Jurnal Flywheel Februari 2024 - Vol. 15 No. 1, hal. e-ISSN: 2745-7435 p-ISSN: 1979-5858 Evaluasi Target Produksi Gula Kristal Putih PT. X dengan Pendekatan Perencanaan Produksi dan Analisis Investasi dalam Pemenuhan Permintaan Gula Nasional Terresa Indrajani Kusuma1*. Rahaditya Dimas Prihadianto1. Silvi Istiqomah1 1 Program Studi Teknik Industri. Fakultas Rekayasa Industri. Telkom University Surabaya Kata kunci ABSTRAK Gula Kristal Putih Peramalan Perencanaan Produksi Analisis Investasi Tebu Permintaan gula di Indonesia terus meningkat, namun terdapat ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi gula kristal putih pada level konsumen. PT X merupakan anak perusahaan BUMN di sektor agroindustri tebu yang memproduksi gula kristal putih. Penelitian ini berfokus pada perencanaan produksi gula pada PT X guna memenuhi permintaan dari konsumen, dengan menggunakan metode Perencanaan Produksi yaitu Forecasting. Sales and Operations Planning (S&OP), dan analisis investasi. Pola data pada tahun 2019 sampai 2022 merupakan pola data stasioner. Peramalan atau Forecasting dengan Single Exponential Smoothing menggunakan parameter nilai alpha sebesar 0,30. Diperoleh hasil perhitungan MAD sebesar 6541. MSE sebesar 70321436, dan MAPE sebesar 337%. Total produksi gula pada tahun 2023 diproyeksikan sebesar 805 ton. Total biaya strategi level S&OP sebesar Rp 94. Adanya kekurangan lahan untuk penanaman tebu sebagai bahan baku gula sebesar 2. 929 hektar. Terdapat tiga alternatif investasi . eli, sewa, beli dan sew. sawah tebu dihitung menggunakan Net Present Value (NPV). Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PBP), alternatif 2 . sawah tebu merupakan pilihan terbaik. Corresponding author: Terresa Indrajani Kusuma . mail: tessakusuma@gmail. Diterima: 13 Februari 2024 Disetujui: 24 Februari 2024 Dipublikasikan: 29 Februari 2024 Pendahuluan Gula merupakan komoditas strategis di sektor pertanian dan perkebunan Indonesia yang berperan penting bagi perekonomian nasional . Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat konsumsi gula kristal putih atau GKP yang tinggi di dunia. Konsumsi gula kristal putih di Indonesia sangat tinggi dan terus meningkat tajam tiap tahunnya seiring pertumbuhan populasi dan perubahan gaya hidup masyarakat. Peningkatan konsumsi gula yang pesat ini tidak diimbangi dengan kenaikan produksi gula dalam negeri. Akibatnya, sering terjadi kelangkaan pasokan dan lonjakan harga gula di pasaran . Untuk menjaga ketersediaan gula nasional, pemerintah telah mengeluarkan regulasi yang mewajibkan produsen gula meningkatkan produksinya. Namun berbagai kendala baik di hulu maupun hilir membuat upaya peningkatan produktivitas ini tidak mudah. Salah satu tantangan utama adalah menurunnya luas lahan tebu sebagai bahan baku gula akibat perubahan iklim dan hilangnya minat petani tebu . PT X merupakan anak perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negar. pada sektor agroindustri tebu. PT X mempunyai produk gula kristal putih. PT X mempunyai pabrik gula yang berlokasi di Kabupaten Malang. PT X berupaya dalam memenuhi target penjualan dengan melakukan perencanaan produksi yang tepat agar tercapai optimalisasi produksi. Oleh karena itu penelitian ini difokuskan pada upaya perencanaan produksi gula PT X agar bisa optimal dengan menggunakan pendekatan Perencanaan Produksi dengan teknik forecasting atau peramalan. S&OP (Sales and Operations Plannin. , dan analisis investasi dengan objek amatan gula kristal putih. Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberi evaluasi dan rekomendasi perbaikan bagi perencanaan produksi gula PT X sehingga perusahaan bisa mengejar target penjualannya untuk ikut andil memenuhi kebutuhan gula nasional. Journal homepage: https://ejournal. id/index. php/flywheel/ Jurnal Flywheel: Februari 2024 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif karena data penelitian ini berupa angka-angka dan statistik. Pada penelitian ini akan dilakukan perhitungan dengan pendekatan Perencanaan Produksi dengan teknik forecasting atau peramalan. S&OP (Sales and Operations Plannin. , dan analisis investasi dengan objek amatan gula kristal putih. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil berupa perhitungan peramalan yang paling tepat untuk PT. X serta memberikan evaluasi dan rekomendasi perbaikan bagi perencanaan produksi gula PT X agar perusahaan bisa mengejar target penjualannya untuk ikut andil memenuhi kebutuhan gula nasional. Perhitungan ini berdasarkan data historis penjualan dan produksi PT. X dari tahun 2019 sampai 2022. Rumusan masalah diambil berdasarkan fenomena yang terjadi dan telah dirangkum untuk membantu menentukan tujuan dan metode penyelesaian dalam penelitian perencanaan proses produksi gula kristal putih pada PT X. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan studi dokumentasi pada PT X. Penelitian ini menggunakan jenis data primer dan data sekunder yang diperoleh dari sumber internal dan eksternal perusahaan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik-teknik terkait Perencanaan Produksi yaitu forecasting atau peramalan. S&OP (Sales and Operations Plannin. , dan analisis investasi. Supply Chain adalah jaringan yang terdiri dari semua entitas yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam memenuhi kebutuhan dan permintaan pelanggan . Supply chain melibatkan aliran barang, informasi, dan uang dari hulu ke hilir untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terdiri dari pemasok, produsen, distributor, pengecer, dan pelanggan itu sendiri . Dalam konteks Production Planning and Control (PPC), supply chain berfokus pada perencanaan, pengawasan, dan pengendalian produksi serta persediaan guna memenuhi permintaan pelanggan secara efisien . Dalam PPC, supply chain juga melibatkan perencanaan kapasitas produksi yang mencakup pengaturan mesin, tenaga kerja, dan fasilitas produksi. PPC harus memastikan bahwa kapasitas produksi sesuai dengan permintaan pasar untuk menjaga keseimbangan antara penawaran dan permintaan, serta dapat memastikan bahwa pemasok dapat memberikan bahan baku sesuai dengan jadwal produksi yang ditentukan . Forecasting atau peramalan adalah estimasi nilai atau kejadian di masa depan berdasarkan data saat ini . Tujuan utama forecasting adalah untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih baik dan merencanakan langkah-langkah yang tepat untuk menghadapi masa depan . Pada dasarnya, forecasting melibatkan analisis dan interpretasi data historis atau tren yang relevan . Metode-metode forecasting dapat bervariasi tergantung pada karakteristik data dan tujuan yang ingin dicapai . Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode time series. Metode ini memanfaatkan data historis gula kristal putih untuk mengidentifikasi pola dan tren yang ada dalam data tersebut. Model mengasumsikan bahwa data berfluktuasi di sekitar mean yang tetap, tanpa trend atau pola pertumbuhan konsisten . Single Exponential Smoothing adalah suatu metode peramalan yang menggunakan pendekatan rata-rata bergerak dengan memberikan penimbangan eksponensial pada data masa lalu . Dalam metode ini, peramalan dilakukan dengan cara menggabungkan hasil prediksi dari periode sebelumnya dengan porsi perbedaan atau tingkat kesalahan antara data aktual dari periode terakhir dan peramalan untuk periode tersebut . Single Exponential Smoothing banyak digunakan dalam peramalan data bisnis, seperti peramalan penjualan, peramalan persediaan, dan peramalan permintaan pelanggan. Beberapa teknik evaluasi forecasting adalah Mean Absolute Deviation (MAD). Mean Square Error (MSE). Mean Absolute Percentage Error (MAPE) yang mengukur tingkat kesalahan hasil ramalan dibandingkan data actual . Production planning merupakan tahap penting dalam supply chain, di mana perusahaan merencanakan kebutuhan material dan kapasitas produksi, mengatur jadwal produksi, dan melakukan pengawasan terhadap kinerja operasional . Production planning melibatkan penentuan jadwal, alokasi sumber daya, dan pengaturan produksi yang optimal. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan material, efisiensi biaya, dan memenuhi permintaan pelanggan . Production planning juga mencakup perencanaan kapasitas, persediaan, jadwal, dan kualitas produksi. Sales & Operations Planning (S&OP) adalah proses perencanaan strategis untuk menyelaraskan aktivitas penjualan dan operasi. Ini melibatkan proyeksi permintaan, evaluasi kapasitas produksi, dan penentuan keseimbangan optimum antara pasokan dan permintaan . Analisis investasi mengevaluasi kelayakan suatu investasi untuk menentukan apakah investasi tersebut menguntungkan . Metode analisis investasi meliputi Net Present Value (NPV) untuk menilai keuntungan bersih. Internal Rate of Return (IRR) untuk tingkat pengembalian investasi, dan Payback Period (PBP) untuk mengukur periode pengembalian investasi . Terresa Indrajani Kusuma. Rahaditya Dimas Prihadianto. Silvi Istiqomah Hasil dan Pembahasan Bagian hasil dan pembahasan terdiri dari beberapa sub bab yaitu peramalan atau forecasting. Sales & Operations Planning (S&OP), dan analisis investasi yang dapat memberikan deskripsi dan analisis yang tepat dari hasil penelitian dan interpretasinya. Pada penelitian ini menggunakan berbagai macam perhitungan yang dimulai dari pengumpulan data yang kemudian dianalisis secara statistik menggunakan teknik-teknik terkait Perencanaan Produksi yaitu forecasting. S&OP (Sales and Operations Plannin. , dan analisis investasi. Peramalan atau Forecasting Data historis penjualan dan produksi PT X akan digunakan sebagai acuan analisis untuk meramalkan kebutuhan persediaan gula di PT X di masa mendatang. Data mencakup produksi gula per bulan dalam kurun waktu 4 tahun yang dimulai tahun 2019 hingga 2022 yang diperoleh langsung dari PT X. Data bulanan dipilih agar pola data lebih terlihat jelas. Berikut merupakan data aktual penjualan dan produksi gula PT X mulai tahun 2019 hingga tahun 2022. Tabel 1 Data aktual produksi dan penjualan PT. Tahun Periode Bulan 19-Jan 19-Feb 19-Mar 19-Apr 19-May 19-Jun 19-Jul 19-Aug 19-Sep 19-Oct 19-Nov 19-Dec 19-Jan 19-Feb 19-Mar 19-Apr 19-May 19-Jun 19-Jul 19-Aug 19-Sep 19-Oct 19-Nov 19-Dec 19-Jan 19-Feb 19-Mar 19-Apr 19-May 19-Jun 19-Jul 19-Aug 19-Sep 19-Oct 19-Nov 19-Dec 19-Jan 19-Feb 19-Mar Data Real (To. Data Produksi Data Penjualan Selisih . Jurnal Flywheel: Februari 2024 Tahun Periode Bulan 19-Apr 19-May 19-Jun 19-Jul 19-Aug 19-Sep 19-Oct 19-Nov 19-Dec Total Data Real (To. Data Produksi Data Penjualan Selisih Setelah mengetahui data historis penjualan dan produksi, selanjutnya adalah menentukan pola permintaan dari produk gula kristal putih. Berikut merupakan pola data pada data real tahun 2019 sampai dengan tahun 2022. Gambar 1 Grafik perbandingan data aktual produksi dan penjualan PT. Pola data pada data real tahun 2019 sampai 2022 ini merupakan pola data stasioner, dan tidak ada siklus pada pola data ini. Sehingga metode yang tepat digunakan untuk peramalan gula di PT X adalah Single Exponential Smoothing. Berikut merupakan hasil perhitungan peramalan tahun 2023 menggunakan Single Exponential Smoothing. Tabel 2 Hasil peramalan atau forecasting tahun 2023. Periode Hasil Peramalan Setelah dilakukannya peramalan menggunakan Single Exponential Smoothing, maka selanjutnya adalah pengukuran tingkat kesalahan atau penghitungan error dengan menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD). Mean Square Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Berikut merupakan hasil perhitungan MAD. MSE, dan MAPE dari peramalan Single Exponential Smoothing diatas. Terresa Indrajani Kusuma. Rahaditya Dimas Prihadianto. Silvi Istiqomah Tabel 3 Hasil perhitungan MAD. MSE, dan MAPE. MIN MAD MSE MAPE Penting untuk memilih nilai alpha yang tepat, yang diperoleh melalui pengalaman dan pengujian model Perhitungan perbandingan parameter alpha dilakukan dari 0,1 sampai dengan 0,9. Hasil MAD. MSE, dan MAPE dari alpha yang terpilih yaitu 0,3 berdasarkan data peramalan penjualan gula PT X dari tahun 2019 sampai Parameter alpha 0,3 memperoleh hasil perhitungan MAD sebesar 6541. MSE sebesar 70321436, dan MAPE sebesar 337%. Sales & Operations Planning Sales & Operations Planning (S&OP) adalah proses perencanaan yang mengintegrasikan perencanaan penjualan . ales plannin. dengan perencanaan operasi . perations plannin. untuk mencapai tujuan perusahaan. Selanjutnya dilakukan perhitungan strategi perencanaan produksi dengan level strategy atau membuat perencanaan dengan kondisi yang sama jika mengalami permintaan penjualan yang didasarkan pada penjualan tahun 2019 sampai 2022 dengan jumlah karyawan tetap sebesar 45 orang. Setiap pekerja mampu memproduksi 7 ton per hari. Angka 7 ton per hari ini merupakan hasil perhitungan dari total rata-rata demand produk dibagi dengan jumlah total pekerja, kemudian dibagi lagi dengan rata-rata jumlah hari kerja. Biaya pokok per karyawan adalah biaya tetap sebesar Rp. 000 yang harus dikeluarkan per orang karyawan per bulan. Biaya bahan baku per unit produk . kg produ. adalah Rp. Di tahun 2023, perusahaan menetapkan harga jual produk sebesar Rp16. 000 per kg. Pemilihan strategi ini didasarkan atas kondisi kebijakan perusahaan, kondisi bahan baku, dan kondisi produksi yang ada di PT X. Berikut hasil perhitungan metode agregat dengan perencanaan variansi jumlah persediaan dan tenaga kerja tetap . evel strateg. Tabel 4 Hasil perhitungan sales & operations planning. Mei Produksi (Uni. Produksi (Uni. Rp 114. Juni Rp 114. Juli Rp 114. Agustus Rp 114. September Rp 114. Oktober Rp 114. November Rp 114. Desember Total Bulan Biaya Produksi Biaya Gaji Total Cost Perhitungan bulan dari strategi ini diambil dari justifikasi masa produksi tahun 2022 yang dimulai dari bulan Mei sampai bulan Desember dengan total hari kerja 244 dan karyawan tetap sebanyak 45 orang. Total unit demand Jurnal Flywheel: Februari 2024 atau peramalan penjualan pada tahun 2023 untuk produksi per bulannya diambil dari hasil rata-rata total peramalan yang telah dilakukan dari bulan Januari sampai Desember. Dalam level strategy ini dihitung biaya produksi dan biaya gaji. Berdasarkan tabel 4. 7 didapatkan total biaya produksi sebesar Rp 93. 019 dan total biaya gaji sebesar Rp 918. Sehingga pada level strategy ini total biaya yang diperlukan adalah sebesar Rp Dalam level strategy ini dihitung biaya produksi, dan biaya gaji. Berdasarkan data produksi dan data lahan tahun 2022 terhadap permintaan penjualan di tahun 2023, menunjukkan bahwa adanya kekurangan lahan untuk penanaman tebu sebagai bahan baku gula. Analisis Investasi Analisis investasi melibatkan pengumpulan data, perhitungan, dan interpretasi hasil untuk menentukan keuntungan dari investasi untuk mengkompensasi risiko yang terkait. Dalam upaya memenuhi permintaan gula pada PT X, dengan menggunakan analisis investasi dapat membantu mempertimbangkan rencana investasi dan memperkirakan permintaan pasar di masa depan untuk penggunaan lahan tebu. Dengan melakukan analisis investasi yang tepat. PT X dapat meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan dari investasi yang Berdasarkan data dari tahun 2022, diketahui bahwa area tanam yang ada adalah sebesar 13. 358 Ha dengan total hasil tebu sebesar 939. 029 Ton yang dapat menghasilkan gula kristal putih sebesar 65. 452 Ton dengan hitungan rendemen 7. Berdasarkan data permintaan dan perencanaan produksi di tahun 2023 diestimasikan akan mengalami kenaikan kebutuhan lahan untuk area tanam tebu. Berikut merupakan data total kebutuhan lahan pada Tabel 5 Kebutuhan lahan sawah tebu tahun 2023. Total Gula 2023 Total Tebu 2023 Kebutuhan Lahan 2023 Tambahan Kebutuhan Lahan Tahun 2023 (H. 805 Ton 066 Ton 287 Ha 929 Ha Berdasarkan tabel 5 kebutuhan produksi gula di tahun 2023 sebesar 79. 805 Ton, maka dibutuhkan tebu 066 Ton. Kebutuhan tebu ini membutuhkan lahan sebesar 16. 287 Ton dengan hitungan rendemen Dibandingkan dengan total lahan di tahun 2022, pada tahun 2023 kebutuhan lahan mengalami peningkatan 929 Ha. Net cash flow di arus kas tahun 2023 sebesar Rp857. 706 menjadi dasar dalam menghitung net cash flow di masa depan. Pada tahun 2023 hingga 2028. PT X akan memperoleh net cash flow Pada tahun 2023, net cash flow sebesar Rp857. 706, dan meningkat secara bertahap hingga mencapai Rp1. 156 pada tahun 2028. Maka dari itu, akan diadakannya investasi lahan untuk memenuhi kebutuhan lahan untuk tebu yang akan diproduksi. Terdapat 3 alternatif investasi, yaitu alternatif 1 yaitu beli, alternatif 2 yaitu sewa, dan alternatif 3 yaitu 50% beli dan 50% sewa. Pada analisis kelayakan investasi ini, penilaian kelayakan investasi menggunakan metode Net Present Value (NPV). Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PBP). Net Present Value (NPV) lahan gula merupakan metode penilaian nilai investasi yang menggabungkan jumlah investasi sekarang dan jumlah investasi di masa Setelah menghitung Net Present Value (NPV), selanjutnya adalah dilakukannya perhitungan hasil analisis tingkat pengembalian atau Internal Rate of Return (IRR) dari investasi dan Payback Period (PBP). Alternatif 1 (Bel. Untuk menentukan analisis investasi alternatif 1 . pembelian tanah, maka PT X harus mengetahui berapa luas lahan yang diperlukan dalam investasi dan harga beli tanah per hektar. Harga beli tanah per hektar adalah Rp1. 000 dengan kebutuhan tanah sebesar 2. 929 hektar. Pemilihan harga beli tanah didasarkan atas harga beli tanah yang ada di daerah sekitar pabrik untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi distribusi tebu ke pabrik Setelah diketahui net cash flow di masa depan, maka selanjutnya adalah menghitung Net Present Value (NPV) dengan alternatif 1 yaitu beli lahan. Berikut merupakan tabel dari Net Present Value (NPV) beli lahan. Terresa Indrajani Kusuma. Rahaditya Dimas Prihadianto. Silvi Istiqomah Tabel 6 NPV alternatif 1 . Tahun Cash Flow Discount Rate 5,5% -Rp -Rp 2. Rp 1. Rp 1. Rp 1. NPV Rp 1. NPV>0. Investasi Layak Dengan menggunakan metode Net Present Value (NPV), total NPV dari investasi tersebut adalah Rp1. Hasil perhitungan NPV menunjukkan bahwa investasi tersebut layak dilakukan karena NPV lebih besar dari 0, yang berarti proyek tersebut menghasilkan keuntungan. Setelah menghitung NPV, selanjutnya adalah dilakukannya perhitungan hasil Internal Rate of Return (IRR) dari investasi. Berikut merupakan tabel dari Internal Rate of Return (IRR) alternatif 1 . Tabel 7 IRR alternatif 1 (Bel. Tahun Cash Flow Rp -3. Rp 1. Rp 1. IRR IRR>12%, investasi layak Berdasarkan tabel 7, diketahui nilai IRR adalah sebesar 29% yang dihitung dari IRR total laba tahun 2023. Diketahui bahwa investasi beli merupakan investasi yang layak karena nilai IRR>12%. Setelah menghitung IRR, maka selanjutnya adalah menghitung Payback Period (PBP) dari investasi beli. Payback period untuk investasi 1 . adalah 41 bulan. Hal ini berarti bahwa investasi tersebut diharapkan untuk mencapai "titik impas" dalam waktu 41 bulan. Tabel 8 NPV Alternatif 2 (Sew. Tahun Cash Flow -Rp -Rp Rp 925. Rp 974. Rp 1. Rp 1. Rp 1. Rp 832. Rp 831. Rp 830. Rp 829. Rp 828. Rp 827. NPV Rp 4. Discount Rate 5,5% NPV>0. Investasi Layak Jurnal Flywheel: Februari 2024 Alternatif 2 (Sew. Untuk menentukan analisis investasi alternatif 2 . pembelian tanah, maka PT X harus mengetahui berapa luas lahan yang diperlukan dalam investasi dan harga sewa tanah per hektar. Harga sewa tanah per hektar per tahun adalah Rp7. 000 dengan kebutuhan tanah sebesar 2. 929 hektar. Pemilihan harga sewa tanah didasarkan atas harga sewa tanah yang ada di daerah sekitar pabrik untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi distribusi tebu ke pabrik Setelah diketahui net cash flow di masa depan, maka selanjutnya adalah menghitung Net Present Value (NPV) dengan alternatif 2 yaitu sewa lahan. Berikut merupakan tabel dari Net Present Value (NPV) sewa lahan. Dengan menggunakan metode Net Present Value (NPV), total NPV dari investasi tersebut adalah Rp4. Hasil perhitungan NPV menunjukkan bahwa investasi tersebut layak dilakukan karena NPV lebih besar dari 0, yang berarti proyek tersebut menghasilkan keuntungan. Setelah menghitung NPV, selanjutnya adalah dilakukannya perhitungan hasil Internal Rate of Return (IRR) dari investasi. Berikut merupakan tabel dari Internal Rate of Return (IRR) alternatif 2 . Tabel 9 IRR Alternatif 2 (Sew. Tahun IRR Cash Flow IRR>12%, investasi layak Berdasarkan tabel 9, diketahui nilai IRR adalah sebesar 741% yang dihitung dari IRR total laba tahun Diketahui bahwa investasi sewa merupakan investasi yang layak karena nilai IRR>12%. Setelah menghitung IRR, maka selanjutnya adalah menghitung Payback Period (PBP) dari investasi sewa. Payback period untuk investasi 2 . adalah 3 bulan. Hal ini berarti bahwa investasi tersebut diharapkan untuk mencapai "titik impas" dalam waktu 3 bulan. Alternatif 3 (Beli dan Sew. Untuk menentukan analisis investasi alternatif 3 . eli dan sew. , maka PT X harus mengetahui berapa luas lahan yang diperlukan dalam investasi beli dan harga sewa tanah per hektar. Kebutuhan area tanam yang dibutuhkan dibagi menjadi 2 yaitu 50% lahan dengan beli dan 50% lahan dengan sewa. Harga beli tanah per hektar adalah Rp 1. 000 dengan kebutuhan tanah sebesar 1. 465 hektar. Harga sewa tanah per hektar per tahun adalah Rp 7. 000 dan tambahan kebutuhan tanah adalah 1. 465 hektar. Setelah diketahui net cash flow di masa depan, maka selanjutnya adalah menghitung Net Present Value (NPV) dengan alternatif 3 yaitu beli dan sewa Berikut merupakan tabel dari Net Present Value (NPV) beli dan sewa lahan. Tabel 10 NPV Alternatif 3 (Beli dan Sew. Tahun Cash Flow Discount Rate -Rp 1. -Rp 1. Rp 802. Rp 803. Rp 803. Rp 804. 5,5% Rp 1. Rp 1. NPV Rp 804. Rp 805. Rp 3. NPV>0. Investasi Layak Terresa Indrajani Kusuma. Rahaditya Dimas Prihadianto. Silvi Istiqomah Dengan menggunakan metode Net Present Value (NPV), total NPV dari investasi tersebut adalah Rp3. Hasil perhitungan NPV menunjukkan bahwa investasi tersebut layak dilakukan karena NPV lebih besar dari 0, yang berarti proyek tersebut menghasilkan keuntungan. Setelah menghitung NPV, selanjutnya adalah dilakukannya perhitungan hasil Internal Rate of Return (IRR) dari investasi. Berikut merupakan tabel dari Internal Rate of Return (IRR) alternatif 3 . eli dan sew. Tabel 11 IRR alternatif 3 . eli dan sew. Tahun IRR Cash Flow Rp . Rp 1. Rp 1. Rp 1. Rp 1. Rp 1. Rp 1. IRR>12%, investasi layak Berdasarkan tabel 11, diketahui nilai IRR adalah sebesar 65% yang dihitung dari IRR total laba tahun Diketahui bahwa investasi sewa merupakan investasi yang layak karena nilai IRR>12%. Setelah menghitung IRR, maka selanjutnya adalah menghitung Payback Period (PBP) dari investasi beli dan sewa. Payback period untuk investasi 3 . eli dan sew. adalah 20,9 bulan. Hal ini berarti bahwa investasi tersebut diharapkan untuk mencapai "titik impas" dalam waktu 20,9 bulan. Dari ketiga alternatif investasi yang telah dihitung dan dianalisis dengan menggunakan Net Present Value (NPV). Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PBP), alternatif 2 . merupakan pilihan terbaik. Hal ini dikarenakan alternatif 2 . memberikan nilai keuntungan finansial paling tinggi dan waktu pengembalian investasi paling singkat. Alternatif 2 . memiliki Net Present Value atau NPV sebesar Rp4. Ini merupakan NPV tertinggi di antara ketiga alternatif. Alternatif 2 . juga memiliki Internal Rate of Return atau IRR paling tinggi yakni 741%. Angka ini jauh melampaui tingkat pengembalian minimum yang disyaratkan sebesar 12%. Dilihat dari Payback Period atau jangka waktu pengembalian investasi, alternatif 2 . hanya membutuhkan waktu 0,3 bulan. Ini adalah periode balik modal terpendek di antara opsi Semakin singkat Payback Period maka semakin cepat perusahaan bisa mendapatkan kembali uang yang telah dikeluarkan untuk berinvestasi, sehingga mengurangi risiko. Konsep nilai waktu uang . ime value of mone. mengacu pada gagasan bahwa sejumlah uang saat ini lebih berharga daripada jumlah yang sama di masa depan, karena uang saat ini dapat diinvestasikan untuk menghasilkan keuntungan di masa depan. Alternatif 2 . memiliki sejumlah uang saat ini yang diinvestasikan dalam opsi sewa akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar daripada memiliki jumlah yang sama di masa depan. Konsep nilai waktu uang memperkuat kesimpulan bahwa Alternatif 2 (Sew. merupakan pilihan investasi yang Setelah ditinjau dari berbagai kriteria penilaian investasi, alternatif 2 . merupakan opsi terbaik. Opsi investasi ini menjanjikan keuntungan finansial paling besar sekaligus waktu pengembalian modal paling singkat. Oleh karena itu, alternatif 2 layak dipilih sebagai keputusan investasi mengingat manfaat dan hasil yang bakal Kesimpulan Hasil peramalan dengan Single Exponential Smoothing untuk tahun 2023 menggunakan parameter nilai alpha sebesar 0,30. Diperoleh hasil perhitungan Mean Absolute Deviation (MAD) sebesar 6541. Mean Square Error (MSE) sebesar 70321436, dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 337%. Total produksi gula pada tahun 2023 diproyeksikan sebesar 79. 805 ton, dengan rata-rata produksi per bulan dengan jangka waktu produksi 8 bulan dari bulan Mei sampai dengan bulan Desember. Level strategy dipilih menjadi strategi Sales & Operations Planning yang paling efektif perencanaan produksi di PT X. Total biaya yang diperlukan adalah sebesar Rp 94. , yang dihitung berdasarkan jumlah pegawai sebesar 45 orang, total biaya produksi, dan gaji. Berdasarkan pada tahun 2022 dan permintaan penjualan di tahun 2023, menunjukkan bahwa adanya kekurangan lahan untuk penanaman tebu sebagai bahan baku gula sebesar 2. 929 hektar sawah tebu. Jurnal Flywheel: Februari 2024 Terdapat 3 alternatif investasi yaitu alternatif 1 . , alternatif 2 . , dan alternatif 3 . eli dan sew. Dari ketiga alternatif investasi yang telah dihitung dan dianalisis dengan menggunakan Net Present Value (NPV). Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PBP), alternatif 2 . merupakan pilihan terbaik. Hal ini dikarenakan alternatif 2 . memberikan nilai keuntungan finansial paling tinggi dan waktu pengembalian investasi paling singkat. Alternatif 2 . memiliki Net Present Value (NPV) sebesar Rp4. Internal Rate of Return (IRR) sebesar 741%, dan Payback Period (PBP) sebesar 3 bulan. Konsep nilai waktu uang ime value of mone. memperkuat kesimpulan bahwa alternatif 2 . merupakan pilihan investasi yang Referensi