Jurnal AGRINIKA. September-2021. : 147- 160 Integrasi Pasar Jagung di Indonesia Maya Puspita Sari1*. Yosini Deliana1. Dini Rochdiani1 Ekonomi Pertanian/Pertanian. Universitas Padjadjaran. Bandung. Indonesia *Korespondensi: maya19004@mail. Diterima 08 Agustus 2021/ Direvisi 14 September 2021/ Disetujui 22 September 2021 ABSTRAK Komoditas jagung memiliki peranan strategis yang permintaannya terus meningkat untuk kebutuhan industri, khususnya industri pakan ternak. Fluktuasi harga jagung yang tinggi terjadi karena permintaan jagung yang meningkat belum diiringi dengan penawaran yang Tujuan penelitian untuk menganalisis integrasi pasar jagung di tingkat pabrik pakan dengan pasar jagung di tingkat petani dan dunia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan data sekunder. Analisis data menggunakan Vector Error Correction Model (VECM). Hasil penelitian menunjukan bahwa pasar jagung dalam jangka panjang di tingkat pabrik pakan terintegrasi dengan pasar jagung di tingkat petani dan dunia. Namun, dalam jangka pendek hanya pasar jagung di tingkat petani yag terintegrasi dengan pabrik pakan. Kata kunci : Fluktuasi harga. Integrasi pasar. Jagung. VECM ABSTRACT Corn commodity has a strategic role whose demand continues to increase for industrial needs, especially the animal feed industry. The high fluctuations in corn prices occur because a balanced supply has not accompanied the increasing demand for corn. The study aimed to analyze the integration of the maize market at the feed mill level with the maize market at the farmer and global levels. The method used is quantitative with secondary data. Data analysis using Vector Error Correction Model (VECM). The results show that the corn market in the long term at the feed mill level is integrated with the corn market at the farmer and global levels. However, only corn markets at the farmer level are integrated with feed mills in the short term. Keywords: Corn. Market integration. Price fluctuation. VECM PENDAHULUAN Sektor peranan penting dalam pertumbuhan Sumbangan sektor pertanian pada tahun 2019 terhadap PDB nasional 9,41 persen, khusus subsektor tanaman pangan menyumbang 2,82 persen (BPS, 2. Komoditas jagung merupakan salah satu subsektor tanaman pangan yang berkontribusi besar kedua setelah padi terhadap Kontribusi PDB tanaman pangan sekitar 15,67 persen dan meningkat 1,2 persen per tahun (Sulaiman et al, 2. Kondisi ini mengindikasikan peranan jagung yang besar dalam memacu pertumbuhan perekonomian nasional pada umumnya. Jagung memiliki andil dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan non Kebutuhan jagung nasional terus meningkat, dimana 47,2 persen untuk memenuhi kebutuhan industri Maya Puspita Sari. Integrasi Pasar JagungA pakan, sedangkan peternak mandiri hanya 23,9 persen dan industri pangan (Pusdatin Kementan. Pesatnya unggas dan sapi perah meningkatkan penggunaan jagung di industri pakan Proporsi terbesar pakan ratarata 51 persen untuk pakan ayam broiler dan petelur (Erwidodo et al, 2. Perkembangan produksi jagung rata-rata meningkat 5,44 persen per tahun, belum mampu memenuhi kebutuhan jagung nasional yang meningkat 7,32 persen per tahun (Pusdatin Kementan, 2. Selain itu, produksi dan kebutuhan jagung antar wilayah dan antar waktu tidak merata menimbulkan kelangkaan jagung yang dianggap tidak mencukupi kebutuhan nasional. Produksi jagung surplus pada bulan Febuari Ae April namun akan mengalami kelangkaan di bulan berikutnya. Produksi jagung bulan Mei 2020 1. 171 Ton belum mampu menutupi kebutuhan jagung 1. Ton sehingga mengalami defisit 251. Kelangkaan tersebut diduga karena belum optimalnya manajemen stok dan distribusi komoditas jagung (BKP. Permintaan jagung pakan yang lebih besar dibandingkan penawaran menimbulkan fluktuasi harga jagung di tingkat petani dan pabrik pakan. Importasi jagung dilakukan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga untuk meredam fluktuasi harga. Selain itu, perbedaan harga jagung Indonesia dan harga jagung dunia yang cukup besar menjadikan salah satu yang (Rachman, 2. Guncangan permintaan di satu pasar akan mempengaruhi perdagangan dan harga di pasar lain melalui integrasi pasar (Rapsomanikis et al, 2. Harga jagung di tingkat petani mempengaruhi harga jagung di tingkat pabrik pakan, begitupula dengan harga jagung dunia mempengaruhi harga jagung impor dari negara importir seperti Indonesia. Harga jagung di tingkat petani, pabrik pakan dan dunia dapat dilihat pada Gambar 1. Pergerakan harga jagung di tingkat petani cenderung sama dengan pergerakan harga jagung di tingkat pabrik pakan. Harga jagung di tingkat petani dan pabrik pakan mengalami fluktuasi harga yang tinggi pada bulan kritis panen September Ae Desember dan menurun ketika panen raya bulan Februari Ae Mei. Kondisi ini antara petani dan pabrik pakan. Harga jagung dunia cukup stabil dengan peningkatan harga 1,36 persen peningkatan harga jagung petani 2,64 persen per tahun dan pabrik pakan 2,81 persen per tahun. Harga jagung di tingkat petani dan pabrik pakan cenderung naik pada bulan September Ae Desember 2018 tetapi harga jagung dunia menurun. Respon harga yang tidak searah tersebut mengindikasikan pasar jagung belum sepenuhnya Perubahan harga pada pasar acuan ditransfer sempurna ke pasar pengikut mengindikasikan pasar yang terintegrasi dan efisien (Vinuya, 2. Integrasi pasar untuk mengetahui respon harga terhadap guncangan harga yang terjadi antar pasar. Pengukuran memberikan informasi penting terkait cara kerja pasar yang dapat digunakan untuk memperbaiki kebijakan liberalisasi pasar, memantau pergerakan harga, peramalan harga dan memperbaiki Page 148 of 160 Maya Puspita Sari. Integrasi Pasar JagungA pemasaran (Adiyoga et al, 2. Integrasi pasar jagung di Indonesia untuk memberikan gambaran mengenai perubahan harga jagung khususnya jagung pakan ternak dan sebagai pemasaran jagung. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis integrasi pasar jagung domestik, yaitu pasar jagung di tingkat petani dan pabrik pakan dengan pasar jagung dunia. Gambar 1. Harga jagung di tingkat petani, pabrik pakan dan dunia tahun 2018 Ae 2020 Sumber : Pinksheet,World Bank . Kementan . METODE PENELITIAN Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data sekunder time series 72 bulan (Januari 2015 hingga Desember 2. , terdiri dari data harga jagung di tingkat dunia, di tingkat pabrik pakan dan di tingkat Data diperoleh dari dari World Bank dan Kementerian Pertanian. Data sekunder lainnya yang mendukung penelitian diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Perdagangan. Bank Indonesia. Trade Map. Food Agriculture Organization (FAO) dan instansi lainnya. Metode Analisis Data Analisis integrasi pasar antara pasar jagung dunia, pabrik pakan dan petani menggunakan Vector Error Correction Model (VECM). Dilakukan beberapa prosedur pengujian sebelum melakukan estimasi VECM, yaitu: Uji Stasioner Data time series cenderung tidak stasioner dan mengandung unit root sehingga menyebabkan masalah spurious regression . egresi pals. Untuk menghindari masalah tersebut maka dilakukan uji stasioneritas data. Memperoleh data stasioner dapat stasioneritas data deret waktu dengan menggunakan Augmented Dickey Fuller (ADF) pada derajat yang sama . evel atau differen. Persaman uji ADF sebagai berikut: AA. Page 149 of 160 Maya Puspita Sari. Integrasi Pasar JagungA iPt pada persamaan . adalah first difference variabel yang diuji (Pt AePt. , t adalah periode waktu, p adalah jumlah lag yang digunakan dalam model dan At merupakan error term. Hipotesis statistik yang diuji adalah H0: = 0 berarti data time series mengandung unit root yang bersifat tidak stasioner. H1: O 0 berarti data bersifat stasioner. Data tidak stasioner pada derajat level jika nilai ADF statistik lebih kecil daripada Mac kinnon critical value (Winarno, 2. Data tidak stasioner dapat diproses differencing hingga mencapai nilai Penentuan Lag Optimal Penentuan lag optimal untuk melihat reaksi variabel dengan variabel lainnya dan menghindari autokorelasi residual (Firdaus, 2. Lag optimal berdasarkan tiga kriteria, antara lain Kriteria Informasi Akaike (AIC). Kriteria Informasi Schwarz (SIC), dan Kriteria Informasi Hannan-Quinn (HQ). Dalam penelitian ini kriteria yang digunakan Kriteria Informasi Schwarz (SIC),yaitu: Metode Cointegration Johanssen AA. Dimana T adalah jumlah observasi yang digunakan, adalah estimasi nilai ke-i ordo eigenvalue dari matriks , r adalah jumlah vektor dari vektor kointegrasi pada hipotesis nol. Hasil uji dengan nilai TS dan ME > nilai tstatistik maka terdapat kointegrasi pada persamaan yang dianalisis. Persaman terkointegrasi jika trace statistic > critical value. Dengan demikian H0 tidak terkointegrasi ditolak atau terima H1 yang berarti terjadi kointegrasi. Estimasi Vector Error Correction Model (VECM) Model mengatasi ketidakstasioneran data adalah VECM dengan mengkoreksi secara bertahap ketidakseimbanagn melalui penyesuaian jangka pendek secara parsial. Adapun model VECM integrasi pasar jagung di tingkat petani, pabrik pakan dengan pasar jagung dunia adalah sebagai berikut: Dimana, observasi, k merupakan panjang lag. SSR singakatan dari Sum Squares Residual dan n merupakan jumlah estimasi parameter. Uji Kointegrasi Uji pergerakan harga dalam jangka panjang, sedangkan dalam jangka pendek harga mungkin menjauh (Vavra et al, 2. Hubungan jangka panjang antar variabel dapat diuji melalui dua metode, yaitu trace test dan maximum eigenvalue test. Keterangan : = Harga jagung di tingkat petani pada periode t (Rp/K. = Harga jagung di tingkat petani pada periode sebelumnya (Rp/K. = harga jagung di tingkat pabrik pakan pada periode t (Rp/k. Page 150 of 160 Maya Puspita Sari. Integrasi Pasar JagungA = harga jagung di tingkat pabrik sebelumnya (Rp/k. = harga jagung dunia pada periode t (Rp/k. = harga jagung dunia pada periode sebelumnya (Rp/k. = white noise disturbances. , , = intersep , , = parameter dinamika jangka = parameter jangka panjang = trend waktu Impulse Response Function (IRF) IRF dapat mengukur pengaruh suatu shock pada suatu waktu kepada variable endogen pada saat tertentu dan di masa yang akan datang (Firdaus, 2. Tujuan IRF untuk melihat dampak perubahan suatu variabel terhadap variabel lainnay . pada salah satu variabel. Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) Kontribusi masing-masing variabel terhadap guncangan yang ditimbulkannya terhadap variabel endogen utama yang diamati dapat dijelaskan melalui FEVD (Firdaus Penggunaan Variance decomposition untuk memprediksi kontribusi persentase varians setiap variabel karena adanya perubahan variabel tertentu di dalam sistem VAR. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis integrasi pasar jagung dalam penelitian ini dilakukan pada harga jagung di tingkat petani dan pabrik pakan dengan harga jagung di tingkat Integrasi pasar yang terjadi secara horizontal . mengacu pada keterpaduan antar pasar yang terpisah secara spasial atau sejauh mana guncangan permintaan dan penawaran muncul dalam satu pasar ditransmisikan ke pasar lain di lokasi (Ankamah-Yeboah, 2. Indikator harga jagung digunakan untuk melihat kondisi pasar jagung sehingga dapat diketahui hubungan antara pasar jagung pabrik pakan dan petani dengan pasar jagung dunia. Analisis integrasi pasar jagung dilakukan dengan metode VECM yang pengujian, yaitu: Uji Stasioneritas Data Pengujian stasioner dilakukan semua variabel uji. Hal tersebut dilakukan karena adanya dugaan sebagian besar data time series bersifat spurious regression pada model. Uji stasioner data harga jagung dilakukan dengan Augmented Dickey-Fuller Test pada tingkat level dan tingkat first Hasil uji stasioner dapat dilihat pada Tabel 1. Harga jagung di petani dan dunia stasioner pada first difference dan harga jagung di tingkat pabrik pakan stasioner pada tingkat level, namun tetap disamakan dengan melakukan stasioner pada Penentuan Panjang Lag Optimal Pengujian panjang lag optimal VAR sehingga tidak muncul autokorelasi dan heteroskedastisitas (Enders, 1. Page 151 of 160 Maya Puspita Sari. Integrasi Pasar JagungA Tabel 1. Hasil uji stasioner data harga jagung petani, pabrik pakan dan dunia Level First Difference Variabel ADF test Keterangan ADF test Keterangan Harga Petani 97 . Tidak Stasioner -7. Stasioner Harga Pabrik Pakan 20 . Stasioner -5. Stasioner Harga Dunia 23 . Tidak Stasioner -8. Stasioner Sumber : Data diolah. Penentuan panjang lag optimal dilakukan dengan menggunakan kriteria informasi yang tersedia yaitu kriteria Likehood Ratio (LR). Final Prediction Error (FPE). Kriteria Informasi Akaike (AIC). Kriteria Informasi Schwarz (SIC), dan Kriteria Informasi Hannan-Quinn (HQ). Berdasarkan hasil penentuan panjang lag optimal pada Tabel 2. Kriteria LR. FPE. AIC. SC dan HQ digunakan dalam model VAR adalah lag Tabel 2. Penentuan panjang lag optimal harga jagung petani, pabrik pakan dan dunia Lag LogL Sumber : Data diolah. FPE AIC 48e 13* Uji Kointegrasi Uji kointegrasi yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara pasar jagung di tingkat petani, pabrik Johansen Cointegration Test. Hasil pengujian kointegrasi pasar jagung dapat dilihat pada Tabel 3. Nilai trace statistic dan max eigen statistic menunjukan nilai yang lebih besar dari nilai kritis 5 persen maka disimpulkan ada hubungan kointegrasi jangka panjang antara pasar jagung di tingkat petani, pabrik pakan dan pasar dunia. Tabel 3. Uji kointegrasi johansen pada harga jagung petani, pabrik pakan dan dunia Critical Value Max-Eigen Critical Hipotesis Trace Statistic . %) Statistic Value . %) None * At most 1 At most 2 Sumber : Data diolah. Estimasi Vector Error Correction Model (VECM) VECM merupakan mode VAR yang terekstriksi dengan variabel nonstasioner yang memiliki potensi untuk terkointegrasi sehingga dalam VECM terdapat speed of adjustment dari jangka pendek ke jangka panjang yang Page 152 of 160 Maya Puspita Sari. Integrasi Pasar JagungA ditunjukan oleh adanya nilai Error Correction Term (ECT). Hasil dari nilai tstatistik yang diperoleh dari persamaan VECM integrasi pasar jagung di tingkat petani, pabrik pakan dan dunia dibandingkan dengan nilai t-tabel, apabila nilai t-statistik lebih besar dari nilai t-tabel maka dapat disimpulkan hubungan variabel tersebut berpengaruh Estimasi VECM dilakukan untuk kointegrasi harga sejauh mana sinyal harga diintegrasikan antar pasar. Estimasi VECM kointegrasi jangka panjang harga jagung di tingkat petani, pabrik pakan dan dunia dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Persamaan vecm kointegrasi jangka panjang harga jagung di tingkat petani, pabrik pakan dan dunia Jangka Panjang Koefisien t-statistik Variabel PJK(-. PJP(-. [-6. *** PW(-. [-1. Keterangan: *** = nyata pada taraf 1%, ** = nyata pada taraf 5% dan *= nyata pada taraf 10%. Nilai t tabel : t. =1%) = 2. 33, t. =5%) = 1. 96, t. =10%) = 1. Sumber : Data diolah. Berdasarkan Tabel 4. hubungan jangka panjang antara harga jagung di tingkat pabrik pakan dan pasar dunia signifikan pada taraf nyata 10 Hubungan jangka panjang antara harga jagung di tingkat petani dengan pasar jagung di tingkat pabrik pakan signifikan pada taraf nyata 1 Hasil estimasi VECM diketahui bahwa harga jagung di tingkat pabrik pakan memiliki pengaruh yang signifikan dan negatif dengan harga jagung di pasar dunia dan di tingkat petani. Setiap kenaikan harga jagung di pasar dunia dan petani akan menurunkan harga jagung di tingkat pabrik pakan. Goletti et . dalam Zahara et al . menyatakan bahwa integrasi terjadi atau tidak dipengaruhi oleh: . infrastruktur pasar, meliputi: transportasi, komunikasi dan fasilitas penyimpanan, . kebijakan perdagangan, subsidi asuransi dan kredit . Produksi yang tidak merata antar daerah surplus dan defisit, serta mempengaruhi kelangkaan produksi yang terlokalisasi. Integrasi pasar jagung domestik dengan dunia tidak terjadi dalam jangka pendek tetapi baru terjadi dalam jangka panjang dikarenakan proteksi dan subsidi yang dilakukan negara-negara maju telah menghambat berlangsungnya penentuan harga yang adil di pasar Penyebab harga jagung dunia yang rendah diduga karena subsidi domestik dan subsidi ekspor yang besar untuk mendukung perdagangan jagung. Negara Argentina dan Brazil melakukan proteksi tarif jagung . lebih tinggi dari Indonesia . , begitu juga dengan Ukraina memperoleh subsidi asuransi dan kredit untuk meningkatkan ekspor jagung (Arnade et al, 2. Subsidi domestik dan ekspor mengakibatkan distorsi perdagangan, hal tersebut merugikan petani di negara yang memberikan proteksi rendah seperti Indonesia akibat penurunan harga (Gibson et al, 2. Kekuatan pengaruh integrasi pasar jangka panjang dapat dilihat melalui nilai Page 153 of 160 Maya Puspita Sari. Integrasi Pasar JagungA Error Correction Term (ECT) dari estimasi VECM hubungan jangka Berdasarkan Tabel 5. estimasi koefisien ECT hanya signifikan pada harga jagung di tingkat pabrik pakan pada taraf nyata 1 persen. Nilai koefisien ECT pada pasar di tingkat pabrik pakan 0. 396 diartikan jika terjadi ketidakseimbangan setiap bulannya akan dikoreksi 39. 6 persen menuju keseimbangan jangka panjang, dimana harga jagung di tingkat pabrik pakan menyesuaikan pada tingkat 39. 6 persen menuju ekuilibrium jangka panjang setelah guncangan di harga jagung Penyesuaian harga jagung di domestik dengan harga jagung dunia memperjelas pasar jagung domestik sebagai pengikut harga, sedangkan pasar jagung dunia sebagai pemimpin pasar acuan memiliki informasi pasar yang cepat dari semua pasar (Ardane. Tabel 5. Persamaan vecm jangka pendek harga jagung di pasar domestik dan pasar Jangka Pendek Error Correction: D(PJK) D(PJP) D(PW) ECT [-3. *** [-0. [ 1. D(PJK(-. [ 5. *** [ 3. *** [ 1. D(PJK(-. [ 0. [-0. [-1. D(PJP(-. [-0. [-1. [ 0. D(PJP(-. [-1. [ 1. [-0. D(PW(-. [-0. [ 1. [ 0. D(PW(-. [ 0. [-1. [-0. Keterangan: *** = nyata pada taraf 1%, ** = nyata pada taraf 5% dan *= nyata pada taraf 10%. Nilai t tabel : t. =1%) = 2. 33, t. =5%) = 1. 96, t. =10%) = 1. Sumber : Data diolah. Nilai ECT yang kecil yaitu kurang dari 1 menunjukan bahwa integrasi pasar yang terjadi bersifat lemah. Integrasi pasar domestik umumnya lemah dengan pasar dunia (Pierre et al. Hal tersebut dikarenakan distorsi pemerintah dalam bentuk kebijakan penetapan harga acuan jagung domestik yang lebih tinggi dari harga jagung dunia integrasi pasar antar pasar dunia dan domestik (Rapsomanikis et al, 2. Berdasarkan Tabel 5. jagung di tingkat pabrik pakan satu bulan sebelumnya memiliki signifikan 693 pada taraf nyata 1 persen, dimana kenaikan harga jagung di tingkat pabrik pakan satu bulan sebelumnya sebesar satu persen akan meningkatkan harga jagung pabrik pakan 69. 3 persen pada periode sekarang. Harga jagung di tingkat petani satu bulan sebelumnya memiliki signifikan 0. 362 pada taraf nyata 1 persen sehingga kenaikan harga jagung di tingkat petani satu bulan sebelumnya sebesar satu persen akan menaikan harga jagung di tingkat pabrik Page 154 of 160 Maya Puspita Sari. Integrasi Pasar JagungA 2 persen pada periode signifikan terhadap harga jagung di tingkat pabrik pakan dan petani. Muyatwa . dalam AnkamahPenerapan kebijakan dukungan harga di Yeboah . menyatakan integrasi pasar domestik dengan intervensi dan pasar jagung domestik yang terbatas harga dasar menyebabkan harga disebabkan karena fasilitas pasar yang domestik dan dunia tidak terkait dalam . arana jangka pendek. Perubahan harga jagung penyimpanan dan transportas. sehingga dunia tidak akan berpengaruh pada biaya transaksi yang dikeluarkan lebih tingkat harga jagung domestik jika harga tinggi yang berimbas pada perubahan dunia berada pada tingkat yang lebih rendah dari harga dasar yang ditetapkan meningkatkan harga jagung di pabrik (Rapsomanikis et al, 2. Informasi pasar yang memadai Hal ini sejalan dengan hasil dan tersalurkan dengan cepat ke pasar penelitian Sayekti . , menjelaskan lain akan menciptkan pasar yang harga jagung di pasar dunia tidak Penyebaran informasi ke mempengaruhi pembentukan harga Response Cholesky One Innovations di Indonesia, melainkan lebih Response of PW to PW Response of PWditentukan to PJK Response of PW to PJP terintegrasi secara oleh pembentukan harga di vertikal (Asmarantaka, 2. pasar domestik sendiri. Pedagang Perubahan harga jagung120 di tingkat jagung memiliki posisi tawar yang kuat pakan saat ini lebih dalam menentukan harga jagung guncangan harga 40di pabrik sehingga transmisi harga jagung dari pasar dunia ke pasar domestik menjadi Struktur 5Function 15 (IRF) Impulse Response Response of PJK to PW kekuatan Response of PJK to PJK Penelitian ini melakukan Response of PJK toIRF PJP untuk melihat respon harga jagung di tingkat petani, pabrik pakan dan dunia terhadap keuntungan dan informasi pasar diberikan sebesar satu standar deviasi dari peubah tersebut. sebagai price taker dan 120pedagang Jangka digunakan dalam price maker (Sari et al,80 2. penelitian ini 40diproyeksikan dalam 30 Harga jagung di pasar dunia bulan . ,5 tahu. ke depan. lag satu dan dua tidak ada yang Response of PJP to PW Response of PJP to PJK . Response of PJP to PJP . Gambar 2. Respon harga jagung di tingkat petani Page 155 of 160 Maya Puspita Sari. Integrasi Pasar JagungA Respon harga jagung di tingkat akhir bulan ke-30. Gambar 2. petani pada Gambar 2, dimana saat menunjukan harga jagung petani terjadinya shock harga jagung di pasar terhadap shock harga jagung petani itu dunia, tingkat pabrik pakan dan tingkat sendiri langsung direspon naik, namun Terlihat pada Gambar 2. shock pada bulan ke-2 mengalami penurunan harga jagung di pasar dunia direspon dan langsung meningkat hingga bulan oleh harga jagung di tingkat petani ke-9 dan stabil pada bulan ke-16 hingga secara meningkat pada bulan pertama, akhir periode bulan ke-30. namun pada bulan ke-2 hingga ke-5 Respon harga jagung di tingkat mengalami fluktuasi naik turun hingga pabrik pakan terhadap shock harga Response to Cholesky One S. Innovations mencapai kestabilan pada periode bulan jagung di pasar dunia, tingkat pabrik Response of PW to PW Response of PW to PJK Response of PW to PJP pakan dan tingkat petani dapat dilihat Gambar 2. menunjukan harga pada Gambar 3. Respon harga jagung jagung petani terhadap shock harga pabrik pakan terhadap shock harga pabrik pakan direspon 80naik pada jagung pasar 80dunia pada Gambar 3. , pertama dan terus 40meningkat bulan pertama40respon cukup rendah dan mengalami penurunan pada meningkat sampai bulan ke-6 dan stabil bulan ke-30. Response of PJK to PW Response of PJK to PJK Response of PJK to PJP . Response of PJP to PW Response of PJP to PJK Response of PJP to PJP Gambar 3. Respon harga jagung di tingkat pabrik pakan Gambar 3. menunjukan shock harga jagung pabrik pakan direspon harga jagung itu sendiri meningkat bulan pertama hingga bulan ke-5 dan mengalami penurunan bulan setelahnya mencapai stabil pada 0bulan ke5 Respon harga jagung pabrik pakan terhadap shock harga jagung petani pada Gambar 3. menunjukan tidak adanya respon pada bulan pertama dan baru direspon pada bulan ke-2 meningkat sampai bulan ke-10. Respon menurun terjadi pada bulan ke-11 hingga mencapai kestabilan bulan ke 20. Gambar 4 merupakan respon harga jagung di pasar dunia terhadap shock harga jagung di pasar dunia, tingkat pabrik pakan dan tingkat petani. Terlihat pada100Gambar 4. shock harga jagung dunia langsung di respon meningkat oleh harga jagung dunia itu sendiri pada bulan pertama dan terus mengalami penurunan hingga bulan ke4 dan mencapai stabil pada bulan ke-6 sampai akir bulan ke-30. Gambar 4. menunjukan harga jagung dunia tidak langsung merespon shock harga jagung di tingkat pabrik pakan pada awal bulan. Respon terjadi peningkatan pada bulan ke-2 hingga mencapai kestabilan pada Terlihat pada Gambar 4 . Shock harga jagung petani tidak direspon pasar dunia pada bulan Page 156 of 160 Maya Puspita Sari. Integrasi Pasar JagungA pertama, namun direspon negatif pada keseimbangan respon negatif hingga akhir periode bulan ke-30. Response to Cholesky One S. Innovations Response of PW to PW Response of PW to PJK Response of PW to PJP . Response of PJK to PW of PJK to PJK Gambar 4. ResponResponse jagung di pasar dunia Response of PJK to PJP Perbedaan respon harga Gambar240 5. menunjukan FEVD terhadap shock harga di harga jagung200di tingkat petani. Hasil tingkatan pasar guncangan harga dekomposisi 160varian dapat disimpukan jagung di tingkat pabrik pakan dan bahwa pada 120bulan pertama fluktuasi petani lebih responsive dibandingkan harga jagung petani disebabkan oleh jagung domestik itu Sementara harga dunia 82,71 lebih direspon tinggi di pasar jagung jagung pabrik pakan17,28 persen dan Response of PJP to PW Response of PJP to PJK Response of PJP to PJP respon dari guncangan harga di pabrik harga jagung dunia. Periode akhir bulan pakan dan respon negatif terhadap ke-30 harga jagung petani masih tingkat 100 petani dominan dipengaruhi harga jagung petani itu sendiri 84,69 persen, harga terintegrasi dengan pasar di tingkat jagung pabrik 50pakan 14. 66 persen dan Hal ini menunjukan bahwa harga jagung dunia 0,65 persen. jagung petani tidak terintegrasi dengan Fluktuasi harga10 jagung pasar dunia dan terintegrasi dengan pakan yang disebabkan shock harga pasar jagung di tingkat pabrik pakan, jagung petani dan dunia dapat dilihat pada Gambar 5. Fluktuasi harga terintegrasi lemah dengan pasar jagung jagung pabrik pakan pada bulan di tingkat pabrik pakan. pertama disebabkan dari guncangan harga jagung pabrik pakan itu sendiri Forecast Error Variance Decomposition 100 persen. Bulan ke-2 fluktuasi harga (FEVD) jagung pabrik pakan dipengaruhi oleh FEVD guncangan harga di pabrik pakan 97,68 menjelaskan kontribusi setiap peubah persen, harga di petani 2,25 persen dan harga jagung di tingkat petani, pabrik harga dunia 0,06 persen. Periode akhir pakan dan dunia terhadap pembentukan bulan ke-30 fluktuasi harga jagung harga jagung karena adanya guncangan pabrik pakan dominan dipengaruhi oleh . Jangka waktu yang digunakan guncangan harga jagung petani 65,05 dalam memproyeksikan FEVD ini adalah 30 bulan . ,5 tahu. Hasil guncangan harga jagung pabrik pakan analisis FEVD disajiakn chart coloumn. Page 157 of 160 Maya Puspita Sari. Integrasi Pasar JagungA hanya 27,24 persen dan dunia 7,17 . Gambar 5. FEVD harga jagung di tingkat petani, pabrik pakan dan dunia Pengaruh jagung di setiap tingkatan dengan fluktuasi harga jagung dunia dapat dilihat pada Gambar 5. Fluktuasi harga jagung dunia pada bulan pertama dipengaruhi oleh guncangan harga jagung dunia 98. 05 persen, harga jagung di pabrik pakan 1. 86 persen, dan harga jagung di petani 0. 09 persen. Bulan ke -15 kontribusi harga jagung pabrik pakan meningkat 50 persen dan gunajang harga jagung pasar dunia 91,08 persen terhadap fluktuasi harga jagung dunia. Periode akhir bulan ke-30 fluktuasi harga jagung dunia masih dominan dipengaruhi guncangan harga jagung 90,68 guncangan harga jagung pabrik pakan 95 persen dan guncangan harga jagung petani 0,37 persen. Hasil analisis FEVD selama proyeksi jangka waktu menunjukan varian harga jagung di tingkat domestik dan dunia lebih dapat dijelaskan oleh harga jagung di pasar dunia ketika terjadi shock dibandingkan pada pasar jagung di tingkat domestik. Hal ini dikarenakan pasar jagung dunia yang mengacu harga jagung Amerika Serikat sebagai pasar acuan . dalam pembentukan harga di pasar eksportir maupun importir. Sesuai dengan Minot . , tingkat kenaikan harga berkaitan dengan tingkat daya jual, komoditas yang banyak diperdagangkan lebih terkait erat dengan pasar dunia sehingga harga domestik mengikuti lonjakan harga dunia. Secara keseluruhan hasil analisis FEVD menunjukan bahwa fluktuasi harga jagung di tingkat petani dan pabrik pakan lebih dapat dijelaskan oleh guncangan harga jagung di tingkat petani, namun tidak dengan fluktuasi harga jagung dunia yang lebih banyak Page 158 of 160 Maya Puspita Sari. Integrasi Pasar JagungA dijelaskan oleh harga jagung dunia itu Hal ini menunjukan bahwa terintegrasi dengan pasar jagung di tingkat pabrik pakan dan pasar dunia terintegrasi lemah dengan pasar jagung di tingkat pabrik pakan. KESIMPULAN Penelitian ini disimpulkan sebagai Pasar jagung di tingkat pabrik pakan terintegrasi dalam jangka panjang dengan pasar jagung di tingkat petani dan dunia. Namun, dalam jangka pendek pasar jagung di tingkat pabrik pakan dengan pasar jagung dunia tidak terintegrasi. Integrasi jangka pendek terjadi hanya pada pasar jagung di tingkat pabrik pakan dan Perbaikan pemasaran jagung terkait dengan integrasi pasar jagung domestik dapat dilakukan dengan penyampaian informasi pasar yang cepat dan akurat sehingga petani dan pabrik pakan dapat mengetahui fluktuasi yang terjadi dalam pasar infrastruktur dryer, penyimpanan dan transportasi agar biaya transaksi yang dikeluarkan rendah sehingga dapat meningkatkan daya saing DAFTAR PUSTAKA