Jurnal Teknologi. Vol. No. April 2026, 18-26 Rancang Bangun Aplikasi Pengaduan Layanan Publik Sebagai Media Pengaduan Masyarakat Desa Pagarawan Berbasis Android Rafi Alzibar*. Ahmat Josi. Vivin Mahat Putri Jurusan Informatika dan Bisnis. Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung Jl. Timah Raya. Air Kantung Sungailiat Bangka. Indonesia * E-mail: rafialzibar01092004@gmail. Abstract Article history: Received: 01-12-2025 Accepted: 29-12-2025 Published: 12-03-2026 Keywords: blackbox testing. complaint application. public service. Public services that are still carried out manually in Pagarawan Village require people to come directly to the village office to submit complaints, which is considered inefficient in today's digital era. To address this issue, this study aims to design and develop an Androidbased public service complaint application as a medium for the community to convey their aspirations digitally. The method used is the Prototype method, which includes the stages of requirements gathering, design, prototype evaluation, coding, testing, and system System testing was carried out using Black Box testing involving the Pagarawan Village Office and the community as users. The test results showed that all main features, such as registration, login, complaints, report status monitoring, and data management by the admin, functioned properly and as needed. In addition, user satisfaction testing through User Acceptance Testing (UAT) resulted in a score of 84. 32%, which falls into the AuVery GoodAy category, indicating that the system is well-received by users and provides a satisfying user experience. This application is expected to become an effective digital innovation in improving the efficiency of complaint handling, accelerating follow-up on reports, and strengthening the quality of public services at the village level through the use of information technology. Pendahuluan Pelayanan publik yang memuaskan dapat mengurangi keluhan dan pengaduan dari Pengaduan muncul sebagai bentuk ekspresi ketidakpuasan terhadap layanan yang diberikan, baik secara lisan maupun tertulis, kepada penyelenggara pelayanan publik yang dilaksanakan oleh pemerintah. Pengaduan dapat disampaikan secara verbal atau tertulis kepada instansi terkait dengan tujuan untuk mendapatkan tindak lanjut dan perbaikan kualitas layanan. Namun, saat ini masih banyak daerah yang memakai cara pengaduan lama, termasuk di Desa Pagarawan. Kecamatan Merawang. Dari hasil pengamatan awal, warga di desa ini masih harus datang langsung ke kantor desa untuk menyampaikan keluhan, baik secara tertulis maupun lisan. Tentu saja ini jadi hambatan, apalagi bagi mereka yang punya keterbatasan waktu atau sulit untuk pergi ke kantor desa. Di era digital sekarang, cara seperti ini terasa kurang praktis dan tidak Data dari Ombudsman Republik Indonesia kepuasan masyarakat terhadap layanan penanganan laporan/pengaduan pada tahun 2022 memperoleh nilai indeks 3,19 dengan kategori AuBaikAy, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas layanan agar lebih efisien. Dengan berkembangnya teknologi, penggunaan sistem informasi digital dalam layanan publik memiliki peran penting untuk mempercepat sekaligus mempermudah proses pengelolaan pengaduan dari masyarakat. Kajian Padiku menyatakan bahwa penerapan teknologi sistem informasi dapat membantu menyederhanakan proses, mempercepat penyelesaian, dan meningkatkan efisiensi dalam menangani pengaduan. Selain itu. Aprillina mengungkapkan bahwa efisiensi layanan publik dapat meningkat dengan adanya penerapan e-government, terutama melalui pengelolaan pengaduan yang dilakukan secara digital. Riset Fachrie menegaskan bahwa layanan pengaduan berbasis mobile memiliki peran penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti proses yang terlalu rumit, kurangnya transparansi, dan akses layanan yang belum sepenuhnya mudah dijangkau. Sementara itu. Septaningsih dan Mustofa menemukan bahwa aplikasi pengaduan digital mempermudah warga dan pegawai dalam menyampaikan keluhan dengan cara yang lebih cepat, aman, dan teratur, serta menyediakan Jurnal Teknologi. Vol. No. April 2026, 18-26 fitur pelacakan status secara realtime untuk laporan. Penerapan sistem pengaduan online seperti LAPOR! di Kota Bandung terbukti efektif menjadi jembatan antara aspirasi warga dan instansi terkait, sehingga penanganan setiap laporan dapat dilakukan lebih cepat. Meski begitu, sosialisasi kepada masyarakat masih perlu ditingkatkan agar pemanfaatan sistem ini bisa berlangsung lebih maksimal. Riset pengaduan tanpa perlu datang langsung ke kantor layanan, sehingga proses pelaporan keluhan menjadi lebih praktis dan tindak lanjut dari pihak terkait bisa dilakukan lebih cepat. Temuan ini sejalan dengan tuntutan masa kini untuk menghadirkan layanan publik yang cepat, transparan, dan efisien dengan memanfaatkan teknologi yang mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Berdasarkan permasalahan Metode Penelitian ini menggunakan metode pengembangan prototype, yang diawali dengan pembuatan rancangan awal sistem sebagai bentuk awal dari aplikasi. Rancangan tersebut kemudian diuji dan dievaluasi langsung oleh calon pengguna untuk mendapatkan masukan tersebut, dibutuhkan solusi berbasis teknologi yang mampu menanganinya secara efektif. Salah satu langkah yang dianggap tepat adalah pengembangan sistem pengaduan masyarakat berbasis Android. Melalui aplikasi ini, warga dapat menyampaikan keluhan secara fleksibel tanpa terikat waktu maupun lokasi, sehingga tidak perlu lagi datang ke kantor desa. Selain itu, aplikasi mobile juga dapat dilengkapi dengan fitur penting seperti penyimpanan dokumentasi pengaduan, hingga riwayat tanggapan, yang semuanya dapat meningkatkan kualitas serta mempercepat proses layanan publik. Seperti penelitian sebelumnya oleh. yang berjudul Pengembangan Aplikasi Layanan Pengaduan Masyarakat untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pasuruan Berbasis Android, kebaruan dari penelitian ini terletak pada lokasi penelitian, yaitu Desa Pagarawan, serta metode pengembangan sistem yang digunakan, yaitu metode Prototype sebagai dasar pengembangan. dan perbaikan. Metode ini diterapkan untuk memastikan bahwa hasil yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan pengguna. Setelah itu, dilakukan beberapa tahapan lanjutan. Tahapantahapan yang dilakukan dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Tahapan pengembangan Pengumpulan Kebutuhan Dalam pengembangan sistem ini, proses pengumpulan kebutuhan dilakukan melalui wawancara langsung dengan Stakeholder kantor Desa dan masyarakat Desa Pagarawan. Melalui sesi tanya jawab tersebut, peneliti berusaha memperoleh gambaran menyeluruh mengenai sistem aplikasi yang diinginkan. Hasil didokumentasikan secara rapi agar dapat dianalisis lebih lanjut. Dari data yang terkumpul, dilakukan pengumpulan kebutuhan untuk memastikan bahwa sistem yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna, sekaligus untuk mencegah terjadinya kesalahan arah dalam proses pengembangan sistem. Jurnal Teknologi. Vol. No. April 2026, 18-26 Perancangan Prototype Setelah tahap pengumpulan kebutuhan sistem selesai dilakukan, langkah berikutnya adalah merancang prototype. Pada tahap ini, peneliti menyusun desain konseptual sistem dengan memanfaatkan UML (Unified Modeling Languag. sebagai alat bantu pemodelan. Pembuatan prototype ini bertujuan untuk menguji dan mengevaluasi konsep, fitur, serta fungsi utama sistem secara menyeluruh sebelum masuk ke tahap implementasi. Evaluasi Prototype Tahap berikutnya adalah evaluasi prototype, yang dilakukan melalui interaksi langsung antara peneliti dan Kantor Desa Pagarawan. Pada tahap ini, kedua pihak mendiskusikan rancangan prototype yang telah dibuat, sekaligus meninjau bagian-bagian yang perlu disesuaikan agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna. Selain itu, sesi evaluasi ini juga dimanfaatkan untuk mengumpulkan masukan dan saran positif untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan penggunaan Pengkodean Sistem Setelah prototype disetujui, desain yang telah diselesaikan akan diimplementasikan melalui proses pengkodean. Tahap ini bertujuan untuk mengembangkan sistem website yang dinamis dan sepenuhnya selaras dengan kebutuhan pengguna yang telah didefinisikan pada langkah-langkah sebelumnya. Pengujian Sistem Setelah proses implementasi atau penulisan kode sistem selesai, tahap berikutnya adalah pengujian sistem. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap fitur dan fungsi yang dikembangkan berjalan sesuai dengan desain prototype yang telah disepakati sebelumnya, sehingga sistem dapat berfungsi dengan baik dan memenuhi kebutuhan Evaluasi Sistem Pada tahap ini, jika hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem masih tidak sesuai dengan desain prototype yang ditetapkan, maka dilakukan perbaikan dan penulisan kode ulang hingga sistem bekerja sesuai dengan harapan. Sebaliknya, jika sistem telah sesuai dan dinilai layak digunakan, maka sistem tersebut dapat dinyatakan siap untuk diterapkan secara resmi. Hasil dan Pembahasan Rancangan Use Case Diagram Use Case Diagram digunakan untuk menggambarkan hubungan antara aktor dan sistem yang sedang dibangun melalui fitur-fitur yang tersedia serta siapa saja yang bisa Dengan adanya diagram ini, perancang sistem dapat lebih mudah memahami kebutuhan pengguna sekaligus mengetahui batasan dari sistem yang akan dibuat. Use Case Diagram yang menunjukkan rancangan sistem yang menggambarkan fungsifungsi yang dapat digunakan oleh setiap aktor diperlihatkan pada Gambar 2. Diagram ini juga menjelaskan bagaimana setiap aktor berperan dan berinteraksi dengan sistem sesuai tugasnya masing-masing. Gambar 2. Use case diagram Jurnal Teknologi. Vol. No. April 2026, 18-26 Rancangan Activity Diagram Activity Diagram digunakan untuk menunjukkan alur proses atau aktivitas di dalam sistem yang akan dibangun, mulai dari langkah awal, keputusan-keputusan yang terjadi selama proses berjalan, hingga tahapan proses tersebut berakhir. 1 Activity Diagram Pendaftaran Activity diagram pendaftaran yang menunjukkan pada aktor warga proses awal dimulai dengan pendaftaran akun dengan memasukkan data yang sesuai diperlihatkan pada Gambar 3. Jika sesuai, maka sistem akan menerima data pendaftaran lalu menampilkan data pendaftaran ke halaman admin. Aktor admin dapat menerima atau menolak akun pendaftaran dari warga. Jika ditolak maka warga harus melakukan pendaftaran ulang, jika diterima maka aktor warga bisa melakukan maka warga harus melakukan login ulang, jika berhasil maka warga akan masuk ke halaman Warga dapat melakukan pengaduan dengan mengisi formulir pengaduan, jika sudah diisi maka sistem akan menyimpan data formulir pengaduan dan menampilkannya di halaman Aktor admin bisa mengelola status pengaduan jika status pengaduan sudah diproses maka sistem akan menampilkan status pengaduan ke halaman warga lalu warga juga bisa memantau status pengaduan. Gambar 4. Activity diagram pengaduan Gambar 3. Activity diagram pendaftaran 2 Activity Diagram Pengaduan Activity diagram pengaduan yang menunjukkan pada aktor warga diawali dengan proses login lalu sistem akan melakukan validasi login ditunjukkan pada Gambar 4. Jika gagal 3 Activity Diagram Kelola Pengaduan Gambar 5 menunjukkan pada aktor admin diawali dengan proses login lalu sistem akan melakukan validasi login, jika gagal maka warga harus melakukan login ulang, jika berhasil maka warga akan masuk ke halaman Dashboard. Admin bisa mengelola pengaduan dan status pengaduan juga bisa diperbarui. Jurnal Teknologi. Vol. No. April 2026, 18-26 Tampilan tersebut dapat dilihat pada Gambar 7. Gambar 6. Halaman login dan pendaftaran Gambar 5. Activity diagram kelola pengaduan Tampilan Antarmuka Pengguna Antarmuka halaman utama beserta berbagai fitur yang dapat diakses oleh pengguna pada Sistem Pengaduan Layanan Masyarakat, sehingga pengguna dapat dengan mudah melihat dan menjelajahi setiap fitur yang tersedia. 1 Halaman Login dan Pendaftaran Halaman pendaftaran dan login berfungsi sebagai tampilan awal ketika pengguna membuka aplikasi. Pengguna bisa melakukan pendaftaran akun dan bisa login untuk masuk ke halaman utama aplikasi. Tampilan tersebut dapat dilihat pada Gambar 6. 2 Halaman Utama Formulir Pengaduan Pada halaman utama menampilkan data profil pengguna dan statistik mengenai laporan. Pada halaman formulir pengaduan berfungsi sebagai inputan pengguna untuk melakukan Gambar 7. Halaman utama dan formulir 3 Halaman Riwayat Pengaduan dan Profil Pengguna Pada halaman riwayat pengaduan berfungsi agar pengguna bisa melihat seluruh riwayat pengaduan pengguna. Pada halaman profil menampilkan nama pengguna, aktor pengguna dan beberapa pengaturan akun. Tampilan tersebut dapat dilihat pada Gambar 8. Jurnal Teknologi. Vol. No. April 2026, 18-26 5 Halaman Kelola Pengaduan dan Data Pengaduan Halaman kelola pengaduan menampilkan statistik mengenai pengaduan dan 2 buah button berupa Jenis Pengaduan dan Data Pengaduan yang jika diklik akan menuju ke halaman Pada halaman data pengaduan menampilkan semua data pengaduan dari pengguna termasuk juga statistik mengenai pengaduan pengguna. Tampilan tersebut dapat dilihat pada Gambar 10. Gambar 8. Halaman riwayat pengaduan dan profil pengguna 4 Halaman Dashboard Admin dan Data Warga Halaman Dashboard Admin dan data warga yang hanya bisa diakses oleh admin. Halaman dashboard menampilkan statistik singkat mengenai pengaduan pengguna. Pada halaman data warga berfungsi menampilkan data pengguna dan juga bisa mengelola data pengguna. Tampilan tersebut dapat dilihat pada Gambar 9. Gambar 10. Halaman kelola pengaduan dan data Gambar 9. Halaman dashboard admin dan data Pengujian Sistem Pengujian ini menggunakan metode Black Box. Pengujian Black Box adalah metode pengujian yang berfokus pada fungsi-fungsi yang ada dalam perangkat lunak untuk memastikan semuanya bekerja dengan baik tanpa melihat struktur logika di dalamnya. Melalui pengujian ini, dipastikan bahwa program tidak mengalami error, dapat berjalan dengan melakukan berbagai transaksi seperti input, edit, hapus, dan update data, serta mampu menghasilkan output sesuai kebutuhan pengguna. Dengan metode Black Box ini melibatkan Stakeholder Kantor Desa Pagarawan dan warga sebagai pengguna sistem. Proses pengujian dilakukan dengan mengisi formulir yang berisi beberapa pertanyaan terkait pengalaman mereka saat menggunakan sistem. Hasil dari Jurnal Teknologi. Vol. No. April 2026, 18-26 pengujian black box testing aktor warga dan admin dapat dilihat pada Tabel 1 dan Tabel 2. Dengan demikian, sistem dinyatakan sesuai dan siap digunakan oleh pengguna. Tabel 1. Hasil black box testing warga Fitur Deskripsi Hasil Daftar Warga bisa melakukan register akun agar bisa login ke aplikasi. Sesuai Login Warga bisa melakukan login dan masuk ke halaman utama aplikasi. Sesuai Pengaduan Warga bisa melakukan pengaduan dan mengisi formulir pengaduan yang ada di halaman pengaduan. Sesuai Status Pengaduan Warga bisa melakukan pemantauan status pengaduan apakah sudah ditindaklanjuti atau belum. Sesuai Notifikasi Warga bisa menerima notifikasi mengenai akun yang sudah dikonfirmasi dan pengaduan yang sedang diproses. Sesuai Pengujian dengan Kuesioner Setelah tahap uji kelayakan dengan metode black box selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah pengujian menggunakan kuesioner untuk mengetahui seberapa puas pengguna terhadap sistem. Metode yang digunakan yaitu User Acceptance Testing (UAT). UAT dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh komponen yang tercantum dalam dokumen requirement sudah benar-benar diterapkan ke dalam perangkat lunak yang sedang diuji, atau masih ada bagian yang belum terimplementasi. Pengujian kuesioner ini melibatkan 38 responden, yang terdiri dari pegawai Kantor Desa Pagarawan dan Masyarakat Desa Pagarawan. Total pertanyaan, bobot nilai masingmasing diperlihatkan pada Tabel 3. Dari Tabel 3 terlihat ada terdapat 10 pertanyaan dari kuesioner dengan kategori jawaban Sangat Setuju (SS) dengan nilai 5. Setuju (S) dengan nilai 4. Netral (N) dengan nilai 3. Tidak Setuju . dengan nilai 2. Sangat Tidak Setuju (STS) dengan nilai 1. Tabel 3. Total bobot jawaban Tabel 2. Hasil black box testing admin Fitur Data Deskripsi Admin bisa melihat dan akun pengguna yang pendaftaran ke aplikasi pengaduan masyarakat Hasil Sesuai Laporan Pengaduan Admin bisa melihat dan memproses pengaduan Sesuai Layanan Pengaduan Admin bisa mengelola jenis layanan pengaduan. Sesuai Notifikasi Admin bisa menerima notifikasi warga yang mendaftar akun dan warga yang melakukan Sesuai Berdasarkan hasil pengujian black box aktor warga dan admin pada Tabel 1 dan Tabel 2, dapat disimpulkan bahwa semua fungsi dalam sistem telah diuji dan berfungsi dengan baik. Pertanyaan Total SS=5 Jumlah Jawaban S=4 N=3 TS=2 STS=1 Hasil perhitungan UAT diperlihatkan Tabel 4. Terlihat bahwa jumlah responden yang memilih Sangat Setuju . mencapai frekuensi jawaban sebesar 87. Setuju . Netral . sebesar 5 dan lainnya tidak ada yang memilih. Dengan User Acceptance Testing (UAT) didapati nilai sebesar 84,32%. Jurnal Teknologi. Vol. No. April 2026, 18-26 Tabel 4. Hasil perhitungan metode UAT Kategori Jawaban Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Hasil UAT (%) = Frekuensi Jawaban 87 x 5 288 x 4 Total Skor Skor Total Skor Keseluruhan frekuensi Jawaban ycu 100% = ycu 100% Total Responden = 84,32% Berdasarkan data kriteria skor UAT pada Tabel 5 hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Sistem Pengaduan Layanan Masyarakat sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna dan mampu memberikan pengalaman yang sesuai dengan harapan warga saat digunakan. Tabel 5. Kriteria skor UAT Skor Kriteria 0,0% Ae 20,0% Tidak Baik 21,0% Ae 40,0% Kurang Baik 41,0% Ae 60,0% Cukup 61,0% Ae 80,0% Baik 81,0% Ae 100,0% Sangat Baik Kesimpulan Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa aplikasi pengaduan layanan masyarakat berbasis Android yang dikembangkan berhasil menjadi solusi bagi warga Desa Pagarawan untuk menyampaikan keluhan secara lebih praktis dan cepat tanpa harus datang ke kantor desa. Proses pembuatannya dilakukan melalui metode Prototype, mulai dari pengumpulan kebutuhan, pembuatan desain awal, evaluasi, hingga pengkodean dan pengujian sistem. Hasil pengujian menggunakan metode Black Box menunjukkan bahwa semua fitur utama, seperti pendaftaran, login, pengiriman pengaduan, pemantauan status laporan, serta pengelolaan laporan oleh admin, sudah berjalan sesuai Selain itu, hasil uji kepuasan pengguna melalui metode UAT memperoleh nilai 84,32%, yang menunjukkan bahwa aplikasi ini diterima dengan baik dan dinilai memuaskan oleh Secara keseluruhan, aplikasi ini meningkatkan kecepatan penanganan keluhan, memperlancar proses tindak lanjut laporan, dan meningkatkan kualitas serta transparansi layanan publik di tingkat desa melalui pemanfaatan teknologi informasi. Ucapan Terima Kasih