Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 812 Ae 820 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Efektivitas Pemahaman Standar Audit Terhadap Penyusunan Opini Laporan Audit Pada Kantor Akuntan Publik XY Qanita Azzahra Widiatmoko1. Arif Fajar Wibisono2 1,2Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia 21312224@students. id1, 133121101@uii. ABSTRACT Financial statement audits have an important role in ensuring that the financial statements that have been prepared by the company are in accordance with accounting standards, and applicabel regulations, as well as to maintain a balance between the interest of company management and other In order for ther audit process to run effectively and efficiently, auditors need to comply with the auditing standars set by the Indonesian Institute of Certified Public Accountants. The purpose of this study was to determine whether the XY Public Accounting Firm has adequate operational standards, and whether the auditors in the XY Public Accounting Firm understand and implement the operational audit standards set by IAPI. The research method used is descriptive qualitative method, and the research source is based on interviews with KAP XY auditors, research questionnaires containing audit standards 100-500, and documentation. Based on the data that the author has obtained, the results of the study indicate that the XY Public Accounting Firm has implemented the audit standards properly, but in its implementation there are still several challenges faced by KAP XY, one of which is the discovery of differences in understanding of audit standards between KAP XY auditors, indicating that there are several audit standards that have not been fully effective in their application in KAP XY. Keywords : Financial Statement Audit. Audit Standards. Audit Opinion. Public Accounting Firm. ABSTRAK Audit laporan keuangan memiliki peran penting dalam memastikan laporan keuangan yang telah disusun perusahaan sudah sesuai dengan standar akuntansi, dan peraturan yang berlaku, serta untuk untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan manajemen perusahaan dan para pemangku kepentingan lainnya. Agar proses audit berjalan dengan efektif dan efisien maka auditor perlu mematuhi standar audit yang telah ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Kantor Akuntan Publik XY memiliki standar operasional yang memadai, serta apakah auditor dalam Kantor Akuntan Publik XY memahami dan mengimplementasikan standar audit operasional yang telah ditetapkan oleh IAPI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, serta sumber penelitian berdasarkan wawancara dengan auditor KAP XY, kuesioner penelitian yang berisikan standar audit 100-500, serta Berdasarkan data yang telah penulis peroleh, hasil penelitian menunjukkan bahwa Kantor Akuntan Publik XY telah mengimplementasikan standar audit dengan baik, tetapi dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa tantangan yang dihadapi KAP XY, salah satunya adalah ditemukannya perbedaan pemahaman standar audit antara auditor KAP XY, hal tersebut menandakan bahwa adanya beberapa standar audit yang belum sepenuhnya efektif dalam penerapannya dalam KAP XY. Kata kunci : Audit Laporan Keuangan. Standar Audit. Opini Audit. Kantor Akuntan Publik. PENDAHULUAN Perusahaan yang telah go public perlu menyusun laporan keuangan tahunan yang akan diaudit oleh akuntan publik yang independen. Pelaksanaan audit eksternal pada laporan keuangan sangatlah penting, tidak hanya untuk memenuhi peraturan yang telah 812 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 812 Ae 820 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Departemen Keuangan lainnya, tetapi juga berguna untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan manajemen perusahaan dan para pemangku kepentingan lainnya, agar tidak menimbulkan konflik antara masing-masing pihak. Hal tersebut dikarenakan auditor eksternal atau akuntan publik sebagai pihak ketiga yang bersifat independen, yaitu tidak memiliki hubungan langsung dengan perusahaan yang diaudit, sehingga dapat memberikan pandangan objektif terhadap laporan keuangan perusahaan (Ramadhany et al. , 2. Perusahaan mungkin saja dapat melanggar pelaporan keuangan, karena adanya tekanan dari pihak internal maupun eksternal yang mengharuskan laporan keuangan terlihat baik dan menarik di mata para investor tanpa mempertimbangkan peraturan mengenai penyusunan laporan keuangan yang ada di Indonesia ataupun demi kepentingan para petinggi perusahaan. Oleh karena itu penting untuk melakukan audit pada laporan keuangan, untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang disusun perusahaan terbebas dari salah saji material. Audit laporan keuangan memiliki peran penting dalam memastikan laporan keuangan yang telah disusun perusahaan sudah sesuai dengan standar akuntansi, dan peraturan yang berlaku, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dari berbagai pihak, terutama investor dan para pemangku kepentingan . terhadap kinerja Menurut Hayes et al. , . audit dapat didefinisikan sebagai suatu proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi tentang tindakan dan kejadian ekonomi untuk memastikan tingkat kesesuaian antara asersi tersebut dengan krietria yang telah ditetapkan, serta mengkomunikasikan hasilnya kepada para pemakai yang berkepentingan. Dalam pelaksanaan audit, akuntan publik perlu mengumpulkan bukti yang kompeten dan cukup untuk mendukung opini yang akan diberikan nantinya atas laporan keuangan sesuai dengan yang telah diatur dalam standar audit dan untuk mencapai hal tersebut auditor perlu menyusun perencanaan sampai pelaporan audit yang sesuai dengan standar audit yang telah dikeluarkan oleh IAPI agar pelaksanaan audit dapat berjalan dengan efektif dan efisien serta dapat mencapai target dari Kantor Akuntan Publik (KAP) itu sendiri. Auditor eksternal nantinya akan menyatakan opini atas laporan keuangan perusahaan yang di audit, yang dimana opini tersebut tercantum pada Laporan Audit Independen (LAI). Standar audit yang telah ditetapkan oleh IAPI perlu dipatuhi dan dipahami oleh Kantor Akuntan Publik ataupun auditor dalam pelaksanaan audit agar terciptanya opini laporan audit yang andal dan memastikan bahwa laporan keuangan yang telah disusun oleh perusahaan terbebas dari salah saji material. Adanya standar audit bertujuan sebagai pedoman bagi auditor dalam pelaksanaan audit, kurangnya pemahaman mengenai standar audit dapat berdampak pada kualitas opini audit yang di berikan. Kantor Akuntan Publik (KAP) sebagai tempat pelaksana jasa audit memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa auditor telah memahami dan menerapkan standar audit dengan baik dan benar. Pemahaman yang baik terhadap standar audit dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan audit dan penyusunan opini pada laporan audit dan memungkinkan auditor untuk menjalankan prosedur audit secara sistematis dan sesuai dengan aturan yang berlaku agar 813 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 812 Ae 820 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. memperoleh bukti yang kompeten serta pelaksanaan audit dapat berjalan dengan efektif, karena auditor dituntut untuk profesional dengan menaati standar audit yang telah Dalam bukunya Ardianingsih . menyatakan bahwa standar audit merupakan ukuran mutu untuk pekerjaan audit yang ditetapkan oleh organisasi profesi audit, seperti IAPI (Institut Akuntan Publik Indoensi. dan menjadi batas minimum yang harus dipenuhi ataupun dicapai oleh auditor dalam melaksanakan tugas pemeriksaan. Namun, kenyataannya dalam praktiknya masih ditemukan adanya ketidakpatuhan dan ketidakcermatan dalam mematuhi standar audit yang telah ditetapkan oleh IAPI, yang berdampak pada kualitas opini audit yang diragukan. Kesalahan ataupun kekeliruan atas pemberian opini laporan audit dapat berakibat fatal kepada Kantor Akuntan publik tempat auditor tersebut bekerja ataupun auditor yang terlibat juga akan terkena sanksi atas ketidakcermatan dalam pemberian opini, baik itu sanksi hukum ataupun sanksi sosial, dimana tempat Kantor Akuntan Publik yang terkena kasus tersebut tidak dipercaya lagi oleh publik ataupun klien, karena kesalahan tersebut dapat merugikan banyak pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan (Pangesti & Agustina, 2. Oleh karena itu, akuntan publik perlu memahami dan melaksanakan audit sesuai dengan standar audit yang berlaku, yaitu dengan menjaga skeptisme, independensi dan cermat selama pelaksanaan audit, agar kasus kesalahan dalam memberikan opini tidak terjadi lagi. Berdasarkan latar belakang di atas, diketahui bahwa pentingnya bagi Kantor Akuntan Publik sebagai tempat pelaksana jasa audit dan akuntan publik untuk mematuhi, memahami dan mengimplementasikan standar audit selama pelaksanaan audit agar opini audit yang dihasilkan dapat diandalkan dan bermanfaat untuk pengambilan keputusan bagi pihak yang berkepentingan. Mengacu pada hal tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuEfektivitas Pemahaman Standar Audit terhadap Penyusunan Opini Laporan Audit Pada Kantor Akuntan Publik XYAy. TINJAUAN LITERATUR Penerimaan Klien Audit Penerimaan atau penolakan klien merupakan tahapan awal sebelum dilakukannya pelaksanaan audit secara menyeluruh terhadap laporan keuangan, yaitu sebelum memasuki tahap perancanaan audit. Terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi Kantor Akuntan Publik (KAP) dalam memutuskan untuk menerima ataupun menolak klien, salah satunya adalah penilaian terhadap integritas klien maupun integritas auditor yang dimana informasinya dapat diperoleh dari berbagai sumber. KAP akan menilai apakah calon klien memiliki latar belakang yang bermasalah atau tidak, serta mempertimbangkan berbagai aspek lainnya yang relevan sebelum mengambil keputusan menerima ataupun menolak klien. Dengan menerima klien. KAP memiliki kesempatan untuk menilai dan mengelola risiko yang mungkin saja nanti akan timbul (Mutia, 2. Audit Laporan Keuangan oleh Kantor Akuntan Publik Audit merupakan salah satu jasa asurans yang diberikan oleh auditor independen atau akuntan publik, yang dalam memberikan jasanya bertempat di Kantor Akuntan Publik 814 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 812 Ae 820 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. (KAP) (Ardianingsih, 2. Dimana nantinya akuntan publik yang akan melakukan serangkaian penilaian sistematis terhadap laporan keuangan klien, dan akan disimpulkan penilaiannya berdasarkan bukti dan fakta yang ditemukan antara di lapangan dengan laporan keuangan perusahaan melalui opini yang ada pada laporan auditor independen. Melakukan audit pada laporan keuangan dapat menambah nilai dari perusahaan, karena audit yang dilakukan oleh akuntan publik dapat membantu untuk memastikan bahwa transparansi dalam menyajikan laporan keuangan sehingga mendapatkan kepercayaan dari investor ataupun masyarakat yang ingin berinvestasi pada perusahaan (Ndruru et al. Standar Audit Standar audit mencakup mutu profesional yang perlu dipatuhi oleh auditor independen dan dapat digunakan sebagai pertimbangan saat pelaksanaan sampai penyusunan laporan audit (Rahmatika & Yunita, 2. Tujuan utama dari adanya standar audit adalah memberikan keyakinan kepada pihak yang mempunyai kepentingan terhadap laporan keuangan, bahwa laporan keuangan yang telah disajikan oleh suatu entitas itu telah disajikan secara wajar dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku (Pamungkas et al. Opini Audit Dalam melakukan audit, akuntan publik perlu mengumpulkan bukti yang cukup dan kompeten untuk dapat mendukung dan memperkuat opini yang akan diberikan nantinya atas laporan keuangan serta memastikan bahwa laporan keuangan yang telah disusun oleh klien telah wajar dan akurat, untuk mencapai hal tersebut auditor independen perlu menyusun prosedur audit yang sesuai dengan standar audit yang telah dikeluarkan oleh IAPI agar pelaksanaan audit dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Opini audit memiliki 5 jenis yaitu terdiri dari opini wajar tanpa pengecualian, wajar dengan pengecualian dengan bahasa penjelas, tidak wajar, tidak memberikan pendapat (Setiyani, 2. Pemberian opini yang akurat terhadap laporan keuangan sangat penting dilakukan agar laporan audit yang dihasilkan tidak membuat keliru para pemangku kepentingan, seperti, kreditur, pemegang saham dalam mengambil keputusan. Kantor Akuntan Publik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik, dijelaskan bahwa Kantor Akuntan Publik (KAP) merupakan badan usaha yang didirikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan mendapatkan izin usaha. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan. Kantor Akuntan Publik (KAP) dapat berbentuk usaha : Perseorangan Perskeutuan perdata Firma Bentuk usaha lain yang sesuia dengan karakteristik profesi Akuntan Publik, yang diatur dalam Undang-Undang. 815 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 812 Ae 820 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Kantor Akuntan Publik dioperasionalkan atau dijalankan oleh Akuntan Publik, akuntan publik merupakan seseorang yang telah memperoleh izin untuk memberikan jasanya seperti yang telah diatur dalam undang-undang maupun instansi yang berwenang (Pamungkas et al. , 2. METODE PENELITIAN Jenis penelitian penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif lebih menekankan pada analisisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika (Abdussamad, 2. metode kualitatif merupakan penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme atau paradigma interpretive. Pendekatan ini berhubungan dengan interpretasi terhadap gejala yang ditemukan oleh peneliti di lapangan, serta penelitian kualitatif akan meneliti semua komponen dan hubungan satu dengan yang lainnya (Sugiyono, 2. Dalam bukunya Sugiyono . menyatakan bahwa sumber untuk pengumpulan data dapat berasal dari dari data primer dan sekunder. Sumber primer merupakan sebagai sumber data langsung memberikan data kepada pengumpul data. Dalam penelitian ini data primer yang akan digunakan berasal dari wawancara dan kuesioner penelitian yang berisikan pemahaman auditor terkait dengan standar audit 100-500. Sedangkan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data yaitu dapat berupa dokumentasi. Dalam penelitian ini data sekunder yang akan digunakan seperti melihat langsung kertas kerja pemeriksaan, software ATLAS, dll. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Standar Audit Pada KAP XY Setiap Kantor Akuntan Publik (KAP) memiliki standar tertulis yang diterapkan dalam kegiatan auditnya, termasuk KAP XY yang mengadopsi Standar Pengendalian Mutu (SPM) untuk standar tertulisnya. SPM milik KAP XY ini mengatur seluruh proses audit mulai dari pra-perikatan, pasca-perikatan, hingga pelaporan hasil audit yang nantinya akan dimasukkan ke dalam sistem Pelita yang dikembangkan oleh Pusat Pembinaan Profesi Keuangan . K). Pengendalian mutu dalam Kantor Akuntan Publik (KAP) bermanfaat untuk menjaga kualitas audit dan menjaga kepatuhan terhadap peraturan yang ada. Standar pengendalian mutu milik KAP XY dijaga langsung oleh supervisi dari quality assurance, serta SPM milik KAP XY rutin diperiksa secara berkala. Quality assurance dalam KAP XY sering kali untuk memberikan arahan kepada anggota penugasan audit, yaitu dalam hal pengarahan seperti data yang harus dimintakan auditor kepada klien seperti apa, ataupun hal lainnya. Serta untuk menjaga pengendalian mutu dalam KAP XY, nantinya quality assurance akan di reviu oleh partner-partner non Akuntan Publik (AP), dan partner tersebut akan memberikan saran ataupun berdiskusi dengan quality assurance. Dengan adanya standar pengendalian mutu serta pengawasan dari quality assurance. KAP XY dapat memastikan bahwa hasil audit yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi dan dapat dipercaya. 816 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 812 Ae 820 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Kantor Akuntan Publik (KAP) XY dapat memastikan bahwa laporan keuangan yang telah diaudit dapat dipercaya oleh para penggunanya. Hal tersebut dapat dijamin karena, laporan keuangan yang telah di audit disajikan berdasarkan bukti-bukti pendukung yang lengkap, tidak adanya salah saji, dan juga Kertas Kerja Pemeriksaan yang memadai. Gambaran tahapan audit yang diterapkan oleh KAP XY terdiri dari perencanaan audit, pelaksanaan audit, dan pelaporan audit. Perencanaan Audit Tahapan perencanaan audit yang ada di KAP XY, adalah pertama-tama perlu memahami nature dari entitas klien. KAP XY akan menentukan time budget sendiri dll, dan juga berdasarkan kondisi aktual yang terjadi di KAP XY perencanaan audit ini dapat berubah-ubah menyesuaikan kondisi dilapangan. Agar tim audit dapat menghasilkan informasi yang baik dan terpercaya. KAP XY menekankan untuk di tahap awal yaitu memahami entitas bisnis klien secara mendalam termasuk lingkungan operasionalnya seperti apa. Setelah memiliki pemahaman yang baik mengenai bisnis klien, selanjutnya adalah mencari standar-standar yang relevan dengan entitas bisnis klien tersebut, baik itu standar akuntansi maupun standar audit. Pelaksanaan Audit Berdasarkan kondisi aktual auditor KAP XY, pelaksanaan audit yang dijalankan telah sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI. Dalam mengimplementasikan standar audit ke dalam pelaksanaan audit, standar audit yang diacu oleh KAP XY menyesuaikan dengan jenis usaha klien. Tahap pelaksanaan pada KAP XY yaitu memulai dari mengerjakan Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP) audit. Di dalam KKP tersebut terapat KKP per akun, yang didalamnya dilengkapi dengan salah satunya adalah worksheet atau working paper. Selain menyusun KKP, auditor akan turun ke lapangan yaitu dengan mengunjungi klien atau dapat disebut dengan fieldwork, untuk memperoleh data ataupun informasi yang dibutuhkan auditor selama pelaksanaan audit, dan auditor juga akan menentukan materialitas dalam pelaksanaannya. Materialitas pada tingkat laporan maupun pada tingkat masing akun-akun itu berbeda. Terkait dengan menentukan materialitas. KAP XY memiliki kertas kerja untuk penentuan materialitasnya sendiri. Untuk memperoleh bukti audit biasanya auditor dapat menerapkan prosedur audit, dimana di KAP XY juga memiliki prosedur tertulis untuk pelaksanaan prosedur audit, prosedur tersebut terdapat di aplikasi ATLAS. Selain itu KAP XY juga menerapkan prosedur audit sama seperti apa yang tercantum dalam standar audit yang telah ditetapkan oleh IAPI, yaitu seperti observasi, inspeksi, dan prosedur lainnya. Pelaporan Audit Pada tahap pelaporan, auditor KAP XY akan melihat dan memasukan worksheet (WS) atau working paper (WP) klien pada laporan audit. Tahap pelaporan di KAP XY terdapat 2 macam yaitu, pertama langsung diserahkan ke report writer WS atau WP nya, tetapi ada juga yang disusun auditor terlebih dahulu sebelum masuk ke report writer WS atau WP nya. Setelah melewati report writer, draft laporan audit akan direviu oleh tim quality assurance, pada tahap ini auditor akan mengirimkan first draft ke klien. 817 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 812 Ae 820 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Kantor Akuntan Publik (KAP) XY memastikan bahwa seluruh tim audit yang ada memahami dan mematuhi standar audit yang telah ditetapkan oleh IAPI, dengan melakukan beberapa hal, yaitu seperti adanya surat independensi sampai pemahaman terkait entitas klien. Sebelum menunjuk ataupun membentuk tim audit. KAP XY akan melakukan evaluasi terlebih dahulu terkait dengan kompetensi auditor, salah satunya melalui tools audit yaitu ATLAS. Selama melakukan proses audit, dokumentasi audit penting dilakukan hal tersebut dapat membantu dalam perencanaan maupun pelaksanaan audit sesuai dengan yang tercantum dalam standar audit 230. Begitupun hal yang sama dilakukan oleh KAP XY, yaitu KAP XY telah mengupayakan membuat dokumentasi sebaik Untuk mendokumentasikan Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP), sistem manajemen di KAP XY sudah mewajibkan semua data termasuk data-data pendukung untuk di scan dan di unggah ke dropbox sebagai tempat penyimpanan data tersebut. Tantangan Dalam Mengimplementasikan Standar Audit oleh KAP XY Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat beberapa pemahaman yang berbeda antara standar audit dengan pemahaman auditor KAP XY. Perbedaan pemahaman tersebut terdapat di beberapa standar audit, diantaranya adalah: Terdapat perbedaan pemahaman terkait dengan standar audit 250 . (Perimbangan atas Peraturan Perundang-Undangan dalam Audit atas Laporan Keuanga. : yaitu beberapa auditor KAP XY menganggap kesalahan penyajian yang tidak material tidak perlu menjadi perhatian khusus auditor, sementara terdapat salah satu auditor yang menganggap bahwa kesalahan penyajian tidak material tetap perlu dipertimbangkan dan diperhatikan. Perbedaan pemahaman terkait dengan standar audit 300 . (Perencanaan Suatu Audit atas Laporan Keuanga. : yaitu sebagian besar auditor KAP XY setuju bahwa perencanaan audit dapat berubah sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan, namun terdapat auditor yang beranggapan bahwa perencanaan audit tidak boleh berubah menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi. Perbedaan pemahmana selanjutnya adalah terkait dengan standar audit 450 . (Pengeveluasian atas Kesalahan Penyajian yang Diidentifikasi Selama Audi. sebagian besar auditor KAP XY bahwa kesalahan penyajian baik itu material maupun tidak material, harus dikomunikasikan kepada manajemen, sementara terdapat auditor yang beranggapan bahwa kesalahan penyajian tidak material tidak wajib dikomunikasikan kepada manajemen. Perbedaan pemahaman mengenai standar audit juga ditemukan pada standar audit 500 . ukti audi. : yaitu sebagian besar auditor KAP XY memahami bahwa kecukupan dan ketepatan bukti audit yang diperoleh tidak berpengaruh untuk menurunkan risiko audit, sedangkan beberapa auditor beranggapan tidak setuju akan hal itu, yang beranggapan bahwa kecukupan dan ketepatan bukti audit yang diperoleh bukti audit berpengaruh untuk menurunkan risiko audit. Selain itu, terdapat perbedaan pemahaman terkait dengan bukti audit yang cukup adalah bukti yang jumlahnya banyak, meskipun kurang relevan. sebagian besar 818 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 812 Ae 820 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. auditor KAP XY menganggap tidak setuju akan hal tersebut, dan beberapa orang lagi menganggap setuju akan hal tersebut. Tantangan ataupun hambatan yang dihadapi oleh KAP XY selain adanya perbedaan pemahaman standar audit antara 100-500 diatas. KAP XY juga menghadapi tantangan Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa tantangan yang dihadapi oleh auditor KAP XY adalah adanya revisi 2021, tetapi auditor KAP XY menganggap permasalahan tersebut sebagai motivasi untuk terus belajar lagi terkait dengan peraturanperaturan yang tercantum di standar audit revisi 2021. Selain itu tantangan lainnya yang dihadapi oleh auditor KAP XY adalah terkait dengan data klien, terkadang data yang diberikan oleh klien tidak memadai sehingga auditor perlu menyesuaikan ulang prosedur adapun tantangan yang dihadapi dari sisi auditor KAP XY sendiri adalah membagi waktu antara mengerjakan pekerjaannya dengan terus meningkatkan pengetahuan yang bersifat dinamis dan meningkatkan skill. Terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan tantangan di atas dapat muncul yaitu sebagai berikut: Kurangnya pelatihan maupun sosialisasi terkait dengan standar audit Perbedaan pengalaman kerja Kurangnya komunikasi internal Kurangnya evaluasi dan pengawasan internal KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Kantor Akuntan Publik XY telah mengimplementasikan standar audit dengan cukup baik, naum masih terdapat perbedaan pemehaman yang menunjukkan bahwa penerapan standar audit yang belum sepenuhnya efektif. Kantor Akuntan Publik XY telah menerapkan Standar Pengendalian Mutu (SPM) secara tertulis dan terstruktur yang bermanfaat untuk menjaga kualitas audit. Tahapan audit yang diterapkan oleh Kantor Akuntan Publik XY terdiri dari perencanaan audit, pelaksanaan audit, dan pelaporan audit. Namun, dalam mengimplementasikan standar audit. Kantor Akuntan Publik XY menghadapi beberapa tantangan yaitu ditemukannya perbedaan pemahaman standar audit di antara para auditor, terutama pada standar audit 250, 300, 450, dan 500 . DAFTAR PUSTAKA