Ngalokat Menuju Refleksi Diri Neng Wina Resky Agustina1. Ign. Herry Subiantoro2, dan Ismet Ruchimat3 Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Jl. Raya Bandung Kaum kidul No. 06 Sabandar Karang Tengah Cianjur Jl. Buah Batu No. Cijagra. Kec. Lengkong. Kota Bandung. Jawa Barat 40265 Wina11rezky@gmail. com, 2ignherrysubiantoro@gmail. com, 3hirdzan@yahoo. ABSTRACT AuLokat MalaAy is a contemporary dance work inspired by the rumpaka mamaos of the Cianjuran song entitled AuLokat MalaAy. The atmosphere of harmonizing songs stirs the soul, gives longing for a cool, peaceful, and serene rural atmosphere. Lokat Mala leads to a process of self-cleaning when humans try to reflect on the balance of the relationship between God, humans and Nature. Stuart Hall's representation theory is used to interpret mamaos Lokat Mala as content ideas which explain, translate, and express ideas including meaning, language, culture, concepts, reality and imagination. The method of creation or creative process applies the concept of Alma Hawkins covering exploration, improvisation and formation. Jaqueline Smith's construction method used in constructing sensitivity includes auditory stimulation, visual stimulation, kinesthetic stimulation, tactile stimulation and idea stimulation. The embodiment of religious ideas and experiences about self-memory, represented in the form of a dance structure as a symbol of harmony and balance in outward and spiritual life. The choreography combines self-reflection, self-motivation, and self-strength. Keywords: Dance. Lokat Mala. Reflection of life. Representation Pengalaman keterlibatan menggeluti dunia Tembang Sunda Cianjuran tersebut memberikan jejak kuat dalam ingatan yang bukan hanya mengingatkan tentang bagaimana proses belajar seni ini diperoleh melalui tata cara tradisi, akan tetapi sekaligus meningkatkan kemampuan dalam berinteraksi pada beragam aspek sosial Keterlibatan menyentuh ruang sosio estetik Tembang Sunda Cianjuran pada akhirnya menggiring pada suatu keinginan merepresentasi arti dan makna Lokat Mala ke dalam proses literasi ketubuhan . Pemaknaan terhadap ruang sosio estetik maupun keterhubungan terhadap proses literasi tubuh merujuk pada suatu pandangan yang menyatakan bahwa sifat ganda tari dapat dipahami sebagai bentuk produksi sosial dan bukan sekedar suatu hiasan bagi kehidupan sosial PENDAHULUAN Latar Belakang Proses mempelajari Tembang Sunda Cianjuran kehidupan batin tersendiri, hal ini disebabkan bahwa interaksi dalam sosialisasi kehidupan dunia Tembang Sunda Cianjuran memiliki kompleksitas yang tidak hanya menyangkut subjek tentang karawitan, melainkan berisi dinamika kehidupan sosio budaya yang terlihat sebagai interaksi rutinitas dan peristiwa bersama antar murid, penembang, serta Tembang Sunda is a kind of human interaction, or a communication system, verbal as as nonverbal. People may express their emotions and feelings by means of tembang Sunda. Of course musical interaction is not exactly the same as, for instance, speech interaction. (Van Zanten, 1989: 7-. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Mala hadir sebagai rangsang gagasan yang merepresentasi diri yang diwujudkan sebagai karya tari. Sebagai literasi musikal, lagu Lokat Mala merupakan salah satu wanda lagu Tembang Sunda Cianjuran yang memiliki rumpaka . berbentuk prosa liris serta menggambarkan pengalaman batin juru sangi . Bakang Abu Bakar yang penuh dengan mistis, sekaligus sebagai ekspresi yang melahirkan katarsis. Kompleksitas kehidupan yang dialami Bakang Abubakar menumbuhkan hasrat dirinya untuk merefleksikan pengalaman batin dengan cara ngahening hingga tercipta syair yang merepresentasi makna, aspek kehidupan sosial, keindahan alam, serta AA (Felicia Hughes-Freeland, 2009: . Dalam satu tulisannya Wim Van Zan menyatakan hal sebagai berikut. By investigating tembang Sunda. I have tried to obtain some understanding of Sundanese The social organization of a culture is structured in accordance with the way its members think about themselves and about the outside world. Thought patterns, such as formulated in philosophy and religion, also structure their music and the organization of the music-making. (Van Zanten, 1989: . Pernyataan pemahaman bahwa tari sebagai bentuk ekspresi mengeksplanasi proses ketubuhan menjadi nilai sosial budaya yang tidak hanya terkontekstual sebagai aturan sosial tetapi sekaligus meneladani manusia untuk menumbuh kembangkan kemampuan menyerap lingkungan sebagai representasi Kata AoLokat MalaAo bersumber dari kata Lokat yang memiliki arti pembersihan diri, sedangkan Mala diartikan sebagai kehidupan yang dapat mendatangkan musibah bagi manusia . amalaning huri. Oleh karena itu Lokat Mala dimaknai sebagai upaya pembersihan diri untuk menghindari hal-hal yang mendatangkan mamalaning hurip (R. Hardjadibrata, 2003: 504-. Makna Lokat Mala menjadi salah salah pilihan penting dalam menggiring intuisi kreatif seorang kreator saat menyentuh kehidupan alamiah menjadi realitas seni, khususnya seni yang terkontekstual pada wilayah gerak. Lokat mala dihadirkan karena memberi keyakinan untuk mewakili diri dalam menyertakan aspek ketubuhan melalui simbol-simbol material gerak. Dalam hal ini gerak memiliki muatan khusus serta berpotensi untuk dapat dijadikan sebagai media representasi melalui laku estetis. Keindahan puitis syair dan lagu Lokat Mala inilah yang membangkitkan kesadaran atas peristiwa personal dalam mengawali proses penciptaan tari. Untuk hal ini Lokat Au. Pergolakan yang terjadi dalam hati nurani manusia sering kali dijadikan sumber kreatif dalam peristiwa penciptaan seni, baik secara sadar maupun tidak sadar. Seniman ingin mengekspresikan bayanganbayangan yang ada dalam dirinya. Lebih lanjut diungkap bahwa yang terungkap dalam tari adalah sebuah cita dan laku rasa, emosi dan ungkapan subjektif lain yang ditampilkan silih berganti, muncul dan berkembang dalam suatu proses yang rumit menuju pada suatu keselarasan serta memberikan konsumsi Aukehidupan batiniahAy dalam warna identitas pribadi. Kehidupan batiniah ini adalah gambaran kisah atau riwayat pribadi seseorang, serta liku-liku kehidupan dari lingkungan yang ia rasakanAy (FX. Widaryanto, 1998: . Lingkungan dan kebudayaan di sekeliling yang mengendap tentu memberi pengaruh besar terhadap perjalanan hidup seseorang dalam mengaktualisasi diri terhadap pelbagai orientasi dan tujuan. Pengendapan ruang aktualisasi diri terhadap kehidupan sosio estetik Tembang Sunda Cianjuran akhirnya mempertemukan gagasan untuk menempatkan Lokat Mala menjadi ruang ekspresi seni yang sekaligus mengkontekstualisasi kultur wilayah tempat di mana bentuk seni pertunjukan ini berada, yaitu di Kabupaten Cianjur. Agustina. Subiantoro. Ruchimat: Ngalokat Menuju Refleksi Diri Ngahiyang di Batu dongdang (Moksa di Batu Dongdan. Silanglang di jamban herang. (Berenang di air benin. Moal mulang lamun teu acan kabandang Mustika manda wangi (Tak akan pulang kalau belum memetik mustika mandala wang. Rek lahlahan tatapa luhureun kawah (Akan segera bertapa di atas kawa. Malar hate henteu siwar (Agar hati tetap tega. Wujud rumpaka Lokat Mala yang merangkum kompleksitas kehidupan lahiriyah dan spiritual manusia sangat mendorong untuk melahirkan gagasan seni baru yang dilahirkan melalui dimensi artistik gerak. Wujud naratif yang terkontekstualisasi pada lagu ini menggiring pada satu keyakinan bahwa gerak harus mampu mencerna realitas kehidupan dalam berbagai perspektif olah kreatif seni. Oleh karena itu mengkaji Lokat Mala yang kemudian dijadikan sebagai objek kreativitas tari tentu memiliki dampak terhadap pembacaan perkembangan tari di Jawa Barat. Hal ini disebabkan bahwa penciptaan tari Lokat Mala tidak hanya menghadirkan konvensi tradisi secara naratif tetapi sekaligus merepresentasi makna tradisi pada lokus perkembangan tari kontemporer saat ini. Kandungan syair Lokat Mala yang dijadikan sebagai inspirasi wujud serta gagasan karya ini secara naratif digambarkan sebagai berikut: (Penerjemah: Godi Suwarno, 10 Juni 2. Syair tersebut di atas merupakan salah satu bentuk dari penyajian panambih Tembang Sunda Cianjuran, yaitu bentuk struktur sajian tembang yang dibawakan juru mamaos . dalam pola irama ajeg atau konstan dimana bentuk dan pola lagunya sebagian besar diserap dari genre lagu-lagu kawih. Adapun kata Tembang Sunda Cianjuran sendiri merupakan rangkaian kata yang terdiri dari kata Tembang. Sunda, dan Cianjuran. Tembang adalah jenis kesenian vokal berirama bebas. Sunda adalah nama dari satu suku bangsa yang tinggal di sebagian besar wilayah Jawa Barat dan Banten menggunakan Adat Istiadat Sunda (Deni Hermawan, 2016: . Tembang Sunda Cianjuran pada awalnya merupakan pertunjukan karawitan yang dipertunjukan sebagai hiburan para Menak Cianjur. Umumnya pertunjukan Tembang Sunda Cianjuran berpusat pada tradisi kehidupan pendopo Cianjur yang dianggap sebagai pusat aktivitas sosial budaya, dan oleh karena itu banyak masyarakat menyebutnya sebagai Seni Permadani dan Kamar Musik (Wiradiredja, 2014: . Lokat Mala Gunung Gede geusan nyarandekeun hate (Gunung untuk menyandarkan hat. Pangrango kuring ngadago (Pangrango daku menant. Gunung Guruh da kuring mah henteu jauh (Gunung Guruh aku ini tidak jau. Kaleuit Salawejajar . ada leuit dua puluh lima jaja. Aduh lucu Alun-alun luhur gunung (Aduh lucu Alun-alun di atas Gunun. Matak betah sarwa endah (Membuat betah serta inda. Lokatmala marakbak baranang siang (Lokatmala gemerlap gemilang cerlan. Aduh manis jeung cantigi (Adu manis dengan cantig. Ku napsu mah matak sungkan mulang (Andai menuruti nafsu tentu akan segan Hayang ngahenang-ngahening (Ingin tenang serta dama. Metodologi Penciptaan Teori Penciptaan Karya ini menggunakan analisis teori representasi Stuart Hall. Stuart Hall memperlihatkan suatu proses dimana arti Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Pertanyaan representasi adalah bagaimana dunia ini dikonstruksi dan direpresentasikan secara sosial kepada kita dan oleh kita, representasi dan makna ini melekat pada beberapa faktor antara lain: bunyi, prasasti, ojek, citra atau image, program televisi, majalah, dan film (Barker, 2004: Stuart Hall akan sangat membantu. Representasi juga merupakan konsep yang menghubungkan antara makna dan bahasa dengan budaya. Representasi juga dapat berarti menggunakan bahasa untuk mengatakan sesuatu yang penuh arti atau menggambarkan dunia yang penuh arti kepada orang lain. Representasi juga merupakan sebuah bagian esensial dari proses dimana makna dihasilkan dan diubah oleh anggota kultur tersebut (Hall, 1997: . Wujud Lokat Mala sebagai representasi keindahan alam memberikan . diproduksi dengan menggunakan bahasa . dan dipertukarkan oleh antara anggota kelompok dalam sebuah kebudayaan . Representasi menghubungkan antara konsep . dalam benak kita dengan menggunakan bahasa yang memungkinkan kita untuk mengartikan benda, orang, kejadian yang nyata . , dan dunia imajinasi dari objek, orang, benda, dan kejadian yang tidak nyata . (Stuart Hall, 1997: Representasi secara singkat adalah salah satu cara untuk memproduksi makna, yang kemudian representasi bekerja melalui sistem representasi yang terdiri dari dua komponen penting, yakni konsep dalam pikiran dan bahasa. Kedua komponen ini saling berkorelasi. Konsep dari sesuatu hal yang dimiliki dan ada dalam pikiran, membuat manusia atau seseorang mengetahui makna dari sesuatu hal tersebut. Bagan 1. Konsep teoritikal karya tari Lokat Mala (Sumber: Agustina, 2. Agustina. Subiantoro. Ruchimat: Ngalokat Menuju Refleksi Diri tangkapan makna yang bersifat ganda, yaitu makna antar kesadaran diri secara lahiriyah dan kesadaran batiniah. Secara lahiriyah pemahaman terhadap teks yang ada pada rumpaka Lokat Mala hadir sebagai dimensi musikal adapun secara batiniyah ruang musikal yang diciptakan menggiring pada kedalaman spiritual yang mampu mengkaitkan kompleksitas kehidupan individu pada dimensi yang bersifat imajinatif. Dalam hal ini mamaos sebagai inti dari keseluruhan pembacaan nilai kemudian merefleksikan makna Lokat Mala pada kompleksitas serta lokus kehidupan budaya masyarakat Sunda. Artists often express feelings and do things not expressed or done in daily life. They comment on society, discuss norms and values , and hence operate between the AonormalAo and the AoabnormalAy, like priests or shamans. Artists often operate as mediators in the Aoliminal zoneAo bet ween the natural and the supernatural (Leach and Aycock 1983: . Berikut ini adalah beberapa kalimat yang ada pada syair Tembang Sunda Cianjuran yang mewakili makna yang akan disampaikan pada karya ini: Bahasa merupakan sebuah sistem dari representasi yang diperlukan dalam proses pengkonstruksian makna. Penyebaran makna melalui bahasa dapat membuat kita menghubungkan konsep dan ide dalam bentuk kata dan tulisan tertentu, citra, suara, serta dalam bentuk visual. Stuart Hall . 7: . juga berpendapat bahwa ada beberapa prinsip representasi sebagai sebuah proses produksi makna melalui bahasa, yaitu . untuk mengartikan sesuatu, maksudnya adalah representasi menjelaskan dan menggambarkan dalam pikiran dengan menempatkan persamaan sebelumnya dalam pikiran atau perasaan kita dan . representasi digunakan sebagai alat untuk menjelaskan atau mengkonstruksi makna dari sebuah simbol. Selain itu. Stuart Hall . 7: . Ada tiga pendekatan yang dikemukakan mengenai representasi makna dan bahasa, antara lain: . Pendekatan reflektif dari kenyataan. Pendekatan intensional, yaitu bahasa yang dimaknai sebagai kehendak dari penulis . Pendekatan konstruksionis, yaitu bahasa merupakan serangkaian katakata yang ditafsirkan hingga memiliki Metode Penciptaan Metode yang digunakan dalam karya ini melalui tahapan eksplorasi, improvisasi dan pembentukan dari Alma Hawkins . alam Ekspresi Seni, 2. Diperkuat dengan kontruksi tari dari Pada dasarnya tari mengandung inti eksplorasi: . menentukan judul/tema/topik ciptaan melalui cerita, konsepsi. berfikir, berimajinasi, merasakan, menanggapi dan menafsirkan tentang tema yang dipilih. Improvisasi . percobaan-percobaan memilih, membedakan, mempertimbangkan, membuat harmonisasi, dan kontraskontras tertentu, . menentukan integrasi dan kesatuan terhadap berbagai percobaan Gunung gede gesan nyarandekeun hate (Gudung gede menentramkan hat. = suasana yang selalu menentramkan Pangrango kuring ngadago (Pangrango aku menant. = setiap saat dinantikan dan ditunggu Gunung guruh da kuring mah henteu jauh (Gunung bergemuruh aku tetap tidak jau. = meskipun bergemuruh tetap selalu dekat Matak betah sarwa endah . embuat nyaman dan inda. = kenyamanan dan indah ini menjadi sebuah kerinduan. Ngahiang di batu dongdang, silanglang di jamban herang, dapat ditafsirkan sebagai gambaran sorgawi. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 6 No. 2 Desember 2021 mempelajari Tembang Sunda Cianjuran kemudian menciptakan pengalaman batin pada konteks genah, betah, tumaninah. Makna Lokat Mala sebagai peristiwa personal mengaitkan pengalaman batin dalam wujudnya sebagai syair, lagu serta mengkonstruksi makna pada ingkungan sosial masyarakat. Fokus pengartikulasian karya Lokat Mala terletak pada penyerapan objek-objek realis seperti lingkungan alam, sosial, spiritual serta objek yang bersifat fictional yang direpresentasi melalui gerak kontemporer. Untuk mengkontekstualisasikan gagasan karya Lokat Mala, maka konstruksi karya yang tersusun digambarkan dengan wujud karya yang bertipe dramatik. Tari dramatik mengandung arti bahwa gagasan yang dikomunikasikan sangat kuat dan penuh daya pikat, dinamis, dan penuh ketegangan, dan dimungkinkan melibatkan konflik antara orang seorang dalam dirinya atau dengan orang lain. Tari dramatik yang memusatkan pada sebuah kejadian atau suasana yang tidak menggelarkan cerita. yang telah dilakukan. Pembentukan . menentukan bentuk ciptaan dengan simbol-simbol dihasilkan dari berbagai percobaan yang telah dilakukan, . menentukan kesatuan dengan parameter yang lain, seperti gerakan dengan iringan, busana dan warna. pemberian bobot seni . erumitan, kesederhanaan dan intensita. dan bobot keagamaan. Selain dari metode penciptaan dari Alma Hawkins, karya ini diperkuat dengan metode kontruksi tari dari Jacqueline Smith. Dalam metode kontruksi ini adalah suatu rangsang dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang membangkitkan pikir atau semangat atau mendorong kegiatan. Rangsang ini dapat berupa rangsang dengar, rangsang, visual, rangsang kinestetik, rangsang peraba, dan rangsang gagasan (Ben Suharto, 185: . HASIL DAN PEMBAHASAN Lokat Mala sebagai representasi artistik yang diimplementasi melalui wujud gerak kontemporer menunjukkan jejak-jejak dimana makna . dalam kebahasaan tubuh . merepresentasi kebudayaan . secara holistik. Representasi Lokat Mala mengaitkan kedalaman konsep . melalui pencernaan bahasa tubuh yang memungkinkan untuk dapat mengartikulasi makna terhadap realitas karya, seperti pengartikulasian benda, orang, kejadian yang nyata . , dan dunia imajinasi dari objek, orang,AAbenda, dan kejadian yang tidak nyata . (Stuart Hall, 1997: . Meaning mengartikulasi syair Lokat Mala yang kemudian diterapkan pada language . ahasa tubu. yang disesuaikan dengan culture . yang ada pada masyarakat Cianjur kemudian menjadi . yang disajikan secara real dan fictional. Kesemua ini dalam pengalaman mencerna serta Wujud Karya Gagasan Wujud Karya Sebagai reka cipta karya, pemaknaan yang hadir lewat syair Lokat Mala direpresentasi sebagai media atau cara pembersihan batin serta menjadi kesucian diri. Pokok dari wujud karya ini terbagi ke dalam empat bagian yaitu introduksi, berlatih mamaos . gaji dir. , kontemplasi, dan refleksi hidup. Tugas manusia adalah menjaga alam agar tetap bertahan dan lestari di muka bumi. Satu ungkapan rindu, ketentraman jiwa dan perasaan terhadap lingkungan dan usaha mendekatkan diri dengan merasakan apa yang sering dilakukan alam untuk mencintai kita sebagai manusia makhluk yang mendampinginya. Sebagaimana Wim Van Zanten menyebutkan bahwa Agustina. Subiantoro. Ruchimat: Ngalokat Menuju Refleksi Diri Tembang Sunda (Cianjura. may briefly be described as sung poetry. The description above is only the outer form of the music-making, some Sundanese informants would say. The real meaning, or inner form, of tembang Sunda is trying to understand the essence of life. is also seen as a mystical path, or a means of communication with the metaphysical world. 9: 7-. Abstraksi makna Lokat Mala yang dijadikan konsep dasar secara keseluruhan kemudian dikembangkan menjadi kerangka garap serta pada tahapan teknis kemudian dikembangan melalui eksplorasi melalui perancangan motif gerak serta dikembangkan melalui eksplorasi pada ruang, bentuk, dan waktu. Karya tari ini merupakan kelanjutan dari studio satu dan studio dua yang didasarkan atas penekanan konsep representasional dan simbolik. Menurut Jacquline Smith model penyajian representasional adalah penyajian tari yang jelas ceritanya sesuai dengan apa yang terjadi sedangkan simbolik adalah mempunyai intisari atau karakteristik . 5: . romantika kehidupan seorang seniman Bakang Abubakar yang merefleksikan kehidupannya dengan kesadaran terhadap kepentingan pemenuhan ruang batin, sekaligus sebagai ekspresi yang melahirkan kesadaran terhadap upaya pemaknaan Konteks Tembang Sunda Cianjuran dipahami Wim Van Zanten . 9: . dalam tulisannya dengan keterangan sebagai Tembang Sunda (Cianjura. may briefly be described as sung poetry. The description above is only the outer form of the music-making, some Sundanese informants would say. The real meaning, or inner form, of tembang Sunda is trying to understand the essence of life. It is also seen as a mystical path, or a means of communication with the metaphysical world. Ungkapan gerak tidak hanya terstruktur berdasarkan makna yang diungkapkan pada tiap bait lagu, akan tetapi menyentuh pula kedalaman spiritual yang mengabstraksikan masyarakat Cianjur pada masa itu. Pada proses penciptaan karya ini juga diperkuat dengan metode kontruksi tari yang dari Jaqueline Smith yaitu rangsang dengar, termasuk musik yang hampir selalu mengiringi tari. Seringkali penata tari mulai hasrat menggunakan lagu musik tertentu yang karena sifatnya merangsang timbulnya gagasan tari. Kemudian rangsang visual, biasanya dapat timbul dari gambar, patung, apa saja yang kita lihat yang ada pada sekelilingnya. Rangsang peraba dapat menghasilkan respon kinestetik, misalnya rasa halus pada kain sifon dapat merespon gerak-gerak yang muncul pada seorang penari atau penata tari. 5: 21-. Konsep Kekaryaan Pemaknaan Lokat Mala Karya tari Lokat Mala terinspirasi dari syair lagu Tembang Sunda Cianjuran . yang berjudul Lokat Mala, syair tersebut menceritakan tentang keindahan Alam Gunung Gede Pangrango yang berada di daerah Cipendawa Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Pendalaman yang didapat dari pengalaman observasi melalui wawancara dengan beberapa tokoh Tembang Sunda Cianjuran adalah pencarian mengenai makna syair Lokat Mala. Menurut Yus Wiradiredja secara musikal lagu tersebut merupakan salah satu wanda lagu panambih Tembang Sunda Cianjuran, sedangkan dari sisi sastra lagu berbentuk prosa liris. Adapun makna rumpaka . merupakan penggambaran Proses Koreografi Adapun Teori Representasi, digunakan melalui pendekatan konstruksionis . onstructionist approac. yakni menempatkan makna dalam pesan atau benda-benda . yang dibuatnya. Kemudian makna- Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 6 No. 2 Desember 2021 yang dimengerti, tetapi lebih kepada AupesanAy untuk diserapkan sehingga penonton dapat tersentuh secara mendalam dan intensif. Disinilah terdapat elastisitas nilai, makna, dan pesan pembentukan simbol ekspresif tari. Simbol-simbol gerak tari merupakan significant symbol dapat mengandung arti dan sekaligus mengundang reaksi yang bermacammacam. Seorang pengamat dan penonton harus dapat memahami sistem dan aturan yang berlaku pada beberapa simbol agar dapat ditangkap artinya. (Y. Sumandiyo Hadi, 2012: . Selanjutnya mengeksplorasikan motif gerak baik dari motif gerak yang sudah ada seperti, capang, keupat, selut, dan motif gerak pencak silat serta gerak keseharian maupun gerak yang sudah ada kemudian dikembangkan melalui ruang, tenaga, dan makna tersebut dieksplorasi bagaimana proses Lokat Mala ditafsir ulang melalui rumpaka yang terdapat pada lagu Tembang Sunda Cianjuran. Pada setiap kata yang kemudian secara simbolik disajikan dalam sebuah karya tari yang ditafsirkan ke dalam koreografi yang menghasilkan bentuk gerak yang diinginkan, yang kemudian tahap-tahap penciptaannya meliputi: eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan . 1: . Menurut Alma Hawkins . 3: . ada beberapa fase dalam proses kreativitas dengan pola sebagai berikut : Ngalokat Menuju Spiritualitas Smith dan Rayment dalam Gibson et al . mendefinisikan spiritualitas sebagai kondisi atau pengalaman yang dapat menyediakan individu-individu dengan arah dan makna, atau menyediakan perasaan memahami, mendukung, keseluruhan dalam diri . nner wholenes. Keterhubungan dapat dengan diri sendiri, orang lain, alam semesta. Tuhan, atau kekuatan supernatural yang lain. Gibson menjelaskan lebih lanjut bahwa definisi ini melibatkan perasaan didalam diri . nner feelin. , terhubung dengan kerja dan koleganya. Pernyataan tersebut menghubungkan koreogrfi yang akan dihadirkan pada karya ini, menghubungkan antara keterkaitan makna terhadap diri sendiri, orang lain, dan alam semesta. Bagan 2. Proses Fase kreatif Alma Hawkins (Alma Hawkins, 2003: 16, adaptasi Agustina ) Pada tahapan ini, yaitu mengumpulkan data dalam proses garapan diantaranya audio visual, pengalaman pribadi dalam membuat karya dan beberapa tarian yang telah dipelajari yang kemudian dieksplorasi sesuai dengan arti dan makna yang akan diungkap melalui gerak dan direpresentasikan melalui simbol. Simbol-simbol gerak dalam koreografi adalah satu dan padu. simbol-simbol itu tidak hanya menyampaikan nilai, makna Intensitas Perjalanan Kesadrahan Struktur dramatik adalah mengidentifikasi bahwa pertunjukan tari merupakan rangkaian kejadian yang dimulai dari Agustina. Subiantoro. Ruchimat: Ngalokat Menuju Refleksi Diri . enggawatan, mulai mengambil prakarsa untuk mencapai tujuan tertent. , klimaks . uncak ketegangan dari berbagai masalah yang akan disampaika. , resolusi . enurunan ketegangan setelah berakhir puncak ketegangan dari masalah itu terselesaika. , dan konklusi . khir dari bagian cerita atau penyelesaia. , dengan susunan sajian sebagai berikut. Introduksi: gambaran peristiwa di masa lalu . para penari memasuki panggung secara bergiliran yang menceritakan tentang kegiatan akan belajar mamaos, dengan berjalan masuk secara bergantian dan bertegur sapa dengan penari lainnya, kegiatan keseharian yang sedang berkomunikasi satu sama lain kemudian datang seorang penari seolaholah sebagai guru. Lalu membuka rekal yang di mana sebagai simbol buku atau catatan teks mamaos. Penari terlebih dahulu menggerakkan kepala sebagai simbol berdoa, dan dilanjutkan menggerakan mulut tanpa bersuara menceritakan yang sedang belajar mamaos. Penari keluar panggung satu-satu dengan memberikan motif-motif gerak yang akan hadir pada bagian selanjutnya. permulaan, perkembangan, klimaks dan Tahap-tahap kejadian ini sangat penting untuk diperhatikan, misalnya bagian klimaks sebagai titik puncak dari perkembangan, serta memberi arti penting dari kehadiran permulaan, perkembangan, dan akhir atau penyelesaian. Kesatuan dan keutuhan sruktur dramatik permulaan, perkembangan, dan penyelesaian sering terjadi dalam tari. Identitas perjalanan kesadrahan pada struktur dramatik tidak terlepas dari makna mamaos Lokat Mala yang menjadi salah satu identitas kuat yang tidak terlepas dari Kab. Cianjur. Identitas di masyarakat Cianjur yang begitu kuat sudah tercipta menjadi sesuatu khasan, yang kemudian diejawantahkan melalui pikiran menjadi sebuah karya yang merepresentasikan hasil pemikiran yang kita inginkan karena identitas adalah cara berpikir tentang diri kita. Namun yang kita pikirkan tentang diri kita berubah dari situasi ke situasi yang lain menurut ruang dan waktunya, yang dia maksud adalah bahwa identitas merupakan sesuatu yang kita ciptakan, sesuatu yang dalam proses, suatu gerak yang berangkat ketimbang kedatangan, sehingga membentuk sudut situasi masa lalu dan masa kini kita, bersama dengan apa yang kita pikir kita inginkan, lintasan harapan kita ke depan (Barker, 2011: . Karya tari ini dibawakan secara berkelompok dengan menggunakan tipe dramatik, dengan menghadirkan enam orang penari wanita. Struktur dramatik menurut Aristoteles dibagi menjadi lima yaitu. Eksposisi . ebuah pemapara. , rising action . emberikan penjelasan atau keterangan dalam berbagai hal untuk memahami peristiwa dalam cerit. , komplikasi Gambar 1 Introduksi Belajar Mamaos (Dokumentasi: Agustina 2. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Bagian satu: Ngaji ka Diri . embaca pada dir. , menghadirkan satu orang penari yang teringat akan peristiwa yang sudah dilewati, timbul rasa rindu dan kenangan diri, penari nembang dari beberapa penggalan lirik pada lagu Lokat Mala. Setiap penari mengeluarkan suara melakukan latihan olah vocal, dengan bergerak mengalun lalu berjalan menuju ke diagonal kanan. Lalu dengan kelima penari dengan pencahayaan hadir yang menceritakan kejadiankejadian atau pemaparan sebagai gambaran aktivitas berlatih maenpo serta penggalanpenggalan peristiwa yang akan hadir pada bagian berikutnya. Bagian dua: Kontemplasi, sebuah perenungan pergulatan batin dengan apa yang telah terjadi, konflik dalam diri rasa senang, sedih, perjalanan, kenangan diri, harmonisasi yang penari menyanyi dan juga bergerak yang telah dilalui. Beberapa gerak yang dihadirkan yaitu permainan properti dan gerak akrobatik. Bagian Refleksi diri, harapan dan peristiwa yang terjadi saat ini, cara menyikapi kehidupan, dengan mendekatkan diri pada Tuhan, memperbaiki hubungan terhadap manusia juga terhadap lingkungan sekitar termasuk alam, gerakan pada bagian terakhir ini semakin lama tempo semakin lambat namun musik tetap ritmis dan dinamis. Gambar 2. Ngaji Ka Diri (Dokumentasi: Agustina 2. Bagian 3. Kotemplasi (Dokumentasi: Agustina 2. Gambar 4. Refleksi Diri (Dokumentasi: Agustina 2. Agustina. Subiantoro. Ruchimat: Ngalokat Menuju Refleksi Diri Gambar 5. Refleksi Diri (Dokumentasi: Agustina, 2. Ketika makna Lokat Mala menyatu menjadi kontruksi gerak . hal ini melahirkan kekuatan untuk menarik kembali realitas akan pentingnya mencerna nilai estetik, ingatan kultural secara objektif baik dikaji dari pengalaman kultural atau Kehadiran musik menjadi ruang orientasi pengilmuan seni baru. Di sini menunjukan bahwa musik memegang peran penting dalam pengobjektifan gerak yang dielaborasi melalui sumber-sumber Sumber-sumber garap musikal sangat menentukan alur dan karakteristik gerak secara keseluruhan meskipun pada beberapa adegan sifat-sifat musik tersebut tidak ditampilkan secara verbal atau bahkan tidak dihadirkan demi kekuatan Kompleksitas karya tidak hanya meliputi, tari, musik, rias busana, setting, property, lighting, audio visual dan lainlain, akan tetapi orientasi terhadap sistem pengorganisasian atau manajerial sebagai kebutuhan publisitas karya agar karya ini sampai memiliki kekuatan untuk diapresiasi publik menjadi sangat penting, terlebih lagi di saat situasi pandemik. SIMPULAN Penciptaan karya tari kontemporer Lokat Mala merepresntasi realitas makna lahiriah dan spiritual manusia dalam ruang kebudayaan sunda yang semakin kompleks. Keterwakilan elemen-elemen estetik yang menjadi pokok inti garapan mengarahkan pada suatu kesimpulan bahwa Lokat Mala menyimpan beberapa kekuatan sebagai upaya penyembuhan batin . , terapis, kesadaran . elf consciouenes. , semangat meningkatkan kualitas hidup, serta sadrah sumerah . khlas, tawaka. Karya Lokat Mala merupakan karya baru yang diciptakan dari pendalaman rumpaka Tembang Sunda Cianjuran yang diimplementasikan ke dalam ruang kinestetik dalam pemikiran seni kontemporer dengan merepresentasi makna, arti, bahasa, budaya, konsep, realitas dan fictional. Model dan pengembangan cara berpikir kreatif seperti ini penting untuk pembacaan ulang baik sebagai strategi pengembangan kreativitas yang bersumber dari kearifan lokal, maupun strategi dalam mencapai tujuan dan implementasi dari unsur-unsur pemajuan kebudayaan di tanah air. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Daftar Pustaka