JURNAL APTEK Vol. No. Artikel Ilmiah Aplikasi Teknologi homepage: http://journal. id/index. php/aptek p-ISSN 2085-2630 e-ISSN 2655-9897 Dampak Variasi Dimensi Serat Kaleng Aluminium terhadap Kuat Tekan Beton Nurti Kusuma Anggraini. Fisa Savanti. Listiyono Budi. Retno Mayasari. Arie Taveriyanto. Nathanael Legawa Christian. Rifky Raif Setianto. Sayful Ammar Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang nkanggraini@mail. ABSTRAK Penggunaan bahan daur ulang dalam konstruksi semakin mendapat perhatian sebagai upaya mendukung pembangunan berkelanjutan. Limbah padat yang berpotensi digunakan untuk campuran adalah limbah kaleng aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi dimensi serat kaleng aluminium terhadap kinerja mekanik beton, khususnya kuat tekan. Limbah kaleng aluminium dijadikan serat dengan dipotong menyesuaikan dimensi panjang 5cm dan lebar masing-masing 0,2 cm, 0,5 cm, dan 0,8 cm, dan sebagai campuran beton sebanyak 2% dari volume beton. Pengujian dilakukan pada umur beton 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan dengan adanya penambahan serat aluminium pada beton justru menurunkan performa beton akibat distribusi yang kurang merata. Penambahan serat tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kuat tekan beton. Penambahan serat kaleng menyebabkan kuat tekan beton serat kaleng mengalami penurunan dibandingkan dengan beton tanpa serat, yaitu Beton 0,2 berkurang sebesar 25,91%. Beton 0,5 berkurang sebesar 37,34% dan Beton 0,8 berkurang sebesar 45,43%. Kata kunci: Daur Ulang Kaleng Alumunium. Kuat Tekan Beton. Serat Kaleng ABSTRACT The use of recycled materials in construction is increasingly gaining attention as an effort to support sustainable development. Solid waste that has the potential to be used for mixtures is aluminum can waste. This study aims to analyze the effect of variations in the dimensions of aluminum can fibers on the mechanical performance of concrete, especially compressive strength. Aluminum can waste is made into fibers by cutting them to fit dimensions of 5 cm in length and 0. 2 cm, 0. 5 cm, and 0. 8 cm in width, respectively, and as a concrete mixture of 2% of the concrete volume. Tests were carried out at the age of 28 days of concrete. The results showed that the addition of aluminum fibers to concrete actually reduced the concrete performance due to uneven The addition of fibers did not have a significant effect on the compressive strength of concrete. The addition of can fibers caused the compressive strength of can fiber concrete to decrease compared to concrete without fibers, namely Concrete 0. reduced by 25. Concrete 0. 5 reduced by 37. 34% and Concrete 0. 8 reduced by Keywords: Aluminum Can Recycling. Concrete Compressive Strength. Can Fiber PENDAHULUAN Corresponding Author: uO Nurti Kusuma Anggraini Accepted on: 2025-12-20 Pembangunan infrastruktur yang terus berkembang menuntut ketersediaan material konstruksi yang tidak hanya kuat dan efisien, tetapi juga ramah Salah satu material yang paling banyak digunakan khususnya dalam dunia konstruksi yaitu beton, karena memiliki keunggulan dalam hal kekuatan tekan, daya tahan, dan kemudahan dalam pembentukan. Namun, sifat getas . beton sering kali menjadi kelemahan, terutama dalam menahan gaya tarik dan beban lentur. Oleh karena itu, berbagai penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan Peningkatan performa beton dapat dilakukan melalui berbagai DOI: 10. 30606/aptek. Anggraini et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 154-161, 2025 metode, salah satunya dengan menambahkan material serat ke dalam Seiring perkembangan teknologi material di bidang konstruksi, kebutuhan akan bahan tambah . yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis semakin meningkat. Oleh karena itu, pencarian alternatif material berbasis limbah menjadi perhatian utama dalam pengembangan beton Limbah padat seperti kaleng aluminium bekas merupakan salah satu sumber material yang hingga saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kaleng aluminium memiliki karakteristik ringan, tahan terhadap korosi, serta memiliki kekuatan mekanik yang cukup baik, sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan serat tambahan dalam beton. Penambahan serat dalam beton bertujuan untuk meningkatkan sifat mekanik, khususnya dalam hal ketahanan terhadap retak serta peningkatan Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penggunaan serat logam, seperti baja dan aluminium, mampu meningkatkan kuat lentur dan kuat tarik beton. Namun demikian, efektivitas serat sangat dipengaruhi oleh ukuran, bentuk, dan distribusinya di dalam campuran beton. Melalui pendekatan inovatif dalam pengolahan limbah menjadi bahan tambah konstruksi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 9, khususnya dalam pengembangan industri dan infrastruktur yang berkelanjutan serta berwawasan lingkungan. Penelitian ini difokuskan pada pemanfaatan limbah kaleng aluminium yang dipotong menjadi serat dengan variasi ukuran panjang, yaitu 0,2 cm, 0,5 cm, dan 0,8 cm. Pengaruh penambahan serat aluminium tersebut dianalisis terhadap kinerja beton, dengan fokus utama pada kuat tekan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif solusi dalam pengelolaan limbah sekaligus mendorong inovasi material ramah lingkungan di bidang konstruksi. MATERIAL DAN METODE 1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilaksanakan di Seluruh rangkaian penelitian dilakukan di Laboratorium Struktur Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dimensi serat limbah kaleng aluminium terhadap kuat tekan beton. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif, di mana data hasil pengujian dianalisis secara statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas . imensi serat aluminiu. dan variabel terikat . uat tekan beto. 2 Material Material utama yang digunakan dalam penelitian ini meliputi semen Portland, agregat halus . , agregat kasar . , air, serta serat dari limbah kaleng aluminium. Limbah kaleng aluminium dipotong secara manual menjadi serat dengan panjang tetap 5 cm dan tiga variasi lebar, yaitu 0,2 cm, 0,5 cm, dan 0,8 cm. Variasi campuran beton yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas empat jenis, yaitu: Beton tanpa serat (BN) Beton dengan serat aluminium 0,2 cm y 5 cm (B 0,. Beton dengan serat aluminium 0,5 cm y 5 cm (B 0,. Beton dengan serat aluminium 0,8 cm y 5 cm (B 0,. Anggraini et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 154-161, 2025 Pada setiap variasi beton berserat, proporsi serat aluminium yang digunakan adalah 2% dari volume beton. 3 Metode Penelitian Persiapan Material Sebelum proses pencampuran beton dilakukan, seluruh material terlebih dahulu dipersiapkan secara cermat untuk memastikan keseragaman, kualitas, dan konsistensi hasil penelitian. Tahapan persiapan material meliputi: Semen Semen yang digunakan adalah Semen Portland Tipe I (OPC) yang memenuhi standar SNI. Semen disimpan di tempat kering dan tertutup untuk menjaga kualitas serta mencegah terjadinya penggumpalan sebelum Agregat Halus dan Agregat Kasar Agregat halus berupa pasir terlebih dahulu disaring dan dicuci untuk menghilangkan kotoran, lumpur, dan partikel halus yang tidak diinginkan. Agregat kasar berupa kerikil dipisahkan berdasarkan ukuran dengan diameter maksimum 20 mm, kemudian dibersihkan dari lumpur dan bahan organik yang dapat mempengaruhi ikatan beton. Air Air yang digunakan adalah air bersih yang bebas dari zat kimia, minyak, atau bahan lain yang dapat mengganggu proses hidrasi semen serta mempengaruhi mutu beton. Serat Limbah Kaleng Aluminium Limbah kaleng aluminium dikumpulkan dari sumber limbah domestik maupun industri. Kaleng aluminium kemudian dipotong secara manual menggunakan alat potong khusus menjadi serat dengan variasi lebar 0,2 cm, 0,5 cm, dan 0,8 cm, serta panjang 5 cm. Serat aluminium yang telah dipotong dibersihkan dari kotoran, debu, dan minyak agar tidak mengganggu proses pencampuran beton. Selanjutnya, serat disimpan dalam wadah tertutup untuk mencegah kontaminasi sebelum digunakan. Gambar 1. Material yang digunakan Desain Campuran Beton Desain campuran beton dalam penelitian ini dirancang untuk menghasilkan beton dengan kuat tekan target sebesar 25 MPa pada umur 28 hari, sesuai dengan standar mutu beton struktural yang umum digunakan. Penambahan serat aluminium dilakukan sebesar 1% dari volume beton. Anggraini et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 154-161, 2025 Gambar 2. Campuran Beton Empat variasi campuran beton disiapkan dalam penelitian ini, yaitu beton kontrol tanpa serat dan tiga campuran dengan serat aluminium berukuran Untuk menjamin homogenitas campuran, serat aluminium dicampurkan bersama agregat sebelum pencampuran dengan semen dan air Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Proses selanjutnya melakukan pembuatan benda uji setelah seluruh material disiapkan dan ditimbang sesuai proporsi dalam desain campuran Setelah adukan beton siap, campuran dituangkan ke dalam cetakan Cetakan beton yang digunakan yaitu cetakan silinder 15 cm x 30 cm. Gambar 3. Benda Uji Setelah cetakan terisi penuh, permukaan benda uji diratakan dan diberi label sesuai variasi campuran. Benda uji kemudian dibiarkan mengeras di tempat yang terlindung selama 24 jam. Setelah itu, benda uji dikeluarkan dari cetakan dan direndam dalam bak curing berisi air bersih pada suhu ruang selama 28 hari agar proses hidrasi berlangsung sempurna. Pengujian Kuat Tekan Beton Metode pengujian yang dilakukan yaitu dengan melakukan pengujian kuat tekan yang bertujuan untuk menilai mutu beton, khususnya dalam menahan gaya tekan. Pengujian kuat tekan beton dilakukan sesuai standar pengujian untuk kuat tekan berdasarkan SNI 1974:2011. Mesin uji tekan kemudian dijalankan dengan kecepatan beban yang konstan hingga benda uji terlihat mengalami keruntuhan. Anggraini et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 154-161, 2025 Gambar 4. Proses pengujian Kuat Tekan Beton Setiap variasi dimensi campuran diuji dengan tiga benda uji untuk mendapatkan hasil yang lebih representatif dan dapat dibandingkan secara Hasil dari pengujian ini kemudian dianalisis untuk melihat pengaruh ukuran serat aluminium terhadap nilai kuat tekan beton. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah melakukan pengujian kuat tekan maka selanjutnya menganalisa hasil dan pembahasan. Hasil pengujian menunjukkan penurunan nilai kuat tekan pada semua variasi dimensi beton yang ditambahkan serat limbah kaleng aluminium dibandingkan dengan beton normal . anpa sera. Adapun penurunan tersebut cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya panjang serat aluminium yang digunakan. Hasil nilai pengujian didaptkan rata-rata kuat tekan diperoleh seperti ditunjukkan pada tabel berikut: Benda Uji B 0,2 B 0,2 B 0,2 B 0,5 B 0,5 B 0,5 B 0,8 B 0,8 B 0,8 Kuat Tekan (MP. 24,99 24,91 25,21 19,94 19,26 16,44 14,00 14,60 18,47 14,98 10,93 15,06 Kuat Tekan Ratarata (MP. 25,04 18,55 15,69 13,66 Dari hasil di atas, terlihat bahwa penambahan serat aluminium sedikit menurunkan kuat tekan beton dibandingkan dengan beton normal. Hal ini dapat disebabkan oleh terganggunya homogenitas campuran beton akibat kehadiran serat, terutama pada ukuran serat yang lebih panjang. Pada serat berukuran 0,8 cm, penurunan kuat tekan lebih signifikan, yang kemungkinan disebabkan oleh distribusi serat yang tidak merata dan potensi terbentuknya rongga udara . saat pengecoran. Anggraini et al. Aplikasi Teknologi. Vol. No. 1, hal. 154-161, 2025 Gambar 1. Perbandingan Beton Normal dengan Beton Serat Kaleng Jenis beton BN dikategorikan sebagai beton normal dimana tanpa campuran serat kaleng aluminium, hasil kuat tekan rata-rata yang dicapai sebesar 25,04 MPa, menunjukkan performa mekanis beton yang optimal sesuai dengan standar beton mutu menengah. Namun, saat dilakukan penambahan serat aluminium dari kaleng bekas ke dalam campuran beton (B 0,2. B 0,5. dan B 0,. , terjadi penurunan signifikan pada kuat tekan yang A Beton B 0,2 yang menggunakan serat aluminium ukuran 0,2 cm x 5 cm, menunjukkan kuat tekan rata-rata 18,55 MPa, atau menunjukkan penurunan sebesar 26% dari beton normal. A Beton B 0,5 dengan serat ukuran 0,5 cm x 5 cm, mengalami penurunan lebih besar, yaitu mencapai 15,69 MPa atau sebesar 37% dari beton normal. A beton B 0,8 yang menggunakan ukuran serat paling besar, yaitu 0,8 cm x 5 cm, menunjukkan penurunan paling drastis, yakni menjadi 13,66 MPa, atau menunjukkan penurunan sebesar 45% dari beton tanpa serat. Penurunan kuat tekan ini dapat dikatakan bahwa penambahan serat kaleng aluminium tidak memberikan kontribusi positif terhadap kekuatan tekan beton, bahkan cenderung menurunkan performa mekanisnya. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini seperti halnya penambahan variasi dimensi serat limbah kaleng aluminium sebagai bahan campuran beton tidak menghasilkan konstribusi terhadap peningkatan kuat tekan, bahkan menurunkan nilai kuat tekan secara bertahap seiring bertambahnya ukuran Ukuran serat 0,8 cm menunjukkan penurunan paling signifikan, yakni sebesar 45%. Penggunaan penambahan serat hasil pengolahan kaleng aluminium bekas belummemenuhi kriteria untuk rekomendasi dengan tujuan peningkatan kuat tekan beton, karna masih perlu adanya pengujian lebih lanjut yang menyeluruh. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih kami berikan kepada Universitas Negeri Semarang Fakultas Teknik yang telah dan mendukung kegiatan penelitian dasar ini, sehingga dapat berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA