Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol. 13,No. 1, 2025, . E-ISSN: 2579-6437 Doi: https://doi. org/10. 61111/jeps. Pengaruh Literasi Keuangan Syariah Terhadap Minat Masyarakat Menjadi Nasabah Bank Syariah di Indonesia (Studi Masyarakat Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selata. Kinandhana Widya Dewi1. Nur Syamsudin Buchori2. Addys Aldizar3 ) Institut Agama Islam SEBI. Depok. Indonesia 1,2,3 Abstract This study aims to analyze the influence of Islamic financial literacy on public interest in becoming customers of Islamic banks. Data were obtained by distributing questionnaires to 108 respondents in 6 sub-districts in Jagakarsa District, with a focus on 100 respondents who had never transacted at an Islamic bank. Data analysis was performed using the Structural Equation Modeling (SEM) method based on Partial Least Square (PLS) with the SmartPLS 3. 3 application. The results showed that Islamic financial literacy had a positive influence on interest in becoming Islamic bank customers by 39. Meanwhile, the T-Statistics of 12,689 indicated that the hypothesis results were considered statistically significant and it can be believed that there is a strong relationship between Islamic financial literacy and a community's interest in becoming a customer of Islamic banks. Based on these results, this study recommends improving educational programs in various ways. In future research, it is hoped that other independent variables will be examined. Keywords: Islamic Financial Literacy. Interest in Becoming a Customer. Islamic Banking. Islamic Finance. Islamic Financial Education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan syariah terhadap minat masyarakat menjadi nasabah di bank syariah. Data diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada 108 responden di 6 kelurahan di Kecamatan Jagakarsa, dengan fokus pada 100 responden yang belum pernah bertransaksi di bank Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan aplikasi SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah memiliki pengaruh positif terhadap minat menjadi nasabah bank syariah sebesar 39,1%. Sedangkan TStatistics sebesar 12. 689 menunjukkan bahwa hasil hipotesisnya dianggap signifikan secara statistik dan dapat diyakini bahwa ada hubungan yang kuat antara literasi keuangan syariah dan minat seorang masyarakat menjadi nasabah di bank syariah. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan peningkatan program edukasi dengan berbagai cara. Pada penelitian selanjutnya diharapkan meneliti variabel independen lain. Kata Kunci: Literasi Keuangan Syariah. Minat Menjadi Nasabah. Bank Syariah. Keuangan Syariah. Edukasi Keuangan Syariah. Article History: History: Received : 09/2024. Revised : 01/2024. Accepted Corresponding Author: kinandhana. qvi@gmail. All current issues and full text available at: https://journal. id/index. php/jeps : 03/2025 This is an open access article distributed under the terms of the Creative Commons attribution license . ttp://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah . PENDAHULUAN Hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah memiliki telepon genggam. Seharusnya kecerdasan otak dan kemajuan teknologi yang mendukung dapat mengakibatkan semakin baiknya suatu keputusan yang diambil oleh individu dalam berbagai bidang (Nurjannah, 2. Contoh bidang penting yang mewajibkan seorang individu memiliki informasi yang terpercaya dan relevan ialah bidang keuangan. Informasi keuangan yang terpercaya dan relevan dapat dibaca langsung oleh individu dari telepon genggam hanya dengan beberapa kali sentuh saja. Namun yang jadi momok permasalahannya ialah kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia dalam kegiatan literasi. Kompetensi dasar penting manusia salah satunya yaitu literasi, karena kompetensi ini untuk menjalankan kehidupannya sehari Ae hari. Tingkat buta aksara di negara kita masih dapat dibilang tinggi, hal ini memicu rendahnya tingkat literasi. Indonesia termasuk dalam negara yang belum dapat menangani angka buta aksara yang terjadi di masyarakat, faktornya datang dari pendidikan ataupun faktor keuangan negara. Bahkan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud, 2. dalam Suratno et al. , . menyebutkan bahwa angka buta aksara di Indonesia sampai berjuta Ae juta jiwa jumlahnya. Pada tahun 2019 data buta aksara yang terdaftar sebanyak 3. 136 jiwa lalu mengalami penurunan pada 2020 data buta aksara yang terdaftar sebanyak 2. 060 jiwa. Pemerintah Indonesia juga tetap mengusahakan yang terbaik agar tingkat buta aksara ini semakin menurun setiap tahunnya sampai sudah tidak ada lagi masyarakat yang harus merasakan masalah ini. Kementerian Keuangan RI juga mengupayakan perubahan dalam literasi keuangan ini dapat dimulai dari Gen Z yakni manusia yang lahir direntang tahun 1997 hingga tahun 2012. Setahun lalu. Kementerian Keuangan menyelenggarakan seminar acara AoLiterasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT)Ao di Surabaya, namun tahun ini diselenggarakan di Bogor tepatnya di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University. Kurang lebih ada 700 peserta yang dari kalangan mahasiswa, akademisi, perwakilan institusi, perwakilan pemerintahan, hingga perwakilan mitra Acara ini menghadirkan narasumber untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan yaitu Brenda Andrina seorang Financial Content Creator yang mewakili suara Gen Z tentang keuangan. Direktur Utama Bank Tabungan Negara yakni Nixon Napitupulu dan bawahannya seringkali menolak untuk memberikan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) terhadap orang yang sudah pernah menunggak pembayaran pinjol (Aprilia. Nixon mengatakan bahwa penyaluran KPR subsidi mestinya mudah, namun malah dipersulit dari tindakan seorang nasabah dimasa lampau karena Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekarang juga meliputi kolektibilitas pinjol. Rata-rata usia yang seringkali menggunakan pinjol ini merupakan Gen-Y dan Gen-Z. Nixon juga menegaskan bahwa nilai kolektibilitas tersebut tidak melihat nominal dari pinjaman, sekalipun jumlah pinjaman macet di . Dewi. KW. Pengaruh Literasi Keuangan Syariah Terhadap Minat Masyarakat Menjadi Nasabah Bank Syariah di Indonesia (Studi Masyarakat Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selata. pinjol hanya sebesar Rp100. Nixon mengatakan hal ini tetap juga menjadi Diagram 1: Indeks Literasi Keuangan Syariah di Indonesia Sumber: Laman Resmi Statistika. Otoritas Jasa Keuangan . Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK yakni Sondang Martha mengemukakan bahwa literasi keuangan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan (Arviana, 2. Beliau juga berkata bahwa literasi keuangan yang rendah dapat mengenai dampak-dampak buruk pada masa kini bahkan masa depan. Beliau juga melihat dari maraknya kasus masyarakat yang terjerat di pinjaman online dan investasi-investasi bodong melalui aplikasi. Oleh karena itu, dari semua pembahasan dan latar belakang ini, maka peneliti akan lebih lanjut membahas mengenai Pengaruh Literasi Keuangan Syariah Terhadap Minat Menjadi Nasabah di Bank Syariah. Penelitian ini memiliki batasan hanya pada masyarakat Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selatan. KAJIAN LITERATUR Definisi Literasi Keuangan Syariah Remund . menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan pemahaman konsep keuangan dan kemampuan dalam mengatur keuangan secara pribadi berdasarkan pengambilan keputusan jangka pendek yang tepat dijadikan sebagai tolak ukur suatu tingkat pemahaman (Saraswati & Nugroho, 2. Menurut buku yang disusun oleh Masassya . mengemukakan bahwa pengeluaran dana dari individu untuk investasi, menabung, dan mengkonsumsi merupakan hal yang paling Namun dari ketiganya yang dapat dimanfaatkan pada masa depan pastinya hanyalah investasi. Maka dari itu proses pengenalan investasi dan perencanaannya menjadi langkah penting dalam pembelajaran mandiri untuk memanajemen keuangan pribadi saat sekarang dan mendatang. Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah . Chen & Volpe . megemukakan bahwa definisi dari literasi keuangan ialah kemampuan seorang individu untuk mengatur pendapatan dan pengeluaran serta paham konsep dasar dari keuangan. Hal itu berarti sudah memiliki pengetahuan tentang keuangan yang mencakup pengetahuan dari keuangan pribadi seorang individu (Saraswati & Nugroho, 2. Tingkat Literasi Keuangan Syariah Dilansir dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan, ada 4 tingkat literasi keuangan pada setiap individu. Penyebutannya diurutkan berdasarkan tingkat terbaik hingga Well Literate, individu yang memiliki keterampulan dalam menggunakan layanan jasa keuangan karena memiliki pengetahuan. Sufficient Literate, individu yang memiliki pengetahuan dan berpusat pada keyakinan diri dalam pengambilan keputusan. Less Literate, individu yang memiliki pengetahuan umum terhadap lembaga Not Literate, individu yang tidak memiliki pengetahuan apapun terhadap lembaga Indikator Literasi Keuangan Syariah Berdasarkan studi literatur terhadap Survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan (SNLIK OJK) Tahun 2024, indikator literasi keuangan syariah meliputi: Pengetahuan, yakni pemahaman tentang lembaga keuangan, produk/jasa yang ditawarkan, dan karakteristik produk/jasa tersebut. Keterampilan, yakni kemampuan menghitung mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks, serta memahami konsep aritmatika dasar. Keyakinan, yakni kepercayaan terhadap lembaga keuangan dan kemampuan dalam mengelola keuangan pribadi. Sikap, yakni pengetahuan tentang tujuan keuangan pribadi. Perilaku, yakni usaha dan tindakan untuk mencapai tujuan keuangan yang telah Hubungan Literasi Keuangan Syariah dengan Minat Menjadi Nasabah Penelitian yang dilakukan Minando et al. , . mengemukakan bahwa ketertarikan seseorang dalam memilih produk lembaga keuangan syariah mengacu pada kecenderungan individu untuk menggunakan produk-produk lembaga keuangan yang selaras dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Ini melibatkan pilihan produk seperti tabungan, investasi, pembiayaan, dan layanan perbankan lainnya yang diatur sesuai dengan hukum Islam. Ferdinand . dalam Minando et al. , . berpendapat bahwasannya minat terbagi menjadi empat: Minat transaksional menunjukkan kecenderungan seseorang untuk membeli suatu produk. Dewi. KW. Pengaruh Literasi Keuangan Syariah Terhadap Minat Masyarakat Menjadi Nasabah Bank Syariah di Indonesia (Studi Masyarakat Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selata. Minat refrensial ialah kecenderungan individu untuk merekomendasikan produk kepada orang lain. Minat preferensial ialah ketertarikan individu pada suatu produk sebagai pilihan utama, yang hanya dapat digantikan jika ada perubahan signifikan pada produk Minat eksploratif ialah kecenderungan individu untuk terus mencari informasi tentang produk yang diminatinya untuk mendukung atribut positif yang dimiliki oleh produk Produk Penghimpunan Dana di Bank Syariah Definisi bank syariah, unit usaha syariah, atau lembaga keuangan syariah lainnya dijelaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Bank Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Produk penghimpunan dana bank syariah terlampir di dalam peraturan Bank Indonesia nomor: 9/19/PBI/2007 tentang Pelaksanaan Prinsip Syariah dalam Kegiatan Penghimpunan Dana dan Penyaluran Dana serta Pelayanan Jasa Bank Syariah. Akad dalam kegiatan penghimpunan dana menggunakan akad antara lain: Akad WadiAoah berupa penitipan dana antara pihak pemilik dengan pihak penerima titipan yang dipercaya untuk menjaga dana tersebut. Akad Mudharabah berupa akad kerjasama usaha antara dua pihak, yaitu pemilik dana dan pengelola dana. Keuntungan dibagi diantara mereka sesuai Menurut Kurniawan . , deposito syariah ialah salah satu alternatif bagi calon nasabah untuk menginvestasikan dananya di lembaga keuangan syariah karena memiliki keunggulan terkait tingkat pengembaliannya yang lebih memuaskan dibandingkan dengan tabungan biasa. Namun berbeda dengan tabungan, calon nasabah hanya bisa mengambil uang yang sudah diinvestasikannya dalam jangka waktu tertentu yang sudah ditentukan sejak awal akad. Maka dari itu, deposito biasanya dipilih oleh investor baru yang tidak menginginkan radanya risiko Ae risiko yang besar. Salah satu produk yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas ialah produk Dikemukakan oleh Amri et al. , . , tabungan syariah ialah produk simpanan dana yang hanya bisa dicairkan menjadi uang melewati Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan kartunya yang memiliki pin keamanan. Pin keamanan ini seharusnya hanya diketahui oleh nasabah tersebut demi keamanan nasabah. Tabungan syariah juga tidak memerlukan giro, bilyet, cek, atau alat lainnya untuk mencairkan uang. Dalam buku berjudul Buku Pintar Ekonomi Syariah karya Sholihin . menjelaskan bahwa giro merupakan jenis simpanan di bank syariah yang dapat ditarik kapan saja . adiah demand deposi. berdasarkan akad titipan. Praktiknya menggunakan prinsip wadiah yad dhamanah, di mana nasabah sebagai penitip dana Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah . menyerahkan dana kepada bank syariah yang berhak mengelolanya tanpa harus memberikan bagi hasil dari pengelolaan dana tersebut. Sholihin . juga menambahkan, giro ialah titipan pihak ketiga pada bank syariah yang dapat ditarik setiap saat dengan menggunakan bilyet giro, cek. ATM dan alat penarikan lainnya atau dengan cara pemindahbukuan. Definisi Minat Menurut Aghniya & Subroto . , minat dapat dikatakan sebagai aktivitas yang dilakukan tanpa instruksi dari seseorang yang dapat menimbulkan rasa suka dan rasa memiliki melainkan instruksi dari diri sendiri yang akan berdampak untuk menerima hubungan dengan diri sendiri atau individu lainnya. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Sodik et al. , . minat dapat dikatakan sebagai suatu perangkat yang berhubungan langsung dengan mental seorang individu dengan campuran dari perasaan hingga harapan yang menjadikan individu tersebut memiliki keputusan untuk memilih pilihan tertentu. METODE PENELITIAN Jenis dan Data Penelitian Pendekatan kuantitatif merupakan jenis penelitian yang mengubah kalimat menjadi angka Ae angka. Penelitian ini dikatakan kuantitatif karena memiliki angka yang dihasilkan dengan cara statistik atau cara lainnya yang dikuantifikasi pengukurannya (Ubaid, 2. Pemaparan teori wajib dilakukan pada penelitian kuantitatif karena menjadi penentu arah penelitian bahkan menjadi acuan hipotesis yang akan diuji. Jenis penelitian asosiatif merupakan penelitian yang berupaya mencari hubungan antara suatu variabel dengan variabel lainnya. Hubungan antara variabelnya beragam. Hubungan simetris ialah hubungan variabel yang sejajar sama. Hubungan kasual ialah hubungan variabel yang bersifat sebab akibat antar satu sama Penelitian ini dimulai dari Juni 2024 hingga Desember 2024 dengan tempat di Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selatan. Data banyaknya penduduk tahun 2024 311 jiwa yang disaring dengan teknik slovin dan mendapatkan minimum sampel sebanyak 100 jiwa yang tersebar dari 6 kelurahan yakni Tanjung Barat. Lenteng Agung. Jagakarsa. Ciganjur. Srengseng Sawah, dan Cipedak. Sampel yang menjadi responden ialah seorang masyarakat yang memang sudah dewasa, belum pernah bertransaksi keuangan dengan apapun jenis transaksinya pada bank syariah di Indonesia, dan sudah memiliki penghasilan setiap bulannya baik gaji dari pekerjaan diri sendiri atau nafkah dari suami atau orangtua ataupun wali. Instrumen dan Operasional Variabel Kuisioner yang akan disebar, diukur dengan skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Untuk lebih detail terkait instrument penelitian ada dibawah ini: Dewi. KW. Pengaruh Literasi Keuangan Syariah Terhadap Minat Masyarakat Menjadi Nasabah Bank Syariah di Indonesia (Studi Masyarakat Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selata. Tabel 1: Operasional Variabel Variabel Indikator Pengetahuan Pernyataan Saya mengetahui perbedaan bank syariah dengan bank Saya mengetahui bahwa bank syariah selalu patuh pada hukum positif dan hukum Saya mengetahui produk jasa apa saja yang ditawarkan oleh bank syariah Keterampilan Saya mengerti cara menghitung pemasukan dan pengeluaran keuangan saya Saya mengerti cara efektif untuk membelanjakan Literasi kebutuhan saya Keuangan Syariah Keyakinan Saya meyakini bahwa setiap (X) bank syariah sudah mematuhi prinsip syariah Saya meyakini bahwa tiada unsur ribawi di dalam produk jasa bank syariah Sikap Saya berpikir berulang kali jika ingin membelanjakan uang Saya tidak mudah tergiur dengan promosi dan diskon Perilaku Saya memiliki perencanaan keuangan masa depan Saya memiliki niat untuk menyimpan dana ataupun berinvestasi di bank syariah Transaksional Saya memilih bank syariah sebagai lembaga keuangan untuk saya Saya yakin dalam memilih Minat produk jasa di bank syariah Menjadi Nasabah Referensial Saya bertransaksi di bank (Y) syariah karena menghindari unsur ribawi Saya dapat memastikan kepada orang lain bahwa bank Sumber Novita Sari Rahmawati . , dan Survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SNLIK OJK) Tahun 2024. Asmar . Febriansyah Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah . syariah merupakan lembaga keuangan yang amanah Preferensial Eksploratif Saya berkeinginan untuk selalu menggunakan produk jasa bank syariah Saya meyakini bahwa produk jasa bank syariah memiliki keunggulan tersendiri Saya suka mencari informasi terbaru tentang produk jasa di bank syariah yang ingin saya Saya suka mencari perbandingan produk jasa antara bank-bank syariah Sumber: data diolah peneliti . Pilot Study Menurut Hasanah . , pilot study seringkali dijumpai dengan sebutan yang berbeda misalnya uji kehandalan instrumen, miniatur studi, miniatur penelitian, atau sebutan lainnya. Pilot study merupakan suatu studi penelitian kecil yang dilakukan sebelum penelitian besar yang sebenernya dilakukan. Pilot study dilakukan sebagai uji coba awal instrumen penelitian yang ingin diungkap. Sampel yang dibutuhkan dalam pilot study hanya seperempat dari keseluruhan populasi. Menggunakan sekitar 20 responden yang mewakili populasi target penelitian. Teknik Analisis Data Teknik analisis data menggunakan metode berbasis Partial Least Square (PLS) menggunakan SmartPLS versi 3. Software ini memiliki kemampuan untuk mengatasi sampel kecil sehingga cocok untuk penelitian dengan jumlah responden yang terbatas. Software ini juga menyediakan alat untuk menguji validitas dan reliabilitas konstruk, dengan guna memastikan bahwa instrumen penelitian yang digunakan ialah tepat dan dapat diandalkan. Pengukuran outer model: pengukuran model untuk menspesifikasi antara hubungan variabel laten dengan indikatornya (Taqiyuddin et al. , 2. Uji yang dilakukan ialah . convergent validity. discriminant validity. average variance extracted (AVE). composite reliability. Pengukuran inner model: digunakan untuk menentukan spesifikasi hubungan antara konstruk laten dengan konstruk laten (Wirawan. Andi Andika. Sjahruddin. Herman. Razak, 2. Uji yang dilakukan ialah . uji r-square. uji q-square. uji hipotesis. Dewi. KW. Pengaruh Literasi Keuangan Syariah Terhadap Minat Masyarakat Menjadi Nasabah Bank Syariah di Indonesia (Studi Masyarakat Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selata. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Responden Penyebaran kuisioner kepada responden dalam penelitian ini dilakukan secara spesifik dengan menyasar enam kelurahan yang tersebar di Kecamatan Jagakarsa. Peneliti menargetkan 100 responden sesuai dengan perhitungan sampel yang telah Pada kenyataannya, terdapat 108 responden yang mengisi kuisioner Namun, setelah diseleksi, sebanyak 100 responden yang belum pernah bertransaksi di bank syariah sesuai dengan kriteria penelitian dijadikan sampel utama. Domisili Kelurahan Diagram 2: Domisili Kelurahan Cipedak Tanjung Barat Lenteng Agung Srengseng Sawah Ciganjur Jagakarsa Sumber: data diolah peneliti . Berdasarkan hasil survei, distribusi domisili responden mencakup enam Responden dari Tanjung Barat berjumlah 14 orang . %). Lenteng Agung 21 orang . %). Jagakarsa 23 orang . %). Ciganjur 13 orang . %). Srengseng Sawah 22 orang . %), dan Cipedak 15 orang . %). Data ini menunjukkan distribusi yang relatif merata di antara kelurahan yang menjadi lokasi penelitian. Jenis Kelamin Diagram 3: Jenis Kelamin Responden Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah . Laki - Laki Perempuan Sumber: data diolah peneliti . Dari segi jenis kelamin, responden laki-laki berjumlah 53 orang . %), sedangkan responden perempuan berjumlah 55 orang . %). Perbedaan jumlah antara kedua jenis kelamin ini tidak terlalu signifikan, yang menunjukkan bahwa penelitian ini telah melibatkan partisipasi yang cukup seimbang antara laki-laki dan perempuan. Usia Diagram 4: Usia Responden 36-50 tahun 51-79 15-17 tahun 18-25 tahun 26-35 tahun Sumber: data diolah peneliti . Dalam kategori usia, responden didominasi oleh kelompok usia 18-25 tahun sebanyak 47 orang . %) dan usia 26-35 tahun sebanyak 44 orang . %). Sementara itu, responden berusia 15-17 tahun berjumlah 2 orang . %), usia 36-50 tahun sebanyak 14 orang . %), dan hanya 1 orang . %) yang berusia 51-79 tahun. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas responden berasal dari kelompok usia produktif. Jenjang Pendidikan Diagram 5: Jenjang Pendidikan Terakhir Responden . Dewi. KW. Pengaruh Literasi Keuangan Syariah Terhadap Minat Masyarakat Menjadi Nasabah Bank Syariah di Indonesia (Studi Masyarakat Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selata. Tamat S2 Tamat SLTP/SederajatA Tamat SLTA/Sederajat Tamat D1 Tamat D3 Tamat D4 atau Sumber: data diolah peneliti . Berdasarkan jenjang pendidikan terakhir, mayoritas responden adalah lulusan D4/S1 sebanyak 61 orang . %), diikuti lulusan SLTA/Sederajat 18 orang . %). D3 sebanyak 11 orang . %). S2 sebanyak 12 orang . %). D1 sebanyak 5 orang . %), dan hanya 1 orang . %) yang berpendidikan terakhir SLTP/Sederajat. Tidak ada responden dengan latar belakang pendidikan D2. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan yang relatif tinggi. Status Pernikahan Diagram 6: Status Pernikahan Responden Pernah Menikah Menikah Belum Menikah Sumber: data diolah peneliti . Dari segi status pernikahan, sebanyak 48 responden . %) telah menikah, sementara 56 orang . %) masih lajang. Selain itu, terdapat 4 orang . %) yang pernah Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah . Data ini menunjukkan bahwa mayoritas responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah individu yang belum menikah. Pengalaman Bertransaksi di Bank Syariah Diagram 7: Pengalaman Responden Bertransaksi di Bank Syariah Sudah Bertransaksi Belum Bertransaksi Sumber: data diolah peneliti . Terkait pengalaman bertransaksi di bank syariah, sebanyak 100 responden . %) belum pernah melakukan transaksi, sedangkan hanya 8 orang . %) yang sudah pernah bertransaksi di bank syariah. Karena penelitian ini berfokus pada responden yang belum memiliki pengalaman dengan bank syariah, kelompok 100 responden tersebut menjadi fokus utama dalam analisis lebih lanjut. Analisis Deskriptif (Outer Mode. Convergent Validity Menurut Ghozali . yang dikutip dalam penelitian Yuliantini & Santoso . , sebuah indikator dianggap memiliki validitas yang baik jika nilai loading factor-nya > 0,70, sedangkan nilai loading factor antara 0,50 hingga 0,60 masih dapat . Dewi. KW. Pengaruh Literasi Keuangan Syariah Terhadap Minat Masyarakat Menjadi Nasabah Bank Syariah di Indonesia (Studi Masyarakat Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selata. Berdasarkan kriteria ini, indikator dengan nilai loading factor di bawah 0,50 akan dihapus dari model. Gambar 1: Nilai Loading Factor pada Percobaan Pertama Sumber: data diolah peneliti . Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa masih ada satu indikator dengan nilai loading factor dibawah 0,50 yakni XD. Nilai tersebut menunjukkan tingkat validitas yang rendah sehingga harus dihapus atau dieliminasi dari model. Gambar 2: Nilai Loading Factor Percobaan Akhir Sumber: data diolah peneliti . Pada gambar di atas dapat dilihat bahwa hasil pengujian ulang loading factor tersebut menunjukkan bahwa semua nilai indikator di atas 0,50 yang artinya semua indikator dinyatakan valid. Discriminant Validity Pengujian ini dilakukan dengan 2 tahapan yakni menguji nilai cross loading dan nilai AVE. Nilai cross loading yang berguna untuk mengetahui apakah ada konstruk yang memiliki diskriminan yang memadai dan nilai AVE membantu menilai seberapa baik indikator-indikator dalam konstruk tersebut mengukur konsep yang sama (Wirawan. Andi Andika. Sjahruddin. Herman. Razak, 2. Tabel 2: Nilai Cross Loading Literasi Keuangan Syariah (X) Minat Menjadi Nasabah (Y) Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah . XA. XA. XA. XB. XB. XC. XC. XD. XE. XE. YA. YA. YB. YB. YC. YC. YD. YD. Sumber: data diolah peneliti . Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa nilai korelasi indikator dengan variabel latennya lebih tinggi dibandingkan dengan korelasi indikator tersebut dengan variabel laten lainnya. Ini menunjukkan bahwa indikator dalam penelitian ini memiliki validitas diskriminan yang baik. Tabel 3: Nilai Average Variance Extracted (AVE) Variabel Literasi Keuangan Syariah (X) Minat Menjadi Nasabah (Y) Nilai AVE Sumber: data diolah peneliti . Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai AVE di salah satu variabel yakni Literasi Keuangan Syariah memiliki nilai dibawah nilai kritis yang berarti validitas konvergen dari variabel tersebut rendah, menunjukkan bahwa indikatorindikatornya mungkin tidak cukup baik dalam menggambarkan konstruk yang ingin Composite Reliability Menurut Wirawan et al. , . , nilai ini membantu mengukur sejauh mana indikator-indikator dalam suatu konstruk saling berkaitan dan konsisten dalam . Dewi. KW. Pengaruh Literasi Keuangan Syariah Terhadap Minat Masyarakat Menjadi Nasabah Bank Syariah di Indonesia (Studi Masyarakat Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selata. mengukur konsep yang sama dengan nilai kritis >0,70. Sedangkan cronbach alpha dilakukan untuk memperkuat uji reliabilitas dengan nilai kritis >0,60 untuk semua Tabel 4: Nilai Composite Reliability & CronbachAos Alpha Variabel Literasi Keuangan Syariah (X) Minat Menjadi Nasabah (Y) Nilai Composite Reliability Nilai CronbachAos Alpha Sumber: data diolah peneliti . Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai composite reliability berada >0,70 dan nilai dari cronbachAos alpha berada >0,60 yang berarti masing-masing variabel dalam penelitian ini memiliki reliabilitas yang baik. Analisis dan Diskusi Hasil (Inner Mode. Hasil Uji R-Square Menurut Chin . dalam Furadantin . memberikan kriteria untuk nilai ini sebesar 0,67 termasuk kuat, 0,33 termasuk moderat dapat ditoleransi, dan 0,19 termasuk lemah. Berikut merupakan tabel hasil dari uji R-Square: Tabel 5: Nilai R-Square Variabel Literasi Keuangan Syariah (X) Minat Menjadi Nasabah (Y) R-Square R-Square Adjusted Sumber: data diolah peneliti . Berdasarkan hasil nilai R-Square 0,391 merupakan kriteria dengan nilai model yang moderat atau dapat ditoleransi. Maka dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan syariah menjelaskan sekitar 39,1% dari variasi minat menjadi nasabah di bank syariah. Model ini menunjukkan hubungan yang cukup kuat antara literasi keuangan syariah dan minat menjadi nasabah bank syariah. Namun, karena R-square tidak mencapai 100%, ini juga menunjukkan bahwa ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi minat menjadi nasabah yang belum diteliti dalam penelitian ini. Adapun nilai R-Square Adjusted 0,385 menunjukkan jumlah prediktor dalam model karena meskipun model ini hanya menggunakan satu variabel independen namun literasi keuangan syariah tetap memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjelaskan minat menjadi nasabah bank syariah. Maka dari itu, peneliti berikutnya diharapkan menggunakan variabel independen yang lainnya yakni kepercayaan masyarakat, kurikulum sekolah islam, gaya hidup, ataupun persepsi masyarakat agar presentase yang belum ada di penelitian ini dapat diteliti oleh peneliti lainnya dan mencapai hingga 100%. Pada penelitian yang dilakukan oleh Nurcahyati . Novita Sari . Taqiyuddin . Asmar . Miftahul . Rahmawati . , dan Febriansyah Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah . menemukan bahwa literasi keuangan syariah memang berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat seseorang menjadi nasabah. Namun besaran presentasenya berbeda-beda sesuai dengan banyaknya variabel independen yang diteliti oleh mereka. Hasil Uji Q-Square Menurut Furadantin . uji ini digunakan untuk peneliti dapat lebih yakin bahwa modelnya valid dan mampu memprediksi variabel dependen dengan baik. Jika nilai >0 menunjukkan akurat terhadap konstruk sedangkan nilai <0 menunjukkan bahwa model kurang akurat. Tabel 6: Nilai Q-Square Variabel Minat Menjadi Nasabah (Y) Q-Square Sumber: data diolah peneliti . Berdasarkan hasil nilai Q-Square, dapat disimpulkan bahwa model ini sudah cukup baik dalam memprediksi minat menjadi nasabah, meskipun tidak sempurna. Ini berarti model penelitian ini dapat memperkirakan lebih dari sepertiga minat Hasil Uji Hipotesis Tabel 7: Nilai Path Coefficients Literasi Keuangan Syariah -> Minat Menjadi Nasabah Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard T Statistics P Values Deviation (|O/STDEV|) (STDEV) Sumber: data diolah peneliti . Terlihat pada nilai original sample sebesar 0. 625 yang menunjukkan arah positif, sehingga hubungan antara literasi keuangan syariah dan minat seorang masyarakat menjadi nasabah di bank syariah bersifat positif. Nilai P-Value sebesar 0. 000 dan TStatistics sebesar 12. 689 menunjukkan bahwa hasil hipotesisnya signifikan secara statistik, yang berarti ada hubungan kuat antara literasi keuangan syariah dan minat seorang masyarakat menjadi nasabah di bank syariah. Dengan peningkatan 1 unit dalam literasi keuangan syariah, terdapat peningkatan sebesar 0. 625 pada minat menjadi nasabah. Indikator utama dalam pengukuran literasi keuangan syariah yang paling mempengaruhi minat menjadi nasabah adalah ilmu pengetahuan. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan dari Nurcahyati . Novita Sari . Taqiyuddin . Asmar . Miftahul . Rahmawati . , dan Febriansyah . yang menyatakan bahwa literasi keuangan syariah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat seseorang menjadi nasabah. Namun, persentasenya bervariasi sesuai dengan jumlah variabel independen yang diteliti oleh masing-masing peneliti. Penelitian lanjutan disarankan untuk menggunakan variabel . Dewi. KW. Pengaruh Literasi Keuangan Syariah Terhadap Minat Masyarakat Menjadi Nasabah Bank Syariah di Indonesia (Studi Masyarakat Kecamatan Jagakarsa Kota Jakarta Selata. independen lainnya, seperti kepercayaan masyarakat, kurikulum sekolah Islam, gaya hidup, atau persepsi masyarakat. Pada tingkat ekonomi mikro, literasi keuangan syariah memiliki pengaruh positif signifikan terhadap minat masyarakat menjadi nasabah bank syariah. Nilai original sample sebesar 0. 625 menunjukkan hubungan yang cukup kuat, di mana peningkatan literasi keuangan syariah berkorelasi dengan peningkatan minat menjadi Investasi dalam edukasi keuangan syariah dapat menjadi strategi efektif bagi bank syariah untuk meningkatkan jumlah nasabah. Selain itu, pada tingkat ekonomi makro, peningkatan literasi keuangan syariah yang berdampak pada peningkatan jumlah nasabah bank syariah dapat berkontribusi pada pertumbuhan sektor keuangan syariah secara keseluruhan. Sektor keuangan syariah yang berkembang dapat mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan stabilitas ekonomi. Peningkatan inklusi keuangan melalui produk dan layanan syariah juga dapat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi di KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan syariah terhadap minat seorang masyarajat menjadi nasabah di bank syariah. Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan sebelumnya, maka kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut: Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan sebesar 39,1% dari pengaruh literasi keuangan syariah terhadap minat seorang masyarakat menjadi nasabah di bank syariah. Sementara 60,9% merupakan presentase dari variabel independen lain yang memang tidak diteliti dalam penelitian ini. Maka dari itu semakin tinggi literasi keuangan syariah seseorang akan berdampak juga kepada minatnya menjadi nasabah di bank syariah. REFERENSI