagai seorang muslim dan warga masyarakat Tidak ingin saudara, keluarga, tetangga dan lingkungan kita terkontaminasi oleh perbuatan yang tidak patut dalam kehidupan. Allah berfirman: c a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a a ca e a a a e a e a a a AI aI IaI aca aOE a O aE acI a aCA a aAn aO aI e A a a a AaIA a ACEO OI uaI NI aC OI OOA ANA AEA a AA AaIA AIA Volume 2 No. 2 | 202-220 Copyright A 2023 | Al-Fahmu | E-ISSN: 2962-9314 | P-ISSN: 2964-1659 Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Al-QurAoanA | 215 Mereka berkata: "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala. dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar" (Yusuf: . Syaikh Izzuddin Bin Abdusalam ayat yang artinya kami tinggalkan Yusuf di dekat kami diartikan dengan menjaga nabi Yusuf as. Menjaga dimaksudkan oleh saudaranya nabi Yusuf As. , melindungi beliau sehingga dia menjadi aman. Jika demikian menutupi dosa diri dan berani berubah adalah anjuran Rasulullah Saw. , bersabda. AuSemua umatku diampuni kecuali orang yang terang-terangan. Sesungguhnya salah satu bentuk . terang-terangan adalah apabila seorang hamba melakukan suatu perbuatan, kemudian dia masuki pagi hari sementara Allah menutupinya, tapi ia berkata. AoHai fulan, tadi malam aku telah melakukan begini dan begitu. Ao Satu malam Allah menutupinya sehingga ia lewatkan malam, tapi pagi harinya ia membuka satir Allah dari dirinya (Abdusalam, 2021, hal. Begitupula masyarakat yang mengetahui penyalahgunaan narkoba hendaklah terus menjaga saudaranya, kemudian melakukan pembinaan secara inten dan berkesinambungan. Dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba harus didorong oleh tekad yang kuat dan cerdas. Dengan cara memperbaiki amalan berlomba-lomba dalam kebaikan. Bahkan harus ditumbuhkan supaya tekad menjadi membumi dalam diri. Yudi latif dalam bukunya makrifat pagi mengatakan bahwa AuTekad sebagai sifat mental . tate of min. yang mencerminkan kuat-lemahnya jiwa bangsa (Latif, 2018, hal. Maka apabila ingin memperbaiki amal pastikan bahwa perkataan dan tekad harus murni berasl dari lubuk hati (Auda, 2014, hal. Bahkan jiwa seorang muslim jika ingin merubah sesuatu, tekad dan keinginan hati harus menjadi prioritas utama (Abdusalam, 2021, hal. Kedelapan. Bersegera Memberi Nasihat tentang Agama. Dalam kesadaran transpersonal, kehidupan dialami sebagai metode interkoneksi yang tidak terputus dari segala kehidupan. Kesadaran seseorang akan keterlibatnya langsung dengan kehidupan berkembang dari pernik-pernik eksistensi sehari-hari menuju eksistensi kosmik yang lebih terbuka dan bersikap setia . Dalam kekuasaan kesadaran kosmik, manusia bisa melihat betapa saling bergantungan tidak bisa dipisahkan dari . kesatuan (Latif, 2018, hal. Apalagi dalam hal manusia sebagai makhluk sosial yang saling bergantung guna untuk saling menasehat-menasehati dengan runtut . antar sesama. Karena saling menasehati itu adalah kunci kehidupan untuk lebih baik. Allah Swt berfirman. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: Firman Allah Swt. , dalam Surat (Ya Sin Ayat . a A Ca aE a aC O aI ac aO e E aI aEA a A e a I aI aC aA E aIaOIaa aA a AaOA a AE a A AA a Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu". Bersegera menuju ketaatan itu adalah parameter kemuliaan. Bahkan bagian dari perbuatan terbaik dan merupakan bentuk ketaatan dalam menjalankan perintah agama. Selain itu, ketika kita bersegera melakukan hal positif . ada jaminan keamanan untuk tidak meninggalkan ketaatan. Bersegera pada amal baik paling utama berada pada peringkat tertinggi. Sebagaimana hadis Rasul Saw. Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Daary Ra. Nabi Muhammad Saw. , bersabda. AuAgama itu nasihatAy. Kami pun bertanya. AuHak siapa . asihat it. ?Ay. Beliau menjawab. AuNasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya. Rasul-Nya. Pemerintah (Imam Nawawi, 2005, hal. Salah satu komponen penting menurut penulis dalam memberikan nasehat adalah memberikan arahan yang mendidik dan membangun penuh dengan sentuhan hati. Sehingga apa yang disampaikan Volume 2 No. 2 | 202-220 Copyright A 2023 | Al-Fahmu | E-ISSN: 2962-9314 | P-ISSN: 2964-1659 Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Al-QurAoanA | 216 itu bisa membangun kepercayaan diri dari yang di nasehati. Salah satu cara memberikan nasehat adalah menghubungkan dengan kejadian yang berkaitan dengan perbuatannya. Penasehat adalah seperti layaknya seorang Orator ulung yang mampu mendorong khalayak untuk bertindak . ppeal for actio. dalam arti ada respon baik dari yang dinasehati (Rakhmat, 2000, hal. Prinsipnya dasar sebuah nasehat yang baik mampu menghasilkan kebaikan yang abadi. Adapun akronim dari Nasehat adalah mengajak orang lain tertipu/menolak nasehat. Prilaku menipu merupakan dosa besar yang mampu mendegradasi keimanan seseorang muslim. Begitu pula tentang penyalahgunaan Narkoba dibutuhkan rasa peduli untuk terus saling Bahkan peduli saja tidak cukup, seorang penasehat harus memiliki kecerdasan yang tinggi. Terutama kepada pengguna, pengedar dan bandar Narkoba. Orang muslim yang sukses menasehati adalah muslim yang mampu mengambil tindakan, kemudian melakukannya, walaupun ada bahaya yang menghalangi termasuk bahaya menasehati orang yang bersalah. Orang yang kuat, berani dan percaya diri adalah saat ia benar-benar berhenti untuk menghadapi rasa takut dengan berani. Kita harus berani menasehati diri, saya telah hidup dalam kegelapan. Saya bisa menjadi baik dan semua masa lalu akan saya hadapi, mencegah perbuatan penyalahgunaan Narkoba. (Schwartz, 1996, hal. , yakinlah mereka bisa berubah dengan nasehat yang berasl dari keyakinan kuat. Gambar 1: Ilustrasi Pola Pencegahan Penyalahgunaan Narokba Perspektif Al-QurAoan. KESIMPULAN Dari uraian di atas tampak bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan masalah dan isu kemanusiaan yang sangat memilukan dan mengkhawatirkan. Narkoba telah menjangkiti semua lapisan umur, kelas bawah, atas, anak-anak sampai orang tua dan kalangan non terdidik dan terdidik, bahkan korbannya terus berjatuhan. Tulisan ini, bertujuan mengungkap upaya qurAoanik dan mencari solusi alternatif yang akan mampu mengurangi laju peredarannya dan menemukan cara pencegahan penyalahgunaan narkoba dalam Al-QurAoan. Adapun hasil-hasil dan temuan dari penelitin ini adalah. pertama, menguatkan pondasi agama, kedua, membina generasi qurAoani, ketiga, menumbuhkan akhlak mulia, keempat, memberikan nasihat secara beradab, kelima, menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran, keenam, berdoa memohon kelapangan dada dan kemudahan segala urusan, ketujuh, kontinu dalam ketaatan dan kedelapan, bersegera memberi nasihat tentang agama. Volume 2 No. 2 | 202-220 Copyright A 2023 | Al-Fahmu | E-ISSN: 2962-9314 | P-ISSN: 2964-1659 Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Perspektif Al-QurAoanA | 217 Penulis mengharapkan supaya penelitian ini dapat dilanjutkan dengan jenis penelitian atau pendekatan yang lebih variatif dan komperhensif seperti penelitian lapangan. Living QurAoan dan lainlain. Adapun saran bagi pembaca, orang tua, peneliti dan pegiat dakwah, media sosial, guru, dosen, praktisi pendidikan, instansi terkait harus terus saling berkolaborasi dan saling mengingatkan untuk mencegah praktik penyalahgunaan narkoba. Terakhir penulis secara khusus mengharapkan penelitian ini bisa bermanfaat dalam memperkaya literatur kajian kealqurAoanan yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat. DAFTAR PUSTAKA